Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Litosfer-Materi kelas X

4,092 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Litosfer-Materi kelas X

  1. 1. Oleh: 1. Evi Dwi Astutik (04) 2. Lailatul Qodriyah (11) 3. Puguh Ari Subakti (23) 4. Septin Grahaning Tyas (27) 5. Silvi Mi’rojun Nabiila (29)
  2. 2. 1. Inti bumi(barisfer) sebagian inti bumi terdiri atas nikel dan besi. Oleh karena itu inti bumi sering disebut lapisan nife yang berarti niccolom (nikel) dan ferrum(besi). Terdiri atas 2 lapisan yaitu lapisan inti dalam(padat) dan luar(cair). Jari-jari inti bumi kira-kira 3470km dan batas luarnya kurang lebih 2900km dibawah permukaan bumi.
  3. 3.  Lapisan yang terdapat di atas lapisan nife setebal 1700km.  Berat jenisnya rata-rata 5g/cm³  Merupakan bahan cair yang bersuhu tinggi(sekitar 3000° celcius),berpijar dan bersifat plastis.  Berfungsi sebagai pelindung bumi dari inti bumi yang sangat panas.  Mantel bagian atas terdiri dari eklogit/peridolit yang kaya Fe,Mg,Ca,Na,dan silikat alumunium dengan viskositas rata-rata 8x10²¹ piose. Sering disebut sebagai astenosfer.  Mantel bagian bawah lebih padat karena
  4. 4. 3. Kerak Bumi(litosfer) Litosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu litos(batuan) dan sphera(lapisan). Maka, litosfer diartikan sbg lapisan kulit bumi yang paling luar. Bersifat padat dan pejal. Memiliki gravitasi diantara 2,0-3,0. Kerak bumi memiliki ketebalan 5km di lantai samudra hingga 40km di bawah barisan pegunungan. Terdiri atas 2 lapisan : a. Kerak benua(lapisan atas) Mempunyai lapisan yg lebih tebal dibandingkan kerak samudra. Disebut lapisan Sial(mengandung Sillisium dan Alumunium). Lapisan atas pada kerak ini berupa batuan granit,sedangkan lapisan bawahnya beurpa batuan basal yg lebih rapat. Lapisan-Lapisan ini menurut peristiwa geologi terbentuk pada berbagai zaman melalui berbagai macam proses. Batuan yg paling tua ditemukan pada perisai-perisai Prokambium. Batuan yang lebih muda
  5. 5. b. Kerak Samudra(lapisan bawah)  Merupakan benda padat yang terdiri dari endapan di laut pada bagian atas,kemudian dibawahnya batuan-batuan vulkanik dan yang paling bawah tersusun dari batuan gabro dan peridotit.  Mempunyai ketebalan 5km. Disebut lapisan sima(mengandung Sillisium & Magnesium). Kerak samudra yang terus dibentuk oleh letusan gunung api sepanjang celah-celah bawah laut disebut pematang tengah samudera.
  6. 6. Adalah batuan yang berasal dari magma yang membeku 1. Berdasarkan tempat pembekuan a. Batuan beku dalam Batuan beku yang terbentuknya jauh di dalam jauh di dalam permukaan bumi yaitu pada kedalaman 15-50km. Proses pendinginannya berlangsung lambat sehingga hasil batuannya berbentuk kristal penuh yang besar-besar(holokristalin) Ciri-ciri: 1. Umumnya berbutir lebih kasar
  7. 7. b. Batuan beku/celah/korok/sela/hipabysal Batuan yang terjadi dari magma yang membeku dari lorong antara sarang magma dan permukaan bumi. Proses pembekuannya berlangsung lebih cepat shg kristal yang dibentuk tidak semua besar(kurang sempurna) bahkan ada yg tidak mengkristal,misalnya bahan amorf. Contoh : granit fosfir. c. Batuan beku luar/vulkanik/leleran/effusif batuan yang terjadi dari sebagian magma yang membeku setelah tiba di permukaan bumi. Membeku secara cepat sehingga batuan ini mempunyai tekstur kristal-kristal yang sangat lembut atau mikro. Bahka sering menimbulkan adanya mineral-minera gelas. Contoh : basalt, diorit, andesit, obsidian, securia, pumice (batu apung), riolit, liparit.
  8. 8. 2. Batuan beku mineral ringan yaitu batuan beku yang tersusun atas mineral- mineral ringan, biasanya berwarna terang, mudah pecah dan banyak mengandung silikat sehingga termasuk batuan yang bersifat asam. 3. Batuan beku mineral berat batuan beku yang tersusun atas mineral- mineral berat biasanya berwarna berat, sukar pecah, dan kandungan silikatnya sedikit sehingga termasuk batuan yang bersifat basa.
  9. 9.  Adalah batuan yang terbentuk dari batuan beku yang mengalami pelapukan.  Kemudian, batuan tersebut mengalami proses pengikisan (erosi), pengangkutan, dan bercampur dengan material lain seperti bahan organik dan diendapkan di tempat yang lebih rendah melalui proses sedimentasi. Material yang diendapkan jika mengalami pemadatan (kompaksi) dan perekatan (sementasi) berubah menjadi batuan sedimen. Pelapukan(kl astik) Pengangk utan Pengendapan
  10. 10. 1. Batuan sedimen aquatis adalah batuan sedimen yang diendapkan oleh air. Contoh: batu pasir dan tanah liat a. Batuan Breksi adalah batuan sedimen yang terdiri dari batu-batu yang bersudut-sudut tajam yang sudah direkat satu sama lain. b. Konglomerat adalah batuan sedimen yang terdiri dari batu-batu yang bulat-bulat yang sudah direkat satu sama lain. c. Batu pasir 2. Batuan Sedimen Aeolis (Aeris) adalah batuan sedimen yang diendapkan oleh angin. Contoh: Tanal Loss, Tanah pasir 3. Batuan sedimen glasial adalah batuan sedimen yang diendapkan oleh gletser, sungai dari es. Contoh: Tanah Lim dan Morena
  11. 11. 1. Batuan Sedimen Klastik adalah batuan sedimen yang mengalami penghancuran dari bongkahan besar ke kecil tanpa berubah susunan kimianya. Contoh: Batuan beku yang lapuk dan pecah menjadi kecil 2. Batuan Sedimen Organik adalah batuan sedimen yang pada waktu pengendapannya mendapat pengaruh dari organisme, seperti sisa tumbuhan, hewan, dan manusia
  12. 12. 3. Batuan sedimen kimiawi adalah batuan sedimen yang berubah susunan kimianya. Contoh: Batuan yang mengalami pelarutan, seperti batu gamping(CaC0₃) yang larut menjadi bentukan Stalaktit dan stalagmit. Batuan sedimen kimiawi dapat dibentuk secara: a. Evaporasi dibentuk dari penguapan air laut pada endapan sehingga mineral-mineralnya tertinggal. Penyusunannya bersifat monomineralit(Mineral-mineral tunggal)yang dikenal dengan mineral garam. Paling banyak ditemukan di Amerika Serikat, Eropa dan Timur Tengah b. Biokimia dibentuk dari pengendapan unsur- unsur kimia yang ada di air tawar atau air laut, kemudian diendapkan selapis demi selapis.
  13. 13. 1. Batuan Sedimen Fluvial diendapkan di sungai. Contoh: Tanah liat dan pasir 2. Batuan Sedimen Teristris diendapkan di darat. Contoh: Tuf, Batu pasir, dan Loss 3. Batuan Sedimen Limnis diendapkan di rawa- rawa atau danau. Contoh: Tanah Gambut 4. Batuan Sedimen Glasial diendapkan di padang es atau gletser. Contoh; Batu Lim atau Moriene 5. Batuan Sedimen Marine diendapkan di laut. Contoh: Batu Kapur, Batu karang, dan batu garam
  14. 14.  Adalah batuan yang berasal dari batuan induk, dapat berupa batuan beku, batuan sedimen yang mengalami proses metamorfosa  Metamorfosa adalah proses rekristalisasi dalam kerak bumi(3-20 km) yang keseluruhannya atau sebagian besar terjadi dalam keadaan padat, yakni tanpa melalui fase cair sehingga membentuk struktur dan mineral baru akibat pengaruh temperatur yang sangat tinggi
  15. 15. 1. Metamorfosa Thermal(kontak) disebabkan oleh adanya kenaikan temperatur pada batuan tertentu. Contoh: batu gamping yang terkena sebuah intrusi akan menjadi marmer 2. Metamorfosa Kataklastik terjadi pada lokasi batuan yang mengalami proses penggerusan secara mekanik yang disebabkan oleh faktor penekanan baik tegak maupun mendatar. Contoh: batuan iklonik 3. Metamorfosa Dinamo(Burial) terbentuk oleh pembebanan massa sedimentasi yang sangat tebal pada suatu cekungan yang sangat luas yang dikenal dengan sebutan cekungan geosinklin. Contoh: Batu Sabak 4. Metamorfosa Pneumatolitik terjadi karena pengaruh gas-gas dari magma. Contoh: Kuarsa dengan Gas Borium berubah menjadi
  16. 16. Magma Batuan Beku Batuan Sedimen Batuan Metamorf
  17. 17. 1. Relief Daratan a. Pegunungan dan gunung Pegunungan merupakan suatu jalur memanjang yang menghubungkan antara puncak yang satu dengan puncak yang lainnya. Kepulauan Indonesia termasuk dalam sistem Pegunungan Sirkum Pasifik dan Mediterania. Sebagian besar gunung di Indonesia termasuk Gunug Api
  18. 18. b. Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Dataran Rendah merupakan hasil sedimentasi di pantai yang berhadapan dengan laut dangkal. Di dataran rendah berliku-liku dan membentuk meander sehingga disana sini terdapat sungai yang mati sebagai akibat pemenggalan aliran sungai. Di dataran rendah sedimentasi lebih kuat daripada erosi dikarenakan tenaga endogen mengangkat dataran rendah ke atas permukaan laut sampai pada ketinggian yang cukup (Dataran Tinggi atau Plato).
  19. 19. c. Peneplain adalah dataran rendah setinggi permukaan air laut yang miring menurun sangat landai ke arah laut, dan banyak terdapat sisa erosi berbentuk tonjolan batu pejal yang dinamakan Monadnok. Contoh Peneplain: Paparan Sunda , Contoh Monadnok: Pulau Bangka dan Belitung (Muncul Di atas permukaan laut) d. Pantai adalah perbatasan antara daratan dan lautan. Bentuk daratan di pantai mengalami perubahan akibat sedimentasi dari darat ataupun dari laut/akibat pengikisan air laut
  20. 20. 1. Teras Benua adalah bagian dasar laut di tepi benua berelief lemah dan lebarnya bermacam- macam .Terdiri atas dua bagian yaitu dangkalan benua(berkedalaman 0-200m dan lebarnya 0- 1200km) dan lereng benua. 2. Lereng kontinen adalah bidang miring yang membatasi dangkalan benua. Kemiringannya 1°-35°. Mulai dari tepi dangkalan benua ke arah laut lepas kedalamannya 200-1800 m.
  21. 21. 3. Palung laut adalah cekungan yang berupa lembah yang sempit, dalam, dan dengan dinding yang curam. 4. Paparan adalah dataran di dasar laut yang terhamoar di tepi benua, landai dan membentuk dangkalan. 5. Cekungan adalah paparan benua ke arah laut dan berbentuk cekung dengan kedalaman 130 m sampai 4000 m. 6. Ambang Laut adalah bentuk gunung laut yang puncaknya mucul ke permukaan air laut.
  22. 22. Adalah tenaga geologi yang berasal dari dalam bumi dan besifat konstruktif (membangun bentuk-bentuk muka bumi) 1. Tektonisme(diastropisme) adalah peristiwa pergeseran atau dislokasi letak lempeng bumi dalam skala besar, baik mendatar atau vertikal. Jenis tenaga tektonik : a. Epirogenesa :gerak naik turunnya daratan yang meliputi daerah yang luas dan dalam waktu yang lama. 1. Epirogenesa positif adalah gerakan penurunan sebuah daratan sehinggan nampak permukaan laut seperti naik. Seperti di pantai barat Amerika Utara dan Amerika Selatan yang membentuk jalur pegunungan Rocky dan pegunungn Andes 2. Epirogenesa negatif adalah kenaikan daratan sehingga
  23. 23. b. Orogenesa adalah gerakan endogen yang relatif cepat dan meliputi wilayah yang sempit. Menyebabkan : 1. Lipatan : Disebabkan adanya gerakan horizontal yang bergerak ke satu arah sehingga menimbulkan lekukan di permukaan bumi. Puncak lipatan disebut antiklin(jika banyak antiklinorium), dan lembah lipatan disebut sinklin(jika banyak sinklinorium). Peristiwa ini dipengaruhi oleh kekuatan tenaga penggerak,elastisitas litosfer dan waktu proses pelipatan.
  24. 24. Macam-macam lipatan: a. lipatan tegak d. lipatan menggantung b. lipatan miring e. lipatan isoklin c. lipatan rebah f. lipatan kelopak
  25. 25. 2.Patahan terjadi karena bagian lithosfer menglaami pelengkungan yang melebihi batas elastisitasnya atau karena adanya tenaga tarik menarik. Bidang tempat retak atau patahnya kulit bumi disebut bidang patahan. Bidang patahan yang telah mengalami pergeseran disebut fault/sesar. Berdasarkan arah gerak, patahan dapat dibagi: 1. Sesar naik dan sesar turun Sesar turun/normal/biasa adalah apabila terdapat bagian yang mengalami penurunan. Gejala pensesaran yang atap sesarnya seakan bergerak ke atas (vertikal) disebut sesar naik/ reverse fault/thrust. Sebuah sesar naik disebut sesar sungkup apabila jarak pergeserannya sampai beberapa kilometer dan bagian yang satu menutup bagian yang lain. Contoh sesar di Indonesia: sistem patahan di Bukit
  26. 26. 2. Graben dan Horst sesar turun dapat mengakibatkan terbentuknya graben/slenk yaitu sebuah jalur batuan yang terletak di antara dua bidang sesar yang hampir sejajar, sempit dan panjang. Bagian yang meninggi atau muncul terhadap daerah sekitarnya disebut horst. Seperangkat gejala sesar turun dengan arah lemparan yang sama disebut step faulting(sesar berbentuk tangga). 3. Sesar mendatar/tranversal sesar mendatar adalah sesar yang mengalami pergeseran horisontal walaupun ada sedikit gerak vertikal. Umumnya ditemui di daerah yang mengalami perlipatan dan pensesaran naik. Arahnya dapat memotong lipatan secara diagonal
  27. 27.  Adalah gejala atau peristiwa yang berhubungan dengan magma yang keluar mencapai permukaan bumi melalui retakan dalam kerak bumi.Peristiwa ini disebut Diatrema(Terusan Kepundan).  Magma yang keluar dari permukaan bumi disebut lava.  Magma dapat bergerak naik karena memiliki suhu yang tinggi dan mengandung gas-gas yang memiliki cukup energi untuk mendorong batuan diatasnya.  Dalam litosfer magma menempati tempat yang
  28. 28.  Magma adalah batu cair pijar bersuhu tinggi yang terjadi dari berbagai mineral dan mengandung gas yang larut di dalamnya.  Magma dapat dibedakan berdasarkan susunan mineral yang dikandung. Kandungan tersebut meliputi magma yang asam dan magma yang basa.  Magma basa berwarna lebit tua daripada yang asam karena mengandung banyak mineral yang berwarna tua. Contoh;Gabro dan Basalt  Contoh magma asam adalah granit dan diorit
  29. 29.  Pada Lapisan sial terdapat pemekatan- pemekatan magma yang disebut dapur magma atau reservoir magma.  Dapur magma inilah yang merupakan sumber utama bahan aktivitas vulkanisme
  30. 30. a. Benda padat(Efflata) Ukurannya mulai dari yang amat halus sampai yang kasar atau besar,berturut-turut adalah debu, pasir, lapili(Batu sebesar kecil), batu besar(bom) dan batu apung. Menurut asalnya dibedakan menjadi dua: 1. Efflata Allogen berasal dari batuan litosfer di sekitar Diatrema yang ikut terbawa keluar oleh erupsi ledakan 2. Efflata Otogen berasal dari magma yang terlempar saat erupsi dan membeku
  31. 31. b. Benda Cair Terdiri atas tiga macam: 1. Lava adalah magma yang keluar ke permukaan bumi 2. Lahar panas adalah lahar yang berasal dari letusan gunung berapi yang memiliki danau kawah(kaldera), yaitu kawah luas yang terbentuk oleh tubuh gunung berapiyang ikut terlempar pada saat terjadi erupsi ledakan. Contoh Kaldera: Kawah Gunung Bromo 3. Lahar dingin(Lahar Hujan) adalah lahan yang berasal dari bahan letusan yang sudah mengendap, kemudian mengalir deras menuruni lereng gunung dan jurang, serta menyapu bersih semua yang dilaluinya
  32. 32. c. Benda Gas Terdiri dari: 1. Solfatar adalah gas hidrogen sulfida(H2S) yang keluar dari lubang 2. Fumarol adalah tempat yang mengeluarkan uap air panas 3. Mofet adalah tempat mengeluarkan gas asam arang (CO2) Contoh: Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Dieng
  33. 33. Intrusi (Plutonisme) adalah penerobosan magma ke permukaan bumi yang tidak mencapai permukaan bumi.
  34. 34. 1. Batolith adalah Batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma karena penurunan suhu yang ssangat lambat (dapur magma yang membeku) 2. Lakolit adalah batuan beku yang berasal dari resapan magma diantara dua lapisan litosfer dan membentuk bentukan seperti lensa cembung datar. 3. Keping Intrusi(sill) yaitu sisipan magma yang membeku diantara dua lapisan litosfer, relatif tipis, melebar, dan sejajar dengan bidang perlapisan 4. Diatrema adalah batuan pengisi pipa letusan, berbentuk silinder mulai dari dapur magma
  35. 35. 6. Apolisa : Suatu intrusi yang bercabang – cabang banyak. 7. Gang/Dike :Batuan hasil intrusi magma yang memotong lapisan- lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng 9. Lapolith :Batuan beku intrusi yang mendesak lapisan atas. 10. Pacolith :Batuan beku intrusi yang mendesak lapisan bawah.
  36. 36. Vulkan lumpur berupa letusan-letusan kecil yang tampak sebagai loncatan-loncatan lumpur ke atas secara periodik Pada umumnya terjadi di pantai dengan endapan yang terbentuk sangat cepat dan banyak mengandung bahan organik yang sangat banyak Pada lapisan bawah sedimen, bahan organiknya mengalami dekomposisi dalam kondisi tekanan dan suhu yang lebih tinggi dengan hasil berupa lumpur dan gas bio Pada lapisan di atasnya berupa sedimen muda yang belum kuat strukturnya sehingga
  37. 37.  Jumlah gunung api yang aktif di Indonesia sekitar 129 dan 70 di antaranya sering meletus sejak tahun 1600  Deretan pegunungan di Indonesia : 1. Deretan Pegunungan Sunda berjajar dari Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Maluku Selatan dan berakhir di Pulau Banda 2. Deretan Pegunungan Sahul(Sirkum Australia) berjajar dari ujung timur Pulau Irian(Papua),masuk melalui bagian tengah Papua dengan puncak tertinggi Jaya Wijaya 3. Deretan Pegunungan Sangihe membujur dari Kepulauan Sangihe(Sulawesi Utara),masuk ke Minahasa, Teluk Gorontalo(dengan Gunung Una-Una yang sering meletus) hingga Sulawesi Selatan 4. Deretan Pegunungan Halmahera berderet mulai dari Pulau Talaut, Pulau Maju, dan Tifor di Maluku Utara, masuk ke Halmahera serta Pulau Ternate dan Tidore,
  38. 38. 1. Sirkum mediteran membentang dari ujung barat di Maroko, Eropa selatan, Asia Barat daya, Asia Selatan, Asia Tenggara dan memasuki Indonesia 2. Sirkum Pasifik membentang melingkari Samudera Pasifik, mulai dari ujung selatan Amerika Selatan, Amerika tengah, Amerika Utara, melintasi Selat Bering memasuki Benua Asia pesisir timur, melalui Jazirah Kamsyatka,Kepulauan Jepang,Filipina masuk ke Indonesia(maluku Utara dan Papua Utara) dan terus ke pesisir Australia Timur hingga Selandia Baru.  Dengan demikian, Indonesia mrupakan daerah pertemuan antara sirkum Mediteran dan Sirkum Pasifik. Oleh karena itu, Indonesia mempunyai banyak gunung api dan sekaligus merupakan daerah gempa bumi. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki gunung api aktif
  39. 39. 1. Jalur Gunung Api sepanjang Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Alor, Wetar, Damar, sampai Pulau Buru 2. Jalur Gunung Api yang melelui pulau-pulau di Teluk Tomini di Sulawesi memanjang melalui Sulawesi Utara dan bersambung dengan jalur gunung api di Filipina 3. Jalur gunung api yang melalui Semenanjung Kepala Burung Irian Jaya(Papua), Pulau Ternate, dan Halmahera
  40. 40.  Vulkanisme dalam arti sempit berarti ekstrusi magma. Dari dapur magma, magma menyusup melalui diatrema ke atas sampai ke permukaan bumi. Proses keluarnya magma dinamakan letusan atau erupsi. Berdasarkan banyaknya celah pada permukaan bumi waktu magma keluar, erupsi dibedakan menjadi: a. Erupsi Linear gerakan magma menuju permukaan bumi melalui celah-celah atau retakan-retakan disebut erupsi linear atau erupsi belahan. b. Erupsi Sentral terjadi jika lava keluar melalui terusan kepundan: 1. erupsi efusif sebagian besar hasilnya adalah lava 2. Erupsi eksplosif sebagian besar hasilnya adalah berapi embryo. 3. Erupsi campuran menghasilkan gunung berapi berlapis (strato). Terdiri atas
  41. 41. Bentuk Gunung Api hasil erupsi Sentral: 1. Gunung api perisai beralas luas dan berlereng landai sekali, hasil erupsi efusif magma cair yang encer. Contoh : Gunung Api di kepulauan Hawaii, yaitu Kilauea Mauna Loa, dan Mauna Kea 2. Gunung api Maar merupakan hasil erupsi eksplosif yang tidak seberapa kuat dan hanya terjadi sekali. Gunungnya berupa tanggul di sekeliling danau kawah. 3. Gunung api strato merupakan hasil erupsi campuran yang berulang beberapa kali. Gunung api ini berbentuk kerucut dan tubuhnya berlapis-lapis dan hampir semua gunung api di negara kita termasuk gunung strato.
  42. 42. 1. Menguntungkan: a. Sebagai sumber bahan galian mineral b. Sebagai daerah pertanian yang subur c. Sebagai sumber energi d. Sebagai fungsi hidrologis e. Sebagai objek wisata 2. Merugikan: a. Hujan batu dan pasir yang meimbun daerah di sekitarnya b. Bila terjadi awan panas akan berakibat kematian bagi makhluk hidup c. Banjir lahar panas d. Banjir lahar dingin e. Debu vulkanis yang mengganggu aktivitas jalur penerbangan
  43. 43. Adalah gejala yang menunjukkan sisa aktivitas vulkanisme. Yaitu: 1. Fumarol yaitu sumber gas uap air. Contoh: Dieng dan Kamojang 2. Solfatar yaitu sumber gas belerang. Contoh: Dieng dan Rinjani 3. Mofet yaitu sumber gas asam arang. Contoh: Kawah Timbang dan Nila di Dieng, Tangkuban Perahu dan Papandayan 4. Sumber air panas (Makdani) 5. Sumber air mineral 6. GeyserPancaran air panas yang berlangsung
  44. 44. Berdasarkan bentuk dan lokasi pusat kegiatan: 1. Letusan celah menghasilkan lelehan besar-besaran lava cair yang bersifat basal 2. Letusan pusat menghasilkan bahan lepas gunung api dan lava Berdasarkan lokasi pusat kegiatan menurut Rittmann(1962): 1. Letusan pusat , lubang kepundan merupakan saluran utama bagi peletusan 2. Leleran samping akan terbentuk apabila magma yang membentuk sill menerobos ke permukaan lereng gunung api 3. Korok melingkar berfungsi sebagai saluran magma ke permukaan sehingga terjadi letusan lateral 4. Letusan di luar pusat terjadi di bagian kaki gunung api dengan sistem saluran magma tersendiri yang tidak ada kaitannya dengan lubang kepundan utama
  45. 45. Berdasarkan besarnya tekanan gas, derajat kecairan magma, dan kedalaman waduk magma (Escher): 1. Tipe Hawaii Lavanya cair dan tipis, sifat magmanya sangat cair, dan banyak ditemukan di gunung api perisai di Hawaii seperti di Kilauea dan Maunaloa 2. Tipe Stromboli Magmanya sangat cair, di permukaan sering dijumpai letusan pendek yang disertai ledakan. Bahan yang dikeluarkan berupa abu, bom, lapili, dan setengah padatan bongkah lava. Tekanan gasnya rendah 3. Tipe Vulkano Kekhasan tipe ini adalah pembentukan awan debu yang berbentuk bunga kol. Memiliki tekanan gas sedang dan lavanya kurang begitu cair. Berdasarkan kekuatan letusannya, dibedakan menjadi tipe vulkano kuat (Gunung Vesuvius dan Gunung Etna) dan tipe vulkano lemah (Gunung Bromo dan Gunung Raung).
  46. 46. 4. Tipe Merapi Lavanya cair dan kental, dapur magma relatif datar, dan tekanan gas agak rendah. 5. Tipe Pelee Mempunyai viskositas lava yang cair dan kental, tekanan gasnya cukup besar, dan peletusan gas ke arah mendatar yang merupakan kekhasan dari tipe ini. 6. Tipe Vincent Lavanya agak kental dan bertekanan gas menengah. Pada kawah terdapat danau kawah yang sewaktu terjadi letusan akan dimuntahkan keluar dengan membentuk lahar letusan 7. Tipe Perret/Plinian Tekanan gasnya sangat kuat dan lavanya cair. Bersifat merusak dan diduga ada kaitannya dengan perkembangan pembentukan kaldera gunung api.
  47. 47. GEMPA BUMI
  48. 48.  Gempa adalah suatu getaran asli yang bersumber dari dalam bu mi dan merambat ke permukaan.  Ilmu yang mempelajari gempa bumi dinamakan seismologi
  49. 49. 1. Berdasarkan penyebab: a. Gempa bumi vulkanik disebabkan oleh letusan gunung api, bersifat lemah dan hanya akan terasa di sekitar tubuh gunung api saja.Contoh: Gempa di sekitar gunung merapi sewaktu akan meletus b. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh adanya pergeseran lempeng tektonik. Contoh: Gempa di Yogyakarta dan Klaten. c. Gempa bumi tumbukan disebabkan oleh meteor besar yang jatuh ke bumi. Contoh: gempa ini jarang terjadi d. Gempa bumi robohan disebabkan adanya reruntuhan di daerah pertambangan dan di bukit yang curam. Contoh: Gempa ini terjadi hanya 3%
  50. 50. 2. Berdasarkan Bentuk Episenternya a. Gempa Sentral, episenternya berbentuk titik b. Gempa Liniar, episenternya berbentuk garis 3. Berdsarakan kedalaman hiposenternya a. Gempa bumi dalam, memiliki kedalaman hiposenter lebih dari 300 km, akibatnya gempa ini tidak begitu mengguncang b. Gempa bumi menengah, memiliki kedalaman hiposenter 100-300 km, menimbulkan kerusakan ringan. Contoh: Gempa di sebelah selatan Jawa, Nusa Tengggara, Maluku, dan Teluk Tomini c.Gempa bumi dangkal, memiliki kedalaman hiposenter kurang dari 100 km,berbahaya karena menimbulkan kerusakan besar. Catatan:  Episenter: permukaan tanah yang berada tepat diatas hiposenter
  51. 51. 4. Berdasarkan jarak dari episenter: a. Gempa lokal, jika jarak episenter kurang dari 10.000 km b. Gempa Jauh, jika jarak episenter sekitar 10.000 km c. Gempa sangat jauh, jika jarak episenter lebih dari 10.000 km 5. Berdasarkan magnitude Keterangan; Kelas a dan b tercatat pada seluruh stasiun pencatat Kelas c tercatat pada jarak busur 90 (10.000 km) Kelas d tercatat pada jarak busur sekitar 45 Kelas e tercatat hanya pada jarak busur sekitar 10 Kelas Gempa Besar Magnitude a 7,75-8,50 b 7,00-7,70 c 6,00-6,90 d 5,30-5,90 e <5,30
  52. 52. 6. Gempa bumi berdasarkan intensitasnya: 1. Macroseisme yaitu gempa yang intensitasnya besar dan dapat diketahui tanpa menggunakan alat. 2. Microseisme yaitu gempa yang intensitasnya kecil sekali dan hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat perekam yaitu seismometer.
  53. 53.  Hiposenter adalah pusat gempa dibawah permukaan tanah 1. Berbentuk garis disebabkan oleh patahan kerak bumi 2.Berbentuk titik disebabkan oleh gunung api atau tanah longsor  Episenter adalah Permukaan tanah yang berada tepat diatas hiposenter dan mengakibatkan kerusakan
  54. 54. 1. Gelombang longitudinal merambat dari sumber gempa ke segala arah dengan kecepatan 7-14 km per detik 2. Gelombang transversal tegak lurus dengan gelombang longitudinal dengan kecepatan 4-7 km per detik 3. Gelombang panjang/permukaan merambat di permukaan bumi dengan kecepatan sekitar 3,5-3,9 km per detik dan paling banyak menimbulkan kerusakan
  55. 55. Dengan cara: 1. Menggunakan tiga tempat yang terletak pada satu homosiesta 2. Menggunakan tiga seismograf yang ditempatkan di sebuah stasiun gempa 3. Menggunakan tiga tempat yang telah diketahui jarak episentralnya Contoh: Dari stasiun A diketahui jarak XA, dari stasiun B adalah XB, dan dari C jaraknya XC. Dengan titik A,B, dan C sebagai pusat lingkaran, dibuat lingkaran yang masing-masing beradius XA,XB, dan XC. Ketiga lingkaran itu berpotongan di
  56. 56. 1. Seismograf Horizontal Terdiri atas massa stasioner yang digantungkan pada tiang dan dilengkapi engsel. Di tempat massa itu digantungkan jarum di bagian bawah. Jika ada gempa, maka massa itu tetap diam walaupun tiang dan silinder di bawahnya ikut bergetar dengan bumi. Akibatnya,terdapat goresan pada silinder berlapis jelaga. Goresan itu berbentuk garis patah(seismogram) 2. Seismograf Vertikal massa stasioner digantung pada pegas dan berguna untuk meramalkan gravitasi bumi.
  57. 57. 1. Skala Mercalli melukiskan penentuan skala berdasarkan yang dirasakan dan dilihat 2. Skala Omori susunannya dimulai dengan derajat kerusakan yang cukup kuat dan berakhir dengan skala VII yang setaraf dengan skala XII Mercalli DERAJA T URAIAN I Getaran-getaran lunak banyak dirasakan orang, tetapi tidak oleh semua II Getaran sedang,semua orang terbangun,karena bunyi jendela,pintu dan barang-barang yang pecah. III Getaran agak kuat,jam dinding berhenti,pintu dan jendela terbuka IV Getaran kuat,gambar dinding berjatuhan,dinding dan tembok retak-retak V Getaran sangat kuat,dinding dan atap rumah roboh
  58. 58. 3. Skala Richter terdapat pada pesawat pengukur kekuatan gempa diantaranya pada pesawat Wood Anderson. Dalam skala richter terdapat 3 macam garis vertikal yang telah dibagi-bagi menjadi skala yang tidak boleh diubah letak,jarak, maupun angkanya. Meliputi: a.Skala di sebelah kiri menunjukkan jarak episentral b.Skala di tengah menunjukkan intensitas kekuatan gempa c.Skala di sebelah kanan menunjukkan amplitudo gelombang
  59. 59. 4. Skala Cancani DERAJA T PERCEPATAN(mm/detik) I 0 - 2,5 II 2,5 – 5 III 5 – 10 IV 10 – 25 V 25 – 50 VI 50 – 100 VII 100 – 250 VIII 250 – 500 IX 500 – 1000 X 1000- 2500 XI 2500 – 5000 XII 5000 – 10.000
  60. 60.  Daerah kaya gempa didasarkan pada jumlah getaran makro setiap tahunnya, yaitu sekitar 100 gempa makro/tahun.  Daerah tersebut meliputi daerah Pegunungan Alpin dan Dinarida di Eropa, daerah Asia terutama indonesia, Jepang, dan sekitar danau Baikal.  Di Afrika meliputi daerah sesaran afrika Timur. Di Autralia meliputi Papua Timur, Hebrides, Salomon, Tongga, Kermadock. Di Amerika terdapat di daerah Pegunungan pinggiran, Pantai pasifik (Amerika Utara) di Guatemala (Amerika Tengah), dan Pegunungan Andes di Amerika
  61. 61.  Menimbulkan kerusakan di muka bumi yang tergantung pada jenis gempa, besar kecilnya gempa, dan pusat gempa (dasar laut atau darat).  Kerugian akibat gempa yang terjadi di dasar laut relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan kerugian akibat gempa di darat.  Jika gempa terjadi di pusat-pusat pemukiman dan kegiatan penduduk maka akan sangat merugikan. Misalnya, bangunan-bangunan menjadi porak poranda, lahan pertanian menjadi rusak, industri menjadi hancur lebur, bahkan dapat membawa korban manusia yang tidak
  62. 62.  Peristiwa penghancuran, perusakan, dan pelepasan partikel-partikel batuan. Dua hal penting yang mempengaruhi proses pelapukan yanitu kondisi daerah/batuan dan tenaga yang melapukkan. Dilihat dari daerahnya, kecepatan pelapukan ditentuka oleh tingkat kekuatan dan kekompakan batuan, topografi atau kemiringan lereng, keadaan vegetasi atau organisme lain yang ada, dan unsur-unsur kimia yang terkandung dalam batuan.  Dilihat dari tenaga yang menyebabkan terjadinya pelapukan, kecepatan pelapukan ditentukan oleh :  Kekuatan gerak air, angin, atau gletser yang
  63. 63. 1. Pelapukan Mekanik Disebabkan oleh faktor fisik yaitu perubahan suhu, insolasi(amplitudo suhu yang sangat tinggi), perbedaan warna mineral, pembekuan air pada celah batuan, dan pelapukan kulit bawang. 2. Pelapukan organik adalah pelapukan yang disebabkan oleh organisme. Contoh : pohon dengan perpanjangan akarnya, penghancuran abtuan oleh organismekecil di dalam tanah. 3. Pelapukan Kimiawi Melalui reaksi kimia. Contoh pelpukan di daerah gamping dapat menimbulkan gejala karst yaitu daerah yang terdiri atas batuan kapur yang berpori sehingga air di permukaan tanah selalu merembes ke dalam tanah dan dapat menyebabkan : 1. Kubah-kubah kapur ialah bukit-bukit kecil sisa erosi yang terdiri atas bataun kapur. Contoh : kubah kapur di Pegunungan Kidul. 2. Gua terjadi karena adanya hujan di daerah kapur. 3. Stalaktit dan stalagmit ialah kerucut-kerucut kapur dalam gua. Stalaktit bergantungan di atap gua, tumbuh dari atas ke bawah, dan
  64. 64.  Adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh air, angin atau gletser.  Dapat terjadi di daratan, disekitar aliran sungai, di dasar laut atau danau atau di pantai.  Bentuk morfologi akibat proses pengendapan :  Floodplain / dataran banjir menurut tempatnya dapat dibedakan menjadi : 1. Channel bar adalah endapan yang ada di tengah lembah sungai. 2. Delta bar adalah endapan di muara anak sungai pada sungai induk. 3. Meander bar adalah endapan yang terdapat di tikungan dari meander. 4. Tanggul alam adalah puggungan rendah di tepi sungai yang terbentuk akibat banjir 
  65. 65. 2. Delta Merupakan endapan yang terdapat di muara sungai dan bentuknya seperti segitiga. Syarat terbentuknya delta : 1. Cukup bahan yang diangkut, terdapat mineral- mineral berupa pasir dan lumpur yanga akan diendapkan. 2. Gelombang dan arus laut tidak besar. 3. Pantainya landai dan dangkal. 4. Bentuk pantai mempengaruhi bentuk delta 5. Tidak terjadi penurunan sungai 3. Tombolo adalah tanggul pasir alami yang menghubungkan daratan dengan pulau yang berada di dekayt pantai. Terbentuk pada laut yang tidak terlalu dalam dan mempunyai teluk yang tidak terganggu oleh arus laut.
  66. 66. Batuan yang ada di muka bumi dapat berpindah tempat secara masal (secara besar-besaran) ke tempat yang lebih rendah. Perpindahan massa batuan secara masal tersebut terutama disebabkan oleh pengaruh gravitasi. Pengaruh lain yang berperan adalah kemiringan lereng,kandungan air,dan jenis batuan. Perpindahan batuan secara besar-masal semacam itu sering disebut masswasting.
  67. 67. Masswasting dapat dibedakan menjadi 3 macam: 1. Slow Flowage/rayapan massa (creep) Adalah perpindahan massa batuan yang berjalan sangat lambat sehiingga tidak dapat diamati oleh mata. Jika massa yang merayap itu terdiri atas lapisan tanah dinamakan siol creep,sedangkan massa batuan yang merayap dinamakan rock creep. Tanda-tanda yang menunjukkan suatu tempat terjadi rayapan massa batuan adlah pohon- pohon dan tiang listrik tidak berdiri tegak lurus,tetapi miring atau condong dan batang pohon melengkung seragam.
  68. 68. Adalah perpindahan massa batuan tersebut berlangsung dengan cepat.Jenis rapid flowage, antara lain: a. Earth flow adalah gerakan massa tanah yang jenuh dengan air. b. Mud flow adalah gerakan massa lumpur dan kandungan airnya lebih banyak dari pada earth flow. Contoh:aliran lahar dingin c. Debris avalances adalah massa tanah dan puing-puing batuan yang meluncur dengan cepat pada lereng yang curam dan sempit ke tempat yang lebih rendah.
  69. 69. Adalah longsornya massa batuan atau tanah menuruni lereng yang terjal. Jenis landslide antara lain: a. Rock slide adalah longsornya massa batu-batu besar menuruni lereng b. Debris slide adalah longsornya hancuran batuan c. Rock fall adalah longsornya massa batu-batu besar dari atas ke bawah secara vertikal atau hampir vertikal d. Debris fall adalah runtuhnya hancuran massa batuan e. Slumping adalh tanah ongsor yang gerakannya terputus-putus pada jarak yang pendek f. Subsidence adalah massa batuan atau tanah yang tenggelam (amblas) karena didalam tanah terdapat rongga yang besar.Subsidence bnyak terjadi di
  70. 70. Tanah adalah suatu benda alami heterogen yang terdiri atas komponen-komponen padat,cair,dan gas yang mempunyai sifat dinamis. Tanah berasal dari hasil pelapukan batuan induk,tumbuhan,dan hewan yang telah membusuk.
  71. 71. Faktor penting yang mempengaruhi proses pembentukan tanah,antara lain :  iklim organisme bahan induk topografi waktu T=f (i,o,b,t,w)
  72. 72. Iklim merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pembentukan tanah.Suhu dan curah hujan sangat berpengaruh terhadap intensitas reaksi fisika dan kimia dalam tanah
  73. 73. Organisme memiliki pengaruh yang tidak kecil dalam proses pembentukan tanah. Akumulasi bahan organik dan siklus unsur hara yang berpengaruh pada pembentukan struktur tanah yang stabil sangat dipengaruhi oleh kegiatan organisme dalam tanah.
  74. 74. TOPOGRAFI Topografi (relief) mempengaruhi proses pembentukan tanah dengan cara : 1. mempengarhi jumlah air hujan yang meresap atau ditahan oleh tanah 2. mempengaruhi kedlam air tanah 3. mempengaruhi besarnya erosi 4. mengarahkan gerakan airdan bahan-bahan yang terlarut didalamnya. Topografi suatu daerah dapat menghambat atau memperkuat pengaruh iklim.
  75. 75. TANAH Tanah merupakan bendadialam yang terus menerus berubah akibat pelapukan dan pencucian. Oleh karena itu,tanah-tanah yang makin tua,makin tandus karena unsurhara telah habis tercuci sehingga yang tertinggal hanya mineral yang sukar lapuk,seperti kuarsa. Proses pempentukan tanah terus berlanjut,bahan induk tanah juga berubah mengikui perjalanan waktu sehingga menjadi tanah muda,tanah dewasa,dan tanah tua
  76. 76. 1. Warna Tanah Adalah sifat fisik tanah yng paling mudah dikenali.Perbedaan warna tanahdipenaruhi oleh faktor-faktor anara lain : 1. kandungan mineral dalam tanah 2. kandungan air tanah 3. bahan organk dalam tanah 4. tingkat perkembangan tnah 5. Drainase
  77. 77. Adalah besar kecilnya butir-butir tanah. Menurut teksturnya,tanah dibedakan menjadi 3 :  Tanah pasir,yaitu tanah dengan kandungan pasir lebih dari 70%,butir-butir tanahnya berdiameter 0,05 hingga 1 mm,sifat tanah ini terasa kasar dan tidak melekat dalam keadaan lembab.Tanah semacam ini tidak cocok untuk pertanian  Tanah liat,yaitu tanah dengan kandungan liat antara 35%-45% .Diameter butiranahnya dibawah 0,05 mm,tanah ini pada saat basah sanhat lekat dan saat kering sangat keras.Tanah initidak cocok untuk pertanian.  Tanah lempung,yaitu dengan kandungan berbagai golongan perbandingan fraksi debu,liat,dan pasir yang seimbang.Sifat tanah ini tidak terlalu lepas saat
  78. 78. Adalah susunan butir-butir tanah yang sering mengikat,sehingga membentuk kemantapan,ukuran dan bentuk tertentu. Struktur tanah dibedakan menjadi 3 macam sebagai berikut :  tanah bertekstur lepas. Jika struktur tanah dengan butir-butirnya saling lepas satu dengan yang lain.  tanah bertekstur lemah Jika butir-butir terkit membentuk agregat- agregat tanah,sehingga tanah berpori-poribaesar  tanah bertekstur gumpal Jika butir-butir tanah melekat sepanjag permukaan yang lebar dan membentuk agregat tanah dengan pori-pori kecil.
  79. 79. Adalah reaksi tanah apabila mendapatkan perlakuan berupatekanan (kompresi). Konsistensi tanah dibedakan menjadi : 1. tanah gambur / tanah kohesi,adalah tanah yang lepas- lepas. 2. Tanah sangat gembur,tanah ini dapat dipecahkan dengan tenaga tangan yang halus 3. Tanah gemur,tanah ini dapat dipecahkan dengan tenaga tangan yang lembut 4. Tanah teguh,tanah ini dapat dipecahkan dengan tenaga tanga yang sedang,terasa ada daya resistensi 5. Tanah sangat teguh,tanah ini dapat dipecahkan dengan tenaga tangan yang kuat 6. Ekstrem teguh,tanah ini hanya dapat dipecahkan dengan
  80. 80. Adalah aktivitas ion hidrogen dalam larutan air tanah. Derajat keasaman tanah terbagi menjadi : 1. Tanah yang bersifat asam dengan pH dibawah 6,5 2. Tanah yang bersifat netral dengan Ph antara 66- 7,5 3. Tanah yang bersifat basa dengan pH 7,5 keatas Ketiga macam keasaman tersebt,tanah yang paling baik untuk pertanian adalah tanah yang netral,tidak terlalu asam maupun tidak terlalu basa (alkalis).
  81. 81. Adalah cepat atau lambatnya peresapan air kedalam tanah. Tanah yang berbutir kasar sangat cepat menyerap air, sedangkan tanah berbutir halus memperlambat peresapan air kedalam tanah.
  82. 82. Adalah kedalaman atau ketebalan tanah yang diukur dari permukaan sampai batuan induk. 7. Solum Tanah
  83. 83. Drainase tanah di lapangan dapat diketahui dari gejala yang disebabkan oleh pengaruh air dalam penampang yaitu warna pucat atau kelabu kebiru-biruanyang menunjukkan pengaruh genangan yang kuat sehingga dapat dijadikan petunjuk sebagai tanah berdrainase buruk. Gejala perkaratan menunjukkan bahwa udara masih dapat masuk kedalam tanah sehingga terjadi oksidasi dan berbentuk bercak-bercak (merah).jika tidak pernah tergenang,seluruh profil tanah dalam keadaan oksidasi dan tanah akan berwarna merah atau cokelat.
  84. 84. Merupakan rongga-rongga dalam tanah yang tidak terisi bahan padat (terisi oleh udara dan air). Pori-pori tanah dibedakan menjadi : 1. Pori-pori kasar (makro) berisi udara atau air gravitasi (air yng mudah hilang karena pengaruh gravitasi). 2. Pori-pori halus (mikro) berisi air kapiler atau udara. Tanah pasir memiliki pori-pori makro lebih banyak sehingga sulit menahan air. Akibatnya,tanaman lebih mudah kekeringan.
  85. 85. Yaitu kemampuan tanah untuk menyimpan air.Tanah yang teksturnya halus, kapasitasnya tinggi, permeabilitasnya pasti rendah sebaliknya tanah yang teksturnya kasar permeabilitasnya tinggi pasti kapasitasnya rendah.
  86. 86. Berdasarkan tingkat usia, tanah dibedakan menjadi : a. Tanah muda,adalah tanah yang belum subur karena belum banyak mengandung zat makanan dan berwarna abu-abu b. Tanah dewasa,adalah tanah yang subur karena banyak mengandung zat makanan. c. Tanah tua,adalah tanah yanh berkurang kesuburannya karena berkurang zat makanan d. Tanah sangat tua,adalah tanah yang kehilangan kesuburannya karena zat makanannya sudah hampir habis. Jenis-Jenis Tanah
  87. 87. a. Tanah Alluvial berasal dari endapan lumpur yang dibawa melalui sungai-sungai. Tanah ini bersifat subur dimanfaatkan sebagai daerah yang banyak dijumpai di daerah Sumatra bagian timur,jawa bagian utara,kalimantan bagian selatan dan papua bagian selatan b. Tanah vulkanis berasal dari pelapukan batuan vulkanik baik dari lava/batu yang telah membeku (regosol) maupun dari abu vulkanik (tanah andosol). Tanah ini bersifat subur tersebar di beberapa wilayah yang memiliki gunung api. c. Tanah kapur berasal dari pelapukan batuan kapur di pegunungan berumur tua. Tanah ini bersifat tidak subur dapat ditanami pohon jati, terdapat di daerah pegunungan Kendeng dan pegunungan Seribu. d. Tanah latosol/laterit mengandung besi dan alumunium,
  88. 88. e) Tanah litosol material induknya berasal dari batuan beku dan batuan sedimen yang keras.Cocok ditanami rumput ternak, palawija, dan tanaman keras f) Tanah argosol/orgosol/gambut berasal dari batuan induk organik Biasanya terdapat di daerah pasang surut dengan vegetasi hutan rawa dan rumput rawa. g) Tanah grumusol/megalith berbahan induk tanah liat dan tuff vulkan dengan vegetasi stepa sabana. h) Tanah pasir berasal batuan pasir yang melapuk.Tanah ini miskin kadar air dan terdapat di daerah pantai berpasir. i) Tanah humus/bunga berasal dari tumbuhan yang membusuk dengan tingkat kesuburan tinggi.
  89. 89. Kelas kemampuan lahan ialah tingkat kecocokan pola penggunaan lahan. 1. Tanah kelas I Ciri: a. Merupakan lahan dengan tanah datar,butiran tanah agak halus,dan mudah diolah. b. Responsif terhadap pemupukan c. Memiliki sistem pengairan yang baik d. Sesuatu untuk semua jenis penggunaan pertanian tanpa memerlukan pengawetan tanah. 2. Tanah Kelas II Ciri: a. Merupakan lahan pada lereng landai dengan butiran tanah halus sampai agak kasar b. Peka terhadap erosi c. Sesuai untuk usaha pertanian dengan tindakan pengawetan tanah yang ringan misalnya pengolahan tanah berdasarkan garis ketinggian dan penggunaan pupuk hijau
  90. 90. 3. Tanah kelas III Ciri: a. Merupakan lahan yang terletak di daerah yang agak miring b. Sistem pengairan yang kurang baik c. Sesuai untuk sejala jenis usaha pertanian d. Perlu tindakan pengawetan tanah khusus, misalnya pembuatan terasering, pergiliran tanaman, dan sistem penanaman berlajur, pemupukan 4. Tanah kelas IV Ciri: a. Kemiringan lereng mencapai 15%-30% b. Sistem pengairan buruk 5. Tanah kelas V Ciri: a. Permukaan tanah agak cekung dan banyak mengandung tanah liat
  91. 91. 6. Tanah kelas VI Ciri: a. Kemiringan tanah 30%-45% b. Mudah sekali erosi c. Ketebalan tanah tipis d. Banyak mengandung natrium 7. Tanah kelas VII Ciri: a. Kemiringan sampai 45%-65% b. Mengalami erosi berat c. Bahaya ancaman longsor d. Tidak cocok untuk pertanian e. Kemiringan 65-90 f. Bertekstur kasar dan mudah lepas dari induknya g. Lebih baik untuk cagar alam
  92. 92. Profil tanah adalah penampang melintang (vertikal) tanah yang terdiri atas lapisan (solum) dan lapisan bahan induk. Solum tanah yaitu bagian dari profil tanah yang terbentuk akibat proses pembentukan tanah (horizon A dan B). Perbedaan horizon tanah terbentuk karena: 1. Pengendapan yang berulang-ulang oleh genangan air atau pencucian tanah 2. Proses pembentukan tanah. Proses pembentukan horizan-horizon tersebut akan menghasilkan benda alam baru yang disebut tanah. Penampang vertikal dari tanah tersebut
  93. 93. Horizon O (horizon organik) adalah lapisan tanah atas yang sebagian besar terdiri atas bahan bahan organik. Dibagi Menjadi: 1. Horizon O1 jika mengandung bahan organik masih segar dan lapisan ini disebut lapisan seresa (mulch). 2. Horizon O2 jika mengndung bahan organik yang telah mengalami pembusukan sehingga tidak tampak lagi ciri-ciri aslinya, berwarna coklat kehitam-hitaman dan disebut humus.
  94. 94. Horizon mineral terjadi atas horizon A,B,C, dan R. Horizon-horizon tersebut dibagi lagi menjadi : 1. Horizon A1, terletak paling atas dari horizontal mineral. Horizon ini menunjukkan ciri-ciri pencampuran antara bahan organik dengan bahan organik, warna lebih kelam. 2. Horizon A2 disebut horizon pencucian atau eluviasi karena sebagian besar koloid-koloid tanah (lempung,humus,Fe,dan Al) telah tercuci, warna cerah, tekstur kasar, dan struktur lebih longgar 3. Horizon A3 merupakan horizon peralihan dari horizon A ke horizon B, dengan ciri-ciri dan warna mendekati ciri horizon A,tetapi tidak jelas.
  95. 95. 4. Horizon B1 merupakan horizon peralihan dengan horizon A,ciri dan warna mendekati horizon B 5. Horizon B2 memiliki ciri teksur halus, struktur gumpal, dan warna kecokelatan. 6. Horizon B3 merupakan horizon peralihan dari horizon B ke horizon C atau R. Ciri dan warna mendekati horizon B. 7. Horizon C merupakan horizon mineral peralihan dari pelapukan batuan dasar, tetapi relatif kurang karena dipengaruhi proses-proses perkembangan tanah dan tidak memperlihatkan ciri-ciri horizon A atau B. 8. Horizon R merupakan batuan induk umumnya merupakan batuan yang berpadu
  96. 96. Di Indonesia terdapat berbagai jenis tanah dan setiap jenis tanah mempunyai ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor pembentuk tanah seperti iklim,makhluk hidup,topografi,bahan induk,dan waktu.
  97. 97. Pada dasarnya,tanah berasal dari batuan atau zat organik lainnya yang mengalami pelapukan. Berubahnya batuan atau zat organik menjdi butir- butir tanah dikarenakan oleh: 1. Pemanasan matahari pada siang hari dan pendinginan pada malam hari 2. Batuan yang sudah retak dan pelapukan dipercepat oleh air 3. Akar tumbuh-tumbuhan dapat menerobos dan memecah batuan sehingga hancur 4. Binatang-binatang kecil seperti cacing tanah, rayap dan sebagainya yang membuat lubang dan mengeluarkan zat-zat yang dpat menghancurkan
  98. 98. A. Tanah Organik (organosol/tanah gambut) Tanah ini mengandung banyak bahan organik sehingga tidak mengalami perkembangan profil kearah terbentuknya horizon-horizon yang berbeda, berwarna cokelat kelam sampai hitam, berkadar air tinggi, dan bereaksi asam (pH antara 3-5) Berdasarkan proses terbentuknya, gambut dibedakan sebagai berikut : 1. Gambut obrogen terbentuk karena pengaruh curah hujan yang airnya menggenang. Persebarannya meliputi hampir seperlima Sumatra, sepanjang pantai Malaysia, Kalimantan, dan pantai selatan Papua 2. Gambut topogen terbentuk karena pengaruh topografi. Gambut ini meluas di Rawa Lakbok, Pangandaran, Rawa Pening, Jati Toto, Tanah Payau di Deli, dan danau-danau di Kalimantan Selatan.
  99. 99. Tanah tipe ini belum mengalami diferensiasi. Profil membentuk horizon sehingga masih dianggap lapian tanah saja. Jenis tanah ini sebagai berikut : 1. Tanah litosol merupakan tanah muda sehingga bahan induknya sangat dangkal (kurang dari 45 cm).Tanah ini tampak tanah padat yang padu. Tanah litosol terdapat di daerah pegunngan kapur dan daerah karst di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Maluku Selatan. 2. Tanah Aluvial hanya meliputi lahan yang sering atau baru saja mengalami banjir sehingga masih sangat muda dan belum terlihat horizon. Jenis tanah Aluvial umumnya menghasilkan produksi padi,seperti di Karawang, Indramayu, dan Delta Brantas.Tanah ini baik pula digunakan untuk memelihara tambak, seperti di Gresik,Tegal,dan
  100. 100. 3. Tanah Regosol yaitu tanah yang belum menunjukkan diferensiasi horizon walaupun pada tanah regosol tua horizon A1 sudah tampak, yaitu berwarna abu-abu yng mengandung bahan yang belum mengalami pelapukan.
  101. 101. C. Tanah Merah meliputi sebagian besar lahan di Indonesia mulai dari tepian pantai yang landai,berombak,sampai pegunungan tinggi. Terbentuk dari beku, sedimen dan malihan dengan iklim agak kering sampai basah. Jenis tanah merah di Indonesia, antara lain tanah mediteran merah-kuning, tanah laterit, dan tanah podzolik merah-kuning. D. Andosol terdapat di daerah Gunung Wayang (Pangalengan), Pegunungan Salak, (Jawa Barat), Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi, Bali, Lombok, Halamahera, Makassar dan sebagian Kalimantan. Luaswilayah sekitar 5 juta Ha. E. Grumosol terdapat di daerah datar sampai bergelombang, terdapat di Karawang (Jawa Barat), Lembah dan kaki gunung di Jawa Timr,
  102. 102. F. Tanah Hidrosol memiliki ciri porositas dan drainase yang buruk sehingga kurang bermanfaat bagi pertanian. Topografi tanah ini datar dan sering tergenang. Jenis tanah ini adalah planosol dan glei humik. Jenis tanah planosol terdapat di Karawang dan Semarang. G. Tanah Garam tersebar sebagai tanah zonal di daerah kering (ariddan semi arid). Di indonesia, jenis tanah ini terdapat di Nusa Tenggara Timor. H. Tanah Podsol umumnya terdapat di hutan yang beriklim basah sedang. Di Indonesia tanah ini tersebar di pegunungan tinggi. Namun, ada juga yang berada di dataran rendah yang disebut padang soils,seperti di padang Luwai, Kutai, dan di Air Layang (Bangka).Tanah ini berada pada ketinggian 10 meter di atas permukaan laut yang tersusun atas pasir
  103. 103. Secara umum klasifikasi tanah didasarkan atas 3 klasifikasi,yaitu menurut FAO/UNESCO (1974),,dan menurut pusat penelitian tanah (PPT) Bogor yang dikembangkan oleh Dudal dan Supraptoharjo. 1. Klasifikasi tanah menurut FAO-UNESCO (1974) a. Acrisol adalah tanah yang sangat asam. b. Andosol adalah tanah yang terbentuk didaerah vulkanik dan memiliki horizon permukan yang gelap. c. Arenosol adalah tanah berpasir. d. Cambisol adalah tanah hasil pelapukan batuan induk yang lemah.
  104. 104. e. Chernozem adalah tanah di daerah padang rumput yang terdapat akumulasi bahn organik dipermukaannya. f. Ferralsol adalah tanah yang mengalami perkembangan yang kuat dan tersusun atas mineral besi dan alumunium. g. Fluvisol adalah tanah dari endapan alluvial di dataran banjir. h. Gleysol adalah tanah yang selalu basah. i. Histosol adalah tanah organik. j. Lithosol adalah tanah dangkal diatas batuan yang keras. k. Luvisol adalah tanah yang sangat basah. l. Nitosol adalah tanah yang memiliki ciri perkembangan tanah yang kuat. m. Planosol adalah tanah yang terbentuk didaerah cekungan dan memiliki drainase yang buruk. n. Podzol adalah tanah yang pada horizon B terdapat akumulasi besi dan humus. o. Ranker adalah tanah horizon permukaan yang banyak mengandung bahan organik diatas bahan silikat.
  105. 105. p. Regosol adalah tanah yang berasal dari batuan yang lepas-lepas. q. Rendzina adalah tanah yang horizon permukaannya banyak mengandung bahan organik di atas bahan berkapur. r. Soloncak adalah tanah garam kuat. s. Vertisol adalah tanah lempung liat berwarna hitam dan retak-retak jika kering. t. Xerosol adalah tanah yang berkembang di lingkungan semi arid. u. Yermosol adalah tanah yang berkembang di lingkungan gurun.
  106. 106. Menurut klasifikasi USDA,tanah digolongkan berdasarkan tingkatannya. Dari mulai order, suborder, great group, subgroup, family, dan seri. a. Entisol adalah tanah yang baru terbentuk, atau sangat muda. b. Inceptisol adalah tanah muda (perkembangannya lebih lanjut dari tanah entisol). c. Ultisol adalah tanah yang menunjukkan perkembangan dewasa atau akhir. d. Oxisol adalah tanah yang mengalami proses oksidasi e. Alfisol adalah tanah yang banyak mengandung oksida f. Mollisol adalah tanah halus g. Spodosol adalah tanah yang berwarna gelap h. Vertisol adalah tanah yang mengalami retak-retak pada waktu kering. Sifat berkembang dan berkerutnya sangat tinggi i. Histosol adalah tanah yang berasal dari bahan organik yang tinggi. Tanah ini disebut tanah gambut. j. Aridisol adalah tanah yang terbentuk di daerah kering.
  107. 107. Adapun klasifikasi menurut PPT Bogor,nama- nama tanahnya sangat mirip dengan klasifikasi menurut FAO/UNESCO,baik dalam tingkat,jenis,maupun jenis tanahnya.
  108. 108. Kesuburan tanah di Indonesia akibat daripengaruh iklimtropis yang banyak hujan sehingga faktor kelarutan tanah oleh air sangat dominan. Ciri-ciri tanah subur adalah sebagai berikut : 1. Struktur tanahnya gembur, yaitu butir-butir tanahnya renggang, tidak terlalu besar, dan tidak terlalu kecil. 2. Air yang terkandung dalam jumlah banyak dan berfungsi untuk melarutkan garam- garaman. 3. Kandungan hara yang banyak merupakan bahan makanan tumbh-tumbuhan. Ciri-ciri tanah ynag krang subur: 1. Struktur tanahnya padat,butir-butir tanahnya terlalu rapat. 2. Jumlah air yang terkandung di dalam tanah sedikit. Kesuburan tanah pada berbagai pulau di Indonesia berbeda. Berikut ini adalah keadaan tanah beberapa pulau di Indonesia. 1. Pulau Sumatera dan Jawa termasuk jalur Pegunungan Muda rangkaian pegununga Mediterania sehigga tanhanya subur. 2. Pulau Sulawesi termmasuk jalur pegunungan muda Sirkum Pasifik sehingga tanahnya subur. 3. Pulau Kalimantan termasuk pada jaur pegunungan yang termasuk pada zaman sekunder sehingga tanahnya kurang subur. 4. Pulau Papua termasuk bagian jalur Sirkum Pasifik yang lain sehingga tanahnya subur. Contoh negara yang mempunyai kesuburantanah yang baik antara lain Malaysia dan Thailand.
  109. 109. Dilihat dari kesuburannya, tanah dibedakan menjadi: 1. Tanah Muda zat makanan yang terkandung di dalamnya belum terurai sehingga belum subur. 2. Tanah dewasa zat makan yang terkandung di dalamnya sudah terurai sehingga tanah ini sangat subur. Jenis tanah ini sangat baik untuk pertanian. 3. Tanah Tua zat makanan yang terkandungdi dalamnya sudah berkurang. 4. Tanah Sangat Tua zat makanan yang terkandung di dalamnya sangat sedikit, bahkan hampr habis. Jenis tanah ini tidak subur
  110. 110. Kesuburan tanah pertanian sangat diperlukan oleh penduduk, terutama oleh petani, oleh karena itu, kesuburan tanah perlu ditingkatkan dan dilestarikan. Beberapa usaha yang dilakukan dalam rangka menyuburkan tanah, antara lain: 1. Pemupukan yang tepat dan terus menerus terutama pupuk alami. 2. Sistem irigasi yang baik. 3. Rebosasi. 4. Terasering.
  111. 111. Pelestarian tanah banyak dilakukan dengan banyak cara: 1. Pemeliharaan hutan. Hutan harus dijaga kelestariannya karena hutan di daerah lereng dan perbukitan dapat mencegah terjadinya tanah longsor. Bentuk pemeliharaan hutan dapat dilakukan dengan menghindari pembakaran hutan, penebangan kayu secara liar, dan perladangan liar. 2. Penggunaan pupuk kimia sesuai dosis. 3. Penanaman secara bergilir. Penanaman secara monoton pada lahan pertanian akan menyebabkan berkurang unsur tanah tertentu. 4. Pengolahan yang yang baik pengolahan tanah yang baik akan memperbaiki sifat-sifat tanah. Usaha-usaha untuk mengurangi erosi tanah disebutpengawetan tanah.
  112. 112. Adalah lahan yang hampir kehabisan kesuburanya kerena tanh mengalami kerusakan secara fisik,biologis,maupun kimiawi,sehingga produktivitasnya sangat rendah.ciri-ciri lahan kritis sebagai berikut : - Tanah berwarna terang mengandung sedikit unsur hara - Mengandung sedikit air - Mengandung banyak lapisan batuan - Tanah tidak netral (terlalu asam/terlalu basa)
  113. 113. Adalah lahan yang belum dimanfaatkan atau belum diolah dan jika diolah akan mempunyai nilai ekonomi yang besar karena mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi dan mempunyai daya dukung terhadap kebutuhan manusia.Lahan potensial merupakan modal dasar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatUntuk iu harus ditangani dan dikelola secara bijakssana.Daerah diluar Jawa banyak memiliki daerah produktif yang sangat potensial,tetapi belum atau tidak dimanfaatkan sehingga daerah ini dikenal dengan daerah yang sedang tidur. Lahan potensial merupakan modal dasar dalam upaya meningkatkan kesejahteran hidup manusia.Maka dari itu,harus ditangani secara bijaksana dalam pemanfaatan lahan potensial dan jangan sampai merusak lingkungan. Lahan potenial tersebar di 3 daerah utama daratan,yaitu : di daerah pantai,dataran rendah,dan dataran tinggi.
  114. 114. Pemanfaatan lahan potensial antara lain untuk pertanian, perkebunan, kehutanan dan permukiman. 1. Di daerah pantai a. Pantai untuk usaha tambak udang dan bandeng. b. Untuk membuat garam c. Untuk penanaman mangrove yang berfungsi sebagai penghambat abrasi selain itu mempercepat endapat atau sediment.asi sehingga menjadikan air bersifat payau 2. Di daerah dataran rendah a. untuk tanah pertanian sedangkan kendalanya adalah genangan air yang lama. Cara menanggulanginya adalah pembuatan tanggul sungai, pengaturan penggunaan lahan secara benar, pembatan saluran air/drainase.
  115. 115. 3. Di daerah pegunungan untuk usahan perkebunan, dan pertanian. Kendalanya adalah terjadinya erosi. Cara menanggulinya dengan jalan memakai teknik pengelolahan lahan dan penanaman pohon pelindung. Disamping pertanian dan perkebunan juga sangat potensial untuk objek wisata.
  116. 116. Kerusakan tanah diantaranya : - Erosi - Polusi - Kebakaran hutan - Eksploitasi tambang
  117. 117. Erosi adalah proses di mana tanah di hancurkan dan kemdiandi pindahkan ke temat lain leh kekuatan air, angi, ataugravitasi(Sarwono Harjo Wigeno). Pengertian di atas menunjukkan bahwa prose erosi terjadi karena adanya penghanuran tanah oleh kekuatan kekuatan seperti air, angin, atau gravitasi. Kemudian oleh kekuatan air atau gravitasi tanah tersebt dipindahkanke tempat lain yang lebih rendah tau ke tempat yang lebih tinggi.
  118. 118. 1. Erosi Percikan erosi ini disebabkan oleh adanya tetesan air hujan yang memukulpermukaan tanah sehngga artikel- partikel tanah bisa terlepas. Curh hujan yang jatuh ke permukaan tanah bisa melempar partikel tanahsampai ketinggian 1 m ke udara. Di daerah lereng, tanah yang terlempar tersebut jatuh ke lokasi di bawahnya. 2. Pelarutan tanah kapur larut dalam air kemudian mengalir melaluicelah-celah batu kapur dan akhirnya menuj ke sungai-sungai bawah tanah.
  119. 119. 3. Erosi aliran permukaan Aliran air mempunyai energi dan tenaga untuk mengiis lapisan tanah. Makin miring permukaan tanah makin besar kekuatan untuk mengangkut tanah. Kejadian tersebut dinamakan erosi aliran permukaan. 4. Erosi Aliran Di Bawah Permukaan erosi ini terjadi karena adanya alirn ir yang terpusat pada terowongan atau saluran-saluran air yang ada di bawah permukaan tanah. Alirn air yang terus menerus menyebabkan terowongan atau saluran runtuh dan tanahnya terangkut air. 5. Erosi Alur erosi yang terjadi di lereng-lereng gunung sehingga membentuk alur-alur. Alur-alur ini kadang terbentuk pada lahandi kaki gunung. Erosi alur ini menyebabkan pengikisan tanah sehingga terjadi endapan di tempat lain. Diperkirakan 87% endapan butir-butirtanah di angkut melalui alur tersebut.
  120. 120. 6. Erosi selokan kelanjutan dari erosi alur dengan cara mengikis dasar dan kanan kiri dinding alur yang meyebabkan runuhnya tanah dan diangkut ke tempat lain. 7. Erosi Gravitasi erosi yang terjadi karena adanya gerakan massa tanah yang dapat berupa longsoran tanah, runtuhan batu, rayapan tanah, dan aliran lumpur. Longsoran atau rayapan tanah terjadi karena lereng cukup curam, lapisan di bawah permukaan tanah kedap air dan kejenuhan air dalam tanah.
  121. 121. 8. Erosi Angin erosi ini karena butir-butir tanah atau pasir diterbangkan oleh angin. Erosi semacam ini banyak teradapat di antai-pantai yang berpasir seperti Parang Tritis serta di daerah gunung pasir yang beriklim arid. 9. Abrasi pengikisan pantai yang disebabkan oleh gerakan air laut.
  122. 122. Erosi dapat dikurangi dengan cara sebagai berikut :  Menanami daerah yang gundl atau penghijauan dengan jenis tanaman yang cepat dan mempunyai arti ekonomis,misalnya Acacia Vibrosa/watapia,kayu putih,mahoni,cengkeh,dan sebagainya.  Membuat tanah di lereng gunng menjadi bertingkat- tingkat/teraseringdengan tanaman sengkedan  Menjalankan tanaman strip-croping di daerah pegunungan  Mengadakan contour-plonging di daerah pegunungan  Menghutankan kembali daerah lereng  Pada daerah miring dapat dengan cara pembuatan tanggul (guludan)
  123. 123. Tingkat kesuburan tnah dapat dijaga tau dipertahankan dengan usha-usaha sebagai berikut : 1) Mengolah lahan pertanian dengan sistem Sapta Usaha Tani 2) Pola tanam dengan cara rotasi tanaman 3) Menanami lereng-lereng yang telh gundul 4) Membuat tanggul didaerah miring
  124. 124. Dalam pengawetan tanah terdapat 3 metode sebagai beikut : - Metode vegetatif - Metode mekanik - Metode kimia
  125. 125. Adalah menggunakan tanaman untuk pengawetan tanah.wujud metode vegettif,antra lain sebagai berikut : a. Penanaman dalam strip =yitu tanaman ditanam pada jalur-jlur tanaman dengan jeis yang berselang-seling dan memotong lereng.metode ini cocok untuk tanah dengan kemiringan lereng (6- 15) b. Pergiliran tanah =yaitu penanaman berbagai jenis tanaman secara bergilir dalam urutan waktu tertentu,misalnya jagung-padi- jagumgatau kacang-jagung-padi-jagung c. Tanaman penutup tanah =yaitu menanami tanah dengan tanaman tertentu dengan maksud untuk melindungi tanah dari curahan air hujan,mengurangi traspirasi,danmenambah bahan orgnik d. Mulching =yaitu menutup permukaan tanah dengan sisa-sisa tanaman yang bertujuan untuk melindungi tanah langsung dan mengurangi kecepatan aliran permukaan.
  126. 126. Metode ini dimaksudkan untuk memperlambat aliran permukaan tanah.metode ini meliputi : a. Pengolahan tanah sesuai kontur b. Pembuatan galengan dan saluran ssuai kontur c. Pembuatan teras d. Pembuatan saluran drainase
  127. 127. Metode ini dilakukan dengan menggunakan bahan kimia untuk memperbaiki struktur tanah,yaitu meningkatkan kemantapan agregat (struktur tanah).beberapa jenis bahan kimia yang sering digunakan adalah bitumen dan krilikum.
  128. 128. Kepadatan penduduk yang semakin meningkat menyebabkan terjadinya polusi yang melimpah,karena hasil kegiatan penduduk juga sebagian besar berupa limbah baik limbah cair maupun padat (plastik).Dengan demikian tanah akan menerima banyak polutan,yang akhirnya akan mengurangi tingkat kesuburan tanah.
  129. 129. Akibat kebakaran hutan antara lain adalah daerah-daerah menjadi gundul,sehingga pada saat musim penghujan rawan terjadi erosi.jika tanah terkena erosi,maka struktur tanah juga akan mengalami kerusakan.secara otomatis lapisan yang paling atas dan banyak mengandung humus hilang,dengan demikian tanah akan menjadi gersang (tidak subur).
  130. 130. Eksploitasi tambang yang berlebihan menyebabkan juga kerusakan ekosistem didalamnya. Tanah di wilayah pertambangan pada umumnya tidak subur,karena sudah mengalami kerusakan lapian tanah akibat kegiatan penambangan. Tanah tandus karena unsur haranya hilang,pori- pori tanah rusak,struktur tanah hancur,dan tekstur tanah juga rusak.

×