SISTEM KOLOID
KELOMPOK 3
ANGGOTA KELOMPOK
• Abdurrasyid
• Achmad Rizaldy
• Albert Kristian
• Febry Wahyudi
• Muhammad Enggar. F
PENGERTIAN
KOLOID
Sistem koloid merupakan suatu bentuk
campuran dua atau lebih zat yang keadaan
dan ukurannya terletak antara campuran dan
suspensi (campiuran kasar). Koloid terdiri dari
2 fase yaitu Fase Terdispersi dan Fase
Pendispersi.
BEDA LARUTAN, KOLOID, DAN SUSPENSI
Perbedaan Larutan Koloid Suspensi
Campuran Homogen Homogen secara
makroskopis,
Heterogen jika
dillihat dengan
mikrosksop ultra
Heterogen
Ukuran Partikel <1 nm Antara 1nm – 100
nm
>100 nm
Fase Satu fase Dua fase Dua fase
Kestabilan Stabil Stabil Tidak stabil
Jika disaring Tidak dapat disaring Dapat disaring jiika
dengan penyaringan
ultra
Dapat disaring
BEDA LARUTAN, KOLOID, DAN SUSPENSI
Larutan SuspensiKoloid
CONTOH
JENIS JENIS
KOLOID
JENIS JENIS KOLOID
NO
FASE
DISPERSI
FASE TERDISPERSI
NAMA
KOLOID
CONTOH
1 Padat Padat Sol Padat Batu ruby
2 Cair Padat Emulsi Padat Keju, Jelly
3 Gas Padat Buih Padat Karet busa
4 Padat Cair Sol Tinta, Cat
5 Cair Cair Emulsi Susu, Santan
6 Gas Cair Buih Buih sabun
7 Cair Gas Aerosol Kabut, Awan
8 Padat Gas Aerosol Padat Asap, Debu
BATU RUBY
SOL PADAT
KEJU
EMULSI PADAT
KARET BUSA
BUIH PADAT
CAT
SOL
SUSU
EMULSI
BUSA SABUN
BUIH
AWAN
AEROSOL
ASAP
AEROSOL PADAT
SIFAT SIFAT
KOLOID
SIFAT SIFAT KOLOID
Efek Tyndall
Gerak Brown
Elektroforesis
Adsorpsi
Koagulasi
Dialysis
EFEK TYNDALL
Efek Tyndall adalah suatu efek
penghamburan berkas sinar oleh partikel-
partikel yang terdapat dalam sistem koloid,
sehingga jalannya berkas sinar terlihat. Contoh :
Sorot lampu mobil dalam malam berkabut.
GERAK BROWN
Gerak Brown adalah gerakan terpatah-
patah (gerak zigzag) yang terus menerus
dalam sistem koloid.
ELEKTOFORESIS
Eletktroforesis adalah pergerakan partikel
koloid dalam medan listrik. Jika ke dalam
koloid dimasukan dua barang elektroda dan
diberi arus searah, maka partikel koloid akan
bergerak sesuai koloid bermuatan negatif itu.
ADSORPSI
Adsorpsi adalah penyerapan pada
permukaan koloid sehingga koloid tersebut
akan memiliki muatan listrik. Sifat adsorpsi
koloid ini yang menstabilkan koloid. Contoh :
Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena
permukaannya menyerap ion H+. Koloid As2S3
bermuatan negatif karena permukaanya
menyerap ion S2.
KOAGULASI
Koagulasi adalah penggumpalan partikel
koloid dan membentuk endapan. Dengan
terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi
tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat
terjadi secara fisik seperti pemanasan,
pendinginan dan pengadukan atau secara
kimia seperti penambahan elektrolit,
pencampuran koloid yang berbeda muatan.
DIALYSIS
Dialysis merupakan penghilangan muatan
koloid dengan cara memasukkan koloid ke
dalam membrane semipermeabel dan
kemudian dimasukkan ke dalam aliran zat cair.
PENERAPAN KOLOID DALAM
KEHIDUPAN SEHARI-HARI
BAHAN KOSMETIK
Ada berbagai bahan kosmetik kosmetik
berupa padatan, tetapi lebih baik digunakan
dalam bentuk cairan. Untuk itu biasanya
dibuat berupa koloid dengan tertentu.
SEBAGAI DEODORAN
Deodoran mengandung aluminium klorida
yang dapat mengkoagulasi atau
mengendapkan protein dalam keringat.
Endapan protein ini dapat menghalangi
kerja kelenjer keringat sehingga keringat dan
potein yang dihasilkan berkurang.
BAHAN OBAT-OBATAN
Ada zat-zat yang tidak larut dalam air
sehingga harus dikemas dalam bentuk koloid
sehingga mudah diminum. Contohnya obat
dalam bentuk kapsul.
BAHAN PENCUCI
Prinsip koloid juga digunakan dalam proses
pencucian dengan sabun dan detergen.
Sabun/ detergen berfungsi sebagai emulgator.
Sabun/detergen akan mengemulsikan minyak
dalam air sehingga kotoran-kotoran berupa
lemak atau minyak dapat dihilangkan dengan
cara pembilasan dengan air.
TERIMA KASIH
perhatiannyaatas

Sistem Koloid

  • 1.
  • 2.
    ANGGOTA KELOMPOK • Abdurrasyid •Achmad Rizaldy • Albert Kristian • Febry Wahyudi • Muhammad Enggar. F
  • 3.
  • 4.
    Sistem koloid merupakansuatu bentuk campuran dua atau lebih zat yang keadaan dan ukurannya terletak antara campuran dan suspensi (campiuran kasar). Koloid terdiri dari 2 fase yaitu Fase Terdispersi dan Fase Pendispersi.
  • 5.
    BEDA LARUTAN, KOLOID,DAN SUSPENSI Perbedaan Larutan Koloid Suspensi Campuran Homogen Homogen secara makroskopis, Heterogen jika dillihat dengan mikrosksop ultra Heterogen Ukuran Partikel <1 nm Antara 1nm – 100 nm >100 nm Fase Satu fase Dua fase Dua fase Kestabilan Stabil Stabil Tidak stabil Jika disaring Tidak dapat disaring Dapat disaring jiika dengan penyaringan ultra Dapat disaring
  • 6.
    BEDA LARUTAN, KOLOID,DAN SUSPENSI Larutan SuspensiKoloid CONTOH
  • 7.
  • 8.
    JENIS JENIS KOLOID NO FASE DISPERSI FASETERDISPERSI NAMA KOLOID CONTOH 1 Padat Padat Sol Padat Batu ruby 2 Cair Padat Emulsi Padat Keju, Jelly 3 Gas Padat Buih Padat Karet busa 4 Padat Cair Sol Tinta, Cat 5 Cair Cair Emulsi Susu, Santan 6 Gas Cair Buih Buih sabun 7 Cair Gas Aerosol Kabut, Awan 8 Padat Gas Aerosol Padat Asap, Debu
  • 9.
  • 10.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    SIFAT SIFAT KOLOID EfekTyndall Gerak Brown Elektroforesis Adsorpsi Koagulasi Dialysis
  • 19.
    EFEK TYNDALL Efek Tyndalladalah suatu efek penghamburan berkas sinar oleh partikel- partikel yang terdapat dalam sistem koloid, sehingga jalannya berkas sinar terlihat. Contoh : Sorot lampu mobil dalam malam berkabut.
  • 20.
    GERAK BROWN Gerak Brownadalah gerakan terpatah- patah (gerak zigzag) yang terus menerus dalam sistem koloid.
  • 21.
    ELEKTOFORESIS Eletktroforesis adalah pergerakanpartikel koloid dalam medan listrik. Jika ke dalam koloid dimasukan dua barang elektroda dan diberi arus searah, maka partikel koloid akan bergerak sesuai koloid bermuatan negatif itu.
  • 22.
    ADSORPSI Adsorpsi adalah penyerapanpada permukaan koloid sehingga koloid tersebut akan memiliki muatan listrik. Sifat adsorpsi koloid ini yang menstabilkan koloid. Contoh : Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+. Koloid As2S3 bermuatan negatif karena permukaanya menyerap ion S2.
  • 23.
    KOAGULASI Koagulasi adalah penggumpalanpartikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid. Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
  • 24.
    DIALYSIS Dialysis merupakan penghilanganmuatan koloid dengan cara memasukkan koloid ke dalam membrane semipermeabel dan kemudian dimasukkan ke dalam aliran zat cair.
  • 25.
  • 26.
    BAHAN KOSMETIK Ada berbagaibahan kosmetik kosmetik berupa padatan, tetapi lebih baik digunakan dalam bentuk cairan. Untuk itu biasanya dibuat berupa koloid dengan tertentu.
  • 27.
    SEBAGAI DEODORAN Deodoran mengandungaluminium klorida yang dapat mengkoagulasi atau mengendapkan protein dalam keringat. Endapan protein ini dapat menghalangi kerja kelenjer keringat sehingga keringat dan potein yang dihasilkan berkurang.
  • 28.
    BAHAN OBAT-OBATAN Ada zat-zatyang tidak larut dalam air sehingga harus dikemas dalam bentuk koloid sehingga mudah diminum. Contohnya obat dalam bentuk kapsul.
  • 29.
    BAHAN PENCUCI Prinsip koloidjuga digunakan dalam proses pencucian dengan sabun dan detergen. Sabun/ detergen berfungsi sebagai emulgator. Sabun/detergen akan mengemulsikan minyak dalam air sehingga kotoran-kotoran berupa lemak atau minyak dapat dihilangkan dengan cara pembilasan dengan air.
  • 30.