KESEHATAN WANITA SEPANJANG
SIKLUS KEHIDUPAN
Dr Andi Maryam M.Kes
5 Tahap dalam siklus
kehidupan
1.
Kons
epsi
2.
Bayi/B
alita
3.
Remaja
4. Usia
Subur
5. Usia
Lanjut
Tahap 1 Konsepsi
a. Perlakuan sama terhadap janin laki-laki/perempuan
b. Pelayanan antenatal, persalinan aman dan nifas serta
pelayanan bayi baru lahir.
c. Masalah yang mungkin terjadi pada tahap ini :
pengutamaan jenis kelamin, BBLR, kurang gizi (malnutrisi).
d. Pendekatan pelayanan antenatal, promosi
kesehatan dan pencegahan penyakit.
Tahap ke-2 Bayi dan anak
a. ASI Eksklusif dan penyapihan yang layak
b. Tumbuh kembang anak, pemberian makanan dengan gizi seimbang
c. Imunisasi dan manajemen terpadu balita sakit
d. Pencegahan dan penanggulangan kekerasan
Lanjutan....
e. Pendidikan dan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan
f. Masalah yang mungkin terjadi pada tahap ini : pengutamaan jenis kelamin, sunat
perempuan, kurang gizi (malnutrisi), kesakitan dan kematian BBLR, penyakit lain
disemua usia dan kekerasan.
g. Pendekatan yang dilakukan: pendidikan kesehatan, kesehatan lingkungan,
pelayanan kesehatan primer, imunisasi, pelayanan antenatal, persalinan, postnatal,
menyusui serta pemberian suplemen, dll.
Asuhan yang diberikan pada tahap Bayi/Balita yaitu
a). ASI Eksklusif
b). Tumbuh kembang anak dan pemberian makanan dengan gizi
seimbang
c). Imunisasi dan manajemen terpadu balita sakit
d). Pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap perempuan
(KtP)
e). Pendidikan dan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan
perempuan.
Tahap Remaja
Masa remaja atau pubertas adalah usia antara 10 sampai 19 tahun dan
merupakan peralihan dari masa kanak-anak menjadi dewasa.
Pada usia ini tubuh wanita mengalami perubahan dramatis, karena mulai
memproduksi hormon-hormon seksual yang akan mempengaruhi pertumbuhan
dan perkembangan sistem reproduksi
Asuhan apa yang diberikan pada tahap
ini :
• Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat
tenaga, zat pembangun dan zat yang sesuai dengan
kebutuhan gizi .
a. Gizi seimbang
• Pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi
bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan
yang berhubungan dengan perilaku hidup sehat bagi
remaja, disamping mengatasi masalah yang ada.
b. Informasi tentang
kesehatan reproduksi
• hubungan seksual yang dipaksakan terhadap perempuan,
dilakukan tanpa izinnya dan mungkin menggunakan
kekerasan.
c. Pencegahan
kekerasan seksual
(perkosaan)
Lanjutan
• Pencegahan terhadap penyalahgunaan NAPZA pada
remaja hendaknya dilakukan dengan pendekatan
sejak dini baik dari orang tua, guru, pendamping
dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para
pelajar disekolah,
d. Pencegahan terhadap
ketergantungan napza
• Kegagalan perkawinan dalam masyarakat dewasa ini
sangat meningkat sehingga menimbulkan dampak
social yang tidak diinginkan.
e. Perkawinan pada usia
yang wajar
• Remaja memerlukan pembekalan tentang informasi /
pendidikan, ketrampilan dan kiat-kiat untuk
mempertahankan diri secara fisik maupun psikis dan
mental dalam menghadapi berbagai godaan, seperti
ajakan untuk menggunakan NAPZA dan lain-lain.
f. Peningkatan
pendidikan, ketrampilan,
penghargaan diri dan
pertahanan terhadap
godaan dan ancaman.
Tahap Usia Subur
Usia dewasa muda, yaitu antara 18 sampai 40 tahun, sering dihubungkan dengan
masa subur, karena pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi.
Pada periode ini masalah kesehatan
berganti dengan :
 gangguan kehamilan,
 kelelahan kronis akibat merawat anak, dan tuntutan karir.
 Kanker, kegemukan, depresi, dan penyakit serius tertentu mulai menggerogoti
tubuhnya.
Gangguan yang sering muncul pada usia
ini adalah
haid, kram haid,
nyeri pinggul
saat
berhubungan
seks,
sakit saat
buang air
besar atau
buang air
kecil
endometriosis
Asuhan yang diberikan pada tahap ini :
a). Kehamilan dan persalinan yang aman
b). Pencegahan kecacatan dan kematian akibat kehamilan pada ibu dan bayi
c). Menjaga jarak kelahiran dan jumlah kehamilan dengan penggunaan alat
kontrasepsi ( KB )
d). Pencegahan terhadap PMS/HIV/AIDS
e). Pelayanan kesehatan reproduksi berkualitas
f). Pencegahan dan penanggulangan masalah aborsi
g). Deteksi dini kanker payudara dan leher rahim
h). Pencegahan dan manajemen infertilitas
Tahap Usia Lanjut
Yang dianggap lanjut usia (lansia) adalah setelah mencapai usia 60 tahun. Inilah
masa yang paling rentan diserang berbagai penyakit degeneratif dan penyakit
berat lainnya.
Asuhan apa yang diberikan
1). Perhatian pada problem menopause
2.). Perhatian pada penyakit utama degenerative, termasuk rabun, gangguan
mobilitas dan osteoporosis
3). Deteksi dini kanker rahim.
Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Derajat
Kesehatan Perempuan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan
Perempuan
 Kemiskinan
 Kedudukan perempuan dalam keluarga dan masyarakat
 Akses ke fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan
 Kualitas pelayanan kesehatan reproduksi yang kurang memadai
 Beban ganda, tanggung jawab tidak proporsional sehingga kesehatan anak
perempuan dan perempuan semakin burukAkses untuk pelayanan kespro
rendah
 Kurangnya penanganan kespro dan seksual pada laki-laki dan perempuan usia
lanjut
 Kebijakan dan program kesehatan masih belum mempertimbangkan
perbedaan sosial, ekonomi dan perbedaan lainnya antara perempuan
dan masih rendahnya kemandirian perempuan.
SEKIAN.....
TERIMA KASIH

Siklus Wanita.pptx

  • 1.
    KESEHATAN WANITA SEPANJANG SIKLUSKEHIDUPAN Dr Andi Maryam M.Kes
  • 2.
    5 Tahap dalamsiklus kehidupan 1. Kons epsi 2. Bayi/B alita 3. Remaja 4. Usia Subur 5. Usia Lanjut
  • 3.
    Tahap 1 Konsepsi a.Perlakuan sama terhadap janin laki-laki/perempuan b. Pelayanan antenatal, persalinan aman dan nifas serta pelayanan bayi baru lahir. c. Masalah yang mungkin terjadi pada tahap ini : pengutamaan jenis kelamin, BBLR, kurang gizi (malnutrisi). d. Pendekatan pelayanan antenatal, promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
  • 4.
    Tahap ke-2 Bayidan anak a. ASI Eksklusif dan penyapihan yang layak b. Tumbuh kembang anak, pemberian makanan dengan gizi seimbang c. Imunisasi dan manajemen terpadu balita sakit d. Pencegahan dan penanggulangan kekerasan
  • 5.
    Lanjutan.... e. Pendidikan dankesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan f. Masalah yang mungkin terjadi pada tahap ini : pengutamaan jenis kelamin, sunat perempuan, kurang gizi (malnutrisi), kesakitan dan kematian BBLR, penyakit lain disemua usia dan kekerasan. g. Pendekatan yang dilakukan: pendidikan kesehatan, kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan primer, imunisasi, pelayanan antenatal, persalinan, postnatal, menyusui serta pemberian suplemen, dll.
  • 6.
    Asuhan yang diberikanpada tahap Bayi/Balita yaitu a). ASI Eksklusif b). Tumbuh kembang anak dan pemberian makanan dengan gizi seimbang c). Imunisasi dan manajemen terpadu balita sakit d). Pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap perempuan (KtP) e). Pendidikan dan kesempatan yang sama pada anak laki-laki dan perempuan.
  • 7.
    Tahap Remaja Masa remajaatau pubertas adalah usia antara 10 sampai 19 tahun dan merupakan peralihan dari masa kanak-anak menjadi dewasa. Pada usia ini tubuh wanita mengalami perubahan dramatis, karena mulai memproduksi hormon-hormon seksual yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sistem reproduksi
  • 8.
    Asuhan apa yangdiberikan pada tahap ini : • Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat tenaga, zat pembangun dan zat yang sesuai dengan kebutuhan gizi . a. Gizi seimbang • Pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan perilaku hidup sehat bagi remaja, disamping mengatasi masalah yang ada. b. Informasi tentang kesehatan reproduksi • hubungan seksual yang dipaksakan terhadap perempuan, dilakukan tanpa izinnya dan mungkin menggunakan kekerasan. c. Pencegahan kekerasan seksual (perkosaan)
  • 9.
    Lanjutan • Pencegahan terhadappenyalahgunaan NAPZA pada remaja hendaknya dilakukan dengan pendekatan sejak dini baik dari orang tua, guru, pendamping dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para pelajar disekolah, d. Pencegahan terhadap ketergantungan napza • Kegagalan perkawinan dalam masyarakat dewasa ini sangat meningkat sehingga menimbulkan dampak social yang tidak diinginkan. e. Perkawinan pada usia yang wajar • Remaja memerlukan pembekalan tentang informasi / pendidikan, ketrampilan dan kiat-kiat untuk mempertahankan diri secara fisik maupun psikis dan mental dalam menghadapi berbagai godaan, seperti ajakan untuk menggunakan NAPZA dan lain-lain. f. Peningkatan pendidikan, ketrampilan, penghargaan diri dan pertahanan terhadap godaan dan ancaman.
  • 10.
    Tahap Usia Subur Usiadewasa muda, yaitu antara 18 sampai 40 tahun, sering dihubungkan dengan masa subur, karena pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi.
  • 11.
    Pada periode inimasalah kesehatan berganti dengan :  gangguan kehamilan,  kelelahan kronis akibat merawat anak, dan tuntutan karir.  Kanker, kegemukan, depresi, dan penyakit serius tertentu mulai menggerogoti tubuhnya.
  • 12.
    Gangguan yang seringmuncul pada usia ini adalah haid, kram haid, nyeri pinggul saat berhubungan seks, sakit saat buang air besar atau buang air kecil endometriosis
  • 13.
    Asuhan yang diberikanpada tahap ini : a). Kehamilan dan persalinan yang aman b). Pencegahan kecacatan dan kematian akibat kehamilan pada ibu dan bayi c). Menjaga jarak kelahiran dan jumlah kehamilan dengan penggunaan alat kontrasepsi ( KB ) d). Pencegahan terhadap PMS/HIV/AIDS e). Pelayanan kesehatan reproduksi berkualitas f). Pencegahan dan penanggulangan masalah aborsi g). Deteksi dini kanker payudara dan leher rahim h). Pencegahan dan manajemen infertilitas
  • 14.
    Tahap Usia Lanjut Yangdianggap lanjut usia (lansia) adalah setelah mencapai usia 60 tahun. Inilah masa yang paling rentan diserang berbagai penyakit degeneratif dan penyakit berat lainnya.
  • 15.
    Asuhan apa yangdiberikan 1). Perhatian pada problem menopause 2.). Perhatian pada penyakit utama degenerative, termasuk rabun, gangguan mobilitas dan osteoporosis 3). Deteksi dini kanker rahim.
  • 16.
  • 17.
    Faktor-faktor yang MempengaruhiDerajat Kesehatan Perempuan  Kemiskinan  Kedudukan perempuan dalam keluarga dan masyarakat  Akses ke fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan  Kualitas pelayanan kesehatan reproduksi yang kurang memadai
  • 18.
     Beban ganda,tanggung jawab tidak proporsional sehingga kesehatan anak perempuan dan perempuan semakin burukAkses untuk pelayanan kespro rendah  Kurangnya penanganan kespro dan seksual pada laki-laki dan perempuan usia lanjut  Kebijakan dan program kesehatan masih belum mempertimbangkan perbedaan sosial, ekonomi dan perbedaan lainnya antara perempuan dan masih rendahnya kemandirian perempuan.
  • 19.