VISUAL
LEARNING
NOT ONLY READ, BUT MUST BE DONE
VISUAL LEARNING
GAYA BELAJAR VISUAL YANG BERFOKUS PADA
PENGLIHATAN. SAAT MEMPELAJARI HAL BARU, BIASANYA
TIPE INI PERLU MELIHAT SESUATU SECARA VISUAL UNTUK
LEBIH MUDAH MENGERTI DANMEMAHAMI.
SELAIN ITU, TIPE VISUAL JUGA LEBIH NYAMAN BELAJAR
DENGAN PENGGUNAAN :
WARNA-WARNA, GARIS, MAUPUN BENTUK
Aktivitas individu yang menghasilkan perubahan pada diri
individu pembelajar.
Menurut ; Robinson belajar adalah
“merupakan adanya kesadaran dan kemauan pada diri
individu untuk belajar, sehingga memperoleh
pengetahuan untuk mengubah tingkah lakunya”
BELAJAR
Siapa yang belajar ?
ANAK DEWASA
O R A N G T U A
M E N G E T A H U I
BAGAIMANA
ANAK BELAJAR
Masing-masing anak
mempunyaigaya
belajar.
Kita sebagai
orang tua harus
mengetahui gaya
belajar anak.
Bagaimana menemukan…
STRATEGI
GAYA BELAJAR
ANAK VISUAL
LEARNING STYLE
AUDITORY KINESTETIK
LEARNING STYLE LEARNING STYLE
.
1. bantu anak
Mengulang
informasi penting
secara lisan :
Rekaman,
berulang-ulang,
intonasi sama,
jeda, dlsb
Ajarkan anak
menggunakan
strategi visual
Ajarkananak untuk
membuat catatan
kecil,
mengamati,
menggunakan
indera peraba,
bergerak.
Gaya belajar yang menitikberatkan ketajaman mata/penglihatan
MAPING DIAGRAM
MENGINGAT APA YANG
DILIHAT ( MEMORI )
BAHASA TUBUH DAN
EKSPRESI
PERBEDAAN WARNA
MATERI BERGAMBAR
KEJELASAN TULISAN
TAYANGAN / TONTONAN
GAYA BELAJAR VISUAL
SEBUAH RANGKAIAN PROSES PENYAMPAIAN INFORMASI ATAU PESAN
KEPADA ORANG LAIN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PENGGAMBARAN
YANG HANYA TERBACA OLEH INDERA PENGLIHATAN.
VISUAL :
VISUAL SUPPORT
•Segala sesuatu yang kita lihat, yang dapat
memperluas proses komunikasi.
•Visual support dapat berupa objek, foto, gambar,
tulisan, jadwal atau daftar.
•Mendeskripsikan keadaan atau situasi, memasukkan
konsep atau pemahaman kepada anak berkebutuhan
khusus sehingga mudah dimengerti
Mengapa Visual ?
Mengapa Visual ?
Mengapa Visual
ARTI FUNGSI
A
S L
I U
V
Menjelaskan atau
memahamkan
etika dalam
sebuah situasi atau
tempat (perilaku
yang pantas)
Mengajarkan :
Sosialisasi dan
Komunikasi
Pendamping
untuk
mengubah
perilaku
Mengurangi
rasa cemas
Membantu
anak
beradaptasi di
sekolah
Pendamping
untuk
menangani
perilaku
berulang –
meracau/
stimming
(Tangan
dilipat)
Kemandirian
JENIS-JENIS
VISUAL SUPPORT
CONTOH STRATEGI
HARAP TENANG
CONTOH STRATEGI
CONTOH APLIKASI VISUAL SUPPORT
TAHAPAN
VISUAL
SUPPORT
TAHAP DASAR
.
TAHAP MENENGAH
TAHAP LANJUTAN
Kegiatan - kegiatan rutinitas yang sering atau setiap hari dilakukan.
Contoh : Gosok gigi, mandi, cuci tangan, cuci kaki, pakai baju, Emosi Dasar, dl
Pemahaman Dasar : Sikuen, Perintah 1 Tahap, Vebal Non Verbal
Kegiatan-kegiatan atau aktifitas di luar, aturan-aturan , dll
Contoh : sikap bertamu, kemandirian membeli atau membayar
di kasir, sikap saat di bank, Emosi Menengah dll
Pemahaman menengah : Sikuen, Pemahaman bacaan gambar,
tulisan, dan cerita/pesan pendek
Kegiatan-kegiatan aktifitas yang sdh digeneralisasikan
Contoh : Berenang, Memakai BH, Orang Asing,, dll
Pemahaman : Sikuen bercerita, menceritakan, pemahaman bacaan
kata dan kalimat, Emosi lanjutan
Not Only Read but Must Be Done…Not Only Read
TahapDasar :
Kegiatan - kegiatan rutinitas yang sering atau setiap hari dilakukan.
Contoh : Gosok gigi, mandi, cuci tangan, cuci kaki, pakai baju, Emosi Dasar, dll
Pemahaman Dasar : Sikuen, Perintah 1 Tahap, Vebal Non Verbal
Tahapanmenengah:
Kegiatan-kegiatanatau aktifitasdi luar, aturan-aturan, dll
Contoh : sikap bertamu, kemandirian membeli atau membayar di kasir, sikap saat di bank, Emosi Menengah, dll
Pemahaman menengah : Sikuen, Pemahamanbacaan gambar dan tulisan, Cerita pendek (pesan pendek)
Tahaplanjutan:
Kegiatan-kegiatanaktifitasyang sudah digeneralisasikan
Contoh : Berenang, Memakai BH, Orang Asing,, dll
Pemahaman : Sikuen bercerita, menceritakan, pemahaman bacaan kata dan kalimat, Emosi lanjutan
MERANCANG PEMBELAJARAN VISUAL
Bagaimana :
DIMANA
APA
BAGAIMANA
1. Target
(menyesuaikan
kemampuannya-
Pengamatan orang
tua)
2. Kebutuhannya
3. Kesukaannya
(Iklan,Menggambar,
Angka, Logo, dll) –
bisa menjadi bahan
pembelajaran
1. Langkah awal ( Observasi : adakah kebutuhan anak kita di rumah?) Fasilitasi
misalnya suka menggambar..fasilitasi, suka gambar logo, fasilitasi
2. Memadukan kurikulum pembelajaran dengan apa yang ada di rumah
(Praktek di rumah) mislnya belajar tentang identifikasi benda sekitar Kursi..misalnya
dengan tulisan pintu pada pintu, meja pada meja, dll atau logo laki2 perempuan pada
toilet. Menggunakan name tag dengan foto atau tulisan. Utk memahamkananak
identifikasi anggota keluarga, atau memanggil. Kembangkantiap tingkatanusia dan
kemampuan anak. Dengan pemahamanbahasa mulai dari sederhana menuju kompleks.
(Jika anak bisa membaca)
3. Media pembelajaran dan cara pembelajaran kepada anak yang tepat.
(disarankan tidak hanya di Bangku namun dikembangkan) Misal pada identifikasi angka –
selain di bangku, juga bisa dengan tehnik bermain, dan disebar utk diurutkan. (Role play-
kerjasama bersama keluarga)
1. Pengamatandan pembelajaran di luar rumah. Berdasarkan
apa yang sudah anak kuasaipada kemampuan belajar
dalam kelas.
2. Tempat-tempatyang sudah dikenalnyamissal Pom bensin,
jalanraya, apa saja yang mereka lihat dll.
3. Utk dewasa bisa belaja tentangrambu-rambulalulintasdan
aturan-aturan,nama-namajalan, menunjungi tempat2
bersejarah dan beri pemahamanvisual sebelum dan
sesudah aktifitas
Kenapa menggunakan Visual Support ??
VISUAL SUPPORT
Slides are a static portrait.
Audience is passive and cannot interact.
9 AlasanmenggunakanVS
1. Visual sifatnya permanen, sedangkan ucapan segera hilang
setelah diucapkan .
2. Visual memberi waktu otak untuk memproses bahasa.
3. Visual menyiapkan murid untuk bertransisidari satu aktivitas ke
aktivitas berikutnya (kebanyakan anak ASD memiliki masalah
dengan transisi/perpindahan darisatu aktivitas ke aktivitas
berikutnya).
4. Visual membantu anak “melihat” apa yang anda maksudkan.
5. Visual membantu semua anak
6. Visual membantu membangun percaya dirianak (dia bisa
melakukan sendiridgn bantuan gambar).
7. Visual dapat dibawa kemana2.
8. Visual tidak menganggu karena tidak mengeluarkan suara, dan
tidak membuat frustrasi.
9. Visual membantu mengurangikecemasan (karena anak ASD
kesulitan dengan sesuatu yang bersifatabstrak, dengan visualanak
bisa paham).
Prasyarat :
• Kepatuhan
• Kontak mata
• Kemampuan Imitasi
• Kemamuan mengurutkan
• Kemampuan Bahasa Reseptif
(Perintah 1 Tahap)
• Tingkatkan kesulitan bila anak
mampu
• Kesiapan membaca (gambar,
kata)
• Kesiapan mendengar
• Kesiapan kondisi
Prasyarat
• Pesan hanya dengan kata-kata positif
• Pesan pendek (kembangkan bila paham)
• Dapat dilakukan dengan kombinasi gambar
• Ada penekanan/pengulangan pada target perilaku
• Relevan dengan kejadian/situasi yang dialami anak
• Individual/spesifik untuk satu anak
• Digunakan pada situasi yang tepat
• Fokus anak di dapat
• Penggunaan sesuai kebutuhan
banyak orang
• Pastikan kondisi visual anak
• Kondisi kartu baik
Bagaimana menggunakan Visual Support
Jangan……
• Memberikan VS ketika anak baru saja
melakukan kesalahan
• Memberikan beberapa VS bersamaan
– Pesan tidak tersampaikan (Target)
• Hindari kata yang terlalu mengarahkan
atau mengatur “Saya Harus…”, tetapi
lebih kepada memberi perintah atau
pesan
Langkah Mengajarkan
• Observasi sebelum menentukan target
perilaku
• Kenalkan 1 – 2 minggu dengan konsisten
(berdasarkan Target)
• Tempel beberapa gambar sesuai
aktifitas tersebut
• Gunting dan laminating gambar tersebut
• Perkenalkan satu persatu gambar dan
perintahnya secara konsisten
Langkah mengajarkan
• Jika anak sudah mulai memahami gambar,
praktekkan bersama anak dan bantu anak
untuk melakukan kegiatan tersebut
• Lakukan secara berulang-ulang
• Usahakan aktifitas jangan bersamaan
dengan perintah untuk menghindari
kerancuan
• Gambar dapat berupa gambar besar yang
ditempel/per item yang sudah di gunting
Poin 34
Menggunakan
Toilet Jongkok
1. Masuk ke toilet
2. Tutup pintu
3. TurunkanCelana bagian Luar
4. TurunkanCelana bagian luar
5. Jongkok di toilet
6. Cebok pakai gayung
7. Cebok yang bersih
8. Siram toilet dengan air yang banyak
9. Naikkancelana dalam
10. Naikkancelana luar
11. Cuci tangan dengan sabun
12. Lap Tangan sampai kering
Mandi dan Keramas
1. Masuk kamar mandi
2. Buka seluruh baju
3. Buka keran air
4. Berdiri dibawah shower
5. Basahi rambut
6. Tuang sampo ditangan
7. Gosok sampo dirambut
8. Bilas rambut
9. Tuang sabun ditangan
10. Gosok sabun dibadan
11. Bilas
12. Tutup keran air
Rutinitas Berangkat
sekolah
1. Bagun Tidur
2. Mandi
3. Gosok gigi
4. Pakai seragam
5. Sarapan
6. Pakai sepatu
7. Ambil tas
8. Siap berangkat
Menggunakan
Toilet Duduk
1. Masuk ke dalam toilet
2. Tutup pintu
3. TurunkanCelana bagian Luar
4. TurunkanCelana bagian luar
5. Duduk di toilet
6. Cebok pakai shower
7. Cebok yang bersih
8. Tekan tombol siram
9. Naikkancelana dalam
10. Naikkancelana luar
11. Cuci tangan dengan sabun
12. Lap tangan sampai kering
Rutinitas sebelum
tidur
1. Masuk kamar mandi
2. Gosok gigi
3. Cuci muka
4. Buka baju
5. Pakai baju tidur
6. Berdoa
7. Matikan lampu
8. tidur
Relaksasi
1. Tarik Nafas dalam dalam
2. Buang Nafas
3. Berhitung
4. Putar leher
5. Angkat bahu dan turun bahu
6. Remastangan
7. Tangan keatas
8. Dengar musik
Not Only Read but Must Be Done…Not Only Read
TERIMAKASIH
Poin 34 visual learning

Poin 34 visual learning

  • 1.
  • 2.
    VISUAL LEARNING GAYA BELAJARVISUAL YANG BERFOKUS PADA PENGLIHATAN. SAAT MEMPELAJARI HAL BARU, BIASANYA TIPE INI PERLU MELIHAT SESUATU SECARA VISUAL UNTUK LEBIH MUDAH MENGERTI DANMEMAHAMI. SELAIN ITU, TIPE VISUAL JUGA LEBIH NYAMAN BELAJAR DENGAN PENGGUNAAN : WARNA-WARNA, GARIS, MAUPUN BENTUK
  • 3.
    Aktivitas individu yangmenghasilkan perubahan pada diri individu pembelajar. Menurut ; Robinson belajar adalah “merupakan adanya kesadaran dan kemauan pada diri individu untuk belajar, sehingga memperoleh pengetahuan untuk mengubah tingkah lakunya” BELAJAR
  • 4.
    Siapa yang belajar? ANAK DEWASA
  • 6.
    O R AN G T U A M E N G E T A H U I BAGAIMANA ANAK BELAJAR Masing-masing anak mempunyaigaya belajar. Kita sebagai orang tua harus mengetahui gaya belajar anak.
  • 7.
    Bagaimana menemukan… STRATEGI GAYA BELAJAR ANAKVISUAL LEARNING STYLE AUDITORY KINESTETIK LEARNING STYLE LEARNING STYLE . 1. bantu anak Mengulang informasi penting secara lisan : Rekaman, berulang-ulang, intonasi sama, jeda, dlsb Ajarkan anak menggunakan strategi visual Ajarkananak untuk membuat catatan kecil, mengamati, menggunakan indera peraba, bergerak.
  • 8.
    Gaya belajar yangmenitikberatkan ketajaman mata/penglihatan MAPING DIAGRAM MENGINGAT APA YANG DILIHAT ( MEMORI ) BAHASA TUBUH DAN EKSPRESI PERBEDAAN WARNA MATERI BERGAMBAR KEJELASAN TULISAN TAYANGAN / TONTONAN GAYA BELAJAR VISUAL
  • 10.
    SEBUAH RANGKAIAN PROSESPENYAMPAIAN INFORMASI ATAU PESAN KEPADA ORANG LAIN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PENGGAMBARAN YANG HANYA TERBACA OLEH INDERA PENGLIHATAN. VISUAL :
  • 11.
    VISUAL SUPPORT •Segala sesuatuyang kita lihat, yang dapat memperluas proses komunikasi. •Visual support dapat berupa objek, foto, gambar, tulisan, jadwal atau daftar. •Mendeskripsikan keadaan atau situasi, memasukkan konsep atau pemahaman kepada anak berkebutuhan khusus sehingga mudah dimengerti
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    ARTI FUNGSI A S L IU V Menjelaskan atau memahamkan etika dalam sebuah situasi atau tempat (perilaku yang pantas) Mengajarkan : Sosialisasi dan Komunikasi Pendamping untuk mengubah perilaku Mengurangi rasa cemas Membantu anak beradaptasi di sekolah Pendamping untuk menangani perilaku berulang – meracau/ stimming (Tangan dilipat) Kemandirian
  • 16.
  • 18.
  • 21.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
    TAHAPAN VISUAL SUPPORT TAHAP DASAR . TAHAP MENENGAH TAHAPLANJUTAN Kegiatan - kegiatan rutinitas yang sering atau setiap hari dilakukan. Contoh : Gosok gigi, mandi, cuci tangan, cuci kaki, pakai baju, Emosi Dasar, dl Pemahaman Dasar : Sikuen, Perintah 1 Tahap, Vebal Non Verbal Kegiatan-kegiatan atau aktifitas di luar, aturan-aturan , dll Contoh : sikap bertamu, kemandirian membeli atau membayar di kasir, sikap saat di bank, Emosi Menengah dll Pemahaman menengah : Sikuen, Pemahaman bacaan gambar, tulisan, dan cerita/pesan pendek Kegiatan-kegiatan aktifitas yang sdh digeneralisasikan Contoh : Berenang, Memakai BH, Orang Asing,, dll Pemahaman : Sikuen bercerita, menceritakan, pemahaman bacaan kata dan kalimat, Emosi lanjutan
  • 25.
    Not Only Readbut Must Be Done…Not Only Read
  • 26.
    TahapDasar : Kegiatan -kegiatan rutinitas yang sering atau setiap hari dilakukan. Contoh : Gosok gigi, mandi, cuci tangan, cuci kaki, pakai baju, Emosi Dasar, dll Pemahaman Dasar : Sikuen, Perintah 1 Tahap, Vebal Non Verbal
  • 27.
    Tahapanmenengah: Kegiatan-kegiatanatau aktifitasdi luar,aturan-aturan, dll Contoh : sikap bertamu, kemandirian membeli atau membayar di kasir, sikap saat di bank, Emosi Menengah, dll Pemahaman menengah : Sikuen, Pemahamanbacaan gambar dan tulisan, Cerita pendek (pesan pendek)
  • 28.
    Tahaplanjutan: Kegiatan-kegiatanaktifitasyang sudah digeneralisasikan Contoh: Berenang, Memakai BH, Orang Asing,, dll Pemahaman : Sikuen bercerita, menceritakan, pemahaman bacaan kata dan kalimat, Emosi lanjutan
  • 29.
  • 30.
    1. Target (menyesuaikan kemampuannya- Pengamatan orang tua) 2.Kebutuhannya 3. Kesukaannya (Iklan,Menggambar, Angka, Logo, dll) – bisa menjadi bahan pembelajaran
  • 31.
    1. Langkah awal( Observasi : adakah kebutuhan anak kita di rumah?) Fasilitasi misalnya suka menggambar..fasilitasi, suka gambar logo, fasilitasi 2. Memadukan kurikulum pembelajaran dengan apa yang ada di rumah (Praktek di rumah) mislnya belajar tentang identifikasi benda sekitar Kursi..misalnya dengan tulisan pintu pada pintu, meja pada meja, dll atau logo laki2 perempuan pada toilet. Menggunakan name tag dengan foto atau tulisan. Utk memahamkananak identifikasi anggota keluarga, atau memanggil. Kembangkantiap tingkatanusia dan kemampuan anak. Dengan pemahamanbahasa mulai dari sederhana menuju kompleks. (Jika anak bisa membaca) 3. Media pembelajaran dan cara pembelajaran kepada anak yang tepat. (disarankan tidak hanya di Bangku namun dikembangkan) Misal pada identifikasi angka – selain di bangku, juga bisa dengan tehnik bermain, dan disebar utk diurutkan. (Role play- kerjasama bersama keluarga)
  • 32.
    1. Pengamatandan pembelajarandi luar rumah. Berdasarkan apa yang sudah anak kuasaipada kemampuan belajar dalam kelas. 2. Tempat-tempatyang sudah dikenalnyamissal Pom bensin, jalanraya, apa saja yang mereka lihat dll. 3. Utk dewasa bisa belaja tentangrambu-rambulalulintasdan aturan-aturan,nama-namajalan, menunjungi tempat2 bersejarah dan beri pemahamanvisual sebelum dan sesudah aktifitas
  • 33.
    Kenapa menggunakan VisualSupport ?? VISUAL SUPPORT Slides are a static portrait. Audience is passive and cannot interact. 9 AlasanmenggunakanVS 1. Visual sifatnya permanen, sedangkan ucapan segera hilang setelah diucapkan . 2. Visual memberi waktu otak untuk memproses bahasa. 3. Visual menyiapkan murid untuk bertransisidari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya (kebanyakan anak ASD memiliki masalah dengan transisi/perpindahan darisatu aktivitas ke aktivitas berikutnya). 4. Visual membantu anak “melihat” apa yang anda maksudkan. 5. Visual membantu semua anak 6. Visual membantu membangun percaya dirianak (dia bisa melakukan sendiridgn bantuan gambar). 7. Visual dapat dibawa kemana2. 8. Visual tidak menganggu karena tidak mengeluarkan suara, dan tidak membuat frustrasi. 9. Visual membantu mengurangikecemasan (karena anak ASD kesulitan dengan sesuatu yang bersifatabstrak, dengan visualanak bisa paham).
  • 34.
    Prasyarat : • Kepatuhan •Kontak mata • Kemampuan Imitasi • Kemamuan mengurutkan • Kemampuan Bahasa Reseptif (Perintah 1 Tahap) • Tingkatkan kesulitan bila anak mampu • Kesiapan membaca (gambar, kata) • Kesiapan mendengar • Kesiapan kondisi
  • 35.
    Prasyarat • Pesan hanyadengan kata-kata positif • Pesan pendek (kembangkan bila paham) • Dapat dilakukan dengan kombinasi gambar • Ada penekanan/pengulangan pada target perilaku • Relevan dengan kejadian/situasi yang dialami anak • Individual/spesifik untuk satu anak
  • 36.
    • Digunakan padasituasi yang tepat • Fokus anak di dapat • Penggunaan sesuai kebutuhan banyak orang • Pastikan kondisi visual anak • Kondisi kartu baik Bagaimana menggunakan Visual Support
  • 37.
    Jangan…… • Memberikan VSketika anak baru saja melakukan kesalahan • Memberikan beberapa VS bersamaan – Pesan tidak tersampaikan (Target) • Hindari kata yang terlalu mengarahkan atau mengatur “Saya Harus…”, tetapi lebih kepada memberi perintah atau pesan
  • 38.
    Langkah Mengajarkan • Observasisebelum menentukan target perilaku • Kenalkan 1 – 2 minggu dengan konsisten (berdasarkan Target) • Tempel beberapa gambar sesuai aktifitas tersebut • Gunting dan laminating gambar tersebut • Perkenalkan satu persatu gambar dan perintahnya secara konsisten
  • 39.
    Langkah mengajarkan • Jikaanak sudah mulai memahami gambar, praktekkan bersama anak dan bantu anak untuk melakukan kegiatan tersebut • Lakukan secara berulang-ulang • Usahakan aktifitas jangan bersamaan dengan perintah untuk menghindari kerancuan • Gambar dapat berupa gambar besar yang ditempel/per item yang sudah di gunting
  • 40.
  • 41.
    Menggunakan Toilet Jongkok 1. Masukke toilet 2. Tutup pintu 3. TurunkanCelana bagian Luar 4. TurunkanCelana bagian luar 5. Jongkok di toilet 6. Cebok pakai gayung 7. Cebok yang bersih 8. Siram toilet dengan air yang banyak 9. Naikkancelana dalam 10. Naikkancelana luar 11. Cuci tangan dengan sabun 12. Lap Tangan sampai kering
  • 42.
    Mandi dan Keramas 1.Masuk kamar mandi 2. Buka seluruh baju 3. Buka keran air 4. Berdiri dibawah shower 5. Basahi rambut 6. Tuang sampo ditangan 7. Gosok sampo dirambut 8. Bilas rambut 9. Tuang sabun ditangan 10. Gosok sabun dibadan 11. Bilas 12. Tutup keran air
  • 43.
    Rutinitas Berangkat sekolah 1. BagunTidur 2. Mandi 3. Gosok gigi 4. Pakai seragam 5. Sarapan 6. Pakai sepatu 7. Ambil tas 8. Siap berangkat
  • 44.
    Menggunakan Toilet Duduk 1. Masukke dalam toilet 2. Tutup pintu 3. TurunkanCelana bagian Luar 4. TurunkanCelana bagian luar 5. Duduk di toilet 6. Cebok pakai shower 7. Cebok yang bersih 8. Tekan tombol siram 9. Naikkancelana dalam 10. Naikkancelana luar 11. Cuci tangan dengan sabun 12. Lap tangan sampai kering
  • 45.
    Rutinitas sebelum tidur 1. Masukkamar mandi 2. Gosok gigi 3. Cuci muka 4. Buka baju 5. Pakai baju tidur 6. Berdoa 7. Matikan lampu 8. tidur
  • 46.
    Relaksasi 1. Tarik Nafasdalam dalam 2. Buang Nafas 3. Berhitung 4. Putar leher 5. Angkat bahu dan turun bahu 6. Remastangan 7. Tangan keatas 8. Dengar musik
  • 47.
    Not Only Readbut Must Be Done…Not Only Read
  • 48.