ANALISAAC PADA TRANSISTOR
NAMA : AHMAD BAGUS NUGROHO
NIM : 1410502018
PRODI : TEKNIK MESIN S1 A
DOSEN PENGAMPU : R. SURYOTO EDY RAHARJO ST.M, Eng
FAKULTAS TEKNIK MESIN S1
UNTIDAR MAGELANG
Analisa AC pada transistor
Contoh rangkaian by-pass dan coupling
Rangkaian dasar ekivalen
Rangkaian ekivalen AC
Rangkaian ekivalen DC
kesimpulan
Analisa AC Pada Transistor
 Analisa AC atau sering disebut analisa sinyal kecil paa
penguat adalah analisa penguat sinyal AC, dengan
memblok sinyal DC yaitu dengan memberikan
kapasitor coupling pada sinyal input dan sinyal
output.Pada analisa AC untuk frekuensi
midband/passband.
 Semua kapasitor yang dirangkai coupling dan by-pass
dapat dianggp hubung-singkat, dan semua sumber
tegangan DC dapat dianggap seolah-olah terhubung
dengan ground.
Contoh rangkaian by-pass dan
coupling
 1.1rangkaian by-pass  1.2rangkaian coupling
Pada rangkaian ekivalen AC,
dikenal 2 rangkaian dasar ekivalen
AC yaitu:
 Rangkaian dasar ekivalen
AC model Ellbers-Moll
Model AC yang pertama kali
adalah model Ebers-Moll yang
berbentuk seperti huruf
T.Rangkaian ini menggunakan
sinyal AC yang kecil, Dan
menggunakan diode emitter
sebagai resistansi r’e dan diode
colector sebagai sumber arus
ic.
Rangkaian dasar ekivalen Ac model
h
 Model rangkaian dasar ekivalen
ac yang kedua adalah model h,
pada rangkaian ini, saat sinyal
input AC dihubungkan dengan
penguat transistor, ada
tegangan basis-emiter AC Vbe
pada diode emitter. Sehingga
transistor akan menghasilkan
arus AC ib, sehingga Sumber
tegangan AC akan mensuplay
arus basis AC ini, sehingga
penguat transistor dapat bekerja
dengan baik.
 Selain rangkaian ekivalen AC , dikenal juga rangkaian
ekivalen DC, Rangkaian Ekivalen DC diperlukan untuk
menentukan tegangan dan arus pada emiter, basis dan
kolektor. Rangkaian ekivalen ini diperoleh dengan
menganggap semua kapasitor terbuka sehingga dapat
dihilangkan dari rangkaian.
Rangkaian Ekivalen AC
 Rangkaian Ekivalen AC
digunakan untuk
menentukan
resistansi masukan,
faktor penguatan teganga
n dan resistansi keluaran
dari penguat. Rangkaian
ekivalen ini diperoleh
dengan menganggap
semua kapasitor hubung-
singkat
Rangkaian Ekivalen DC
 Rangkaian Ekivalen DC
diperlukan untuk
menentukan tegangan dan
arus pada emiter, basis dan
kolektor. Rangkaian
ekivalen ini diperoleh
dengan menganggap
semua kapasitor terbuka
sehingga dapat
dihilangkan dari
rangkaian.
KESIMPULAN:
 Dari materi rangkaian ekivalen AC dan DC maka dapat
disimpulkan bahwa rangkaian ekivalen AC digunakan
untuk menentukan resistansi masukan,
faktor penguatan tegangan dan resistansi keluaran dari
penguat. Rangkaian ekivalen ini diperoleh dengan
menganggap semua kapasitor hubung-singkat. sedangkan
rangkaian Ekivalen DC diperlukan untuk menentukan
tegangan dan arus pada emiter, basis dan
kolektor. Rangkaian ekivalen ini diperoleh dengan
menganggap semua kapasitor terbuka sehingga dapat
dihilangkan dari rangkaian.
SEKIAN DAN TERIMA KASIH

Analisa ac pada transistor

  • 1.
    ANALISAAC PADA TRANSISTOR NAMA: AHMAD BAGUS NUGROHO NIM : 1410502018 PRODI : TEKNIK MESIN S1 A DOSEN PENGAMPU : R. SURYOTO EDY RAHARJO ST.M, Eng FAKULTAS TEKNIK MESIN S1 UNTIDAR MAGELANG
  • 2.
    Analisa AC padatransistor Contoh rangkaian by-pass dan coupling Rangkaian dasar ekivalen Rangkaian ekivalen AC Rangkaian ekivalen DC kesimpulan
  • 3.
    Analisa AC PadaTransistor  Analisa AC atau sering disebut analisa sinyal kecil paa penguat adalah analisa penguat sinyal AC, dengan memblok sinyal DC yaitu dengan memberikan kapasitor coupling pada sinyal input dan sinyal output.Pada analisa AC untuk frekuensi midband/passband.  Semua kapasitor yang dirangkai coupling dan by-pass dapat dianggp hubung-singkat, dan semua sumber tegangan DC dapat dianggap seolah-olah terhubung dengan ground.
  • 4.
    Contoh rangkaian by-passdan coupling  1.1rangkaian by-pass  1.2rangkaian coupling
  • 5.
    Pada rangkaian ekivalenAC, dikenal 2 rangkaian dasar ekivalen AC yaitu:  Rangkaian dasar ekivalen AC model Ellbers-Moll Model AC yang pertama kali adalah model Ebers-Moll yang berbentuk seperti huruf T.Rangkaian ini menggunakan sinyal AC yang kecil, Dan menggunakan diode emitter sebagai resistansi r’e dan diode colector sebagai sumber arus ic.
  • 6.
    Rangkaian dasar ekivalenAc model h  Model rangkaian dasar ekivalen ac yang kedua adalah model h, pada rangkaian ini, saat sinyal input AC dihubungkan dengan penguat transistor, ada tegangan basis-emiter AC Vbe pada diode emitter. Sehingga transistor akan menghasilkan arus AC ib, sehingga Sumber tegangan AC akan mensuplay arus basis AC ini, sehingga penguat transistor dapat bekerja dengan baik.
  • 7.
     Selain rangkaianekivalen AC , dikenal juga rangkaian ekivalen DC, Rangkaian Ekivalen DC diperlukan untuk menentukan tegangan dan arus pada emiter, basis dan kolektor. Rangkaian ekivalen ini diperoleh dengan menganggap semua kapasitor terbuka sehingga dapat dihilangkan dari rangkaian.
  • 8.
    Rangkaian Ekivalen AC Rangkaian Ekivalen AC digunakan untuk menentukan resistansi masukan, faktor penguatan teganga n dan resistansi keluaran dari penguat. Rangkaian ekivalen ini diperoleh dengan menganggap semua kapasitor hubung- singkat
  • 9.
    Rangkaian Ekivalen DC Rangkaian Ekivalen DC diperlukan untuk menentukan tegangan dan arus pada emiter, basis dan kolektor. Rangkaian ekivalen ini diperoleh dengan menganggap semua kapasitor terbuka sehingga dapat dihilangkan dari rangkaian.
  • 10.
    KESIMPULAN:  Dari materirangkaian ekivalen AC dan DC maka dapat disimpulkan bahwa rangkaian ekivalen AC digunakan untuk menentukan resistansi masukan, faktor penguatan tegangan dan resistansi keluaran dari penguat. Rangkaian ekivalen ini diperoleh dengan menganggap semua kapasitor hubung-singkat. sedangkan rangkaian Ekivalen DC diperlukan untuk menentukan tegangan dan arus pada emiter, basis dan kolektor. Rangkaian ekivalen ini diperoleh dengan menganggap semua kapasitor terbuka sehingga dapat dihilangkan dari rangkaian.
  • 11.