Dokumen tersebut membahas tentang senyawa karbonil seperti aldehida dan keton. Ia menjelaskan struktur, sifat fisik, sumber, dan reaksi kimiawi dari aldehida dan keton seperti adisi nukleofilik, oksidasi, dan reaksi lainnya.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Struktur
• Aldehid RCHO
• Keton RR’CO
• R dan R’ dapat berupa aromatik dan alifatik
• Baik aldehid maupun keton mempunyai gugus
karbonil, C=O; maka keduanya sering disebut
sebagai senyawa karbonil
• Keduanya mempunyai sifat yang mirip
3.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Perbedaannya
• Aldehid lebih reaktif dibanding keton, terhadap
adisi nukleofikik
• Aldehid mudah teroksidasi, keton lebih sulit
teroksidasi
4.
Dr. Arry YanuarM.Si.
ALDEHID
Tata nama
• Nama umum diambil dari atau diturunkan dari
asam karboksilat, dengan mengganti akhiran –
at menjadi –aldehid
• Aldehid rantai bercabang diberi nama sebagai
turunan aldehid rantai lurus
• Untuk menunjukkan titik percabangan
digunakan huruf Yunani a, b, g, d dst
• Karbon a terletak dekat dengan -CHO
d g b a O
C C C C C
H
5.
Dr. Arry YanuarM.Si.
NAMA IUPAC
• Rantai terpanjang yang membawa gugus –CHO
sebagai struktur induk diberi nama dengan
akhiran –al menggantikan akhiran –a pada
alkana.
• Substituen ditunjukkan dengan nomor
• Karbon karbonil ditetapkan sebagai C-1
5 4 3 2 1 O
C C C C C
H
6.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Contoh H Formaldehid
H C O Metanal
H
Asetaldehid
CH3 C O Etanal
H
Propionaldehid
CH3CH2 C O Propanal
H n-Butiraldehid
CH3CH2CH2 C O Butanal
H
C O Benzaldehid
H
O2N C O p-Nitrobenzaldehid
H
H3C C O p-Tolualdehid
7.
Dr. Arry YanuarM.Si.
• Akhiran –dial diberikan juga pada jika terdapat
dua gugus fungsi aldehid
8.
Dr. Arry YanuarM.Si.
• Jika gugus formil (-CH=O) berikatan pada
cincin alifatik ataupun aromatik , berakhiran
-karbaldehida
9.
Dr. Arry YanuarM.Si.
• Nama umum yang juga diterima dalam
tatanama IUPAC
10.
KETON Dr. Arry Yanuar M.Si.
• Keton alifatik sederhana, contoh Aseton
• Menyebut dua gugus yang terikat pada C
karbonil diikuti dengan keton
11.
KETON Dr. Arry Yanuar M.Si.
• Karbonil yang terikat pada cincin benzen disebut
dengan fenon
• Penamaan ini diterima oleh IUPAC
12.
Dr. Arry YanuarM.Si.
IUPAC
• Struktur induk adalah rantai terpanjang dengan
akhiran –on mengantikan –a pada alkana.
• Posisi berbagai gugus ditunjukkan dengan
nomor
• C karbonil berada pada posisi terkecil
13.
Dr. Arry YanuarM.Si.
IUPAC
Senyawa tertentu, gugus karbonil diberi awalan oxo-
dengan nomor menunjukkan posisinya.
14.
Dr. Arry YanuarM.Si.
• Baik aldehid maupun keton mempunyai gugus
karbonil, C=O; maka keduanya sering disebut
sebagai senyawa karbonil
Dr. Arry YanuarM.Si.
Reaksi yang menghasilkan Aldehid
dan Keton
23.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Reaksi yang menghasilkan Aldehid
dan Keton
24.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Reaksi yang menghasilkan Aldehid
dan Keton
25.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Reaksi yang menghasilkan Aldehid
dan Keton
26.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Reaksi yang menghasilkan Aldehid
dan Keton
27.
Dr. Arry YanuarM.Si.
• Pembuatan keton dengan penambahan ikatan
Karbon-karbon
• Keton dapat dibuat dengan mengoksidasi
alkohol sekunder dari produk aldehid dengan
Reagen Grignard
28.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Pembuatan formaldehid
• Katalis : perak, besi oksida/molibdenium oksida
pada temperatur tinggi
29.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Hidroformilasi
• Linear a-olefin sebagai sumber berbagai
aldehid.
• Hidrogen berlebih berakibat pada pembentukan
alkohol primer.
• Reaksi ini digunakan dalam industri pembuatan
aldehid dan alkohol di USA (2 milyar pound/th)
30.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Kondensasi Aldol
• Untuk pembuatan aldehid maupun keton dalam
Industri maupun laboratorium
Dr. Arry YanuarM.Si.
Adisi Nukleofilik
pada Aldehida dan Keton
42.
Reaksi Adisi Nukleofilik Dr. Arry Yanuar M.Si.
ď‚– Nukleofil :
ď‚– H2O, reaksi hidrasi
ď‚– HCN, pembentukan sianohidrin
ď‚– Alkohol, pembentukan asetal
ď‚– Amin primer, membentuk imina
ď‚– Amin sekunder, membentuk enamina
ď‚– Ilida fosfor, membentuk alkena (reaksi Wittig)
43.
Dr. Arry YanuarM.Si.
PRINSIP-PRINSIP ADISI NUKLEOFILIK:
HIDRASI ALDEHID DAN KETON
• Kesetimbangan hidrasi dipengaruhi oleh:
â–« Gugus yang terikat pada C=O
â–« Lingkungan elektronik dan sterik
Dr. Arry YanuarM.Si.
Energi Potensial hidrasi dalam suasana basa
50.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Protonasi karbonil
• Dalam bentuk teresonansi,
protonasi karbonil memiliki
derajat yang lebih tinggi dari
karakter karbokation
dibandingkan dengan yang tak
terprotonasi
Dr. Arry YanuarM.Si.
• Asetal dibentuk dari hemiasetal melalui
intermediate karbokation
61.
• Karbokation distabilkanoleh elektron yang
Dr. Arry Yanuar M.Si.
dilepaskan dari oksigen
• Penangkapan nukleofilik: intermediate
karbokation oleh alkohol membentuk asetal
62.
Aldehid dan Ketondengan Diol
Dr. Arry Yanuar M.Si.
membentuk siklik asetal
Dr. Arry YanuarM.Si.
Asetal rentan terhadap hidrolisis
dalam asam encer
65.
Dr. Arry YanuarM.Si.
ASETAL SEBAGAI GUGUS PROTEKSI
•Diperlukan pembentukan ion asetilenat
•Kemudian dialkilasi dengan metil iodida
Tetapi yang terjadi ion asetilida akan ditambahkan ke gugus karbonil.
karena gugus karbonil tidak toleran terhadap kondisi basa kuat untuk
terjadinya anion.
66.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Ion asetilenat ini tidak pernah terbentuk
REAKSI DENGAN AMINPRIMER:
Dr. Arry Yanuar M.Si.
PEMBENTUKAN IMINA
• Tahap pertama reaksi penambahan amina
R-NH2 atau Ar-NH2 pada gugus karbonil
membentuk karbinolamin.
• Karbinolamin segera mengalami dehidrasi
membetuk N-alkil atau N-aril tersubstitusi,
imina.
72.
Dr. Arry YanuarM.Si.
Kondisi pembentukan imina
• Fase adisi maupun eliminasi dipercepat dengan
katalisis asam.
• Kontrol pH sangat penting untuk konsentrasi
kesetimbangan dari bentuk terprotonasi aldehid
maupun keton
• pH terlalu asam mengubah amina pada bentuk
terprotonasi, tidak terjadi reaksi nukleofilik,
menghambat reaksi.