SISTEMATIKA MATERI
1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.

PENDAHULUAN
TABEL & GRAFIK
UKURAN GEJALA PUSAT
UKURAN DISPERSI & VARIASI
REGRESI LINEAR SEDERHANA
POPULASI DAN SAMPLING
DISTRIBUSI NORMAL
A. Statistika dalam Kehidupan Sehari-hari
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
tidak dapat dipisahkan dari statistika
Jaeger (1990) menyimpulkan bahwa statistika
tidak dapat dipisahkan dari kehidupan para
peneliti, pendidik, manajer, analis olahraga,
analis politik, pengusaha & hampir semua
orang yang terdidik.
Keperluan akan statistika berbeda-beda, baik
tingkat kedalamannya maupun jenis tekniknya
B. Pengertian dan Jenis Statistika
Statistika adalah bagian dari matematika yang secara
khusus membicarakan cara-cara pengumpulan, analisis dan
penafsiran data.
 Jenis Statistika berdasarkan pembahasannya:
- Matematika /statistika teoritis yang lebih berorientasi
pada pemahaman model & teknik-teknik statistika secara
matematis.
- Statistika Terapan: Bagian matematika yg secara khusus
membicarakan cara2 analisis dan panafsiran data
(interpretasi). Yang lebih berorientasi pada pemahaman
intuitif atas konsep & teknik-teknik statistika serta
penggunaannya di berbagai bidang.
 Jenis Statistika berdasarkan Tahapan Tujuan Analisisnya:
- Statistika Deskriptif
untuk memperoleh gambaran/ ukuran-ukuran tentang data
yang ada di tangan (ukuran sampel, ukuran populasi)
- Statistika Inferensial (to infer = menyimpulkan)
Kita dapat menggunakan data & ukuran sampel untuk
melakukan inferensi tentang populasi (statistika inilah yang
disebut statistika inferensial):
- Menaksir ukuran
- Menguji hipotesis
 Berdasarkan asumsi mengenai distribusi populasi data yang
dianalisis, statistika Inferensial dibedakan menjadi:
1. Statistika Parametrik
Jenis ini didasarkan pada model distribusi normal
2. Statistika Nonparametrik
Statistik ini tidak didasarkan pada suatu model distribusi
tertentu
 Statistika juga dibedakan berdasarkan jumlah peubah
(variabel) terikat (dependent variabel) yang dianalisis:
 statistika unvariat : 1 variabel terikat
 statistika multivariat : 2 atau lebih variabel terikat
C. Pengukuran & Data Statistik
1.

Pentingnya pengukuran dalam penelitian
Teknik statistik bukanlah prosedur yang dapat mengubah sampah
menjadi kertas atau pupuk yang berharga.
Pengukuran merupakan kegiatan untuk menyediakan data yang
akan dijadikan masukan dalam analisis statistika.
Validitas penelitian antara lain amat bergantung pada validitas
data yang diperoleh.
Jika data yang diperoleh tidak valid maka kegiatan analisis &
penafsiran data yang mengikutinya tidak valid.
2.

Jenis data & skala pengukuran Kuantitatif
Data dapat digolongkan menjadi data diskrit & data
kontinu.

Data diskrit: Banyaknya anak di suatu keluarga, jumlah
rumah di suatu desa, banyaknya penduduk disuatu daerah,
dan jumlah mobil di kantor tertentu (merupakan bilangan
bulat)
Data kontinu: tingkat kecerdasan, prestasi belajar, berat
badan, dan daya tahan mobil merupakan contoh data
kontinu (termasuk bilangan desimal)
Dilihat dari skala pengukuran yang digunakan, data dibagi menjadi menjadi
4 jenis yang bersifat hirarkis, yaitu:
1. Data Nominal
Data ini memiliki skala yang bersifat kategorikal /
pengelompokan (jenis kelamin, warna kulit, agama), digunakan untuk
mengenali identitas subyek.
2. Data Ordinal
Data ini memiliki skala yang menunjukkan perbedaan
tingkatan subjek secara kuantitatif (data yang dinyatakan
dalam bentuk peringkat atau rangking)
Data ini selain memiliki sifat yang dimiliki data nominal juga
menunjukan kedudukan subjek dalam suatu kelompok pada
suatu variabel. Termasuk aplikasi skala likert
3. Data Interval
Selain memiliki kedua ciri diatas, data ini juga memiliki sifat kesamaan
jarak (equality of interval) antara nilai yang satu dengan nilai yang lain
4. Data Rasio
Hasil pengukuran merupakan contoh data rasio panjang (M), berat (kg).
Data rasio dapat disusus dalam data interval dan ordinal.
D. Penelitian Kuantitatif
Menurut Sukaji, 1992: kemajuan pesat negara2 industri maju
dan negara2 industri baru ternyata lebih tergantung pada mutu
SDM, kegiatan penelitian serta inovasi teknologi daripada
Sumberdaya alam.
1.

Memahami makna penelitian
Gay (1982), merumuskan penelitian sebagai suatu proses
sistematis untuk menjawab suatu pertanyaan.
Nasution (1992), menggambarkan sifat-sifat penelitian, yaitu
penelitian adalah suatu upaya pengkajian yang cermat, teratur &
tekun mengenai suatu masalah.

2.

Penggolongan penelitian
- Penelitian eksperimental: termasuk eksperimen semu
yang tidak melakukan random assigment. Penelitian
eksperimental dari penelitian lainnya adalah
adanya manipulasi peubah bebas.
- Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional sendiri merupakan Penelitian yang
peubah bebasnya tidak dimanipulasi
3. Penggolongan peubah penelitian
Beberapa jenis peubah yang sangat penting dipahami antara
lain (4):
a. Peubah bebas, yaitu peubah yang mempengaruhi peubah
lain
b. Peubah terikat, yaitu peubah yang dipengaruhi oleh
peubah lain
c. Peubah Moderator, yaitu peubah yang mempengaruhi
secara jelas (terukur) hubungan antara peubah bebas dengan
peubah terikat (memperkuat / memperlemah hubungan),
misal kehadiran anak dalam hub keluarga
d. Peubah Intervening, yaitu mempengaruhi variabel bebas &
terikat tetapi tidak terukur, antara IQ dan nilai ujian tetapi
ada intervening kondisi anak
e. Peubah Kontrol, yaitu peubah yang pengaruhnya kepada
peubah terikat dikendalikan. Misal mempertahankan
temperatur dalam eksperimental.
4. Hubungan Antara Peubah Penelitian
1. Hubungan Kausal (pengaruh)
2. Hubungan Korelasional
3. Hubungan Perbandingan

5. Validitas Penelitian
Validitas penelitian diklasifikasikan menjadi:
1. Validitas Internal, berkaitan dengan keyakinan peneliti
tentang kesahihan hasil penelitian
2. Validitas Eksternal, berkaitan dengan tingkat generalisasi
penelitian yang diperoleh
 Validitas Internal dapat ditingkatkan dengan cara kumulatif
a. Melakukan pengukuran yang valid & reliabel atas seluruh
peubah yang dikaji
b. Mengontrol peubah yang diduga mempengaruhi peubah
terikat
 Penelitian eksperimen di laboratorium biasanya memiliki
validitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan penelitian
lapangan
 Salah satu yang mendukung validitas eksternal suatu
penelitian adalah pemilihan subjek secara acak, sehingga
sampel yang diteliti dapat mewakili populasi yang diharapkan.
 Perbedaan validitas internal & validitas eksternal biasanya
lebihmudah dikendalikan pada penelitian lapangan daripada
penelitian laboratoris
Paradigma Penelitian
(pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel penelitian)

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Paradigma sederhana
Paradigma sederhana berurutan
Paradigma ganda dengan 2 variabel independen
Paradigma ganda deang 3 variabel independen
Paradigma ganda dengan 2 variabel dependen
Paradigma Jalur sederhana
Paradigma jalur ganda
 Data statistik dan hasil penelitian sering disajikan dalam
bentuk tabel & grafik. Sebuah grafik atau tabel dapat
mewakili ratusan atau ribuan kata dalam suatu bentuk yang
kompak dan menarik.
A. Daftar Distribusi Frekuensi
Langkah-langkah adalah:
1. Menentukan rentang
2. Menentukan panjang kelas
3. Menentukan banyak kelas
4. Menyusun interval kelas
5. Menghitung frekuensi untuk setiap kelas
1. Rentang:
Suatu perangkat data yang biasanya dilambangkan dengan
huruf R adalah skor terbesar dikurangi skor terkecil.
R= Nilai terbesar – Nilai terkecil
2. Banyak Kelas:
Banyak kelas menunjukkan jumlah interval kelas yang
diperlukan untuk mengelompokan suatu perangkat data
(Rumus Sturges).

bk=1+3,3 log n
3. Panjang Kelas:
Panjang kelas (p) atau interval (I) menunjukkan banyaknya
angka (nilai) yang tercakup oleh suatu interval kelas

P

R
bk
4. Interval Kelas:
Untuk menyusun interval kelas, perlu ditentukan dahulu
bilangan awal untuk interval kelas pertama (paling bawah)
- merupakan kelipatan dari P
- < skor terkecil
5. Frekuensi:
Frekuensi setiap kelas dapat diperoleh dengan cara mentally
(turus) setiap nilai yang ada pada interval kelas masingmasing dan kemudian menjumlahkan banyaknya tally (turus)
yang didapat
Contoh
• Berdasar pengumpulan data didapat:
– Jumlah data sebanyak 100
– Range data antara minimal 1 dan maksimal 80

• Tentukan:
– Banyak nya kelas
– Panjang kelas
– Bentuk tabelnya
B. Grafik
Perangkat data statistik dapat ditampilkan secara visual
dalam bentuk grafik

1. Histogram
Merupakan suatu grafik yang menggambarkan sebaran
frekuensi suatu perangkat data dalam bentuk batang
2. Frekuensi Poligon
pada Histogram diasumsikan bahwa skor-skor pada interval
kelas meyebar secara merata.

Contoh dalam Excel 
Analisis Data Secara Grafik
• Secara umum, bidang studi statistik deskriptif adalah menyajikan data dalam
bentuk tabel dan grafik. Bentuk grafik yang sering dipakai dalam analisis adalah
grafik batang, pie, dan histogram.
• Histogram adalah diagram yg paling penting digunakan utk menyajikan data dari
suatu tabel frekuensi, dimana masing-masing frekuensi diwakili oleh suatu blok.
Setiap blok dlm histogram menunjukkan suatu frekuensi utk suatu interval kelas.
Sumbu horizontal menunjukkan pembagian kelas, sedangkan sumbu vertikal
menunjukkan frekuensinya.
100

%

90

frekuensi kurang dari

80
70
60
50
40
30
20
10
0
195.0

294.9

394.9

494.9

594.9

694.9

Penghasilan dalam ribuan rupiah

794.9

894.9

994.9
Belanja Litbang IPTEK
12.96%
11.88%

39.00%

4.59%
31.58%

IPSK

Teknik

Kedokteran

MIPA

Pertanian
Contoh hasil analisis model numerik
Analisis yang menyajikan deskripsi data
yang ada terpusat dimana?
• Mean (Rata-rata)
• Median (Nilai Tengah)
• Modus (Nilai paling sering muncul)
• Hubungan Mean, Median dan Modus
• Kuartil, desil & Persentil
A. Rata-rata (Mean)
Merupakan ukuran gejala pusat yang sering digunakan
X=

X
n

Rumus lain yang dapat ditulis adalah:
X=

n

fiXi

i-1

n

Menentukan Rata-rata dari sejumlah sampel
X=

k

fiXi

i-1
k

ni

i-1
Contoh kelas data dan Mean
Distribusi Frekwensi Penghasilan Tenaga Kontruksi
Penghasilan
(dalam ribuan rupiah)
195.0 -294.9
295.0 - 394.9
394.0 - 494.9
495.0 - 594.9
595.0 - 694.9
695.0 - 794.9
795.0 - 894.9
895.0 - 994.9
995.0 - 1095
Jumlah tenaga =

Banyaknya Tenaga
(fi)
7
9
16
21
14
9
4
3
1
84

Titik Tengah
(Xi)
245
345
445
545
645
745
845
945
1045

fi Xi

Mean =

X=

n

fiXi

i-1

n

1715,0
3105,0
7120,0
11445,0
9030,0
6705,0
3380,0
2835,0
1045,0
46380,0
552,1
B. Median
merupakan titik/ nilai yang membagi seperangkat data
menjadi dua bagian sama banyak

Me= X11+

P(n/2-fk11)
fi

dimana:
Me : Median
X11 : batas nyata bawah kelas median
p : panjang kelas
n : banyak data
fk11: frekuensi kumulatif interval kelas di bawah kelas median
fi : frekuensi kelas median
Mencari Median data Kelas

Me= X11+

Penghasilan
(dalam ribuan rupiah)
195.0 -294.9
295.0 - 394.9
394.0 - 494.9
495.0 - 594.9
595.0 - 694.9
695.0 - 794.9
795.0 - 894.9
895.0 - 994.9
995.0 - 1095
Jumlah tenaga =

Banyaknya Tenaga
7
9
16
21
14
9
4
3
1
84

Banyaknya Tenaga
(%)
8,3
10,7
19,0
25,0
16,7
10,7
4,8
3,6
1,2
100,0

P(n/2-fk11)
fi

X11= 495,0 ; P= 100 ; n= 84
Fk11= 32 ; fi= 21
C. Modus
Merupakan nilai yang paling sering muncul dalam suatu pengukuran
- kasus sederhana
- kasus interval klas

Mo b

p

b1
b1

b2

dimana:
b : batas bawah interval kelas dengan frekuensi terbanyak
p : panjang kelas
b1 : frekuensi terbanyak - frekuensi kelas sebelumnya
b2: frekuensi terbanyak - frekuensi kelas sesudahnya
Contoh Modus data Kelas
Penghasilan
(dalam ribuan rupiah)
195.0 -294.9
295.0 - 394.9
394.0 - 494.9
495.0 - 594.9
595.0 - 694.9
695.0 - 794.9
795.0 - 894.9
895.0 - 994.9
995.0 - 1095

Mo b

p

Banyaknya Tenaga
(fi)
7
9
16
21
14
9
4
3
1

b1
b1

b2

Titik Tengah
(Xi)
245
345
445
545
645
745
845
945
1045

b= 495,0 ; p= 100
b1= 21- 16
b2= 21 - 14

fi Xi
1715,0
3105,0
7120,0
11445,0
9030,0
6705,0
3380,0
2835,0
1045,0
D. Hubungan antara Modus, median & Rata-rata
gambar dibawah menunjukkan perbandingan letak modus,
median & rata-rata dalam tiga macam bentuk distribusi
a. Data yang distribusinya simetris
Mo= Me= X
b. data yang distribusinya juling ke negatif
X < Me < Mo
c. data yang distribusinya juling ke positif
Mo< Me < X

X

X

Me

Mo

Mo

Me

X

Mo
Me

a = simetris

b = juling -

c=juling +
 Dalam kegiatan penelitian, rata-rata lebih sering digunakan
kepada ukuran lainnya karena peneliti tidak hanya hendak
menggambarkn keaadaan sampel, tapi juga ingin melakukan
referensi tentang keadaan populasinya
F. Kuartil, desil & Persentil
sejalan dengan konsep median kita juga memiliki ukuran
statistik yang dikenal dengan sebutan kuartil, desil &
persentil
Tiga nilai kuartil (K1, K2 dan K3), sembilan nilai desil (D1-D9)
dan 99 nilai persentil (Pi-P99)
K2 = D5 = P50 = Median, K1 = P25 dan D6 = P60
Parameter Sampel & Populasi
Jenis Ukuran
Rata-rata
Simpangan
Baku
Variansi
Koefisien
korelasi
Koefisien
regresi

Sampel
X

s
s2
r
b

Populasi
 Statistika sering disebut studi tentang variasi karena
membahas dan menyediakan cara-cara untuk menyelidiki
variasi gejala alam sosial serta membuat kesimpulan tentang
hal-hal yang melatar belakangi terjadinya variasi (Ferguson &
Takane, 1989)
 Para ahli statistika telah mengusulkan sejumlah ukuran yang
dapat membantu memahami variasi suatu perangkat data.
Rentang dapat diartikan sebagai selisih antara skor terbesar
dan skor terkecil pada suatu perangkat data
A. Rentang (R)
Merupakan ukuran yang paling sederhana dan kasar tentang
variasi suatu perangkat data. Rentang dapat diartikan juga
sebagai selisih antara skor terbesar dan skor terkecil pada
suatu perangkat data
 Rentang jarang digunakan utuk menggambarkan variasi
perangkat data, karena beberapa alasan berikut yang saling
berkaitan (Shavelson, 1988: Ferguson & Takane, 1989):
1. Rentang merupakan ukuran yang tidak stabil
2. Rentang tidak mencerminkan pola variasi suatu distribusi
data
3. Rentang bergantung pada besarnya sampel (n)
B. Rentang Antar Kuartil
RAK = K3-K1
= P75-P25
dimana:
RAK: Rentang Antar Kuartil
K1 : Nilai kuartil ke-1
K2 : Nilai kuartil ke-2
P75 : Nilai persentil ke-75
P25 : Nilai persentil ke-25
C. Rata-rata Simpangan
merupakan jumlah harga mutlak skor simpangan dibagi
dengan banyaknya data (n)
x=

n

[Xi-X]

n=1

n
D. Variasi (s2) dan Simpangan Buku (s)
Merupakan dua buah ukuran yang paling sering digunakan
tentang variasi suatu perangkat data
Variasi adalah kuadrat dari simpangan baku, & sebaliknya,
simpangan baku adalah akar.
 Contoh, mengambil sampel yang terdiri dari 40 subjek dari
suatu populasi. Secara teoritis, populasi itu terdiri dari N
subjek (N= jumlah anggota populasi) yang memiliki
parameter tertentu. Seperti rata-rata ( ) dan variasi ( 2).
Sampel dilambangkan dengan huruf n (disini n= 40). Secara
teknis, variasi sampel tersebut kemudian dapat ditentukan
dengan rumus:
S2

=

n
i=1

(Xi - )2
n

dimana:
S2 : variasi sampel
Xi : skor (nilai) ke-I pada suatu perangkat data
: rata-rata populasi
n : jumlah populasi (banyaknya data)
Merupakan cara menentukan sampel yang tidak bias
terhadap variasi populasinya.
 Cara menentukan sampel yang tidak bias terhadap variasi
populasinya.
Variasi sampel dapat ditulis kembali menjadi rumus:
S2

=

n
i-1

(Xi -X)2
n-1

Untuk jumlah data populasi dibagi n
Untuk jumlah data sampel dibagi n-1
 Simpangan baku adalah akar dua dari variasi seperti
terlihat pada rumus diatas. Simpangan baku yang sering
dilambangkan dengan huruf s untuk simpangan baku sampel
dan untuk simpangan baku populasi
makin bervariasi suatu perangkat data makin besarlah
simpangan bakunya, dan sebaliknya

S

S

2
 Besaran variasi dan simpangan baku sangat bergantung pada
skala data. Data yang dicatat dalam skala satuan cenderung
memiliki simpangan baku yang lebih kecil daripada data yang
dicatat dalam skala puluhan
 Perlu dicari suatu ukuran variasi yang tidak terlalu
tergantung kepada skala data. Masalah ini memunculkan
pemikiran untuk menggunakan rasio simpangan baku
terhadap rata-ratanya yang kemudian dikenal istilah
koefisien variasi (KV) yang dapat diperoleh dengan
menggunakan rumus
KV= s
X
 Variasi antara suatu perangkat data dapat dibandingkan
dengan variasi perangkat data lain dengan cara
membandingkan kaefisien variasinya tanpa harus khawatir
terhadap skala datanya karena koefesien variasi telah
memperhitungkan perbedaan skala data.
Contoh Sederhana
• Data: 2, 2, 3, 3, 4, 4, 5, 5, 6, 6
• Tentukan:
– Rata2 (mean)
2
– Variasi (s )
– Simpangan Baku (s)
– Koefisien variasi (KV)
E. Skor Baku (z)
merupakan skor mentah dikurangi rata-ratanya
skor baku (yang dikembangkan dengan z dan
dikenal dengan sebutan z-score) dapat diperoleh
dengan rumus
_

z

xi

x
S

Statistika inferensial banyak menggunakan
distribusi normal baku (standart normal
distribution) sebagai model distribusi data yang
hendak dianalisis. Distribusi normal baku itu
tidak lain adalah distribusi seperangkat skor
baku (z) sehingga dikenal dengan istilah
distribusi z (z-distribution)
Tugas 1

• Buat/ Kumpulkan kira-kira 40 data sesuai
bidang tugas.
• Tentukan Rentang data, Jumlah Kelas dan
Panjang kelas
• Tentukan jumlah masing-masing kelas
• Tentukan ukuran tendensi sentral:
– Mean, Median dan Modus

• Tentukan jenis distribusi datanya
Tugas 2
Dari data tugas 1, tentukan:
a. Variansi (s2)
b. Simpangan baku (s)
c. Koefisien Variasi (KV)


Istilah ini digunakan untuk analisis regresi yang melibatkan sebuah
peubah bebas (X) dan sebuah peubah terikat (Y) . Pemahaman atas
regresi linier sederhana ini merupakan dasar untuk memahami
regresi linier jamak (multiple linier regretion) dan model regresi
lainnya.



Model Regresi sederhana mengatakan pada kita bahwa setiap nilai
pada peubah Y merupakan jumlah dari tiga komponen, yaitu
Intercept, koefesien regresi kali nilai pada peubah X, dan galat
prediksi ( R )

ˆ
y

1
Intercept
koefisien regresi

X1
Menemukan Harga
0

ˆ

1

Y
n
n

1

dan

1

X

xy
x2

0

x

y
x) 2

(

Kolom tabel yang diperlukan untuk menemukan koefesien
dengan menggunakan rumus
No

X

Y

X2

XY

1
2
3
4
5
6
7

8
7
7
5
4
3
2

10
8
9
6
5
2
2

64
49
49
25
16
9
4

80
56
63
30
20
6
4

1
No

x

y

x2

xy

y2

1

10

64

80

100

2

7

8

49

56

64

3

7

9

49

63

81

4

5

6

25

30

36

5

4

5

16

20

25

6

3

2

9

6

4

7

2

2

4

4

4

36
rata2

8

42

216

259

314

5.142857

6

11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0

y = 1.393x - 1.166
R² = 0.966

Series1
Linear (Series1)
Linear (Series1)

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9
•

Koefisien Korelasi ( r )

1,00 r

1,00

xy
n 1

r

x2
n 1

Interval (r)

y2
n 1

Tingkat hubungan

0,00 – 0,199

Sangat rendah

0,20 – 0,399

Rendah

0,40 – 0,599

Sedang

0,60 – 0,799

Kuat

0,80 – 1,00

Sangat kuat
6. Populasi dan Sampling
Populasi adalah obyek/subyek yang mempunyai
kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari, dan kemudian ditarik
kesimpulannya.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik
yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin
mempelajari semua yang ada pada populasi
(misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan
waktu), maka peneliti dapat menggunakan sampel
yang diambil dari populasi itu. Hal demikian biasa
disebut dengan metode sampling.
Kriteria sampel yang representatif tergantung pada dua
aspek yang saling berkaitan, yaitu:
a) Akurasi sampel
Sampel yang akurat adalah sejauh mana statistik sampel
dapat mengestimasi
parameter populasi dengan tepat.
Akurasi berkaitan dengan tingkat keyakinan (confidence
level). Semakin akurat suatu sampel, akan semakin tinggi
tingkat keyakinan bahwa statistik sampel mengestimasi
parameter dengan tepat.
b) Presisi sampel
Sampel yang presisi adalah sejauh mana penelitian
berdasarkan sampel dapat merefleksikan realitas populasinya
dengan teliti. Presisi menunjukkan tingkat ketepatan
hasil
penelitian berdasarkan sampel yang menggambarkan
karakteristik populasinya.
Skema dan Teknik
Sampling

Probability sampling

1. Simple random sampling
2. Proportionate stratified
random sampling
3. Disproportionate stratified
random sampling
4. Area (cluster) sampling

Teknik Sampling

Non-probability sampling

1. Samping sistematis
2. Sampling kuota
3. Sampling aksidental
4. Purposive sampling
5. Sampling jenuh
6. Snowball sampling

Gambar 1. Skema Macam-macam Teknik Sampling

Jumlah sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel.
Apabila ukuran sampel makin mendekati populasi, maka
peluang kesalahan generalisasi semakin kecil, dan sebaliknya.
Nomogram Harry King
Terdapat berbagai cara yang dapat
digunakan
untuk
menghitung
besarnya sampel yang diperlukan
dalam penelitian. Salah satu cara
yang paling mudah adalah dengan
menggunakan Nomogram Harry
King. Cara menentukan ukuran
sampel
dengan
menggunakan
Nomogram ini didasarkan pada
asumsi bahwa populasi berdistribusi
normal. Sehingga apabila sampel
tidak
berdistribuasi
normal.
Sehinggga apabila sampel tidak
berdistribusi
normal
-misalnya
populasi homogen- maka Nomogram
tersebut tidak bisa dipakai. Berikut
ini ditampilkan Nomogram Harry
King.
Untuk menentukan ukuran sampel dari populasi dapat dipakai rumus Slovin
(1960) debagai berikut:

n

N
1 Ne 2
o n

=

ukuran sampel

o N

=

ukuran populasi

o e

=

nilai kritis (batas ketelitian) yang diinginkan

UKURAN SAMPEL UNTUK BATAS-BATAS KESALAHAN YANG
DITETAPKAN
Batas-batas kesalahan
Populasi
1%
2%
3%
4%
5%
10%
500
*
*
345
278
222
83
1.500
*
*
638
441
316
94
2.500
* 1.250
769
500
345
96
3.000
* 1.364
811
517
353
97
4.000
* 1.538
870
541
364
98
5.000
* 1.667
909
556
370
98
6.000
* 1.765
938
566
375
98
7.000
* 1.842
959
574
378
99
8.000
* 1.905
976
580
381
99
9.000
* 1.957
989
584
383
99
10.000
5.000
2.000
1.000
588
385
99
Penentuan Sampel dengan
Tabel Krecjie
• Tabel sampel berdasar Populasi dengan error
yang diijinkan 5%.
7. Distribusi Normal
•
•

Distribusi normal dapat dipandang sebagai model atau dasar teori statistika
moderen
Distribusi normal adalah suatu model yang didefinisikan dengan rumus:

1
2

y
•

1 x
e 2

2

Dimana
y = ordinat grafik
x = skor yang diperoleh
rata2 populasi
simpangan baku populasi = 3,1416
e = 2,7183
• Distribusi normal berbentuk lonceng (bellshape) sehingga sering disebut bell shape
distribution. Model ini memiliki empat
karakteristik:
– Unimodal: satu modus
– Simetrik : distribusi sebelum dan sesudah
median sama
– Modus = Median = Mean
– Asimtotik : kurva distribusi tidak akan
menyentuh absisnya
Daerah dibawah kurva normal
• Luas daerah 0 ke z dapat diperoleh dengan:

1 2
z 1
x
e 2 dx
0 2
• Luas daerah dibawah normal dari 0 ke z ditabelkan
Pada pengukuran 200 subyek yang diambil secara
acak dari populasi N=1000 menghasilkan:
–
–

Mean sampel = 40
Simpangan baku = 10

1. Berapa persen subyek yang memperoleh skor
antara 40 dan 55?
2. Berapa persen subyek yang memperoleh skor
di atas 55?
3. Berapa persen subyek yang memperoleh skor
di bawah 35?
4. Berapa skor yang dicapai oleh mereka yang
tergolong 10% terbesar?
• 1. X=40  z=(40-40)/10=0,00
– X=55  z=(55-40)/10=1,5
– Lihat tabel distribusi normal:
• Antara 0,00 – 1,5  0,4332 =43,32%
• 43,32% x N = 433 orang
• 2. 0,5000 – 0,4332 = 0,0668
– 6,68% x N = 67 orang
• 3. X=35  z=(35-40)/10 = -0,5 ke 0
– Tabel didapat 0,1915
– Dibawah 35  0,5000 – 0,1915 = 0,3085 x N
• 4. 10%  ujung kanan
Setengah kurva 0,5000 – 0,1000 = 0,4000  z-1,28
Z = (X-Xm)/s
Didapat X = 53
Pada pengukuran IQ terhadap sampel 100 siswa
dari populasi 500 siswa menghasilkan:
–
–

Mean sampel = 120
Simpangan baku = 10

1. Berapa siswa yang IQ antara 120 dan 130?
2. Berapa jumlah siswa yg IQ diatas 130?
3. Berapa IQ mereka yg merupakan 5% siswa
tertinggi?
Tugas Matematika Terapan
• 1. Kumpulkan data sebanyak 50 buah kemudian
tentukan:
–
–
–
–
–
–

a. Rentang data
b. Banyak kelas dan panjang kelas
c. Daftar distribusi frekwensi
d. Grafik histogram
e. Grafik poligon
f. Grafik distribusi dalam %

• 2. Tentukan Mean, Median dan Modus data kelas
di atas. Berdasar hasilnya bagaimana tipe
distribusinya
• 3. Berdasar data sebelumnya tentukan ukuran
dispersinya dengan:
– Variasi (s2)
– Simpangan Baku (s)
– Koefisien variasi (kv)

• 4. Tentukan 8 data untuk x dan y yang memiliki
kecenderungan yang sama:
– Buat tabel dengan kolom x, y, x2, xy, y2
– Tentukan nilai intercept ( ) dan koefisien regresinya
( )
– Tentukan koefisien korelasinya (r)
– Bagaimana pendapat tentang hasil yang didapat
Referensi
• Furqon, ph.D. , 2001, Statistika terapan untuk
penelitian, ISBN 979-8433-13-0, CV Alfabeta,
Bandung, 230p
• Sugiono, 2002, Statistik Untuk Penelitian, ISBN 9798433-10-6, Alfabeta, Bandung, 306p.
• Sugiono, Dr. & Eri ibowo S.Pd., Statistika penelitian
dan Aplikasi dengan SPSS 10.0 for Window, ISBN
979-8433-50-3, CV Alfabeta, Bandung, 238p

MATEMATIKA TERAPAN (MODUS, MEAN, MEDIAN, VARIAN, SIMPANGAN BAKU, REGRESI)

  • 2.
    SISTEMATIKA MATERI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. PENDAHULUAN TABEL &GRAFIK UKURAN GEJALA PUSAT UKURAN DISPERSI & VARIASI REGRESI LINEAR SEDERHANA POPULASI DAN SAMPLING DISTRIBUSI NORMAL
  • 3.
    A. Statistika dalamKehidupan Sehari-hari Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari statistika Jaeger (1990) menyimpulkan bahwa statistika tidak dapat dipisahkan dari kehidupan para peneliti, pendidik, manajer, analis olahraga, analis politik, pengusaha & hampir semua orang yang terdidik. Keperluan akan statistika berbeda-beda, baik tingkat kedalamannya maupun jenis tekniknya
  • 4.
    B. Pengertian danJenis Statistika Statistika adalah bagian dari matematika yang secara khusus membicarakan cara-cara pengumpulan, analisis dan penafsiran data.  Jenis Statistika berdasarkan pembahasannya: - Matematika /statistika teoritis yang lebih berorientasi pada pemahaman model & teknik-teknik statistika secara matematis. - Statistika Terapan: Bagian matematika yg secara khusus membicarakan cara2 analisis dan panafsiran data (interpretasi). Yang lebih berorientasi pada pemahaman intuitif atas konsep & teknik-teknik statistika serta penggunaannya di berbagai bidang.
  • 5.
     Jenis Statistikaberdasarkan Tahapan Tujuan Analisisnya: - Statistika Deskriptif untuk memperoleh gambaran/ ukuran-ukuran tentang data yang ada di tangan (ukuran sampel, ukuran populasi) - Statistika Inferensial (to infer = menyimpulkan) Kita dapat menggunakan data & ukuran sampel untuk melakukan inferensi tentang populasi (statistika inilah yang disebut statistika inferensial): - Menaksir ukuran - Menguji hipotesis
  • 6.
     Berdasarkan asumsimengenai distribusi populasi data yang dianalisis, statistika Inferensial dibedakan menjadi: 1. Statistika Parametrik Jenis ini didasarkan pada model distribusi normal 2. Statistika Nonparametrik Statistik ini tidak didasarkan pada suatu model distribusi tertentu  Statistika juga dibedakan berdasarkan jumlah peubah (variabel) terikat (dependent variabel) yang dianalisis:  statistika unvariat : 1 variabel terikat  statistika multivariat : 2 atau lebih variabel terikat
  • 7.
    C. Pengukuran &Data Statistik 1. Pentingnya pengukuran dalam penelitian Teknik statistik bukanlah prosedur yang dapat mengubah sampah menjadi kertas atau pupuk yang berharga. Pengukuran merupakan kegiatan untuk menyediakan data yang akan dijadikan masukan dalam analisis statistika. Validitas penelitian antara lain amat bergantung pada validitas data yang diperoleh. Jika data yang diperoleh tidak valid maka kegiatan analisis & penafsiran data yang mengikutinya tidak valid.
  • 8.
    2. Jenis data &skala pengukuran Kuantitatif Data dapat digolongkan menjadi data diskrit & data kontinu. Data diskrit: Banyaknya anak di suatu keluarga, jumlah rumah di suatu desa, banyaknya penduduk disuatu daerah, dan jumlah mobil di kantor tertentu (merupakan bilangan bulat) Data kontinu: tingkat kecerdasan, prestasi belajar, berat badan, dan daya tahan mobil merupakan contoh data kontinu (termasuk bilangan desimal)
  • 9.
    Dilihat dari skalapengukuran yang digunakan, data dibagi menjadi menjadi 4 jenis yang bersifat hirarkis, yaitu: 1. Data Nominal Data ini memiliki skala yang bersifat kategorikal / pengelompokan (jenis kelamin, warna kulit, agama), digunakan untuk mengenali identitas subyek. 2. Data Ordinal Data ini memiliki skala yang menunjukkan perbedaan tingkatan subjek secara kuantitatif (data yang dinyatakan dalam bentuk peringkat atau rangking) Data ini selain memiliki sifat yang dimiliki data nominal juga menunjukan kedudukan subjek dalam suatu kelompok pada suatu variabel. Termasuk aplikasi skala likert 3. Data Interval Selain memiliki kedua ciri diatas, data ini juga memiliki sifat kesamaan jarak (equality of interval) antara nilai yang satu dengan nilai yang lain 4. Data Rasio Hasil pengukuran merupakan contoh data rasio panjang (M), berat (kg). Data rasio dapat disusus dalam data interval dan ordinal.
  • 10.
    D. Penelitian Kuantitatif MenurutSukaji, 1992: kemajuan pesat negara2 industri maju dan negara2 industri baru ternyata lebih tergantung pada mutu SDM, kegiatan penelitian serta inovasi teknologi daripada Sumberdaya alam. 1. Memahami makna penelitian Gay (1982), merumuskan penelitian sebagai suatu proses sistematis untuk menjawab suatu pertanyaan. Nasution (1992), menggambarkan sifat-sifat penelitian, yaitu penelitian adalah suatu upaya pengkajian yang cermat, teratur & tekun mengenai suatu masalah. 2. Penggolongan penelitian - Penelitian eksperimental: termasuk eksperimen semu yang tidak melakukan random assigment. Penelitian eksperimental dari penelitian lainnya adalah adanya manipulasi peubah bebas. - Penelitian Korelasional Penelitian korelasional sendiri merupakan Penelitian yang peubah bebasnya tidak dimanipulasi
  • 11.
    3. Penggolongan peubahpenelitian Beberapa jenis peubah yang sangat penting dipahami antara lain (4): a. Peubah bebas, yaitu peubah yang mempengaruhi peubah lain b. Peubah terikat, yaitu peubah yang dipengaruhi oleh peubah lain c. Peubah Moderator, yaitu peubah yang mempengaruhi secara jelas (terukur) hubungan antara peubah bebas dengan peubah terikat (memperkuat / memperlemah hubungan), misal kehadiran anak dalam hub keluarga d. Peubah Intervening, yaitu mempengaruhi variabel bebas & terikat tetapi tidak terukur, antara IQ dan nilai ujian tetapi ada intervening kondisi anak e. Peubah Kontrol, yaitu peubah yang pengaruhnya kepada peubah terikat dikendalikan. Misal mempertahankan temperatur dalam eksperimental.
  • 12.
    4. Hubungan AntaraPeubah Penelitian 1. Hubungan Kausal (pengaruh) 2. Hubungan Korelasional 3. Hubungan Perbandingan 5. Validitas Penelitian Validitas penelitian diklasifikasikan menjadi: 1. Validitas Internal, berkaitan dengan keyakinan peneliti tentang kesahihan hasil penelitian 2. Validitas Eksternal, berkaitan dengan tingkat generalisasi penelitian yang diperoleh  Validitas Internal dapat ditingkatkan dengan cara kumulatif a. Melakukan pengukuran yang valid & reliabel atas seluruh peubah yang dikaji b. Mengontrol peubah yang diduga mempengaruhi peubah terikat
  • 13.
     Penelitian eksperimendi laboratorium biasanya memiliki validitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan penelitian lapangan  Salah satu yang mendukung validitas eksternal suatu penelitian adalah pemilihan subjek secara acak, sehingga sampel yang diteliti dapat mewakili populasi yang diharapkan.  Perbedaan validitas internal & validitas eksternal biasanya lebihmudah dikendalikan pada penelitian lapangan daripada penelitian laboratoris
  • 14.
    Paradigma Penelitian (pola pikiryang menunjukkan hubungan antara variabel penelitian) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Paradigma sederhana Paradigma sederhana berurutan Paradigma ganda dengan 2 variabel independen Paradigma ganda deang 3 variabel independen Paradigma ganda dengan 2 variabel dependen Paradigma Jalur sederhana Paradigma jalur ganda
  • 15.
     Data statistikdan hasil penelitian sering disajikan dalam bentuk tabel & grafik. Sebuah grafik atau tabel dapat mewakili ratusan atau ribuan kata dalam suatu bentuk yang kompak dan menarik. A. Daftar Distribusi Frekuensi Langkah-langkah adalah: 1. Menentukan rentang 2. Menentukan panjang kelas 3. Menentukan banyak kelas 4. Menyusun interval kelas 5. Menghitung frekuensi untuk setiap kelas
  • 16.
    1. Rentang: Suatu perangkatdata yang biasanya dilambangkan dengan huruf R adalah skor terbesar dikurangi skor terkecil. R= Nilai terbesar – Nilai terkecil 2. Banyak Kelas: Banyak kelas menunjukkan jumlah interval kelas yang diperlukan untuk mengelompokan suatu perangkat data (Rumus Sturges). bk=1+3,3 log n 3. Panjang Kelas: Panjang kelas (p) atau interval (I) menunjukkan banyaknya angka (nilai) yang tercakup oleh suatu interval kelas P R bk
  • 17.
    4. Interval Kelas: Untukmenyusun interval kelas, perlu ditentukan dahulu bilangan awal untuk interval kelas pertama (paling bawah) - merupakan kelipatan dari P - < skor terkecil 5. Frekuensi: Frekuensi setiap kelas dapat diperoleh dengan cara mentally (turus) setiap nilai yang ada pada interval kelas masingmasing dan kemudian menjumlahkan banyaknya tally (turus) yang didapat
  • 18.
    Contoh • Berdasar pengumpulandata didapat: – Jumlah data sebanyak 100 – Range data antara minimal 1 dan maksimal 80 • Tentukan: – Banyak nya kelas – Panjang kelas – Bentuk tabelnya
  • 20.
    B. Grafik Perangkat datastatistik dapat ditampilkan secara visual dalam bentuk grafik 1. Histogram Merupakan suatu grafik yang menggambarkan sebaran frekuensi suatu perangkat data dalam bentuk batang 2. Frekuensi Poligon pada Histogram diasumsikan bahwa skor-skor pada interval kelas meyebar secara merata. Contoh dalam Excel 
  • 21.
    Analisis Data SecaraGrafik • Secara umum, bidang studi statistik deskriptif adalah menyajikan data dalam bentuk tabel dan grafik. Bentuk grafik yang sering dipakai dalam analisis adalah grafik batang, pie, dan histogram. • Histogram adalah diagram yg paling penting digunakan utk menyajikan data dari suatu tabel frekuensi, dimana masing-masing frekuensi diwakili oleh suatu blok. Setiap blok dlm histogram menunjukkan suatu frekuensi utk suatu interval kelas. Sumbu horizontal menunjukkan pembagian kelas, sedangkan sumbu vertikal menunjukkan frekuensinya. 100 % 90 frekuensi kurang dari 80 70 60 50 40 30 20 10 0 195.0 294.9 394.9 494.9 594.9 694.9 Penghasilan dalam ribuan rupiah 794.9 894.9 994.9
  • 22.
  • 24.
    Contoh hasil analisismodel numerik
  • 25.
    Analisis yang menyajikandeskripsi data yang ada terpusat dimana? • Mean (Rata-rata) • Median (Nilai Tengah) • Modus (Nilai paling sering muncul) • Hubungan Mean, Median dan Modus • Kuartil, desil & Persentil
  • 26.
    A. Rata-rata (Mean) Merupakanukuran gejala pusat yang sering digunakan X= X n Rumus lain yang dapat ditulis adalah: X= n fiXi i-1 n Menentukan Rata-rata dari sejumlah sampel X= k fiXi i-1 k ni i-1
  • 27.
    Contoh kelas datadan Mean Distribusi Frekwensi Penghasilan Tenaga Kontruksi Penghasilan (dalam ribuan rupiah) 195.0 -294.9 295.0 - 394.9 394.0 - 494.9 495.0 - 594.9 595.0 - 694.9 695.0 - 794.9 795.0 - 894.9 895.0 - 994.9 995.0 - 1095 Jumlah tenaga = Banyaknya Tenaga (fi) 7 9 16 21 14 9 4 3 1 84 Titik Tengah (Xi) 245 345 445 545 645 745 845 945 1045 fi Xi Mean = X= n fiXi i-1 n 1715,0 3105,0 7120,0 11445,0 9030,0 6705,0 3380,0 2835,0 1045,0 46380,0 552,1
  • 28.
    B. Median merupakan titik/nilai yang membagi seperangkat data menjadi dua bagian sama banyak Me= X11+ P(n/2-fk11) fi dimana: Me : Median X11 : batas nyata bawah kelas median p : panjang kelas n : banyak data fk11: frekuensi kumulatif interval kelas di bawah kelas median fi : frekuensi kelas median
  • 29.
    Mencari Median dataKelas Me= X11+ Penghasilan (dalam ribuan rupiah) 195.0 -294.9 295.0 - 394.9 394.0 - 494.9 495.0 - 594.9 595.0 - 694.9 695.0 - 794.9 795.0 - 894.9 895.0 - 994.9 995.0 - 1095 Jumlah tenaga = Banyaknya Tenaga 7 9 16 21 14 9 4 3 1 84 Banyaknya Tenaga (%) 8,3 10,7 19,0 25,0 16,7 10,7 4,8 3,6 1,2 100,0 P(n/2-fk11) fi X11= 495,0 ; P= 100 ; n= 84 Fk11= 32 ; fi= 21
  • 30.
    C. Modus Merupakan nilaiyang paling sering muncul dalam suatu pengukuran - kasus sederhana - kasus interval klas Mo b p b1 b1 b2 dimana: b : batas bawah interval kelas dengan frekuensi terbanyak p : panjang kelas b1 : frekuensi terbanyak - frekuensi kelas sebelumnya b2: frekuensi terbanyak - frekuensi kelas sesudahnya
  • 31.
    Contoh Modus dataKelas Penghasilan (dalam ribuan rupiah) 195.0 -294.9 295.0 - 394.9 394.0 - 494.9 495.0 - 594.9 595.0 - 694.9 695.0 - 794.9 795.0 - 894.9 895.0 - 994.9 995.0 - 1095 Mo b p Banyaknya Tenaga (fi) 7 9 16 21 14 9 4 3 1 b1 b1 b2 Titik Tengah (Xi) 245 345 445 545 645 745 845 945 1045 b= 495,0 ; p= 100 b1= 21- 16 b2= 21 - 14 fi Xi 1715,0 3105,0 7120,0 11445,0 9030,0 6705,0 3380,0 2835,0 1045,0
  • 32.
    D. Hubungan antaraModus, median & Rata-rata gambar dibawah menunjukkan perbandingan letak modus, median & rata-rata dalam tiga macam bentuk distribusi a. Data yang distribusinya simetris Mo= Me= X b. data yang distribusinya juling ke negatif X < Me < Mo c. data yang distribusinya juling ke positif Mo< Me < X X X Me Mo Mo Me X Mo Me a = simetris b = juling - c=juling +
  • 33.
     Dalam kegiatanpenelitian, rata-rata lebih sering digunakan kepada ukuran lainnya karena peneliti tidak hanya hendak menggambarkn keaadaan sampel, tapi juga ingin melakukan referensi tentang keadaan populasinya F. Kuartil, desil & Persentil sejalan dengan konsep median kita juga memiliki ukuran statistik yang dikenal dengan sebutan kuartil, desil & persentil Tiga nilai kuartil (K1, K2 dan K3), sembilan nilai desil (D1-D9) dan 99 nilai persentil (Pi-P99) K2 = D5 = P50 = Median, K1 = P25 dan D6 = P60
  • 34.
    Parameter Sampel &Populasi Jenis Ukuran Rata-rata Simpangan Baku Variansi Koefisien korelasi Koefisien regresi Sampel X s s2 r b Populasi
  • 35.
     Statistika seringdisebut studi tentang variasi karena membahas dan menyediakan cara-cara untuk menyelidiki variasi gejala alam sosial serta membuat kesimpulan tentang hal-hal yang melatar belakangi terjadinya variasi (Ferguson & Takane, 1989)  Para ahli statistika telah mengusulkan sejumlah ukuran yang dapat membantu memahami variasi suatu perangkat data. Rentang dapat diartikan sebagai selisih antara skor terbesar dan skor terkecil pada suatu perangkat data A. Rentang (R) Merupakan ukuran yang paling sederhana dan kasar tentang variasi suatu perangkat data. Rentang dapat diartikan juga sebagai selisih antara skor terbesar dan skor terkecil pada suatu perangkat data
  • 36.
     Rentang jarangdigunakan utuk menggambarkan variasi perangkat data, karena beberapa alasan berikut yang saling berkaitan (Shavelson, 1988: Ferguson & Takane, 1989): 1. Rentang merupakan ukuran yang tidak stabil 2. Rentang tidak mencerminkan pola variasi suatu distribusi data 3. Rentang bergantung pada besarnya sampel (n) B. Rentang Antar Kuartil RAK = K3-K1 = P75-P25 dimana: RAK: Rentang Antar Kuartil K1 : Nilai kuartil ke-1 K2 : Nilai kuartil ke-2 P75 : Nilai persentil ke-75 P25 : Nilai persentil ke-25
  • 37.
    C. Rata-rata Simpangan merupakanjumlah harga mutlak skor simpangan dibagi dengan banyaknya data (n) x= n [Xi-X] n=1 n D. Variasi (s2) dan Simpangan Buku (s) Merupakan dua buah ukuran yang paling sering digunakan tentang variasi suatu perangkat data Variasi adalah kuadrat dari simpangan baku, & sebaliknya, simpangan baku adalah akar.
  • 38.
     Contoh, mengambilsampel yang terdiri dari 40 subjek dari suatu populasi. Secara teoritis, populasi itu terdiri dari N subjek (N= jumlah anggota populasi) yang memiliki parameter tertentu. Seperti rata-rata ( ) dan variasi ( 2). Sampel dilambangkan dengan huruf n (disini n= 40). Secara teknis, variasi sampel tersebut kemudian dapat ditentukan dengan rumus: S2 = n i=1 (Xi - )2 n dimana: S2 : variasi sampel Xi : skor (nilai) ke-I pada suatu perangkat data : rata-rata populasi n : jumlah populasi (banyaknya data) Merupakan cara menentukan sampel yang tidak bias terhadap variasi populasinya.
  • 39.
     Cara menentukansampel yang tidak bias terhadap variasi populasinya. Variasi sampel dapat ditulis kembali menjadi rumus: S2 = n i-1 (Xi -X)2 n-1 Untuk jumlah data populasi dibagi n Untuk jumlah data sampel dibagi n-1  Simpangan baku adalah akar dua dari variasi seperti terlihat pada rumus diatas. Simpangan baku yang sering dilambangkan dengan huruf s untuk simpangan baku sampel dan untuk simpangan baku populasi makin bervariasi suatu perangkat data makin besarlah simpangan bakunya, dan sebaliknya S S 2
  • 40.
     Besaran variasidan simpangan baku sangat bergantung pada skala data. Data yang dicatat dalam skala satuan cenderung memiliki simpangan baku yang lebih kecil daripada data yang dicatat dalam skala puluhan  Perlu dicari suatu ukuran variasi yang tidak terlalu tergantung kepada skala data. Masalah ini memunculkan pemikiran untuk menggunakan rasio simpangan baku terhadap rata-ratanya yang kemudian dikenal istilah koefisien variasi (KV) yang dapat diperoleh dengan menggunakan rumus KV= s X  Variasi antara suatu perangkat data dapat dibandingkan dengan variasi perangkat data lain dengan cara membandingkan kaefisien variasinya tanpa harus khawatir terhadap skala datanya karena koefesien variasi telah memperhitungkan perbedaan skala data.
  • 41.
    Contoh Sederhana • Data:2, 2, 3, 3, 4, 4, 5, 5, 6, 6 • Tentukan: – Rata2 (mean) 2 – Variasi (s ) – Simpangan Baku (s) – Koefisien variasi (KV)
  • 42.
    E. Skor Baku(z) merupakan skor mentah dikurangi rata-ratanya skor baku (yang dikembangkan dengan z dan dikenal dengan sebutan z-score) dapat diperoleh dengan rumus _ z xi x S Statistika inferensial banyak menggunakan distribusi normal baku (standart normal distribution) sebagai model distribusi data yang hendak dianalisis. Distribusi normal baku itu tidak lain adalah distribusi seperangkat skor baku (z) sehingga dikenal dengan istilah distribusi z (z-distribution)
  • 43.
    Tugas 1 • Buat/Kumpulkan kira-kira 40 data sesuai bidang tugas. • Tentukan Rentang data, Jumlah Kelas dan Panjang kelas • Tentukan jumlah masing-masing kelas • Tentukan ukuran tendensi sentral: – Mean, Median dan Modus • Tentukan jenis distribusi datanya
  • 44.
    Tugas 2 Dari datatugas 1, tentukan: a. Variansi (s2) b. Simpangan baku (s) c. Koefisien Variasi (KV)
  • 45.
     Istilah ini digunakanuntuk analisis regresi yang melibatkan sebuah peubah bebas (X) dan sebuah peubah terikat (Y) . Pemahaman atas regresi linier sederhana ini merupakan dasar untuk memahami regresi linier jamak (multiple linier regretion) dan model regresi lainnya.  Model Regresi sederhana mengatakan pada kita bahwa setiap nilai pada peubah Y merupakan jumlah dari tiga komponen, yaitu Intercept, koefesien regresi kali nilai pada peubah X, dan galat prediksi ( R ) ˆ y 1 Intercept koefisien regresi X1
  • 46.
    Menemukan Harga 0 ˆ 1 Y n n 1 dan 1 X xy x2 0 x y x) 2 ( Kolomtabel yang diperlukan untuk menemukan koefesien dengan menggunakan rumus No X Y X2 XY 1 2 3 4 5 6 7 8 7 7 5 4 3 2 10 8 9 6 5 2 2 64 49 49 25 16 9 4 80 56 63 30 20 6 4 1
  • 47.
  • 48.
    • Koefisien Korelasi (r ) 1,00 r 1,00 xy n 1 r x2 n 1 Interval (r) y2 n 1 Tingkat hubungan 0,00 – 0,199 Sangat rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,00 Sangat kuat
  • 49.
    6. Populasi danSampling Populasi adalah obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi (misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu), maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Hal demikian biasa disebut dengan metode sampling.
  • 50.
    Kriteria sampel yangrepresentatif tergantung pada dua aspek yang saling berkaitan, yaitu: a) Akurasi sampel Sampel yang akurat adalah sejauh mana statistik sampel dapat mengestimasi parameter populasi dengan tepat. Akurasi berkaitan dengan tingkat keyakinan (confidence level). Semakin akurat suatu sampel, akan semakin tinggi tingkat keyakinan bahwa statistik sampel mengestimasi parameter dengan tepat. b) Presisi sampel Sampel yang presisi adalah sejauh mana penelitian berdasarkan sampel dapat merefleksikan realitas populasinya dengan teliti. Presisi menunjukkan tingkat ketepatan hasil penelitian berdasarkan sampel yang menggambarkan karakteristik populasinya.
  • 51.
    Skema dan Teknik Sampling Probabilitysampling 1. Simple random sampling 2. Proportionate stratified random sampling 3. Disproportionate stratified random sampling 4. Area (cluster) sampling Teknik Sampling Non-probability sampling 1. Samping sistematis 2. Sampling kuota 3. Sampling aksidental 4. Purposive sampling 5. Sampling jenuh 6. Snowball sampling Gambar 1. Skema Macam-macam Teknik Sampling Jumlah sampel sering dinyatakan dengan ukuran sampel. Apabila ukuran sampel makin mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil, dan sebaliknya.
  • 52.
    Nomogram Harry King Terdapatberbagai cara yang dapat digunakan untuk menghitung besarnya sampel yang diperlukan dalam penelitian. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan Nomogram Harry King. Cara menentukan ukuran sampel dengan menggunakan Nomogram ini didasarkan pada asumsi bahwa populasi berdistribusi normal. Sehingga apabila sampel tidak berdistribuasi normal. Sehinggga apabila sampel tidak berdistribusi normal -misalnya populasi homogen- maka Nomogram tersebut tidak bisa dipakai. Berikut ini ditampilkan Nomogram Harry King.
  • 53.
    Untuk menentukan ukuransampel dari populasi dapat dipakai rumus Slovin (1960) debagai berikut: n N 1 Ne 2 o n = ukuran sampel o N = ukuran populasi o e = nilai kritis (batas ketelitian) yang diinginkan UKURAN SAMPEL UNTUK BATAS-BATAS KESALAHAN YANG DITETAPKAN Batas-batas kesalahan Populasi 1% 2% 3% 4% 5% 10% 500 * * 345 278 222 83 1.500 * * 638 441 316 94 2.500 * 1.250 769 500 345 96 3.000 * 1.364 811 517 353 97 4.000 * 1.538 870 541 364 98 5.000 * 1.667 909 556 370 98 6.000 * 1.765 938 566 375 98 7.000 * 1.842 959 574 378 99 8.000 * 1.905 976 580 381 99 9.000 * 1.957 989 584 383 99 10.000 5.000 2.000 1.000 588 385 99
  • 54.
    Penentuan Sampel dengan TabelKrecjie • Tabel sampel berdasar Populasi dengan error yang diijinkan 5%.
  • 55.
    7. Distribusi Normal • • Distribusinormal dapat dipandang sebagai model atau dasar teori statistika moderen Distribusi normal adalah suatu model yang didefinisikan dengan rumus: 1 2 y • 1 x e 2 2 Dimana y = ordinat grafik x = skor yang diperoleh rata2 populasi simpangan baku populasi = 3,1416 e = 2,7183
  • 56.
    • Distribusi normalberbentuk lonceng (bellshape) sehingga sering disebut bell shape distribution. Model ini memiliki empat karakteristik: – Unimodal: satu modus – Simetrik : distribusi sebelum dan sesudah median sama – Modus = Median = Mean – Asimtotik : kurva distribusi tidak akan menyentuh absisnya
  • 57.
    Daerah dibawah kurvanormal • Luas daerah 0 ke z dapat diperoleh dengan: 1 2 z 1 x e 2 dx 0 2 • Luas daerah dibawah normal dari 0 ke z ditabelkan
  • 58.
    Pada pengukuran 200subyek yang diambil secara acak dari populasi N=1000 menghasilkan: – – Mean sampel = 40 Simpangan baku = 10 1. Berapa persen subyek yang memperoleh skor antara 40 dan 55? 2. Berapa persen subyek yang memperoleh skor di atas 55? 3. Berapa persen subyek yang memperoleh skor di bawah 35? 4. Berapa skor yang dicapai oleh mereka yang tergolong 10% terbesar?
  • 59.
    • 1. X=40 z=(40-40)/10=0,00 – X=55  z=(55-40)/10=1,5 – Lihat tabel distribusi normal: • Antara 0,00 – 1,5  0,4332 =43,32% • 43,32% x N = 433 orang • 2. 0,5000 – 0,4332 = 0,0668 – 6,68% x N = 67 orang • 3. X=35  z=(35-40)/10 = -0,5 ke 0 – Tabel didapat 0,1915 – Dibawah 35  0,5000 – 0,1915 = 0,3085 x N • 4. 10%  ujung kanan Setengah kurva 0,5000 – 0,1000 = 0,4000  z-1,28 Z = (X-Xm)/s Didapat X = 53
  • 60.
    Pada pengukuran IQterhadap sampel 100 siswa dari populasi 500 siswa menghasilkan: – – Mean sampel = 120 Simpangan baku = 10 1. Berapa siswa yang IQ antara 120 dan 130? 2. Berapa jumlah siswa yg IQ diatas 130? 3. Berapa IQ mereka yg merupakan 5% siswa tertinggi?
  • 61.
    Tugas Matematika Terapan •1. Kumpulkan data sebanyak 50 buah kemudian tentukan: – – – – – – a. Rentang data b. Banyak kelas dan panjang kelas c. Daftar distribusi frekwensi d. Grafik histogram e. Grafik poligon f. Grafik distribusi dalam % • 2. Tentukan Mean, Median dan Modus data kelas di atas. Berdasar hasilnya bagaimana tipe distribusinya
  • 62.
    • 3. Berdasardata sebelumnya tentukan ukuran dispersinya dengan: – Variasi (s2) – Simpangan Baku (s) – Koefisien variasi (kv) • 4. Tentukan 8 data untuk x dan y yang memiliki kecenderungan yang sama: – Buat tabel dengan kolom x, y, x2, xy, y2 – Tentukan nilai intercept ( ) dan koefisien regresinya ( ) – Tentukan koefisien korelasinya (r) – Bagaimana pendapat tentang hasil yang didapat
  • 63.
    Referensi • Furqon, ph.D., 2001, Statistika terapan untuk penelitian, ISBN 979-8433-13-0, CV Alfabeta, Bandung, 230p • Sugiono, 2002, Statistik Untuk Penelitian, ISBN 9798433-10-6, Alfabeta, Bandung, 306p. • Sugiono, Dr. & Eri ibowo S.Pd., Statistika penelitian dan Aplikasi dengan SPSS 10.0 for Window, ISBN 979-8433-50-3, CV Alfabeta, Bandung, 238p