By : Kelompok 2
Menurut Prof. Dr. R. Soepomo, SH. Dijelaskan bahwa Van Vollenhoven di dalam orasinya tanggal 2 Oktober 1901, menegaskan : ...
Jadi...Persekutuan Hukum atau Masyarakat Hukum  adalah : “ Sekelompok orang-orang yang terikat sebagai     suatu kesatuan ...
Example :       “persekutuan hukum Fammilie di                 Minangkabau”Karena :1. Memilikki tata susunan yang tetap;2....
Sebelum kita membahas masalah struktur  persekutuan hukum, perlu bagi kita untuk  mengetahui faktor-faktor apa saja yang m...
Setiap masyarakat adat atau persekutuanadat baik yang bersifat teritorial maupungeneologis, ataupun dalam bentuknya yangba...
Dengan berlakunya,,,     Undang-Undang No. 5 Tahun 1979       tentang “ Pemerintahan Desa” Maka terjadilah pergeseran atau...
Di Sumatera Selatan...Terdiri dari orang :  Palembang, Ogan, Pasemah, Semendo, dan  Komering yang merupakan suatu daerah y...
Lingkaran hukum adat atau disebutjuga lingkungan hukum adat atauwilayah hukum adat sangat eratkaitannya    dengan   persek...
Example:Di Sumatera Selatan, lingkungan hukum adat  meliputi :1. Bengkulu (rejang)2. Lampung                              ...
Dasar-dasar   tata   susunan    Persekutuan Hukum, Menurut Van Vollenhoven dan Ter Haar Bzn, secara umum adalah sbb :1. Se...
Example :Di daerah Banten... “terdiri dari beberapa Ampian atau Kampung.   Ampian atau Kampung dikepalai oleh Kepala      ...
Kehidupan sehari-hari di dalam lingkunganbadan-badan persekutuan hukum berada dibawah pimpinan Kepala-kepala Rakyat yangbe...
Aktivitas Kepala Rakyat, meliputi tiga hal, yaitu:1. Tindakan-tindakan mengenai urusan tanah   berhubungan dengan adanya p...
Example :Tugas pemeliharaan atau penyelenggaraan hukum  Kapala Rakyat ini meliputi seluruh lapangan hukum  adat, seperti :...
Relegieus     “Menurut kepercayaan tradisonal Indonesia, setiap      masyarakat diliputi oleh kekuatan ghaib yang harus di...
Kemasyarakatan (Komunal) “Ciri utamanya adalah kepentingan bersama        lebih diutamakan daripada hak-hak               ...
Demokratis “Ciri utamanya adalah kepentingan bersama        lebih diutamakan daripada hak-hak                   perseorang...
Penyebab :1. Adanya campur tangan pemerintahan   Belanda, saat penjajahan dulu;2. Modernisasi, perkembangan zaman.3. Penga...
Berbicara       mengenai      penggolonganrakyat, secara umum kita berbicara mengenairuang lingkup berlakunya Hukum adat b...
Example :Pada masa Hindia Belanda,Masyarak Di bagi atas tiga golongan, yaitu :1. Golongan Eropa;2. Golongan Timur Asing;3....
Tata susunan masyarakat adat di Indonesia
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Tata susunan masyarakat adat di Indonesia

9,454

Published on

materi hukum adat

Published in: Education
2 Comments
1 Like
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total Views
9,454
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
106
Comments
2
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Tata susunan masyarakat adat di Indonesia

  1. 1. By : Kelompok 2
  2. 2. Menurut Prof. Dr. R. Soepomo, SH. Dijelaskan bahwa Van Vollenhoven di dalam orasinya tanggal 2 Oktober 1901, menegaskan : “Bahwa untuk mengetahui hukum, maka yang terutama perlu diselidiki adalah pada waktu dan bilamana serta di daerah mana sifat dan susunan badan-badan persekutuan hukum di mana orang-orang yang dikuasai oleh hukum itu hidup sehari-hari “
  3. 3. Jadi...Persekutuan Hukum atau Masyarakat Hukum adalah : “ Sekelompok orang-orang yang terikat sebagai suatu kesatuan dalam suatu susunan yang teratur, yang bersifat abadi dan memilikki pimpinan serta kekayaan sendiri baik berwujud maupun tidak berwujud dan mendiami atau hidup di atas wilayah tertentu “
  4. 4. Example : “persekutuan hukum Fammilie di Minangkabau”Karena :1. Memilikki tata susunan yang tetap;2. Mempunyai pengurus sendiri; dan3. Harta pusaka sendiri.
  5. 5. Sebelum kita membahas masalah struktur persekutuan hukum, perlu bagi kita untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang merupakan dasar yang mengikat dari masyarakat hukum yang dimaksud. Secara teoritis dapat kita bedakan adanya 2 faktor utama yang menjadi dasar ikatan yang mengikat anggota-anggota persekutuan yaitu :1. Faktor Genealogis (keturunan)2. Faktor Teritorial (wilayah)
  6. 6. Setiap masyarakat adat atau persekutuanadat baik yang bersifat teritorial maupungeneologis, ataupun dalam bentuknya yangbaru seperti organisasi Perkumpulan AdatKeagamaan, Kekeluargaan diPerantauan, Kekaryaan, dll. Yang diaturmenurut hukum adat (kebiasaan) mempunyaisusunan pengurus yang menyatu dengankepengurusan resmi atau terpisah berdirisendiri.
  7. 7. Dengan berlakunya,,, Undang-Undang No. 5 Tahun 1979 tentang “ Pemerintahan Desa” Maka terjadilah pergeseran atau perubahan dalam kepengurusan pemerintahan di Desa, dari bentuknya yang lama (zaman Hindia Belanda) ke bentuk yang baru.
  8. 8. Di Sumatera Selatan...Terdiri dari orang : Palembang, Ogan, Pasemah, Semendo, dan Komering yang merupakan suatu daerah yang disebut MARGA sebagai satu kesatuan dari beberapa Dusun. Kepala MARGA di sini disebut Pasirah dengan gelar Pangeran atau Depati, sedangkan Kepala Dusun disebut Krio atau Mangku atau Prowatin. Dan para staff pembantu disebut Punggawa.
  9. 9. Lingkaran hukum adat atau disebutjuga lingkungan hukum adat atauwilayah hukum adat sangat eratkaitannya dengan persekutuanhukum adat atau masyarakat hukumadat.
  10. 10. Example:Di Sumatera Selatan, lingkungan hukum adat meliputi :1. Bengkulu (rejang)2. Lampung (abung paminggir, pubian, rebang, godongtataan tulang bawang)3. Palembang (anak lakitan, jelma daya, kubu)4. Jambi (penduduk daerah bathin atau penghulu)
  11. 11. Dasar-dasar tata susunan Persekutuan Hukum, Menurut Van Vollenhoven dan Ter Haar Bzn, secara umum adalah sbb :1. Segala badan persekutuan hukum ini dipimpin oleh kepala-kepala rakyat;2. Sifat dan susunan pimpinan itu erat hubungannya dengan sifat serta susunan tiap-tiap jenis badan persekutuan yang bersangkutan.
  12. 12. Example :Di daerah Banten... “terdiri dari beberapa Ampian atau Kampung. Ampian atau Kampung dikepalai oleh Kepala Desa yang disebut JARO”
  13. 13. Kehidupan sehari-hari di dalam lingkunganbadan-badan persekutuan hukum berada dibawah pimpinan Kepala-kepala Rakyat yangbertugas memelihara jalannya hukum adatsebagai mana mestinya.
  14. 14. Aktivitas Kepala Rakyat, meliputi tiga hal, yaitu:1. Tindakan-tindakan mengenai urusan tanah berhubungan dengan adanya pertalian yang erat antara tanah dan persekutuan yang menguasai tanah itu;2. Penyelenggaraan hukum sebagai usaha untuk mencegah adanya pelanggaran hukum, supaya hukum dapat berjalan sebagai mana mestinya; dan3. Menyelenggarakan hukum sebagai pembetulan hukum setelah hukum itu di langgar.
  15. 15. Example :Tugas pemeliharaan atau penyelenggaraan hukum Kapala Rakyat ini meliputi seluruh lapangan hukum adat, seperti : di JawaDi Jawa – desa, mengenal pembagian warga desa dalam golongan-golongan,sbb :1. Sikep, Gogol, yaitu golongan yang berkewajiban penuh terhadap segala gawe desa;2. Kuli Gandok (Indung), yaitu hanya memikul separuh dari gawe desa; dan3. Orang-orang tua dan anak-anak,golongan yang bebas dari gawe desa.
  16. 16. Relegieus “Menurut kepercayaan tradisonal Indonesia, setiap masyarakat diliputi oleh kekuatan ghaib yang harus di pelihara agar masyarakat itu tetap bahagia”Kekuatan ghaib di Jawa disebut Sekti atau Kesekten, di tanah Batak disebut Tondi, yang menurut kepercayaan terdapat di dalam benda-benda keramat, seperti :a. Pusaka Keraton (Jawa);b. Kalompowang (Makasar);c. Arajang (Bugis);dand. Punen (Mentawai).
  17. 17. Kemasyarakatan (Komunal) “Ciri utamanya adalah kepentingan bersama lebih diutamakan daripada hak-hak perseorangan “Example : Orang yang mempunyai pekarangan luas wajib memperbolehkan tetangganya berjalan melalui pekarangan tsb (jika perlu untuk pergi ke jalan umum)
  18. 18. Demokratis “Ciri utamanya adalah kepentingan bersama lebih diutamakan daripada hak-hak perseorangan “Example : Kepala Desa dalam mengambil keputusan harus melakukan musyawarah terlebih dahulu, demi kepentingan bersama
  19. 19. Penyebab :1. Adanya campur tangan pemerintahan Belanda, saat penjajahan dulu;2. Modernisasi, perkembangan zaman.3. Pengaruh Globalisasi.
  20. 20. Berbicara mengenai penggolonganrakyat, secara umum kita berbicara mengenairuang lingkup berlakunya Hukum adat bagisetiap Golongan yang berbeda-beda. Itulahtujuan dari adanya penggolonganmasyarakat.
  21. 21. Example :Pada masa Hindia Belanda,Masyarak Di bagi atas tiga golongan, yaitu :1. Golongan Eropa;2. Golongan Timur Asing;3. Golongan Bumiputra.“Tujuannya adalah untuk membedakan peraturan adat manakah yang dipakai, jika salah satu anggota golongan tsb yang melakukan pelanggaran”
  1. A particular slide catching your eye?

    Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

×