KEMISKINAN 
Oleh : 
•Deni Wahyudi (32.13.1584) 
•Yunita Anggraini ( 
•Fitria Handayani ( 
•Ahmad Faris M ( 
•Dewi Musalawati ( 
•Windya Fitri G ( 
•Emilda Risti (
Pengertian Kemiskinan 
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi 
kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai 
seperti makanan , pakaian , tempat berlindung 
dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat 
dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga 
berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan 
dan pekerjaan yang mampu mengatasi 
masalah kemiskinan dan 
mendapatkan kehormatan yang layak sebagai 
warga negara.
Kemiskinan Dapat Dibedakan Menjadi 
3, yaitu : 
1. Kemiskinan Relatif 
Seseorang yang tergolong miskin relatif 
sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan 
namun masih berada di bawah kemampuan 
masyarakat sekitarnya. 
2. Kemiskinan Cultural 
Berkaitan erat dengan sikap seseorang atau 
sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha 
memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada 
usaha dari pihak lain yang membantunya.
Lanjutan. . . 
3. Kemiskinan Absolute 
Adalah sejumlah penduduk yang tidak mampu 
mendapatkan sumberdaya yang cukup untuk 
memenuhi kebutuhan dasar. Mereka hidup 
dibawah tingkat pendapatan riil minimum tertentu 
atau dibawah garis kemiskinan internasional. Garis 
tersebut tidak mengenal tapal batas antar negara, 
tidak tergantung pada tingkat pendapatan per 
kapita di suatu negara ,dan juga memperhitungkan 
perbedaan tingkat harga antar negara dengan 
mengukur penduduk miskin sebagai orang yang 
hidup kurang dari Rp 10.000,- perhari.
Penyebab Kemiskinan 
Secara Umum Penyebab Kemiskinan Ada 4 (Spicker,2002) : 
1. Individual Explanation 
Yaitu kemiskinan cenderung diakibatkan oleh karakteristik 
orang miskin itu sendiri. Karakteristik yang dimaksud seperti 
malas dan kurang sungguh-sungguh dalam segala hal, 
termasuk dalam bekerja. 
2. Familial Explanayion 
Yaitu kemiskinan lebih disebabkan oleh faktor keturunan. 
Tingkat pendidikan orang tua yang rendah telah membawa 
dia kedalam kemiskinan. Akibatnya ia juga tidak mampu 
memberikan pendidikan yang layak kepada anaknya, 
sehingga anaknya juga akan jatuh pada kemiskinan. 
Demikian secara terus menerus dan turun temurun.
Lanjutan. . . 
3. Subcultural Explanation 
Yaitu kemiskinan dapat disebabkan oleh kultur, kebiasaan, adat-istiadat, 
atau akibat karakteristik perilaku lingkungan. Misalnya, 
kebiasaan yang bekerja adalah kaum perempuan, kebiasaan yang 
enggan untuk bekerja keras dan menerima apa adanya, keyakinan 
bahwa mengabdi kepada para raja atau orang terhormat meski 
tidak diberi bayaran dan berakibat pada kemiskinan. Terkadang 
orang seperti ini justru tidak merasa miskin karena sudah terbiasa 
dan memang kulturnya yang membuat demikian. 
4. Stuctural Explanation 
Yaitu kemiskinan timbul akibat dari ketidakseimbangan, 
perbedaan status yang dibuat oleh adat istiadat, kebijakan, dan 
aturan lain menimbulkan perbedaan hak untuk bekerja, sekolah 
dan lainnya hingga menimbulkan kemiskinan di antara mereka 
yang statusnya rendah dan haknya terbatas.
Faktor – Faktor Lain 
1. Rendahnya kualitas angkatan kerja, 
2. Akses yang sulit dan terbatas terhadap kepemilikan 
modal, 
3. Rendahnya tingkat penguasaan teknologi, 
4. Penggunaan sumberdaya yang tidak efisien, 
5. Pertumbuhan penduduk yang tinggi.
Dampak Kemiskinan 
Dampak yang terjadi di masyarakat pada umumnya 
Antara lain : 
1. Penganguran 
Dengan banyaknya pengangguran berarti banyak 
masyarakat tidak memiliki penghasilan karena tidak 
bekerja. Karena tidak bekerja dan tidak memiliki 
penghasilan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan 
mereka 
2. Kekerasan 
Ketika tak ada lagi jaminan bagi seseorang dapat 
bertahan dan menjaga keberlangsungan hidupnya maka 
jalan pintas pun dilakukan. Misalnya, merampok, 
menodong, mencuri, atau menipu
Lanjutan. . . 
3. Pendidikan 
Tingkat putus sekolah yang tinggi akibat mahalnya biaya 
pendidikan membuat masyarakat miskin tidak dapat lagi 
menjangkau dunia sekolah atau pendidikan. 
4. Kesehatan 
Masyarakat miskin umumnya rentan terhadap penyakit 
dikarenakan mereka tinggal dilingkungan yang kumuh, MCK di 
sungai, dll. Di samping itu biaya rumah sakit yang mahal 
sehingga tak terjangkau oleh kalangan miskin. 
5. Konflik SARA 
Tanpa bersikap munafik konflik SARA muncul akibat 
ketidakpuasan dan kekecewaan atas kondisi miskin yang 
akut. Hal ini menjadi bukti lain dari kemiskinan yang kita 
alami.
Upaya Yang Perlu Dilakukan Pemerintah 
Untuk Mengatasi Kemiskinan 
1. Menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap banyak 
tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran. 
2. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus 
program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat 
miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok 
terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. 
3. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program 
pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan 
untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan 
masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta 
memperkuat penyediaan dukungan pengembangan 
kesempatan berusaha bagi penduduk miskin.
Lanjutan. . . 
4. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan 
dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses 
penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, 
dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan 
fokus ini antara lain : 
• Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang 
pendidikan dasar/menengah/perguruan tinggi. 
• Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara 
cuma-cuma di kelas III rumah sakit. 
5. Menghapuskan korupsi. Sebab korupsi adalah salah satu 
penyebab layanan masyarakat tidak berjalan sebagaimana 
mestinya. Hal inilah yang kemudian menjadikan masyarakat 
tidak bisa menikmati hak mereka sebagai warga negara 
sebagaimana mestinya.
Apa Indonesia Termasuk Negara 
Miskin?? 
Indonesia sekarang ini tercatat menempati urutan 
ke – 68 negara termiskin di dunia. 
Itu membuktikan bahwa Indonesia harus lebih 
meningkatkan kualitas masyarakatnya. 
Bila di bandingkan dengan negara tetangga seperti 
malaysia dan singapura, Indonesia cukup tertinggal 
jauh. 
Tapi dalam beberapa tahun terakhir Indonesia telah 
cukup berkembang dalam perekonomian dan angka 
kemiskinan dapat menurun..
Kemiskinan

Kemiskinan

  • 1.
    KEMISKINAN Oleh : •Deni Wahyudi (32.13.1584) •Yunita Anggraini ( •Fitria Handayani ( •Ahmad Faris M ( •Dewi Musalawati ( •Windya Fitri G ( •Emilda Risti (
  • 2.
    Pengertian Kemiskinan Kemiskinanadalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara.
  • 3.
    Kemiskinan Dapat DibedakanMenjadi 3, yaitu : 1. Kemiskinan Relatif Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. 2. Kemiskinan Cultural Berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya.
  • 4.
    Lanjutan. . . 3. Kemiskinan Absolute Adalah sejumlah penduduk yang tidak mampu mendapatkan sumberdaya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Mereka hidup dibawah tingkat pendapatan riil minimum tertentu atau dibawah garis kemiskinan internasional. Garis tersebut tidak mengenal tapal batas antar negara, tidak tergantung pada tingkat pendapatan per kapita di suatu negara ,dan juga memperhitungkan perbedaan tingkat harga antar negara dengan mengukur penduduk miskin sebagai orang yang hidup kurang dari Rp 10.000,- perhari.
  • 5.
    Penyebab Kemiskinan SecaraUmum Penyebab Kemiskinan Ada 4 (Spicker,2002) : 1. Individual Explanation Yaitu kemiskinan cenderung diakibatkan oleh karakteristik orang miskin itu sendiri. Karakteristik yang dimaksud seperti malas dan kurang sungguh-sungguh dalam segala hal, termasuk dalam bekerja. 2. Familial Explanayion Yaitu kemiskinan lebih disebabkan oleh faktor keturunan. Tingkat pendidikan orang tua yang rendah telah membawa dia kedalam kemiskinan. Akibatnya ia juga tidak mampu memberikan pendidikan yang layak kepada anaknya, sehingga anaknya juga akan jatuh pada kemiskinan. Demikian secara terus menerus dan turun temurun.
  • 6.
    Lanjutan. . . 3. Subcultural Explanation Yaitu kemiskinan dapat disebabkan oleh kultur, kebiasaan, adat-istiadat, atau akibat karakteristik perilaku lingkungan. Misalnya, kebiasaan yang bekerja adalah kaum perempuan, kebiasaan yang enggan untuk bekerja keras dan menerima apa adanya, keyakinan bahwa mengabdi kepada para raja atau orang terhormat meski tidak diberi bayaran dan berakibat pada kemiskinan. Terkadang orang seperti ini justru tidak merasa miskin karena sudah terbiasa dan memang kulturnya yang membuat demikian. 4. Stuctural Explanation Yaitu kemiskinan timbul akibat dari ketidakseimbangan, perbedaan status yang dibuat oleh adat istiadat, kebijakan, dan aturan lain menimbulkan perbedaan hak untuk bekerja, sekolah dan lainnya hingga menimbulkan kemiskinan di antara mereka yang statusnya rendah dan haknya terbatas.
  • 7.
    Faktor – FaktorLain 1. Rendahnya kualitas angkatan kerja, 2. Akses yang sulit dan terbatas terhadap kepemilikan modal, 3. Rendahnya tingkat penguasaan teknologi, 4. Penggunaan sumberdaya yang tidak efisien, 5. Pertumbuhan penduduk yang tinggi.
  • 8.
    Dampak Kemiskinan Dampakyang terjadi di masyarakat pada umumnya Antara lain : 1. Penganguran Dengan banyaknya pengangguran berarti banyak masyarakat tidak memiliki penghasilan karena tidak bekerja. Karena tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka 2. Kekerasan Ketika tak ada lagi jaminan bagi seseorang dapat bertahan dan menjaga keberlangsungan hidupnya maka jalan pintas pun dilakukan. Misalnya, merampok, menodong, mencuri, atau menipu
  • 9.
    Lanjutan. . . 3. Pendidikan Tingkat putus sekolah yang tinggi akibat mahalnya biaya pendidikan membuat masyarakat miskin tidak dapat lagi menjangkau dunia sekolah atau pendidikan. 4. Kesehatan Masyarakat miskin umumnya rentan terhadap penyakit dikarenakan mereka tinggal dilingkungan yang kumuh, MCK di sungai, dll. Di samping itu biaya rumah sakit yang mahal sehingga tak terjangkau oleh kalangan miskin. 5. Konflik SARA Tanpa bersikap munafik konflik SARA muncul akibat ketidakpuasan dan kekecewaan atas kondisi miskin yang akut. Hal ini menjadi bukti lain dari kemiskinan yang kita alami.
  • 10.
    Upaya Yang PerluDilakukan Pemerintah Untuk Mengatasi Kemiskinan 1. Menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran. 2. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. 3. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin.
  • 11.
    Lanjutan. . . 4. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain : • Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar/menengah/perguruan tinggi. • Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara cuma-cuma di kelas III rumah sakit. 5. Menghapuskan korupsi. Sebab korupsi adalah salah satu penyebab layanan masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal inilah yang kemudian menjadikan masyarakat tidak bisa menikmati hak mereka sebagai warga negara sebagaimana mestinya.
  • 12.
    Apa Indonesia TermasukNegara Miskin?? Indonesia sekarang ini tercatat menempati urutan ke – 68 negara termiskin di dunia. Itu membuktikan bahwa Indonesia harus lebih meningkatkan kualitas masyarakatnya. Bila di bandingkan dengan negara tetangga seperti malaysia dan singapura, Indonesia cukup tertinggal jauh. Tapi dalam beberapa tahun terakhir Indonesia telah cukup berkembang dalam perekonomian dan angka kemiskinan dapat menurun..