Dodi Supriyadi
836175313
Dyah. S. P
836154524
Endah Fikriyah 836155178
Eka Nila Tresna 836160123
Endang. S
836194391
Elfrida 836157078
KARAKTERISTIK BELAJAR
SISWA SEKOLAH DASAR
BEnTuK-BEnTuK KEgIATAn
BELAJAR yAng BIASA
DILAKuKAn SISWA SD
 Jerome S. Bruner : inti belajar adalah bagaimana orang memilih,
mempertahankan, dan mentransformasikan informasi secara
aktif.
 Selama kegiatan belajar berlangsung hendaknya siswa dibiarkan
untuk menemukan sendiri makna segala sesuatu yang dipelajari
(discovery learning).
 Contoh kegiatan belajar:
 menemukankesalahan-kesalahan dari kejadian sehari-
hari dengan menggunakan gambar
 Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan
anak melakukan percobaan sendiri (experimental method)
B. Belajar MenyimakB. Belajar Menyimak
 Belajar menyimak biasanya berhubungan dengan mata
pelajaran Bahasa Indonesia.
 Contoh kegiatan belajar:
 Bermain dengan kata
 Bermain dengan pertanyaan
 Bermain dengan gambar
 Bermain dengan musik
C.C. Belajar MeBelajar Meniruniru
 Anak-anak merupakan pribadi yang sangat suka meniru
(modeling) dari lingkungan sekitarnya. Guru dan orang tua
merupakan lingkungan yang paling dekat dengan anak
 Contoh kegiatan belajar: bermain peran
D.D. Belajar MenghafalBelajar Menghafal
 Guru harus membiasakan siswa menggunakan metode
berpikir logis dan sistematis pada siswa dalam belajarnya.
E. Belajar Merangkai
  Contoh kegiatan: permainan menebak nama binatang yang
diperagakan dan dideskripsikan
F. Belajar Mengamalkan
 Kegiatan belajar mengamalkan biasanya erat kaitannya
dengan mata pelajaran PPKn dan Agama, karena pada mata
pelajaran tersebut anak diajarkan tentang nilai-nilai moral dan
perilaku yang hendaknya ditampilkan pada saat mereka
bersosialisasi di masyarakat.
G. Belajar MenganalisisG. Belajar Menganalisis
 Kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru dalam rangka
melatih anak belajar menganalisis, yaitu melalui permainan
Teka-teki atau Tebak-tebakan.
 Manfaat dari permainan ini adalah :
1. Mengasah daya ingat
2. Belajar klarifikasi
3. Menghibur
4. Mengembangkan kemampuan Analisis
H. Belajar MeresponH. Belajar Merespon
 Respon merupakan tanggapan yang diberikan oleh seseorang
sebagai reaksi dari suatu tertentu
 Contoh kegiatan: memberi pertanyaan seputar peristiwa yang
terjadi di lingkungan sekitar
I. Belajar Mengorganisasikan
 Belajar mengorganisasikan di sini sesuai dengan teori belajar
humanistik yang dikemukakan Carl Rogers, yaitu pentingnya
guru memperhatikan prinsip pendidikan dalam pembelajaran,
yaitu :
1. Manusia memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar.
2. Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya.
3. Pengorganisasian bahan pengajaran berarti
mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang
bermakna bagi siswa. Belajar yang bermakna dalam
masyarakat modern berarti belajar tentang proses
 Contoh : menjelaskan melalui skema
J. Belajar Mengambil Keputusan
 Sejak dini, anak sudah harus dididik agar bisa dan mampu
untuk mengambil keputusan, mulai dari keadaan yang dialami
sehari-hari sampai keadaan yang lebih sulit.
 Contoh: kegiatan memecahkan permasalahan (problem
solving)
 
K. Berlatih
 Untuk membiasakan anak berlatih melakukan kegiatan sehari-
hari, guru dapat mengadakan kegiatan bermain peran
 Contoh: melakukan transaksi jual beli dengan mengajak siswa
ke warung terdekat dengan sekolah, dengan menanyakan
berbagai jenis barang, harga beli dan harga jual
L. Belajar Menghayati
 Kegiatan belajar menghayati biasanya dilakukan
pada saat mengajarkan mata pelajaran kesenian.
  Contoh: menghayati suatu peran dalam drama,
menghayati sebuah lagu
M. Belajar Mengamati
 Contoh : mengenal ekosistem laut dengan metode
Edutaiment (edukasi dan entertaiment) seperti yang
dilakukan Gelanggang Samudra Ancol
L. Belajar Menghayati
 Kegiatan belajar menghayati biasanya dilakukan
pada saat mengajarkan mata pelajaran kesenian.
  Contoh: menghayati suatu peran dalam drama,
menghayati sebuah lagu
M. Belajar Mengamati
 Contoh : mengenal ekosistem laut dengan metode
Edutaiment (edukasi dan entertaiment) seperti yang
dilakukan Gelanggang Samudra Ancol
Motivasi belajar
siswa
SEBAGAI GURU, ANDA HARUS
MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR
SISWA!!
karena akan membuat siswa rajin belajar dan lebih
membuat kebiasaan belajar siswa menetap dalam
jangka waktu yang lama bahkan dapat menjadikan
kebiasaan yang baik
 Motif dapat diartikan sebagai daya upaya yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.
 Menurut Mc.Donald motivasi mengandung 3 aspek
penting yaitu :
1. Motivasi adalah hal yang mengawali kegiatan
perubahan energy pada seseorang.
2. Kemunculan motivasi ditandai dengan adanya rasa.
3. Motivasi sebenarnya merupakan respon dari suatu
aksi yaitu tujuan. Sedangan tujuan sendiri menyangkut
dengan soal kebutuhan.
Teori tentang motivasi yang selalu terlalu terkait
dengan masalah kebutuhan yaitu :
1. Kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan akan keamanan
3. Kebutuhan akan cinta dan kasih
4. Kebutuhan akan penghargaan
5. Kebutuhan untuk mewujudkan diri sendiri
1. Motivasi sebagai motor penggerak dari setiap
kegiatan yang akan dikerjakan
2. Motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang
harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya
3. Motivasi dapat menjadi alat untuk menyeleksi
perbuatan
4. Motivasi berfungsi sebagai pendorong untuk usaha
mencapai prestasi
1. Motivasi Intrinsik
adalah bentuk motivasi yang tidak memerlukan
rangsangan dari luar diri seseorang karena sudah ada
dorongan dari dalam diri untuk melakukan sesuatu
2. Motivasi Ekstrinsik
adalah bentuk motivasi yang di dalam aktivitas belajar
dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar
yang tidak mutlak beraitan dengan aktivitas belajar
1. Memberi nilai
2. Hadiah
3. Saingan/kompetisi
4. Ego involvement
5. Memberi ulangan
6. Mengetahui hasil
7. Pujian
8. Hukuman
9. Hasrat untuk belajar
10. Minat
11. Tujuan yang diakui
 Siswa yang berorientasi pada visual
Guru dapat menyediakan materi pelajaran dengan berbagai
bentuk grafis
 Siswa yang berorientasi pada suara
Guru dapat menggunakan tape perekam saat belajar atau
melibatkan siswa dalam diskusi, kemudian melakukan review
secara verbal
 Siswa yang berorientasi pada benda yang
dimanipulasi
Guru dapat menggunakan model atau alat peraga di
laboratorium, menggunakan komputer, atau belajar sambil
bermain di lapangan
1. Konsistensi
2. Perlakuan siswa sebagai individual
3. Jadikan lingkungan fisik kelas anda sedapat mungkin
bernuansa belajar
4. Lakukanlah penilaian terhadap siswa sesering
mungkin tapi dengan alasan yang kuat
5. Dapatkan umpan balik dari cara anda mengajar dan
bekerja
6. Libatkan diri anda dalam setiap ajang berbagi
pengetahuan formal maupun informal
7. Membuka diri terhadap kebutuhan siswa
layanan pendidikan di
sekolah dasar
prinsip-prinsip biMbingan
di sekolah dasar
 Menurut Agus Taufik (2007), istilah bimbingan pada
umumnya dipahami sebagai upaya memberikan arahan,
panduan, nasihat dan biasanya mengandung nilai-nilai
yang bersifat menuntun ke arah yang baik.
 Definisi bimbingan berdasarakan program pendidikan di
SD adalah suatu proses pemberian bantuan kepada siswa
SD sebagai individu dan makhluk sosial. Bantuan tersebut
harus didasarkan atas pemahaman tentang kebutuhan dan
karateristik perkembangan siswa yang bersangkutan
sehingga mencapai perkembangan yang optimal.
 Tujuan Umum
Tujuan umum dari pelayanan bimbingan dan konseling adalah
terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan,
kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan
mandiri, serta rasa tanggung jawab, kemasyarakatan dan
kebangsaan.
 Tujuan Khusus
Siswa dapat memahami diri sendiri sehingga mampu
mengatasi masalah dan kesulitan yang dialami dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan sekolah,
keluarga dan masyarakat, selanjutnya dapat menyalurkan
potensi yang dimiliki baik didalam pendidikan maupun dunia
kerja.
1. Fungsi Pengungkapan
2. Fungsi Penyaluran
3. Fungsi Penyesuaian
4. Fungsi Pencegahan
5. Fungsi Perkembangan
6. Fungsi Perbaikan
1. Bimbingan untuk Semua
2. Bimbingan di SD Dilaksanakan oleh Semua Guru Kelas
3. Bimbingan Diarahkan untuk Perkembangan Kognitif dan
Afektif
4. Bimbingan Diberikan secara Insidental dan Informal
5. Bimbingan Ditekankan pada Tujuan Belajar dan
Kebermaknaan Belajar
6. Bimbingan Difokuskan pada Aset
7. Bimbingan terhadap Proses Pendewasaan
8. Program Bimbingan Dilaksanakan secara Bersama
 Bimbingan merupakan upaya pemberian bantuan yang
berkesinambungan dan sistematik yang diberikan
kepada siswa, agar dapat mencapai perkembangan
yang optimal.
BerBagai layanan
pendidikan untuk
anak sekolah dasar
A. Pengertian
 Anak berbakat adalah anak yang memiliki skor IQ 130
atau 140.
 Menurut Clark (dalam Astati) anak berbakat adalah
anak yang menunjukkan kemampuan/ penampilan yang
tinggi dalam bidang-bidang, seperti intelektual, kreatif,
seni, kapasitas kepemimpinan atau bidang akademik
khusus, dan bidang memerlukan pelayanan atau
aktivitas yang tidak bisa disediakan oleh sekolah, agar
tiap kemampuan anak berkembang secara penuh.
Pengidentifikasian anak berbakat:
Menurut Kirk (1986) anak berbakat dapat dilihat
beberapa hal seperti:
1. Kelancaran (kemempuan menjawab pertanyaan).
2. Kelenturan (kemampuan untuk memberikan berbagai
macam jawaban).
3. Kemurnian (kemampuan memberikan respon yang
unik dan layak).
Dua macam layanan sebagai pilihan dalam
memberikan layanan kepada anak berbakat meliputi:
 Adaptasi Lingkungan
Kelas pengayaan, guru konsultan, ruangan sumber
belajar, studi mandiri, kelas khusus,
 Adaptasi Program
Percepatan/akselerasi, pengayaan, pencanggihan
materi pembelajaran, pembaruan isi pembelajaran,
modifikasi kuriulum
a. Strategi Pembelajaran
b. Model-model layanan mengarah pada
perkembangan anak berbakat yang meliputi layanan
perkembangan kognitif, nilai, moral, kreativitas dan
bidang khusus.
c. Layanan Perkembangan Kreativitas
d. Stimulasi imajinasi dan proses inkubasi
e. Desan pembelajaran
f. Evaluasi
 Pengertian
Menurut Mulyono Abdulrachman (dalam pengantar
Pendidikan Anak Luar biasa, 2007) keluarbiasaan
merupakan istilah yang digunakan untuk
menggambarkan kondisi anak yang menunjukkan
perbedaan dengan anak normal pada umumnya. Jenis
kelainan fisik dapat dikelompokkan pada anak yang
mengalami gangguan penglihatan (tunanetra),
gangguan pendengaran (tuna rungu), tunadaksa, dan
tunaganda.
 Layanan terhadap anak Tunanetra
Layanan yang diberikan meliputi layanan akademik, latihan dan
bimbingan terhadap anak tunanetra terutama diperlukan dalam
mengatasi dampak kelainan terhadap aspek psikologisnya, serta
pengembangan sosialisasi siswa.
 Layanan terhadap anak Tunarungu
Pelayanan terhadap anak tunarungu harus disesuaikan dengan
karakteristik/tingkatan ketunarunguannya.
 Layanan terhadap anak Tunadaksa
Semua jenis layanan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan
karakteristik pihak yang akan kita layani, tak terkecuali layanan
terhadap anak tunadaksa. Karakteristik anak tunadaksa dapat dilihat
dari segi akademis, sosial/emosional, dan fisik kesehatan.
Dengan pertimbangan berbagai faktor, banyak anak yang
sebenarnya mengalami gangguan emosi dan perilaku
menyimpang (tunalaras) oleh orang tuanya dimasukan ke
sekolah biasa, maka guru SD harus dapat mengantisipasi
keadaan tersebut.
 Pengertian, Klasifikasi, dan Karakteristik Anak
Tunalaras
Menurut Rosembera, anak tunalaras dapat dikelompokkan atas
tingkah laku yang beresiko tinggi dan rendah. Yang beresiko
tinggi yaitu hiperaktif, agresif, pembangkang, delikuensi dan
anak yang menarik diri dari pergaulan sosial, sedangkan yang
beresiko rendah yaitu autisme dan skizofrenia.
 Jenis Perilaku Menyimpang di Sekolah Biasa
Penyimpangan-penyimpangan perilaku anak tersebut,
seperti anak suka jail, iri hati, mencela, rewel, agresif,
suka protes, dan malas belajar.
 Gejala-gejala Perilaku Menyimpang
1. Anak yang suka jail
2. Anak yang suka iri hati
3. Anak yang suka menyela
4. Anak suka agresif
Penyebab Perilaku Menyimpang
 Tidak mendapat perhatian
 Disepelekan
 Kehadirannya dianggap tidak ada
 Tidak mendapat peran apapun
 Sebagai pelengkap penderita
 Takut kehilangan peran dalam lingkungannya
Memahami Anak Berperilaku Menyimpang
 Keberadaan anak berperilaku menyimpang sering dihadapi guru
pada saat mengajar. Untuk mengatasi permasalahan anak
semacam itu, perlu ada kerjasama antara staf dan semua guru
di sekolah.
 Perlunya Saling Dukung Antar Guru
Untuk membina budaya saling dukung di sekolah, tidaklah
mudah, memerlukan waktu dan contoh dari orang yang lebih
senior. Dukungan rekan sekerja bagi para guru dalam
menghadapi anak-anak berperilaku menyimpang.
 Berbagai Hal yang perlu diperhatikan dalam
Pelayanan Anak
a. Penyimpangan sebagai akibat
b. Perilaku destruktif
c. Perilaku mengajar
d. Cara mengatasi anak yang berperilaku menyimpang
 Penutup
Menghadapi anak di sekolah dengan karakteristik yang
heterogen diperlukan kesabaran yang cukup tinggi bagi guru,
terutama guru Sekolah Dasar.
 Pengertian
Kegiatan ekstrakulikuler adalah kegiatan yang
diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum
dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan
kebutuhan sekolah.
 Tujuan Kegiatan Ekstrakulikuler
Melalui kegiatan ekstrakulikuler siswa diharapkan akan
ammpu mengaitkan antara pengetahuan yang diperoleh di
sekolah dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan.
 Jenis Kegiatan Ekstrakulikuler
Jenis kegiatan ekstrakulikuler yang diselenggarakan di
sekolah antara lain: pramuka, UKS, olah raga, PMR, kesenian
dan kegiatan lain yang diselenggarakan di luar jam pelajaran
sekolah.
 Manfaat Kegiatan Ekstrakulikuler
Melalui kegiatan ekstrakulikuler siswa akan memperoleh
secara maksimal pengembangan fisik, mental, emosional,
kognitif, dan sosial.
 Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakulikuler
Pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler biasanya dilakukan oleh
para guru yang menguasai bidangnya, karena pengalaman
atau latar belakang pendidikan yang diperolehnya.
Perspektif pendidikan sd

Perspektif pendidikan sd

  • 1.
    Dodi Supriyadi 836175313 Dyah. S.P 836154524 Endah Fikriyah 836155178 Eka Nila Tresna 836160123 Endang. S 836194391 Elfrida 836157078
  • 2.
  • 3.
    BEnTuK-BEnTuK KEgIATAn BELAJAR yAngBIASA DILAKuKAn SISWA SD
  • 4.
     Jerome S.Bruner : inti belajar adalah bagaimana orang memilih, mempertahankan, dan mentransformasikan informasi secara aktif.  Selama kegiatan belajar berlangsung hendaknya siswa dibiarkan untuk menemukan sendiri makna segala sesuatu yang dipelajari (discovery learning).  Contoh kegiatan belajar:  menemukankesalahan-kesalahan dari kejadian sehari- hari dengan menggunakan gambar  Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri (experimental method)
  • 5.
    B. Belajar MenyimakB.Belajar Menyimak  Belajar menyimak biasanya berhubungan dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.  Contoh kegiatan belajar:  Bermain dengan kata  Bermain dengan pertanyaan  Bermain dengan gambar  Bermain dengan musik C.C. Belajar MeBelajar Meniruniru  Anak-anak merupakan pribadi yang sangat suka meniru (modeling) dari lingkungan sekitarnya. Guru dan orang tua merupakan lingkungan yang paling dekat dengan anak  Contoh kegiatan belajar: bermain peran
  • 6.
    D.D. Belajar MenghafalBelajarMenghafal  Guru harus membiasakan siswa menggunakan metode berpikir logis dan sistematis pada siswa dalam belajarnya. E. Belajar Merangkai   Contoh kegiatan: permainan menebak nama binatang yang diperagakan dan dideskripsikan F. Belajar Mengamalkan  Kegiatan belajar mengamalkan biasanya erat kaitannya dengan mata pelajaran PPKn dan Agama, karena pada mata pelajaran tersebut anak diajarkan tentang nilai-nilai moral dan perilaku yang hendaknya ditampilkan pada saat mereka bersosialisasi di masyarakat.
  • 7.
    G. Belajar MenganalisisG.Belajar Menganalisis  Kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru dalam rangka melatih anak belajar menganalisis, yaitu melalui permainan Teka-teki atau Tebak-tebakan.  Manfaat dari permainan ini adalah : 1. Mengasah daya ingat 2. Belajar klarifikasi 3. Menghibur 4. Mengembangkan kemampuan Analisis H. Belajar MeresponH. Belajar Merespon  Respon merupakan tanggapan yang diberikan oleh seseorang sebagai reaksi dari suatu tertentu  Contoh kegiatan: memberi pertanyaan seputar peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitar
  • 8.
    I. Belajar Mengorganisasikan Belajar mengorganisasikan di sini sesuai dengan teori belajar humanistik yang dikemukakan Carl Rogers, yaitu pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dalam pembelajaran, yaitu : 1. Manusia memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. 2. Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. 3. Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa. Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses  Contoh : menjelaskan melalui skema
  • 9.
    J. Belajar MengambilKeputusan  Sejak dini, anak sudah harus dididik agar bisa dan mampu untuk mengambil keputusan, mulai dari keadaan yang dialami sehari-hari sampai keadaan yang lebih sulit.  Contoh: kegiatan memecahkan permasalahan (problem solving)   K. Berlatih  Untuk membiasakan anak berlatih melakukan kegiatan sehari- hari, guru dapat mengadakan kegiatan bermain peran  Contoh: melakukan transaksi jual beli dengan mengajak siswa ke warung terdekat dengan sekolah, dengan menanyakan berbagai jenis barang, harga beli dan harga jual
  • 10.
    L. Belajar Menghayati Kegiatan belajar menghayati biasanya dilakukan pada saat mengajarkan mata pelajaran kesenian.   Contoh: menghayati suatu peran dalam drama, menghayati sebuah lagu M. Belajar Mengamati  Contoh : mengenal ekosistem laut dengan metode Edutaiment (edukasi dan entertaiment) seperti yang dilakukan Gelanggang Samudra Ancol
  • 11.
    L. Belajar Menghayati Kegiatan belajar menghayati biasanya dilakukan pada saat mengajarkan mata pelajaran kesenian.   Contoh: menghayati suatu peran dalam drama, menghayati sebuah lagu M. Belajar Mengamati  Contoh : mengenal ekosistem laut dengan metode Edutaiment (edukasi dan entertaiment) seperti yang dilakukan Gelanggang Samudra Ancol
  • 12.
  • 13.
    SEBAGAI GURU, ANDAHARUS MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA!! karena akan membuat siswa rajin belajar dan lebih membuat kebiasaan belajar siswa menetap dalam jangka waktu yang lama bahkan dapat menjadikan kebiasaan yang baik
  • 14.
     Motif dapatdiartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu.  Menurut Mc.Donald motivasi mengandung 3 aspek penting yaitu : 1. Motivasi adalah hal yang mengawali kegiatan perubahan energy pada seseorang. 2. Kemunculan motivasi ditandai dengan adanya rasa. 3. Motivasi sebenarnya merupakan respon dari suatu aksi yaitu tujuan. Sedangan tujuan sendiri menyangkut dengan soal kebutuhan.
  • 15.
    Teori tentang motivasiyang selalu terlalu terkait dengan masalah kebutuhan yaitu : 1. Kebutuhan fisiologis 2. Kebutuhan akan keamanan 3. Kebutuhan akan cinta dan kasih 4. Kebutuhan akan penghargaan 5. Kebutuhan untuk mewujudkan diri sendiri
  • 16.
    1. Motivasi sebagaimotor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan 2. Motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya 3. Motivasi dapat menjadi alat untuk menyeleksi perbuatan 4. Motivasi berfungsi sebagai pendorong untuk usaha mencapai prestasi
  • 17.
    1. Motivasi Intrinsik adalahbentuk motivasi yang tidak memerlukan rangsangan dari luar diri seseorang karena sudah ada dorongan dari dalam diri untuk melakukan sesuatu 2. Motivasi Ekstrinsik adalah bentuk motivasi yang di dalam aktivitas belajar dimulai dan diteruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak mutlak beraitan dengan aktivitas belajar
  • 18.
    1. Memberi nilai 2.Hadiah 3. Saingan/kompetisi 4. Ego involvement 5. Memberi ulangan 6. Mengetahui hasil 7. Pujian 8. Hukuman 9. Hasrat untuk belajar 10. Minat 11. Tujuan yang diakui
  • 19.
     Siswa yangberorientasi pada visual Guru dapat menyediakan materi pelajaran dengan berbagai bentuk grafis  Siswa yang berorientasi pada suara Guru dapat menggunakan tape perekam saat belajar atau melibatkan siswa dalam diskusi, kemudian melakukan review secara verbal  Siswa yang berorientasi pada benda yang dimanipulasi Guru dapat menggunakan model atau alat peraga di laboratorium, menggunakan komputer, atau belajar sambil bermain di lapangan
  • 20.
    1. Konsistensi 2. Perlakuansiswa sebagai individual 3. Jadikan lingkungan fisik kelas anda sedapat mungkin bernuansa belajar 4. Lakukanlah penilaian terhadap siswa sesering mungkin tapi dengan alasan yang kuat 5. Dapatkan umpan balik dari cara anda mengajar dan bekerja 6. Libatkan diri anda dalam setiap ajang berbagi pengetahuan formal maupun informal 7. Membuka diri terhadap kebutuhan siswa
  • 21.
  • 22.
  • 23.
     Menurut AgusTaufik (2007), istilah bimbingan pada umumnya dipahami sebagai upaya memberikan arahan, panduan, nasihat dan biasanya mengandung nilai-nilai yang bersifat menuntun ke arah yang baik.  Definisi bimbingan berdasarakan program pendidikan di SD adalah suatu proses pemberian bantuan kepada siswa SD sebagai individu dan makhluk sosial. Bantuan tersebut harus didasarkan atas pemahaman tentang kebutuhan dan karateristik perkembangan siswa yang bersangkutan sehingga mencapai perkembangan yang optimal.
  • 24.
     Tujuan Umum Tujuanumum dari pelayanan bimbingan dan konseling adalah terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri, serta rasa tanggung jawab, kemasyarakatan dan kebangsaan.  Tujuan Khusus Siswa dapat memahami diri sendiri sehingga mampu mengatasi masalah dan kesulitan yang dialami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan, baik lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat, selanjutnya dapat menyalurkan potensi yang dimiliki baik didalam pendidikan maupun dunia kerja.
  • 25.
    1. Fungsi Pengungkapan 2.Fungsi Penyaluran 3. Fungsi Penyesuaian 4. Fungsi Pencegahan 5. Fungsi Perkembangan 6. Fungsi Perbaikan
  • 26.
    1. Bimbingan untukSemua 2. Bimbingan di SD Dilaksanakan oleh Semua Guru Kelas 3. Bimbingan Diarahkan untuk Perkembangan Kognitif dan Afektif 4. Bimbingan Diberikan secara Insidental dan Informal 5. Bimbingan Ditekankan pada Tujuan Belajar dan Kebermaknaan Belajar 6. Bimbingan Difokuskan pada Aset 7. Bimbingan terhadap Proses Pendewasaan 8. Program Bimbingan Dilaksanakan secara Bersama
  • 27.
     Bimbingan merupakanupaya pemberian bantuan yang berkesinambungan dan sistematik yang diberikan kepada siswa, agar dapat mencapai perkembangan yang optimal.
  • 28.
  • 29.
    A. Pengertian  Anakberbakat adalah anak yang memiliki skor IQ 130 atau 140.  Menurut Clark (dalam Astati) anak berbakat adalah anak yang menunjukkan kemampuan/ penampilan yang tinggi dalam bidang-bidang, seperti intelektual, kreatif, seni, kapasitas kepemimpinan atau bidang akademik khusus, dan bidang memerlukan pelayanan atau aktivitas yang tidak bisa disediakan oleh sekolah, agar tiap kemampuan anak berkembang secara penuh.
  • 30.
    Pengidentifikasian anak berbakat: MenurutKirk (1986) anak berbakat dapat dilihat beberapa hal seperti: 1. Kelancaran (kemempuan menjawab pertanyaan). 2. Kelenturan (kemampuan untuk memberikan berbagai macam jawaban). 3. Kemurnian (kemampuan memberikan respon yang unik dan layak).
  • 31.
    Dua macam layanansebagai pilihan dalam memberikan layanan kepada anak berbakat meliputi:  Adaptasi Lingkungan Kelas pengayaan, guru konsultan, ruangan sumber belajar, studi mandiri, kelas khusus,  Adaptasi Program Percepatan/akselerasi, pengayaan, pencanggihan materi pembelajaran, pembaruan isi pembelajaran, modifikasi kuriulum
  • 32.
    a. Strategi Pembelajaran b.Model-model layanan mengarah pada perkembangan anak berbakat yang meliputi layanan perkembangan kognitif, nilai, moral, kreativitas dan bidang khusus. c. Layanan Perkembangan Kreativitas d. Stimulasi imajinasi dan proses inkubasi e. Desan pembelajaran f. Evaluasi
  • 33.
     Pengertian Menurut MulyonoAbdulrachman (dalam pengantar Pendidikan Anak Luar biasa, 2007) keluarbiasaan merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi anak yang menunjukkan perbedaan dengan anak normal pada umumnya. Jenis kelainan fisik dapat dikelompokkan pada anak yang mengalami gangguan penglihatan (tunanetra), gangguan pendengaran (tuna rungu), tunadaksa, dan tunaganda.
  • 34.
     Layanan terhadapanak Tunanetra Layanan yang diberikan meliputi layanan akademik, latihan dan bimbingan terhadap anak tunanetra terutama diperlukan dalam mengatasi dampak kelainan terhadap aspek psikologisnya, serta pengembangan sosialisasi siswa.  Layanan terhadap anak Tunarungu Pelayanan terhadap anak tunarungu harus disesuaikan dengan karakteristik/tingkatan ketunarunguannya.  Layanan terhadap anak Tunadaksa Semua jenis layanan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pihak yang akan kita layani, tak terkecuali layanan terhadap anak tunadaksa. Karakteristik anak tunadaksa dapat dilihat dari segi akademis, sosial/emosional, dan fisik kesehatan.
  • 35.
    Dengan pertimbangan berbagaifaktor, banyak anak yang sebenarnya mengalami gangguan emosi dan perilaku menyimpang (tunalaras) oleh orang tuanya dimasukan ke sekolah biasa, maka guru SD harus dapat mengantisipasi keadaan tersebut.  Pengertian, Klasifikasi, dan Karakteristik Anak Tunalaras Menurut Rosembera, anak tunalaras dapat dikelompokkan atas tingkah laku yang beresiko tinggi dan rendah. Yang beresiko tinggi yaitu hiperaktif, agresif, pembangkang, delikuensi dan anak yang menarik diri dari pergaulan sosial, sedangkan yang beresiko rendah yaitu autisme dan skizofrenia.
  • 36.
     Jenis PerilakuMenyimpang di Sekolah Biasa Penyimpangan-penyimpangan perilaku anak tersebut, seperti anak suka jail, iri hati, mencela, rewel, agresif, suka protes, dan malas belajar.  Gejala-gejala Perilaku Menyimpang 1. Anak yang suka jail 2. Anak yang suka iri hati 3. Anak yang suka menyela 4. Anak suka agresif
  • 37.
    Penyebab Perilaku Menyimpang Tidak mendapat perhatian  Disepelekan  Kehadirannya dianggap tidak ada  Tidak mendapat peran apapun  Sebagai pelengkap penderita  Takut kehilangan peran dalam lingkungannya Memahami Anak Berperilaku Menyimpang  Keberadaan anak berperilaku menyimpang sering dihadapi guru pada saat mengajar. Untuk mengatasi permasalahan anak semacam itu, perlu ada kerjasama antara staf dan semua guru di sekolah.
  • 38.
     Perlunya SalingDukung Antar Guru Untuk membina budaya saling dukung di sekolah, tidaklah mudah, memerlukan waktu dan contoh dari orang yang lebih senior. Dukungan rekan sekerja bagi para guru dalam menghadapi anak-anak berperilaku menyimpang.  Berbagai Hal yang perlu diperhatikan dalam Pelayanan Anak a. Penyimpangan sebagai akibat b. Perilaku destruktif c. Perilaku mengajar d. Cara mengatasi anak yang berperilaku menyimpang  Penutup Menghadapi anak di sekolah dengan karakteristik yang heterogen diperlukan kesabaran yang cukup tinggi bagi guru, terutama guru Sekolah Dasar.
  • 39.
     Pengertian Kegiatan ekstrakulikuleradalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah.  Tujuan Kegiatan Ekstrakulikuler Melalui kegiatan ekstrakulikuler siswa diharapkan akan ammpu mengaitkan antara pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan keadaan dan kebutuhan lingkungan.
  • 40.
     Jenis KegiatanEkstrakulikuler Jenis kegiatan ekstrakulikuler yang diselenggarakan di sekolah antara lain: pramuka, UKS, olah raga, PMR, kesenian dan kegiatan lain yang diselenggarakan di luar jam pelajaran sekolah.  Manfaat Kegiatan Ekstrakulikuler Melalui kegiatan ekstrakulikuler siswa akan memperoleh secara maksimal pengembangan fisik, mental, emosional, kognitif, dan sosial.  Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakulikuler Pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler biasanya dilakukan oleh para guru yang menguasai bidangnya, karena pengalaman atau latar belakang pendidikan yang diperolehnya.