Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Peranan umkm & koperasi dalam perekonomian indonesia

5,932 views

Published on

The role of micro, small and medium enterprises and cooperation

Published in: Business
  • Dating direct: ❶❶❶ http://bit.ly/2F4cEJi ❶❶❶
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Dating for everyone is here: ♥♥♥ http://bit.ly/2F4cEJi ♥♥♥
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here

Peranan umkm & koperasi dalam perekonomian indonesia

  1. 1. Pentingnya UMKM dan Koperasi Dalam Perekonomian Indonesia Wahono Diphayana
  2. 2. Referensi • Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian • Undang-Undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. • Hendar dan Kusnadi, Ekonomi Koperasi, Jakarta :Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI. • Tulus T.H Tambunan, Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia : Salemba. • Sumber lain & internet terkait UMKM dan Koperasi
  3. 3. PENGERTIAN UMKM Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang- Undang. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang.
  4. 4. PENGERTIAN UMKM Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang- Undang.
  5. 5. PENGELOMPOKAN UMKM MENURUT BANK DUNIA Menurut Bank Dunia, UMKM dapat dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu Usaha Mikro (jumlah karyawan 10 orang), Usaha Kecil (jumlah karyawan 30 orang) dan Usaha Menengah/Medium (jumlah karyawan hingga 300 orang).
  6. 6. KLASIFIKASI UMKM MENURUT BANK DUNIA 1. UKM sektor informal atau dikenal dengan istilah Livelihood Activities, contohnya pedagang kaki lima dan warteg. 2. UKM Mikro atau Micro Enterprise adalah para UKM dengan kemampuan sifat pengerajin namun tidak memiliki jiwa kewirausahaan dalam mengembangkan usahanya. 3. Usaha Kecil Dinamis (Small Dynamic Enterprise) adalah kelompok UKM yang mampu berwirausaha dengan menjalin kerjasama (menerima pekerjaan subkontrak) dan ekspor. 4. Fast Moving Enterprise adalah UKM-UKM yang mempunyai kewirausahaan yang cakap dan telah siap untuk bertranformasi menjadi usaha besar.
  7. 7. PENGERTIAN KOPERASI Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan Koperasi.
  8. 8. LANDASAN HUKUM UMKM UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
  9. 9. LANDASAN HUKUM KOPERASI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN Pada tahun 2012 diterbitkan UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN TENTANG PERKOPERASIAN tetapi dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi karen dianggap tidak sesuai dengan UUD 1945
  10. 10. PERAN UMKM & KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Peran UMKM dan koperasi dalam perekonomian Indonesia paling tidak dapat dilihat dari: 1) Kedudukannya sebagai pemain utama dalam kegiatan ekonomi di berbagai sektor, 2) Penyedia lapangan kerja yang terbesar, 3) Pemain penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat, 4) Pencipta pasar baru dan sumber inovasi, serta 5) Sumbangannya dalam menjaga neraca pembayaran melalui kegiatan ekspor.
  11. 11. PERAN UMKM & KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Pemberdayaan UMKM dan koperasi secara tersktuktur dan berkelanjutan diharapkan akan mampu : 1) menyelaraskan struktur perekonomian nasional, 2) mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, 3) mengurangi tingkat pengangguran terbuka, 4) menurunkan tingkat kemiskinan, 5) mendinamisasi sektor riil, dan 6) memperbaiki pemerataan pendapatan masyarakat. Pemberdayaan UMKM dan koperasi juga akan meningkatkan pencapaian sasaran di bidang pendidikan, kesehatan, dan indikator kesejahteraan masyarakat Indonesia lainnya.
  12. 12. PERAN UMKM DALAM PEREKONOMIAN Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Dengan adanya sektor UKM, pengangguran akibat angkatan kerja yang tidak terserap dalam dunia kerja menjadi berkurang. Sektor UKM pun telah terbukti menjadi pilar perekonomian yang tangguh. Terbukti saat terjadi krisis ekonomi 1998, hanya sektor UKM yang bertahan dari collapse-nya perekonomian.
  13. 13. PERAN UMKM DALAM PEREKONOMIAN Data Badan Pusat Statistik memperlihatkan, pasca krisis ekonomi tahun 1997-1998 jumlah UMKM tidak berkurang, justru meningkat terus, bahkan mampu menyerap 85 juta hingga 107 juta tenaga kerja sampai tahun 2012. Pada tahun itu, jumlah pengusaha di Indonesia sebanyak 56.539.560 unit. Dari jumlah tersebut, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebanyak 56.534.592 unit atau 99.99%. Sisanya, sekitar 0,01% atau 4.968 unit adalah usaha besar.
  14. 14. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI UMKM Persoalan klasik seputar pembiayaan dan pengembangan usaha masih tetap melekat pada UMKM. Pemerintah mencatat, pada 2014, dari 56,4 juta UMK yang ada di seluruh Indonesia, baru 30% yang mampu mengakses pembiayaan. Dari persentase tersebut, sebanyak 76,1% mendapatkan kredit dari bank dan 23,9% mengakses dari non bank termasuk usaha simpan pinjam seperti koperasi. Dengan kata lain, sekitar 60%- 70% dari seluruh sektor UMKM belum mempunyai akses pembiayaan melalui perbankan
  15. 15. PERAN KOPERASI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA Pada tahun 2012 jumlah Koperasi Indonesia sebanyak 192.925 unit, hingga pertengahan tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 3,35 %, sehingga menjadi 200.808 unit. Demikian juga dengan jumlah anggota koperasi yang mengalami peningkatan menjadi 34.685.145 orang. Demikian pula untuk jumlah volume usahanya yang di tahun ini meningkat menjadi Rp 115,2 triliun, setelah di tahun 2012 sebesar Rp 102,8 trilliun.
  16. 16. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI KOPERASI • Keterbatasan dana yang dimiliki. • Tingkat pendidikan, keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh para anggota terbatas. • Partisipasi para anggotanya masih rendah baik dari RAT maupun kegiatan lainnya yang diberikan. • Keterbatasan pengetahuan anggota terhadap pembagian SHU.
  17. 17. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI KOPERASI • Banyaknya anggota yang tidak mau bekerjasama, bahkan tingkat pengembalian pinjaman yang amat lama sehingga dana / modal koperasi semakin berkurang. • Kurangnya pengawasan dari para pengurus koperasi. • Kurangnya fasilitas-fasilitas yang dapat menarik perhatian masyarakat dan peminat dari masyarakatnya kurang, karena sebagian masyarakat beranggapan bahwa koperasi kurang menjanjikan. • Kurangnya edukasi tentang keuntungan dari koperasi bagi masyarakat. • Sedikitnya masyarakat untuk berwirausaha.
  18. 18. UPAYA PENGEMBANGAN UMKM 1. Menciptakan iklim usaha yang kondusif 2. Bantuan permodalan 3. Perlindungan usaha 4. Pengembangan kemitraan 5. Pelatihan 6. Memantapkan asosiasi 7. Mengembangkan promosi 8. Mengembangkan kerjasama yang setara 9. Mengembangkan sarana dan prasarana
  19. 19. UPAYA PENGEMBANGAN KOPERASI 1. Memberi bimbingan berupa penyuluhan, pendidikan ataupun melakukan penelitian bagi perkembangan koperasi serta bantuan konsultasi terhadap permasalahan koperasi 2. Melakukan pengawasan termasuk memberi perlindungan terhadap koperasi berupa penetapan bidang kegiatan ekonomi yang telah berhasil diusahakan oleh koperasi untuk tidak diusahakan oleh badan usaha lainnya 3. Memberikan fasilitas berupa kemudahan permodalan, serta pengembangan jaringan usaha dan kerja sama.
  20. 20. Terima Kasih

×