Teori
Probabilitas
Kelompok 8
1. Ngafifatul Waro (2010104064)
2. Cornellius Nathanael H (2010104067)
3. Rosyta Pratiwi (2010104113)
4. Shella Bunga Slamet L (2010104119)
5. Eka Setya Ningrum (2010104148)
Pengertian
Probabilitas merupakan besarnya kesempatan
(kemungkinan) suatu peristiwa akan terjadi.
Besarnya kesempatan dari suatu peristiwa akan
terjadi antara 0 sampai dengan 1. jika suatu
peristiwa memiliki kesempatan akan terjadi
adalah 0, berarti peristiwa tersebut pasti tidak
akan terjadi. Namun jika suatu peristiwa memiliki
kesempatan akan terjadi adalah 1.
Pendekatan Menentukan
Probabilitas
Probabilitas suatu peristiwa dapat ditentukan dengan menggunakan 3
pendekatan, yaitu pendekatan klasik, pendekatan frekuensi relatif, dan
pendekatan subyektif. Menghitung probabilitas suatu peristiwa
menggunakan pendekatan klasik dilakukan dengan menggunakan formula
sebagai berikut : P(A) =
A : Peristiwa
a : Banyaknya peristiwa sukses
b : Banyaknya peristiwa bukan sukses
Pendekatan Frekuensi
relatif
P(A) =
A : Peristiwa
a : Banyaknya peristiwa
sukses
b : Banyaknya peristiwa
bukan sukses
Pendekatan Klasik
Pendekatan Menentukan Probabilitas
P (E) = lim a
Pendekatan Subyektif
Didasarkan pada
selera dan
keyakinan individu.
Probabilitas suatu peristiwa dapat ditentukan dengan menggunakan 3 pendekatan,
yaitu pendekatan klasik, pendekatan frekuensi relatif, dan pendekatan subyektif.
Aturan Penjumlahan dan Pengurangan
Dalam menentukan probabilitas
menggunakan aturan matematis
penjumlahan dan pengurangan, perlu
diketahui sifat dua atau lebih peristiwa. Sifat
dua atau lebih peristiwa tersebut adalah
saling meniadakan dan tidak saling
meniadakan.
Probabilitas gabungan antara dua peristiwa,
misalnya peristiwa A dan B, yang saling
meniagakan dapat ditentukan dengan
formula :
P(AᴗB) = P(A) + P(B)
P(AᴗB) : Probabilitas terjadinya peristiwa A
atau B
P (A) : Probabilitas Peristiwa A
P (B) : Probabilitas Peristiwa B
Contoh 1:
Percobaan dilakukan dengan melemparkan ke
udara sebuah koin yang memiliki 2 sisi, yaitu sisi
gambar dan sisi angka. Tentukan probabilitas
muncul sisi angka dari satu kali pelemparan!
Jawab:
Misalnya muncul sisi gambar diberi simbol G dan
muncul sisi angka diberi simbol A. pada setiap
percobaan (pelemparan) probabilitas muncul sisi
gambar: P(G) = 0,5 dan probabilitas muncul sisi
angka: P(A) = 0,5. jadi probabilitas muncul sisi
gambar atau sisi angka adalah:
P(GᴗA) = P(G) + P(A)
= 0,5 + 0,5 = 1
P(GᴗA) = 1 dapat diarikan bahwa peristiwa tersebut
pasti terjadi. Pada setiap pelemparan koin yang
memiliki 2 sisi, yaitu sisi gambar dan sisi angka,
pasti akan menghasilkan peristiwa (muncul) sisi
gambar atau peristiwa (muncul) sisi angka.
Contoh 2
Suatu perusahaan melakukan survei mengenai
pendapat konsumen terhadap produk yang
dihasilkan. Data berikut ini menunjukkan
pendapat responden 200 konsumen terhadap
produk tersebut.
Jawab:
Aturan perkalian dan
pembagian
Sifat dua atau lebih peristiwa dari suatu
percobaan dapat independen dan dapat
pula dependen. Dua atau lebih peristiwa
dikatakan bersifat independen jika
terjadinya suatu peristiwa tidak
mempengaruhi terjadinya peristiwa yang
lain. Sebaliknya, dua atau lebih peristiwa
dikatakan bersifat dependen jika
terjadinya suatu peristiwa akan
mempengaruhi terjadinya peristiwa yang
lain.
Independen & Dependen
Probabilitas 2 peristiwa, misalya A dan B, yang
independen satu sama lain dapat ditentukan
dengan Formula:
P(A∩B) = P(A) . P(B)
P(A∩B) : Probabilitas A dan B
Sedangkan probabilitas 3 peristiwa, misalnya A, B,
dan C yang independen satu sama lain dapat
ditentukan dengan Formula:
P(A∩B ∩C) = P(A) . P(B) . P (C)
P(A∩B ∩C) : Probabilitas A dan B dan C
Peristiwa Dependen. Probabilitas 2 peristiwa,
misalya A dan B, yang dependen dapat ditentukan
dengan Formula:
P(A∩B) = P(A) . P(B/A)
P(A∩B) : Probabilitas A dan B
P(A) : Probabilitas A
P(B/A) : Probabilitas B dengan syarat
sebelumnya terjadi A
Sedangkan probabilitas 3 peristiwa, misalnya A, B,
dan C yang dependen satu sama lain dapat
ditentukan dengan Formula:
P(A∩B ∩C) = P(A) . P(B/A) . P (C/A∩B)
P(A∩B ∩C) : Probabilitas A dan B dan C
P(A) : Probabilitas A
P(B/A) : Probabilitas B dengan syarat
sebelumnya terjadi A
P(C/A∩B) : Probabilitas B dengan syarat
sebelumnya terjadi A dan B
Contoh
1. Apabila diketahui probabilitas naik kelas si A
adalah 0,65 dan probabilitas naik kelas si B
adalah 0,25. Berapakah probabilitas si A dan si
B naik kelas?
1. P(A∩B) = P(A) . P(B)
= 0,65 x 0.25
= 0,16
2. Dari 100 mahasiswa mengenai matakuliah
yang paling digemari, didapat jawaban sbb :
– 40 mahasiswa gemar akuntansi
– 30 gemar statistk
– 30 tidak gemar keduanya
Jika kita mengambil 2 orang mahasiswa
berurutan secara acak (setelah dipilih tidak
dikembalikan lagi). Berapakah probabilitas
dalam pengambilan itu akan terdapat
seseorang mahasiswa yang senang akuntansi
dan seorang lagi senang statistik.
2.
I. P (Akun, statistik) = 40/100 x 30/99
= 0,4 x 0,30 =
0,12
II. P (statistik, akun) = 30/100 x 40/99
= 0,3 x 0,40 =
0,12
Jadi probabilitas mahasiswa yang senang
akuntansi dan seorang lagi senang statistik
adalah 0,12 + 0,12 = 0,24
Probabilitas Bersyarat
(Conditional Probability)
Probabilitas bersyarat menunjukan
besarnya kesempatan suatu peristiwa
akan
terjadi yang didahului oleh peristiwa lain
yang dependen terhadap peristiwa
tersebut.
Probabilitas bersyarat adalah probabilitas
terjadinya peristiwa kedua akan terjadi
apabila peristiwa pertama terjadi
Probabilitas Gabungan
(Joint Probability)
.
Probabilitas Marjinal
(Marginal Probability)
Teorema
Bayes
Suatu prosedur untuk merevisi probabilitas
berdasarkan informasi yang baru untuk
menentukan probabilitas sebagai akibat dari
suatu pengaruh tertentu.

kel8 stabis.pptx

  • 1.
    Teori Probabilitas Kelompok 8 1. NgafifatulWaro (2010104064) 2. Cornellius Nathanael H (2010104067) 3. Rosyta Pratiwi (2010104113) 4. Shella Bunga Slamet L (2010104119) 5. Eka Setya Ningrum (2010104148)
  • 2.
    Pengertian Probabilitas merupakan besarnyakesempatan (kemungkinan) suatu peristiwa akan terjadi. Besarnya kesempatan dari suatu peristiwa akan terjadi antara 0 sampai dengan 1. jika suatu peristiwa memiliki kesempatan akan terjadi adalah 0, berarti peristiwa tersebut pasti tidak akan terjadi. Namun jika suatu peristiwa memiliki kesempatan akan terjadi adalah 1.
  • 3.
    Pendekatan Menentukan Probabilitas Probabilitas suatuperistiwa dapat ditentukan dengan menggunakan 3 pendekatan, yaitu pendekatan klasik, pendekatan frekuensi relatif, dan pendekatan subyektif. Menghitung probabilitas suatu peristiwa menggunakan pendekatan klasik dilakukan dengan menggunakan formula sebagai berikut : P(A) = A : Peristiwa a : Banyaknya peristiwa sukses b : Banyaknya peristiwa bukan sukses
  • 4.
    Pendekatan Frekuensi relatif P(A) = A: Peristiwa a : Banyaknya peristiwa sukses b : Banyaknya peristiwa bukan sukses Pendekatan Klasik Pendekatan Menentukan Probabilitas P (E) = lim a Pendekatan Subyektif Didasarkan pada selera dan keyakinan individu. Probabilitas suatu peristiwa dapat ditentukan dengan menggunakan 3 pendekatan, yaitu pendekatan klasik, pendekatan frekuensi relatif, dan pendekatan subyektif.
  • 5.
    Aturan Penjumlahan danPengurangan Dalam menentukan probabilitas menggunakan aturan matematis penjumlahan dan pengurangan, perlu diketahui sifat dua atau lebih peristiwa. Sifat dua atau lebih peristiwa tersebut adalah saling meniadakan dan tidak saling meniadakan. Probabilitas gabungan antara dua peristiwa, misalnya peristiwa A dan B, yang saling meniagakan dapat ditentukan dengan formula : P(AᴗB) = P(A) + P(B) P(AᴗB) : Probabilitas terjadinya peristiwa A atau B P (A) : Probabilitas Peristiwa A P (B) : Probabilitas Peristiwa B Contoh 1: Percobaan dilakukan dengan melemparkan ke udara sebuah koin yang memiliki 2 sisi, yaitu sisi gambar dan sisi angka. Tentukan probabilitas muncul sisi angka dari satu kali pelemparan! Jawab: Misalnya muncul sisi gambar diberi simbol G dan muncul sisi angka diberi simbol A. pada setiap percobaan (pelemparan) probabilitas muncul sisi gambar: P(G) = 0,5 dan probabilitas muncul sisi angka: P(A) = 0,5. jadi probabilitas muncul sisi gambar atau sisi angka adalah: P(GᴗA) = P(G) + P(A) = 0,5 + 0,5 = 1 P(GᴗA) = 1 dapat diarikan bahwa peristiwa tersebut pasti terjadi. Pada setiap pelemparan koin yang memiliki 2 sisi, yaitu sisi gambar dan sisi angka, pasti akan menghasilkan peristiwa (muncul) sisi gambar atau peristiwa (muncul) sisi angka.
  • 6.
    Contoh 2 Suatu perusahaanmelakukan survei mengenai pendapat konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Data berikut ini menunjukkan pendapat responden 200 konsumen terhadap produk tersebut. Jawab:
  • 7.
    Aturan perkalian dan pembagian Sifatdua atau lebih peristiwa dari suatu percobaan dapat independen dan dapat pula dependen. Dua atau lebih peristiwa dikatakan bersifat independen jika terjadinya suatu peristiwa tidak mempengaruhi terjadinya peristiwa yang lain. Sebaliknya, dua atau lebih peristiwa dikatakan bersifat dependen jika terjadinya suatu peristiwa akan mempengaruhi terjadinya peristiwa yang lain.
  • 8.
    Independen & Dependen Probabilitas2 peristiwa, misalya A dan B, yang independen satu sama lain dapat ditentukan dengan Formula: P(A∩B) = P(A) . P(B) P(A∩B) : Probabilitas A dan B Sedangkan probabilitas 3 peristiwa, misalnya A, B, dan C yang independen satu sama lain dapat ditentukan dengan Formula: P(A∩B ∩C) = P(A) . P(B) . P (C) P(A∩B ∩C) : Probabilitas A dan B dan C Peristiwa Dependen. Probabilitas 2 peristiwa, misalya A dan B, yang dependen dapat ditentukan dengan Formula: P(A∩B) = P(A) . P(B/A) P(A∩B) : Probabilitas A dan B P(A) : Probabilitas A P(B/A) : Probabilitas B dengan syarat sebelumnya terjadi A Sedangkan probabilitas 3 peristiwa, misalnya A, B, dan C yang dependen satu sama lain dapat ditentukan dengan Formula: P(A∩B ∩C) = P(A) . P(B/A) . P (C/A∩B) P(A∩B ∩C) : Probabilitas A dan B dan C P(A) : Probabilitas A P(B/A) : Probabilitas B dengan syarat sebelumnya terjadi A P(C/A∩B) : Probabilitas B dengan syarat sebelumnya terjadi A dan B
  • 9.
    Contoh 1. Apabila diketahuiprobabilitas naik kelas si A adalah 0,65 dan probabilitas naik kelas si B adalah 0,25. Berapakah probabilitas si A dan si B naik kelas? 1. P(A∩B) = P(A) . P(B) = 0,65 x 0.25 = 0,16 2. Dari 100 mahasiswa mengenai matakuliah yang paling digemari, didapat jawaban sbb : – 40 mahasiswa gemar akuntansi – 30 gemar statistk – 30 tidak gemar keduanya Jika kita mengambil 2 orang mahasiswa berurutan secara acak (setelah dipilih tidak dikembalikan lagi). Berapakah probabilitas dalam pengambilan itu akan terdapat seseorang mahasiswa yang senang akuntansi dan seorang lagi senang statistik. 2. I. P (Akun, statistik) = 40/100 x 30/99 = 0,4 x 0,30 = 0,12 II. P (statistik, akun) = 30/100 x 40/99 = 0,3 x 0,40 = 0,12 Jadi probabilitas mahasiswa yang senang akuntansi dan seorang lagi senang statistik adalah 0,12 + 0,12 = 0,24
  • 10.
    Probabilitas Bersyarat (Conditional Probability) Probabilitasbersyarat menunjukan besarnya kesempatan suatu peristiwa akan terjadi yang didahului oleh peristiwa lain yang dependen terhadap peristiwa tersebut. Probabilitas bersyarat adalah probabilitas terjadinya peristiwa kedua akan terjadi apabila peristiwa pertama terjadi
  • 11.
  • 12.
  • 13.
    Teorema Bayes Suatu prosedur untukmerevisi probabilitas berdasarkan informasi yang baru untuk menentukan probabilitas sebagai akibat dari suatu pengaruh tertentu.