Bab 7
Pengembangan Sistem
Raymond McLeod, Jr.
George P. Schell
Sistem Informasi Manajemen (Edisi 10)
Dosen:
Dr. Wonny A. Ridwan, MM,SE
Pengembangan Sistem
Kelompok 6
1. Andy

0211 12 149

2. Irwan

0211 12 137

3. Yusrian azizi

0211 12 144

4. Ngabei supriyatno

0211 12 167
Tujuan Belajar
Setelah mempelajari bab ini, anda diharapkan :

Mengenal pendekatan sistem sebagai kerangka kerja
dasar peecahan segala jenis pemasalahan.
Mengetahui bagaimana cara menerapkan pendekatan
sistem untuk memecahkan masalah-masalah sistem.
Tujuan Belajar
Memahami bahwa siklus hidup pengembangan sistem
(system development life cycle-SDLC). Merupakan sebuah
metedologi suatu cara yang direkomendasikan untuk
mengembangkan sistem.
Mengenal pendekatan-pendekatan SDLC yang utama
siklus air terjun tradisonal, prototyping, rapid application
development, pengembangan berfase dan desain ulang
proses bisnis.
Tujuan Belajar
Mengetahui dasar-dasar proses pemodelan dengan
diagram arus data (data flow diagram) dan kasus-kasus
pengunaan (use case).
Memahami bagaimana proyek-proyek pengembangan
sistem dikelola dengan cara dari atas ke bawah.
Mengenal proses-proses dasar pengestimasikan biaya
proyek.
PENDEKATAN SISTEM
Pencarian asal muasal proses pemecahan masalah
secara sistematis mengarah pada jhon Dewey, seorang
profesor ilmu filosofi di Columbia University tahun 1910.
3 Rangkaian pertimbangan yang terlibat dalam pemecahan
sebuah kontrovesi secara memadai :
•Mengenali kontrovesi

•Mempertimbangkan klaim-klaim alternative
•Membentuk satu pertimbangan
JENIS-JEINIS PROTOTIPE

Prototipe evolusioner (evolutionary prototype)
Terus-menerus disempurnakan sampai memiliki seluruh
fungsionalitas yang dibuuhkan pengguna dari sistem yang
baru. Jadi, satu prototipe akan menjadi sistem aktual.
Prototipe persyaratan (requirements prototype)
Dikembangkan sebagai satu cara untuk mendefinisikan
persyaratan-persyaratan fungsional dari sistem baru ketika
pengguna tidak mampu menggunakan dengan jelas apa yang
mereka inginkan.
PROTOTYPING
Prototype adalah satu versi dari sebuah sistem
potensial yang memberikan ide bagi para pengembang dan
calon pengguna, bagaimana sistem akan berfungsi dalam
bentuk yang telah selesai. Proses prototype ini disebut
prototyping.
PENGEMBANGAN PROTOTIPE
EVOLUSIONER

Ada 3 Langkah Dalam Pembuatan Suatu Prototipe
Evolusiner :

1. Mengindefinisikasi Kebutuhan Pengguna
Pengembangan mewawancarai pengguna untuk mendapatkan
ide mengenai apa yang diminta dari sistem.
2. Membuat Satu Prototipe
Pengembangan mempergunakan satu alat prototyping atau
lebih untuk membuat prototipe.
PENGEMBANGAN PROTOTIPE
EVOLUSIONER
3.Menentukan Apakah Prototype Dapat Diterima
Pengembangan mendemonstrasikan prototype kapada para
pengguna untuk mengetahui apakah telah memberikan hasil
yang memuaskan.
PENGEMBANGAN PROTOTIPE
PERSYARATAN
Langkah-Langkah Yang Terlibat Dalam Pembuatan Sebuah
Tipe Prototipe Persyaratan
Membuat kode sistem yang baru
Pengembangan menggunakan prototype sebagai dasar untuk
pengkodean sistem baru.
Menguji sistem baru
Pengembang menguji sistem
PENGEMBANGAN PROTOTIPE
PERSYARATAN

Menentukan apakah sistem yang baru dapat diterima
Penggunaan memberitahukan kepada pengembang apakah
sistem dapat diterima.
Membuat sistem baru menjadi sistem produksi
DAYA TARIK PROTOTYPING

1. Membaiknya komunikasi antara pengembang dari pengguna.
2. Pengembang dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik
dalam menentukan kebutuhan pengguna.
3. Pengguna memainkan peranan yang lebih aktif dalam
pengembangan sistem.
4. Pengembangan dan pegguna menghabiskan waktu dan
usaha yang lebih sedikit dalam pengembangan sistem.
5. Implementasikan menjadi jauh lebih mudah terasa pengguna
tahu apa yang diharapkan.
POTENSI KESULITAN DARI
PROTOTYPING

1. Terburu-buru dalam menyerahkan prototype dapat
menyebabkan diambilnya jalan pintas dalam definisi
masalah, evaluasi alternative dan dokumentasi. Dalam
jalan pintas ini akan menciptakan usaha-usaha yang
“cepat dan kotor”.
2. Pengguna dapat terlalu gembira dengan prototype
yang diberikan yang mengarah pada ekspektasi yang
tidak realitis sehubungan dengan sistem produksi
nantinya.
POTENSI KESULITAN DARI
PROTOTYPING

3. Prototype evalusioner bisa jadi tidak terlalu efisien.
4. Antarmuka komputer manusia yang diberikan oleh
beberapa alat tropotyping tertentu kemungkinan tidak
mencerminkan teknik-teknik desain yang baik
PENGEMBANGAN APLIKASI LEBIH CEPAT

Satu metedologi yang memiliki tujuan yang sama dengan
prototyping, yaitu memberikan respons yang cepat atas
kebutuhan pengguna, namun dengan lingkup yang lebih luas
adalah R.A.D. Istilah RAD dari rapid application development
atau pengembangan aplikasi cepat diperkenalkan oleh
konsultan komputer dan penulis James Martin.
PENGEMBANGAN APLIKASI LEBIH CEPAT
RAD adalah kumpulan strategi, metodologi dan alat
terintegrasi yang terdapat di dalam suatu kerangka kerja yang
disebut rekayasa informasi. Rekayasa informasi (information
engineering-IE) adalah nama yang diberikan Martin kepada
keseluruhan pendekata pengembangan sistemnya, yang ia
perlakukan sebagai suatu aktivitas perusahaan secara
menyeluruh.
UNSUR-UNSUR PENTING RAD
1. Mananjemen

: Khususnya manajemen puncak.
Hendaknya menjadi penguji coba
(experimenter) yang suka
melakukan hal-hal dengan cara
baru atau pengadaptasi awal (early
adapter).

2. Orang

: Dari pada hanya memanfaatkan
satu tim untuk malakukan seluruh
aktivitas SDLC, RAD menyadari
adanya efisiensi yang dapat
dicapai melalui penggunaan timtim khusus.
UNSUR-UNSUR PENTING RAD
3. Metodologi

: Metodologi dasar RAD adalah siklus
hidup RAD.

4. Alat-alat

: Alat-alat RAD terutama terdiri atas
bahasa-bahasa generasi keempat dan alatalat rekayasa peranti lunak dengan
bantuan komputer (computer-aided
software engineering-CASE) yang
memfasilitas prototyping dan penciptaan
kode.
PENGEMBANGAN BERFASE

Satu metodologi pengembangan sistem yang dewasa ini
digunakan oleh banyak perusahaan adalah kombinasi dari
SDLC tradisional, prototyping, dan RAD dengan mengambil
fitur-fitur yang terbaik dari masing-masing metodologi.
TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN
BERFASE

Investigasi Awal

Menganalisis dengan tujuan untuk mempelajari tentang
organisasi dengan masalah sistemnya: mendefinisikan tujuan,
hambatan , risiko, dan ruang lingkup sistem baru.
Pemodelan Proses

Pemodelan proses pertama kali dilakukan dengan
menggunakan digram alur (flowchart). Diagram ini
mengilustrasikan aliran data melalui sistem dan program.
International Organization for Standardization (ISO)
menciptakan standar untuk bentuk-bentuk symbol flowchat,
memastikan penggunaannya di seluruh dunia. Ketika diagram
arus data dengan empat simbolnya muncul pada akhir tahun
1980-an, minat akan penerapannya pun muncul dengan
seketika.
Istilah terminator sering kali di pergunakan untuk menyatakan
unsur-unsur lingkungan, karena menunjukkan titik-titik dimana
sistem berakhir.
Suatu terminator dapat berupa:
 Orang, seperti seorang manajer, yang menerima laporan dari
sistem
 Organisasi, seperti departemen lain dalam perusahaan atau
perusahaan lain.
 Sistem lain yang memiliki antar muka dengan sistem.
Proses
Proses adalah sesuatu yang mengubah input menjadi
output. Prosesa dapat digambarkan dengan sebuah lingkaran,
sebuah persegi panjang horizontal, atau sebuah persegi
panjang tegak bersudut melingkar. Masing-masing symbol
proses diidentifikasikan dengan sebuah label.
Arus Data

Arus data terdiri atas sekumpulan unsure-unsur data
yang berhubungan secara logis (mulai dari satu unsure data
tunggal hingga satu file atau lebih) yang bergerak dari satu titik
atau proses ke titik atau proses yang lain. Simbol panah
digunakan untuk menggambarkan arus ini dan dapat digambar
dengan menggunakan garis lurus maupun melingkar.
Penyimpanan Data
Ketika kita perlu meyimpan data karena suatu alas an
tertentu, maka kita akan menggunakan penyimpanan data.
Dalam terminologi DFD, penyimpanan data adalah suatu
gudang data.
DFD pada figur 7.12 mengilustrasikan sebuah sistem yang
dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk menghitung komisi
bagi para agen penjualnya. Di sini, terminator digambarkan
dengan kotak, proses dengan kotak tegak bersudut tumpul, arus
data dengan garis lurus, dan peyimpangan data dengan kotak
berujung terbuka.
Pelanggan
1.
Membuka
surat
Data pesanan
penjualan yang
telah
dimasukkan
3
Menyotir
pesanan-pesanan
penjualan

Pesanan penjualan

2.
Memasukkan
data pesanan
penjualan

Pesanan penjualan
yang dimasukkan

File formilir
pesanan
penjualan

Catatan penjualan
yang telah disortir

4
Menghitung penjualan
komisi

Manajer
Mengirimkan Surat

Pelanggan

Sistem
komisi
penjualan
Laporan komisi penjualan

Manajer
penjualan
Sistem primer adalah sebuah program komputer dan sistem
sekunder adalah orang yang berinteraksi dengan program
komputer. Dialog biasanya terdiri atas tindakan-tindakan yang
diambil oleh para partisipan, seperti yang dilakukan oleh seorang
operator entri data dan sistem komputer.
Sistem memverifikasi kata sandi atau menolak entri.
Operasi entri data memasukkan data pesanan penjualan ke
dalam stasiun kerja. Data pesanan meliputi:
•Nomor pelanggan
•Nomor barang
•Jumlah barang

Program entri pesanan mengkases file induk untuk
memverifikasi keakuratan:
•Nomor perlanggan
•Nomor barang
Ketika nomor tidak dapat diverifikasi dengan benar, program akan
menampilkan satu pesan kesalahan dan meminta operator
memasukkan ulang informasi.
Kapan Menggunakan Diagram Arus Data dan
Kasus Penggunaan
Diagram arus data dan kasus penggunaan sering kali dibuat
selama tahap-tahap investigasi awal dan analisis dari
metodologi pengembangan berfase. DFD mengilustrasikan
suatu tinjauan atas pembrosesan, dan kasus penggunaan
memberikan detailnya. Biasanya dibutuhkan beberapa kasus
penggunaan untuk mendukung satu diagram angka 0.
Steering committee SIM menjalankan tiga
fungsi utama:
•Menciptakan Kebijakan yang memastikan dukungan
computer untuk mencapai sasaran strategis perusahaan.
•Melakukan Pengendalian Fiskal dengan bertindak
sebagai yang berwenang dalam memberikan persetujuan
untuk seluruh permintaan akan pendanaan yang
berhubungan dengan computer.

•Menyelesaikan Perselisihan yang terjadi sehubungan
dengan prioritas penggunaan computer.
Kepemimpinan Proyek
Steering committee SIM jarang ikut terlibat langsung dengan
detail pekerjaan. Tanggung jawab jatuh ke tangan tim proyek.
Tim proyek meliputi semua orang yang ikut berpartisipasi
dalam pengembangan sistem informasi. Satu tim dapat memiliki
anggota hingga selusin, yang terdiri atas gabungan beberapa
orang pengguna, spesialis informasi, dan mungkin auditor
internal. Auditor akan memastikan bahwa desain sistem telah
memenuhi beberapa persyaratan tertentu dilihat dari segi
keakuratan, pengendalian, keamanan, dan auditabiitas.
Input Pengestimasian Biaya
Sebuah work breakdown structure (WBS) mengidentifikasikan
aktivitas-aktifitas proyek yang akan membutuhkan sumber daya.
Kebutuhan sumber daya (resource requirement) mencatumkan
sumber daya tertentu yang akan dibutuhkan dan berapa
jumlahnya.
•Tarif sumber daya (resource rates) adalah biaya per-unit untuk
setiap jenis sumber daya.
•Estimasi durasi aktivitas (activity duration estimates)
menyebutkan periode pekerjaan yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan aktivitas.
•Informasi historis (historical information) terdiri atas file-file dari
data proyek masa lalu, basis data pengestimasian biaya
komersial, dan pengetahuan tim proyek.
Alat-alat dan Teknik Estimasi Biaya
Estimasi analogis (analogous estimating) menggunakan biaya
actual proyek-proyek serupa yang telah dilakukan di masa lalu
sebagai dasar untuk memproyeksikan biaya dari proyek yang
sedang dipertimbangkan. Teknik ini digunakan ketika hanya
terdapat sedikit informasi lain yang tersedia.
Estimasi dari bawah ke atas (bottom-up estimating) dimulai
dengan detail, seperti aktivitas di dalam grafik Gantt, lalu
mengalikannya dengan data biaya, seperti tariff per-jam untuk
karyawan, untuk menghasilkan estimasi biaya proyek.
Alat-alat terkomputerisasi (computerized tools) dapat digunakan
secara terpisah atau untuk menyederhanakan alat-alat yang baru
saja diuraikan. Satu sumber bagi alat-alat terkomputerisasi adalah
WWW.CONSTRUX.COM.
Komponen-komponen Proses Estimasi Biaya
Input

Alat Dan Teknik
Output
Estimasi biaya

Work breakdown
Estimasi analogis
strucrure
Kebutuhan sumber Estimasi dari bawah ke atas Detail-detail
Pendukung
daya
Tarif sumber daya Alat-alat terkomputerisasi Rencana manajemen
Biaya
Estimasi durasi
aktivitas
Informasi historis
Simpulan
• Pendekatan sistem terdiri dari 3 fase
:persiapan,definisi,dan solusi.
• Pendekatan SDLC terdiri dari lima tahap:
• Perencanaan,analisis,desain,dan implementasi.
• Data input digunakantidak hanya dalam bentuk estimasi
melainkanjuga detail-detail pendukung seperti
bagaimana asumsi di lakukan,asumsi-asumsi,dan
varians biaya akan dikelola setelah proyek di jalankan.
TEORI BAB 7

TEORI BAB 7

  • 1.
    Bab 7 Pengembangan Sistem RaymondMcLeod, Jr. George P. Schell Sistem Informasi Manajemen (Edisi 10) Dosen: Dr. Wonny A. Ridwan, MM,SE
  • 2.
    Pengembangan Sistem Kelompok 6 1.Andy 0211 12 149 2. Irwan 0211 12 137 3. Yusrian azizi 0211 12 144 4. Ngabei supriyatno 0211 12 167
  • 3.
    Tujuan Belajar Setelah mempelajaribab ini, anda diharapkan : Mengenal pendekatan sistem sebagai kerangka kerja dasar peecahan segala jenis pemasalahan. Mengetahui bagaimana cara menerapkan pendekatan sistem untuk memecahkan masalah-masalah sistem.
  • 4.
    Tujuan Belajar Memahami bahwasiklus hidup pengembangan sistem (system development life cycle-SDLC). Merupakan sebuah metedologi suatu cara yang direkomendasikan untuk mengembangkan sistem. Mengenal pendekatan-pendekatan SDLC yang utama siklus air terjun tradisonal, prototyping, rapid application development, pengembangan berfase dan desain ulang proses bisnis.
  • 5.
    Tujuan Belajar Mengetahui dasar-dasarproses pemodelan dengan diagram arus data (data flow diagram) dan kasus-kasus pengunaan (use case). Memahami bagaimana proyek-proyek pengembangan sistem dikelola dengan cara dari atas ke bawah. Mengenal proses-proses dasar pengestimasikan biaya proyek.
  • 6.
    PENDEKATAN SISTEM Pencarian asalmuasal proses pemecahan masalah secara sistematis mengarah pada jhon Dewey, seorang profesor ilmu filosofi di Columbia University tahun 1910. 3 Rangkaian pertimbangan yang terlibat dalam pemecahan sebuah kontrovesi secara memadai : •Mengenali kontrovesi •Mempertimbangkan klaim-klaim alternative •Membentuk satu pertimbangan
  • 7.
    JENIS-JEINIS PROTOTIPE Prototipe evolusioner(evolutionary prototype) Terus-menerus disempurnakan sampai memiliki seluruh fungsionalitas yang dibuuhkan pengguna dari sistem yang baru. Jadi, satu prototipe akan menjadi sistem aktual. Prototipe persyaratan (requirements prototype) Dikembangkan sebagai satu cara untuk mendefinisikan persyaratan-persyaratan fungsional dari sistem baru ketika pengguna tidak mampu menggunakan dengan jelas apa yang mereka inginkan.
  • 8.
    PROTOTYPING Prototype adalah satuversi dari sebuah sistem potensial yang memberikan ide bagi para pengembang dan calon pengguna, bagaimana sistem akan berfungsi dalam bentuk yang telah selesai. Proses prototype ini disebut prototyping.
  • 9.
    PENGEMBANGAN PROTOTIPE EVOLUSIONER Ada 3Langkah Dalam Pembuatan Suatu Prototipe Evolusiner : 1. Mengindefinisikasi Kebutuhan Pengguna Pengembangan mewawancarai pengguna untuk mendapatkan ide mengenai apa yang diminta dari sistem. 2. Membuat Satu Prototipe Pengembangan mempergunakan satu alat prototyping atau lebih untuk membuat prototipe.
  • 10.
    PENGEMBANGAN PROTOTIPE EVOLUSIONER 3.Menentukan ApakahPrototype Dapat Diterima Pengembangan mendemonstrasikan prototype kapada para pengguna untuk mengetahui apakah telah memberikan hasil yang memuaskan.
  • 11.
    PENGEMBANGAN PROTOTIPE PERSYARATAN Langkah-Langkah YangTerlibat Dalam Pembuatan Sebuah Tipe Prototipe Persyaratan Membuat kode sistem yang baru Pengembangan menggunakan prototype sebagai dasar untuk pengkodean sistem baru. Menguji sistem baru Pengembang menguji sistem
  • 12.
    PENGEMBANGAN PROTOTIPE PERSYARATAN Menentukan apakahsistem yang baru dapat diterima Penggunaan memberitahukan kepada pengembang apakah sistem dapat diterima. Membuat sistem baru menjadi sistem produksi
  • 13.
    DAYA TARIK PROTOTYPING 1.Membaiknya komunikasi antara pengembang dari pengguna. 2. Pengembang dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menentukan kebutuhan pengguna. 3. Pengguna memainkan peranan yang lebih aktif dalam pengembangan sistem. 4. Pengembangan dan pegguna menghabiskan waktu dan usaha yang lebih sedikit dalam pengembangan sistem. 5. Implementasikan menjadi jauh lebih mudah terasa pengguna tahu apa yang diharapkan.
  • 14.
    POTENSI KESULITAN DARI PROTOTYPING 1.Terburu-buru dalam menyerahkan prototype dapat menyebabkan diambilnya jalan pintas dalam definisi masalah, evaluasi alternative dan dokumentasi. Dalam jalan pintas ini akan menciptakan usaha-usaha yang “cepat dan kotor”. 2. Pengguna dapat terlalu gembira dengan prototype yang diberikan yang mengarah pada ekspektasi yang tidak realitis sehubungan dengan sistem produksi nantinya.
  • 15.
    POTENSI KESULITAN DARI PROTOTYPING 3.Prototype evalusioner bisa jadi tidak terlalu efisien. 4. Antarmuka komputer manusia yang diberikan oleh beberapa alat tropotyping tertentu kemungkinan tidak mencerminkan teknik-teknik desain yang baik
  • 16.
    PENGEMBANGAN APLIKASI LEBIHCEPAT Satu metedologi yang memiliki tujuan yang sama dengan prototyping, yaitu memberikan respons yang cepat atas kebutuhan pengguna, namun dengan lingkup yang lebih luas adalah R.A.D. Istilah RAD dari rapid application development atau pengembangan aplikasi cepat diperkenalkan oleh konsultan komputer dan penulis James Martin.
  • 17.
    PENGEMBANGAN APLIKASI LEBIHCEPAT RAD adalah kumpulan strategi, metodologi dan alat terintegrasi yang terdapat di dalam suatu kerangka kerja yang disebut rekayasa informasi. Rekayasa informasi (information engineering-IE) adalah nama yang diberikan Martin kepada keseluruhan pendekata pengembangan sistemnya, yang ia perlakukan sebagai suatu aktivitas perusahaan secara menyeluruh.
  • 18.
    UNSUR-UNSUR PENTING RAD 1.Mananjemen : Khususnya manajemen puncak. Hendaknya menjadi penguji coba (experimenter) yang suka melakukan hal-hal dengan cara baru atau pengadaptasi awal (early adapter). 2. Orang : Dari pada hanya memanfaatkan satu tim untuk malakukan seluruh aktivitas SDLC, RAD menyadari adanya efisiensi yang dapat dicapai melalui penggunaan timtim khusus.
  • 19.
    UNSUR-UNSUR PENTING RAD 3.Metodologi : Metodologi dasar RAD adalah siklus hidup RAD. 4. Alat-alat : Alat-alat RAD terutama terdiri atas bahasa-bahasa generasi keempat dan alatalat rekayasa peranti lunak dengan bantuan komputer (computer-aided software engineering-CASE) yang memfasilitas prototyping dan penciptaan kode.
  • 20.
    PENGEMBANGAN BERFASE Satu metodologipengembangan sistem yang dewasa ini digunakan oleh banyak perusahaan adalah kombinasi dari SDLC tradisional, prototyping, dan RAD dengan mengambil fitur-fitur yang terbaik dari masing-masing metodologi.
  • 21.
    TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN BERFASE Investigasi Awal Menganalisisdengan tujuan untuk mempelajari tentang organisasi dengan masalah sistemnya: mendefinisikan tujuan, hambatan , risiko, dan ruang lingkup sistem baru.
  • 22.
    Pemodelan Proses Pemodelan prosespertama kali dilakukan dengan menggunakan digram alur (flowchart). Diagram ini mengilustrasikan aliran data melalui sistem dan program. International Organization for Standardization (ISO) menciptakan standar untuk bentuk-bentuk symbol flowchat, memastikan penggunaannya di seluruh dunia. Ketika diagram arus data dengan empat simbolnya muncul pada akhir tahun 1980-an, minat akan penerapannya pun muncul dengan seketika.
  • 23.
    Istilah terminator seringkali di pergunakan untuk menyatakan unsur-unsur lingkungan, karena menunjukkan titik-titik dimana sistem berakhir. Suatu terminator dapat berupa:  Orang, seperti seorang manajer, yang menerima laporan dari sistem  Organisasi, seperti departemen lain dalam perusahaan atau perusahaan lain.  Sistem lain yang memiliki antar muka dengan sistem.
  • 24.
    Proses Proses adalah sesuatuyang mengubah input menjadi output. Prosesa dapat digambarkan dengan sebuah lingkaran, sebuah persegi panjang horizontal, atau sebuah persegi panjang tegak bersudut melingkar. Masing-masing symbol proses diidentifikasikan dengan sebuah label.
  • 25.
    Arus Data Arus dataterdiri atas sekumpulan unsure-unsur data yang berhubungan secara logis (mulai dari satu unsure data tunggal hingga satu file atau lebih) yang bergerak dari satu titik atau proses ke titik atau proses yang lain. Simbol panah digunakan untuk menggambarkan arus ini dan dapat digambar dengan menggunakan garis lurus maupun melingkar.
  • 26.
    Penyimpanan Data Ketika kitaperlu meyimpan data karena suatu alas an tertentu, maka kita akan menggunakan penyimpanan data. Dalam terminologi DFD, penyimpanan data adalah suatu gudang data. DFD pada figur 7.12 mengilustrasikan sebuah sistem yang dapat dipergunakan oleh perusahaan untuk menghitung komisi bagi para agen penjualnya. Di sini, terminator digambarkan dengan kotak, proses dengan kotak tegak bersudut tumpul, arus data dengan garis lurus, dan peyimpangan data dengan kotak berujung terbuka.
  • 27.
    Pelanggan 1. Membuka surat Data pesanan penjualan yang telah dimasukkan 3 Menyotir pesanan-pesanan penjualan Pesananpenjualan 2. Memasukkan data pesanan penjualan Pesanan penjualan yang dimasukkan File formilir pesanan penjualan Catatan penjualan yang telah disortir 4 Menghitung penjualan komisi Manajer
  • 28.
  • 29.
    Sistem primer adalahsebuah program komputer dan sistem sekunder adalah orang yang berinteraksi dengan program komputer. Dialog biasanya terdiri atas tindakan-tindakan yang diambil oleh para partisipan, seperti yang dilakukan oleh seorang operator entri data dan sistem komputer.
  • 30.
    Sistem memverifikasi katasandi atau menolak entri. Operasi entri data memasukkan data pesanan penjualan ke dalam stasiun kerja. Data pesanan meliputi: •Nomor pelanggan •Nomor barang •Jumlah barang Program entri pesanan mengkases file induk untuk memverifikasi keakuratan: •Nomor perlanggan •Nomor barang Ketika nomor tidak dapat diverifikasi dengan benar, program akan menampilkan satu pesan kesalahan dan meminta operator memasukkan ulang informasi.
  • 31.
    Kapan Menggunakan DiagramArus Data dan Kasus Penggunaan Diagram arus data dan kasus penggunaan sering kali dibuat selama tahap-tahap investigasi awal dan analisis dari metodologi pengembangan berfase. DFD mengilustrasikan suatu tinjauan atas pembrosesan, dan kasus penggunaan memberikan detailnya. Biasanya dibutuhkan beberapa kasus penggunaan untuk mendukung satu diagram angka 0.
  • 32.
    Steering committee SIMmenjalankan tiga fungsi utama: •Menciptakan Kebijakan yang memastikan dukungan computer untuk mencapai sasaran strategis perusahaan. •Melakukan Pengendalian Fiskal dengan bertindak sebagai yang berwenang dalam memberikan persetujuan untuk seluruh permintaan akan pendanaan yang berhubungan dengan computer. •Menyelesaikan Perselisihan yang terjadi sehubungan dengan prioritas penggunaan computer.
  • 33.
    Kepemimpinan Proyek Steering committeeSIM jarang ikut terlibat langsung dengan detail pekerjaan. Tanggung jawab jatuh ke tangan tim proyek. Tim proyek meliputi semua orang yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan sistem informasi. Satu tim dapat memiliki anggota hingga selusin, yang terdiri atas gabungan beberapa orang pengguna, spesialis informasi, dan mungkin auditor internal. Auditor akan memastikan bahwa desain sistem telah memenuhi beberapa persyaratan tertentu dilihat dari segi keakuratan, pengendalian, keamanan, dan auditabiitas.
  • 34.
    Input Pengestimasian Biaya Sebuahwork breakdown structure (WBS) mengidentifikasikan aktivitas-aktifitas proyek yang akan membutuhkan sumber daya. Kebutuhan sumber daya (resource requirement) mencatumkan sumber daya tertentu yang akan dibutuhkan dan berapa jumlahnya. •Tarif sumber daya (resource rates) adalah biaya per-unit untuk setiap jenis sumber daya. •Estimasi durasi aktivitas (activity duration estimates) menyebutkan periode pekerjaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aktivitas. •Informasi historis (historical information) terdiri atas file-file dari data proyek masa lalu, basis data pengestimasian biaya komersial, dan pengetahuan tim proyek.
  • 35.
    Alat-alat dan TeknikEstimasi Biaya Estimasi analogis (analogous estimating) menggunakan biaya actual proyek-proyek serupa yang telah dilakukan di masa lalu sebagai dasar untuk memproyeksikan biaya dari proyek yang sedang dipertimbangkan. Teknik ini digunakan ketika hanya terdapat sedikit informasi lain yang tersedia. Estimasi dari bawah ke atas (bottom-up estimating) dimulai dengan detail, seperti aktivitas di dalam grafik Gantt, lalu mengalikannya dengan data biaya, seperti tariff per-jam untuk karyawan, untuk menghasilkan estimasi biaya proyek. Alat-alat terkomputerisasi (computerized tools) dapat digunakan secara terpisah atau untuk menyederhanakan alat-alat yang baru saja diuraikan. Satu sumber bagi alat-alat terkomputerisasi adalah WWW.CONSTRUX.COM.
  • 36.
    Komponen-komponen Proses EstimasiBiaya Input Alat Dan Teknik Output Estimasi biaya Work breakdown Estimasi analogis strucrure Kebutuhan sumber Estimasi dari bawah ke atas Detail-detail Pendukung daya Tarif sumber daya Alat-alat terkomputerisasi Rencana manajemen Biaya Estimasi durasi aktivitas Informasi historis
  • 37.
    Simpulan • Pendekatan sistemterdiri dari 3 fase :persiapan,definisi,dan solusi. • Pendekatan SDLC terdiri dari lima tahap: • Perencanaan,analisis,desain,dan implementasi. • Data input digunakantidak hanya dalam bentuk estimasi melainkanjuga detail-detail pendukung seperti bagaimana asumsi di lakukan,asumsi-asumsi,dan varians biaya akan dikelola setelah proyek di jalankan.