THE POLICY BRIEF
           Tri Widodo W. Utomo, SH, MA
PKMK-
PKMK-LAN   Dr. Asropi, SIP, MSi
Penelitian dan Kebijakan

 Kebijakan publik yang berkualitas
 adalah kebijakan yang dirumuskan
 berdasarkan data-data empiris tentang
 permasalahan yang melatarbelakangi
 kebijakan tersebut.
 Hasil penelitian merupakan sumber
 penting bagi perumus kebijakan dalam
 proses perumusan kebijakan publik.
Penelitian dan Kebijakan
Permasalahan dalam pemanfaatan hasil penelitian (Agus
Dwiyanto):
  Gap yang sangat besar antara riset dan pembuatan
  kebijakan
     Aktor yang terlibat, bahasa, logika yang dipakai
     berbeda.
   Hasil riset sosial sering tidak jelas dan tegas.
                                             tegas.
  Riset sering gagal menjelaskan hubungan kausal.
  Policy implications tidak dirumuskan dengan baik.
  Peneliti gagal merekemondasi ”what to do and how to
  do it”
Penelitian dan Kebijakan
Permasalahan dalam pemanfaatan hasil penelitian
(Lanjutan):
  Presentasi yang tidak memadai:
                        memadai:
   Pembuat kebijakan tidak terbiasa membaca laporan dan
   buku.
   Pembuat kebijakan “biasanya sok sibuk”, tidak suka laporan
   yang panjang dan lama.
   Bahasa yang dipergunakan terlalu teknis dan sulit dimengerti
   oleh aktor kebijakan.
   Informasi dan rekomendasi terlalu umum tidak “tidak
   directive dan kontekstual” dengan posisi pengambil
   kebijakan. Peneliti sering tidak mengidentifikasi kliennya dg
   jelas.
Penelitian dan Kebijakan
 Timing
  Hasil riset datang ketika pesta sudah selesai.
  Birokrasi bekerja dengan siklus anggaran yang jelas
  (siklus kebijakan). Siklus penelitian berbeda dengan
  siklus kebijakan
  Hasil riset gagal memberi inspirasi pada birokrat
  dan politisi untuk membuat program dan kebijakan
  yang menghasilkan anggaran yang besar. Implikasi
  kebijakan tidak teridentifikasi dengan baik
  Hasil riset sering tidak mampu memberi pencerahan
  pada birokrat dan politisi mengenai keterkaitan
  antara kepentingan mereka dengan policy reforms
Penelitian dan Kebijakan

Policy briefs bisa
merespons berbagai
kendala utilisasi …
Policy brief: Keunggulan
 Ringkas, sederhana, tampilan menarik, banyak
 gambar shg tidak perlu berpikir, handy, dsb.
 Bisa segera dibuat tanpa menunggu hasil riset
 selesai sehingga bisa disampaikan pada saat
 yang tepat
 Dirancang secara spesifik memenuhi kebutuhan
 informasi dari policy makers tertentu. Orientasi
 pada pengguna sangat kuat
 Bisa menggambarkan logika kebijakan secara
 mudah (masalah kebijakan, sebab munculnya
 masalah, dan pilihan tindakan yang tersedia)
                             (Agus Dwiyanto, n.d.)
Policy brief: Pengertian

 The policy brief is a document that outlines the
 rationale for choosing a particular policy
 alternative or course of action in a current policy
 debate (Young & Quinn, n.d.).
 The Policy Brief is a “short, neutral summary of
 what is known about a particular issue or
 problem. Policy briefs are a form of report
 designed to facilitate policy-making”
 (Eisele, 2006).
Policy brief: Tujuan

 Untuk meyakikan audience tentang pentingnya
 masalah yang menjadi fokus pembahasan dan
 pentingnya mengadopsi alternatif tindakan
 yang disarankan.
 Tujuan utama adalah memberikan penilaian
 secara ringkas tentang pilihan-pilihan
 kebijakan terkait isu-isu tertentu kepada
 pembuat kebijakan yang tertentu pula (a
 specific policy-maker audience) (Eisele, n.d.).
Bagaimana karakter Policy brief
 yang credible?

                           FOCUSED
  PRACTICAL AND FEASIBLE
                                 PROFESSIONAL, NOT ACADEMIC

PROMOTIONAL
                                         EVIDENCED-BASED


    ACCESSIBLE                                LIMITED



 UNDERSTANDABLE
                                       SUCCINT
Karakter Policy Brief yang Credible


                   FOCUSED
                   Seluruh aspek dalam
                   policy brief harus
                   fokus pada
                   pencapaian tujuan
                   untuk memuaskan
                   target audience.
Karakter Policy Brief yang Credible

 PROFESSIONAL, NOT ACADEMIC
 Audience policy brief lebih berkepentingan
 terhadap perspektif penulis tentang masalah
 dan solusi yang berbasis pada bukti-bukti
 baru, dari pada terhadap prosedur ilmiah
 yang diterapkan dalam proses pengupulan
 data-data.
Karakter Policy Brief yang Credible

 EVIDENCED-BASED
 Yang diharapkan Audience dari policy
 brief, selain argumen yang rasional, juga
 dukungan bukti adanya permasalahan
 dan konsekuensi dari pemilihan terhadap
 solusi tertentu
Karakter Policy Brief yang Credible

 LIMITED
 Karena faktor ruang yang
 terbatas, policy brief mesti difokuskan
 hanya pada satu masalah tertentu saja.
Karakter Policy Brief yang Credible

 SUCCINT
 Policy brief tidak memerlukan banyak
 halaman, cukup 6-8 halaman yang
 memuat sekitar 3000 kata.
Karakter Policy Brief yang Credible

 UNDERSTANDABLE
 Policy brief mesti mudah difahami, baik
 dari segi kejelasan dan kesederhanaan
 bahasa, maupun dari penjelasan dan
 alasan yang dikembangkan di dalamnya.
Karakter Policy Brief yang Credible

 ACCESSIBLE
 Dokumen policy brief mesti mudah
 digunakan oleh target audience.
Karakter Policy Brief yang Credible

 PROMOTIONAL
 tampilan dokumen policy brief harus
 mengesankan dan menarik minat target
 audience untuk membacanya.
Karakter Policy Brief yang Credible

 PRACTICAL AND FEASIBLE
 argumen yang dikembangkan dalam
 policy brief harus didasarkan pada hal-
 hal yang benar-benar terjadi. Selain
 itu, rekomendasi yang ditawarkan juga
 mudah diterapkan oleh target audience.
Common Structural Elements of a Policy
Brief
 Title of the paper
 Executive summary
 Context and importance of the problem
 Critique of policy option(s)
 Policy recommendations
 Sources consulted or recommended
Struktur Policy Brief
                        Judul

                        Ringkasan
                        Eksekutif
                        Konteks dan Arti
                        Penting Masalah
                        Kritik terhadap
                        Kebijakan
                        Rekomendasi
                        Kebijakan
                        Referensi
Judul
 Judul memenuhi kriteria:
   Menarik
   Menggambarkan isi
   relevant
Ringkasan Eksekutif
 Cukup antara 1 -2 paragraf
 Memuat:
  Gambaran masalah
  Alasan mengapa kebijakan yang ada harus
  diubah
  Rekomendasi untuk tindakan
Konteks & Arti Penting Masalah

 Merupakan pendahuluan dan pondasi bagi
 policy brief, yang memuat:
  Rumusan masalah atau fokus dari isu
  Overview pendek tentang akar penyebab
  masalah
   Pernyataan yang jelas tentang implikasi
  kebijakan dari masalah yang ada.
Kritik terhadap Kebijakan
 Bagian ini memuat:
 -Overview pendek tentang kebijakan
 yang menjadi fokus pembahasan
 -Penjelasan tentang penyebab
 kegagalan dari pendekatan yang
 sedang diterapkan
Rekomendasi Kebijakan
 Memuat:
 -   Usulan perbaikan kebijakan dalam
     bentuk langkah-langkah khusus
 -   Terkadang juga meliputi paragrap
     penutup yang memberikan penekanan
     kembali pentingnya tindakan
     perubahan.
Referensi
 Berupa bibliography yang perlu
 dibaca
LATIHAN

The Policy Brief

  • 1.
    THE POLICY BRIEF Tri Widodo W. Utomo, SH, MA PKMK- PKMK-LAN Dr. Asropi, SIP, MSi
  • 2.
    Penelitian dan Kebijakan Kebijakan publik yang berkualitas adalah kebijakan yang dirumuskan berdasarkan data-data empiris tentang permasalahan yang melatarbelakangi kebijakan tersebut. Hasil penelitian merupakan sumber penting bagi perumus kebijakan dalam proses perumusan kebijakan publik.
  • 3.
    Penelitian dan Kebijakan Permasalahandalam pemanfaatan hasil penelitian (Agus Dwiyanto): Gap yang sangat besar antara riset dan pembuatan kebijakan Aktor yang terlibat, bahasa, logika yang dipakai berbeda. Hasil riset sosial sering tidak jelas dan tegas. tegas. Riset sering gagal menjelaskan hubungan kausal. Policy implications tidak dirumuskan dengan baik. Peneliti gagal merekemondasi ”what to do and how to do it”
  • 4.
    Penelitian dan Kebijakan Permasalahandalam pemanfaatan hasil penelitian (Lanjutan): Presentasi yang tidak memadai: memadai: Pembuat kebijakan tidak terbiasa membaca laporan dan buku. Pembuat kebijakan “biasanya sok sibuk”, tidak suka laporan yang panjang dan lama. Bahasa yang dipergunakan terlalu teknis dan sulit dimengerti oleh aktor kebijakan. Informasi dan rekomendasi terlalu umum tidak “tidak directive dan kontekstual” dengan posisi pengambil kebijakan. Peneliti sering tidak mengidentifikasi kliennya dg jelas.
  • 5.
    Penelitian dan Kebijakan Timing Hasil riset datang ketika pesta sudah selesai. Birokrasi bekerja dengan siklus anggaran yang jelas (siklus kebijakan). Siklus penelitian berbeda dengan siklus kebijakan Hasil riset gagal memberi inspirasi pada birokrat dan politisi untuk membuat program dan kebijakan yang menghasilkan anggaran yang besar. Implikasi kebijakan tidak teridentifikasi dengan baik Hasil riset sering tidak mampu memberi pencerahan pada birokrat dan politisi mengenai keterkaitan antara kepentingan mereka dengan policy reforms
  • 6.
    Penelitian dan Kebijakan Policybriefs bisa merespons berbagai kendala utilisasi …
  • 7.
    Policy brief: Keunggulan Ringkas, sederhana, tampilan menarik, banyak gambar shg tidak perlu berpikir, handy, dsb. Bisa segera dibuat tanpa menunggu hasil riset selesai sehingga bisa disampaikan pada saat yang tepat Dirancang secara spesifik memenuhi kebutuhan informasi dari policy makers tertentu. Orientasi pada pengguna sangat kuat Bisa menggambarkan logika kebijakan secara mudah (masalah kebijakan, sebab munculnya masalah, dan pilihan tindakan yang tersedia) (Agus Dwiyanto, n.d.)
  • 8.
    Policy brief: Pengertian The policy brief is a document that outlines the rationale for choosing a particular policy alternative or course of action in a current policy debate (Young & Quinn, n.d.). The Policy Brief is a “short, neutral summary of what is known about a particular issue or problem. Policy briefs are a form of report designed to facilitate policy-making” (Eisele, 2006).
  • 9.
    Policy brief: Tujuan Untuk meyakikan audience tentang pentingnya masalah yang menjadi fokus pembahasan dan pentingnya mengadopsi alternatif tindakan yang disarankan. Tujuan utama adalah memberikan penilaian secara ringkas tentang pilihan-pilihan kebijakan terkait isu-isu tertentu kepada pembuat kebijakan yang tertentu pula (a specific policy-maker audience) (Eisele, n.d.).
  • 10.
    Bagaimana karakter Policybrief yang credible? FOCUSED PRACTICAL AND FEASIBLE PROFESSIONAL, NOT ACADEMIC PROMOTIONAL EVIDENCED-BASED ACCESSIBLE LIMITED UNDERSTANDABLE SUCCINT
  • 11.
    Karakter Policy Briefyang Credible FOCUSED Seluruh aspek dalam policy brief harus fokus pada pencapaian tujuan untuk memuaskan target audience.
  • 12.
    Karakter Policy Briefyang Credible PROFESSIONAL, NOT ACADEMIC Audience policy brief lebih berkepentingan terhadap perspektif penulis tentang masalah dan solusi yang berbasis pada bukti-bukti baru, dari pada terhadap prosedur ilmiah yang diterapkan dalam proses pengupulan data-data.
  • 13.
    Karakter Policy Briefyang Credible EVIDENCED-BASED Yang diharapkan Audience dari policy brief, selain argumen yang rasional, juga dukungan bukti adanya permasalahan dan konsekuensi dari pemilihan terhadap solusi tertentu
  • 14.
    Karakter Policy Briefyang Credible LIMITED Karena faktor ruang yang terbatas, policy brief mesti difokuskan hanya pada satu masalah tertentu saja.
  • 15.
    Karakter Policy Briefyang Credible SUCCINT Policy brief tidak memerlukan banyak halaman, cukup 6-8 halaman yang memuat sekitar 3000 kata.
  • 16.
    Karakter Policy Briefyang Credible UNDERSTANDABLE Policy brief mesti mudah difahami, baik dari segi kejelasan dan kesederhanaan bahasa, maupun dari penjelasan dan alasan yang dikembangkan di dalamnya.
  • 17.
    Karakter Policy Briefyang Credible ACCESSIBLE Dokumen policy brief mesti mudah digunakan oleh target audience.
  • 18.
    Karakter Policy Briefyang Credible PROMOTIONAL tampilan dokumen policy brief harus mengesankan dan menarik minat target audience untuk membacanya.
  • 19.
    Karakter Policy Briefyang Credible PRACTICAL AND FEASIBLE argumen yang dikembangkan dalam policy brief harus didasarkan pada hal- hal yang benar-benar terjadi. Selain itu, rekomendasi yang ditawarkan juga mudah diterapkan oleh target audience.
  • 20.
    Common Structural Elementsof a Policy Brief Title of the paper Executive summary Context and importance of the problem Critique of policy option(s) Policy recommendations Sources consulted or recommended
  • 21.
    Struktur Policy Brief Judul Ringkasan Eksekutif Konteks dan Arti Penting Masalah Kritik terhadap Kebijakan Rekomendasi Kebijakan Referensi
  • 22.
    Judul Judul memenuhikriteria: Menarik Menggambarkan isi relevant
  • 23.
    Ringkasan Eksekutif Cukupantara 1 -2 paragraf Memuat: Gambaran masalah Alasan mengapa kebijakan yang ada harus diubah Rekomendasi untuk tindakan
  • 24.
    Konteks & ArtiPenting Masalah Merupakan pendahuluan dan pondasi bagi policy brief, yang memuat: Rumusan masalah atau fokus dari isu Overview pendek tentang akar penyebab masalah Pernyataan yang jelas tentang implikasi kebijakan dari masalah yang ada.
  • 25.
    Kritik terhadap Kebijakan Bagian ini memuat: -Overview pendek tentang kebijakan yang menjadi fokus pembahasan -Penjelasan tentang penyebab kegagalan dari pendekatan yang sedang diterapkan
  • 26.
    Rekomendasi Kebijakan Memuat: - Usulan perbaikan kebijakan dalam bentuk langkah-langkah khusus - Terkadang juga meliputi paragrap penutup yang memberikan penekanan kembali pentingnya tindakan perubahan.
  • 27.
  • 28.