SlideShare a Scribd company logo
STUDY EKSPLORATORIS KARAKTER
KEGURUAN PROFESIONAL
Disusun
Oleh :
Kelompok 7
Mona Suci Oktafiana : 1302090123
Fitrianur : 1302090112
Rohani : 1302090127
Dosen Pengampuh
Syarkani, M.pd
PROGRAM STUDI PGSD
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
2015
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT ,bahwa penulis telah
menyelesaiakan tugas mata kuliah perspektif global dengan membahas materi Studi
Eksploratoris Karakter Keguruan Profesional, Dalam penyusunan dan penulisan tugas atau
makalah ini,tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.Sehingga dalam penulisan makalah
ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik dalam penulisan maupun
materi,mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis.Untuk itu kritik dan saran dari
semua pihak sangat penulis harap
Dalam pembuatan makalah ini penulis juga menyampaikan ucapan terimakasih
kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu dalam memberikan informasi
tentang materi yang terkait. Semoga materi ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan dan
menjadi motifasi,khususnya bagi penulis.
Matangglumpangdua, 17 Oktober2015
Penulis
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
A. SIKAP................................................................................................................. 1
1. Pengertian Sikap........................................................................................... 1
2. Pembentukkan Sikap.................................................................................... 3
3. Struktur Sikap............................................................................................... 3
4. Kedudukan dan Fungsi Sikap Terhadap Perilaku Manusia......................... 5
5. Masalah Dinamika sikap.............................................................................. 6
B. CIRI – CIRI GURU PROFESIONAL............................................................. 6
1. Beberapa pandangan tentang ciri – ciri guru profesional............................. 2
2. Harapan yang tinggi...................................................................................... 8
3. Melibatkan Siswa......................................................................................... 9
4. Analisis dan sintesis ciri – ciri guru professional......................................... 10
5. Pengelompokkan ciri – ciri guru professional.............................................. 11
C. BEBERAPA METODE PENGEMBANGAN SIKAP ................................... 11
D. BEBERAPA HASIL SIKAP KEGURUAN .................................................... 11
1. Studi tentang perbedaan moral guru............................................................. 11
2. Orientasi nilai para calon guru...................................................................... 12
3. Hubungan kepribadian calon guru dengan sukses yang didapat dalam
praktik keguruan........................................................................................... 13
4. Ketetapan minat calon guru untuk bekerja sebagai guru.............................. 15
5. Peranan sikap dalam perubahan perilaku...................................................... 16
6. Perbedaan efek perkuliahan efek praktik keguruan terhadap sikap
para calon guru............................................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA
1
A. SIKAP
1. Pengertian sikap
Pada umumnya setiap ahli ilmu pengetahuan yang membanhas sikap dan mendalami
ilmu tersebut berusaha mengemukakan definisi tentang sikap sehingga timbulah
bermacama-macam definisi sikap. Beberapa diantaranya akan dikemukakan di bawah
ini:
Robert L. Ebel merumuskan sikap itu menjadi empat bagian, yaitu berwujud konsep
diri sendiri, minat, ide, dan niali sebagai berikut : “Self-concepts are attitudes or person
toward him self. Interests are attitudes or desire for certain activities. Ideals are
attitudes of approval of specific things or accomplishment. “ ( Ebel, 1972:523 ). Nampak
disini bahwa, baik konsep-konsep diri sendiri, macam-macam minat, ide-ide, maupun
nilai-nilai, semuanya merupakan awal dari perbuatan seseorang. Perbuatan untuk
memperbaiki diri sendiri memanfaatkan diri sendiri, perbuatan dalam melaksanakan
sesuatu, perbuatan untuk mencapai suatu cita-cita, dan perbuatan untuk mengejar nilai
yang diidam-idamkan.
Thomas dan Znaniecki memandang sikap itu sebagai suatu kesatuan. “ Attitudes are
individual mental processes which determine both the actual and potential responses of
each person in the social world “ ( Allport, 1973: 23 ). Disini sikap dinyatakan secara
lebih tegas merupakan penentu respons actual maupun respons yang masih bersifat
potensi dalam dunia sosial.
Kemudian Wicker mempertegas lagi pengertian sikap dengan mengatakan:
“…attitude is equated with the probability of recurrence of behaviorforms of a given
type or direction “ ( Wicker, 1973:168 ). Sikap adalah probalitas perulangan bentuk
perilaku menuju arah tertentu, jadi sikap merupakan arah bentuk perilaku tertentu.
Keempat definisi tersebut diatas, menunjukan bahwa sikap itu dapat dipandang
sebagai kendali arah perilaku, mulai dari yang masih bersifat potensi sampai kepada
yang berwujud nyata. Secara logis dapat dikemukakan, bahwa bila ingin memperbaiki
terlebih dahulu, perubahan siakap merupakan kunci perubahan perilaku.
Untuk memahami sikap secara lebih baik, perlu diketahui bagaimana cirri-ciri sikap.
Gordon W. Allpport ( 1960:293 ) mengemukakan empat cirri sikap, yaitu :
a. Sebagai bentuk kesiapan untuk merespon.
b. Bersifat individual.
c. Membimbing perilaku.
d. Bersifat bawaan dan hasil belajar.
2
Sikap sebagai pemberi arah perilaku, sebagai penentu respons terhadap obyek atau
keadaan tertentu, memang merupakan bentuk kesiapan untuk merespons. Seseorang
akan menentukan sikap terlebih dahulu sebelum ia melakukan sesuatu, atau sikap
tertentu suda ada padanya sebelum ia mewujudkan dalam bentuk perbuatan. Dengan
demikian, sikap pada umumnya selalu mendahului perbuatan, maka dikatakanlah sikap
itu sebagai kesiapan untuk berbuat atau merespons.
Sikap individual, artinya tiap-tiap indifidu mempunyai sikap tertentu tehadap suatu
obyek atau keadaan. Mungkin sikap-sikap itu ada persamaannya satu dengan yang lain,
tetapi tidak berarti hal itu persis sama. Sikap terhadap pengembangan kesian tradisional
misalnya, mungkin ada di antara anggota masyarakat yang setuju dan ada yang
menentang dengan alasan mereka masing-masing. Namun sikap diantara mereka yang
setuju tidak mesti persis sama, begitu pula sikap di antara mereka yang menentang.
Sikap ekstroversi adalah sikap yang mengarah ke luar dari individu yang
bersangkutan. Mereka ini mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mudah
bergaul, tidak segan-segan mengemukakan pikiran dan perasaan, mereka bersifat
terbuka. Sebaliknya orang yang bersifat introversi adalah bersifat menutup diri, sukar
bergaul, pendiam, menyendiri dan agak sukar mengemukakan pikiran, pendapat, dan
perasaannya.
2. Pembentukan sikap
Seperti sudah diuraikan dalam cirri-ciri sikap, bahwa sikap adalah bersifat
pembawaan dan hasil belajar. Perkembangan sikap ini berlangsung perlahan-lahan
mengikuti hokum perkembangan anak. Peranan orangtua sebagai lingkungan anak
amat penting artinya bagi kelangsungan perkembangan sikap seseorang. Sikap orang
tua yang baik terhadap anggota keluarga dan terhadap orang lain, sangat besar
kemungkinan akan dapat mempengaruhi perkembangan sikap anak-anaknya ke arah
yang baik pula.
Makin banyak pengalaman seseorang, makin banyak ia dapat belajar dan makin
kaya sikapnya. Mempelajari sikap sama dengan mempelajari hal lain, yaitu melalui
pancaindera dan keterampilan diteruskan ke otak. Ketiga organ itu bekerja bersama
mengembangkan dan mengarahkan potensi sikap yang sudah ada.
3
3. Struktur Sikap
Untuk menentukan struktur sikap guna mendapatkan komponen-komponen sikap
biasanya dipergunakan dua macam analisis, yaitu analisis nilai instrumental untuk
mencapai tujuan tertentu dan analisis kognitif, afektif, dan konatif ( McGuire,
1975:153 ).
Dalam analisis nilai instrumental ini, struktur sikap itu tidak mudah diuraikan
menjadi satu-satuan, melainkan merupakan suatu kumpulan persepsi terhadap suatu
obyk atau keadaan tertentu yang dituju oleh seseorang. Orang bersangkutan sudah
mepunyai sejumlah pengertian atau pemahaman tentang apa yang ia inginkan sebagai
obyek tujuan perilakunya.
Seorang profesional yang mengabdi kepada profesinya, biasanya mengarahkan
sikapnya sepenuhnya kepada pencapaian tujuan meningkatkan profesinya. Sikap di
sini betul-betul merupakan alat untuk mencapai tujuan, sebagai kesatuan komposisi
persepsi orang tersebut terhadap profesi yang dikejarnya.
Pendekatan analisis kognitif, afektif dan konatif dalam rangka menemukan struktur
sikap, meninjau sikap itu dari segi ketiga aspek jiwa tersebut di atas. Dengan kata lain,
stuktur sikap itu adalah terdiri dari kognisi, afeksi, dan konassi. Dengan ketiga
komponen sikap inilah seseorang akan mencapai tujuannya.
4. Kedudukan dan Fungsi Sikap terhadap Perilaku Manusia
Sikap itu sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang. Adapun yang
dikejarkan seseorang, bagaimana pendapatnya, dan bagaimana penilaiannya terhadap
sesuatu, sikapnya selalu member pengaruh besar terhadap perilaku tersebut.
Sikap mempengaruhi pengertian untuk menentukan bagaimana menangani obyek
atau situasi lingkungan tertentu. Sikap hanya kedudukan sebagai perantara.
Perilaku orang yang tidak konsisten dengan sikapnya cukup banyak ditemukan di
masyarakat. Makin lemah pendirian seseorang makin serin g ia berperilaku tidak
konsisten dengan sikapnya. Faktor luar begitu mudah mempengaruhi perilakunya
untuk mencapai keinginannya. Dan kalau factor luar ini dikatakan penyebab sikap
baru, maka sikapnya semula mudah digoyahkan oleh sikap-sikap baru yang terbentuk
karena factor-faktor luar.
4
Sikap yang berkedudukan sebagai perantara antara variabel bebas dengan variabel
terikat, mempunyai empat fungsi yaitu :
a. Utilatarian ( adaftive ) function.
b. Economy ( knowledge ) function.
c. Expressive ( self-realizing ) function.
d. The ego-defensive function.
Utilatarian adalah fungsi sikap untuk mengadakan penyesuaian diri dalam
lingkungan yang baru, terutama dalam lingkungan sosial.
Fungsi sikap yang kedua adalah fungsi ekonomi atau ilmu pengetahuan, fungsi
sikap yang ketiga adalah fungsi ekspresi dan merealisasi diri. Kalau fungsi ekspresi
bertujuan memperbaiki keadaan dari negative kea rah positif, maka fungsi merealisasi
diri bertujuan meningkatkan keadaan seseorang yang sudah positif kea rah perujudan
diri untuk menemukan identitas diri sendiri.
Pilihan identitas diri ditentukan oleh bakat dan pengalaman seseorang. Orang yang
berkecinambung di bidang pertanian bila ia merealisasi diri cenderung memilih
menjadi petani yang ulung, seseorang pelukis akan berusaha mengidentifikasi diri
sebagai guru profesional, dan sebagainya.
5. Masalah Dinamika Sikap
McGuire ( 1975:266-270 ) menguraikan empat teori perubahan sikap, yaitu :
a. Pendekatan teori belajar.
b. Pendekatan teori persepsi.
c. Pendekatan teori konsisten.
d. Pendekatan teori fungsi.
Teori belajar mengatakan bahwa sikap berubah disebabkan karena ada bahan
pelajaran yang dipelajari oleh individu yang dapat mengubah sikap semula. Bahan-
bahan pelajaran meupakan variabel-variabel pendahulu, sedangkan sikap sebagai
variabel terikat sehingga berubah dari keadaab semula.
Perubahan sikap sehubungan dengan teori belajar ini ditentukan pula oleh intensis
belajar individu itu, oleh kualitas kemampuannya mempelajari bahan pelajaran dan
oleh cara menghidangkan bahan pelajaran. Bila individu cukup mampu belajar dan ia
belajar dengan baik serta sikapnya akan berubah.
5
Cara menghidangkan bahan pelajaran cukup menentukan perubahan sikap murid-
murid. Guru yang menghidangkan bahan tanpa persiapan terlebih dahulu, mendiktekan
atau berbicara tidak sistematis, kurang sekali menarik perhatian murid-murid.
Cara bersikap ditentukan oleh (1) kesadaran seseorang akan obyek atau
lingkungannya, (2) bukan pada apa yang ada, tetapi pada apa yang dilihat, dan (3)
bagaimana ia mengorganisasi obyek atau lingkungan itu ( Haire, 1964:52). Ketiga
syarat tersebut diatas untuk menentukan sikap seseorang adalah merupakan persepsi
orang itu untuk merubah atau menentukan sikapnya.
B. CIRI-CIRI GURU PROFESIONAL
Guru-guru yang dikembangkan atau dikembangkan kemampuan mendidiknya secara
relative maksimal, akan memiliki yang memadai dalam mendidik murid-murid mereka.
Banyak ahli mengemukakan pendapatnya tentang cirri-ciri guru profesional, namun
tidak ada kesepakatan di antara mereka, tidak ada kesamaan pendapat sendiri-sendiri
walaupun ada kesesuaian.
1. Beberapa pandangan tentang Ciri-ciri Guru Profesional
Pertama-tama guru harus memeperhatikan keadaan lingkungan seolah tempat ia
bekerja. Sebab masyarakat di lingkungan sekolah itu tidak dapat dipisahkan dengan
sekolah. Sekolah akan maju kalau ada dukungan yang baik dari masyarakat, sebaliknya
masyarakat juga akan maju bila calon anggota-anggotanya di didik dan dikembangkan di
sekolah dengan baik.
Di samping melayani kebutuhan masyarakat, guru juga harus mengembagkan cara
berfikir ilmiah, yaitu berfikir berdasarkan data, menyelesaikan masalah dengan
alternative-alternatif serta merumuskan kesimpulan secara kritis dan hati-hati.
Ciri yang lain adalah guru sebagai sumber ilmu pengetahuan, guru harus lebih tahu
dalam bidangnya. Hal ini menuntut setiap guru harus memahami sunguh-sunguh
pengetahuan yang akan dipelajari oleh anak-anak dalam bidang ilmu yang ia bina dan
bersifat terbaru.
Tugas guru yang terakhir adalah mengorganisasi proses belajar murid-murid,
merencanakan bagaimana caranya agar muruid-murid dapat belajar dengan aktif, rajin,
dantekun. Ia harus mengelola segala sesuatu untuk kepentingan itu, termasuk mengatur
sarana, fasilitas, situasi belajar, dan aktivitas murid-murid itu sendiri. Guru adalah motor
penggerak aktivitas murid belajar, terutama bila ada hambatan-hambatan, ketidaklancaran
6
yang sumbernya pada murid itu sendiri. Guru adalah pembimbing dan konsultan bagi
murid yang menghadapi kesulitan.
Guru merupakan elemen terpenting dalam sebuah system pendidikan. Ia merupakan
ujung tombak. Proses belajar siswa sangat dipengaruhi oleh bagaimana siswa memandang
performance guru mereka ( Halsall, 1973 ).
Perilaku guru tidak hanya menentukan kesuksesan atau kegagalan sebuah kurikulum,
tetapi secara independen juga memilki pengaruh terhadap efektivitas sekolah. Secara
kusus seorang guru hendaknya :
 Sesering mungkin memanfaatkan pertanyaaan dengan memperhatikan kemampuan
anak yang beragam
 Menjaga agar pembelajaran terfokus pada aspek tertentu.
Mempelajari subjek yang terlalu beragam dalam satu jam mata pelajaran bisa
mengurangi interaksi guru-siswa. Guru dan siswa masing-masing disibukkan oleh
pekerjaan yang menumpuk. Rutinitas yang cenderung membuang-buang waktu
menjadi semakin meningkat
 Menjaga agar siswa atau kelas selalu berorientasi pada belajar
 Mempertahankan perkembangan belajar pada tingkatan yang relative cepat
 Memastikan bahwa rutinitas dan peraturan kelas dipahami dengan baik, sehingga
mengurangi kemungkinan siswa menemui guru hanya untuk meminta petunjuk atau
bimbingan
 Menciptakan suasana kelas dimana siswa merasa leluasa bisa meminta pertolongan,
terutama bagi siswa yang berasal dari latar belakang ekonomi lemah.
2. Harapan yang Tinggi
Seseorang akan sukses jika ia merasa yakin bahwa ia akan sukses. Demikian juga,
seseorang akan mengalami kegagalan jika ia menyangka bahwa ia akan gagal.
Harapan atau keyakina yang tidak harus dating dari diri sendiri tapi juga dari orang
lain; dari harapan-harapan, doa-doa,dan keyakinan orang lain baik orangtua, tema, guru,
atau siapa saja. Bruner ( 1988 ) menunjukan bahwa secara psikologis seseorang akan
menunjukan bahwa secara psikologis seseorang akan melakukan apa yang orang lain
harapkan untuk ia lakukan. Demikianlah, ekspetasi ( harapan ) seorang guru secara positif
berpengaruh terhadap kesuksesan siswa.
7
Seperti Creemers, Samdaal et al ( 1999 ) juga menemukan bahwa harapan atau
kepercayaan yang berlebihan bisa meemukaqn bahwa harapan atau kepercayaan ayang
berlebihan bisa menurunkan prestasi belajar siswa. Finn ( 1989 ) menemukan bahwa
harapan yang tidak rasional, biasanya terjadi ketika ekspektasi melampaui tingkat
kemampuan siswa,kemungkinan besar mengakibatkan rasa keterasingan dan kegagalan.
3. Melibatkan Siswa
Upaya melibatkan siswa telah menjadi fenomena yang cukup berkembangan dalam
pendidikan akhir-akhir ini. Hanya saja, belum cukup banyak siswa yang ikut terlibat dan
mempengaruhi proses pembuatan progan belar-mengajar di sekolah.
Menurut studi Potts ( 1986 ),siswa akan belajar dengan efektif bila kurikulum
dikembangkan secara gradual berdasarkan kebutuhan dan kepentingan siswa. Finn (1989)
menemukan bahwa siswa yang memilki masalah dengan perilakunya merasa tersisihkan
jika kurikulum yang diajarkan kepada mereka tidak didisain sesuai dengan kebutuhan
mereka, terlebih lagi jika peraturan-peraturan sekolah tidak disusun secara fair dan efektif
dengan melibatkan mereka.
Schafer dan Polk ( 1972 ) menjelaskan empat manfaat yang bisa diperoleh bila siswa
dilibatkan dalam membuat peraturan-peraturan sekolah atau kelas:
a. Keterlibatan siswa yang tinggi dalam kegiatan sekolah;
b. Menjaga dan mendukung ide-ide, kreatifitas dan inovasi yang potensial dan
bermanfaat;
c. Karena merasa tidak terselisih dalam kehidupan sekolah, maka siswa tidak akan
mencari “pemuasan” di luar sekolah.
d. Memaksimalkan aktivitas belajar mengajar karena siswa memiki banyak pilihan dan
kesempatan untuk saling membantu.
Selanjutnya, dikatakan pula bahwa guru harus member latihan kepada anak-anak.
Tugas guru yang lain adalah melaksanakan bimbingan. Tugas guru juga dikatakan tidak
bisa lepas dari tugas administrasi. Sebab setiap guru mempunyai kesempatan untuk
menjadi administrator.
8
4. Analisis dan Sintesis Ciri-ciri Guru Profesional
Komponen-komponen ciri guru profesional dari Asean Programme of Education
Innovation ( APEID ) yang diuraikan dalam halaman-halaman terlebih dahulu:
 Menghubungkan murid dengan kebudayaan lingkungan.
 Membimbing ke arah berfikir ilmiah.
 Merupakan sumber ilmu pengetahuan tertentu dengan belajar seumur hidup.
 Mengorganisasi belajar murid-murid, sebagai promotor, sebagai fasilitor, sebagai
organisator, sebagai korektor, dan sebagai manager belajar murid.
 Sebagai pembimbing atau penghubung anak terhadap lingkungannya yang masih
kabur.
 Mengembangkan filsafat moral anak dan pandangan positif terhadap dunia.
 Mengembangkan kreativitas dan kepercayaan pada diri sendiri untuk menghadapi
masa yang akan datang.
 Sebagai koordinator lembaga-lembaga non formal di luar sekolah.
 Sebagai petugas pendidikan sosial.
 Mengintegrasikan pengetahuan untuk kepentingan sekolah dan masyarakat.
5. Pengelompokkan ciri-ciri guru profesional
Ciri-ciri guru profesional tersebut diatas kemudian dibagi menjadi lima kelompok.
Pengelompokan itu diserahkan kepada analisis peranan atau fungsi guru dan tujuan
pendidikan guru yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan diuraikan pada bagian
berikut ini. Peranan atau fungsi dan tujuan pendidikan guru tersebut dicari komponen-
komponenya menurut jenis aktivitas yang dilakukan oleh guru dalam proses pendidikan.
Bila peranan guru tersebut di atas dianalisis, peranan pertama mengharuskan guru-
guru menguasai ilmu pengetahuan, mereka sebagai sumber ilmu pengetahuan. Peranan
yang kedua berhubungan dengan tugas guru memberikan paket-paket pemikirannya
sebagai bahan pertimbangan dengan tugas guru memberikan paket-paket pemikirannya
sebagai bahan pertim bangan bagi murid-murid dalam mengembangkan dirinya.
Peranannya yang ketiga menuntut kemampuan guru-guru untuk memberikan suatu
metode memahami bahan pelajaran kepada murid-murid. Peranan keempat menuntut
perilaku guru-guru sebagai artis pengelola jiawa murid, agar mereka mampu melihat
dunia guru sebagai artis pengelola jiwa murid, agar mereka mampu melihat dunia secara
positif, tahu persoalan-persoalannya, dan dapat hidup wajar didalamnya. Peranan kelima
9
mengharuskan guru-guru mampu memperhalus jiwa, mempertinggi budi murid-murid.
Keempat peranan terakhir dapat dikelompokan menjadi satu, yaitu kemampuan guru
dalam menyajikan bahan pelajaran. Sedangkan peranan ke enam menuntut guru-guru
melaksanakan nilai-nilai hidup yang baik, ini merupakan segi efeksi guru.
C. BEBERAPA METODE PENGEMBANGAN SIKAP
Dalam memperbaiki sosial ekonomi negara-negara berkembang.Renes (1969:69)
mengemukakan pengembangan sikap. Keadaan masyarakat sulit diperbaiki kalau sikap
angota-angotanya belum berubah.
Selanjutnya, dikatakan bahwa pendidikan yang sifatnya mengembangkan kognisi dan
keterampilan kurang banyak manfaatnya dalam memajukan masyarakat negara
berkembang bila tidak dilandasi oleh pengembangan sikap. Dia menghendaki
pengembangan sikap sebagai fondasi yang kuat inilah akan muncul perkembangan-
perkembangan kognisi dan keterampilan.
Jadi untuk mengembangkan sikap seseorang dibutuhkan suatu pendekatan penampilan
kata hati. Penampilan kata hati menyangkut masalah keyakinan dan kepercayaan. Teori
pengembangkan sikap yang lain dikemukakan oleh John V. Gilmore dalam buku The
productive Personality, yang membahas tentang pengembangan sikap sebagai dasar
pembentukan perilaku yang produktif.
Perkembangan kepribadian berlangsung melalui proses identifikasi, yang dimulai
sejak baru lahir. Tetapi tidak semua kepribadian akan menjadi pribadi produktif. Hal ini
bergantung kepada sifat lingkungan anak. Agar anak berkembang menjadi pribadi
produktif diperlukan lingkungan yang hangat dan empatik.
Factor-faktor yang menyebabkan perubahan sikap adalah:
a. Sumber komunikasi yang baik, seperti kejujuran si pembicara, prestise si pembicara,
menyenangkan para pendengar, ada unsure kesamaan antara si pembicara merupakan
satu kelompok dengan si pendengar.
b. Cara berkomunikasi yang baik, seperti tuntutan yang tidak jauh berbeda dengan
sikapsemula agar seseorang tidak menolak, sikap harus diubah sedikit demi sedikat.
Komunikasi dua arah yaitu dengan menjelaskan sikap-sikap yang lain selain sikap yang
diinginkan, agar murid dapat menimbang sendiri. Komunikasi disimpulkan oleh
pembicara atau guru untuk murid yang bodoh atau untuk masalah yang kompleks, bagi
murid yang pandai atau masalah yang sederhana dapat disimpulkan sendiri oleh murid.
Efektivitas komunikasi dapat berada pada kesan pertama dan terakhir, bergantung
10
kepada situasi dan atau tingkat kritis, efektivitas komunikasi semakin meningkat sejajar
dengan peningkatan kualitas dan kuantitas informasi.
c. Situasi yang menguntungkan, seperti situasi yang memberikan reinforcement, situasi
yang menimbulkan rasa takut bila bersikap baru, situasi yang menimbulkan sikap agresif
untuk merubah sikap, dan situasi yang menganggu perhatian subyek atau murid terhadap
sikap lama.
d. Pribadi si pendengar, seperti gambaran diri sendiri, intelengensi, dan bentuk
pertahanan. Pertahanan rendah lebih mudah diubah sikapnya daripada yang tinggi,
wanita lebihy mudah diubah sikapnya daripada laki-laki. Makin besar perhatian terhadap
komunikasi makin mudah diubah sikapnya. Orang yang tidak diberi tahu sebelumnya
tentang informasi tertentu lebih mudah terpengaruh daripada bila diberi tahu selamanya.
Teori pengembangan sikap ada memiliki tiga komponen besar sebagai berikut:
a. Komponen lingkungan
b. Komponen bentuk perkembangan perantara untuk menuju pada sikap yang
diinginkan
c. Komponen peranan guru dengan teknik-teknik pembantu dalam mengembangkan
sikap.
Kedudukan guru dalam mengembangkan sikap adalah sebagai:
a. Teknik mengadu gagasan menekankan munculnya ide-ide baru, termasuk
bagaimana bersikap terhadap masalah baru
b. Teknik latihan hubungan antar manusia menekankan intropeksi dalam bidang
kepribadian,termasuk sikap kita terhadap orang lain atau terhadap sesuatu
c. Teknik latihan motivasi menekankan intropeksi dalam bidang kemampuan dan
memotivasi diri, termasuk dalam usaha merubah sikap
d. Teknik sinektik bertujuan mengembangkan sikap baru terhadap sesuatu
e. Teknik simulasi menekankan kemampuan mengidentifakasi dan menghayati
peranan orang yang dimainkan, agar dapat bersikap yang tepat tehadapnya
f. Teknik pengembangan afeksi, antara lain bertujuan mengembangkan menghayati
dan bersikap tepat terhadap sesuatu
g. Teknik berkomunikasi yang baik seperti perlakuan dalam mengubah sikap harus
dilakukan secara perlahan-lahan, teratur, dan berkelanjutan serta murid-murid diberi
kesempatan memepertimbangkan.
11
D.BEBERAPA HASIL PENELITIAN SIKAP KEGURUAN
1. Studi tentang perbedaan Moral Guru
Suatu studi tentang perbedaan moral guru diselenggarakan di Universita Purdue,
Indian, Amerika serikat (Rempel, 1970:534-539). Hasil studi ini dipergunakan untuk
menyeleksi dan mengidentifikasi elemen-elemen tanggung jawab guru. Sampel yang
diambil adalah sebanyak 3075 orang guru sekolah menengah pada 60 sekolah di Indiana
dan 16 sekolah di Oregon.
Sesudah data mengenai factor-faktor moral dianalisis dengan analisis variasi,
penelitian ini meberi hasil sebagai berikut :
a. Skor rata-rata antara guru-guru di Indiana dan Oregon berbeda sedikit; skor rata-rata
guru di Indiana lebih tinggi, tetapi guru-guru di Oregon lebih puas akan gaji, fasilitas
dan pelayanan sekolah, desakan masyarakat dan dukungan masyarakat.
b. Skor rata-rata guru wanita lebih tinggi secara berarti daripada skor kepuasan dalam
mengajar, dan desakan masyarakat.
c. Skor rata-rata moral guru-guru yang bergelar guru yang MA berbeda secara berarti
dengan guru-guru yang bergelar BA dalam factor kepuasan mengajar, problem
kurikulum, fasilitas dan pelayanan sekolah, dan desakan masyarakat.
d. Skor rata-rata guru yang berumur 26 tahun-35 tahun lebih rendah secara berarti
daripada guru-guru yang berumur 25 tahun ke bawah, dalam factor gaji, tugas guru,
dan problem kurikulum
e. Guru-guru pada sekolah yang lebih luas puas akan gaji, problem kurikulum,
dukungan masyrakat, dan fasilitas serta pelayanan sekolah.
f. Moral guru-guru berhubungan secara menyakinkan dengan pengalamannya.
g. Ada korelasi tinggi antara tingkat gaji dengan tingkat moral, kecuali terhadap tugas-
tugas guru.
h. Tidak ada pebedaan moral yang berarti di antara guru-guru vak (mata pelajaran).
i. Tidak ada perbedaan moral yang berarti di antara guru-guru sekolah kejujuran dan
guru-guru sekolah umum.
12
2. Orientasi Nilai Para Calon Guru
Wannamaker (1970:544-550) menulis tentang studi yang bertujuan membandingkan
orientasi nilai antara calon guru sekolah dasar dengan calon guru sekolah menengah
pertama. Mereka mengaharap hasil penelitian ini sesudah digabungkan dengan hasil-
hasil penelitian lain yang sejenis, dapat dipakai dasar merencanakan program pendidikan
guru selanjutnya.
DVI diberikan pada awal studi para calon guru. Datanya sesudah dianalisis
memberikan hasil sebagai berikut:
a. Nilai-nilai yang dimiliki oleh calon guru sekolah dasar menunjukan kepada orientasi
darurat.
b. Calon guru sekolah dasar dan calon guru sekolah menengah pertama mendapat skor
rata-rata yang sama, hanya skor calon guru terakhir lebih lebar distribusinya.
c. Skor untuk calon guru sekolah dasar tidak berbeda secara berarti ditinjau dari segi
pekerjaan orangtua, sebagai tenaga profesi, usahawan, pegawai, pekerja terampilan,
non terampilan, dan petani; kecuali anak-anak para petani mendapat skor lebih tinggi
secara berarti daripada anak-anak para pekerja non terampil.
3. Hubungan Kepribadian Calon Guru dengan Sukses yang Didapat dalam
Praktik Keguruan
Suatu penelitian tentang hubungan antara kepribadian calon guru sekolah menegah
dengan sukses yang diperoleh selama praktik keguruan (Henyum,1969:143-147)
dilaksanakn di Universitas Minnesota, dengan populasi 78 orang mahasiswa yang
berpraktik pada 45 sekolah menengah.
Penelitian mempergunakan dua instrumen yaitu: Sixteen Presonality Factor
Questionnaire buatan Cattel yang diberikan kepada para calon guru sebelum mereka
mengajar, dan Reaction Inventory buatan Hoyt Grim dengan isi :
a. Kualitas pengendalian kelas
b. Jelasnya tujuan pengajaran
c. Kerjasama murid dalam kelompok
d. Kualitas insentif
e. Tingkat motivasi
f. Pemenuhan kebutuhan murid
g. Pengajaran individual.
13
4. Ketetapan Minat Calon Guru untuk Bekerja Sebagai Guru
Suatu penelitian lain ditunjukan untuk mengidentifikasi sikap dan kepribadian calon
guru pada waktu permulaan memasuki lembaga pendidikan guru, untuk membedakan
mana di antara mereka kemudian akan terus menjadi guru dan mana yang tidak (Linden,
1969:351-359).
Hipotesa yang dikemukakan adalah calon guru yang kemudian memasuki jabatan
guru, akan menunjukan sikap dan kepribadian yang berbeda baik pada waktu kuliah
maupun pada waktu mengikuti praktik keguruan dengan calon guru yang kemudian tidak
menjadi guru, perbedaan ciri tersebut di atas akan diwujudkan dalam kriterium status
kelompok dari segi jenis kelamin, mayor dan tingkatan mata pelajaran yang diambil.
5. Peranan Sikap dalam Perubahan Perilaku
Elmer B. Jacobs (1968:410-415) dari Universitas IIIinos meneliti peranan sikap
dalam perubahan perilaku. Survei dilakukan terhadap 550 mahasiswa pada waktu
mahasiswa masih kuliah dan 457 mahasiswa dalam melaksanakan praktik keguruan pada
lima lembaga pendidikan guru. Skala sikap diberikan dua kali, yaitu pada awal semester
dan pada akhir semester.
Perubahan sikap pada waktu mengikuti praktik keguruan mungkin merupakan reaksi
terhadap birokrasi organisasi; inilah yang mungkin disebut “bureaucratic Shock”.
Walaupun para mahasiswa sudah disiapkan di falkultas untuk mempengaruhi hal itu ke
arah yang lebih baik, tetapi rupa-rupanya sedikit sekali hasilnya.
6. Perbedaan Efek Perkuliahan Efek Praktik Keguruan terhadap Sikap Para
Calon Guru
Rolf E. Muss (1966:185-189) dari Goucher College, Towson, Maryland, menulis
tentang studi yang bertujuan mencari perbedaan efek perkiuliahan dengan efek praktik
keguruan terhadap sikap mahasiawa calon guru. 52 mahasiswa lembaga pendidikan guru
lima tahun yang disiapkan untuk guru sekolah dasar diberi tes Minnesota Teacher
Attitude Inventory (MTAI) sebanyak tiga kali. Pertama, ketika baru dua atau tiga hari
menginjak kampus; kedua sesudah selesai kuliah dan akan mulai melaksanakan praktik
keguruan;dan ketiga sesudah selesai melakukan praktik keguruan.
Penelitian ini menunjukan bahwa sika, nilai-nilai, dan cara mengajar dapat
ditingkatkan secara berarti melalui progam latihan yang insentif. Hasil-hasil penelitian
14
tersebut terutama yang berhubungan dengan sikap keguruan caln guru, akan ditemukan
hal-hal sebagai berikut:
a. Orientasi nilai para calon guru tidak bersifat tradisioanl, tetapi bersifat kontinum,
mengarah ke nilai-nilai baru
b. Agar memperoleh sukses mengajar di sekolah menengah pertama diperlikan
kepribadian khusus seperti kematangan emosi, pengalaman, ekstroversi, dan
penyesuain sosial
c. Agar memperoleh sukses mengajar disekolah menegah atas, diperlukan intelenjesi
tinggi dan antusiasme
d. Tidak dapat ditentukan sejak awal maupun selama studi siapa diantara calon guru
yang akan terus menjadi guru, dan siapa yang tidak akan bekerja sebagai guru. Hal
ini hanya dapat ditentukan sesudah satu tahun tamat studi di lembaga pendidikan
guru
e. Sikap calon guru meningkat ke arah positif selama mereka studi, tetapi menurun
kembali selama melaksanakan praktik keguruan
f. Sikap yang meningkat berhubungan dengan pelajaran-pelajaran keguruan, diskusi-
diskusi, interaksi mahasiswa yang bertujuan sama, dan sebagainya
g. Ada hubungan yang berarti antara persepsi mahasiswa tentang tugas guru yang
didapat dalam pengalaman mengajar dengan perubahan sikapnya
h. Sikap nilai-nilai, dan cara mengajar dapat dirubah atauditingkatkan melalui progam
latihan yang intensif.
15
DAFTAR PUSTAKA
Fathurrahman, Pupuk. ( 2012 ). Pengembangan profesional Guru. Bandung: PT. Refika
Aditama.

More Related Content

What's hot

SIFAT-SIFAT UMUM AKTIVITAS MANUSIA
SIFAT-SIFAT UMUM AKTIVITAS MANUSIASIFAT-SIFAT UMUM AKTIVITAS MANUSIA
SIFAT-SIFAT UMUM AKTIVITAS MANUSIA
Nur Arifaizal Basri
 
Buku ajar 1 MPKT A
Buku ajar 1 MPKT ABuku ajar 1 MPKT A
Buku ajar 1 MPKT A
ghozialfawwaz
 
Psikologi pendidikan
Psikologi pendidikanPsikologi pendidikan
Psikologi pendidikan
Rahmat Rimansah
 
Taksonomi bloom
Taksonomi bloomTaksonomi bloom
Taksonomi bloom
Yohanna Claudia
 
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MEMINIMALISA...
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MEMINIMALISA...EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MEMINIMALISA...
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MEMINIMALISA...
Ratih Aini
 
Teori belajar
Teori belajar Teori belajar
Teori belajar
Yuliana
 
Ranah kognitif (pengetahuan)
Ranah kognitif (pengetahuan)Ranah kognitif (pengetahuan)
Ranah kognitif (pengetahuan)
Sukiman Fitk
 
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIKTEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
UNIVERSITY OF ADI BUANA SURABAYA
 
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIKTEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
UNIVERSITY OF ADI BUANA SURABAYA
 
taksonomi kognitif bloom
taksonomi kognitif bloomtaksonomi kognitif bloom
taksonomi kognitif bloom
siaw ong
 
Teori humanistik
Teori humanistikTeori humanistik
Teori humanistik
maul99
 
Ppd tik dicki abdullah
Ppd tik dicki abdullahPpd tik dicki abdullah
Ppd tik dicki abdullah
dickiabdullah
 
Aplikasi teori inteligensi sternberg dalam pendidikan
Aplikasi teori inteligensi sternberg dalam pendidikanAplikasi teori inteligensi sternberg dalam pendidikan
Aplikasi teori inteligensi sternberg dalam pendidikan
Musa Hutauruk
 
Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
Mayawi Karim
 
Makalah psikopend kel 7
Makalah psikopend kel 7Makalah psikopend kel 7
Makalah psikopend kel 7
Arung Prasetiyah
 
Mental Switching: "Perubahan Sikap & Pola Pikir" - Pra Pensiun / Purnabakti
Mental Switching: "Perubahan Sikap & Pola Pikir" - Pra Pensiun / PurnabaktiMental Switching: "Perubahan Sikap & Pola Pikir" - Pra Pensiun / Purnabakti
Mental Switching: "Perubahan Sikap & Pola Pikir" - Pra Pensiun / Purnabakti
Kanaidi ken
 
Kelompok 3
Kelompok 3Kelompok 3
Kelompok 3
diasdiasputra
 
Makalah Motivasi
Makalah MotivasiMakalah Motivasi
Makalah Motivasi
Sintya M
 
sikap kerja dalam perusahaan
sikap kerja dalam perusahaansikap kerja dalam perusahaan
sikap kerja dalam perusahaan
Ikha Mardiyah
 

What's hot (20)

SIFAT-SIFAT UMUM AKTIVITAS MANUSIA
SIFAT-SIFAT UMUM AKTIVITAS MANUSIASIFAT-SIFAT UMUM AKTIVITAS MANUSIA
SIFAT-SIFAT UMUM AKTIVITAS MANUSIA
 
Buku ajar 1 MPKT A
Buku ajar 1 MPKT ABuku ajar 1 MPKT A
Buku ajar 1 MPKT A
 
Psikologi pendidikan
Psikologi pendidikanPsikologi pendidikan
Psikologi pendidikan
 
Taksonomi bloom
Taksonomi bloomTaksonomi bloom
Taksonomi bloom
 
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MEMINIMALISA...
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MEMINIMALISA...EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MEMINIMALISA...
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MEMINIMALISA...
 
Teori belajar
Teori belajar Teori belajar
Teori belajar
 
Ranah kognitif (pengetahuan)
Ranah kognitif (pengetahuan)Ranah kognitif (pengetahuan)
Ranah kognitif (pengetahuan)
 
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIKTEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
 
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIKTEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
TEKNIK PENILAIAN AUTENTIK
 
taksonomi kognitif bloom
taksonomi kognitif bloomtaksonomi kognitif bloom
taksonomi kognitif bloom
 
Teori humanistik
Teori humanistikTeori humanistik
Teori humanistik
 
Ppd tik dicki abdullah
Ppd tik dicki abdullahPpd tik dicki abdullah
Ppd tik dicki abdullah
 
Aplikasi teori inteligensi sternberg dalam pendidikan
Aplikasi teori inteligensi sternberg dalam pendidikanAplikasi teori inteligensi sternberg dalam pendidikan
Aplikasi teori inteligensi sternberg dalam pendidikan
 
Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
Motivasi dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
 
Makalah psikopend kel 7
Makalah psikopend kel 7Makalah psikopend kel 7
Makalah psikopend kel 7
 
Mental Switching: "Perubahan Sikap & Pola Pikir" - Pra Pensiun / Purnabakti
Mental Switching: "Perubahan Sikap & Pola Pikir" - Pra Pensiun / PurnabaktiMental Switching: "Perubahan Sikap & Pola Pikir" - Pra Pensiun / Purnabakti
Mental Switching: "Perubahan Sikap & Pola Pikir" - Pra Pensiun / Purnabakti
 
Kelompok 3
Kelompok 3Kelompok 3
Kelompok 3
 
Makalah Motivasi
Makalah MotivasiMakalah Motivasi
Makalah Motivasi
 
sikap kerja dalam perusahaan
sikap kerja dalam perusahaansikap kerja dalam perusahaan
sikap kerja dalam perusahaan
 
Psikologi pendidikan.
Psikologi pendidikan.Psikologi pendidikan.
Psikologi pendidikan.
 

Viewers also liked

CoreValues
CoreValuesCoreValues
CoreValues
Jessica Margrill
 
Euractiv -122015_special_-_energetika_v_strednej_europe___
Euractiv  -122015_special_-_energetika_v_strednej_europe___Euractiv  -122015_special_-_energetika_v_strednej_europe___
Euractiv -122015_special_-_energetika_v_strednej_europe___
vEnergetike
 
Training: Evolving Better Business Deck (xvids)
Training: Evolving Better Business Deck (xvids)Training: Evolving Better Business Deck (xvids)
Training: Evolving Better Business Deck (xvids)
Corporate Responsibility & Sustainability in Practice
 
Evaluation How Effective is the Combination of your Main Product and Ancillar...
Evaluation How Effective is the Combination of your Main Product and Ancillar...Evaluation How Effective is the Combination of your Main Product and Ancillar...
Evaluation How Effective is the Combination of your Main Product and Ancillar...
AliyahRaoof
 
Dampak kebijakan politik
Dampak kebijakan politikDampak kebijakan politik
Dampak kebijakan politik
andinievita
 
Clash royale gemmes - Clash royale generateur
Clash royale gemmes - Clash royale generateurClash royale gemmes - Clash royale generateur
Clash royale gemmes - Clash royale generateur
yassir bekhalfi
 
Basic photography class
Basic photography classBasic photography class
Basic photography class
Pontiac Public Library
 
Komposisi
KomposisiKomposisi

Viewers also liked (8)

CoreValues
CoreValuesCoreValues
CoreValues
 
Euractiv -122015_special_-_energetika_v_strednej_europe___
Euractiv  -122015_special_-_energetika_v_strednej_europe___Euractiv  -122015_special_-_energetika_v_strednej_europe___
Euractiv -122015_special_-_energetika_v_strednej_europe___
 
Training: Evolving Better Business Deck (xvids)
Training: Evolving Better Business Deck (xvids)Training: Evolving Better Business Deck (xvids)
Training: Evolving Better Business Deck (xvids)
 
Evaluation How Effective is the Combination of your Main Product and Ancillar...
Evaluation How Effective is the Combination of your Main Product and Ancillar...Evaluation How Effective is the Combination of your Main Product and Ancillar...
Evaluation How Effective is the Combination of your Main Product and Ancillar...
 
Dampak kebijakan politik
Dampak kebijakan politikDampak kebijakan politik
Dampak kebijakan politik
 
Clash royale gemmes - Clash royale generateur
Clash royale gemmes - Clash royale generateurClash royale gemmes - Clash royale generateur
Clash royale gemmes - Clash royale generateur
 
Basic photography class
Basic photography classBasic photography class
Basic photography class
 
Komposisi
KomposisiKomposisi
Komposisi
 

Similar to Study eksploratoris karakter keguruan profesional mona.doc

Makalah atribusi sosial
Makalah atribusi sosialMakalah atribusi sosial
Makalah atribusi sosial
istiyuliawati
 
New makalah sikap psikologi sosial i kelompok 9
New makalah sikap psikologi sosial i kelompok 9New makalah sikap psikologi sosial i kelompok 9
New makalah sikap psikologi sosial i kelompok 9
novyaindri29
 
Psikologi sosial makalah sikap
Psikologi sosial makalah sikapPsikologi sosial makalah sikap
Psikologi sosial makalah sikap
vidyatiara
 
Makalah psikologi industri sikap kerja
Makalah psikologi industri sikap kerjaMakalah psikologi industri sikap kerja
Makalah psikologi industri sikap kerja
Dayang Sari Andriani
 
S oalan tugasan 2(sahsiah)
S oalan tugasan 2(sahsiah)S oalan tugasan 2(sahsiah)
S oalan tugasan 2(sahsiah)
pohliyuen
 
tugas perilaku organisasi
tugas perilaku organisasitugas perilaku organisasi
tugas perilaku organisasi
DianKurniawatii
 
1. SIKAP, PRIBADI DAN TINGKAH LAKU.pdf
1. SIKAP, PRIBADI DAN TINGKAH LAKU.pdf1. SIKAP, PRIBADI DAN TINGKAH LAKU.pdf
1. SIKAP, PRIBADI DAN TINGKAH LAKU.pdf
BhinekaTemplate
 
Bab 15.perilaku
Bab 15.perilakuBab 15.perilaku
Bab 15.perilaku
pengantarbisnis
 
Pembelajaran kognitif
Pembelajaran kognitifPembelajaran kognitif
Pembelajaran kognitif
zikriamri86
 
PPT SIKAP DAN PENGEMBANGAN SIKAP.pptx
PPT SIKAP DAN PENGEMBANGAN SIKAP.pptxPPT SIKAP DAN PENGEMBANGAN SIKAP.pptx
PPT SIKAP DAN PENGEMBANGAN SIKAP.pptx
BujangBaturusa
 
Makalah 3
Makalah 3Makalah 3
Makalah 3
ayu01
 
ppt psikologi sikap[2].pptx
ppt psikologi sikap[2].pptxppt psikologi sikap[2].pptx
ppt psikologi sikap[2].pptx
HeyyPutt
 
Definisi belajar
Definisi belajarDefinisi belajar
Definisi belajar
Syamsul Umam
 
Perilaku organisasi
Perilaku organisasiPerilaku organisasi
Perilaku organisasi
LelywatiIdham
 
Perilaku organisasi
Perilaku organisasiPerilaku organisasi
Perilaku organisasi
Suryana Sumantri
 
Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran
Psikologi Pembelajaran dan PengajaranPsikologi Pembelajaran dan Pengajaran
Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran
FMx Cafe
 
Konsep Perilaku Manusia
Konsep Perilaku ManusiaKonsep Perilaku Manusia
Konsep Perilaku Manusia
pjj_kemenkes
 
Memahami subjek didik secara holistik
Memahami subjek didik secara holistikMemahami subjek didik secara holistik
Memahami subjek didik secara holistik
Dedi Yulianto
 

Similar to Study eksploratoris karakter keguruan profesional mona.doc (20)

Makalah atribusi sosial
Makalah atribusi sosialMakalah atribusi sosial
Makalah atribusi sosial
 
New makalah sikap psikologi sosial i kelompok 9
New makalah sikap psikologi sosial i kelompok 9New makalah sikap psikologi sosial i kelompok 9
New makalah sikap psikologi sosial i kelompok 9
 
Psikologi sosial makalah sikap
Psikologi sosial makalah sikapPsikologi sosial makalah sikap
Psikologi sosial makalah sikap
 
Makalah psikologi industri sikap kerja
Makalah psikologi industri sikap kerjaMakalah psikologi industri sikap kerja
Makalah psikologi industri sikap kerja
 
S oalan tugasan 2(sahsiah)
S oalan tugasan 2(sahsiah)S oalan tugasan 2(sahsiah)
S oalan tugasan 2(sahsiah)
 
tugas perilaku organisasi
tugas perilaku organisasitugas perilaku organisasi
tugas perilaku organisasi
 
1. SIKAP, PRIBADI DAN TINGKAH LAKU.pdf
1. SIKAP, PRIBADI DAN TINGKAH LAKU.pdf1. SIKAP, PRIBADI DAN TINGKAH LAKU.pdf
1. SIKAP, PRIBADI DAN TINGKAH LAKU.pdf
 
Psikologi pendidikan
Psikologi pendidikanPsikologi pendidikan
Psikologi pendidikan
 
Bab 15.perilaku
Bab 15.perilakuBab 15.perilaku
Bab 15.perilaku
 
Pembelajaran kognitif
Pembelajaran kognitifPembelajaran kognitif
Pembelajaran kognitif
 
PPT SIKAP DAN PENGEMBANGAN SIKAP.pptx
PPT SIKAP DAN PENGEMBANGAN SIKAP.pptxPPT SIKAP DAN PENGEMBANGAN SIKAP.pptx
PPT SIKAP DAN PENGEMBANGAN SIKAP.pptx
 
Makalah 3
Makalah 3Makalah 3
Makalah 3
 
ppt psikologi sikap[2].pptx
ppt psikologi sikap[2].pptxppt psikologi sikap[2].pptx
ppt psikologi sikap[2].pptx
 
Definisi belajar
Definisi belajarDefinisi belajar
Definisi belajar
 
Perilaku organisasi
Perilaku organisasiPerilaku organisasi
Perilaku organisasi
 
Perilaku organisasi
Perilaku organisasiPerilaku organisasi
Perilaku organisasi
 
Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran
Psikologi Pembelajaran dan PengajaranPsikologi Pembelajaran dan Pengajaran
Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran
 
Konsep Perilaku Manusia
Konsep Perilaku ManusiaKonsep Perilaku Manusia
Konsep Perilaku Manusia
 
Sikap
SikapSikap
Sikap
 
Memahami subjek didik secara holistik
Memahami subjek didik secara holistikMemahami subjek didik secara holistik
Memahami subjek didik secara holistik
 

More from Mahasiswa

UTS Mona Suci Oktaviana
UTS Mona Suci OktavianaUTS Mona Suci Oktaviana
UTS Mona Suci Oktaviana
Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6
Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 7
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 7Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 7
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 7
Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5
Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4
Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3
Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1
Mahasiswa
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2
Mahasiswa
 
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.ppt
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.pptStudi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.ppt
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.ppt
Mahasiswa
 

More from Mahasiswa (9)

UTS Mona Suci Oktaviana
UTS Mona Suci OktavianaUTS Mona Suci Oktaviana
UTS Mona Suci Oktaviana
 
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6
Sumber Media dan Pembelajaran SDKelompok 6
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 7
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 7Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 7
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 7
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 5
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 4
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 3
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 1
 
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2
Sumber Media dan Pembelajaran SD Kelompok 2
 
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.ppt
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.pptStudi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.ppt
Studi ekspolotaris karakter keguruan profesional Mona.ppt
 

Recently uploaded

Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
Program kerja kurikulum tahun pelajaran.Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
DwiHariNastiti
 
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptxPengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
MarioNamang
 
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Rupa Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdfFilsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
BagasPrasetiyo2
 
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdfModul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
raffasyaarfan23
 
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdfTP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
smabarunawati
 
Alur tujuan pembelajaran Kimia Fase F Kelas XI TH 24.docx
Alur tujuan pembelajaran  Kimia Fase F Kelas XI TH 24.docxAlur tujuan pembelajaran  Kimia Fase F Kelas XI TH 24.docx
Alur tujuan pembelajaran Kimia Fase F Kelas XI TH 24.docx
Sigitratulangi1
 
Slide PPT Materi PENGANTAR FILSAFAT ILMU UNTAG SURABAYA (kel 3).pptx
Slide PPT Materi PENGANTAR FILSAFAT ILMU UNTAG SURABAYA (kel 3).pptxSlide PPT Materi PENGANTAR FILSAFAT ILMU UNTAG SURABAYA (kel 3).pptx
Slide PPT Materi PENGANTAR FILSAFAT ILMU UNTAG SURABAYA (kel 3).pptx
alfinaachmaramadhani
 
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdekaModul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
Fathan Emran
 
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerakPPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
edysutrisno33
 
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
SeptiaGalaxy
 
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdfTP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
ferryst03
 
LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docxLAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
salimahathira
 
Tugas Kelompok Ruang kolaborasi 1 Modul 2.2.pdf
Tugas Kelompok  Ruang kolaborasi 1 Modul 2.2.pdfTugas Kelompok  Ruang kolaborasi 1 Modul 2.2.pdf
Tugas Kelompok Ruang kolaborasi 1 Modul 2.2.pdf
Thahir9
 
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMPMPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
baiqdevi36
 
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptxMATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
NingsihBatalipu1
 
Kelompok 9_Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
Kelompok 9_Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat IlmuKelompok 9_Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
Kelompok 9_Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
izanurheta
 
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptxPresentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
dewifujii
 
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
NurulHuriyah2
 
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
Nela Amelia
 

Recently uploaded (20)

Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
Program kerja kurikulum tahun pelajaran.Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
Program kerja kurikulum tahun pelajaran.
 
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptxPengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
Pengenalan Budaya Lokal dalam setiap daerah di Indonesia24.pptx
 
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 11 Fase F Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Rupa Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Rupa Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
 
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdfFilsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
Filsafat ilmu kelompok 5 universitas 17 agustus 1945.pdf
 
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdfModul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
Modul Ajar Ekonomi kelas xii kurikulum merdeka.pdf
 
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdfTP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
TP ATP INFOR FASE E SMA - HERRY (2425).pdf
 
Alur tujuan pembelajaran Kimia Fase F Kelas XI TH 24.docx
Alur tujuan pembelajaran  Kimia Fase F Kelas XI TH 24.docxAlur tujuan pembelajaran  Kimia Fase F Kelas XI TH 24.docx
Alur tujuan pembelajaran Kimia Fase F Kelas XI TH 24.docx
 
Slide PPT Materi PENGANTAR FILSAFAT ILMU UNTAG SURABAYA (kel 3).pptx
Slide PPT Materi PENGANTAR FILSAFAT ILMU UNTAG SURABAYA (kel 3).pptxSlide PPT Materi PENGANTAR FILSAFAT ILMU UNTAG SURABAYA (kel 3).pptx
Slide PPT Materi PENGANTAR FILSAFAT ILMU UNTAG SURABAYA (kel 3).pptx
 
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdekaModul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
Modul ajar PJOK kelas 10 fase E kurikulum merdeka
 
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerakPPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
PPT RUKOL 1.2 Sesi 1.pptx guru penggerak
 
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
1. Surat Edaran Sesjen Kemendikbudristek tentang Panduan MPLS Melalui Aktivit...
 
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdfTP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
TP ATP EKONOMI KELAS 11 & 12 PKBM VIRTUAL.pdf
 
LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docxLAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
LAPORAN PPDB MIS PILADANG TP.2024-2025.docx
 
Tugas Kelompok Ruang kolaborasi 1 Modul 2.2.pdf
Tugas Kelompok  Ruang kolaborasi 1 Modul 2.2.pdfTugas Kelompok  Ruang kolaborasi 1 Modul 2.2.pdf
Tugas Kelompok Ruang kolaborasi 1 Modul 2.2.pdf
 
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMPMPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
MPLS 2024 2025 merupakan contoh modul alur kegiatan MPLS tingkat SMP
 
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptxMATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
MATERI MPLS BERBANGSA DAN BERNEGARA SMP.pptx
 
Kelompok 9_Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
Kelompok 9_Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat IlmuKelompok 9_Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
Kelompok 9_Hasil Pembelajaran Mata Kuliah Pengantar Filsafat Ilmu
 
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptxPresentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
Presentasi cp, tp, atp dan modul ajar.pptx
 
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
Paparan Seragam Sekolah di SD Negeri sesuai aturan 2024
 
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
Slide Share Mata Kuliah Filsafat Ilmu-Kelompok 4
 

Study eksploratoris karakter keguruan profesional mona.doc

  • 1. STUDY EKSPLORATORIS KARAKTER KEGURUAN PROFESIONAL Disusun Oleh : Kelompok 7 Mona Suci Oktafiana : 1302090123 Fitrianur : 1302090112 Rohani : 1302090127 Dosen Pengampuh Syarkani, M.pd PROGRAM STUDI PGSD FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 2015
  • 2. i KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT ,bahwa penulis telah menyelesaiakan tugas mata kuliah perspektif global dengan membahas materi Studi Eksploratoris Karakter Keguruan Profesional, Dalam penyusunan dan penulisan tugas atau makalah ini,tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi.Sehingga dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik dalam penulisan maupun materi,mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis.Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harap Dalam pembuatan makalah ini penulis juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu dalam memberikan informasi tentang materi yang terkait. Semoga materi ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan dan menjadi motifasi,khususnya bagi penulis. Matangglumpangdua, 17 Oktober2015 Penulis
  • 3. ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .............................................................................................. i DAFTAR ISI............................................................................................................. ii A. SIKAP................................................................................................................. 1 1. Pengertian Sikap........................................................................................... 1 2. Pembentukkan Sikap.................................................................................... 3 3. Struktur Sikap............................................................................................... 3 4. Kedudukan dan Fungsi Sikap Terhadap Perilaku Manusia......................... 5 5. Masalah Dinamika sikap.............................................................................. 6 B. CIRI – CIRI GURU PROFESIONAL............................................................. 6 1. Beberapa pandangan tentang ciri – ciri guru profesional............................. 2 2. Harapan yang tinggi...................................................................................... 8 3. Melibatkan Siswa......................................................................................... 9 4. Analisis dan sintesis ciri – ciri guru professional......................................... 10 5. Pengelompokkan ciri – ciri guru professional.............................................. 11 C. BEBERAPA METODE PENGEMBANGAN SIKAP ................................... 11 D. BEBERAPA HASIL SIKAP KEGURUAN .................................................... 11 1. Studi tentang perbedaan moral guru............................................................. 11 2. Orientasi nilai para calon guru...................................................................... 12 3. Hubungan kepribadian calon guru dengan sukses yang didapat dalam praktik keguruan........................................................................................... 13 4. Ketetapan minat calon guru untuk bekerja sebagai guru.............................. 15 5. Peranan sikap dalam perubahan perilaku...................................................... 16 6. Perbedaan efek perkuliahan efek praktik keguruan terhadap sikap para calon guru............................................................................................. 17 DAFTAR PUSTAKA
  • 4. 1 A. SIKAP 1. Pengertian sikap Pada umumnya setiap ahli ilmu pengetahuan yang membanhas sikap dan mendalami ilmu tersebut berusaha mengemukakan definisi tentang sikap sehingga timbulah bermacama-macam definisi sikap. Beberapa diantaranya akan dikemukakan di bawah ini: Robert L. Ebel merumuskan sikap itu menjadi empat bagian, yaitu berwujud konsep diri sendiri, minat, ide, dan niali sebagai berikut : “Self-concepts are attitudes or person toward him self. Interests are attitudes or desire for certain activities. Ideals are attitudes of approval of specific things or accomplishment. “ ( Ebel, 1972:523 ). Nampak disini bahwa, baik konsep-konsep diri sendiri, macam-macam minat, ide-ide, maupun nilai-nilai, semuanya merupakan awal dari perbuatan seseorang. Perbuatan untuk memperbaiki diri sendiri memanfaatkan diri sendiri, perbuatan dalam melaksanakan sesuatu, perbuatan untuk mencapai suatu cita-cita, dan perbuatan untuk mengejar nilai yang diidam-idamkan. Thomas dan Znaniecki memandang sikap itu sebagai suatu kesatuan. “ Attitudes are individual mental processes which determine both the actual and potential responses of each person in the social world “ ( Allport, 1973: 23 ). Disini sikap dinyatakan secara lebih tegas merupakan penentu respons actual maupun respons yang masih bersifat potensi dalam dunia sosial. Kemudian Wicker mempertegas lagi pengertian sikap dengan mengatakan: “…attitude is equated with the probability of recurrence of behaviorforms of a given type or direction “ ( Wicker, 1973:168 ). Sikap adalah probalitas perulangan bentuk perilaku menuju arah tertentu, jadi sikap merupakan arah bentuk perilaku tertentu. Keempat definisi tersebut diatas, menunjukan bahwa sikap itu dapat dipandang sebagai kendali arah perilaku, mulai dari yang masih bersifat potensi sampai kepada yang berwujud nyata. Secara logis dapat dikemukakan, bahwa bila ingin memperbaiki terlebih dahulu, perubahan siakap merupakan kunci perubahan perilaku. Untuk memahami sikap secara lebih baik, perlu diketahui bagaimana cirri-ciri sikap. Gordon W. Allpport ( 1960:293 ) mengemukakan empat cirri sikap, yaitu : a. Sebagai bentuk kesiapan untuk merespon. b. Bersifat individual. c. Membimbing perilaku. d. Bersifat bawaan dan hasil belajar.
  • 5. 2 Sikap sebagai pemberi arah perilaku, sebagai penentu respons terhadap obyek atau keadaan tertentu, memang merupakan bentuk kesiapan untuk merespons. Seseorang akan menentukan sikap terlebih dahulu sebelum ia melakukan sesuatu, atau sikap tertentu suda ada padanya sebelum ia mewujudkan dalam bentuk perbuatan. Dengan demikian, sikap pada umumnya selalu mendahului perbuatan, maka dikatakanlah sikap itu sebagai kesiapan untuk berbuat atau merespons. Sikap individual, artinya tiap-tiap indifidu mempunyai sikap tertentu tehadap suatu obyek atau keadaan. Mungkin sikap-sikap itu ada persamaannya satu dengan yang lain, tetapi tidak berarti hal itu persis sama. Sikap terhadap pengembangan kesian tradisional misalnya, mungkin ada di antara anggota masyarakat yang setuju dan ada yang menentang dengan alasan mereka masing-masing. Namun sikap diantara mereka yang setuju tidak mesti persis sama, begitu pula sikap di antara mereka yang menentang. Sikap ekstroversi adalah sikap yang mengarah ke luar dari individu yang bersangkutan. Mereka ini mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mudah bergaul, tidak segan-segan mengemukakan pikiran dan perasaan, mereka bersifat terbuka. Sebaliknya orang yang bersifat introversi adalah bersifat menutup diri, sukar bergaul, pendiam, menyendiri dan agak sukar mengemukakan pikiran, pendapat, dan perasaannya. 2. Pembentukan sikap Seperti sudah diuraikan dalam cirri-ciri sikap, bahwa sikap adalah bersifat pembawaan dan hasil belajar. Perkembangan sikap ini berlangsung perlahan-lahan mengikuti hokum perkembangan anak. Peranan orangtua sebagai lingkungan anak amat penting artinya bagi kelangsungan perkembangan sikap seseorang. Sikap orang tua yang baik terhadap anggota keluarga dan terhadap orang lain, sangat besar kemungkinan akan dapat mempengaruhi perkembangan sikap anak-anaknya ke arah yang baik pula. Makin banyak pengalaman seseorang, makin banyak ia dapat belajar dan makin kaya sikapnya. Mempelajari sikap sama dengan mempelajari hal lain, yaitu melalui pancaindera dan keterampilan diteruskan ke otak. Ketiga organ itu bekerja bersama mengembangkan dan mengarahkan potensi sikap yang sudah ada.
  • 6. 3 3. Struktur Sikap Untuk menentukan struktur sikap guna mendapatkan komponen-komponen sikap biasanya dipergunakan dua macam analisis, yaitu analisis nilai instrumental untuk mencapai tujuan tertentu dan analisis kognitif, afektif, dan konatif ( McGuire, 1975:153 ). Dalam analisis nilai instrumental ini, struktur sikap itu tidak mudah diuraikan menjadi satu-satuan, melainkan merupakan suatu kumpulan persepsi terhadap suatu obyk atau keadaan tertentu yang dituju oleh seseorang. Orang bersangkutan sudah mepunyai sejumlah pengertian atau pemahaman tentang apa yang ia inginkan sebagai obyek tujuan perilakunya. Seorang profesional yang mengabdi kepada profesinya, biasanya mengarahkan sikapnya sepenuhnya kepada pencapaian tujuan meningkatkan profesinya. Sikap di sini betul-betul merupakan alat untuk mencapai tujuan, sebagai kesatuan komposisi persepsi orang tersebut terhadap profesi yang dikejarnya. Pendekatan analisis kognitif, afektif dan konatif dalam rangka menemukan struktur sikap, meninjau sikap itu dari segi ketiga aspek jiwa tersebut di atas. Dengan kata lain, stuktur sikap itu adalah terdiri dari kognisi, afeksi, dan konassi. Dengan ketiga komponen sikap inilah seseorang akan mencapai tujuannya. 4. Kedudukan dan Fungsi Sikap terhadap Perilaku Manusia Sikap itu sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang. Adapun yang dikejarkan seseorang, bagaimana pendapatnya, dan bagaimana penilaiannya terhadap sesuatu, sikapnya selalu member pengaruh besar terhadap perilaku tersebut. Sikap mempengaruhi pengertian untuk menentukan bagaimana menangani obyek atau situasi lingkungan tertentu. Sikap hanya kedudukan sebagai perantara. Perilaku orang yang tidak konsisten dengan sikapnya cukup banyak ditemukan di masyarakat. Makin lemah pendirian seseorang makin serin g ia berperilaku tidak konsisten dengan sikapnya. Faktor luar begitu mudah mempengaruhi perilakunya untuk mencapai keinginannya. Dan kalau factor luar ini dikatakan penyebab sikap baru, maka sikapnya semula mudah digoyahkan oleh sikap-sikap baru yang terbentuk karena factor-faktor luar.
  • 7. 4 Sikap yang berkedudukan sebagai perantara antara variabel bebas dengan variabel terikat, mempunyai empat fungsi yaitu : a. Utilatarian ( adaftive ) function. b. Economy ( knowledge ) function. c. Expressive ( self-realizing ) function. d. The ego-defensive function. Utilatarian adalah fungsi sikap untuk mengadakan penyesuaian diri dalam lingkungan yang baru, terutama dalam lingkungan sosial. Fungsi sikap yang kedua adalah fungsi ekonomi atau ilmu pengetahuan, fungsi sikap yang ketiga adalah fungsi ekspresi dan merealisasi diri. Kalau fungsi ekspresi bertujuan memperbaiki keadaan dari negative kea rah positif, maka fungsi merealisasi diri bertujuan meningkatkan keadaan seseorang yang sudah positif kea rah perujudan diri untuk menemukan identitas diri sendiri. Pilihan identitas diri ditentukan oleh bakat dan pengalaman seseorang. Orang yang berkecinambung di bidang pertanian bila ia merealisasi diri cenderung memilih menjadi petani yang ulung, seseorang pelukis akan berusaha mengidentifikasi diri sebagai guru profesional, dan sebagainya. 5. Masalah Dinamika Sikap McGuire ( 1975:266-270 ) menguraikan empat teori perubahan sikap, yaitu : a. Pendekatan teori belajar. b. Pendekatan teori persepsi. c. Pendekatan teori konsisten. d. Pendekatan teori fungsi. Teori belajar mengatakan bahwa sikap berubah disebabkan karena ada bahan pelajaran yang dipelajari oleh individu yang dapat mengubah sikap semula. Bahan- bahan pelajaran meupakan variabel-variabel pendahulu, sedangkan sikap sebagai variabel terikat sehingga berubah dari keadaab semula. Perubahan sikap sehubungan dengan teori belajar ini ditentukan pula oleh intensis belajar individu itu, oleh kualitas kemampuannya mempelajari bahan pelajaran dan oleh cara menghidangkan bahan pelajaran. Bila individu cukup mampu belajar dan ia belajar dengan baik serta sikapnya akan berubah.
  • 8. 5 Cara menghidangkan bahan pelajaran cukup menentukan perubahan sikap murid- murid. Guru yang menghidangkan bahan tanpa persiapan terlebih dahulu, mendiktekan atau berbicara tidak sistematis, kurang sekali menarik perhatian murid-murid. Cara bersikap ditentukan oleh (1) kesadaran seseorang akan obyek atau lingkungannya, (2) bukan pada apa yang ada, tetapi pada apa yang dilihat, dan (3) bagaimana ia mengorganisasi obyek atau lingkungan itu ( Haire, 1964:52). Ketiga syarat tersebut diatas untuk menentukan sikap seseorang adalah merupakan persepsi orang itu untuk merubah atau menentukan sikapnya. B. CIRI-CIRI GURU PROFESIONAL Guru-guru yang dikembangkan atau dikembangkan kemampuan mendidiknya secara relative maksimal, akan memiliki yang memadai dalam mendidik murid-murid mereka. Banyak ahli mengemukakan pendapatnya tentang cirri-ciri guru profesional, namun tidak ada kesepakatan di antara mereka, tidak ada kesamaan pendapat sendiri-sendiri walaupun ada kesesuaian. 1. Beberapa pandangan tentang Ciri-ciri Guru Profesional Pertama-tama guru harus memeperhatikan keadaan lingkungan seolah tempat ia bekerja. Sebab masyarakat di lingkungan sekolah itu tidak dapat dipisahkan dengan sekolah. Sekolah akan maju kalau ada dukungan yang baik dari masyarakat, sebaliknya masyarakat juga akan maju bila calon anggota-anggotanya di didik dan dikembangkan di sekolah dengan baik. Di samping melayani kebutuhan masyarakat, guru juga harus mengembagkan cara berfikir ilmiah, yaitu berfikir berdasarkan data, menyelesaikan masalah dengan alternative-alternatif serta merumuskan kesimpulan secara kritis dan hati-hati. Ciri yang lain adalah guru sebagai sumber ilmu pengetahuan, guru harus lebih tahu dalam bidangnya. Hal ini menuntut setiap guru harus memahami sunguh-sunguh pengetahuan yang akan dipelajari oleh anak-anak dalam bidang ilmu yang ia bina dan bersifat terbaru. Tugas guru yang terakhir adalah mengorganisasi proses belajar murid-murid, merencanakan bagaimana caranya agar muruid-murid dapat belajar dengan aktif, rajin, dantekun. Ia harus mengelola segala sesuatu untuk kepentingan itu, termasuk mengatur sarana, fasilitas, situasi belajar, dan aktivitas murid-murid itu sendiri. Guru adalah motor penggerak aktivitas murid belajar, terutama bila ada hambatan-hambatan, ketidaklancaran
  • 9. 6 yang sumbernya pada murid itu sendiri. Guru adalah pembimbing dan konsultan bagi murid yang menghadapi kesulitan. Guru merupakan elemen terpenting dalam sebuah system pendidikan. Ia merupakan ujung tombak. Proses belajar siswa sangat dipengaruhi oleh bagaimana siswa memandang performance guru mereka ( Halsall, 1973 ). Perilaku guru tidak hanya menentukan kesuksesan atau kegagalan sebuah kurikulum, tetapi secara independen juga memilki pengaruh terhadap efektivitas sekolah. Secara kusus seorang guru hendaknya :  Sesering mungkin memanfaatkan pertanyaaan dengan memperhatikan kemampuan anak yang beragam  Menjaga agar pembelajaran terfokus pada aspek tertentu. Mempelajari subjek yang terlalu beragam dalam satu jam mata pelajaran bisa mengurangi interaksi guru-siswa. Guru dan siswa masing-masing disibukkan oleh pekerjaan yang menumpuk. Rutinitas yang cenderung membuang-buang waktu menjadi semakin meningkat  Menjaga agar siswa atau kelas selalu berorientasi pada belajar  Mempertahankan perkembangan belajar pada tingkatan yang relative cepat  Memastikan bahwa rutinitas dan peraturan kelas dipahami dengan baik, sehingga mengurangi kemungkinan siswa menemui guru hanya untuk meminta petunjuk atau bimbingan  Menciptakan suasana kelas dimana siswa merasa leluasa bisa meminta pertolongan, terutama bagi siswa yang berasal dari latar belakang ekonomi lemah. 2. Harapan yang Tinggi Seseorang akan sukses jika ia merasa yakin bahwa ia akan sukses. Demikian juga, seseorang akan mengalami kegagalan jika ia menyangka bahwa ia akan gagal. Harapan atau keyakina yang tidak harus dating dari diri sendiri tapi juga dari orang lain; dari harapan-harapan, doa-doa,dan keyakinan orang lain baik orangtua, tema, guru, atau siapa saja. Bruner ( 1988 ) menunjukan bahwa secara psikologis seseorang akan menunjukan bahwa secara psikologis seseorang akan melakukan apa yang orang lain harapkan untuk ia lakukan. Demikianlah, ekspetasi ( harapan ) seorang guru secara positif berpengaruh terhadap kesuksesan siswa.
  • 10. 7 Seperti Creemers, Samdaal et al ( 1999 ) juga menemukan bahwa harapan atau kepercayaan yang berlebihan bisa meemukaqn bahwa harapan atau kepercayaan ayang berlebihan bisa menurunkan prestasi belajar siswa. Finn ( 1989 ) menemukan bahwa harapan yang tidak rasional, biasanya terjadi ketika ekspektasi melampaui tingkat kemampuan siswa,kemungkinan besar mengakibatkan rasa keterasingan dan kegagalan. 3. Melibatkan Siswa Upaya melibatkan siswa telah menjadi fenomena yang cukup berkembangan dalam pendidikan akhir-akhir ini. Hanya saja, belum cukup banyak siswa yang ikut terlibat dan mempengaruhi proses pembuatan progan belar-mengajar di sekolah. Menurut studi Potts ( 1986 ),siswa akan belajar dengan efektif bila kurikulum dikembangkan secara gradual berdasarkan kebutuhan dan kepentingan siswa. Finn (1989) menemukan bahwa siswa yang memilki masalah dengan perilakunya merasa tersisihkan jika kurikulum yang diajarkan kepada mereka tidak didisain sesuai dengan kebutuhan mereka, terlebih lagi jika peraturan-peraturan sekolah tidak disusun secara fair dan efektif dengan melibatkan mereka. Schafer dan Polk ( 1972 ) menjelaskan empat manfaat yang bisa diperoleh bila siswa dilibatkan dalam membuat peraturan-peraturan sekolah atau kelas: a. Keterlibatan siswa yang tinggi dalam kegiatan sekolah; b. Menjaga dan mendukung ide-ide, kreatifitas dan inovasi yang potensial dan bermanfaat; c. Karena merasa tidak terselisih dalam kehidupan sekolah, maka siswa tidak akan mencari “pemuasan” di luar sekolah. d. Memaksimalkan aktivitas belajar mengajar karena siswa memiki banyak pilihan dan kesempatan untuk saling membantu. Selanjutnya, dikatakan pula bahwa guru harus member latihan kepada anak-anak. Tugas guru yang lain adalah melaksanakan bimbingan. Tugas guru juga dikatakan tidak bisa lepas dari tugas administrasi. Sebab setiap guru mempunyai kesempatan untuk menjadi administrator.
  • 11. 8 4. Analisis dan Sintesis Ciri-ciri Guru Profesional Komponen-komponen ciri guru profesional dari Asean Programme of Education Innovation ( APEID ) yang diuraikan dalam halaman-halaman terlebih dahulu:  Menghubungkan murid dengan kebudayaan lingkungan.  Membimbing ke arah berfikir ilmiah.  Merupakan sumber ilmu pengetahuan tertentu dengan belajar seumur hidup.  Mengorganisasi belajar murid-murid, sebagai promotor, sebagai fasilitor, sebagai organisator, sebagai korektor, dan sebagai manager belajar murid.  Sebagai pembimbing atau penghubung anak terhadap lingkungannya yang masih kabur.  Mengembangkan filsafat moral anak dan pandangan positif terhadap dunia.  Mengembangkan kreativitas dan kepercayaan pada diri sendiri untuk menghadapi masa yang akan datang.  Sebagai koordinator lembaga-lembaga non formal di luar sekolah.  Sebagai petugas pendidikan sosial.  Mengintegrasikan pengetahuan untuk kepentingan sekolah dan masyarakat. 5. Pengelompokkan ciri-ciri guru profesional Ciri-ciri guru profesional tersebut diatas kemudian dibagi menjadi lima kelompok. Pengelompokan itu diserahkan kepada analisis peranan atau fungsi guru dan tujuan pendidikan guru yang dikemukakan oleh beberapa ahli pendidikan diuraikan pada bagian berikut ini. Peranan atau fungsi dan tujuan pendidikan guru tersebut dicari komponen- komponenya menurut jenis aktivitas yang dilakukan oleh guru dalam proses pendidikan. Bila peranan guru tersebut di atas dianalisis, peranan pertama mengharuskan guru- guru menguasai ilmu pengetahuan, mereka sebagai sumber ilmu pengetahuan. Peranan yang kedua berhubungan dengan tugas guru memberikan paket-paket pemikirannya sebagai bahan pertimbangan dengan tugas guru memberikan paket-paket pemikirannya sebagai bahan pertim bangan bagi murid-murid dalam mengembangkan dirinya. Peranannya yang ketiga menuntut kemampuan guru-guru untuk memberikan suatu metode memahami bahan pelajaran kepada murid-murid. Peranan keempat menuntut perilaku guru-guru sebagai artis pengelola jiawa murid, agar mereka mampu melihat dunia guru sebagai artis pengelola jiwa murid, agar mereka mampu melihat dunia secara positif, tahu persoalan-persoalannya, dan dapat hidup wajar didalamnya. Peranan kelima
  • 12. 9 mengharuskan guru-guru mampu memperhalus jiwa, mempertinggi budi murid-murid. Keempat peranan terakhir dapat dikelompokan menjadi satu, yaitu kemampuan guru dalam menyajikan bahan pelajaran. Sedangkan peranan ke enam menuntut guru-guru melaksanakan nilai-nilai hidup yang baik, ini merupakan segi efeksi guru. C. BEBERAPA METODE PENGEMBANGAN SIKAP Dalam memperbaiki sosial ekonomi negara-negara berkembang.Renes (1969:69) mengemukakan pengembangan sikap. Keadaan masyarakat sulit diperbaiki kalau sikap angota-angotanya belum berubah. Selanjutnya, dikatakan bahwa pendidikan yang sifatnya mengembangkan kognisi dan keterampilan kurang banyak manfaatnya dalam memajukan masyarakat negara berkembang bila tidak dilandasi oleh pengembangan sikap. Dia menghendaki pengembangan sikap sebagai fondasi yang kuat inilah akan muncul perkembangan- perkembangan kognisi dan keterampilan. Jadi untuk mengembangkan sikap seseorang dibutuhkan suatu pendekatan penampilan kata hati. Penampilan kata hati menyangkut masalah keyakinan dan kepercayaan. Teori pengembangkan sikap yang lain dikemukakan oleh John V. Gilmore dalam buku The productive Personality, yang membahas tentang pengembangan sikap sebagai dasar pembentukan perilaku yang produktif. Perkembangan kepribadian berlangsung melalui proses identifikasi, yang dimulai sejak baru lahir. Tetapi tidak semua kepribadian akan menjadi pribadi produktif. Hal ini bergantung kepada sifat lingkungan anak. Agar anak berkembang menjadi pribadi produktif diperlukan lingkungan yang hangat dan empatik. Factor-faktor yang menyebabkan perubahan sikap adalah: a. Sumber komunikasi yang baik, seperti kejujuran si pembicara, prestise si pembicara, menyenangkan para pendengar, ada unsure kesamaan antara si pembicara merupakan satu kelompok dengan si pendengar. b. Cara berkomunikasi yang baik, seperti tuntutan yang tidak jauh berbeda dengan sikapsemula agar seseorang tidak menolak, sikap harus diubah sedikit demi sedikat. Komunikasi dua arah yaitu dengan menjelaskan sikap-sikap yang lain selain sikap yang diinginkan, agar murid dapat menimbang sendiri. Komunikasi disimpulkan oleh pembicara atau guru untuk murid yang bodoh atau untuk masalah yang kompleks, bagi murid yang pandai atau masalah yang sederhana dapat disimpulkan sendiri oleh murid. Efektivitas komunikasi dapat berada pada kesan pertama dan terakhir, bergantung
  • 13. 10 kepada situasi dan atau tingkat kritis, efektivitas komunikasi semakin meningkat sejajar dengan peningkatan kualitas dan kuantitas informasi. c. Situasi yang menguntungkan, seperti situasi yang memberikan reinforcement, situasi yang menimbulkan rasa takut bila bersikap baru, situasi yang menimbulkan sikap agresif untuk merubah sikap, dan situasi yang menganggu perhatian subyek atau murid terhadap sikap lama. d. Pribadi si pendengar, seperti gambaran diri sendiri, intelengensi, dan bentuk pertahanan. Pertahanan rendah lebih mudah diubah sikapnya daripada yang tinggi, wanita lebihy mudah diubah sikapnya daripada laki-laki. Makin besar perhatian terhadap komunikasi makin mudah diubah sikapnya. Orang yang tidak diberi tahu sebelumnya tentang informasi tertentu lebih mudah terpengaruh daripada bila diberi tahu selamanya. Teori pengembangan sikap ada memiliki tiga komponen besar sebagai berikut: a. Komponen lingkungan b. Komponen bentuk perkembangan perantara untuk menuju pada sikap yang diinginkan c. Komponen peranan guru dengan teknik-teknik pembantu dalam mengembangkan sikap. Kedudukan guru dalam mengembangkan sikap adalah sebagai: a. Teknik mengadu gagasan menekankan munculnya ide-ide baru, termasuk bagaimana bersikap terhadap masalah baru b. Teknik latihan hubungan antar manusia menekankan intropeksi dalam bidang kepribadian,termasuk sikap kita terhadap orang lain atau terhadap sesuatu c. Teknik latihan motivasi menekankan intropeksi dalam bidang kemampuan dan memotivasi diri, termasuk dalam usaha merubah sikap d. Teknik sinektik bertujuan mengembangkan sikap baru terhadap sesuatu e. Teknik simulasi menekankan kemampuan mengidentifakasi dan menghayati peranan orang yang dimainkan, agar dapat bersikap yang tepat tehadapnya f. Teknik pengembangan afeksi, antara lain bertujuan mengembangkan menghayati dan bersikap tepat terhadap sesuatu g. Teknik berkomunikasi yang baik seperti perlakuan dalam mengubah sikap harus dilakukan secara perlahan-lahan, teratur, dan berkelanjutan serta murid-murid diberi kesempatan memepertimbangkan.
  • 14. 11 D.BEBERAPA HASIL PENELITIAN SIKAP KEGURUAN 1. Studi tentang perbedaan Moral Guru Suatu studi tentang perbedaan moral guru diselenggarakan di Universita Purdue, Indian, Amerika serikat (Rempel, 1970:534-539). Hasil studi ini dipergunakan untuk menyeleksi dan mengidentifikasi elemen-elemen tanggung jawab guru. Sampel yang diambil adalah sebanyak 3075 orang guru sekolah menengah pada 60 sekolah di Indiana dan 16 sekolah di Oregon. Sesudah data mengenai factor-faktor moral dianalisis dengan analisis variasi, penelitian ini meberi hasil sebagai berikut : a. Skor rata-rata antara guru-guru di Indiana dan Oregon berbeda sedikit; skor rata-rata guru di Indiana lebih tinggi, tetapi guru-guru di Oregon lebih puas akan gaji, fasilitas dan pelayanan sekolah, desakan masyarakat dan dukungan masyarakat. b. Skor rata-rata guru wanita lebih tinggi secara berarti daripada skor kepuasan dalam mengajar, dan desakan masyarakat. c. Skor rata-rata moral guru-guru yang bergelar guru yang MA berbeda secara berarti dengan guru-guru yang bergelar BA dalam factor kepuasan mengajar, problem kurikulum, fasilitas dan pelayanan sekolah, dan desakan masyarakat. d. Skor rata-rata guru yang berumur 26 tahun-35 tahun lebih rendah secara berarti daripada guru-guru yang berumur 25 tahun ke bawah, dalam factor gaji, tugas guru, dan problem kurikulum e. Guru-guru pada sekolah yang lebih luas puas akan gaji, problem kurikulum, dukungan masyrakat, dan fasilitas serta pelayanan sekolah. f. Moral guru-guru berhubungan secara menyakinkan dengan pengalamannya. g. Ada korelasi tinggi antara tingkat gaji dengan tingkat moral, kecuali terhadap tugas- tugas guru. h. Tidak ada pebedaan moral yang berarti di antara guru-guru vak (mata pelajaran). i. Tidak ada perbedaan moral yang berarti di antara guru-guru sekolah kejujuran dan guru-guru sekolah umum.
  • 15. 12 2. Orientasi Nilai Para Calon Guru Wannamaker (1970:544-550) menulis tentang studi yang bertujuan membandingkan orientasi nilai antara calon guru sekolah dasar dengan calon guru sekolah menengah pertama. Mereka mengaharap hasil penelitian ini sesudah digabungkan dengan hasil- hasil penelitian lain yang sejenis, dapat dipakai dasar merencanakan program pendidikan guru selanjutnya. DVI diberikan pada awal studi para calon guru. Datanya sesudah dianalisis memberikan hasil sebagai berikut: a. Nilai-nilai yang dimiliki oleh calon guru sekolah dasar menunjukan kepada orientasi darurat. b. Calon guru sekolah dasar dan calon guru sekolah menengah pertama mendapat skor rata-rata yang sama, hanya skor calon guru terakhir lebih lebar distribusinya. c. Skor untuk calon guru sekolah dasar tidak berbeda secara berarti ditinjau dari segi pekerjaan orangtua, sebagai tenaga profesi, usahawan, pegawai, pekerja terampilan, non terampilan, dan petani; kecuali anak-anak para petani mendapat skor lebih tinggi secara berarti daripada anak-anak para pekerja non terampil. 3. Hubungan Kepribadian Calon Guru dengan Sukses yang Didapat dalam Praktik Keguruan Suatu penelitian tentang hubungan antara kepribadian calon guru sekolah menegah dengan sukses yang diperoleh selama praktik keguruan (Henyum,1969:143-147) dilaksanakn di Universitas Minnesota, dengan populasi 78 orang mahasiswa yang berpraktik pada 45 sekolah menengah. Penelitian mempergunakan dua instrumen yaitu: Sixteen Presonality Factor Questionnaire buatan Cattel yang diberikan kepada para calon guru sebelum mereka mengajar, dan Reaction Inventory buatan Hoyt Grim dengan isi : a. Kualitas pengendalian kelas b. Jelasnya tujuan pengajaran c. Kerjasama murid dalam kelompok d. Kualitas insentif e. Tingkat motivasi f. Pemenuhan kebutuhan murid g. Pengajaran individual.
  • 16. 13 4. Ketetapan Minat Calon Guru untuk Bekerja Sebagai Guru Suatu penelitian lain ditunjukan untuk mengidentifikasi sikap dan kepribadian calon guru pada waktu permulaan memasuki lembaga pendidikan guru, untuk membedakan mana di antara mereka kemudian akan terus menjadi guru dan mana yang tidak (Linden, 1969:351-359). Hipotesa yang dikemukakan adalah calon guru yang kemudian memasuki jabatan guru, akan menunjukan sikap dan kepribadian yang berbeda baik pada waktu kuliah maupun pada waktu mengikuti praktik keguruan dengan calon guru yang kemudian tidak menjadi guru, perbedaan ciri tersebut di atas akan diwujudkan dalam kriterium status kelompok dari segi jenis kelamin, mayor dan tingkatan mata pelajaran yang diambil. 5. Peranan Sikap dalam Perubahan Perilaku Elmer B. Jacobs (1968:410-415) dari Universitas IIIinos meneliti peranan sikap dalam perubahan perilaku. Survei dilakukan terhadap 550 mahasiswa pada waktu mahasiswa masih kuliah dan 457 mahasiswa dalam melaksanakan praktik keguruan pada lima lembaga pendidikan guru. Skala sikap diberikan dua kali, yaitu pada awal semester dan pada akhir semester. Perubahan sikap pada waktu mengikuti praktik keguruan mungkin merupakan reaksi terhadap birokrasi organisasi; inilah yang mungkin disebut “bureaucratic Shock”. Walaupun para mahasiswa sudah disiapkan di falkultas untuk mempengaruhi hal itu ke arah yang lebih baik, tetapi rupa-rupanya sedikit sekali hasilnya. 6. Perbedaan Efek Perkuliahan Efek Praktik Keguruan terhadap Sikap Para Calon Guru Rolf E. Muss (1966:185-189) dari Goucher College, Towson, Maryland, menulis tentang studi yang bertujuan mencari perbedaan efek perkiuliahan dengan efek praktik keguruan terhadap sikap mahasiawa calon guru. 52 mahasiswa lembaga pendidikan guru lima tahun yang disiapkan untuk guru sekolah dasar diberi tes Minnesota Teacher Attitude Inventory (MTAI) sebanyak tiga kali. Pertama, ketika baru dua atau tiga hari menginjak kampus; kedua sesudah selesai kuliah dan akan mulai melaksanakan praktik keguruan;dan ketiga sesudah selesai melakukan praktik keguruan. Penelitian ini menunjukan bahwa sika, nilai-nilai, dan cara mengajar dapat ditingkatkan secara berarti melalui progam latihan yang insentif. Hasil-hasil penelitian
  • 17. 14 tersebut terutama yang berhubungan dengan sikap keguruan caln guru, akan ditemukan hal-hal sebagai berikut: a. Orientasi nilai para calon guru tidak bersifat tradisioanl, tetapi bersifat kontinum, mengarah ke nilai-nilai baru b. Agar memperoleh sukses mengajar di sekolah menengah pertama diperlikan kepribadian khusus seperti kematangan emosi, pengalaman, ekstroversi, dan penyesuain sosial c. Agar memperoleh sukses mengajar disekolah menegah atas, diperlukan intelenjesi tinggi dan antusiasme d. Tidak dapat ditentukan sejak awal maupun selama studi siapa diantara calon guru yang akan terus menjadi guru, dan siapa yang tidak akan bekerja sebagai guru. Hal ini hanya dapat ditentukan sesudah satu tahun tamat studi di lembaga pendidikan guru e. Sikap calon guru meningkat ke arah positif selama mereka studi, tetapi menurun kembali selama melaksanakan praktik keguruan f. Sikap yang meningkat berhubungan dengan pelajaran-pelajaran keguruan, diskusi- diskusi, interaksi mahasiswa yang bertujuan sama, dan sebagainya g. Ada hubungan yang berarti antara persepsi mahasiswa tentang tugas guru yang didapat dalam pengalaman mengajar dengan perubahan sikapnya h. Sikap nilai-nilai, dan cara mengajar dapat dirubah atauditingkatkan melalui progam latihan yang intensif.
  • 18. 15 DAFTAR PUSTAKA Fathurrahman, Pupuk. ( 2012 ). Pengembangan profesional Guru. Bandung: PT. Refika Aditama.