Dilma Purnama Ubit
Tri Setiyoto
DEFINISI
 Berasal dari bahasa Mesir
“proteus” yang berarti “yang
utama”.
 Mengandung unsur-unsur C,
H, O, dan N ada pula unsur S
dan P.
 Tersusun dari beberapa asam
amino yang saling berikatan.
STRUKTUR ASAM AMINO
Mengikat gugus karboksil, amino dan gugus R
Asam Amino Singkatan Tiga Huruf Singkatan Satu Huruf
Alanin Ala A
Arginin Arg R
Aspargin Asn N
Asam Aspartat Asp D
Sistein Cys C
Glutamin Gln Q
Asam Glutamat Glu E
Glisin Gly G
Histidin His H
Asam Amino Singkatan Tiga Huruf Singkatan Satu Huruf
Isoleucin Ile I
Leucin Leu L
Lisin Lys K
Metionin Met M
Fenilalanin Phe F
Prolin Pro P
Serin Ser S
Treonin Thr T
Triptofan Trp W
Tirosin Tyr Y
Valin Val V
KLASIFIKASI ASAM AMINO
BERDASARKAN ESENSIAL
1. Asam amino esensial
Asam amino yang sangat diperlukan untuk
pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh
tapi tubuh tidak dapat mensintesisnya
2. Asam amino non esensial,
Asam amino untuk pertumbuhan dan
pemeliharaan jaringan tubuh tapi tubuh
mampu mensintesisnya sendiri apabila tubuh
mengandung cukup nitrogen.
ESSENSIAL
LEUSIN
ISOLEUSIN
VALIN
TRIPTOPAN
FENILALANIN
METIONIN
TREONIN
LISIN
HISTIDIN
NON-ESSENSIAL
SISTEIN GLUTAMAT
TIROSIN ALANIN
ARGININ ASPARTAT
PROLIN GLUTAMIN
HISTIDIN
SERIN
Perkusor
METIONIN, SERIN
FENILALANIN
GLUTAMIN/GLUTAMAT, ASPARTAT
GLUTAMAT
ADENIN. GLUTAMAT
SERIN, KOLIN
SISTEIN
TIROSIN
ARGININ
PROLIN
HISTIDIN
GLISIN
KLASIFIKASI ASAM AMINO
SIFAT SIFAT ASAM AMINO
 Padat
 Kristal
 Titik didih tinggi
 Sangat larut dalam air, polar dan membentuk ion-ion.
 Gugus amino (NH2) : basa kuat dan dpt menarik
ion H+ dari H2O membentuk NH3
+
STRUKTUR PROTEIN
STRUKTUR PRIMER
 Stuktur primer menunjukkan jumlah, jenis, dan urutan asam amino dalam
molekul protein.
 Struktur primer hanya memiliki ikatan peptida
STRUKTUR SEKUNDER
 Hanya memiliki ikatan polipeptida, dengan tambahan ikatan hidrogen
 Selain membentuk α-heliks, dapat pula berbentuk β-sheet.
 Struktur sekunder dapat di denaturasi menjadi primer dengan bantuan enzim.
STRUKTUR TERSIER
 Struktur tersier menunjukkan kecenderungan polipeptida membentuk
lapisan lipatan atau gulungan.
 Hanya memiliki ikatan polipeptida dan ikatan hidrogen, dengan tambahan
ikatan elektrostatik, interaksi hidrofob antara rantai samping non polar,
interaksi dipol dipol, dan ikatan disulfida.
 Dapat denaturasi, menjadi protein
sekunder.
STRUKTUR KUARTENER
 Struktur kuartener menunjukkan derajat persekutuan unit-unit protein.
 Memiliki ikatan polipeptida, ikatan hidrogen, ikatan elektrostatik, interaksi
hidrofob antara rantai samping non polar, interaksi dipol dipol, dan ikatan
disulfida.
 Tersusun dari gabungan struktur tersier
 Struktur kuartener dapat menjadi struktur tersier melalui proses
denaturasi.
KOMPOSISI UNSUR C, H, O, N, S DAN
P DALAM PROTEIN
Unsur %
Karbon 50
Hidrogen 7
Oksigen 23
Nitrogen 16
Sulfur 0 – 3
Posfor 0 – 3
SIFAT-SIFAT PROTEIN
 Sifat protein tergantung dari jumlah
dan susunan asam amino yang
menyusun molekul protein.
 Sifat protein juga ditentukan oleh
bagaimana polipeptida terikat satu
dengan yang lainnya.
KLASIFIKASI PROTEIN
1. BERDASARKAN KOMPONEN KIMIAWI
2. BERDASARKAN BENTUK MOLEKULNYANYA
3. BERDASARKAN KELARUTANNYA DAN FUNGSINYA
4. BERDASARKAN GUSUS FUNGSI -R
KLASIFIKASI BERDASARKAN
KOMPONEN KIMIAWI
Protein sederhana
yaitu golongan protein apabila dihidrolisa oleh asam
alkali atau eter akan menghasilkan asam amino-asam
amino (derivatnya).
Contoh: globulin, albumin, keratin, kolagen, elastin, globin,
zein, gliadin dan glutenin, legumen, lactabumin dan
lactaglobulin.
KLASIFIKASI BERDASARKAN
KOMPONEN KIMIAWI
Nama Tersusun Oleh Terdapat Dalam
Nukleoprotein Protein + asam
nukleat
Inti sel, kecambah,
biji-bijian
Glikoprotein Protein + karbohidrat Pada putih telur,
musin (kelenjar
ludah),
tendomusin
(tendon), hati
Lipoprotein Protein + lemak Serum darah, kuning
telur, susu, darah
Fosfoprotein Protein + fosfat Kasein susu, fosvitin
(kuning telur)
 Protein konjugasi adalah protein sederhana yang terikat dengan
bahan-bahan non-asam amino.
KLASIFIKASI BERDASARKAN
BENTUK MOLEKULNYA
 Protein globular
1. Berbentuk seperti bola
2. Rantai-rantai polipetida
berlipat rapat-rapat
3. Larut dalam air
KLASIFIKASI BERDASARKAN
BENTUK MOLEKULNYA
 Protein serabut
1. Molekul serabut panjang
2. Rantai polipeptida memanjang
pada satu sumbu
3. Tidak larut dalam air
Αlpha-keratin
• Enzim
• Transport
• Nutrien
• Kontraktil protein
• Struktural protein
• Antibodi/Pertahanan
• Pengatur
COPYRIGHT AYUMUSTOFA B41131724
KLASIFIKASI BERDASARKAN FUNGSINYA
ENZIM
 Digunakan sebagai katalisa
 Lebih dari 2000 jenis enzim yang memiliki reaksi kimia yang
berbeda-beda
Ribonukleus
Tripsin
TRANSPORT
 Mengikat atau membawa molekul atau ion spesifik dari suatu organ
ke organ lain
Hemoglobin
NUTRIEN
 Protein yang digunakan untuk pertumbuhan
Kasein pada susu
Ovalbumin pada putih telu
KONTRAKTIL
 Kemampuan sel dan organisme untuk berkontraksi, mengubah
bentuk, atau bergerak.
Protein filamen di sistem kontraktil otot kerangka
STRUKTURAL
 Suatu protein yang berperan sebagai filamen, kabel, atau lembaran
penyanggah untuk memberikan struktur biologi kekuatan atau
proteksi.
Elastin, protein yang dapat merenggang dua dimensi
PERTAHANAN
 Protein yang berfungsi mempertahankan organisme dalam melawan
serangan oleh spesies lain atau melindungi organisme dari luka.
Antibodi Thrombin
PENGATUR
 Protein yang membantu mengatur aktivitas seluler atau fisiologi.
Hormon paratiroid
 Terdapat 7 pengelompokkan, yaitu:
1. Merupakan rantai karbon yang alifatik
2. Mengadung gugus hidroksil
3. Mengandung atom belerang
4. Mengandung gugus asam atau amidanya
5. Mengandung gugus basa
6. Mengandung cincin aromatik
7. Membentuk ikatan dengan atom N pada gugus amino
KLASIFIKASI BERDASARKAN GUGUS
-R
DENATURASI PROTEIN
 Denaturasi suatu protein adalah hilangnya sifat sifat
struktur lebih tinggii oleh terkacaunya ikatan hidrogen dan
gaya-gaya sekunder lain yang mengutuhkan molekul itu.
 Faktor-faktor penyebab denaturasi protein :
- Perubahan pH
- Panas
- Pelarut organik
- Garam-garam dari logam berat
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DENATURASI
PROTEIN
 Adanya perubahan pH
1. Protein akan keruh saat berada pada pH isoelektriknya, yaitu pada saat muatan ion
positif dan ion negatif sama.
2. Asam dan basa dapat mengacaukan jembatan garam dengan adanya muatan
ionik.
3. Reaksi ini terjadi di dalam sistem pencernaan, saat asam lambung
mengkoagulasi susu yang dikonsumsi.
 Adanya Perubahan Suhu
1. Terjadi karena suhu tinggi dapat meningkatkan energi kinetik dan
menyebabkan molekul penyusun protein bergerak sangat cepat sehingga
mengacaukan ikatan molekul tersebut.
2. Dapat digunakan untuk memutus ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik
3. Pemanasan membuat protein terdenaturasi sehingga kemampuan mengikat
airnya menurun dan membuat terputusnya interaksi non-kovalen yang ada
pada struktur alami protein tapi tidak memutuskan ikatan kovalennya yang
berupa ikatan peptida.
COPYRIGHT AYUMUSTOFA B41131724
 Terdapat ion-ion logam berat,
1. Hal ini terjadi karena ikatan sulfur pada protein tertarik oleh ikatan
logam berat sehingga proses denaturasi terjadi dengan adanya
perubahan struktur kandungan senyawa pada protein
tersebut.
2. Logam berat umumnya mengandung Hg2+, Pb2+, Ag1+, Tl1+, Cd2+
akan mengakibatkan terbentuknya garam protein-logam yang
tidak larut.
 Ditambahkan pelarut organik,
1. Alkohol mendenaturasi protein dengan memutuskan ikatan hidrogen
intramolekul pada rantai samping protein. Ikatan hidrogen yang
baru dapat terbentuk antara alkohol dan rantai samping protein
tersebut.
 Renaturasi adalah kebalikan dari denaturasi.
 Renaturasi adalah pembentukan kembali protein yang telah pecah.
RENATURASI PROTEIN
SUMBER PROTEIN
 Sumber protein hewani dapat berbentuk
daging, unggas, alat-alat dalam (hati, pankreas,
ginjal, paru, jantung dan jeroan), susu, telur, ikan
dan kerang-kerangan.
 Sumber protein nabati dapat berbentuk kacang
kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu) serta
kacang-kacangan lainnya. Selain itu serealia
juga merupakan sumber protein, meskipun
kandungannya sangat kecil.
PROTEIN BAGI TUBUH
 Dewasa : 1 gr/kgBB/hari
 0-1 tahun : 2,5 gr/kgBB/hari
 2-13 tahun : 1,5-2 gr/kgBB/hari
 Remaja : 1-1,5 gr/kgBB/hari
COPYRIGHT AYUMUSTOFA B41131724
PENYAKIT BERHUBUNGAN
DENGAN PROTEIN
1. Akibat kekurangan Protein
 Kekurangan protein murni pada
stadium berat menyebabkan
kwashiorkor pada anak-anak
dibawah lima tahun.
 Kekurangan protein sering
dijumpai bersamaan dengan
kekurangan energi yang dikenal
dengan penyakit marasmus.
 Sindroma gabungan antara dua
jenis kekurangan ini dinamakan
Energi-Protein Malnutrition (EPM)
atau Kurang Energi-Protein
(KEP) atau Kurang Kalori-Protein
(KKP).
2. Akibat Kelebihan Protein
 Protein secara berlebihan tidak menguntungkan
tubuh.
 Kelebihan asam amino memberatkan kerja ginjal
dan hati yang harus memetabolisme dan
mengeluarkan kelebihan nitrogen.
 Kelebihan protein dapat menimbulkan asidosis,
dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah,
kenaikan ureum darah dan demam.
PENYAKIT BERHUBUNGAN
DENGAN PROTEIN
KATA – KATA PENTING
 Koagulasi adalah keadaan dimana protein tidak lagi terdispersi sebagai
suatu koloid karena unit ikatan yang terbentuk cukup banyak.
 Flokulasi adalah peristiwa pengumpulan partikel-partikel kecilhasil
koagulasi menjadi flok yang lebih besarsehingga cepat mengendap.
 Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang
tersuspensi dalam cairan atau zat cair karena pengaruh gravitasi seara
alami.
 Presipitasi adalah proses membentuk endapan yaitu padatan yang
dinyatakan tidak larut dalam air walaupun endapan tersebut sebenarnya
mempunyai kelarutan sekecil apapun
Koagulasi
Flokulasi
Presipitasi
Sedimentasi

PROTEIN

  • 1.
  • 2.
    DEFINISI  Berasal daribahasa Mesir “proteus” yang berarti “yang utama”.  Mengandung unsur-unsur C, H, O, dan N ada pula unsur S dan P.  Tersusun dari beberapa asam amino yang saling berikatan.
  • 3.
    STRUKTUR ASAM AMINO Mengikatgugus karboksil, amino dan gugus R
  • 4.
    Asam Amino SingkatanTiga Huruf Singkatan Satu Huruf Alanin Ala A Arginin Arg R Aspargin Asn N Asam Aspartat Asp D Sistein Cys C Glutamin Gln Q Asam Glutamat Glu E Glisin Gly G Histidin His H
  • 5.
    Asam Amino SingkatanTiga Huruf Singkatan Satu Huruf Isoleucin Ile I Leucin Leu L Lisin Lys K Metionin Met M Fenilalanin Phe F Prolin Pro P Serin Ser S Treonin Thr T Triptofan Trp W Tirosin Tyr Y Valin Val V
  • 6.
    KLASIFIKASI ASAM AMINO BERDASARKANESENSIAL 1. Asam amino esensial Asam amino yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh tapi tubuh tidak dapat mensintesisnya 2. Asam amino non esensial, Asam amino untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh tapi tubuh mampu mensintesisnya sendiri apabila tubuh mengandung cukup nitrogen.
  • 7.
    ESSENSIAL LEUSIN ISOLEUSIN VALIN TRIPTOPAN FENILALANIN METIONIN TREONIN LISIN HISTIDIN NON-ESSENSIAL SISTEIN GLUTAMAT TIROSIN ALANIN ARGININASPARTAT PROLIN GLUTAMIN HISTIDIN SERIN Perkusor METIONIN, SERIN FENILALANIN GLUTAMIN/GLUTAMAT, ASPARTAT GLUTAMAT ADENIN. GLUTAMAT SERIN, KOLIN SISTEIN TIROSIN ARGININ PROLIN HISTIDIN GLISIN KLASIFIKASI ASAM AMINO
  • 8.
    SIFAT SIFAT ASAMAMINO  Padat  Kristal  Titik didih tinggi  Sangat larut dalam air, polar dan membentuk ion-ion.  Gugus amino (NH2) : basa kuat dan dpt menarik ion H+ dari H2O membentuk NH3 +
  • 9.
  • 10.
    STRUKTUR PRIMER  Stukturprimer menunjukkan jumlah, jenis, dan urutan asam amino dalam molekul protein.  Struktur primer hanya memiliki ikatan peptida
  • 11.
    STRUKTUR SEKUNDER  Hanyamemiliki ikatan polipeptida, dengan tambahan ikatan hidrogen  Selain membentuk α-heliks, dapat pula berbentuk β-sheet.  Struktur sekunder dapat di denaturasi menjadi primer dengan bantuan enzim.
  • 12.
    STRUKTUR TERSIER  Strukturtersier menunjukkan kecenderungan polipeptida membentuk lapisan lipatan atau gulungan.  Hanya memiliki ikatan polipeptida dan ikatan hidrogen, dengan tambahan ikatan elektrostatik, interaksi hidrofob antara rantai samping non polar, interaksi dipol dipol, dan ikatan disulfida.  Dapat denaturasi, menjadi protein sekunder.
  • 13.
    STRUKTUR KUARTENER  Strukturkuartener menunjukkan derajat persekutuan unit-unit protein.  Memiliki ikatan polipeptida, ikatan hidrogen, ikatan elektrostatik, interaksi hidrofob antara rantai samping non polar, interaksi dipol dipol, dan ikatan disulfida.  Tersusun dari gabungan struktur tersier  Struktur kuartener dapat menjadi struktur tersier melalui proses denaturasi.
  • 14.
    KOMPOSISI UNSUR C,H, O, N, S DAN P DALAM PROTEIN Unsur % Karbon 50 Hidrogen 7 Oksigen 23 Nitrogen 16 Sulfur 0 – 3 Posfor 0 – 3
  • 15.
    SIFAT-SIFAT PROTEIN  Sifatprotein tergantung dari jumlah dan susunan asam amino yang menyusun molekul protein.  Sifat protein juga ditentukan oleh bagaimana polipeptida terikat satu dengan yang lainnya.
  • 16.
    KLASIFIKASI PROTEIN 1. BERDASARKANKOMPONEN KIMIAWI 2. BERDASARKAN BENTUK MOLEKULNYANYA 3. BERDASARKAN KELARUTANNYA DAN FUNGSINYA 4. BERDASARKAN GUSUS FUNGSI -R
  • 17.
    KLASIFIKASI BERDASARKAN KOMPONEN KIMIAWI Proteinsederhana yaitu golongan protein apabila dihidrolisa oleh asam alkali atau eter akan menghasilkan asam amino-asam amino (derivatnya). Contoh: globulin, albumin, keratin, kolagen, elastin, globin, zein, gliadin dan glutenin, legumen, lactabumin dan lactaglobulin.
  • 18.
    KLASIFIKASI BERDASARKAN KOMPONEN KIMIAWI NamaTersusun Oleh Terdapat Dalam Nukleoprotein Protein + asam nukleat Inti sel, kecambah, biji-bijian Glikoprotein Protein + karbohidrat Pada putih telur, musin (kelenjar ludah), tendomusin (tendon), hati Lipoprotein Protein + lemak Serum darah, kuning telur, susu, darah Fosfoprotein Protein + fosfat Kasein susu, fosvitin (kuning telur)  Protein konjugasi adalah protein sederhana yang terikat dengan bahan-bahan non-asam amino.
  • 19.
    KLASIFIKASI BERDASARKAN BENTUK MOLEKULNYA Protein globular 1. Berbentuk seperti bola 2. Rantai-rantai polipetida berlipat rapat-rapat 3. Larut dalam air
  • 20.
    KLASIFIKASI BERDASARKAN BENTUK MOLEKULNYA Protein serabut 1. Molekul serabut panjang 2. Rantai polipeptida memanjang pada satu sumbu 3. Tidak larut dalam air Αlpha-keratin
  • 21.
    • Enzim • Transport •Nutrien • Kontraktil protein • Struktural protein • Antibodi/Pertahanan • Pengatur COPYRIGHT AYUMUSTOFA B41131724 KLASIFIKASI BERDASARKAN FUNGSINYA
  • 22.
    ENZIM  Digunakan sebagaikatalisa  Lebih dari 2000 jenis enzim yang memiliki reaksi kimia yang berbeda-beda Ribonukleus Tripsin
  • 23.
    TRANSPORT  Mengikat ataumembawa molekul atau ion spesifik dari suatu organ ke organ lain Hemoglobin
  • 24.
    NUTRIEN  Protein yangdigunakan untuk pertumbuhan Kasein pada susu Ovalbumin pada putih telu
  • 25.
    KONTRAKTIL  Kemampuan seldan organisme untuk berkontraksi, mengubah bentuk, atau bergerak. Protein filamen di sistem kontraktil otot kerangka
  • 26.
    STRUKTURAL  Suatu proteinyang berperan sebagai filamen, kabel, atau lembaran penyanggah untuk memberikan struktur biologi kekuatan atau proteksi. Elastin, protein yang dapat merenggang dua dimensi
  • 27.
    PERTAHANAN  Protein yangberfungsi mempertahankan organisme dalam melawan serangan oleh spesies lain atau melindungi organisme dari luka. Antibodi Thrombin
  • 28.
    PENGATUR  Protein yangmembantu mengatur aktivitas seluler atau fisiologi. Hormon paratiroid
  • 29.
     Terdapat 7pengelompokkan, yaitu: 1. Merupakan rantai karbon yang alifatik 2. Mengadung gugus hidroksil 3. Mengandung atom belerang 4. Mengandung gugus asam atau amidanya 5. Mengandung gugus basa 6. Mengandung cincin aromatik 7. Membentuk ikatan dengan atom N pada gugus amino KLASIFIKASI BERDASARKAN GUGUS -R
  • 30.
    DENATURASI PROTEIN  Denaturasisuatu protein adalah hilangnya sifat sifat struktur lebih tinggii oleh terkacaunya ikatan hidrogen dan gaya-gaya sekunder lain yang mengutuhkan molekul itu.  Faktor-faktor penyebab denaturasi protein : - Perubahan pH - Panas - Pelarut organik - Garam-garam dari logam berat
  • 31.
    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB DENATURASI PROTEIN Adanya perubahan pH 1. Protein akan keruh saat berada pada pH isoelektriknya, yaitu pada saat muatan ion positif dan ion negatif sama. 2. Asam dan basa dapat mengacaukan jembatan garam dengan adanya muatan ionik. 3. Reaksi ini terjadi di dalam sistem pencernaan, saat asam lambung mengkoagulasi susu yang dikonsumsi.
  • 32.
     Adanya PerubahanSuhu 1. Terjadi karena suhu tinggi dapat meningkatkan energi kinetik dan menyebabkan molekul penyusun protein bergerak sangat cepat sehingga mengacaukan ikatan molekul tersebut. 2. Dapat digunakan untuk memutus ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik 3. Pemanasan membuat protein terdenaturasi sehingga kemampuan mengikat airnya menurun dan membuat terputusnya interaksi non-kovalen yang ada pada struktur alami protein tapi tidak memutuskan ikatan kovalennya yang berupa ikatan peptida. COPYRIGHT AYUMUSTOFA B41131724
  • 33.
     Terdapat ion-ionlogam berat, 1. Hal ini terjadi karena ikatan sulfur pada protein tertarik oleh ikatan logam berat sehingga proses denaturasi terjadi dengan adanya perubahan struktur kandungan senyawa pada protein tersebut. 2. Logam berat umumnya mengandung Hg2+, Pb2+, Ag1+, Tl1+, Cd2+ akan mengakibatkan terbentuknya garam protein-logam yang tidak larut.
  • 34.
     Ditambahkan pelarutorganik, 1. Alkohol mendenaturasi protein dengan memutuskan ikatan hidrogen intramolekul pada rantai samping protein. Ikatan hidrogen yang baru dapat terbentuk antara alkohol dan rantai samping protein tersebut.
  • 35.
     Renaturasi adalahkebalikan dari denaturasi.  Renaturasi adalah pembentukan kembali protein yang telah pecah. RENATURASI PROTEIN
  • 36.
    SUMBER PROTEIN  Sumberprotein hewani dapat berbentuk daging, unggas, alat-alat dalam (hati, pankreas, ginjal, paru, jantung dan jeroan), susu, telur, ikan dan kerang-kerangan.  Sumber protein nabati dapat berbentuk kacang kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu) serta kacang-kacangan lainnya. Selain itu serealia juga merupakan sumber protein, meskipun kandungannya sangat kecil.
  • 37.
    PROTEIN BAGI TUBUH Dewasa : 1 gr/kgBB/hari  0-1 tahun : 2,5 gr/kgBB/hari  2-13 tahun : 1,5-2 gr/kgBB/hari  Remaja : 1-1,5 gr/kgBB/hari
  • 38.
  • 39.
    PENYAKIT BERHUBUNGAN DENGAN PROTEIN 1.Akibat kekurangan Protein  Kekurangan protein murni pada stadium berat menyebabkan kwashiorkor pada anak-anak dibawah lima tahun.  Kekurangan protein sering dijumpai bersamaan dengan kekurangan energi yang dikenal dengan penyakit marasmus.  Sindroma gabungan antara dua jenis kekurangan ini dinamakan Energi-Protein Malnutrition (EPM) atau Kurang Energi-Protein (KEP) atau Kurang Kalori-Protein (KKP).
  • 40.
    2. Akibat KelebihanProtein  Protein secara berlebihan tidak menguntungkan tubuh.  Kelebihan asam amino memberatkan kerja ginjal dan hati yang harus memetabolisme dan mengeluarkan kelebihan nitrogen.  Kelebihan protein dapat menimbulkan asidosis, dehidrasi, diare, kenaikan amoniak darah, kenaikan ureum darah dan demam. PENYAKIT BERHUBUNGAN DENGAN PROTEIN
  • 41.
    KATA – KATAPENTING  Koagulasi adalah keadaan dimana protein tidak lagi terdispersi sebagai suatu koloid karena unit ikatan yang terbentuk cukup banyak.  Flokulasi adalah peristiwa pengumpulan partikel-partikel kecilhasil koagulasi menjadi flok yang lebih besarsehingga cepat mengendap.  Sedimentasi adalah proses pengendapan partikel-partikel padat yang tersuspensi dalam cairan atau zat cair karena pengaruh gravitasi seara alami.  Presipitasi adalah proses membentuk endapan yaitu padatan yang dinyatakan tidak larut dalam air walaupun endapan tersebut sebenarnya mempunyai kelarutan sekecil apapun
  • 42.