PROBABILITAS 
Kel : 
Deni Wahyudi (32.13.1584) 
Ahmad Faris Meitama (32.13.1618) 
Putra Ainur Rohim (32.13.1610)
Definisi Probabilitas 
• Harga angka yang menunjukkan seberapa besar 
kemungkinan suatu peristiwa terjadi, di antara 
keseluruhan peristiwa yang mungkin terjadi. 
• Kunci pokok dalam probabilitas, yaitu; 
eksperimen, hasil (outcome), dan peristiwa atau 
kejadian (event). Contoh, eksperimen 
pelemparan sebuah koin. Hasil (outcome) dari 
pelemparan koin tersebut adalah “angka” dan 
“gambar”. Sedangkan kumpulan dari beberapa 
hasil disebut kejadian (event).
Pendekatan Perhitungan Probabilitas 
1. Pendekatan Klasik / Matematika 
didalam pandangan klasik ini probabilitas atau 
peluang adalah harga angka yang menunjukan 
seberapa besar kemungkinan suatu peristiwa yang 
terjadi. 
Contoh: sebuah mata uang logam mempunyai sisi dua (H 
dan T), kalau mata uang tersebut dilambungkan 1kali, 
peluang untuk keluar sisi H adalah 1:2. 
- rumus P (E) = X/N P(H) = 1/2 
* P = Probabilitas 
* E = Event (kejadian) 
* X = jumlah kejadian yang di inginkan 
* N = keseluruhan kejadian yang mungkin terjadi
2. Pendekatan Empiris / Frekuensi 
Perhitungan probabilitas dengan pendekatan 
frekuensi relatif ditentukan melalui 
percobaan, observasi,atau kejadian yang telah 
terjadi 
Contoh : 
• Pelemparan 100x koin  59x keluar sisi H, 
maka dikatakan P(H)= 59% 
• Probabilitas terjadinya peristiwa kecelakaan 
lalu lintas sebagai akibat pengemudi tidak 
memiliki Surat Ijin Mengemudi.
3. Pendekatan Subjektif 
Probabilitas dengan pendekatan subjektif 
diperoleh dengan melihat tingkat kepercayaan 
individu didasarkan pada peristiwa masa lalu 
yang berupa terkaan saja / pandangan 
masing-masing individu. 
Contoh :
Azaz Perhitungan Probabilitas 
Hukum Pertambahan 
1. Mutually Exclusive (Saling Meniadakan) 
2. Non Mutually Exclusive ( Dapat terjadi 
bersama) 
Hukum Perkalian 
1. Peristiwa Bebas (Independent) 
2. Peristiwa Bersyarat (Conditional)
Peristiwa Saling Meniadakan 
Dua peristiwa dikatakan Mutually Exclusive apabila 
suatu peristiwa terjadi akan meniadakan peristiwa 
yang lain untuk terjadi (saling meniadakan) 
Contoh: 
1. Permukaan sebuah koin 
2. Permukaan dadu 
3. Kelahiran anak laki atau perempuan pada seorang 
ibu dengan kehamilan tunggal.
Peristiwa Saling Meniadakan 
Rumus: P (A U B) = P (A atau B)= P (A) + P (B) 
Contoh: 
A B 
– Probabilitas untuk keluar mata 2 atau mata 5 pada 
pelemparan satu kali sebuah dadu adalah: 
P(2 U 5) = P (2) + P (5) = 1/6 + 1/6 = 2/6
Peristiwa Tidak Saling Meniadakan 
NonMutually Exclusive (joint) dua peristiwa 
atau lebih dapat terjadi bersama sama (tetapi 
tidak selalu bersama) 
Rumus : P (A U B) =P(A) + P (B) – P(A ∩B)
Contoh : 
• Pada penarikan satu kartu dari satu set kartu bridge, 
peluang akan terambil kartu as atau kartu berlian 
adalah: 
P (as) = 4/52 
P (berlian) = 13/52 
Ada sebuah kartu as dan berlian : P (as ∩ berlian) = 1/52 
P ( A U B ) = P (A) + P (B) – P ( A ∩ B ) 
P (as U berlian) = P (as) + P (berlian) - P (as ∩ berlian) 
= 4/52 + 13/52 – 1/52 = 16/52
Peristiwa Bebas 
• Apakah kejadian atau ketidakjadian suatu 
peristiwa tidak mempengaruhi peristiwa lain. 
Contoh: 
Sebuah koin dilambungkan 2 kali maka 
peluang keluarnya H pada lemparan pertama 
dan pada lemparan kedua saling bebas / tidak 
saling mempengaruhi. 
Rumus : 
P(A ∩B) = P (A dan B) = P(A) x P(B)
Peristiwa Bebas 
• Contoh soal 1: 
Sebuah dadu dilambungkan dua kali, peluang keluarnya 
mata 5 untuk kedua kalinya adalah: 
P (5 ∩ 5) = 1/6 x 1/6 = 1/36 
• Contoh soal 2: 
Sebuah dadu dan koin dilambungkan bersama-sama, 
peluang keluarnya hasil lambungan berupa sisi H pada koin 
dan sisi 3 pada dadu adalah: 
P (H) = ½, P (3) = 1/6 
P (H ∩ 3) = ½ x 1/6 = 1/12
Peristiwa Tidak Bebas / Bersyarat 
Dua peristiwa dikatakan bersyarat apabila kejadian 
atau ketidakjadian suatu peristiwa akan berpengaruh 
terhadap peristiwa lainnya. 
Contoh: 
Dua buah kartu ditarik dari set kartu bridge dan 
tarikan kedua tanpa memasukkan kembali kartu 
pertama, maka probabilitas kartu kedua sudah 
tergantung pada kartu pertama yang ditarik.
Peristiwa Tidak Bebas / Bersyarat 
• Simbol untuk peristiwa bersyarat adalah P (B│A) = 
probabilitas B pada kondisi A 
P(A ∩B) = P (A) x P (B│A) 
• Contoh soal: 
Dua kartu ditarik dari satu set kartu bridge, peluang untuk 
yang tertarik keduanya kartu as adalah sebagai berikut: 
Peluang as I adalah 4/52  P (as I) = 4/52 
Peluang as II dengan syarat as I sudah tertarik adalah 3/51 
P (as II │as I) = 3/51 
P (as I ∩ as II) = P (as I) x P (as II│ as I) 
= 4/52 x 3/51 = 12/2652 =1/221
Probabilitas - Statistik 2

Probabilitas - Statistik 2

  • 1.
    PROBABILITAS Kel : Deni Wahyudi (32.13.1584) Ahmad Faris Meitama (32.13.1618) Putra Ainur Rohim (32.13.1610)
  • 2.
    Definisi Probabilitas •Harga angka yang menunjukkan seberapa besar kemungkinan suatu peristiwa terjadi, di antara keseluruhan peristiwa yang mungkin terjadi. • Kunci pokok dalam probabilitas, yaitu; eksperimen, hasil (outcome), dan peristiwa atau kejadian (event). Contoh, eksperimen pelemparan sebuah koin. Hasil (outcome) dari pelemparan koin tersebut adalah “angka” dan “gambar”. Sedangkan kumpulan dari beberapa hasil disebut kejadian (event).
  • 3.
    Pendekatan Perhitungan Probabilitas 1. Pendekatan Klasik / Matematika didalam pandangan klasik ini probabilitas atau peluang adalah harga angka yang menunjukan seberapa besar kemungkinan suatu peristiwa yang terjadi. Contoh: sebuah mata uang logam mempunyai sisi dua (H dan T), kalau mata uang tersebut dilambungkan 1kali, peluang untuk keluar sisi H adalah 1:2. - rumus P (E) = X/N P(H) = 1/2 * P = Probabilitas * E = Event (kejadian) * X = jumlah kejadian yang di inginkan * N = keseluruhan kejadian yang mungkin terjadi
  • 4.
    2. Pendekatan Empiris/ Frekuensi Perhitungan probabilitas dengan pendekatan frekuensi relatif ditentukan melalui percobaan, observasi,atau kejadian yang telah terjadi Contoh : • Pelemparan 100x koin  59x keluar sisi H, maka dikatakan P(H)= 59% • Probabilitas terjadinya peristiwa kecelakaan lalu lintas sebagai akibat pengemudi tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi.
  • 5.
    3. Pendekatan Subjektif Probabilitas dengan pendekatan subjektif diperoleh dengan melihat tingkat kepercayaan individu didasarkan pada peristiwa masa lalu yang berupa terkaan saja / pandangan masing-masing individu. Contoh :
  • 6.
    Azaz Perhitungan Probabilitas Hukum Pertambahan 1. Mutually Exclusive (Saling Meniadakan) 2. Non Mutually Exclusive ( Dapat terjadi bersama) Hukum Perkalian 1. Peristiwa Bebas (Independent) 2. Peristiwa Bersyarat (Conditional)
  • 7.
    Peristiwa Saling Meniadakan Dua peristiwa dikatakan Mutually Exclusive apabila suatu peristiwa terjadi akan meniadakan peristiwa yang lain untuk terjadi (saling meniadakan) Contoh: 1. Permukaan sebuah koin 2. Permukaan dadu 3. Kelahiran anak laki atau perempuan pada seorang ibu dengan kehamilan tunggal.
  • 8.
    Peristiwa Saling Meniadakan Rumus: P (A U B) = P (A atau B)= P (A) + P (B) Contoh: A B – Probabilitas untuk keluar mata 2 atau mata 5 pada pelemparan satu kali sebuah dadu adalah: P(2 U 5) = P (2) + P (5) = 1/6 + 1/6 = 2/6
  • 9.
    Peristiwa Tidak SalingMeniadakan NonMutually Exclusive (joint) dua peristiwa atau lebih dapat terjadi bersama sama (tetapi tidak selalu bersama) Rumus : P (A U B) =P(A) + P (B) – P(A ∩B)
  • 10.
    Contoh : •Pada penarikan satu kartu dari satu set kartu bridge, peluang akan terambil kartu as atau kartu berlian adalah: P (as) = 4/52 P (berlian) = 13/52 Ada sebuah kartu as dan berlian : P (as ∩ berlian) = 1/52 P ( A U B ) = P (A) + P (B) – P ( A ∩ B ) P (as U berlian) = P (as) + P (berlian) - P (as ∩ berlian) = 4/52 + 13/52 – 1/52 = 16/52
  • 11.
    Peristiwa Bebas •Apakah kejadian atau ketidakjadian suatu peristiwa tidak mempengaruhi peristiwa lain. Contoh: Sebuah koin dilambungkan 2 kali maka peluang keluarnya H pada lemparan pertama dan pada lemparan kedua saling bebas / tidak saling mempengaruhi. Rumus : P(A ∩B) = P (A dan B) = P(A) x P(B)
  • 12.
    Peristiwa Bebas •Contoh soal 1: Sebuah dadu dilambungkan dua kali, peluang keluarnya mata 5 untuk kedua kalinya adalah: P (5 ∩ 5) = 1/6 x 1/6 = 1/36 • Contoh soal 2: Sebuah dadu dan koin dilambungkan bersama-sama, peluang keluarnya hasil lambungan berupa sisi H pada koin dan sisi 3 pada dadu adalah: P (H) = ½, P (3) = 1/6 P (H ∩ 3) = ½ x 1/6 = 1/12
  • 13.
    Peristiwa Tidak Bebas/ Bersyarat Dua peristiwa dikatakan bersyarat apabila kejadian atau ketidakjadian suatu peristiwa akan berpengaruh terhadap peristiwa lainnya. Contoh: Dua buah kartu ditarik dari set kartu bridge dan tarikan kedua tanpa memasukkan kembali kartu pertama, maka probabilitas kartu kedua sudah tergantung pada kartu pertama yang ditarik.
  • 14.
    Peristiwa Tidak Bebas/ Bersyarat • Simbol untuk peristiwa bersyarat adalah P (B│A) = probabilitas B pada kondisi A P(A ∩B) = P (A) x P (B│A) • Contoh soal: Dua kartu ditarik dari satu set kartu bridge, peluang untuk yang tertarik keduanya kartu as adalah sebagai berikut: Peluang as I adalah 4/52  P (as I) = 4/52 Peluang as II dengan syarat as I sudah tertarik adalah 3/51 P (as II │as I) = 3/51 P (as I ∩ as II) = P (as I) x P (as II│ as I) = 4/52 x 3/51 = 12/2652 =1/221