0
EKONOMI KELAS X
Kebutuhan <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mencapai kemakmuran </li></ul>...
Teori kebutuhan Maslow fisiologis Keamanan dan keselamatan sosial penghargaan Aktualisasi diri
Faktor-Faktor yang  Memengaruhi Kebutuhan <ul><li>Kondisi Alam </li></ul><ul><li>Perkembangan Zaman </li></ul><ul><li>Agam...
Jenis Barang Pemuas Kebutuhan  <ul><li>Barang menurut tujuan penggunaan </li></ul><ul><li>Barang konsumsi  </li></ul><ul><...
Kelangkaan <ul><li>Kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan kebutuhan kita </li></ul><ul><li...
Masalah POKOK Ekonomi dan BIAYA PELUANG <ul><li>What : Apa dan Berapa yang Diproduksi? </li></ul><ul><li>How : Bagaimana C...
Kurva Kemungkinan Produksi dan Biaya Peluang Kurva kemungkinan produksi menjelaskan bahwa dalam penggunaan sumber  daya te...
Sistem Ekonomi <ul><li>Adalah perpaduan dari aturan-aturan atau cara-cara yang merupakan satu kesatuan dan digunakan untuk...
Perilaku Konsumen dan Produsen Suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda (barang dan j...
Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi <ul><li>Pendapatan  </li></ul><ul><li>Harga </li></ul><ul><li>Kemampuan masyarak...
Teori Perilaku Konsumen Konsumen pada umumnya selalu berusaha untuk mencapai utilitas Konsep dasar Derajat seberapa besar ...
PRODUKSI <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>Kegiatan menambah faedah (atau kegunaan) suatu benda atau menciptakan benda ...
Teori Produksi <ul><li>Klasifikasi faktor produksi </li></ul><ul><li>Faktor produksi tetap </li></ul><ul><li>Faktor produk...
Lanjutan Teori Produksi <ul><li>Produk Total, Produk Marjinal,  </li></ul><ul><li>dan Produk Rata-Rata </li></ul><ul><li>H...
Circular Flow Diagram  dan Peran Pelaku Ekonomi <ul><li>Interaksi Antar pelaku  </li></ul><ul><li>Ekonomi </li></ul>Rumah ...
Pelaku Ekonomi <ul><li>Rumah Tangga Keluarga </li></ul><ul><li>Rumah Tangga Produsen </li></ul><ul><li>Pemerintah </li></u...
Permintaan DAN PENAWARAN <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>Keinginan yang disertai kemampuan untuk membeli barang dan j...
Faktor-Faktor Yang  Memengaruhi Permintaan <ul><li>Harga barang komplementer dan barang substitusi </li></ul><ul><li>Jumla...
<ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>Kuantitas barang dan jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada kon...
Faktor-Faktor Yang  Memengaruhi Penawaran <ul><li>Kemajuan teknologi </li></ul><ul><li>Biaya produksi </li></ul><ul><li>Pe...
Elastisitas Permintaan <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>Sebuah ukuran seberapa besar derajat kepekaan permintaan terha...
Faktor-Faktor Yang  Memengaruhi Elastisitas Permintaan <ul><li>Ketersediaan barang substistusi </li></ul><ul><li>Proporsi ...
Fungsi permintaan dan penawaran <ul><li>fungsi permintaan  </li></ul><ul><li>Q = -aP + b atau P =  Q + </li></ul><ul><li>f...
Elastisitas Penawaran <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>Sebuah ukuran seberapa besar derajat kepekaan penawaran terhada...
Faktor-Faktor Yang  Memengaruhi Elastisitas Penawaran <ul><li>Waktu yang dibutuhkan untuk berproduksi </li></ul><ul><li>Da...
Elastisitas Busur <ul><li>Elastisitas yang diperoleh dengan menghitung rata-rata harga dan kuantitas </li></ul>
Harga Keseimbangan Harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran Kuantitas yang diminta  ...
Harga Keseimbangan Harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran Kuantitas yang ditawarka...
PASAR Tempat bertemunya permintaan dan penawaran sehingga dapat menetapkan harga Pengertian Berbagai hal yang dapat memeng...
Pasar Persaingan Sempurna <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>suatu keadaan di mana penjual dan pembeli tidak dapat  meme...
Pasar Persaingan Sempurna <ul><li>Peran </li></ul><ul><li>mendidik masyarakat untuk melakukan proses produksi secara efisi...
Pasar Persaingan  Tidak Sempurna <ul><li>Pasar monopoli </li></ul><ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>suatu bentuk pasar ...
Pasar Persaingan  Tidak Sempurna <ul><li>Pasar monopoli </li></ul><ul><li>1.  Penyebab timbulnya </li></ul><ul><li>Ditetap...
Pasar Persaingan  Tidak Sempurna <ul><li>Pasar monopoli </li></ul><ul><li>1. Keburukan </li></ul><ul><li>Penyalahgunaan ke...
Pasar Persaingan  Tidak Sempurna <ul><li>Pasar oligopoli </li></ul><ul><li>1. Pengertian </li></ul><ul><li>suatu bentuk pa...
Pasar Persaingan  Tidak Sempurna <ul><li>Pasar persaingan monopolistik </li></ul><ul><li>1. Pengertian </li></ul><ul><li>s...
Pasar Persaingan  Tidak Sempurna <ul><li>Pasar persaingan monopolistik </li></ul><ul><li>1. Kebaikan </li></ul><ul><li>Men...
Peran Pemerintah Dalam Pembentukan Harga Pasar <ul><li>Harga Eceran Tertinggi </li></ul><ul><li>Harga Eceran Terendah </li...
Pasar  Input atau Pasar Faktor Produksi <ul><li>Perbedaan Pasar Faktor Produksi  </li></ul><ul><li>dan Pasar Barang Konsum...
Pasar Faktor Produksi  <ul><li>Penawaran Faktor Produksi </li></ul><ul><li>jumlah faktor produksi yang tersedia di pasar p...
Faktor produksi alam Semua kekayaan yang terdapat di alam, yang dapat dimanfaatkan dalam proses produksi Pengertian <ul><l...
Faktor produksi   tenaga kerja Sekumpulan orang yang mempunyai keinginan dan kemampuan untuk mengerjakan suatu pekerjaan, ...
Faktor produksi   modal Segala sumber daya hasil produksi yang tahan lama, yang dapat digunakan sebagai  input  produktif ...
Faktor produksi kewirausahaan Seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan yang mampu mengelola dan mengambil keputusan atas...
Ilmu Ekonomi <ul><li>Perbedaan analisis teori ekonomi mikro dan ekonomi makro </li></ul>Pengaruh kegiatan ekonomi tertentu...
Persoalan Ekonomi Nasional <ul><li>Pertumbuhan Ekonomi </li></ul><ul><li>Kemiskinan </li></ul><ul><li>Pengangguran dan Inf...
Kebijakan-Kebijakan Untuk Mengatasi Masalah Ekonomi <ul><li>Meningkatkan investasi di Indonesia </li></ul><ul><li>Penerapa...
Pendapatan nasional <ul><li>Produk Domestik Bruto </li></ul><ul><li>total nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan suat...
Pendapatan nasional <ul><li>Pendapatan Disposabel </li></ul><ul><li>Pendapatan Perorangan – Pajak Penghasilan </li></ul><u...
Metode Penghitungan Pendapatan Nasional <ul><li>Pendekatan pendapatan </li></ul><ul><li>menjumlahkan pendapatan dari berba...
Pendapatan Per Kapita <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>pendapatan nasional dibagi dengan jumlah penduduk </li></ul><ul...
INFLASI <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>kondisi di mana terjadi kemerosotan nilai uang karena benyaknya uang yang ber...
Penyebab dan teori inflasi <ul><li>Penyebab Inflasi </li></ul><ul><li>Kenaikan permintaan </li></ul><ul><li>Kenaikan biaya...
Angka Inflasi <ul><li>Laju inflasi </li></ul><ul><li>persentase kenaikan harga dalam beberapa indeks harga dari suatu peri...
Dampak Inflasi Terhadap Kegiatan Ekonomi Masyarakat   Pendapatan Mengubah pendapatan masyarakat Merugikan Menguntungkan Ek...
Cara Mengatasi Inflasi <ul><li>Kebijakan moneter </li></ul><ul><li>Penetapan persediaan kas </li></ul><ul><li>Diskonto </l...
konsumsi <ul><li>Fungsi konsumsi </li></ul><ul><li>menunjukkan hubungan antara konsumsi dan semua faktor yang menentukan b...
Fungsi tabungan <ul><li>Average Propensity to Save </li></ul><ul><li>=  total tabungan </li></ul><ul><li>pendapatan dispos...
Faktor-Faktor Lain yang Memengaruhi Konsumsi dan Tabungan <ul><li>Kekayaan yang telah terkumpul </li></ul><ul><li>Sikap be...
Uang <ul><li>Fungsi Uang </li></ul><ul><li>Alat tukar </li></ul><ul><li>Alat penyimpan kekayaan </li></ul><ul><li>Alat pen...
Standar Mata Uang <ul><li>Standar Logam </li></ul><ul><li>Sistem standar tungggal </li></ul><ul><li>Sistem standar kembar ...
Sistem Moneter Fleksibel Tetap Mengambang terkendali Tetap dan terkendali Ada, dengan kebijakan Mengambang bebas Standar e...
BANK <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menya...
Produk Perbankan <ul><li>Kredit pasif </li></ul><ul><li>adalah aliran dana dari masyarakat yang masuk ke bank, terdiri dar...
Pemanfaatan Produk  Dan Jasa Perbankan <ul><li>1. Alasan pemanfaatan </li></ul><ul><li>Menumbuhkan sikap hidup hemat </li>...
Kebijakan Moneter <ul><li>1. Pengertian </li></ul><ul><li>langkah-langkah yang diambil otoritas moneter untuk memengaruhi ...
Instrumen Kebijakan Moneter Menjual atau membeli surat berharga di pasar modal untuk memengaruhi jumlah uang beredar Opera...
<ul><li>Sekian dan Terima kasih </li></ul>
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Bahan ajar ekonomi X Semsesrer 1 dan 2

21,317

Published on

Bahan Ajar di bagikan untuk guru Ekonomi Kelas X

Published in: Education
8 Comments
9 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
21,317
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
848
Comments
8
Likes
9
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Bahan ajar ekonomi X Semsesrer 1 dan 2"

  1. 1. EKONOMI KELAS X
  2. 2. Kebutuhan <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk mencapai kemakmuran </li></ul><ul><li>Jenis-jenis </li></ul><ul><li>a. Menurut tingkat intensitas </li></ul><ul><li>Kebutuhan primer </li></ul><ul><li>Kebutuhan sekunder </li></ul><ul><li>Kebutuhan tersier </li></ul><ul><li>b. Menurut sifat </li></ul><ul><li>Kebutuhan jasmani </li></ul><ul><li>Kebutuhan rohani </li></ul><ul><li>c. Menurut subjek yang membutuhkan </li></ul><ul><li>Kebutuhan individual </li></ul><ul><li>Kebutuhan umum </li></ul><ul><li>d. Menurut waktu </li></ul><ul><li>Kebutuhan sekarang </li></ul><ul><li>Kebutuhan yang akan datang </li></ul><ul><li> </li></ul>
  3. 3. Teori kebutuhan Maslow fisiologis Keamanan dan keselamatan sosial penghargaan Aktualisasi diri
  4. 4. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan <ul><li>Kondisi Alam </li></ul><ul><li>Perkembangan Zaman </li></ul><ul><li>Agama dan Kepercayaan </li></ul><ul><li>Adat istiadat </li></ul>
  5. 5. Jenis Barang Pemuas Kebutuhan <ul><li>Barang menurut tujuan penggunaan </li></ul><ul><li>Barang konsumsi </li></ul><ul><li>Barang produksi </li></ul><ul><li>Barang menurut cara memperoleh </li></ul><ul><li>Barang bebas </li></ul><ul><li>Barang ekonomis </li></ul><ul><li>Barang menurut hubungan dengan barang lain </li></ul><ul><li>Subtitusi </li></ul><ul><li>Komplementer </li></ul><ul><li>Barang menurut proses pembuatannya </li></ul><ul><li>Barang mentah </li></ul><ul><li>Barang setengah jadi </li></ul><ul><li>Barang jadi </li></ul>
  6. 6. Kelangkaan <ul><li>Kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan kebutuhan kita </li></ul><ul><li>Sesuatu yang sulit atau sukar di dapat </li></ul>Pengertian <ul><li>Keterbatasan sumber daya </li></ul><ul><li>Perkembangan jumlah penduduk </li></ul><ul><li>Keterbatasan kapasitas produksi </li></ul><ul><li>Bencana alam </li></ul>Penyebab Akibat Manusia membuat pilihan
  7. 7. Masalah POKOK Ekonomi dan BIAYA PELUANG <ul><li>What : Apa dan Berapa yang Diproduksi? </li></ul><ul><li>How : Bagaimana Cara Memproduksi? </li></ul><ul><li>Menarik sumber-2 ekonomi? </li></ul><ul><li>Perusahaan yang memproduksi? </li></ul><ul><li>Kombinasi sumber yang paling efisien? </li></ul><ul><li>For Whom : Untuk Siapa Diproduksi? </li></ul>
  8. 8. Kurva Kemungkinan Produksi dan Biaya Peluang Kurva kemungkinan produksi menjelaskan bahwa dalam penggunaan sumber daya tertentu kita harus mengurangi produksi barang yang lain Biaya peluang nilai barang atau jasa yang dikorbankan karena memilih alternatif kegiatan Perbedaannya dengan biaya sehari-hari Biaya sehari-hari muncul dari kegiatan apa yang dilakukan Biaya peluang muncul dari kegiatan lain yang tidak bisa dilakukan Pengertian
  9. 9. Sistem Ekonomi <ul><li>Adalah perpaduan dari aturan-aturan atau cara-cara yang merupakan satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian </li></ul><ul><ul><li>Sistem ekonomi tradisional </li></ul></ul><ul><ul><li>diterapkan oleh masyarakat tradisional secara turun-temurun, mengandalkan alam dan tenaga kerja </li></ul></ul><ul><ul><li>Sistem ekonomi komando </li></ul></ul><ul><ul><li>peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian </li></ul></ul><ul><ul><li>Sistem ekonomi pasar </li></ul></ul><ul><ul><li>kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi dilakukan oleh pihak swasta </li></ul></ul><ul><ul><li>Sistem ekonomi campuran </li></ul></ul><ul><ul><li>pemerintah dan swasta (masyarakat) saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi </li></ul></ul>Macam-macam sistem ekonomi
  10. 10. Perilaku Konsumen dan Produsen Suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan faedah suatu benda (barang dan jasa) dalam rangka pemenuhan kebutuhan Pengertian <ul><li>Memenuhi kebutuhan dan mempertahankan hidup </li></ul><ul><li>Untuk mencapai kepuasan maksimal </li></ul>Tujuan Konsumsi
  11. 11. Faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi <ul><li>Pendapatan </li></ul><ul><li>Harga </li></ul><ul><li>Kemampuan masyarakat </li></ul>
  12. 12. Teori Perilaku Konsumen Konsumen pada umumnya selalu berusaha untuk mencapai utilitas Konsep dasar Derajat seberapa besar sebuah barang atau jasa dapat memuaskan kebutuhan seseorang Pengertian utilitas Pendekatan kardinal <ul><li>Hukum Gossen I </li></ul><ul><li>Hukum Gossen II </li></ul>Pendekatan ordinal Kurva indiferensi menunjukkan berbagai titik kombinasi dua barang yang memberikan kepuasan yang sama
  13. 13. PRODUKSI <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>Kegiatan menambah faedah (atau kegunaan) suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan </li></ul><ul><li>Tujuan </li></ul><ul><li>Memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran </li></ul><ul><li>Faktor-faktor produksi </li></ul><ul><li>Faktor produksi alam </li></ul><ul><li>Faktor produksi tenaga kerja </li></ul><ul><li>Faktor produksi modal </li></ul><ul><li>Faktor produksi keahlian </li></ul><ul><li> </li></ul>
  14. 14. Teori Produksi <ul><li>Klasifikasi faktor produksi </li></ul><ul><li>Faktor produksi tetap </li></ul><ul><li>Faktor produksi variabel </li></ul><ul><li>Fungsi produksi </li></ul><ul><li>Jangka pendek </li></ul><ul><li>Jangka panjang </li></ul><ul><li>Perluasan produksi </li></ul><ul><li>Keterbatasan faktor produksi </li></ul><ul><li>Besar kecilnya pengaruh </li></ul><ul><li>penambahan input terhadap </li></ul><ul><li>output </li></ul>
  15. 15. Lanjutan Teori Produksi <ul><li>Produk Total, Produk Marjinal, </li></ul><ul><li>dan Produk Rata-Rata </li></ul><ul><li>Hukum produk marjinal </li></ul><ul><li>yang semakin menurun </li></ul><ul><li>Hubungan antara Produk Total, Produk </li></ul><ul><li>Marjinal, dan Produk Rata-Rata </li></ul><ul><li>Tahap-tahap produksi </li></ul><ul><li>Tahap 1 </li></ul><ul><li>Tahap 2 </li></ul><ul><li>Tahap 3 </li></ul>
  16. 16. Circular Flow Diagram dan Peran Pelaku Ekonomi <ul><li>Interaksi Antar pelaku </li></ul><ul><li>Ekonomi </li></ul>Rumah Tangga Keluarga Pasar Barang Pasar Faktor Produksi Pemerintah Perusahaan/ Rumah tangga Produksi Masyarakat Luar Negeri Masyarakat Luar Negeri Penyedian Faktor Produksi Pajak Pajak Pembelanjaan Penyedian Barang/Jasa Pembelanjaan Impor Ekspor Impor Ekspor Subsidi Subsidi
  17. 17. Pelaku Ekonomi <ul><li>Rumah Tangga Keluarga </li></ul><ul><li>Rumah Tangga Produsen </li></ul><ul><li>Pemerintah </li></ul><ul><li>Masyarakat Luar Negeri </li></ul>
  18. 18. Permintaan DAN PENAWARAN <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>Keinginan yang disertai kemampuan untuk membeli barang dan jasa pada tingkat harga dan waktu tertentu </li></ul>Hukum Apabila harga suatu barang dan jasa meningkat, maka kuantitas yang diminta akan menurun, dan sebaliknya Kurva Garis yang menghubungkan titik-titik potong antara harga dan kuantitas yang diminta Permintaan
  19. 19. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Permintaan <ul><li>Harga barang komplementer dan barang substitusi </li></ul><ul><li>Jumlah pendapatan </li></ul><ul><li>Jumlah dan karakteristik penduduk </li></ul><ul><li>Perubahan tradisi, mode, dan selera masyarakat </li></ul><ul><li>Perkiraan dan harapan masyarakat </li></ul><ul><li>Hari raya keagamaan </li></ul><ul><li>Kondisi sosial dan ekonomi </li></ul>
  20. 20. <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>Kuantitas barang dan jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh produsen kepada konsumen pada setiap tingkat harga selama periode waktu tertentu </li></ul>Hukum Apabila harga suatu barang dan jasa meningkat, maka kuantitas yang ditawarkan juga meningkat, dan sebaliknya Kurva Garis yang menghubungkan titik-titik potong antara harga dan kuantitas yang ditawarkan Penawaran
  21. 21. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Penawaran <ul><li>Kemajuan teknologi </li></ul><ul><li>Biaya produksi </li></ul><ul><li>Persediaan sarana produksi </li></ul><ul><li>Peningkatan jumlah produsen </li></ul><ul><li>Peristiwa alam </li></ul><ul><li>Ekspektasi atau harapan produsen </li></ul><ul><li>Harga barang dan jasa lain </li></ul>
  22. 22. Elastisitas Permintaan <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>Sebuah ukuran seberapa besar derajat kepekaan permintaan terhadap perubahan harga </li></ul>Penghitungan koefisien Diukur dari persentase perubahan kuantitas yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harga <ul><li>Jenis </li></ul><ul><li>Permintaan elastis </li></ul><ul><li>Permintaan inelastis </li></ul><ul><li>Permintaan elastis uniter </li></ul><ul><li>Permintaan elastis sempurna </li></ul><ul><li>Permintaan inelastis sempurna </li></ul>
  23. 23. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Elastisitas Permintaan <ul><li>Ketersediaan barang substistusi </li></ul><ul><li>Proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk suatu barang </li></ul><ul><li>Kategori barang, kebutuhan pokok atau kebutuhan mewah </li></ul><ul><li>Keragaman penggunaan barang </li></ul>
  24. 24. Fungsi permintaan dan penawaran <ul><li>fungsi permintaan </li></ul><ul><li>Q = -aP + b atau P = Q + </li></ul><ul><li>fungsi penawaran </li></ul><ul><li> Q = -aP + b atau P = Q + atau P = </li></ul><ul><li>Rumus tersebut di dapat dari : </li></ul>1 2 b a 1 2 b a Q+b a P – P 1 P 2 – P 1 Q – Q 1 Q 2 – Q 1 =
  25. 25. Elastisitas Penawaran <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>Sebuah ukuran seberapa besar derajat kepekaan penawaran terhadap perubahan harga </li></ul>Penghitungan koefisien Diukur dari persentase perubahan kuantitas yang ditawarkan dibagi dengan persentase perubahan harga <ul><li>Jenis </li></ul><ul><li>Penawaran elastis </li></ul><ul><li>Penawaran inelastis </li></ul><ul><li>Penawaran elastis uniter </li></ul><ul><li>Penawaran elastis sempurna </li></ul><ul><li>Penawaran inelastis sempurna </li></ul>
  26. 26. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Elastisitas Penawaran <ul><li>Waktu yang dibutuhkan untuk berproduksi </li></ul><ul><li>Daya tahan barang </li></ul><ul><li>Mobilitas faktor produksi </li></ul><ul><li>Kemudahan produsen baru untuk memasuki pasar </li></ul>
  27. 27. Elastisitas Busur <ul><li>Elastisitas yang diperoleh dengan menghitung rata-rata harga dan kuantitas </li></ul>
  28. 28. Harga Keseimbangan Harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran Kuantitas yang diminta lebih rendah Penurunan Permintaan Harga keseimbangan lebih rendah Peningkatan Permintaan Kuantitas yang diminta lebih tinggi Harga keseimbangan lebih tinggi
  29. 29. Harga Keseimbangan Harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran Kuantitas yang ditawarkan lebih rendah Penurunan Penawaran Harga keseimbangan lebih tinggi Peningkatan Penawaran Kuantitas yang ditawarkan lebih tinggi Harga keseimbangan lebih rendah
  30. 30. PASAR Tempat bertemunya permintaan dan penawaran sehingga dapat menetapkan harga Pengertian Berbagai hal yang dapat memengaruhi tingkah laku dan kinerja perusahaan dalam pasar, seperti jumlah perusahaan, skala produksi, dan jenis produksi Struktur pasar
  31. 31. Pasar Persaingan Sempurna <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>suatu keadaan di mana penjual dan pembeli tidak dapat memengaruhi harga, sehingga harga di pasar benar-benar merupakan hasil interaksi antara permintaan dan penawaran </li></ul><ul><li>Ciri-ciri </li></ul><ul><li>Banyak pembeli dan penjual, namun mereka tidak mampu memengaruhi harga </li></ul><ul><li>Barang dan jasa yang dijual bersifat homogen </li></ul><ul><li>Adanya kebebasan untuk masuk dan keluar pasar </li></ul><ul><li>Adanya kebebasan untuk mengambil kputusan </li></ul><ul><li>Perfect information </li></ul><ul><li>Laba maksimum </li></ul><ul><li>P = MC </li></ul>
  32. 32. Pasar Persaingan Sempurna <ul><li>Peran </li></ul><ul><li>mendidik masyarakat untuk melakukan proses produksi secara efisien, sehingga produk yang sampai ke masyarakat adalah produk dengan mutu terbaik dan harga murah </li></ul><ul><li>Kebaikan </li></ul><ul><li>Memberikan barang yang harganya logis </li></ul><ul><li>Berproduksi secara efisien </li></ul><ul><li>Kegiatan ekonomi lebih shat dan bergairah </li></ul><ul><li>Keburukan </li></ul><ul><li>Menghambat inovasi </li></ul>
  33. 33. Pasar Persaingan Tidak Sempurna <ul><li>Pasar monopoli </li></ul><ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar, dan perusahaan ini tidak mempunyai barang pengganti (substitusi) yang sangat dekat </li></ul><ul><li>Ciri-ciri </li></ul><ul><li>Hanya ada satu orang penjual </li></ul><ul><li>Terdapat banyak pembeli </li></ul><ul><li>Produk tidak mempunyai substitusi yang dekat </li></ul><ul><li>Adanya hambatan untuk masuk ke dalam pasar </li></ul><ul><li>Laba maksimum </li></ul><ul><li>MR = MC </li></ul>
  34. 34. Pasar Persaingan Tidak Sempurna <ul><li>Pasar monopoli </li></ul><ul><li>1. Penyebab timbulnya </li></ul><ul><li>Ditetapkan oleh undang-undang </li></ul><ul><li>Penggabungan dari berbagai perusahaan </li></ul><ul><li>Adanya hasil cipta seseorang </li></ul><ul><li>2. Kebaikan </li></ul><ul><li>Menghindari produk tiruan dan persaingan yang tidak bermanfaat </li></ul><ul><li>Menimbulkan skala ekonomi </li></ul><ul><li>Terjaganya kesinambungan stabilitas perusahaan </li></ul><ul><li>Mendorong peningkatan teknologi </li></ul><ul><li>Mendorong penelitian dan pengembangan </li></ul>
  35. 35. Pasar Persaingan Tidak Sempurna <ul><li>Pasar monopoli </li></ul><ul><li>1. Keburukan </li></ul><ul><li>Penyalahgunaan kekuatan ekonomi </li></ul><ul><li>Adanya pelecehan terhadap posisi konsumen </li></ul><ul><li>Adanya kesenjangan dalam pembagian pendapatan </li></ul><ul><li>Tidak adanya persaingan </li></ul><ul><li>Mengurangi kesejahteraan konsumen </li></ul><ul><li>2. Peran pemerintah </li></ul><ul><li>Mencegah timbulnya monopoli itu sendiri </li></ul><ul><li>Pemberian izin kepada perusahaan baru </li></ul><ul><li>Menambah penawaran barang dalam negeri dengan jalan impor </li></ul><ul><li>Menetapkan Harga Eceran Tertinggi </li></ul>
  36. 36. Pasar Persaingan Tidak Sempurna <ul><li>Pasar oligopoli </li></ul><ul><li>1. Pengertian </li></ul><ul><li>suatu bentuk pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan </li></ul><ul><li>2. Ciri-ciri </li></ul><ul><li>Banyak pembeli di pasar </li></ul><ul><li>Hanya ada beberapa penjual </li></ul><ul><li>Produk yang dijual bisa bersifat homogen, dan bisa juga berbeda, namun memenuhi standar tertentu </li></ul><ul><li>Adanya saling ketergantungan </li></ul><ul><li>Penggunaan iklan sangat intensif </li></ul>
  37. 37. Pasar Persaingan Tidak Sempurna <ul><li>Pasar persaingan monopolistik </li></ul><ul><li>1. Pengertian </li></ul><ul><li>suatu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan pada beberapa aspek </li></ul><ul><li>2. Ciri-ciri </li></ul><ul><li>Banyak produsen </li></ul><ul><li>Jenis barang yang dipasarkan berbeda </li></ul><ul><li>Adanya kemampuan produsen untuk memengaruhi harga </li></ul><ul><li>Produsen lain mudah masuk ke dalam pasar </li></ul><ul><li>Promosi penjualan harus aktif </li></ul>
  38. 38. Pasar Persaingan Tidak Sempurna <ul><li>Pasar persaingan monopolistik </li></ul><ul><li>1. Kebaikan </li></ul><ul><li>Mendorong inovasi </li></ul><ul><li>Masyarakat mendapat pelayanan yang baik </li></ul><ul><li>2. Keburukan </li></ul><ul><li>Harga jual yang tinggi </li></ul>
  39. 39. Peran Pemerintah Dalam Pembentukan Harga Pasar <ul><li>Harga Eceran Tertinggi </li></ul><ul><li>Harga Eceran Terendah </li></ul><ul><li>Penetapan pajak </li></ul><ul><li>Pemberian subsidi </li></ul>
  40. 40. Pasar Input atau Pasar Faktor Produksi <ul><li>Perbedaan Pasar Faktor Produksi </li></ul><ul><li>dan Pasar Barang Konsumsi </li></ul><ul><li>Permintaan datang dari rumah tangga konsumsi </li></ul><ul><li>Penawaran datang dari rumah tangga produksi </li></ul><ul><li>Yang ditawarkan adalah barang-barang konsumsi </li></ul><ul><li>Permintaan datang dari rumah tangga produksi </li></ul><ul><li>Penawaran datang dari rumah tangga konsumsi </li></ul><ul><li>Yang ditawarkan adalah faktor-faktor produksi </li></ul>Pasar Barang Konsumsi Pasar Faktor Produksi
  41. 41. Pasar Faktor Produksi <ul><li>Penawaran Faktor Produksi </li></ul><ul><li>jumlah faktor produksi yang tersedia di pasar pada waktu tertentu </li></ul><ul><li>Analisis Permintaan Faktor Produksi </li></ul><ul><li>Pengalokasian faktor produksi </li></ul><ul><li>Penentuan pendapatan berbagai faktor produksi </li></ul>
  42. 42. Faktor produksi alam Semua kekayaan yang terdapat di alam, yang dapat dimanfaatkan dalam proses produksi Pengertian <ul><li>Tanah </li></ul><ul><li>Sewa tanah dan pembentukan harga </li></ul><ul><li>Teori sewa tanah </li></ul><ul><li>Teori perbedaan kesuburan </li></ul><ul><li>Teori sewa sesuai hukum permintaan dan penawaran </li></ul>Yang utama
  43. 43. Faktor produksi tenaga kerja Sekumpulan orang yang mempunyai keinginan dan kemampuan untuk mengerjakan suatu pekerjaan, pada tingkat gaji atau upah tertentu dalam rentang waktu tertentu Pengertian <ul><li>Tenaga kerja </li></ul><ul><li>Pembentukan upah pada pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli </li></ul><ul><li>Teori pemberian upah </li></ul><ul><li>Teori upah alam </li></ul><ul><li>Teori upah besi </li></ul><ul><li>Teori upah menurut kesusilaan </li></ul><ul><li>Teori diskriminasi upah </li></ul><ul><li>Sistem penghitungan upah </li></ul><ul><li>Menurut waktu, satuan, borongan, indeks, skala, dengan premi, partisipasi, dan co-partnership </li></ul><ul><li>Syarat-syarat pengupahan yang baik </li></ul>Yang utama
  44. 44. Faktor produksi modal Segala sumber daya hasil produksi yang tahan lama, yang dapat digunakan sebagai input produktif dalam proses produksi berikutnya Pengertian <ul><li>Modal </li></ul><ul><li>Tinggi rendahnya bunga </li></ul><ul><li>Permintaan dan penawaran modal </li></ul><ul><li>Risiko hilangnya modal </li></ul><ul><li>Keadaan perekonomian </li></ul><ul><li>Kemakmuran </li></ul><ul><li>Peranan pemerintah </li></ul><ul><li>Teori </li></ul><ul><li>Agio dari Von Bohm Bawerk </li></ul><ul><li>Abstinence dari Nassau William Senior </li></ul><ul><li>Produktivitas dari Jean Baptiste Say </li></ul><ul><li>Liquidity preference dari JM Keynes </li></ul>Yang utama
  45. 45. Faktor produksi kewirausahaan Seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan yang mampu mengelola dan mengambil keputusan atas berbagai faktor produksi, agar usaha tersebut bisa berjalan secara efisien dan efektif, guna mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan Pengertian <ul><li>Wirausahawan </li></ul><ul><li>Kemampuan dan sifat dasar </li></ul><ul><li>Teori </li></ul><ul><li>Jean Baptiste say </li></ul><ul><li>Schumpeter </li></ul><ul><li>Karl marx </li></ul><ul><li>Hawley </li></ul>Yang utama
  46. 46. Ilmu Ekonomi <ul><li>Perbedaan analisis teori ekonomi mikro dan ekonomi makro </li></ul>Pengaruh kegiatan ekonomi tertentu terhadap kinerja perekonomian nasional Memahami bagaimana mengalokasikan faktor produksi agar dicapai kombinasi yang tepat Tujuan analisis Permasalahan ekonomi secara keseluruhan Tingkah laku pelaku ekonomi tertentu Unit analisis Keseluruhan Suatu barang tertentu Harga Ekonomi Makro Ekonomi Mikro Bahan Analisis
  47. 47. Persoalan Ekonomi Nasional <ul><li>Pertumbuhan Ekonomi </li></ul><ul><li>Kemiskinan </li></ul><ul><li>Pengangguran dan Inflasi </li></ul><ul><li>Defisit Anggaran Pemerintah dan Utang Nasional </li></ul><ul><li>Penawaran Uang, Bank, dan Keuangan Internasional </li></ul><ul><li>Energi </li></ul>
  48. 48. Kebijakan-Kebijakan Untuk Mengatasi Masalah Ekonomi <ul><li>Meningkatkan investasi di Indonesia </li></ul><ul><li>Penerapan program-program pengentasan kemiskinan </li></ul><ul><li>Pembangunan proyek-proyek padat karya </li></ul><ul><li>Penerapan kebijakan fiskal dan moneter </li></ul><ul><li>Meningkatkan penerimaan pemerintah </li></ul><ul><li>Menerapkan good corporate governance </li></ul>
  49. 49. Pendapatan nasional <ul><li>Produk Domestik Bruto </li></ul><ul><li>total nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan suatu perekonomian dalam periode tertentu yang dihitung berdasarkan nilai pasar </li></ul><ul><li>Produk Nasional Bruto </li></ul><ul><li>Produk Domestik Bruto + Pendapatan Neto terhadap Luar Negeri </li></ul><ul><li>Produk Nasional Neto </li></ul><ul><li>Produk Nasional Bruto – Penyusutan + barang pengganti modal </li></ul><ul><li>Pendapatan Nasional Neto </li></ul><ul><li>Produk Nasional Neto – Pajak tidak langsung + Subsidi </li></ul><ul><li>Pendapatan Perorangan </li></ul><ul><li>Pendapatan Nasional Neto – transfer payment + laba ditahan + iuran jaminan sosial + pajak perseroan </li></ul><ul><li> </li></ul>
  50. 50. Pendapatan nasional <ul><li>Pendapatan Disposabel </li></ul><ul><li>Pendapatan Perorangan – Pajak Penghasilan </li></ul><ul><li>Produk Domestik Regional Bruto </li></ul><ul><li>Jumlah keseluruhan dari nilai tambah bruto yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi yang berada pada suatu wilayah selama periode waktu tertentu </li></ul>
  51. 51. Metode Penghitungan Pendapatan Nasional <ul><li>Pendekatan pendapatan </li></ul><ul><li>menjumlahkan pendapatan dari berbagai faktor poduksi yang memberi sumbangan terhadap proses produksi </li></ul><ul><li>Pendekatan produksi </li></ul><ul><li>menjumlahkan nilai tambah seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai sektor dalam perekonomian </li></ul><ul><li>Pendekatan pengeluaran </li></ul><ul><li>menjumlahkan nilai pasar dari seluruh permintaan akhir atas output yang dihasilkan di dalam perekonomian yang diukur pada harga pasar yang berlaku </li></ul>
  52. 52. Pendapatan Per Kapita <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>pendapatan nasional dibagi dengan jumlah penduduk </li></ul><ul><li>Kegunaan </li></ul><ul><li>Melihat tingkat perbandingan kesejahteraan masyarakat suatu negara dari tahun ke tahun </li></ul><ul><li>Data perbandingan tingkat kesejahteraan suatu negara dengan negara lain </li></ul><ul><li>Perbandingan tingkat standar hidup suatu negara dengan negara lainnya </li></ul><ul><li>Data untuk mengambil kebijakan ekonomi </li></ul>
  53. 53. INFLASI <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>kondisi di mana terjadi kemerosotan nilai uang karena benyaknya uang yang beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang </li></ul><ul><li>Jenis-jenis </li></ul><ul><li>Berdasarkan tingkat keparahannya </li></ul><ul><li>Inflasi ringan </li></ul><ul><li>Inflasi sedang </li></ul><ul><li>Inflasi berat </li></ul><ul><li>Inflasi sangat berat </li></ul><ul><li>Berdasarkan sumbernya </li></ul><ul><li>Inflasi dari luar negeri </li></ul><ul><li>Inflasi dari dalam negeri </li></ul><ul><li>Berdasarkan penyebabnya </li></ul><ul><li>Inflasi karena kenaikan permintaan </li></ul><ul><li>Inflasi karena kenaikan biaya produksi </li></ul>
  54. 54. Penyebab dan teori inflasi <ul><li>Penyebab Inflasi </li></ul><ul><li>Kenaikan permintaan </li></ul><ul><li>Kenaikan biaya produksi </li></ul><ul><li>Penambahan jumlah uang yang beredar </li></ul><ul><li>Teori inflasi </li></ul><ul><li>Teori kuantitas </li></ul><ul><li>Teori Keynes </li></ul><ul><li>Teori struktural </li></ul>
  55. 55. Angka Inflasi <ul><li>Laju inflasi </li></ul><ul><li>persentase kenaikan harga dalam beberapa indeks harga dari suatu periode ke periode lainnya </li></ul><ul><li>Indeks harga </li></ul><ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>perbandingan antara harga rata-rata pada tahun yang dihitung dan harga rata-rata pada tahun dasar </li></ul><ul><li>Tiga macam indeks harga di Indonesia </li></ul><ul><li>Indeks Harga Produsen </li></ul><ul><li>Indeks Harga Perdagangan Besar </li></ul><ul><li>Indeks Harga Konsumen </li></ul>
  56. 56. Dampak Inflasi Terhadap Kegiatan Ekonomi Masyarakat Pendapatan Mengubah pendapatan masyarakat Merugikan Menguntungkan Ekspor Mengurangi daya saing barang ekspor Mengurangi penerimaan devisa Minat menabung Mengurangi jumlah bunga yang diterima Mengurangi minat menabung Kalkulasi harga pokok Persentase dari inflasi tidak teratur Penetapan harga pokok dan harga jual tidak tepat
  57. 57. Cara Mengatasi Inflasi <ul><li>Kebijakan moneter </li></ul><ul><li>Penetapan persediaan kas </li></ul><ul><li>Diskonto </li></ul><ul><li>Operasi pasar terbuka </li></ul><ul><li>Kebijakan fiskal </li></ul><ul><li>Menghemat pengeluaran pemerintah </li></ul><ul><li>Menaikkan tarif pajak </li></ul><ul><li>Kebijakan lain </li></ul><ul><li>Meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang di pasar </li></ul><ul><li>Menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis barang </li></ul>
  58. 58. konsumsi <ul><li>Fungsi konsumsi </li></ul><ul><li>menunjukkan hubungan antara konsumsi dan semua faktor yang menentukan besarnya konsumsi </li></ul><ul><li>Konsumsi sebagai fungsi dari pendapatan disposabel </li></ul><ul><li>Konsumsi berubah-ubah sesuai dengan perubahan pendapatan disposabel </li></ul><ul><li>Average Propensity to Consume </li></ul><ul><li>= total konsumsi </li></ul><ul><li>pendapatan disposabel </li></ul><ul><li>Marginal Propensity to Consume </li></ul><ul><li>perubahan konsumsi karena perubahan pendapatan disposabel </li></ul>
  59. 59. Fungsi tabungan <ul><li>Average Propensity to Save </li></ul><ul><li>= total tabungan </li></ul><ul><li>pendapatan disposabel </li></ul><ul><li>Marginal Propensity to Save </li></ul><ul><li>perubahan tabungan karena perubahan pendapatan disposabel </li></ul>
  60. 60. Faktor-Faktor Lain yang Memengaruhi Konsumsi dan Tabungan <ul><li>Kekayaan yang telah terkumpul </li></ul><ul><li>Sikap berhemat </li></ul><ul><li>Suku bunga </li></ul><ul><li>Kondisi perekonomian </li></ul><ul><li>Program dana pensiun pemerintah </li></ul>
  61. 61. Uang <ul><li>Fungsi Uang </li></ul><ul><li>Alat tukar </li></ul><ul><li>Alat penyimpan kekayaan </li></ul><ul><li>Alat pengalih kekayaan </li></ul><ul><li>Pengukur pembayaran yang ditunda </li></ul><ul><li>Jenis Uang </li></ul><ul><li>1. Berdasarkan badan yang mengeluarkan </li></ul><ul><li>Uang kartal </li></ul><ul><li>Uang giral </li></ul><ul><li>2. Berdasarkan bahan </li></ul><ul><li>Uang logam </li></ul><ul><li>Uang kertas </li></ul><ul><li>3. Berdasarkan negara yang mengeluarkan </li></ul><ul><li>Uang dalam negeri </li></ul><ul><li>Uang luar negeri </li></ul><ul><li>4. Berdasarkan perbandingan nilai bahan dan nilai tukar </li></ul><ul><li>Uang nilai penuh </li></ul><ul><li>Uang tidak bernilai penuh </li></ul>
  62. 62. Standar Mata Uang <ul><li>Standar Logam </li></ul><ul><li>Sistem standar tungggal </li></ul><ul><li>Sistem standar kembar </li></ul><ul><li>Sistem standar pincang </li></ul><ul><li>Standar Kertas </li></ul>
  63. 63. Sistem Moneter Fleksibel Tetap Mengambang terkendali Tetap dan terkendali Ada, dengan kebijakan Mengambang bebas Standar emas Tidak ada atau otomatis Tingkat Kurs Intervensi Pemerintah
  64. 64. BANK <ul><li>Pengertian </li></ul><ul><li>badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak </li></ul>Pengelompokkan Bank Kegiatan Badan hukum Kepemilikan <ul><li>Bank sentral </li></ul><ul><li>Bank umum </li></ul><ul><li>Bank perkreditan </li></ul><ul><li>rakyat </li></ul><ul><li>Perorangan </li></ul><ul><li>Persekutuan </li></ul><ul><li>Koperasi </li></ul><ul><li>Bank pemerintah </li></ul><ul><li>Bank swasta </li></ul><ul><li>Bank campuran </li></ul><ul><li>Bank pemerintah </li></ul><ul><li>daerah </li></ul>
  65. 65. Produk Perbankan <ul><li>Kredit pasif </li></ul><ul><li>adalah aliran dana dari masyarakat yang masuk ke bank, terdiri dari: </li></ul><ul><li>Giro </li></ul><ul><li>Tabungan berjangka </li></ul><ul><li>Sertifikat deposito </li></ul><ul><li>Tabungan </li></ul><ul><li>Deposit on call </li></ul><ul><li>Deposit automatic roll over </li></ul><ul><li>Kredit aktif </li></ul><ul><li>adalah dana yang digunakan masyarakat untuk kegiatan produktif, terdiri dari: </li></ul><ul><li>Kredit rekening koran </li></ul><ul><li>Kredit reimburs </li></ul><ul><li>Kredit aksep </li></ul><ul><li>Kredit dokumenter </li></ul><ul><li>Kredit dengan jaminan surat-surat berharga </li></ul>
  66. 66. Pemanfaatan Produk Dan Jasa Perbankan <ul><li>1. Alasan pemanfaatan </li></ul><ul><li>Menumbuhkan sikap hidup hemat </li></ul><ul><li>Menambah penghasilan </li></ul><ul><li>Memperkuat keamanan </li></ul><ul><li>Meningkatkan produktivitas </li></ul><ul><li>2. Produk perbankan bagi siswa </li></ul><ul><li>Tabungan siswa </li></ul><ul><li>Pengiriman uang </li></ul><ul><li>Asuransi </li></ul><ul><li>3. Produk perbankan bagi pengusaha </li></ul><ul><li>Simpanan giro </li></ul><ul><li>Kliring </li></ul><ul><li>Inkaso </li></ul><ul><li>Berbagai jenis kredit </li></ul>
  67. 67. Kebijakan Moneter <ul><li>1. Pengertian </li></ul><ul><li>langkah-langkah yang diambil otoritas moneter untuk memengaruhi jumlah uang beredar dan daya beli uang </li></ul><ul><li>2. Tujuan </li></ul><ul><li>Menjaga kestabilan ekonomi </li></ul><ul><li>Menjaga stabilitas harga </li></ul><ul><li>Meningkatkan kesempatan kerja </li></ul><ul><li>Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran </li></ul><ul><li>3. Jenis </li></ul><ul><li>Tight money policy </li></ul><ul><li>Easy money policy </li></ul>
  68. 68. Instrumen Kebijakan Moneter Menjual atau membeli surat berharga di pasar modal untuk memengaruhi jumlah uang beredar Operasi pasar terbuka Menaikkan atau menurunkan suku bunga bank umum untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar Diskonto Cadangan kas Menaikkan atau menurunkan cadangan kas bank umum untuk memengaruhi jumlah uang yang beredar Kredit ketat Mengontrol pengucuran kredit oleh bank umum kepada masyarakat untuk memengaruhi jumlah uang beredar
  69. 69. <ul><li>Sekian dan Terima kasih </li></ul>
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×