SlideShare a Scribd company logo
1 of 19
ISTILAH LAIN HUKUM ADAT
         KEKELUARGAAN MENURUT
              BEBERAPA AHLI :

   Prof. Dr. Mr. Barend Ter Haar, Bzn
    menyebutnya sebagai HUKUM KESANAK
    SAUDARAAN

   Djaren Saragih, S.H menyebutnya sebagai
    HUKUM KELUARGA

   Prof. H. Hilman Hadikusuma, S.H
    menyebutnya sebagai HUKUM ADAT
    KEKERABATAN
Jadi,

  Hukum Adat Kekeluargaan dan Hukum adat
            Kekerabatan , adalah :

    “Hukum adat yang mengatur tentang
    bagaimana kedudukan pribadi seseorang
       sebagai anggota kerabat (keluarga),
    kedudukan anak terhadapa orang tua dan
      sebaliknya, kedudukan anak terhadap
       kerabat dan sebaliknya, dan masalah
                 perwalian anak”
Manusia pribadi dilahirkan ke dunia
    mempunyai nilai-nilai yang sama seperti
      nilai hidup (nyawa), kemerdekaan,
       kesejahteraan, kehormatan, dan
                  kebendaan.

Tetapi...

   Kehidupan masyarakat, adat budaya serta
   pengaruh agama yang dianut oleh manusia
   menyebabkan penilaian terhadap manusia
   menjadi tidak sama
   Exampele :

    Di dalam kehidupan masyarakat di Bali yang
    mayoritas beragama Hindu, ada pembedaan
    kasta/golongan/wangsa, yaitu : Brahmana
    (Keturunan Pendeta), Ksatria (Keturunan
    Bangsawan), Wiesha (Keturunan Pengusaha),
    Sudra (Rakyat Jelata ).
“Keturunan adalah merupakan unsur essensiel serta
  mutlak bagi suatu Clan (Suku) atau Kerabat yang
      menginginkan dirinya tidak punah, yang
   menghendaki supaya ada generasi penerusnya “
 Oleh karena itu, maka apabila suatu Clan atau
 Suku ataupun Kerabat merasa khawatir akan
 menghadapi kenyataan tidak memilikki keturunan,
 Clan atau Suku ataupun Kerabat ini pada
 umumnya akan melakukan pemungutan anak
 (Adopsi) untuk menghindari kepunahannya, atau
 bahkan berdasarkan persetujuan isterinya seorang
 suami akan diizinkan menikah lagi untuk
 mendapatkan keturunannya
Anak kandung memilikki kedudukan yang
terpenting di dalam setiap masyarakat adat.
   Di samping oleh orang tuanya anak itu
   sebagai generasi penerus anak itu juga
     dipandang sebagai wadah (tempat
  tumpuan) dimana semua harapan orang
  tuanya kelak, jikalau orang tuanya nanti
 sudah tidak mampu lagi secara fisik untuk
           mencari nafkah sendiri
Menuruk Hukum Adat :

    ANAK KANDUNG SAH adalah anak yang
    dilahirkan dalam perkawinan yang sah, mempunyai ibu
    yaitu waanita yang melahirkannya dan mempunyai
    bapak yaitu suami dari wanita yang melahirkannya.
    Namun sayang, dewasa ini banyak kita jumpai bahwa
    adanya kelahiran anak tidak normal atau tidak
    sah, diantaranya adalah :

   Anak lahir di luar perkawinan

   Anak yang lahir dari hubungan zinah

   Anak lahir setelah perceraian
Hubungan Anak dengan Orang Tua menimbulkan
          akibat-akibat hukum tertentu seperti :

    Adanya larangan perkawinan antara Orang Tua
     dengan Anak;

    Adanya kewajiban saling memelihara antara Orang
     Tua dengan Anak (hak alimentasi) ; dan

     Pada dasarnya setiap anak mempunyai hak waris
     terhadap Orang Tuanya.
Di dalam Hukum Adat hubungan hukum antara
anak dengan orang tuanya khususnya dengan
Ayahnya dapat diputuskan dengan perbuatan
hukum tertentu, misalnya Anak tersebut
dibuang oleh Bapaknya.Perbuatan ini di Bali
disebut Pegat Mapianak dan pada orang Batak
Angkola disebut Mangalip-Alip, demikian pula
dalam Hukum Adat ada kemungkinan bahwa
seorang anak diserahkan pada orang lain
untuk dapat pemeliharaan. Yang demikian
dinamakan Anak Piara.
pada umumnya hubungan anak dengan keluarga ini
   sangat tergantung dari keadaan sosial dalam
   masyarakat yang bersangkutan.
Seperti pada pembahsan kelompok kami sebelumnya,
   terdapat persekutuan-persekutuan yang susunan
   masyarakatnya berdasarkan tiga macam garis
   keturunan :
   Garis Keturunan Bapak (Patrilineal);
   Garis keturunan Ibu (Matrilineal); dan
   Garis Keturunan Bapak-Ibu (Parental).
Anak tiri adalah anak kandung bawaan ISTRI
JANDA atau bawaan dari SUAMI DUDA
yang mengikat tali perkawinan. Sedangkan di
dalam kedudukan ANAK TIRI tiri disini tetap
berkedudukan sebagai anak dari Bapak , dari
Ibu yang melahirkannya
Apabila di dalam suatu keluarga salah satu
dari orang tuanya baik bapak atau ibu sudah tidak
ada lagi, maka apabila masih ada anak-anak yang
belum dewasa dalam susunan keturunan bapak –
ibu (Parental), maka orang tua yang masih
hiduplah yang memelihara anak-anak tersebut
lebih lanjut. Jika, kedua-duanya tidak ada lagi maka
yang memelihara anak-anak yang ditinggalkan
adalah salah-satu dari keluarga pihak bapak
maupun pihak ibu yang terdekat.
Lain halnya dengan keluarga yang menganut
    sistem susunan Masyarakat Unilateral (baik
    patrilineal maupun matrilineal) adalah :

Example :

   Dareah Minangkabau, yang menganut sistem
    kekeluargaan MATRILINEAL, jika bapaknya yang
    meninggal maka ibunya meneruskan kekuasaan
    terhadap anak-anaknya yang masih belum dewasa
    itu. Jika ibunya yang meninggal maka anak-anak
    yang dimaksud tsb tetap berada pada kerabat
    ibunya serta dipelihara seterusnya oleh keluarga
    ibunya, sedangkan hubungan antara bapak dengan
    anak-anaknya dapat terus dipelihara oleh si bapak.
Example :

   Dareah Tapanuli, yang menganut sistem
    kekeluargaan PATRILINEAL jika bapaknya
    meninggal dunia, ibunya meneruskan memelihara
    anak-anaknya dalam lingkungan bapaknya. Apabila
    janda tersebut ingin pulang ke lingkungan
    keluarganya sendiri atau ingin menikah lagi maka ia
    dapat     meninggalkan      lingkungan     keluarga
    almarhum suaminya, akan tetapi anak-anaknya
    tetap tinggal dalam kekuasaan keluarga almarhum
    suaminya.
Menurut SOEROJO
  WIGNJODIPOERO, S.H, mengangkat anak
  adalah :



 “suatu perbuatan pengambilan anak orang lain
       ke dalam lingkungan keluarga sendiri
     demikian rupa sehingga hubungan antara
     orang yang mengambil anak dengan anak
   yang di ambil timbul suatu hubungan hukum
    kekeluargaan yang sama seperti hubungan
     yang ada diantara orang tua dengan anak
               kandungnya sendiri”
Dilihat dari sudut anak yang diambil sebagai
    ANAK ANGKAT dikenal macam-macam
    pengankatan anak, yaitu :

   Mengangkat anak bukan warga keluarga;

   Mengankat anak dari kalangan keluarga; dan

   Mengangkat anak dari kalangan keponkan.
Hukum adat kekeluargaan

More Related Content

What's hot

Ciri dan sifat hukum adat
Ciri dan sifat hukum adatCiri dan sifat hukum adat
Ciri dan sifat hukum adat
Nuelimmanuel22
 
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIPMateri kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
Nur Fitriana Damayanti
 
Tujuan hukum adat
Tujuan hukum adatTujuan hukum adat
Tujuan hukum adat
Nuelnuel11
 
Contoh kasus hukum perdata internasional
Contoh kasus hukum perdata internasionalContoh kasus hukum perdata internasional
Contoh kasus hukum perdata internasional
Evirna Evirna
 

What's hot (20)

Hukum perdata
Hukum perdataHukum perdata
Hukum perdata
 
Hukum perdata internasional - Menentukan titik taut dalam hukum perdata inter...
Hukum perdata internasional - Menentukan titik taut dalam hukum perdata inter...Hukum perdata internasional - Menentukan titik taut dalam hukum perdata inter...
Hukum perdata internasional - Menentukan titik taut dalam hukum perdata inter...
 
Hukum perdata internasional 1
Hukum perdata internasional 1Hukum perdata internasional 1
Hukum perdata internasional 1
 
Pengertian perjanjian kawin
Pengertian perjanjian kawinPengertian perjanjian kawin
Pengertian perjanjian kawin
 
(3 4) kedudukan, kewenangan dan tindakan hukum pemerintah
(3 4) kedudukan, kewenangan dan tindakan hukum pemerintah(3 4) kedudukan, kewenangan dan tindakan hukum pemerintah
(3 4) kedudukan, kewenangan dan tindakan hukum pemerintah
 
Hukum perdata internasional - Instrumen hukum nasional mengenai hukum perdata...
Hukum perdata internasional - Instrumen hukum nasional mengenai hukum perdata...Hukum perdata internasional - Instrumen hukum nasional mengenai hukum perdata...
Hukum perdata internasional - Instrumen hukum nasional mengenai hukum perdata...
 
Ciri dan sifat hukum adat
Ciri dan sifat hukum adatCiri dan sifat hukum adat
Ciri dan sifat hukum adat
 
Obyek Hukum Administrasi Negara
Obyek Hukum Administrasi  NegaraObyek Hukum Administrasi  Negara
Obyek Hukum Administrasi Negara
 
Hukum perdata internasional - Renvoi dan permasalahannya (Idik Saeful Bahri)
Hukum perdata internasional - Renvoi dan permasalahannya (Idik Saeful Bahri)Hukum perdata internasional - Renvoi dan permasalahannya (Idik Saeful Bahri)
Hukum perdata internasional - Renvoi dan permasalahannya (Idik Saeful Bahri)
 
Asas hukum adat
Asas hukum adatAsas hukum adat
Asas hukum adat
 
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIPMateri kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
Materi kuliah Antropologi Hukum,Triyono, UNDIP
 
HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
 HUKUM ADMINISTRASI NEGARA HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
 
PPT MATERI KULIAH HUKUM ACARA PIDANA
PPT MATERI KULIAH HUKUM ACARA PIDANAPPT MATERI KULIAH HUKUM ACARA PIDANA
PPT MATERI KULIAH HUKUM ACARA PIDANA
 
Hukum Keluarga
Hukum Keluarga Hukum Keluarga
Hukum Keluarga
 
Tujuan hukum adat
Tujuan hukum adatTujuan hukum adat
Tujuan hukum adat
 
Contoh kasus hukum perdata internasional
Contoh kasus hukum perdata internasionalContoh kasus hukum perdata internasional
Contoh kasus hukum perdata internasional
 
Tata susunan masyarakat adat di Indonesia
Tata susunan masyarakat adat di IndonesiaTata susunan masyarakat adat di Indonesia
Tata susunan masyarakat adat di Indonesia
 
Natal kristiono mata kuliah hukum adat pengantar teori hukum adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat  pengantar teori hukum   adatNatal kristiono mata kuliah hukum adat  pengantar teori hukum   adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat pengantar teori hukum adat
 
Perbandingan Hukum Pidana
Perbandingan Hukum PidanaPerbandingan Hukum Pidana
Perbandingan Hukum Pidana
 
Pengertian dan Obyek Kajian Hukum Tata Negara Tri Andari Dahlan, SH.MKn
Pengertian dan Obyek Kajian  Hukum Tata Negara Tri Andari Dahlan, SH.MKnPengertian dan Obyek Kajian  Hukum Tata Negara Tri Andari Dahlan, SH.MKn
Pengertian dan Obyek Kajian Hukum Tata Negara Tri Andari Dahlan, SH.MKn
 

Viewers also liked

Wasiat dan kabar gembira buat istri
Wasiat dan kabar gembira buat istriWasiat dan kabar gembira buat istri
Wasiat dan kabar gembira buat istri
Rahmat Hidayat
 
Ringkasan fiqh shiyam 4 madzhab versi2
Ringkasan fiqh shiyam 4 madzhab versi2Ringkasan fiqh shiyam 4 madzhab versi2
Ringkasan fiqh shiyam 4 madzhab versi2
Ella Virya
 
Sistem kekerabatan & pengaruhnya terhadap hukum keluarga
Sistem kekerabatan & pengaruhnya terhadap hukum keluargaSistem kekerabatan & pengaruhnya terhadap hukum keluarga
Sistem kekerabatan & pengaruhnya terhadap hukum keluarga
Usman Jambak
 
Pengertian dasar hukum adat,istilah
Pengertian dasar hukum adat,istilahPengertian dasar hukum adat,istilah
Pengertian dasar hukum adat,istilah
Nuelnuel11
 

Viewers also liked (20)

Sistem hukum adat
Sistem hukum adatSistem hukum adat
Sistem hukum adat
 
Sejarah hukum adat
Sejarah hukum adatSejarah hukum adat
Sejarah hukum adat
 
Masyarakat Hukum Adat
Masyarakat Hukum AdatMasyarakat Hukum Adat
Masyarakat Hukum Adat
 
2.3 Mengekalkan Tradisi Kekeluargaan
2.3 Mengekalkan Tradisi Kekeluargaan2.3 Mengekalkan Tradisi Kekeluargaan
2.3 Mengekalkan Tradisi Kekeluargaan
 
Wasiat dan kabar gembira buat istri
Wasiat dan kabar gembira buat istriWasiat dan kabar gembira buat istri
Wasiat dan kabar gembira buat istri
 
Adat nias
Adat niasAdat nias
Adat nias
 
Natal kristiono mata kuliah hukum adat hukum waris adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat  hukum waris  adatNatal kristiono mata kuliah hukum adat  hukum waris  adat
Natal kristiono mata kuliah hukum adat hukum waris adat
 
Hukum Adat dan Undang-Undang
Hukum Adat dan Undang-UndangHukum Adat dan Undang-Undang
Hukum Adat dan Undang-Undang
 
Ringkasan fiqh shiyam 4 madzhab versi2
Ringkasan fiqh shiyam 4 madzhab versi2Ringkasan fiqh shiyam 4 madzhab versi2
Ringkasan fiqh shiyam 4 madzhab versi2
 
Sistem kekerabatan & pengaruhnya terhadap hukum keluarga
Sistem kekerabatan & pengaruhnya terhadap hukum keluargaSistem kekerabatan & pengaruhnya terhadap hukum keluarga
Sistem kekerabatan & pengaruhnya terhadap hukum keluarga
 
Proposal Bisnis Peiklanan di Geschool
Proposal Bisnis Peiklanan di GeschoolProposal Bisnis Peiklanan di Geschool
Proposal Bisnis Peiklanan di Geschool
 
Harapan Pada UU DESA
Harapan Pada UU DESAHarapan Pada UU DESA
Harapan Pada UU DESA
 
Kesiapan Desa dalam mengimplementasikan UU Desa
Kesiapan Desa dalam mengimplementasikan UU DesaKesiapan Desa dalam mengimplementasikan UU Desa
Kesiapan Desa dalam mengimplementasikan UU Desa
 
Jurnal penelitian masyarakat adat
Jurnal penelitian masyarakat adatJurnal penelitian masyarakat adat
Jurnal penelitian masyarakat adat
 
Bedah banding uu desa dan pp tentang bengkok dan penghasilan aparat desa
Bedah banding uu desa dan pp tentang bengkok dan penghasilan aparat desaBedah banding uu desa dan pp tentang bengkok dan penghasilan aparat desa
Bedah banding uu desa dan pp tentang bengkok dan penghasilan aparat desa
 
Manajemen umum-pengawasan-pengendalian
Manajemen umum-pengawasan-pengendalianManajemen umum-pengawasan-pengendalian
Manajemen umum-pengawasan-pengendalian
 
Pengertian dasar hukum adat,istilah
Pengertian dasar hukum adat,istilahPengertian dasar hukum adat,istilah
Pengertian dasar hukum adat,istilah
 
Undang undang adat
Undang undang adatUndang undang adat
Undang undang adat
 
Dasar dasar hukum adat
Dasar dasar hukum adatDasar dasar hukum adat
Dasar dasar hukum adat
 
Perdes Lembaga Kemasyarakatan Desa
Perdes Lembaga Kemasyarakatan DesaPerdes Lembaga Kemasyarakatan Desa
Perdes Lembaga Kemasyarakatan Desa
 

Similar to Hukum adat kekeluargaan

Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanKedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Eko Nainggolan
 
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanKedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Eko Nainggolan
 
Hak kewarisan anak luar nikah
Hak kewarisan anak luar nikah Hak kewarisan anak luar nikah
Hak kewarisan anak luar nikah
diktum2015
 

Similar to Hukum adat kekeluargaan (20)

Diktat hukum adat
Diktat hukum adatDiktat hukum adat
Diktat hukum adat
 
Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017
Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017
Keluarga dan fungsinya ilmu sosial budaya dasar 2017
 
Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017
Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017
Keluarga dan fungsinya- ilmu sosial budaya dasar -2017
 
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanKedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
 
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanKedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
 
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisanKedudukan perempuan dalam pembagian warisan
Kedudukan perempuan dalam pembagian warisan
 
HUKUM KEKELUARGAAN ADAT.pptx
HUKUM KEKELUARGAAN ADAT.pptxHUKUM KEKELUARGAAN ADAT.pptx
HUKUM KEKELUARGAAN ADAT.pptx
 
3. keabsahan dan ketidakabsahan
3. keabsahan dan ketidakabsahan3. keabsahan dan ketidakabsahan
3. keabsahan dan ketidakabsahan
 
Hak kewarisan anak luar nikah
Hak kewarisan anak luar nikah Hak kewarisan anak luar nikah
Hak kewarisan anak luar nikah
 
Materi Hukum Adat
Materi Hukum AdatMateri Hukum Adat
Materi Hukum Adat
 
PRILAKU DALAM BEBERAPA MASYARAKAT SUMATERA JAWA DAN BALIntropologi
PRILAKU DALAM BEBERAPA MASYARAKAT SUMATERA JAWA DAN BALIntropologiPRILAKU DALAM BEBERAPA MASYARAKAT SUMATERA JAWA DAN BALIntropologi
PRILAKU DALAM BEBERAPA MASYARAKAT SUMATERA JAWA DAN BALIntropologi
 
Kedudukan Janda dan Duda dalam Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
Kedudukan Janda dan Duda dalam Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptxKedudukan Janda dan Duda dalam Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
Kedudukan Janda dan Duda dalam Hukum Waris Adat by Agustinus Astono.pptx
 
Fiqh Mawaris
Fiqh MawarisFiqh Mawaris
Fiqh Mawaris
 
5. bentuk keluarga
5. bentuk keluarga5. bentuk keluarga
5. bentuk keluarga
 
Pert. 3 keluarga
Pert. 3 keluargaPert. 3 keluarga
Pert. 3 keluarga
 
sebab-sebab hubungan kewarisan by tri darmayuni
sebab-sebab hubungan kewarisan by tri darmayunisebab-sebab hubungan kewarisan by tri darmayuni
sebab-sebab hubungan kewarisan by tri darmayuni
 
2384529.ppt
2384529.ppt2384529.ppt
2384529.ppt
 
PENGASUHAN ANAK PASCAPERCERAIAN Studi Pustaka dengan Perspektif Pendidikan In...
PENGASUHAN ANAK PASCAPERCERAIAN Studi Pustaka dengan Perspektif Pendidikan In...PENGASUHAN ANAK PASCAPERCERAIAN Studi Pustaka dengan Perspektif Pendidikan In...
PENGASUHAN ANAK PASCAPERCERAIAN Studi Pustaka dengan Perspektif Pendidikan In...
 
SUMBANG MAHRAM- ISU MORAL
SUMBANG MAHRAM- ISU MORALSUMBANG MAHRAM- ISU MORAL
SUMBANG MAHRAM- ISU MORAL
 
Natal kristiono mata kuliah hukum adat hukum perkawinan adat.pptx
Natal kristiono mata kuliah hukum adat  hukum perkawinan  adat.pptxNatal kristiono mata kuliah hukum adat  hukum perkawinan  adat.pptx
Natal kristiono mata kuliah hukum adat hukum perkawinan adat.pptx
 

Recently uploaded

RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docx
RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docxRPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docx
RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docx
nurlathifah80
 
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docxOK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
SusBiantoro1
 
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
ahmadirhamni
 

Recently uploaded (20)

MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docxLAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
LAPORAN SATUAN PENDIDIKAN 211 sabadolok.docx
 
Teori Profetik Kuntowijoyo (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
Teori Profetik Kuntowijoyo (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)Teori Profetik Kuntowijoyo (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
Teori Profetik Kuntowijoyo (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
 
Jaringan Internet dan Komputer dasar-dasar
Jaringan Internet dan Komputer dasar-dasarJaringan Internet dan Komputer dasar-dasar
Jaringan Internet dan Komputer dasar-dasar
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA (PPKN) KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdfModul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
Modul Ajar Sosiologi - Lembaga Sosial - Fase E.pdf
 
Tugas Mandiri 1.4.a.4.4.pdf Ninik Widarsih
Tugas Mandiri 1.4.a.4.4.pdf Ninik WidarsihTugas Mandiri 1.4.a.4.4.pdf Ninik Widarsih
Tugas Mandiri 1.4.a.4.4.pdf Ninik Widarsih
 
RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docx
RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docxRPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docx
RPP Sistem Ekskresi - IPA Kelas 8 - semester Genap - 2024.docx
 
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docxOK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
OK Lembar Umpan Balik dari Kepala Sekolah_A5 FINAL 150522.docx
 
Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
Sosialisme Kapitalis Karl Marx (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
 
1. Standar Operasional Prosedur PPDB Pada paud
1. Standar Operasional Prosedur PPDB Pada paud1. Standar Operasional Prosedur PPDB Pada paud
1. Standar Operasional Prosedur PPDB Pada paud
 
GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
GEOPOLITIK INDONESIA (Dosen Pengampu: Khoirin Nisai Shalihati)
 
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdfLaporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
Laporan_Rekan_Sejawat Sri Lubis, S.Pd (1).pdf
 
PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...
PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...
PELAKSANAAN (di Hotel 101 Urban Thamrin Jkt) + Link2 MATERI Training_ "Effect...
 
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptxPerspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
Perspektif Global PDGK 4403, Modul 4.pptx
 
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
7._MODUL_8_MATEMATIKA sdisudssasasa 1.pptx
 
LK 1 - 5T Keputusan Berdampak (1). SDN 001 BU.pdf
LK 1 - 5T Keputusan Berdampak (1). SDN 001 BU.pdfLK 1 - 5T Keputusan Berdampak (1). SDN 001 BU.pdf
LK 1 - 5T Keputusan Berdampak (1). SDN 001 BU.pdf
 
BUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptx
BUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptxBUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptx
BUKTI DUKUNG RHK SEKOLAH DASAR NEGERI.pptx
 
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMMform Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
form Tindak Lanjut Observasi Penilaian Kinerja PMM
 
Dokumen Tindak Lanjut Pengelolaan Kinerja Guru.docx
Dokumen Tindak Lanjut Pengelolaan Kinerja Guru.docxDokumen Tindak Lanjut Pengelolaan Kinerja Guru.docx
Dokumen Tindak Lanjut Pengelolaan Kinerja Guru.docx
 

Hukum adat kekeluargaan

  • 1.
  • 2. ISTILAH LAIN HUKUM ADAT KEKELUARGAAN MENURUT BEBERAPA AHLI :  Prof. Dr. Mr. Barend Ter Haar, Bzn menyebutnya sebagai HUKUM KESANAK SAUDARAAN  Djaren Saragih, S.H menyebutnya sebagai HUKUM KELUARGA  Prof. H. Hilman Hadikusuma, S.H menyebutnya sebagai HUKUM ADAT KEKERABATAN
  • 3. Jadi, Hukum Adat Kekeluargaan dan Hukum adat Kekerabatan , adalah : “Hukum adat yang mengatur tentang bagaimana kedudukan pribadi seseorang sebagai anggota kerabat (keluarga), kedudukan anak terhadapa orang tua dan sebaliknya, kedudukan anak terhadap kerabat dan sebaliknya, dan masalah perwalian anak”
  • 4. Manusia pribadi dilahirkan ke dunia mempunyai nilai-nilai yang sama seperti nilai hidup (nyawa), kemerdekaan, kesejahteraan, kehormatan, dan kebendaan. Tetapi... Kehidupan masyarakat, adat budaya serta pengaruh agama yang dianut oleh manusia menyebabkan penilaian terhadap manusia menjadi tidak sama
  • 5. Exampele : Di dalam kehidupan masyarakat di Bali yang mayoritas beragama Hindu, ada pembedaan kasta/golongan/wangsa, yaitu : Brahmana (Keturunan Pendeta), Ksatria (Keturunan Bangsawan), Wiesha (Keturunan Pengusaha), Sudra (Rakyat Jelata ).
  • 6. “Keturunan adalah merupakan unsur essensiel serta mutlak bagi suatu Clan (Suku) atau Kerabat yang menginginkan dirinya tidak punah, yang menghendaki supaya ada generasi penerusnya “ Oleh karena itu, maka apabila suatu Clan atau Suku ataupun Kerabat merasa khawatir akan menghadapi kenyataan tidak memilikki keturunan, Clan atau Suku ataupun Kerabat ini pada umumnya akan melakukan pemungutan anak (Adopsi) untuk menghindari kepunahannya, atau bahkan berdasarkan persetujuan isterinya seorang suami akan diizinkan menikah lagi untuk mendapatkan keturunannya
  • 7.
  • 8. Anak kandung memilikki kedudukan yang terpenting di dalam setiap masyarakat adat. Di samping oleh orang tuanya anak itu sebagai generasi penerus anak itu juga dipandang sebagai wadah (tempat tumpuan) dimana semua harapan orang tuanya kelak, jikalau orang tuanya nanti sudah tidak mampu lagi secara fisik untuk mencari nafkah sendiri
  • 9. Menuruk Hukum Adat : ANAK KANDUNG SAH adalah anak yang dilahirkan dalam perkawinan yang sah, mempunyai ibu yaitu waanita yang melahirkannya dan mempunyai bapak yaitu suami dari wanita yang melahirkannya. Namun sayang, dewasa ini banyak kita jumpai bahwa adanya kelahiran anak tidak normal atau tidak sah, diantaranya adalah :  Anak lahir di luar perkawinan  Anak yang lahir dari hubungan zinah  Anak lahir setelah perceraian
  • 10. Hubungan Anak dengan Orang Tua menimbulkan akibat-akibat hukum tertentu seperti :  Adanya larangan perkawinan antara Orang Tua dengan Anak;  Adanya kewajiban saling memelihara antara Orang Tua dengan Anak (hak alimentasi) ; dan  Pada dasarnya setiap anak mempunyai hak waris terhadap Orang Tuanya.
  • 11. Di dalam Hukum Adat hubungan hukum antara anak dengan orang tuanya khususnya dengan Ayahnya dapat diputuskan dengan perbuatan hukum tertentu, misalnya Anak tersebut dibuang oleh Bapaknya.Perbuatan ini di Bali disebut Pegat Mapianak dan pada orang Batak Angkola disebut Mangalip-Alip, demikian pula dalam Hukum Adat ada kemungkinan bahwa seorang anak diserahkan pada orang lain untuk dapat pemeliharaan. Yang demikian dinamakan Anak Piara.
  • 12. pada umumnya hubungan anak dengan keluarga ini sangat tergantung dari keadaan sosial dalam masyarakat yang bersangkutan. Seperti pada pembahsan kelompok kami sebelumnya, terdapat persekutuan-persekutuan yang susunan masyarakatnya berdasarkan tiga macam garis keturunan :  Garis Keturunan Bapak (Patrilineal);  Garis keturunan Ibu (Matrilineal); dan  Garis Keturunan Bapak-Ibu (Parental).
  • 13. Anak tiri adalah anak kandung bawaan ISTRI JANDA atau bawaan dari SUAMI DUDA yang mengikat tali perkawinan. Sedangkan di dalam kedudukan ANAK TIRI tiri disini tetap berkedudukan sebagai anak dari Bapak , dari Ibu yang melahirkannya
  • 14. Apabila di dalam suatu keluarga salah satu dari orang tuanya baik bapak atau ibu sudah tidak ada lagi, maka apabila masih ada anak-anak yang belum dewasa dalam susunan keturunan bapak – ibu (Parental), maka orang tua yang masih hiduplah yang memelihara anak-anak tersebut lebih lanjut. Jika, kedua-duanya tidak ada lagi maka yang memelihara anak-anak yang ditinggalkan adalah salah-satu dari keluarga pihak bapak maupun pihak ibu yang terdekat.
  • 15. Lain halnya dengan keluarga yang menganut sistem susunan Masyarakat Unilateral (baik patrilineal maupun matrilineal) adalah : Example :  Dareah Minangkabau, yang menganut sistem kekeluargaan MATRILINEAL, jika bapaknya yang meninggal maka ibunya meneruskan kekuasaan terhadap anak-anaknya yang masih belum dewasa itu. Jika ibunya yang meninggal maka anak-anak yang dimaksud tsb tetap berada pada kerabat ibunya serta dipelihara seterusnya oleh keluarga ibunya, sedangkan hubungan antara bapak dengan anak-anaknya dapat terus dipelihara oleh si bapak.
  • 16. Example :  Dareah Tapanuli, yang menganut sistem kekeluargaan PATRILINEAL jika bapaknya meninggal dunia, ibunya meneruskan memelihara anak-anaknya dalam lingkungan bapaknya. Apabila janda tersebut ingin pulang ke lingkungan keluarganya sendiri atau ingin menikah lagi maka ia dapat meninggalkan lingkungan keluarga almarhum suaminya, akan tetapi anak-anaknya tetap tinggal dalam kekuasaan keluarga almarhum suaminya.
  • 17. Menurut SOEROJO WIGNJODIPOERO, S.H, mengangkat anak adalah : “suatu perbuatan pengambilan anak orang lain ke dalam lingkungan keluarga sendiri demikian rupa sehingga hubungan antara orang yang mengambil anak dengan anak yang di ambil timbul suatu hubungan hukum kekeluargaan yang sama seperti hubungan yang ada diantara orang tua dengan anak kandungnya sendiri”
  • 18. Dilihat dari sudut anak yang diambil sebagai ANAK ANGKAT dikenal macam-macam pengankatan anak, yaitu :  Mengangkat anak bukan warga keluarga;  Mengankat anak dari kalangan keluarga; dan  Mengangkat anak dari kalangan keponkan.