Tenaga yang berasal dari luar bumi




                   OG EN
            AESK
    EN AG
T
• Tentunya Anda sudah paham bahwa bentuk permukaan
  bumi ini disebabkan oleh adanya dua tenaga, yaitu
  tenaga endogen dan eksogen. Pada kegiatan 1, Anda
  sudah belajar banyak tentang tenaga endogen.
  Pegunungan, gunung, dataran rendah, dataran tinggi,
  atau lembah merupakan hasil aktivitas tenaga
  endogen. Bentuk permukaan bumi itu akan mengalami
  perubahan melalui tenaga eksogen. Nah, bahasan kali
  ini kita akan memfokuskan pada tenaga eksogen yang
  lebih difokuskan pada pelapukan, erosi, dan
  sedimentasi.
Menurut proses terjadinya
      Wathering               pelapukan dapat digolongkan
                              menjadi 3 jenis yaitu:
      (pelapukan)             - pelapukan fisik atau mekanik
                              - pelapukan organis
                              - pelapukan kimiawi

• Pelapukan adalah proses pegrusakan atau
  penghancuran kulit bumi oleh tenaga
  eksogen. Pelapukan di setiap daerah
  berbeda beda tergantung unsur unsur
  dari daerah tersebut. Misalnya di daerah
  tropis yang pengaruh suhu dan air sangat
  dominan, tebal pelapukan dapat mencapai
  seratus meter, sedangkan daerah sub
  tropis pelapukannya hanya beberapa
  meter saja.
Pelapukan fisik dan mekanik
• Pelapukan mekanis atau
  sering disebut
  pelapukan fisis adalah
  penghancuran batuan
  secara fisik tanpa
  mengalami perubahan
  kimiawi.
Penyebab terjadinya pelapukan
               mekanik yaitu:
• Adanya perbedaan temperatur yang
  tinggi.
  Peristiwa ini terutama terjadi di
  daerah yang beriklim kontinental atau
  beriklim Gurun di daerah gurun
  temperatur pada siang hari dapat
  mencapai 50 Celcius. Pada siang hari
  bersuhu tinggi atau panas. Batuan
  menjadi mengembang, pada malam
  hari saat udara menjadi dingin,
  batuan mengerut. Apabila hal itu
  terjadi secara terus menerus dapat
  mengakibatkan batuan pecah atau
  retak-retak.
• Jika air tanah mengandung
                                  garam, maka pada siang
                                  hari airnya menguapdan
• Akibat pembekuan air
                                  garam akan mengkristal.
  Batuan bisa pecah/hancur        Kristal garam ini tajam
  akibat pembekuan air yang       sekali dan dapat merusak
  terdapat di dalam batuan.       batuan pegunungan di
  Misalnya di daerah sedang       sekitarnya, terutama
  atau daerah batas salju, pada
  musim panas, air bisa masuk
                                  batuan karang di daerah
  ke pori-pori batuan. Pada       pantai.
  musim dingin atau malam hari
  air di pori-pori batuan itu
  menjadi es. Karena menjadi
  es, volume menjadi besar,
  akibatnya batuan menjadi
  pecah.
Pelapukan Biologis
• Mungkin Anda pernah melihat orang sedang memecahkan batu.
  Batu yang besar itu dihantam dengan palu menjadi kerikil-kerikil
  kecil yang digunakan untuk bahan bangunan. Ilustrasi ini
  merupakan contoh pelapukan biologis.
• Pelapukan biologis atau disebut juga pelapukan organis terjadi
  akibat proses organis. Pelakunya adalah mahluk hidup, bisa oleh
  tumbuh-tumbuhan, hewan, atau manusia. Akar tumbuh-
  tumbuhan bertambah panjang dapat menembus dan
  menghancurkan batuan, karena akar mampu mencengkeram
  batuan. Bakteri merupakan media penghancur batuan yang
  ampuh. Cendawan dan lumut yang menutupi permukaan batuan
  dan menghisap makanan dari batu bisa menghancurkan batuan
  tersebut.
Pelapukan Kimiawi
• Pelapukan kimiawi adalah pelapukan yang terjadi akibat
  peristiwa kimia. Biasanya yang menjadi perantara air,
  terutama air hujan. Tentunya Anda masih ingat bahwa air
  hujan atau air tanah selain senyawa H2O, juga
  mengandung CO2 dari udara. Oleh karena itu
  mengandung tenaga untuk melarutkan yang besar, apalagi
  jika air itu mengenai batuan kapur atau karst.
• Batuan kapur mudah larut oleh air hujan. Oleh karena itu
  jika Anda perhatikan pada permukaan batuan kapur
  selalu ada celah-celah yang arahnya tidak beraturan.
  Hasil pelapukan kimiawi di daerah karst biasa
  menghasilkan karren, ponor, sungai bawah tanah,
  stalagtit, tiang-tiang kapur, stalagmit, atau gua kapur.
Karren
• Di daerah kapur biasanya terdapat celah-celah atau
  alur-alur sebagai akibat pelarutan oleh air hujan.
  Gejala ini terdapat di daerah kapur yang tanahnya
  dangkal. Pada perpotongan celah-celah ini biasanya
  terdapat lubang kecil yang disebut karren.
Ponor
• Ponor adalah lubang masuknya aliran air ke dalam
  tanah pada daerah kapur yang relatif dalam. Ponor
  dapat dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu dolin
  dan pipa karst. Dolin adalah lubang di daerah karst
  yang bentuknya seperti corong. Dolin ini dibagi
  menjadi 2 macam, yaitu dolin korosi dan dolin terban.
  Dolin korosi terjadi karena proses pelarutan batuan
  yang disebabkan oleh air. Di dasar dolin diendapkan
  tanah berwarna merah (terra rossa). Sedangkan dolin
  terban terjadi karena runtuhnya atap gua kapur
  (perhatikan gambar).
Dolin
Dolin Korosi      Dolin Terban
Gua kapur
• Jika Anda berkunjung ke daerah kapur, biasanya di
  daerah ini banyak terdapat gua. Pada gua ini sering
  dijumpai stalaktit dan stalakmit. Stalaktit adalah
  endapan kapur yang menggantung pada langit-
  langit gua (atas). Bentuknya biasanya panjang,
  runcing dan tengahnya mempunyai lubang
  rambut. Sedangkan stalakmit adalah endapan
  kapur yang terdapat pada lantai gua (bawah).
  Bentuknya tidak berlubang, berlapis-lapis, dan
  agak tumpul. Jika stalaktit dan stalakmit bisa
  bersambung, maka akan menjadi tiang kapur
  (pillar).
Erosi
• Erosi sering disebut juga pengikisan. Erosi adalah proses
  pengikisan terhadap batuan yang dilakukan oleh air, angin,
  atau gletser. Air hujan bisa mengikis permukaan tanah
  terutama yang gundul. Tanah itu bersama air mengalir ke
  sungai. Air sungai juga dapat mengikis tepi atau bagian dasar
  sungai. Akibat pengikisan pada tepi sungai menyebabkan
  sungai menjadi berkelok-kelok dan melebar. Sedangkan
  pengikisan ke dasar sungai bisa menyebabkan sungai
  bertambah dalam.
Abrasi
• Air laut juga bisa menyebabkan erosi. Apabila Anda
  perhatikan di sekitar pantai, ombak atau gelombang laut
  selalu menerjang tepi pantai, mengikis sedikit demi sedikit
  tepi pantai. Pengikisan batuan oleh air laut itu disebut
  abrasi. Jika air atau gelombang yang mengikis
  batuan itu
  membawa material
  pasir atau batu
  kecil, maka tenaga
  pengikisannya
  akan bertambah
  kuat.
Korasi

 • Angin bisa menyebabkan terkikisnya batuan. Angin
   dengan hembusannya disertai dengan material yang
   diangkutnya di daerah gurun menabrak gunung-gunung
   batu, sehingga bisa berubah menjadi patung-patung
   alam. Pengikisan batuan oleh angin ini disebut korasi.
Gletser
• Gletser adalah es yang mengalir secara lambat.
  Gletser ini juga bisa menjadi pengikisan. Gletser
  dengan kemampuan mengikisnya (erosi glacial) dapat
  merubah palung sungai berbentuk V menjadi
  berbentuk U.
• Sampai di sini bagaimana? Untuk
  menyegarkan tubuh, silakan Anda
  menggerakkan tubuh sejenak atau minum air
  dulu. Jika sudah segar kembali, mari kita
  lanjutkan!
Sedimentasi
• Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan
  yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin tadi. Pada
  saat pengikisan terjadi, air membawa batuan mengalir ke
  sungai, danau, dan akhirnya sampai di laut. Pada saat
  kekuatan pengangkutannya berkurang atau habis, batuan
  diendapkan di daerah aliran air tadi. Karena itu pengendapan
  ini bisa terjadi di sungai, danau,
• Pengendapan yang terjadi di sungai disebut sedimen fluvial.
  Hasil pengendapan ini biasanya berupa batu giling, batu
  geser, pasir, kerikil, dan lumpur yang menutupi dasar sungai.
• Di danau juga bisa terjadi endapan batuan. Hasil endapan ini
  biasanya dalam bentuk delta, lapisan batu kerikil, pasir, dan
  lumpur. Proses pengendapan di danau ini disebut sedimen
  limnis.
Pengendapan oleh air
• Meander merupakan sungai yang berkelok - kelok yang
  terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-
  keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu.Pada
  bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk
  juga kecil. Akibatnya sungai mulai menghindari
  penghalang dan mencari rute yang paling mudah dilewati.
  Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan.
• Meander biasanya terbentuk pada sungai bagian hilir,
  dimana pengikisan dan Pengendapan terjadi secara
  berturut turut. Proses pengendapan yang terjadi secara
  terus menerus akan menyebabkan kelokan sungai
  terpotong dan terpisah dari aliran sungai, Sehingga
  terbentuk oxbow lake.
Huh,, Kepak

                               Andrea Fendy Tjianto Shiochu




Rhiey Andt Maynaki

                                                    Idho’s Al amin Nasution
                     Nurul Wulandari
SAMPAI JUMPE AGEK SEMUENYE…
MAKASEH DAH NONTON

Tenaga eskogen

  • 1.
    Tenaga yang berasaldari luar bumi OG EN AESK EN AG T
  • 2.
    • Tentunya Andasudah paham bahwa bentuk permukaan bumi ini disebabkan oleh adanya dua tenaga, yaitu tenaga endogen dan eksogen. Pada kegiatan 1, Anda sudah belajar banyak tentang tenaga endogen. Pegunungan, gunung, dataran rendah, dataran tinggi, atau lembah merupakan hasil aktivitas tenaga endogen. Bentuk permukaan bumi itu akan mengalami perubahan melalui tenaga eksogen. Nah, bahasan kali ini kita akan memfokuskan pada tenaga eksogen yang lebih difokuskan pada pelapukan, erosi, dan sedimentasi.
  • 3.
    Menurut proses terjadinya Wathering pelapukan dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu: (pelapukan) - pelapukan fisik atau mekanik - pelapukan organis - pelapukan kimiawi • Pelapukan adalah proses pegrusakan atau penghancuran kulit bumi oleh tenaga eksogen. Pelapukan di setiap daerah berbeda beda tergantung unsur unsur dari daerah tersebut. Misalnya di daerah tropis yang pengaruh suhu dan air sangat dominan, tebal pelapukan dapat mencapai seratus meter, sedangkan daerah sub tropis pelapukannya hanya beberapa meter saja.
  • 4.
    Pelapukan fisik danmekanik • Pelapukan mekanis atau sering disebut pelapukan fisis adalah penghancuran batuan secara fisik tanpa mengalami perubahan kimiawi.
  • 5.
    Penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu: • Adanya perbedaan temperatur yang tinggi. Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim Gurun di daerah gurun temperatur pada siang hari dapat mencapai 50 Celcius. Pada siang hari bersuhu tinggi atau panas. Batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat udara menjadi dingin, batuan mengerut. Apabila hal itu terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak.
  • 6.
    • Jika airtanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguapdan • Akibat pembekuan air garam akan mengkristal. Batuan bisa pecah/hancur Kristal garam ini tajam akibat pembekuan air yang sekali dan dapat merusak terdapat di dalam batuan. batuan pegunungan di Misalnya di daerah sedang sekitarnya, terutama atau daerah batas salju, pada musim panas, air bisa masuk batuan karang di daerah ke pori-pori batuan. Pada pantai. musim dingin atau malam hari air di pori-pori batuan itu menjadi es. Karena menjadi es, volume menjadi besar, akibatnya batuan menjadi pecah.
  • 7.
    Pelapukan Biologis • MungkinAnda pernah melihat orang sedang memecahkan batu. Batu yang besar itu dihantam dengan palu menjadi kerikil-kerikil kecil yang digunakan untuk bahan bangunan. Ilustrasi ini merupakan contoh pelapukan biologis. • Pelapukan biologis atau disebut juga pelapukan organis terjadi akibat proses organis. Pelakunya adalah mahluk hidup, bisa oleh tumbuh-tumbuhan, hewan, atau manusia. Akar tumbuh- tumbuhan bertambah panjang dapat menembus dan menghancurkan batuan, karena akar mampu mencengkeram batuan. Bakteri merupakan media penghancur batuan yang ampuh. Cendawan dan lumut yang menutupi permukaan batuan dan menghisap makanan dari batu bisa menghancurkan batuan tersebut.
  • 8.
    Pelapukan Kimiawi • Pelapukankimiawi adalah pelapukan yang terjadi akibat peristiwa kimia. Biasanya yang menjadi perantara air, terutama air hujan. Tentunya Anda masih ingat bahwa air hujan atau air tanah selain senyawa H2O, juga mengandung CO2 dari udara. Oleh karena itu mengandung tenaga untuk melarutkan yang besar, apalagi jika air itu mengenai batuan kapur atau karst. • Batuan kapur mudah larut oleh air hujan. Oleh karena itu jika Anda perhatikan pada permukaan batuan kapur selalu ada celah-celah yang arahnya tidak beraturan. Hasil pelapukan kimiawi di daerah karst biasa menghasilkan karren, ponor, sungai bawah tanah, stalagtit, tiang-tiang kapur, stalagmit, atau gua kapur.
  • 9.
    Karren • Di daerahkapur biasanya terdapat celah-celah atau alur-alur sebagai akibat pelarutan oleh air hujan. Gejala ini terdapat di daerah kapur yang tanahnya dangkal. Pada perpotongan celah-celah ini biasanya terdapat lubang kecil yang disebut karren.
  • 10.
    Ponor • Ponor adalahlubang masuknya aliran air ke dalam tanah pada daerah kapur yang relatif dalam. Ponor dapat dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu dolin dan pipa karst. Dolin adalah lubang di daerah karst yang bentuknya seperti corong. Dolin ini dibagi menjadi 2 macam, yaitu dolin korosi dan dolin terban. Dolin korosi terjadi karena proses pelarutan batuan yang disebabkan oleh air. Di dasar dolin diendapkan tanah berwarna merah (terra rossa). Sedangkan dolin terban terjadi karena runtuhnya atap gua kapur (perhatikan gambar).
  • 11.
    Dolin Dolin Korosi Dolin Terban
  • 12.
    Gua kapur • JikaAnda berkunjung ke daerah kapur, biasanya di daerah ini banyak terdapat gua. Pada gua ini sering dijumpai stalaktit dan stalakmit. Stalaktit adalah endapan kapur yang menggantung pada langit- langit gua (atas). Bentuknya biasanya panjang, runcing dan tengahnya mempunyai lubang rambut. Sedangkan stalakmit adalah endapan kapur yang terdapat pada lantai gua (bawah). Bentuknya tidak berlubang, berlapis-lapis, dan agak tumpul. Jika stalaktit dan stalakmit bisa bersambung, maka akan menjadi tiang kapur (pillar).
  • 13.
    Erosi • Erosi seringdisebut juga pengikisan. Erosi adalah proses pengikisan terhadap batuan yang dilakukan oleh air, angin, atau gletser. Air hujan bisa mengikis permukaan tanah terutama yang gundul. Tanah itu bersama air mengalir ke sungai. Air sungai juga dapat mengikis tepi atau bagian dasar sungai. Akibat pengikisan pada tepi sungai menyebabkan sungai menjadi berkelok-kelok dan melebar. Sedangkan pengikisan ke dasar sungai bisa menyebabkan sungai bertambah dalam.
  • 14.
    Abrasi • Air lautjuga bisa menyebabkan erosi. Apabila Anda perhatikan di sekitar pantai, ombak atau gelombang laut selalu menerjang tepi pantai, mengikis sedikit demi sedikit tepi pantai. Pengikisan batuan oleh air laut itu disebut abrasi. Jika air atau gelombang yang mengikis batuan itu membawa material pasir atau batu kecil, maka tenaga pengikisannya akan bertambah kuat.
  • 17.
    Korasi • Anginbisa menyebabkan terkikisnya batuan. Angin dengan hembusannya disertai dengan material yang diangkutnya di daerah gurun menabrak gunung-gunung batu, sehingga bisa berubah menjadi patung-patung alam. Pengikisan batuan oleh angin ini disebut korasi.
  • 19.
    Gletser • Gletser adalahes yang mengalir secara lambat. Gletser ini juga bisa menjadi pengikisan. Gletser dengan kemampuan mengikisnya (erosi glacial) dapat merubah palung sungai berbentuk V menjadi berbentuk U.
  • 21.
    • Sampai disini bagaimana? Untuk menyegarkan tubuh, silakan Anda menggerakkan tubuh sejenak atau minum air dulu. Jika sudah segar kembali, mari kita lanjutkan!
  • 22.
    Sedimentasi • Sedimentasi adalahperistiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin tadi. Pada saat pengikisan terjadi, air membawa batuan mengalir ke sungai, danau, dan akhirnya sampai di laut. Pada saat kekuatan pengangkutannya berkurang atau habis, batuan diendapkan di daerah aliran air tadi. Karena itu pengendapan ini bisa terjadi di sungai, danau, • Pengendapan yang terjadi di sungai disebut sedimen fluvial. Hasil pengendapan ini biasanya berupa batu giling, batu geser, pasir, kerikil, dan lumpur yang menutupi dasar sungai. • Di danau juga bisa terjadi endapan batuan. Hasil endapan ini biasanya dalam bentuk delta, lapisan batu kerikil, pasir, dan lumpur. Proses pengendapan di danau ini disebut sedimen limnis.
  • 23.
    Pengendapan oleh air •Meander merupakan sungai yang berkelok - kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok- keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu.Pada bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil. Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan mencari rute yang paling mudah dilewati. Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan. • Meander biasanya terbentuk pada sungai bagian hilir, dimana pengikisan dan Pengendapan terjadi secara berturut turut. Proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai, Sehingga terbentuk oxbow lake.
  • 28.
    Huh,, Kepak Andrea Fendy Tjianto Shiochu Rhiey Andt Maynaki Idho’s Al amin Nasution Nurul Wulandari
  • 29.
    SAMPAI JUMPE AGEKSEMUENYE… MAKASEH DAH NONTON