POWER ELECTRONICS
CIRCUITS, DEVICES, AND APPLICATIONS
Suparman
David Suban Koten
Rona Rinarwan Diny
Sutoko
Department of Electrical Engineering,
University of Brawijaya
Malang
Chapter 1 Introduction.
Oleh Suparman, David SK, Sutoko, Rona RD
Chapter.1 Introductions
 Definisi :
 Elektronika daya merupakan studi tentang
rangkaian elektronika yang ditujukan untuk
mengendalikan aliran energi listrik
 Disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan
teknologi elektronika dalam konversi energi
(daya) elektrik.
Hubungan Dengan Berbagai Ilmu
Makna Elektronika dalam masyarakat
 listrik digunakan hampir di setiap manusia dan masyarakat modern
 Listrik adalah sebagai sumber energi yang digunakan dalam
masyarakat modern
 Tujuan dari elektronika daya yang tepat tentang bagaimana
menggunakan tenaga listrik, dan bagaimana menggunakannya secara
efektif dan efisien, dan bagaimana meningkatkan kualitas dan
pemanfaatan tenaga listrik secara baik
 Elektronika daya dan elektronik informasi adalah teknologi modern
dalam masyarakat : elektronik informasi adalah otak, dan elektronika
daya adalah otot.
Chapter.1 Introductions
Tujuan Konversi :
Mengapa energi elektrik perlu dikonversikan?
 Hampir semua peralatan listrik bekerja kurang
efisien atau tidak bisa bekerja pada sumber
energi (daya) elektrik yang tersedia.
 Banyak pembangkit energi (daya) elektrik
nonkonvensional mempunyai bentuk yang
tidak kompatibel dengan sumber energi (daya)
elektrik lainnya.
Sejarah Elektronika Daya
 Logam tangki rectifier, jaringan dikontrol
penyearah tabung
vakum, ignitron, phanatron, thyratron
(diterapkan untuk kontrol daya hingga 1950).
 SCR (Silicon Controlled Rectifier)
 Thyristor pertama dikembangkan oleh
laboratorium Bell pada tahun 1956.
 Pertama SCR di komersial adalah yang
dikembangkan oleh "General Electric Co"
pada tahun 1958.
Sejarah Elektronika Daya
 Sampai tahun 1970, thyristor konvensional
telah eksklusif digunakan untuk kontrol
daya.
 Sejak tahun 1970, berbagai jenis perangkat
semikonduktor daya dikembangkan dan
menjadi komersial.
Sejarah Elektronika Daya
Perangkat diatas dapat dibagi secara luas
menjadi tiga jenis: (1) dioda daya, (2)
thyristor, (3) transistor daya.
Sejarah Elektronika Daya
Pengendalian Karakteristik Daya
Karakteristik & Simbol Komponen Daya
Aplikasi Elektronika Daya
Aplikasi Elektronika Daya
Commercial Applications
• Air conditioners
• Central refrigeration.
• UPS
• Elevators
• Emergency lamps
• Heating systems
Domestic Applications
• Cooking equipments.
• Lighting & heating ckts.
• Air conditioners.
• Refrigerators.
• Freezers.
• Personal Computers.
Aplikasi Elektronika Daya
Telecommunications
• Battery chargers.
• DC power supply & UPS
• Mobile cell phone
battery chargers.
Transportation
• Traction control of
electric vehicles.
• Battery chargers for
electric vehicles.
• Electric locomotives.
• Street cars & trolley
buses.
Aplikasi Elektronika Daya
Utility Systems
• High voltage DC transmissions (HVDC).
• Static VAR compensation.
• Fuel cells.
• Energy storage systems
• Boiler feed water systems.
Tipe Rangkaian Elektronika Daya
 Penyearah Dioda (uncontrolled)
 Konverter ac – dc (controlled)
 Konverter ac – ac (pengendali tegangan ac)
 Konverter dc – dc (dc chopper)
 Konverter dc – ac (inverter)
 Saklar/switch statis
Desain Perangkat Lunak
 PSIM v.9
 SimPowerSystems Blockset  Matlab
 ATPdraw  alternative transient program
 PSPICE
 LabView
Referensi :
Text Books
 Power Electronics – by M. D. Singh & K. B.
Kanchandhani, Tata Mc Graw – Hill Publishing
company, 1998.
 Power Electronics : Circuits, Devices and
Applications – by M. H. Rashid, Prentice Hall of
India, 3nd edition
Referensi :
 Power Electronics – by Vedam
Subramanyam, New Age International (P)
Limited, Publishers
 Power Electronics - by V.R.Murthy , 1st
edition -2005, OXFORD University Press
 Power Electronics-by P.C.Sen,Tata Mc
Graw-Hill Publishing
Chapter 2 Power Semiconductor
Diodes and Circuits
Oleh Suparman, David SK, Sutoko, Rona RD
Dioda Semikonduktor
Resistor merupakan sebuah piranti linear karena grafik
arus terhadap tegangan merupakan garis lurus.
Berbeda dengan dioda.
Dioda merupakan piranti non-linear karena grafik arus
terhadap tegangan bukan berupa garis lurus. Alasannya
adalah karena adanya potensial penghalang (potensial
barrier). Resistansinya konstan.
Saat tegangan dioda lebih kecil dari tegangan
penghambat tersebut, maka arus dioda akan kecil.
Ketika tegangan dioda melebihi potensial
penghalang,arus dioda akan naik secara cepat.
Tahanan Dioda
Menentukan tahanan dioda, diperlihatkan pada
gambar di atas. Pada titik P, tegangan Vp dan arus
Ip. Tahanan statis didefinisikan sebagai :
Bila tegangan berubah-ubah di aas dan di bawah
suatu harga tetap (Vp), didefinisikan apa yang
disebut tahanan dinamis yakni:
Tahanan Dioda
Karakteristik V-A Dioda
Karakteristik V-A Dioda
 Kurva Dioda Gambar di atas
merupakan kurva karakteristik dioda
pada pra tegangan maju (forward)
dan pra tegangan balik (reverse).
 Dari gambar karakteristik tersebut
dapat dianalisa bahwa sebuah dioda
akan mengalirkan arus setelah
tegangan luar mengatasi potensial
barrier, maka arus maju akan menjadi
besar.
 Pada kurva dengan karakteristik balik
saat tegangan yang diberikan sama
dengan nol, maka tidak ada arus yang
mengalir jika tegangan dinaikkan
maka arus akan sangat kecil
Karakteristik V-A Dioda
 Saat arus maju terlalu besar maka dioda akan rusak
karena disipasi daya terlalu besar.
 Jika pada arah balik tegangan yang terlalu tinggi akan
menimbulkan kedadalan (breakdown) listrik pada
dioda.
Karakteristik V-A Dioda
 Pada tegangan reverse yang besar, arus
reverse mengalir besar sekali dan sat itu
disebut tegangan break down.
 Besar arus dioda:
Dimana,
I = arus melalui dioda
I₀ = arus bocor saturasi
e = muatan elektron (1,602. C)
V = tegangan anoda ke katoda
K = konstanta Boltzman (1,38. J/K)
T = suhu (Kelvin)
 Pada suhu kamar : T=293 K dan qV/KT= 40
maka persamaan menjadi
 Jadi, Nampak dari persamaan bahwa arus
dipengaruhi oleh tegangan dan
temperature.
Kurva Karakteristik Dioda
 Kita dapat menyelidiki karakteristik
statik dioda, dengan cara memasang
dioda seri dengan sebuah catu daya dc
dan sebuah resistor.
 Kurva karakteristik statik dioda
merupakan fungsi arus ID, arus yang
melalui dioda, terhadap tegangan
VD, beda tegangan antara titik a dan b.
Garis Beban melewati titik i = 0.
Titik potong v adalah v =vi dan v = 0.
Titik potong adalah i =vi /RL
Kurva Karakteristik Dioda
 Gambar Kurva Karakteristik Dinamis: Hubungan arus terhadap
tegangan masukan vi bervariasi disebut karakteristik dinamis.
 Lereng garis beban adalah tetap karena resistans beban RL tetap
Kurva Karakteristik Dioda
Gambar Karakteristik Transfer
 Kurva yang menunjukkan hubungan
antara tegangan keluaran vo dengan
tegangan masukan vi untuk rangkaian
apapun, dinamakan karakteristik
transfer atau karakteristik transmisi.
 Karena untuk rangkaian dioda di atas
vo= iRL, maka kurva transfer-nya sama
dengan karakteristik dinamis.
Macam-macam Dioda
 Dioda Umum
 Yang dimaksud dioda umum adalah dioda yang
dipergunakan dalam rangkaian rangkaian sederhana
dan biasanya berfungsi sebagai perata atau
pembatas arus listrik.
 Dioda umum ini dalam operasinya dapat bekerja
bila diberi arus bolak balikatau searah
Arus listrik yang melewati dioda sebagian akan
dilewatkan baik tegangan positifnya maupun
tegangan negatifnya tergantung cara
pemasangannya.
Macam-macam Dioda
 Yang termasuk dioda umum
- Dioda Silikon
- Dioda Germanium
- Dioda Rectifier
- Dioda Selenium
- Dioda Kuprok
 Dioda khusus
Dioda jenis khusus bekerja bukan
hanya sebagai perata/pembatas
arus namun pemakaiannya sangat
bervariasi, beberapa aplikasinya
adalah sensor, stabilizer, penyearah
terkendali dan lain sebagainya.
 Yang termasuk dioda khusus
- Dioda Zener
- Dioda DIAC
- Dioda TRIAC
- Dioda Kapasitansi
- Dioda LED
- Dioda Thyristor/SCR
-Dioda Photosel/Photo Dioda
Jenis Jenis Dioda
Ada beberapa jenis dari dioda pertemuan yang hanya
menekankan perbedaan pada aspek fisik baik ukuran
geometrik, tingkat pengotoran, jenis elektroda ataupun
jenis pertemuan, atau benar-benar peranti berbeda
seperti dioda Gunn, dioda laser dan dioda mosfet.
 Diode Biasa
 Dioda Bandangan
 Dioda Chat’s Whisker
 Dioda Arus Tetap
 Dioda Terobosan/Esaki
 Dioda Gunn
Rangkaian Dioda
Penyearah Tegangan
Sebagai penyearah tegangan, dioda digunakan untuk mengubah
tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah(DC).
Penyearah tegangan ini ada 2 macam, yaitu :
 Penyearah setengah gelombang (half-wave rectifier).
 Penyearah gelombang penuh (full-wave rectifier)
Rangkaian Dioda
 Penyearah setengah gelombang (half-wave rectifier).
 Saat digunakan sebagai penyearah setengah
gelombang, dioda menyearahkan tegangan AC yang
berbentuk gelombang sinus menjadi tegangan DC
hanya selama siklus positif tegangan AC saja.
 Sedangkan pada saat siklus negatifnya, dioda
mengalami panjaran balik (reverse bias) sehingga
tegangan beban (output) menjadi nol.
Rangkaian Dioda
 Pada gambar diatas, anggaplah Vin sebagai tegangan input rangkaian setelah
diturunkan oleh transformator yang mempunyai nilai sebesar 20Vpp atau
7,071VRMS. Setelah disearahkan menggunakan dioda maka akan di dapat nilai
tegangan DC atau nilai rata-ratanya.
 Nilai tegangan yang ditunjukkan pada multimeter adalah nilai komponen AC
(VAC) atau DC (VDC) saja.
 Sementara, untuk mengetahui tegangan puncak ke puncak (Vpp) diperlukan
pengukuran menggunakan osiloskop atau bisa juga dengan perhitungan
setelah VAC sudah diketahui.
 Catatan : VAC = VRMS = VEFEKTIF .
Rangkaian Dioda
Rangkaian penyearah setengah gelombang ini memiliki
kelemahan pada kualitas arus DC yang dihasilkan.
Arus DC rata-rata yang dihasilkan dari rangkaian ini hanya
0,318 dari arus maksimum-nya, jika dituliskan dalam
persamaan matematika adalah sebagai berikut;
IAV = 0,318 ∙ IMAX
Oleh sebab itu rangkaian penyearah setengah gelombang
lebih sering digunakan sebagai rangkaian yang berfungsi
untuk menurunkan daya pada suatu rangkaian elektronika
sederhana dan digunakan juga sebagai demodulator pada
radio penerima AM.
Rangkaian Dioda
 Penyearah gelombang penuh (full-wave rectifier).
 Saat digunakan sebagai penyearah gelombang
penuh, dioda secara bergantian menyearahkan
tegangan AC pada saat siklus positif dan negatif.
 Penyearah gelombang penuh ada 2 macam dan
penggunaannya disesuaikan dengan transformator
yang dipakai.
 Untuk transformator biasa digunakan jembatan dioda
(dioda bridge) sementara untuk transformator CT
digunakan 2 dioda saja sebagai penyearahnya.
Rangkaian Dioda
 Penyearah gelombang penuh dengan jembatan dioda
(dioda bridge)
 Pada dioda bridge, hanya ada 2 dioda saja yang
menghantarkan arus untuk setiap siklus tegangan AC
sedangkan 2 dioda lainnya bersifat sebagai isolator
pada saat siklus yang sama.
Rangkaian Dioda
Saat siklus positif tegangan AC, arus mengalir melalui dioda B
menuju beban dan kembali melalui dioda C. Pada saat yang
bersamaan pula, dioda A dan D mengalami reverse bias sehingga
tidak ada arus yg mengalir atau kedua dioda tersebut bersifat
sebagai isolator.
Sedangkan pada saat siklus negatif tegangan AC, arus mengalir
melalui dioda D menuju beban dan kembali melalui dioda A.
Karena dioda B dan C mengalami reverse bias maka arus tidak
dapat mengalir pada kedua dioda ini.
Sinyal Gelombang Penyearah
Grafik sinyal dari penyearah gelombang penuh dengan
jembatan dioda (dioda bridge) ditunjukkan seperti pada
gambar berikut
Jembatan dioda (dioda bridge) tersedia dalam bentuk 1
komponen saja atau pun bisa dibuat dengan menggunakan
4 dioda yang sama karakteristiknya. Yang harus diperhatikan
adalah besar arus yang dilewatkan oleh dioda harus lebih
besar dari besar arus yang dilewatkan pada rangkaian.
Rangkaian Dioda
 Penyearah gelombang penuh menggunakan 2 dioda.
Seperti telah disebutkan diatas, penyearah gelombang penuh
menggunakan 2 dioda ini hanya bisa digunakan pada
transformator CT, dimana tegangan sekunder yang dihasilkan
oleh trafo CT ini adalah : dimana V1=teg primer dan V2=teg
sekunder, Cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini
dapat dijelaskan seperti berikut.
 Pada gambar mengenai trafo diketahui bahwa pada bagian sekunder
trafo CT terdapat 2 sinyal output yang terjadi secara
bersamaan, mempunyai amplitudo yang sama namun berlawanan
fasa.
 Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus positif, pada titik
AO akan terjadi siklus positif sementara pada titik OB akan terjadi
siklus negatif.
 Akibatnya D1 akan mengalami panjaran maju (forward bias)
sedangkan D2 mengalami panjaran balik (reverse bias) sehingga arus
akan mengalir melalui D1 menuju ke beban dan kembali ke titik
center tap.
Rangkaian Dioda
 Rangkaian penyearah gelombang merupakan rangkaian yang
berfungsi untuk merubah arus bolak-balik (Alternating Current / AC)
menjadi arus searah (Direct Current / DC).
 Komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyearah adalah
dioda, karena dioda memiliki sifat hanya memperbolehkan arus
listrik melewati-nya dalam satu arah saja.
Sinyal Gelombang Penyearah
Referensi :
Text Books
 Power Electronics – by M. D. Singh & K. B.
Kanchandhani, Tata Mc Graw – Hill Publishing
company, 1998.
 Power Electronics : Circuits, Devices and
Applications – by M. H. Rashid, Prentice Hall of
India, 3nd edition
Referensi :
 Power Electronics – by Vedam
Subramanyam, New Age International (P)
Limited, Publishers
 Power Electronics - by V.R.Murthy , 1st
edition -2005, OXFORD University Press
 Power Electronics-by P.C.Sen,Tata Mc
Graw-Hill Publishing
Chapter 3 Diode Rectifier
Oleh Suparman, David SK, Sutoko, Rona RD
Dioda Penyearah
Pendahuluan
Diode secara luas juga dipakai pada rangkaian elektronika daya
untuk menkonversi daya elektronik. Beberapa diode yang sering
digunakan dalam elektronika daya untuk pemprosesan daya
akan dibahas dalam bab ini. Diperkenalkan pula penggunaan
diode untuk konversi ac ke dc. Konverter ac-dc. Konverter ac-dc
secara umum dikenal dengan nama penyearah(rectiviers). Dan
diode penyearah menyediakan tegangan keluaran dc yang pasti.
Agar mudah, diode dianggap ideal. Ideal ini dalam arti waktu
reverse recovery (t_rr) dan drop tegangan maju (V_D ) diabaikan
atau t_rr=0 dan V_D=0
Penyearah Setengah Gelombang Satu Fasa
Selama tegangan masukan memiliki siklus setengah
positif, diode D_1 berkonduksi dan tegangan masukan
muncul melalui beban. Selama tegangan masukan
memiliki siklus setengah negative, diode pada siklus
tertahan (bloking condition) dan tegangan keluaran nol.
Tiap bagian trafo dengan diode yang berhubungan
berfungsi sebagai penyearah setengah gelombang.
karena tidak ada arus dc yang mengalir melalui trafo
maka tidak ada masalah saturasi dc pada inti trafo.
Tegangan keluaran rata-rata adalah
Penyearah Setengah Gelombang Penuh Satu Fasa
selama tegangan masukan mengalami siklus setengah positif, daya
disuplay ke diode melalui D_3 dan D_4 yang konduksi. Bentuk
gelombang untuk tegangan keluaran yang serupa dengan dua dioda
.tegangan balik puncak diode hanya V_m. Rangkaian ini dikenal
dengan jembatan penyearah (bridge rectifier), dan sangat sering
digunakan pada aplikasi industry.
Penyearah Setengah Gelombang Penuh Satu Fasa
Penyearah Setengah Gelombang Penuh Satu Fasa
Dengan Beban RL
Penyearah Setengah Gelombang Penuh Satu Fasa
Dengan Beban RL
Dengan sebuah beban resistife, arus beban memiliki
bentuk yang sama dengan tegangan keluaran. Pada
prakteknya hampir semua bebannya induktif dan arus
beban bergangtung pada nilai resistansi beban R dan
induktansi beban L. ditunjukan pada gambar (3.8a).
Tegangan baterai E ditabahkan untuk membentuk
persamaan yang umum. Bila tegangan masukan
adalah V_s=V_m sin ωt arus b eban i_L dapat
ditentukan melalui
Penyearah Setengah Gelombang Penuh Satu Fasa
Dengan Beban RL
Bila tegangan masukan adalah V_s=V_m sin ωt arus b eban
i_L dapat ditentukan melalui
Yang memiliki penyelesaian dalam bentuk
Dengan ipedansi beban Z=[R2 + (ωL)2]1/2 dan sudut
ipedansi beban θ =tan-1(ωL/R)
Jembatan Penyearah 3 Fasa
Tegangan line ke line adalah √2 kali tegangan fasa sumber
tiga fasa yang terhubung bintang. Jika Vm adalah sinyal
maksimum tegangan fasa, maka tegangan fasa
instantaneous dapat dinyatakan
Bentuk gelombang
Bentuk gelombang dan waktu konduksi diode
Bentuk tegangan keluaran rata-rata ditentukan dari
Referensi :
Text Books
 Power Electronics – by M. D. Singh & K. B.
Kanchandhani, Tata Mc Graw – Hill Publishing
company, 1998.
 Power Electronics : Circuits, Devices and
Applications – by M. H. Rashid, Prentice Hall of
India, 3nd edition
 Elektronika Daya Power Electronics :
Circuits, Devices and Applications – by M. H.
Rashid, Prentice Hall of India, 2nd edition
Referensi :
 Power Electronics – by Vedam
Subramanyam, New Age International (P)
Limited, Publishers
 Power Electronics - by V.R.Murthy , 1st
edition -2005, OXFORD University Press
 Power Electronics-by P.C.Sen,Tata Mc
Graw-Hill Publishing
Chapter 4 Power Transistor
Oleh Suparman, David SK, Sutoko, Rona RD
Transistor Daya
Transistor,digunakan sebagai elemen saklar, dioperasikan dalam
wilayah saturasi, dan menghasilkan kondisi-on dan tegangan yang
rendah. Kecepatan pensaklaran modern lebih tinggi dari thyristor dan
transistor tersebut sering dipakai dalam converter dc-dc dan dc-
ac, dengan diode terhubung parallel terbalik untuk menghasilkan aliran
arus dua arah (Bidiretional), meskipun begitu, tingkat tegangan dan
arusnya lebi rendah daripada thyristor dan transistor secara normal
digunakan dalam aplikasi daya rendah sampai menegah. Transitor daya
dapat diklasifikasikan kedalam empat kategori yakni:
1) Bipolar Junction Transitor (BJT)
2) Metal-Oxide- semiconductor field Transistor (MOSFET)
3) Static Induction Ttansistor (SIT)
4) Insulated-Gate Bipolar Transistor (IGBT)
Transistor Daya
Gambar 4.1 Transistor Bipolar
Karakteristik Transistor Daya
Gambar 4.3 Karakteristik transistor NPN
Model Transistor Daya
Gambar 4.5 Model Transistpr NPN
Transistor Daya
Pada kondisi operasi sinyal besar dc. Persamaan yang berhubungan dengan arus :
Transistor Daya
Transistor Daya
Transistor Daya
Jika arus basis ditingkatkan diatas IBM, VBE meningkat dan arus
kolektor akan meningkat dan VCE akan jatuh dibawah VBE , hal ini akan
berlanjut sampai CBJ bias maju dengan VBc kira kira 0,4 sampai o,5V.
transistor kemudian akan saturasi. Saturasi transistor didevenisikan
sebagai titik diatas dimana setiap peningkatan arus basis tidak
meningkatkan arus kolektor dengan cukup berarti.
Dalam kondisi saturasi, arus kolektor konstaan. Jika tegangan saturasi
kolektor emitter adalah VCE(SAT) arus kolektor adalah :
Transistor Daya
Gambar 4.6 Transistor Switch
Transistor Daya
Gambar 4.8 Pensaklaran waktu Transistor bipolar
Transistor Daya
Gambar 4.8 Pengisian penyipanan pada
transistor bipolar tersaturasi
Gambar 4.8a menunjukan penyimpanan muatan lebih di basis dari transistor
saturasi.selama mati muatan lebih ini dipindah pertama dalam rentang waktu t_s
dan profil muatan diubah dari a menjadi c seperti ditunjukan pada gambar 8-9b.
selama waktu jatuh,profil muatan menurun dari profil c sampai semua muatan
dipindah. Waktu nyalah t_on merupakan jumlah dari waktu tundah t_d dan waktu
naik t_r :
Transistor Daya
Referensi :
Text Books
 Power Electronics – by M. D. Singh & K. B.
Kanchandhani, Tata Mc Graw – Hill Publishing
company, 1998.
 Power Electronics : Circuits, Devices and
Applications – by M. H. Rashid, Prentice Hall of
India, 3nd edition
Referensi :
 Power Electronics – by Vedam
Subramanyam, New Age International (P)
Limited, Publishers
 Power Electronics - by V.R.Murthy , 1st
edition -2005, OXFORD University Press
 Power Electronics-by P.C.Sen,Tata Mc
Graw-Hill Publishing
Chapter 7 Thyristor
Oleh Suparman, David SK, Sutoko, Rona RD
Thyristor merupakan salah satu tipe devais
semikonduktor daya yang paling penting dan telah
digunakan secara ekstensif pada rangkaian
elektronika daya. Thyristor biasanya digunakan
sebagai saklar/bistabil, beroperasi antara keadaan
non konduksi ke konduksi. Pada banyak
aplikasi, thyristor dapat diasumsikan sebagai
saklar ideal akan tetapi dalam prakteknya thyristor
memiliki batasan dan karakteristik tertentu.
Pendahuluan
Karakteristik Thyristor
Karakteristik Thyristor
Karakteristik Thyristor
Karakteristik Thyristor
Two-Transistor Model Thyristor
Karakteristik Thyristor
Thyristor Turn-On
Thyristor Turn-On
Thyristor yang berada dalam keadaan on dapat
dimatikan dengan mengurangi arus maju ke tingkat
dibawah arus holding IH. Ada beberapa variasi teknik
untuk membuat thyristor off,. Pada semua teknik
komutasi, arus anode dipertahankan dibawah arus
holding cukup lama, sehingga semua kelebihan
pembawa muatan pada keempat layer dapat
dikeluarkan.
Thyristor Turn-On
Thyristor Turn-Off
• Phase controlled thyristors (SCRs)
• Bidirectional Phase controlled thyristors (BCTs)
• Fast switching thyristor s (SCRs)
• Light-activated silicon- controlled rectifier (LASSCRs)
• Bidirectional triode thyristors (TRIACs)
• Reverse-conducting thyristors (RCTs)
• Gate-turn off thyristors (GTOs)
• FET- controlled thyristors (FET-CTHs)
• MOS turn off thyristors (MTOs)
• Emitter turn off (control) thyristors (ETOs)
• Integrated gate-commutated thyristors (IGCTs)
Tipe Thyristor
BCTs
Bidirectional Triode Thyristor
RCTs & GTOs
FET - CTHs
FET - CTHs
IGCTs
MCTs
SITHs
Karakteristik Thyristor Seri
Rangkaian Thyristor Seri
Waktu Pemulihan Thyristor
Rangkaian operasi Thyristor Paralel
di/dt Protection
di/dt Protection
Thyristor SPICE Model
GTO SPICE Model
GTO SPICE Model
SITH SPICE Model
Referensi :
Text Books
 Power Electronics – by M. D. Singh & K. B.
Kanchandhani, Tata Mc Graw – Hill Publishing
company, 1998.
 Power Electronics : Circuits, Devices and
Applications – by M. H. Rashid, Prentice Hall of
India, 3nd edition
Referensi :
 Power Electronics – by Vedam
Subramanyam, New Age International (P)
Limited, Publishers
 Power Electronics - by V.R.Murthy , 1st
edition -2005, OXFORD University Press
 Power Electronics-by P.C.Sen,Tata Mc
Graw-Hill Publishing

Presentasi chapter 1,2,3,4 & 7

  • 1.
    POWER ELECTRONICS CIRCUITS, DEVICES,AND APPLICATIONS Suparman David Suban Koten Rona Rinarwan Diny Sutoko Department of Electrical Engineering, University of Brawijaya Malang
  • 2.
    Chapter 1 Introduction. OlehSuparman, David SK, Sutoko, Rona RD
  • 3.
    Chapter.1 Introductions  Definisi:  Elektronika daya merupakan studi tentang rangkaian elektronika yang ditujukan untuk mengendalikan aliran energi listrik  Disiplin ilmu yang mempelajari penggunaan teknologi elektronika dalam konversi energi (daya) elektrik.
  • 4.
  • 5.
    Makna Elektronika dalammasyarakat  listrik digunakan hampir di setiap manusia dan masyarakat modern  Listrik adalah sebagai sumber energi yang digunakan dalam masyarakat modern  Tujuan dari elektronika daya yang tepat tentang bagaimana menggunakan tenaga listrik, dan bagaimana menggunakannya secara efektif dan efisien, dan bagaimana meningkatkan kualitas dan pemanfaatan tenaga listrik secara baik  Elektronika daya dan elektronik informasi adalah teknologi modern dalam masyarakat : elektronik informasi adalah otak, dan elektronika daya adalah otot.
  • 6.
  • 7.
    Tujuan Konversi : Mengapaenergi elektrik perlu dikonversikan?  Hampir semua peralatan listrik bekerja kurang efisien atau tidak bisa bekerja pada sumber energi (daya) elektrik yang tersedia.  Banyak pembangkit energi (daya) elektrik nonkonvensional mempunyai bentuk yang tidak kompatibel dengan sumber energi (daya) elektrik lainnya.
  • 8.
    Sejarah Elektronika Daya Logam tangki rectifier, jaringan dikontrol penyearah tabung vakum, ignitron, phanatron, thyratron (diterapkan untuk kontrol daya hingga 1950).  SCR (Silicon Controlled Rectifier)  Thyristor pertama dikembangkan oleh laboratorium Bell pada tahun 1956.  Pertama SCR di komersial adalah yang dikembangkan oleh "General Electric Co" pada tahun 1958.
  • 9.
    Sejarah Elektronika Daya Sampai tahun 1970, thyristor konvensional telah eksklusif digunakan untuk kontrol daya.  Sejak tahun 1970, berbagai jenis perangkat semikonduktor daya dikembangkan dan menjadi komersial.
  • 10.
    Sejarah Elektronika Daya Perangkatdiatas dapat dibagi secara luas menjadi tiga jenis: (1) dioda daya, (2) thyristor, (3) transistor daya.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    Aplikasi Elektronika Daya CommercialApplications • Air conditioners • Central refrigeration. • UPS • Elevators • Emergency lamps • Heating systems Domestic Applications • Cooking equipments. • Lighting & heating ckts. • Air conditioners. • Refrigerators. • Freezers. • Personal Computers.
  • 16.
    Aplikasi Elektronika Daya Telecommunications •Battery chargers. • DC power supply & UPS • Mobile cell phone battery chargers. Transportation • Traction control of electric vehicles. • Battery chargers for electric vehicles. • Electric locomotives. • Street cars & trolley buses.
  • 17.
    Aplikasi Elektronika Daya UtilitySystems • High voltage DC transmissions (HVDC). • Static VAR compensation. • Fuel cells. • Energy storage systems • Boiler feed water systems.
  • 18.
    Tipe Rangkaian ElektronikaDaya  Penyearah Dioda (uncontrolled)  Konverter ac – dc (controlled)  Konverter ac – ac (pengendali tegangan ac)  Konverter dc – dc (dc chopper)  Konverter dc – ac (inverter)  Saklar/switch statis
  • 19.
    Desain Perangkat Lunak PSIM v.9  SimPowerSystems Blockset  Matlab  ATPdraw  alternative transient program  PSPICE  LabView
  • 20.
    Referensi : Text Books Power Electronics – by M. D. Singh & K. B. Kanchandhani, Tata Mc Graw – Hill Publishing company, 1998.  Power Electronics : Circuits, Devices and Applications – by M. H. Rashid, Prentice Hall of India, 3nd edition
  • 21.
    Referensi :  PowerElectronics – by Vedam Subramanyam, New Age International (P) Limited, Publishers  Power Electronics - by V.R.Murthy , 1st edition -2005, OXFORD University Press  Power Electronics-by P.C.Sen,Tata Mc Graw-Hill Publishing
  • 22.
    Chapter 2 PowerSemiconductor Diodes and Circuits Oleh Suparman, David SK, Sutoko, Rona RD
  • 23.
    Dioda Semikonduktor Resistor merupakansebuah piranti linear karena grafik arus terhadap tegangan merupakan garis lurus. Berbeda dengan dioda. Dioda merupakan piranti non-linear karena grafik arus terhadap tegangan bukan berupa garis lurus. Alasannya adalah karena adanya potensial penghalang (potensial barrier). Resistansinya konstan. Saat tegangan dioda lebih kecil dari tegangan penghambat tersebut, maka arus dioda akan kecil. Ketika tegangan dioda melebihi potensial penghalang,arus dioda akan naik secara cepat.
  • 24.
    Tahanan Dioda Menentukan tahanandioda, diperlihatkan pada gambar di atas. Pada titik P, tegangan Vp dan arus Ip. Tahanan statis didefinisikan sebagai : Bila tegangan berubah-ubah di aas dan di bawah suatu harga tetap (Vp), didefinisikan apa yang disebut tahanan dinamis yakni:
  • 25.
  • 26.
  • 27.
    Karakteristik V-A Dioda Kurva Dioda Gambar di atas merupakan kurva karakteristik dioda pada pra tegangan maju (forward) dan pra tegangan balik (reverse).  Dari gambar karakteristik tersebut dapat dianalisa bahwa sebuah dioda akan mengalirkan arus setelah tegangan luar mengatasi potensial barrier, maka arus maju akan menjadi besar.  Pada kurva dengan karakteristik balik saat tegangan yang diberikan sama dengan nol, maka tidak ada arus yang mengalir jika tegangan dinaikkan maka arus akan sangat kecil
  • 28.
    Karakteristik V-A Dioda Saat arus maju terlalu besar maka dioda akan rusak karena disipasi daya terlalu besar.  Jika pada arah balik tegangan yang terlalu tinggi akan menimbulkan kedadalan (breakdown) listrik pada dioda.
  • 29.
    Karakteristik V-A Dioda Pada tegangan reverse yang besar, arus reverse mengalir besar sekali dan sat itu disebut tegangan break down.  Besar arus dioda: Dimana, I = arus melalui dioda I₀ = arus bocor saturasi e = muatan elektron (1,602. C) V = tegangan anoda ke katoda K = konstanta Boltzman (1,38. J/K) T = suhu (Kelvin)  Pada suhu kamar : T=293 K dan qV/KT= 40 maka persamaan menjadi  Jadi, Nampak dari persamaan bahwa arus dipengaruhi oleh tegangan dan temperature.
  • 30.
    Kurva Karakteristik Dioda Kita dapat menyelidiki karakteristik statik dioda, dengan cara memasang dioda seri dengan sebuah catu daya dc dan sebuah resistor.  Kurva karakteristik statik dioda merupakan fungsi arus ID, arus yang melalui dioda, terhadap tegangan VD, beda tegangan antara titik a dan b. Garis Beban melewati titik i = 0. Titik potong v adalah v =vi dan v = 0. Titik potong adalah i =vi /RL
  • 31.
    Kurva Karakteristik Dioda Gambar Kurva Karakteristik Dinamis: Hubungan arus terhadap tegangan masukan vi bervariasi disebut karakteristik dinamis.  Lereng garis beban adalah tetap karena resistans beban RL tetap
  • 32.
    Kurva Karakteristik Dioda GambarKarakteristik Transfer  Kurva yang menunjukkan hubungan antara tegangan keluaran vo dengan tegangan masukan vi untuk rangkaian apapun, dinamakan karakteristik transfer atau karakteristik transmisi.  Karena untuk rangkaian dioda di atas vo= iRL, maka kurva transfer-nya sama dengan karakteristik dinamis.
  • 33.
    Macam-macam Dioda  DiodaUmum  Yang dimaksud dioda umum adalah dioda yang dipergunakan dalam rangkaian rangkaian sederhana dan biasanya berfungsi sebagai perata atau pembatas arus listrik.  Dioda umum ini dalam operasinya dapat bekerja bila diberi arus bolak balikatau searah Arus listrik yang melewati dioda sebagian akan dilewatkan baik tegangan positifnya maupun tegangan negatifnya tergantung cara pemasangannya.
  • 34.
    Macam-macam Dioda  Yangtermasuk dioda umum - Dioda Silikon - Dioda Germanium - Dioda Rectifier - Dioda Selenium - Dioda Kuprok  Dioda khusus Dioda jenis khusus bekerja bukan hanya sebagai perata/pembatas arus namun pemakaiannya sangat bervariasi, beberapa aplikasinya adalah sensor, stabilizer, penyearah terkendali dan lain sebagainya.  Yang termasuk dioda khusus - Dioda Zener - Dioda DIAC - Dioda TRIAC - Dioda Kapasitansi - Dioda LED - Dioda Thyristor/SCR -Dioda Photosel/Photo Dioda
  • 35.
    Jenis Jenis Dioda Adabeberapa jenis dari dioda pertemuan yang hanya menekankan perbedaan pada aspek fisik baik ukuran geometrik, tingkat pengotoran, jenis elektroda ataupun jenis pertemuan, atau benar-benar peranti berbeda seperti dioda Gunn, dioda laser dan dioda mosfet.  Diode Biasa  Dioda Bandangan  Dioda Chat’s Whisker  Dioda Arus Tetap  Dioda Terobosan/Esaki  Dioda Gunn
  • 36.
    Rangkaian Dioda Penyearah Tegangan Sebagaipenyearah tegangan, dioda digunakan untuk mengubah tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah(DC). Penyearah tegangan ini ada 2 macam, yaitu :  Penyearah setengah gelombang (half-wave rectifier).  Penyearah gelombang penuh (full-wave rectifier)
  • 37.
    Rangkaian Dioda  Penyearahsetengah gelombang (half-wave rectifier).  Saat digunakan sebagai penyearah setengah gelombang, dioda menyearahkan tegangan AC yang berbentuk gelombang sinus menjadi tegangan DC hanya selama siklus positif tegangan AC saja.  Sedangkan pada saat siklus negatifnya, dioda mengalami panjaran balik (reverse bias) sehingga tegangan beban (output) menjadi nol.
  • 38.
    Rangkaian Dioda  Padagambar diatas, anggaplah Vin sebagai tegangan input rangkaian setelah diturunkan oleh transformator yang mempunyai nilai sebesar 20Vpp atau 7,071VRMS. Setelah disearahkan menggunakan dioda maka akan di dapat nilai tegangan DC atau nilai rata-ratanya.  Nilai tegangan yang ditunjukkan pada multimeter adalah nilai komponen AC (VAC) atau DC (VDC) saja.  Sementara, untuk mengetahui tegangan puncak ke puncak (Vpp) diperlukan pengukuran menggunakan osiloskop atau bisa juga dengan perhitungan setelah VAC sudah diketahui.  Catatan : VAC = VRMS = VEFEKTIF .
  • 39.
    Rangkaian Dioda Rangkaian penyearahsetengah gelombang ini memiliki kelemahan pada kualitas arus DC yang dihasilkan. Arus DC rata-rata yang dihasilkan dari rangkaian ini hanya 0,318 dari arus maksimum-nya, jika dituliskan dalam persamaan matematika adalah sebagai berikut; IAV = 0,318 ∙ IMAX Oleh sebab itu rangkaian penyearah setengah gelombang lebih sering digunakan sebagai rangkaian yang berfungsi untuk menurunkan daya pada suatu rangkaian elektronika sederhana dan digunakan juga sebagai demodulator pada radio penerima AM.
  • 40.
    Rangkaian Dioda  Penyearahgelombang penuh (full-wave rectifier).  Saat digunakan sebagai penyearah gelombang penuh, dioda secara bergantian menyearahkan tegangan AC pada saat siklus positif dan negatif.  Penyearah gelombang penuh ada 2 macam dan penggunaannya disesuaikan dengan transformator yang dipakai.  Untuk transformator biasa digunakan jembatan dioda (dioda bridge) sementara untuk transformator CT digunakan 2 dioda saja sebagai penyearahnya.
  • 41.
    Rangkaian Dioda  Penyearahgelombang penuh dengan jembatan dioda (dioda bridge)  Pada dioda bridge, hanya ada 2 dioda saja yang menghantarkan arus untuk setiap siklus tegangan AC sedangkan 2 dioda lainnya bersifat sebagai isolator pada saat siklus yang sama.
  • 42.
    Rangkaian Dioda Saat sikluspositif tegangan AC, arus mengalir melalui dioda B menuju beban dan kembali melalui dioda C. Pada saat yang bersamaan pula, dioda A dan D mengalami reverse bias sehingga tidak ada arus yg mengalir atau kedua dioda tersebut bersifat sebagai isolator. Sedangkan pada saat siklus negatif tegangan AC, arus mengalir melalui dioda D menuju beban dan kembali melalui dioda A. Karena dioda B dan C mengalami reverse bias maka arus tidak dapat mengalir pada kedua dioda ini.
  • 43.
    Sinyal Gelombang Penyearah Grafiksinyal dari penyearah gelombang penuh dengan jembatan dioda (dioda bridge) ditunjukkan seperti pada gambar berikut Jembatan dioda (dioda bridge) tersedia dalam bentuk 1 komponen saja atau pun bisa dibuat dengan menggunakan 4 dioda yang sama karakteristiknya. Yang harus diperhatikan adalah besar arus yang dilewatkan oleh dioda harus lebih besar dari besar arus yang dilewatkan pada rangkaian.
  • 44.
    Rangkaian Dioda  Penyearahgelombang penuh menggunakan 2 dioda. Seperti telah disebutkan diatas, penyearah gelombang penuh menggunakan 2 dioda ini hanya bisa digunakan pada transformator CT, dimana tegangan sekunder yang dihasilkan oleh trafo CT ini adalah : dimana V1=teg primer dan V2=teg sekunder, Cara kerja penyearah gelombang penuh jenis ini dapat dijelaskan seperti berikut.
  • 45.
     Pada gambarmengenai trafo diketahui bahwa pada bagian sekunder trafo CT terdapat 2 sinyal output yang terjadi secara bersamaan, mempunyai amplitudo yang sama namun berlawanan fasa.  Saat tegangan input (teg primer) berada pada siklus positif, pada titik AO akan terjadi siklus positif sementara pada titik OB akan terjadi siklus negatif.  Akibatnya D1 akan mengalami panjaran maju (forward bias) sedangkan D2 mengalami panjaran balik (reverse bias) sehingga arus akan mengalir melalui D1 menuju ke beban dan kembali ke titik center tap. Rangkaian Dioda
  • 46.
     Rangkaian penyearahgelombang merupakan rangkaian yang berfungsi untuk merubah arus bolak-balik (Alternating Current / AC) menjadi arus searah (Direct Current / DC).  Komponen elektronika yang berfungsi sebagai penyearah adalah dioda, karena dioda memiliki sifat hanya memperbolehkan arus listrik melewati-nya dalam satu arah saja. Sinyal Gelombang Penyearah
  • 47.
    Referensi : Text Books Power Electronics – by M. D. Singh & K. B. Kanchandhani, Tata Mc Graw – Hill Publishing company, 1998.  Power Electronics : Circuits, Devices and Applications – by M. H. Rashid, Prentice Hall of India, 3nd edition
  • 48.
    Referensi :  PowerElectronics – by Vedam Subramanyam, New Age International (P) Limited, Publishers  Power Electronics - by V.R.Murthy , 1st edition -2005, OXFORD University Press  Power Electronics-by P.C.Sen,Tata Mc Graw-Hill Publishing
  • 49.
    Chapter 3 DiodeRectifier Oleh Suparman, David SK, Sutoko, Rona RD
  • 50.
    Dioda Penyearah Pendahuluan Diode secaraluas juga dipakai pada rangkaian elektronika daya untuk menkonversi daya elektronik. Beberapa diode yang sering digunakan dalam elektronika daya untuk pemprosesan daya akan dibahas dalam bab ini. Diperkenalkan pula penggunaan diode untuk konversi ac ke dc. Konverter ac-dc. Konverter ac-dc secara umum dikenal dengan nama penyearah(rectiviers). Dan diode penyearah menyediakan tegangan keluaran dc yang pasti. Agar mudah, diode dianggap ideal. Ideal ini dalam arti waktu reverse recovery (t_rr) dan drop tegangan maju (V_D ) diabaikan atau t_rr=0 dan V_D=0
  • 51.
    Penyearah Setengah GelombangSatu Fasa Selama tegangan masukan memiliki siklus setengah positif, diode D_1 berkonduksi dan tegangan masukan muncul melalui beban. Selama tegangan masukan memiliki siklus setengah negative, diode pada siklus tertahan (bloking condition) dan tegangan keluaran nol.
  • 52.
    Tiap bagian trafodengan diode yang berhubungan berfungsi sebagai penyearah setengah gelombang. karena tidak ada arus dc yang mengalir melalui trafo maka tidak ada masalah saturasi dc pada inti trafo. Tegangan keluaran rata-rata adalah Penyearah Setengah Gelombang Penuh Satu Fasa
  • 53.
    selama tegangan masukanmengalami siklus setengah positif, daya disuplay ke diode melalui D_3 dan D_4 yang konduksi. Bentuk gelombang untuk tegangan keluaran yang serupa dengan dua dioda .tegangan balik puncak diode hanya V_m. Rangkaian ini dikenal dengan jembatan penyearah (bridge rectifier), dan sangat sering digunakan pada aplikasi industry. Penyearah Setengah Gelombang Penuh Satu Fasa
  • 54.
    Penyearah Setengah GelombangPenuh Satu Fasa Dengan Beban RL
  • 55.
    Penyearah Setengah GelombangPenuh Satu Fasa Dengan Beban RL Dengan sebuah beban resistife, arus beban memiliki bentuk yang sama dengan tegangan keluaran. Pada prakteknya hampir semua bebannya induktif dan arus beban bergangtung pada nilai resistansi beban R dan induktansi beban L. ditunjukan pada gambar (3.8a). Tegangan baterai E ditabahkan untuk membentuk persamaan yang umum. Bila tegangan masukan adalah V_s=V_m sin ωt arus b eban i_L dapat ditentukan melalui
  • 56.
    Penyearah Setengah GelombangPenuh Satu Fasa Dengan Beban RL Bila tegangan masukan adalah V_s=V_m sin ωt arus b eban i_L dapat ditentukan melalui Yang memiliki penyelesaian dalam bentuk Dengan ipedansi beban Z=[R2 + (ωL)2]1/2 dan sudut ipedansi beban θ =tan-1(ωL/R)
  • 57.
    Jembatan Penyearah 3Fasa Tegangan line ke line adalah √2 kali tegangan fasa sumber tiga fasa yang terhubung bintang. Jika Vm adalah sinyal maksimum tegangan fasa, maka tegangan fasa instantaneous dapat dinyatakan
  • 58.
    Bentuk gelombang Bentuk gelombangdan waktu konduksi diode
  • 59.
    Bentuk tegangan keluaranrata-rata ditentukan dari
  • 61.
    Referensi : Text Books Power Electronics – by M. D. Singh & K. B. Kanchandhani, Tata Mc Graw – Hill Publishing company, 1998.  Power Electronics : Circuits, Devices and Applications – by M. H. Rashid, Prentice Hall of India, 3nd edition  Elektronika Daya Power Electronics : Circuits, Devices and Applications – by M. H. Rashid, Prentice Hall of India, 2nd edition
  • 62.
    Referensi :  PowerElectronics – by Vedam Subramanyam, New Age International (P) Limited, Publishers  Power Electronics - by V.R.Murthy , 1st edition -2005, OXFORD University Press  Power Electronics-by P.C.Sen,Tata Mc Graw-Hill Publishing
  • 63.
    Chapter 4 PowerTransistor Oleh Suparman, David SK, Sutoko, Rona RD
  • 64.
    Transistor Daya Transistor,digunakan sebagaielemen saklar, dioperasikan dalam wilayah saturasi, dan menghasilkan kondisi-on dan tegangan yang rendah. Kecepatan pensaklaran modern lebih tinggi dari thyristor dan transistor tersebut sering dipakai dalam converter dc-dc dan dc- ac, dengan diode terhubung parallel terbalik untuk menghasilkan aliran arus dua arah (Bidiretional), meskipun begitu, tingkat tegangan dan arusnya lebi rendah daripada thyristor dan transistor secara normal digunakan dalam aplikasi daya rendah sampai menegah. Transitor daya dapat diklasifikasikan kedalam empat kategori yakni: 1) Bipolar Junction Transitor (BJT) 2) Metal-Oxide- semiconductor field Transistor (MOSFET) 3) Static Induction Ttansistor (SIT) 4) Insulated-Gate Bipolar Transistor (IGBT)
  • 65.
    Transistor Daya Gambar 4.1Transistor Bipolar
  • 66.
    Karakteristik Transistor Daya Gambar4.3 Karakteristik transistor NPN
  • 67.
    Model Transistor Daya Gambar4.5 Model Transistpr NPN
  • 68.
    Transistor Daya Pada kondisioperasi sinyal besar dc. Persamaan yang berhubungan dengan arus :
  • 69.
  • 70.
  • 71.
    Transistor Daya Jika arusbasis ditingkatkan diatas IBM, VBE meningkat dan arus kolektor akan meningkat dan VCE akan jatuh dibawah VBE , hal ini akan berlanjut sampai CBJ bias maju dengan VBc kira kira 0,4 sampai o,5V. transistor kemudian akan saturasi. Saturasi transistor didevenisikan sebagai titik diatas dimana setiap peningkatan arus basis tidak meningkatkan arus kolektor dengan cukup berarti. Dalam kondisi saturasi, arus kolektor konstaan. Jika tegangan saturasi kolektor emitter adalah VCE(SAT) arus kolektor adalah :
  • 72.
    Transistor Daya Gambar 4.6Transistor Switch
  • 73.
    Transistor Daya Gambar 4.8Pensaklaran waktu Transistor bipolar
  • 74.
    Transistor Daya Gambar 4.8Pengisian penyipanan pada transistor bipolar tersaturasi Gambar 4.8a menunjukan penyimpanan muatan lebih di basis dari transistor saturasi.selama mati muatan lebih ini dipindah pertama dalam rentang waktu t_s dan profil muatan diubah dari a menjadi c seperti ditunjukan pada gambar 8-9b. selama waktu jatuh,profil muatan menurun dari profil c sampai semua muatan dipindah. Waktu nyalah t_on merupakan jumlah dari waktu tundah t_d dan waktu naik t_r :
  • 75.
  • 76.
    Referensi : Text Books Power Electronics – by M. D. Singh & K. B. Kanchandhani, Tata Mc Graw – Hill Publishing company, 1998.  Power Electronics : Circuits, Devices and Applications – by M. H. Rashid, Prentice Hall of India, 3nd edition
  • 77.
    Referensi :  PowerElectronics – by Vedam Subramanyam, New Age International (P) Limited, Publishers  Power Electronics - by V.R.Murthy , 1st edition -2005, OXFORD University Press  Power Electronics-by P.C.Sen,Tata Mc Graw-Hill Publishing
  • 78.
    Chapter 7 Thyristor OlehSuparman, David SK, Sutoko, Rona RD
  • 79.
    Thyristor merupakan salahsatu tipe devais semikonduktor daya yang paling penting dan telah digunakan secara ekstensif pada rangkaian elektronika daya. Thyristor biasanya digunakan sebagai saklar/bistabil, beroperasi antara keadaan non konduksi ke konduksi. Pada banyak aplikasi, thyristor dapat diasumsikan sebagai saklar ideal akan tetapi dalam prakteknya thyristor memiliki batasan dan karakteristik tertentu. Pendahuluan
  • 80.
  • 81.
  • 82.
  • 83.
  • 84.
  • 85.
  • 87.
  • 88.
  • 89.
    Thyristor yang beradadalam keadaan on dapat dimatikan dengan mengurangi arus maju ke tingkat dibawah arus holding IH. Ada beberapa variasi teknik untuk membuat thyristor off,. Pada semua teknik komutasi, arus anode dipertahankan dibawah arus holding cukup lama, sehingga semua kelebihan pembawa muatan pada keempat layer dapat dikeluarkan. Thyristor Turn-On
  • 90.
  • 91.
    • Phase controlledthyristors (SCRs) • Bidirectional Phase controlled thyristors (BCTs) • Fast switching thyristor s (SCRs) • Light-activated silicon- controlled rectifier (LASSCRs) • Bidirectional triode thyristors (TRIACs) • Reverse-conducting thyristors (RCTs) • Gate-turn off thyristors (GTOs) • FET- controlled thyristors (FET-CTHs) • MOS turn off thyristors (MTOs) • Emitter turn off (control) thyristors (ETOs) • Integrated gate-commutated thyristors (IGCTs) Tipe Thyristor
  • 92.
  • 93.
  • 94.
  • 95.
  • 96.
  • 97.
  • 98.
  • 99.
  • 100.
  • 101.
  • 102.
  • 103.
  • 104.
  • 105.
  • 106.
  • 107.
  • 108.
  • 109.
  • 110.
    Referensi : Text Books Power Electronics – by M. D. Singh & K. B. Kanchandhani, Tata Mc Graw – Hill Publishing company, 1998.  Power Electronics : Circuits, Devices and Applications – by M. H. Rashid, Prentice Hall of India, 3nd edition
  • 111.
    Referensi :  PowerElectronics – by Vedam Subramanyam, New Age International (P) Limited, Publishers  Power Electronics - by V.R.Murthy , 1st edition -2005, OXFORD University Press  Power Electronics-by P.C.Sen,Tata Mc Graw-Hill Publishing