Sistem Koloid
Kelompok 2
Dzulfikar Husain
M Alaudin Irsyad
M Aqiel Siroj
M Imam Basrurrohman
M Iqbal Fatin Asha
M Yasser El G
Pengertian
Sistem koloid adalah suatu bentuk campuran yang
keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar).
Jenis Jenis Koloid
1. Emulsi
Emulsi adalah dispersi koloid zat cair. Contohnya adalah
air dalam minyak, susu.
2. Sol
Sol adalah koloid dengan fase terdispersi zat padat dan
medium pendispersi zat cair atau padat. Contoh sol adalah agar –
agar, cat, tinta.
3. Busa atau Buih
Busa merupakan sistem koloid yang fase terdispersinya
berupa gas dan medium perndispersinya berupa zat cair, bila
medium pendispersinya padat, disebut busa padat.
4. Aerosol
Aeorosol adalah koloid dengan mdium pendispersinya
merupakan gas. Contohnya obat anti nyamuk semprot.
5. Gel
Bila zat cair dan padat dicampur pada konsentrasi yang
tepat, maka zat cair yang ada dapat diserap oleh zat padatnya.
Contoh nya selai
Sifat-Sifat Koloid
1. Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya)
oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul
koloid yang cukup besar. Efek Tyndall ditemukan oleh John Tyndall
(1820-1893), seorang ahli fisika Inggris.
Contohnya : Di daerah berkabut, sorot lampu mobil terlihat lebih jelas
2. Gerak Brown
Partikel koloid dapat bergerak lurus
tetapi arahnya tidak menentu (gerak zig zag).
Gerak zig zag partikel koloid disebut gerak
brown.
3. Adsorpsi
Adsorpsi adalah melekatnya zat pada permukaan
padatan atau cairan.
4. Elektroforesis
Elektroforesis adalah pergerakan partikel koloid dalam medan
listrik. Elektroforesis dapat digunakan untuk mendeteksi muatan suatu
sistem koloid. Jika koloid bergerak menuju elektroda positif maka koloid
yang dianalisa mempunyai muatan negatif. Begitu juga sebaliknya, jika
koloid bergerak menuju elektroda negatif maka koloid yang dianalisa
mempunyai muatan positif.
5. Koagulasi
Koagulasi merupakan salah satu sifat dari koloid yaitu peristiwa
penggumpalan partikel-partikel koloid sehingga fase terdispersinya
terpisah dari medium pendispersinya. Sedangkan zat yang menyebabkan
terjadinya koagulasi disebut dengan koagulan.
Koagulasi terjadi karena dispersi koloid kehilangan kestabilannya
dalam mempertahankan partikel-partikelnya untuk tetap tersebar di
dalam mediumnya. Dikarenakan adanya penetralan muatan partikel
koloid akibat dipanaskan, didinginkan ataupun ditambahkan ion tak
sejenis.
6. Koloid Pelindung
Merupakan sifat koloid yang dapat melindungi koloid
lain. Contohnya tinta tidak mengendap karena dicampur dengan
koloid pelindung.
Koloid Liofil dan Koloid Liofob
Koloid liofil dan koloid liofob merupakan jenis koloid yang
berbentuk sol. Berdasarkan sifat adsorpsinya sol dibedakan atas
sol liofil dan sol liofob.
1. Koloid liofil
Sol liofil atau koloid liofil merupakan jenis koloid yang
fase terdispersinya dapat mengikat atau menarik medium
pendispersinya. Jika medium pendispersinya air disebut hidrofil.
Contoh : protein, sabun, deterjen, agar-agar, kanji, dan gelatin
2. Koloid Liofob
Koloid liofob atau sol liofob merupakan koloid yang fase
terdispersinya tidak dapat menarik medium pendispersinya
(tidak suka cairan). Jika medium pendispersinya air
disebut hidrofob.
Contoh : susu, mayonaise, sol belerang, sol Fe(OH)3, sol sulfida,
dan sol-sol logam.
Tabel Perbandingan
Koloid liofil Koloid liofob
Mengadsorpsi mediumnya.
Dapat dibuat dengan konsentrasi
yang relatif besar.
Tidak mudah digumpalkan dengan
penambahan elektrolit.
Viskositas(kekentalan) lebih besar
daripada mediumnya.
Bersifat reversibel
Efek Tyndall lemah
Tidak mengadsorpsi mediumnya
Hanya stabil pada konsentrasi kecil
Mudah menggumpal pada
penambahan elektrolit
Viskositas hampir sama dengan
mediumnya.
Tidak reversibel
Efek Tyndall lebih jelas.
Dialisis
Dialisis adalah proses perpindahan molekul terlarut dari
suatu campuran larutan yang terjadi akibat difusi pada membran
semi-permeabel. Molekul terlarut yang berukuran lebih kecil
dari pori-pori membran tersebut dapat keluar, sedangkan
molekul lainnya yang lebih besar akan tertahan di dalam
kantung membran.
Pembuatan Koloid
Sistem koloid dapat dibuat dengan pengelompokan
(agregasi) partikel larutan sejati atau menghaluskan bahan
dalam bentuk kasar, kemudian diaduk dengan medium
pendispersi. Cara yang pertama disebut cara kondensasi,
sedangkan yang kedua disebut cara dispersi.
1. Cara Kondensasi
• Dengan cara kondensasi, partikel larutan sejati (molekul atau
ion) bergabung menjadi partikel koloid.
• Cara ini dapat dilakukan dengan reaksi-reaksi kimia, seperti
reaksi redoks, hidrolisis, dan dekomposisi rangkap, atau
dengan pergantian pelarut.
1. Cara Kondensasi
1. Reaksi Redoks
Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan
bilangan oksidasi.
Contoh :Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen
sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan
mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2.
H2S(g) + SO2(aq) ⎯⎯→ 2 H2O(l) + 3 S (koloid)
1. Cara Kondensasi
2. Hidrolisis
Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air.
Contoh:
Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3. Apabila ke dalam
air mendidih ditambahkan larutan FeCl3, maka akan terbentuk
sol Fe(OH)3.
FeCl3(aq)+ 3 H2O(l) ⎯⎯→ Fe(OH)3 (koloid) + 3 HCl(aq)
1. Cara Kondensasi
3. Dekomposisi Rangkap
Contoh 1:
Sol As2S3 dapat dibuat dari reaksi antara larutan H3AsO3
dengan larutan H2S.
2 H3AsO3(aq) + 3 H2S(aq) ⎯⎯→ As2S3(koloid) + 6 H2O(l)
Contoh 2:
Sol AgCl dapat dibuat dengan mencampurkan larutan perak
nitrat encer dengan larutan HCl encer.
AgNO3(aq) + HCl(aq) ⎯⎯→ AgCl(koloid) + HNO3(aq)
1. Cara Kondensasi
4. Penggantian Pelarut
Selain dengan cara-cara kimia seperti di atas, koloid
juga dapat terjadi dengan penggantian pelarut.
Contoh:
Apabila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan
alkohol, maka akan terbentuk suatu koloid berupa gel.
2. Cara Dispersi
• Dengan cara dispersi, partikel kasar dipecah
menjadi partikel koloid.
• Cara dispersi dapat dilakukan secara mekanik,
peptisasi, atau dengan loncatan bunga listrik
(cara busur Bredig).
2. Cara Dispersi
1. Cara Mekanik
Menurut cara ini, butir-butir kasar digerus dengan
lumping ataupenggiling koloid sampai diperoleh tingkat
kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium
dispersi.
Contoh:
– Sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang
bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir),
– kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air.
2. Cara Dispersi
2. Cara Peptisasi
Peptisasi adalah cara pembuatan koloid dari butir-butir kasar
atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi
(pemecah). Zat pemeptisasi memecahkan butir-butir kasar menjadi
butir-butir koloid. Istilah peptisasi dikaitkan dengan peptonisasi, yaitu
proses pemecahan protein (polipeptida) yang dikatalisis oleh enzim
pepsin.
Contoh:
– Agar-agar dipeptisasi oleh air
– Nitroselulosa oleh aseton
– Karet olehbensin
– Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S
– Endapan Al(OH)3 oleh AlCl3.
2. Cara Dispersi
3. Cara Busur Bredig
• Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam.
• Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode
yang dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian diberi
loncatan listrik di antara kedua ujungnya.
• Mula-mula atom-atom logam akan terlempar ke dalam air, lalu
atom-atom tersebut mengalami kondensasi, sehingga
membentuk partikel koloid.
• Jadi, cara busur ini merupakan gabungan cara dispersi dan
cara kondensasi.
Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Pemutihan Gula
Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan.
Dengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan
dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon.
Partikel koloid akan mengadsorpsi zat warna tersebut. Partikel-
partikel koloid tersebut mengadsorpsi zat warna dari gula tebu
sehingga gula dapat berwarna putih.
Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari
2. Penggumpalan Darah
Darah mengandung sejumlah koloid protein yang
bermuatan negatif. Jika terjadi luka, maka luka tersebut dapat
diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-
ion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion tersebut membantu agar partikel
koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan
darah dapat lebih mudah dilakukan.
3. Penjernihan Air
Untuk memperoleh air bersih perlu dilakukan upaya
penjernihan air. Kadang-kadang air dari mata air seperti
sumur gali dan sumur bor tidak dapat dipakai sebagai air
bersih jika tercemari. Air permukaan perlu dijernihkan
sebelum dipakai. Upaya penjernihan air dapat dilakukan
baik skala kecil (rumah tangga) maupun skala besar seperti
yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM).
Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari
4. Pembentukan delta di muara sungai
Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir
dan tanah liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut
mengandung ion-ion Na+, Mg+2, dan Ca+2 yang
bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka
ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir
dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan
membentuk suatu delta.
Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari
5. Pengambilan endapan pengotor
Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses
industri seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa
partikel-partikel koloid. Untuk memisahkan pengotor ini,
digunakan alat pengendap elektrostatik yang pelat
logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik
partikel-partikel koloid.
Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari
Sekian Dari Kami
Mohon Maaf Atas Segala
Kekurangan Presentasi Ini
Wassalamualaikum Wr.Wb.

(Kimia) Sistem Koloid

  • 1.
  • 2.
    Kelompok 2 Dzulfikar Husain MAlaudin Irsyad M Aqiel Siroj M Imam Basrurrohman M Iqbal Fatin Asha M Yasser El G
  • 3.
    Pengertian Sistem koloid adalahsuatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi (campuran kasar).
  • 4.
  • 5.
    1. Emulsi Emulsi adalahdispersi koloid zat cair. Contohnya adalah air dalam minyak, susu.
  • 6.
    2. Sol Sol adalahkoloid dengan fase terdispersi zat padat dan medium pendispersi zat cair atau padat. Contoh sol adalah agar – agar, cat, tinta.
  • 7.
    3. Busa atauBuih Busa merupakan sistem koloid yang fase terdispersinya berupa gas dan medium perndispersinya berupa zat cair, bila medium pendispersinya padat, disebut busa padat.
  • 8.
    4. Aerosol Aeorosol adalahkoloid dengan mdium pendispersinya merupakan gas. Contohnya obat anti nyamuk semprot.
  • 9.
    5. Gel Bila zatcair dan padat dicampur pada konsentrasi yang tepat, maka zat cair yang ada dapat diserap oleh zat padatnya. Contoh nya selai
  • 10.
  • 11.
    1. Efek Tyndall EfekTyndall adalah gejala penghamburan berkas sinar (cahaya) oleh partikel-partikel koloid. Hal ini disebabkan karena ukuran molekul koloid yang cukup besar. Efek Tyndall ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893), seorang ahli fisika Inggris. Contohnya : Di daerah berkabut, sorot lampu mobil terlihat lebih jelas
  • 12.
    2. Gerak Brown Partikelkoloid dapat bergerak lurus tetapi arahnya tidak menentu (gerak zig zag). Gerak zig zag partikel koloid disebut gerak brown.
  • 13.
    3. Adsorpsi Adsorpsi adalahmelekatnya zat pada permukaan padatan atau cairan.
  • 14.
    4. Elektroforesis Elektroforesis adalahpergerakan partikel koloid dalam medan listrik. Elektroforesis dapat digunakan untuk mendeteksi muatan suatu sistem koloid. Jika koloid bergerak menuju elektroda positif maka koloid yang dianalisa mempunyai muatan negatif. Begitu juga sebaliknya, jika koloid bergerak menuju elektroda negatif maka koloid yang dianalisa mempunyai muatan positif.
  • 15.
    5. Koagulasi Koagulasi merupakansalah satu sifat dari koloid yaitu peristiwa penggumpalan partikel-partikel koloid sehingga fase terdispersinya terpisah dari medium pendispersinya. Sedangkan zat yang menyebabkan terjadinya koagulasi disebut dengan koagulan. Koagulasi terjadi karena dispersi koloid kehilangan kestabilannya dalam mempertahankan partikel-partikelnya untuk tetap tersebar di dalam mediumnya. Dikarenakan adanya penetralan muatan partikel koloid akibat dipanaskan, didinginkan ataupun ditambahkan ion tak sejenis.
  • 16.
    6. Koloid Pelindung Merupakansifat koloid yang dapat melindungi koloid lain. Contohnya tinta tidak mengendap karena dicampur dengan koloid pelindung.
  • 17.
    Koloid Liofil danKoloid Liofob Koloid liofil dan koloid liofob merupakan jenis koloid yang berbentuk sol. Berdasarkan sifat adsorpsinya sol dibedakan atas sol liofil dan sol liofob.
  • 18.
    1. Koloid liofil Solliofil atau koloid liofil merupakan jenis koloid yang fase terdispersinya dapat mengikat atau menarik medium pendispersinya. Jika medium pendispersinya air disebut hidrofil. Contoh : protein, sabun, deterjen, agar-agar, kanji, dan gelatin
  • 19.
    2. Koloid Liofob Koloidliofob atau sol liofob merupakan koloid yang fase terdispersinya tidak dapat menarik medium pendispersinya (tidak suka cairan). Jika medium pendispersinya air disebut hidrofob. Contoh : susu, mayonaise, sol belerang, sol Fe(OH)3, sol sulfida, dan sol-sol logam.
  • 20.
    Tabel Perbandingan Koloid liofilKoloid liofob Mengadsorpsi mediumnya. Dapat dibuat dengan konsentrasi yang relatif besar. Tidak mudah digumpalkan dengan penambahan elektrolit. Viskositas(kekentalan) lebih besar daripada mediumnya. Bersifat reversibel Efek Tyndall lemah Tidak mengadsorpsi mediumnya Hanya stabil pada konsentrasi kecil Mudah menggumpal pada penambahan elektrolit Viskositas hampir sama dengan mediumnya. Tidak reversibel Efek Tyndall lebih jelas.
  • 21.
    Dialisis Dialisis adalah prosesperpindahan molekul terlarut dari suatu campuran larutan yang terjadi akibat difusi pada membran semi-permeabel. Molekul terlarut yang berukuran lebih kecil dari pori-pori membran tersebut dapat keluar, sedangkan molekul lainnya yang lebih besar akan tertahan di dalam kantung membran.
  • 22.
    Pembuatan Koloid Sistem koloiddapat dibuat dengan pengelompokan (agregasi) partikel larutan sejati atau menghaluskan bahan dalam bentuk kasar, kemudian diaduk dengan medium pendispersi. Cara yang pertama disebut cara kondensasi, sedangkan yang kedua disebut cara dispersi.
  • 23.
    1. Cara Kondensasi •Dengan cara kondensasi, partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid. • Cara ini dapat dilakukan dengan reaksi-reaksi kimia, seperti reaksi redoks, hidrolisis, dan dekomposisi rangkap, atau dengan pergantian pelarut.
  • 24.
    1. Cara Kondensasi 1.Reaksi Redoks Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi. Contoh :Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2. H2S(g) + SO2(aq) ⎯⎯→ 2 H2O(l) + 3 S (koloid)
  • 25.
    1. Cara Kondensasi 2.Hidrolisis Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Contoh: Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3. Apabila ke dalam air mendidih ditambahkan larutan FeCl3, maka akan terbentuk sol Fe(OH)3. FeCl3(aq)+ 3 H2O(l) ⎯⎯→ Fe(OH)3 (koloid) + 3 HCl(aq)
  • 26.
    1. Cara Kondensasi 3.Dekomposisi Rangkap Contoh 1: Sol As2S3 dapat dibuat dari reaksi antara larutan H3AsO3 dengan larutan H2S. 2 H3AsO3(aq) + 3 H2S(aq) ⎯⎯→ As2S3(koloid) + 6 H2O(l) Contoh 2: Sol AgCl dapat dibuat dengan mencampurkan larutan perak nitrat encer dengan larutan HCl encer. AgNO3(aq) + HCl(aq) ⎯⎯→ AgCl(koloid) + HNO3(aq)
  • 27.
    1. Cara Kondensasi 4.Penggantian Pelarut Selain dengan cara-cara kimia seperti di atas, koloid juga dapat terjadi dengan penggantian pelarut. Contoh: Apabila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkohol, maka akan terbentuk suatu koloid berupa gel.
  • 28.
    2. Cara Dispersi •Dengan cara dispersi, partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid. • Cara dispersi dapat dilakukan secara mekanik, peptisasi, atau dengan loncatan bunga listrik (cara busur Bredig).
  • 29.
    2. Cara Dispersi 1.Cara Mekanik Menurut cara ini, butir-butir kasar digerus dengan lumping ataupenggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi. Contoh: – Sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan suatu zat inert (seperti gula pasir), – kemudian mencampur serbuk halus itu dengan air.
  • 30.
    2. Cara Dispersi 2.Cara Peptisasi Peptisasi adalah cara pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemeptisasi memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid. Istilah peptisasi dikaitkan dengan peptonisasi, yaitu proses pemecahan protein (polipeptida) yang dikatalisis oleh enzim pepsin. Contoh: – Agar-agar dipeptisasi oleh air – Nitroselulosa oleh aseton – Karet olehbensin – Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S – Endapan Al(OH)3 oleh AlCl3.
  • 31.
    2. Cara Dispersi 3.Cara Busur Bredig • Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. • Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode yang dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian diberi loncatan listrik di antara kedua ujungnya. • Mula-mula atom-atom logam akan terlempar ke dalam air, lalu atom-atom tersebut mengalami kondensasi, sehingga membentuk partikel koloid. • Jadi, cara busur ini merupakan gabungan cara dispersi dan cara kondensasi.
  • 32.
    Koloid Dalam KehidupanSehari-hari 1. Pemutihan Gula Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. Dengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae atau karbon. Partikel koloid akan mengadsorpsi zat warna tersebut. Partikel- partikel koloid tersebut mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat berwarna putih.
  • 33.
    Koloid Dalam KehidupanSehari-hari 2. Penggumpalan Darah Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terjadi luka, maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion- ion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan.
  • 34.
    3. Penjernihan Air Untukmemperoleh air bersih perlu dilakukan upaya penjernihan air. Kadang-kadang air dari mata air seperti sumur gali dan sumur bor tidak dapat dipakai sebagai air bersih jika tercemari. Air permukaan perlu dijernihkan sebelum dipakai. Upaya penjernihan air dapat dilakukan baik skala kecil (rumah tangga) maupun skala besar seperti yang dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari
  • 35.
    4. Pembentukan deltadi muara sungai Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+, Mg+2, dan Ca+2 yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta. Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari
  • 36.
    5. Pengambilan endapanpengotor Gas atau udara yang dialirkan ke dalam suatu proses industri seringkali mangandung zat-zat pengotor berupa partikel-partikel koloid. Untuk memisahkan pengotor ini, digunakan alat pengendap elektrostatik yang pelat logamnya yang bermuatan akan digunakan untuk menarik partikel-partikel koloid. Koloid Dalam Kehidupan Sehari-hari
  • 37.
    Sekian Dari Kami MohonMaaf Atas Segala Kekurangan Presentasi Ini Wassalamualaikum Wr.Wb.