Faktor Reformasi Gereja 
1. Adanya Penyimpangan yang dilakukan oleh kaum 
gereja katolik, seperti indulgensi. 
2. Berkembangnya paham humanisme memungkinkan 
banyak orang membaca dan mempelajari ajaran Yesus 
Kristus yang asli, yang tertulis dalam bahasa Yunani 
Kuno. 
3. Timbulnya negara-negara Nasional di Eropa, dimana 
raja menginginkan kekuasaan penuh, dan lepas dari 
pengaruh gereja (German, Prancis, Inggris). 
4. Penderitaan rakyat akibat perang dan wabah. 
5. Kredibilitas runtuh, gereja lebih peduli terhadap harta 
dan kekuasaan.
Mengapa terjadi di Jerman? 
Menurut Burns dan Ralph dalam Suhelmi, Ahmad 
2001:149-150. Ada beberapa faktor yakni : 
• Jerman yang sekitar abad XV-XVI masih merupakan 
negara agraris atau negara yang masih terbelakang jika 
dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. 
Sektor Industri perdagangan dan manafaktur 
belum berkembang seperti di Inggris dan Italia. Dan 
Katolisisme yang konservatif paling kuat ada di Negara 
ini. Penyembahan terhadap tokoh ataupun benda-benda 
keramat dianggap kepercayaan yang wajib di yakini. 
Penjualan surat-surat pengampunan dosa paling banyak 
dijual di Jerman melebihi negara-negara lainnya di Eropa.
• Rakyat Jerman padasaat itu sebagian besar 
adalah masyarakat petani yang merupakan 
kelompok sosial yang paling menderita akibat 
adanya kekuasaan gereja katolisisme. Pajak-pajak 
yang memberatkan, urusan kepemilikan 
tanah yang dipersulit oleh pihak gereja, harta 
kekayaan yang sering diambil oleh pihak 
geraja tanpa alasan yang jelas.
Bonifasius VIII Philip IV 
VS
• Raja Philip (1268 – 1314) berniat memusatkan 
seluruh kekuasaan ke tangannya. Ia menegaskan 
tidak ada kekuasaan lain, termaksud Paus, yang 
berhak campur tangan dalam urusan monarki. Ia 
melarang semua rohaniwan Gereja terlibat dalam 
pembuatan Undang-Undang. 
• Raja mewajibkan rohaniwan Gereja (klerus) untuk 
membayar pajak kepada negara. 
• Hal ini memicu konflik dengan Pope Bonifasius 
VIII (1235 – 1303). Pada tahun 1296, Paus 
mengeluarkan bulla (surat keputusan) yang 
bernama Clericis Laicos. Isinya melarang semua 
raja memungut pajak kepada kaum klerus tanpa 
presetujuan Paus.
• Philip IV, membalas lebih keras dengan melarang 
pengiriman emas, perak, batu berharga, dan 
makanan ke Roma. Ia mengusir rohaniwan yang 
ditugaskan oleh Paus untuk mengumpulkan dana 
untuk membiayai Perang Salib. 
• Hingga mencapai puncaknya pada awal abad ke- 
14. Philip IV gigih melancarkan kampanye anti-otoritas 
kepausannya atas Prancis. Hal ini 
berbuntut dikeluarkannya bulla Unam Sanctam 
oleh Paus Bonifasius pada tahun 1302. 
• Isinya menyatakan bahwa kekuasaan spiritual dan 
kekuasaan duniawi ada di tangan Paus dan para 
raja adalah bawahannya Sri Paus.
John Wycliffe Jan Hus
• Abad ke-14 dan menjelang abad ke-15, muncullah 2 
teolog termuka di Eropa yang melakukan kritik dan 
kencaman terbuka terhadap Gereja. John Wycliffe (1324 
– 1384) dari Inggris dan Jan Hus (1369 – 1415) dari 
Bohemia (Cekoslowaki). 
• Paus telah menutut bahwa properti Gereja di Ingris adalah 
milik Paus, tetapi menurut Wycliffe, harta milik Gereja 
adalah milik negara. Bahkan Wycliffe menyebut Paus Si 
Anti-Kristus. Dan akhirnya 2 teolog termuka ini dihukum 
mati karena kritiknya dianggap menentang Paus. 
• Tahun 1517, melalui teolog Jerman Martin Luther, 
Gereja Katolik mengalami guncangan yang luar biasa. 
Gerakan Martin Luther yang disebut Reformasi itu 
menghasilkan perpecahan (skisma) baru dalam Gereja 
(setelah perpecahan dengan Gereja Timur pada abad ke- 
11), dalam bentuk lahirnya Protestanisme.
Kesimpulan tentang kondisi sosial-keagamaan di Eropa 
sebelum terjadinya Reformasi pada tahun 1517. 
1. Terjadinya krisis moral yang besar dalam tubuh 
Gereja. 
2. Pada masa sebelum Reformasi, nasionalisme 
semakin berkembang. 
3. Lahirnya ketidakpuasan terhadap kepemimpinan 
Gereja dari kalangan internal Gereja. 
4. Semakin berkembangnya tradisi intelektual dan 
iklim kebebasan di Eropa. 
5. Ketidakpuasan dan kekacauan dalam bidang 
ekonomi.
Reformasi Protestan 
• Reformasi protestan adalah gerakan besar di 
Eropa Barat pada abad ke-16 (1517). 
Agustinian Martin Luther dan John Calvin. 
Tujuannya adalah mereformasikan 
kepercayaan, dokrin, dan praktik-praktik 
dalam Gereja Katolik Roma.
Marthin Luther 
Ia lahir di Eisleben, Kekaisaran Romawi Suci, 10 November 1483 
- meninggal di Eisleben. Kekaisaran Romawi Suci, 18 
Februari 1546 pada umur 62 tahun) adalah 
seorang pastur Jerman dan ahli teologi Kristen dan 
pendiri Gereja Lutheran, gereja Protestan, pecahan dari Katolik 
Roma.
John Calvin 
• lahir di Noyon, Picardie, Kerajaan Perancis, 10 Juli 1509 – 
meninggal di Jenewa, Swiss, 27 Mei 1564 pada umur 54 tahun) 
adalah teolog Kristen terkemuka pada masa Reformas 
Protestan yang berasal dari Perancis. Namanya kini dikenal dalam 
kaitan dengan sistemteologi Kristen yang disebut Calvinisme 
(Kalvinisme). Ia dilahirkan dengan nama Jean 
Chauvin (atau Cauvin) di Noyon, Picardie, Perancis, dari Gérard 
Cauvin dan Jeanne Lefranc. Bahasa Perancis adalah bahasa 
ibunya. Calvin berasal dari versi Latin namanya,Calvinus.
Meskipun demikian, berhadapan dengan Gereja 
Katolik Roma umumnya Protestanisme (khusunya 
Gereja-gereja Reformasi yang dipelopori oleh 
Martin Luther, Yohanes Calvin, dan Ulrich Zwingli) 
memiliki kesamaan, diantaranya : 
• Menolak otoritas dan kekuasaan Paus atas Gereja 
dan kekuasaan sekuler. 
• Menolak indulgensi. 
• Mengurangi jumlah sakramen, dari 7 menjadi 2. 
• Menolak dokrin Purgatory. 
• Menolak tradisi hidup bakti atau biara-biara. 
• Menolak kewajiban selibat (tidak menikah atau 
menjalin hubungan romantis dengan 
perempuan).
• Menolak penggunaan dan penghormatan terhadap 
patung Yesus, Bunda Maria, dan orang kudus 
serta terhadap relikui (barang-barang peninggalan 
atau sisa-sisa tubuh dari orang kudus/ santo-santa). 
• Sola gratia, yaitu keyakinan bahwa keselamatan 
(surga) merupakan anugerah dari Tuhan. 
• Sola fide, yaitu keyakinan bahwa keselamatan 
hanya melalui iman di dalam Yesus sebagai 
Kristus, bukan melalui perbuatan baik. 
• Sola scriptura, yaitu keyakinan bahwa hanya 
Alkitab (bukan tradisi gereja atau interprestasi 
gerejawi terhadap Alkitab) yang dapat menjadi 
sumber otoritas final untuk semua orang Kristen.
Dampak Langsung Reformasi Gereja 
a. Lahirnya Protestanisme. 
b. Menguatnya negara dan pemerintahan 
sekuler. 
c. Lahirnya Gereja Angklikan (Angklikanisme). 
d. Reformasi dan Demokrasi. 
e. Reformasi, Perang 30 Tahun, dan kebebasan 
beragama.
Reformasi Gereja

Reformasi Gereja

  • 3.
    Faktor Reformasi Gereja 1. Adanya Penyimpangan yang dilakukan oleh kaum gereja katolik, seperti indulgensi. 2. Berkembangnya paham humanisme memungkinkan banyak orang membaca dan mempelajari ajaran Yesus Kristus yang asli, yang tertulis dalam bahasa Yunani Kuno. 3. Timbulnya negara-negara Nasional di Eropa, dimana raja menginginkan kekuasaan penuh, dan lepas dari pengaruh gereja (German, Prancis, Inggris). 4. Penderitaan rakyat akibat perang dan wabah. 5. Kredibilitas runtuh, gereja lebih peduli terhadap harta dan kekuasaan.
  • 4.
    Mengapa terjadi diJerman? Menurut Burns dan Ralph dalam Suhelmi, Ahmad 2001:149-150. Ada beberapa faktor yakni : • Jerman yang sekitar abad XV-XVI masih merupakan negara agraris atau negara yang masih terbelakang jika dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya. Sektor Industri perdagangan dan manafaktur belum berkembang seperti di Inggris dan Italia. Dan Katolisisme yang konservatif paling kuat ada di Negara ini. Penyembahan terhadap tokoh ataupun benda-benda keramat dianggap kepercayaan yang wajib di yakini. Penjualan surat-surat pengampunan dosa paling banyak dijual di Jerman melebihi negara-negara lainnya di Eropa.
  • 5.
    • Rakyat Jermanpadasaat itu sebagian besar adalah masyarakat petani yang merupakan kelompok sosial yang paling menderita akibat adanya kekuasaan gereja katolisisme. Pajak-pajak yang memberatkan, urusan kepemilikan tanah yang dipersulit oleh pihak gereja, harta kekayaan yang sering diambil oleh pihak geraja tanpa alasan yang jelas.
  • 6.
  • 7.
    • Raja Philip(1268 – 1314) berniat memusatkan seluruh kekuasaan ke tangannya. Ia menegaskan tidak ada kekuasaan lain, termaksud Paus, yang berhak campur tangan dalam urusan monarki. Ia melarang semua rohaniwan Gereja terlibat dalam pembuatan Undang-Undang. • Raja mewajibkan rohaniwan Gereja (klerus) untuk membayar pajak kepada negara. • Hal ini memicu konflik dengan Pope Bonifasius VIII (1235 – 1303). Pada tahun 1296, Paus mengeluarkan bulla (surat keputusan) yang bernama Clericis Laicos. Isinya melarang semua raja memungut pajak kepada kaum klerus tanpa presetujuan Paus.
  • 8.
    • Philip IV,membalas lebih keras dengan melarang pengiriman emas, perak, batu berharga, dan makanan ke Roma. Ia mengusir rohaniwan yang ditugaskan oleh Paus untuk mengumpulkan dana untuk membiayai Perang Salib. • Hingga mencapai puncaknya pada awal abad ke- 14. Philip IV gigih melancarkan kampanye anti-otoritas kepausannya atas Prancis. Hal ini berbuntut dikeluarkannya bulla Unam Sanctam oleh Paus Bonifasius pada tahun 1302. • Isinya menyatakan bahwa kekuasaan spiritual dan kekuasaan duniawi ada di tangan Paus dan para raja adalah bawahannya Sri Paus.
  • 9.
  • 10.
    • Abad ke-14dan menjelang abad ke-15, muncullah 2 teolog termuka di Eropa yang melakukan kritik dan kencaman terbuka terhadap Gereja. John Wycliffe (1324 – 1384) dari Inggris dan Jan Hus (1369 – 1415) dari Bohemia (Cekoslowaki). • Paus telah menutut bahwa properti Gereja di Ingris adalah milik Paus, tetapi menurut Wycliffe, harta milik Gereja adalah milik negara. Bahkan Wycliffe menyebut Paus Si Anti-Kristus. Dan akhirnya 2 teolog termuka ini dihukum mati karena kritiknya dianggap menentang Paus. • Tahun 1517, melalui teolog Jerman Martin Luther, Gereja Katolik mengalami guncangan yang luar biasa. Gerakan Martin Luther yang disebut Reformasi itu menghasilkan perpecahan (skisma) baru dalam Gereja (setelah perpecahan dengan Gereja Timur pada abad ke- 11), dalam bentuk lahirnya Protestanisme.
  • 11.
    Kesimpulan tentang kondisisosial-keagamaan di Eropa sebelum terjadinya Reformasi pada tahun 1517. 1. Terjadinya krisis moral yang besar dalam tubuh Gereja. 2. Pada masa sebelum Reformasi, nasionalisme semakin berkembang. 3. Lahirnya ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Gereja dari kalangan internal Gereja. 4. Semakin berkembangnya tradisi intelektual dan iklim kebebasan di Eropa. 5. Ketidakpuasan dan kekacauan dalam bidang ekonomi.
  • 13.
    Reformasi Protestan •Reformasi protestan adalah gerakan besar di Eropa Barat pada abad ke-16 (1517). Agustinian Martin Luther dan John Calvin. Tujuannya adalah mereformasikan kepercayaan, dokrin, dan praktik-praktik dalam Gereja Katolik Roma.
  • 14.
    Marthin Luther Ialahir di Eisleben, Kekaisaran Romawi Suci, 10 November 1483 - meninggal di Eisleben. Kekaisaran Romawi Suci, 18 Februari 1546 pada umur 62 tahun) adalah seorang pastur Jerman dan ahli teologi Kristen dan pendiri Gereja Lutheran, gereja Protestan, pecahan dari Katolik Roma.
  • 15.
    John Calvin •lahir di Noyon, Picardie, Kerajaan Perancis, 10 Juli 1509 – meninggal di Jenewa, Swiss, 27 Mei 1564 pada umur 54 tahun) adalah teolog Kristen terkemuka pada masa Reformas Protestan yang berasal dari Perancis. Namanya kini dikenal dalam kaitan dengan sistemteologi Kristen yang disebut Calvinisme (Kalvinisme). Ia dilahirkan dengan nama Jean Chauvin (atau Cauvin) di Noyon, Picardie, Perancis, dari Gérard Cauvin dan Jeanne Lefranc. Bahasa Perancis adalah bahasa ibunya. Calvin berasal dari versi Latin namanya,Calvinus.
  • 16.
    Meskipun demikian, berhadapandengan Gereja Katolik Roma umumnya Protestanisme (khusunya Gereja-gereja Reformasi yang dipelopori oleh Martin Luther, Yohanes Calvin, dan Ulrich Zwingli) memiliki kesamaan, diantaranya : • Menolak otoritas dan kekuasaan Paus atas Gereja dan kekuasaan sekuler. • Menolak indulgensi. • Mengurangi jumlah sakramen, dari 7 menjadi 2. • Menolak dokrin Purgatory. • Menolak tradisi hidup bakti atau biara-biara. • Menolak kewajiban selibat (tidak menikah atau menjalin hubungan romantis dengan perempuan).
  • 17.
    • Menolak penggunaandan penghormatan terhadap patung Yesus, Bunda Maria, dan orang kudus serta terhadap relikui (barang-barang peninggalan atau sisa-sisa tubuh dari orang kudus/ santo-santa). • Sola gratia, yaitu keyakinan bahwa keselamatan (surga) merupakan anugerah dari Tuhan. • Sola fide, yaitu keyakinan bahwa keselamatan hanya melalui iman di dalam Yesus sebagai Kristus, bukan melalui perbuatan baik. • Sola scriptura, yaitu keyakinan bahwa hanya Alkitab (bukan tradisi gereja atau interprestasi gerejawi terhadap Alkitab) yang dapat menjadi sumber otoritas final untuk semua orang Kristen.
  • 18.
    Dampak Langsung ReformasiGereja a. Lahirnya Protestanisme. b. Menguatnya negara dan pemerintahan sekuler. c. Lahirnya Gereja Angklikan (Angklikanisme). d. Reformasi dan Demokrasi. e. Reformasi, Perang 30 Tahun, dan kebebasan beragama.