KELOMPOK BIOLOGI
MATERI ‘PROTISTA’
SPOROZOA
Nama Anggota :
Maitsa Fauzia
M Zaky
M Irfan
Sporozoa (Yunani, spore = biji, zoa = hewan)
adalah kelompok protista uniseluler atau bersel satu
yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya
dapat membentuk sejenis spora. Sporozoa hidup
sebagai parasit pada tubuh hewan dan manusia.
Siklus hidup sporozoa agak kompleks karena
melibatkan lebih dari satu inang. Dalam siklus
hidupnya, sporozoa membentuk spora dalam tubuh
inang. Selain itu, pada siklus hidup juga terjadi
sporulasi, yaitu pembelahan setiap inti sel secara
berulang – ulang sehingga dihasilkan banyak inti
yang masing – masing dikelilingi oleh sitoplasma dan
terbentuklah individu baru.
Struktur Morfologi Sporozoa
1.Sporozoa tidak memiliki alat gerak khusus, sehingga gerakannya dilakukan dengan
mengubah-ubah kedudukan tubuhnya.
2.Mempunyai spora berbentuk lonjong
3.Ukuran spora : 8 – 11 mikron pada dinding kitin
4.Mempunyai 2 kapsul polar pada anterior, berpasangan bentuk labu, berukuran sama,
terletak pada sudut sumbu longitudinal dengan ujung posterior
5.Dari depan ujung anterior sama dengan lebar posterior
6.Dinding katub tidak jelas
Struktur anatomi Sporozoa
Tubuhnya berbentuk bulat panjang, ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tetapi
didalamusus manusia atau hewan yang dapat mencapai 10 mm. Tubuh dari kumpulan
tropozoid berbentuk memanjang dan dibagian anterior kadang – kadang terdapat kait
pengikat ataufilament sederhana untuk melekatkan diri pada inang
tubuhnya.
2. Mempunyai spora berbentuk lonjong
3. Ukuran spora : 8 – 11 mikron pada
dinding kitin
4. Mempunyai 2 kapsul polar pada anterior,
berpasangan bentuk labu, berukuran sama,
terletak pada sudut sumbu longitudinal
dengan ujung posterior
5. Dari depan ujung anterior sama dengan
lebar posterior
6. Dinding katub tidak jelas
Pergiliran reproduksi aseksual dan
seksualnya komplek, dengan beberapa
perubahan bentuk serta membutuhkan
dua atau lebih inang. Reproduksi
aseksual dilakukan denganpembelahan
biner.
Reprodusi seksual dilakukan dengan
pembentukan gamet dan dilanjutkan
dengan penyatuan gamet jantan dan
betina.
Diatas merupakan proses reproduksi aseksual dan
seksual dalam siklus hidum plasmodium sp
Siklus hidup Plasmodium sp
• Nyamuk anopheles betina yang mengandung sporozoit plasmodium
sp. Menggigit manusia, dan meninggalkan sporozoit di dalam jaringan
darah manusia  Melalui aliran darah, sporozoit masuk ke jaringan
hati(liver).Sporozoit bereproduksi secara aseksual (pembelahan biner)
berkali-kali, dan tumbuh menjadi merozoit  Merozoit menggunakan
kompleks apeks ( ujung sel ) untuk menembus sel darah merah (
erotrosit ) penderita  Merozoit tumbuh dan bereproduksi aseksual (
pembelahan biner ) secara berulang-ulang sehingga terdapat banyak
merozoit baru. Merozoit baru ini disebut juga Tropozoit. Tropozoit
keluar setelah memecah sel darah merah dan menginfeksi sel darah
merah lainnya, secara berulang-ulang dengan interval 48-72 jam
(tergantung pada spesiesnya). Akibatnya penderita mengalami
demam dan menggigil secara periodik  Di dalam jaringan darah,
beberapa merezoit membelah dan membentuk gametosit jantan
(mikrogametosit) dan gametosit betina (makrogametosit )  Bila
nyamuk Anopheles betina lainnya menggigit dan mengisap darah
penderita, maka mikrogametosit maupun makrogametosit tumbuh
antara genus yang satu dengan genus yang lain,
perbedaan itu berupa :
1. Genus sporozoa yang hidup didalam sel darah
merah dan memerlukan vektor biologis, sifat ini
terdapat pada Genus Plasmodium.
2. Genus sporozoa yang hidup di dalam intestinal
dan tidak memerlukan vektor biologis, sifat ini
terdapat pada Genus Isospora dan Genus Eimerie.
3. Parasit yang hidup di dalam sel endotel, leukosit
mononukleus, cairan tubuh, sel jaringan tuan
rumah dan belum diketahui vektor biologisnya, sifat
ini yang terdapat pada genus toxoplasma.
Contoh Sporozoa
1. Plasmodium sp
• Plasmodium Falciparum
Penyebab penyakit malaria tropika, dengan gejala
demam (masa sporulasi) , yang tidak teratur. Bisa 1- 3
X 24 jam.
• Plasmodium vivax
Penyebab penyakit malaria tertiana, dengan gejala
demam (masa sporulasi) ,selang waktu 48 jam
• Plasmodium Malariae
Penyebab penyakit malaria quartana , dengan gejala
demam (masa sporulasi) , selang waktu 72 jam
• Plasmodium ovale
Penyebab penyakit malaria ovale tertiana (limpa),
dengan gejala
demam lebih ringan daripada malaria tertiana yang
disebabkan oleh Plasmodium vivax. Dengan masa
sporulasi 48 jam. Tetapi plasmodium ini tidak
ditemukan di Indonesia.
2. Toxoplasma gondii
Toxoplasma gondii penyebab toksoplasmosis. Toksoplasmosis pada ibu hamil dapat menyebabkan cacat
atau kematian janin yang dikandungnya

Xmia4 sporozoa

  • 1.
    KELOMPOK BIOLOGI MATERI ‘PROTISTA’ SPOROZOA NamaAnggota : Maitsa Fauzia M Zaky M Irfan
  • 2.
    Sporozoa (Yunani, spore= biji, zoa = hewan) adalah kelompok protista uniseluler atau bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya dapat membentuk sejenis spora. Sporozoa hidup sebagai parasit pada tubuh hewan dan manusia. Siklus hidup sporozoa agak kompleks karena melibatkan lebih dari satu inang. Dalam siklus hidupnya, sporozoa membentuk spora dalam tubuh inang. Selain itu, pada siklus hidup juga terjadi sporulasi, yaitu pembelahan setiap inti sel secara berulang – ulang sehingga dihasilkan banyak inti yang masing – masing dikelilingi oleh sitoplasma dan terbentuklah individu baru.
  • 3.
    Struktur Morfologi Sporozoa 1.Sporozoatidak memiliki alat gerak khusus, sehingga gerakannya dilakukan dengan mengubah-ubah kedudukan tubuhnya. 2.Mempunyai spora berbentuk lonjong 3.Ukuran spora : 8 – 11 mikron pada dinding kitin 4.Mempunyai 2 kapsul polar pada anterior, berpasangan bentuk labu, berukuran sama, terletak pada sudut sumbu longitudinal dengan ujung posterior 5.Dari depan ujung anterior sama dengan lebar posterior 6.Dinding katub tidak jelas Struktur anatomi Sporozoa Tubuhnya berbentuk bulat panjang, ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tetapi didalamusus manusia atau hewan yang dapat mencapai 10 mm. Tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk memanjang dan dibagian anterior kadang – kadang terdapat kait pengikat ataufilament sederhana untuk melekatkan diri pada inang
  • 5.
    tubuhnya. 2. Mempunyai sporaberbentuk lonjong 3. Ukuran spora : 8 – 11 mikron pada dinding kitin 4. Mempunyai 2 kapsul polar pada anterior, berpasangan bentuk labu, berukuran sama, terletak pada sudut sumbu longitudinal dengan ujung posterior 5. Dari depan ujung anterior sama dengan lebar posterior 6. Dinding katub tidak jelas
  • 6.
    Pergiliran reproduksi aseksualdan seksualnya komplek, dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. Reproduksi aseksual dilakukan denganpembelahan biner. Reprodusi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina.
  • 7.
    Diatas merupakan prosesreproduksi aseksual dan seksual dalam siklus hidum plasmodium sp
  • 8.
    Siklus hidup Plasmodiumsp • Nyamuk anopheles betina yang mengandung sporozoit plasmodium sp. Menggigit manusia, dan meninggalkan sporozoit di dalam jaringan darah manusia  Melalui aliran darah, sporozoit masuk ke jaringan hati(liver).Sporozoit bereproduksi secara aseksual (pembelahan biner) berkali-kali, dan tumbuh menjadi merozoit  Merozoit menggunakan kompleks apeks ( ujung sel ) untuk menembus sel darah merah ( erotrosit ) penderita  Merozoit tumbuh dan bereproduksi aseksual ( pembelahan biner ) secara berulang-ulang sehingga terdapat banyak merozoit baru. Merozoit baru ini disebut juga Tropozoit. Tropozoit keluar setelah memecah sel darah merah dan menginfeksi sel darah merah lainnya, secara berulang-ulang dengan interval 48-72 jam (tergantung pada spesiesnya). Akibatnya penderita mengalami demam dan menggigil secara periodik  Di dalam jaringan darah, beberapa merezoit membelah dan membentuk gametosit jantan (mikrogametosit) dan gametosit betina (makrogametosit )  Bila nyamuk Anopheles betina lainnya menggigit dan mengisap darah penderita, maka mikrogametosit maupun makrogametosit tumbuh
  • 9.
    antara genus yangsatu dengan genus yang lain, perbedaan itu berupa : 1. Genus sporozoa yang hidup didalam sel darah merah dan memerlukan vektor biologis, sifat ini terdapat pada Genus Plasmodium. 2. Genus sporozoa yang hidup di dalam intestinal dan tidak memerlukan vektor biologis, sifat ini terdapat pada Genus Isospora dan Genus Eimerie. 3. Parasit yang hidup di dalam sel endotel, leukosit mononukleus, cairan tubuh, sel jaringan tuan rumah dan belum diketahui vektor biologisnya, sifat ini yang terdapat pada genus toxoplasma.
  • 10.
    Contoh Sporozoa 1. Plasmodiumsp • Plasmodium Falciparum Penyebab penyakit malaria tropika, dengan gejala demam (masa sporulasi) , yang tidak teratur. Bisa 1- 3 X 24 jam. • Plasmodium vivax Penyebab penyakit malaria tertiana, dengan gejala demam (masa sporulasi) ,selang waktu 48 jam
  • 11.
    • Plasmodium Malariae Penyebabpenyakit malaria quartana , dengan gejala demam (masa sporulasi) , selang waktu 72 jam • Plasmodium ovale Penyebab penyakit malaria ovale tertiana (limpa), dengan gejala demam lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan oleh Plasmodium vivax. Dengan masa sporulasi 48 jam. Tetapi plasmodium ini tidak ditemukan di Indonesia.
  • 12.
    2. Toxoplasma gondii Toxoplasmagondii penyebab toksoplasmosis. Toksoplasmosis pada ibu hamil dapat menyebabkan cacat atau kematian janin yang dikandungnya