SlideShare a Scribd company logo
1 of 5
1
PENGAWASAN BERKUALITAS
MENUJU SDM UNGGUL DAN INDONESIA MAJU
Oleh:
Sujatmiko Wibowo
Auditor Itjen Kemenristekdikti
Berdasarkan riset dari Bank Dunia tahun 2018, Indeks Sumber Daya Manusia (Human
Capital Index/HCI) Indonesia berada pada peringkat 87 dari 157 negara. Nilai HCI Indonesia
adalah 0,53 dan tertinggal dari beberapa negara Asia Tenggara seperti Singapura 0,88,
Malaysia 0,62, Vietnam 0,67, Thailand 0,60, dan Filipina 0,55. Singapura sendiri menduduki
peringkat pertama di dunia dalam skala HCI.
Badan Pusat Statistik (BPS) 2019 menyebutkan bahwa berdasarkan indikator tingkat
kualitas SDM bangsa Indonesia masih jauh dari harapan, yaitu proporsi penduduk yang
umurnya 15 tahun ke atas yang punya ijazah tinggi hanya 8,8%, Sekolah Menengah Atas
(SMA) hanya 26,4%, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 21,2%, dan Sekolah Dasar (SD)
paling banyak, yakni 43,7%. Hal ini merupakan fakta bahwa kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM) yang dimiliki Indonesia saat ini ternyata masih rendah.
Demikian juga dari daya saing ekonomi, kita masih jauh tertinggal dari negara maju.
Berdasarkan World Economic Forum (WEF) 2018, indeks daya saing Indonesia sebesar 64,9
dari skor 0-100 yang menempati peringkat 45 dari 140 negara. Sementara itu, di tahun yang
sama, Business World memaparkan bahwa peringkat daya saing SDM Indonesia berada di
ranking 45 dari 63 negara. Peringkat ini masih kalah dari dua negara tetangga yaitu Singapura
dan Malaysia yang masing-masing berada diperingkat 13 dan 22.
Kondisi demikian bukan hanya mempengaruhi kesiapan Indonesia menghadapi
tantangan era industri 4.0, tetapi juga mempersulit upaya memotong lingkaran setan
kemiskinan yang saat ini masih menggurita dan mengakar di semua lini kehidupan bangsa
Indonesia. Dari data skor Indeks SDM dan Indeks Daya Saing tersebut, menunjukkan bahwa
pasar tenaga kerja dan kemampuan inovasi bangsa Indonesia terbilang cukup rendah.
Presiden Joko Widodo, dalam pidato Nota Keuangan Tahun Anggaran 2020 di
Gedung DPR/MPR pada tanggal 16 Agustus 2019 menyampaikan bahwa Pemerintah
mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp505,8 triliun pada APBN 2020. Angka
tersebut meningkat 29,6 persen jika dibandingkan dengan realisasi pendidikan lima tahun lalu
(2014-2019) sebesar Rp390,3 triliun. Dengan anggaran pendidikan yang meningkat tersebut,
diharapkan tidak ada lagi anak dan pelajar Indonesia yang tertinggal. Kemampuan dasar anak-
anak Indonesia akan terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar,
terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains, sehingga menjadi
pijakan bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak di jenjang pendidikan yang lebih
tinggi (www.kompasiana.com). Sementara itu, Menristekdikti dalam sambutannya pada
upacara peringatan 17 Agustus 2019 di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan
Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyatakan bahwa kemajuan industri yang berjalan di
Indonesia tidak cukup hanya dengan infrastruktur, akan tetapi harus didukung dengan
2
peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas SDM dapat ditempuh
dengan perbaikan pendidikan untuk menjalankan kemajuan teknologi seiring kemajuan
industri 4.0 (www.ristekdikti.go.id).
Peningkatan kapasitas dan kualitas suatu bangsa melalui pembangunan SDM yang
unggul merupakan tugas bersama dalam menciptakan bangsa yang kuat dan Negara yang
makmur. Melalui SDM yang unggul, tangguh dan berkualitas baik secara fisik dan mental akan
berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa,
namun juga dalam mendukung pembangunan nasional. SDM unggul merupakan kunci
Indonesia di masa depan, diantaranya SDM yang berbudipekerti luhur, berkarakter kuat,
menguasai keterampilan, dan menguasai ilmu pengetahuan di masa kini dan masa depan
(Infografis Antaranews, 2019).
Terdapat beberapa hal yang harus menjadi prioritas utama dalam upaya pembangunan
kualitas SDM antara lain:
1. Sistem pendidikan yang baik dan bermutu.
Diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama berkaitan
dengan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia
kerja. Pemerintah memiliki peran penting dalam penyelenggaraan sistem pendidikan yang
efektif dan efisien, berorientasikan pada penguasaan iptek, serta merata di seluruh pelosok
tanah air.
2. Penguatan peran agama
Perlu penguatan dan peningkatan pendidikan agama dalam kehidupan sosial bermasyarakat
dalam rangka memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa (character building).
3. Peningkatan kapasitas SDM
Peningkatan kapasitas SDM dapat dilakukan melalui berbagai diklat, kompetensi,
pembinaan dan lain-lain. Tenaga kerja profesional dan terampil sesuai tuntutan/kebutuhan
pasar merupakan faktor keunggulan suatu bangsa dalam menghadapi persaingan global.
Pemerintah memegang peranan penting dalam menyiapkan program-program strategis guna
menghasilkan SDM berkualitas dan siap memasuki pasar kerja.
4. Pembinaan dan pengembangan masyarakat terutama generasi muda.
Sebagai penopang utama dalam roda pembangunan, pemberdayaan generasi muda
diharapkan dapat menciptakan generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi.
Karakteristik generasi muda seperti inilah yang diharapkan mampu berkonstribusi dan
memenangkan persaingan global di era 4.0.
Perguruan Tinggi merupakan garda terdepan dalam mencetak SDM yang unggul dan
kompetetitif di masa mendatang. Satu hal yang harus ditempuh adalah selalu meningkatkan
kualitas SDM perguruan tinggi, serta menyiapkan diri agar mampu beradaptasi untuk mencapai
keberhasilan dalam membangun bangsa. Keunggulan SDM di era ini dapat dilihat dari tingkat
inovasi dan kreativitas yang dihasilkan. Pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat harus
3
saling bahu membahu, bekerja sama, menjadi lokomotif inovasi dan kreativitas bangsa,
menjadi penggerak pembinaan dan pembudayaan inovasi dan kreativitas.
Berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik
Indonesia Nomor 142/M/KPT/2019 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi
Negeri (PTN) di Lingkungan Kemenristekdikti Tahun 2019, disebutkan bahwa kinerja PTN
dapat diukur berdasarkan capaian IKU pada setiap periode anggaran atau dalam satu tahun.
Dalam IKU tersebut sudah memuat berbagai target capaian program peningkatan kualitas SDM
pada setiap PTN, diantaranya adalah: jumlah mahasiswa berwirausaha, persentase lulusan
bersertifikat kompetensi dan profesi, presentase kualitas dosen, jumlah publikasi internasional,
jumlah HAKI, jumlah produk inovasi, jumlah prototype industri, jumlah kerjasama dengan
industri, dan lain sebagainya.
Penetapan indikator kinerja perguruan tinggi tersebut dimaksudkan untuk mendorong
percepatan dan peningkatan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan
masyarakat dan dunia kerja, serta peningkatan tata kelola sistem pendidikan yang efektif dan
efisien, berorientasikan pada penguasaan iptek, serta merata di seluruh pelosok tanah air. Hasil
peningkatan capaian kinerja yang dicapai perguruan tinggi ini diharapkan dapat meningkatkan
kualitas sumber daya manusia, terutama PTN di lingkungan Kemenristekdikti.
Sesuai visi Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenristekdikti yaitu Terwujudnya
Pengawasan Intern Yang Profesional Dan Berkualitas Untuk Mendorong Kementerian Riset,
Teknologi dan Pendidikan Tinggi Yang Bermutu Dan Berdaya Saing, maka sudah menjadi
kewajiban jika Itjen selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) berkewajiban ikut
mengawal dan mendukung program Kemenristekdikti dalam mewujudkan capaian program
SDM yang unggul. Sesuai tugas dan fungsinya, maka Itjen dalam mendukung dan mengawal
program SDM Unggul diantaranya dengan melakukan pengawasan/pemeriksaan yang
berkualitas atas pelaksanaan semua program dan kegiatan di semua satuan kerja di lingkungan
Kemenristedikti.
Pengawasan berkualitas adalah proses pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis
sesuai standar yang berlaku umum, dengan auditor’s judgement (skeptisme dan pertimbangan
profesional) yang bermutu tinggi, dilakukan oleh auditor yang kompeten dan independen untuk
menghasilkan audit yang bermutu tinggi (Knechel et al, 2012). Terkait dengan standar kualitas
audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK, 2017) telah menyusun standar kualitas audit yang
diantaranya terdiri dari:
1. Kualitas strategis.
Kualitas hasil pengawasan harus harus dapat memberikan informasi kepada pemakai
laporan secara tepat waktu.
2. Kualitas teknis.
Kualitas teknis pengawasan diantaranya adalah penyajian temuan, simpulan dan
rekomendasi atau saran harus jelas, konsisten, dapat diakses dan obyektif.
4
3. Kualitas proses.
Kualitas proses pengawasan diantaranya adalah proses kegiatan sejak dari perencanaan,
pelaksanaan, pelaporan, dan tindak lanjut pemeriksaan dilakukan sesuai standar yang
berlaku umum.
Menurut The Financial Reporting Council (FRC, 2008), Kualitas suatu pengawasan
yang dilakukan oleh APIP dapat dipengaruhi oleh 5 (lima) faktor, diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. The culture within an audit firm
Kualitas audit dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya organisasi internal audit terhadap
pelaksaanaan pemeriksaan yang baik sesuai standar yang berlaku umum.
2. The skill and personnel qualities of audit partner and staff
Kualitas audit dipengaruhi oleh kompetensi, keahlian dan pengalaman auditor di dalam
perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan audit yang baik.
3. The effectiveness of the audit process
Kualitas audit dipengaruhi oleh metodologi, prosedur, kepatuhan, manfaat, efisiensi dan
pelaksanaan audit sesuai program kerja audit.
4. The realibility and usefullness of audit reporting
Kualitas audit dipengaruhi oleh temuan, rekomendasi, dan laporan hasil audit yang disusun
sesuai standar audit dan disampaikan kepada auditee tepat waktu.
5. Factors outside the control of auditors affecting audit quality
Kualitas audit dipengaruhi oleh suatu peraturan, kebijakan pimpinan atau kebijakan
organisasi yang berada di luar kewenangan auditor.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Pembangunan SDM Unggul
sejak tahun 2019 hingga tahun kedepan menjadi pengarusutamaan strategi pembangunan
bangsa Indonesia, pilihan strategi tersebut diupayakan untuk mengakselerasi pertumbuhan
ekonomi yang dibutuhkan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Urgensi
pembangunan SDM menjadi faktor kunci dalam memenangkan persaingan global di era 4.0,
yang membawa konsekuensi semakin ketatnya persaingan ditengah ketidakpastian, langkah
strategis ini sudah selayaknya mendapatkan dukung penuh dari seluruh pemangku
kepentingan. Terlebih Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti sebagai APIP harus melakukan
pengawasan yang berkualitas untuk mendukung kebijakan nasional berupa penguatan SDM
Indonesia yang Unggul, dan diharapkan berimplikasi pada peningkatan produktivitas kerja,
dalam memenangkan persaingan ditengah perubahan yang berlangsung cepat dalam dunia
bisnis, ekonomi politik dan budaya menuju Indonesia Maju.
Dewasa ini, terdapat kebijakan restrukturisasi organisasi pada Kemenristekdikti yaitu
bidang Pendidikan Tinggi kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud), sehingga urusan Pendidikan Tinggi ditangani oleh Kemendikbud sementara
urusan Riset dan Inovasi dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset
Nasional (Kemenristek/BRIN), tentunya sedikit banyak cukup berpengaruh terhadap
pelaksanaan program peningkatan SDM Unggul baik secara langsung maupun tidak langsung.
Namun, hal ini diharapkan tidak menyurutkan langkah dan mengendorkan semangat semua
5
pemangku kepentingan, baik di lingkungan Kemendikbud maupun lingkungan
Kemenristek/BRIN dalam memujudkan SDM yang unggul sesuai kapasitas dan bidang kerja
masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pemeriksa Keuangan. 2017. Peraturan Badan Pemeriksaan Keuangan Nomor 1 Tahun
2017 tentang Standar Pemeriksaaan Keuangan Negara.
Bastian, Indra. 2019. Audit Sektor Publik. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Penerbit
Universitas Terbuka. Tangerang Selatan.
Kemenristekdikti. 2019. Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik
Indonesia Nomor 142/M/KPT/2019 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU)
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Lingkungan Kemenristekdikti Tahun 2009.
Kumaat, V.G. 2011. Internal Audit. Penerbit Erlangga. Jakarta.
Knechel et al. 2012. Audit Quality: Insights from the Academic Literature. Auditing A Journal
of Practice & Theory 32(Supplement 1).
Tandiontong, M. 2016. Kualitas Audit dan Pengukurannya. Penerbit Alfabeta. Bandung
The Financial Reporting Council. 2008. The Audit Quality Framework. London.
www.antaranews.com diakses pada 2 November 2019.
www.bps.go.id diakses pada 26 Oktober 2019.
www.bworldonline.com diakses pada 1 November 2019.
www.kompasiana.com diakses pada 1 November 2019.
www.ristekdikti.go.id diakses pada 1 November 2019.
www.tanotofoundation.org diakses pada 2 November 2019.
www.weforum.org diakses 25 Oktober 2019.
www.worldbank.org diakses pada 27 Oktober 2019.

More Related Content

What's hot

Maizar_Pembangunan zona integritas zi wbk wbbm tahun 2020 kementerian perhubu...
Maizar_Pembangunan zona integritas zi wbk wbbm tahun 2020 kementerian perhubu...Maizar_Pembangunan zona integritas zi wbk wbbm tahun 2020 kementerian perhubu...
Maizar_Pembangunan zona integritas zi wbk wbbm tahun 2020 kementerian perhubu...
Dr. Zar Rdj
 
Bappeda dok perenc pedoman nilai kinerja
Bappeda dok perenc pedoman nilai kinerjaBappeda dok perenc pedoman nilai kinerja
Bappeda dok perenc pedoman nilai kinerja
KutsiyatinMSi
 
PRESENTASI SOSIALISASI SPJ - BOS 2012
PRESENTASI SOSIALISASI SPJ - BOS 2012PRESENTASI SOSIALISASI SPJ - BOS 2012
PRESENTASI SOSIALISASI SPJ - BOS 2012
NASuprawoto Sunardjo
 

What's hot (20)

Maizar_Pembangunan zona integritas zi wbk wbbm tahun 2020 kementerian perhubu...
Maizar_Pembangunan zona integritas zi wbk wbbm tahun 2020 kementerian perhubu...Maizar_Pembangunan zona integritas zi wbk wbbm tahun 2020 kementerian perhubu...
Maizar_Pembangunan zona integritas zi wbk wbbm tahun 2020 kementerian perhubu...
 
Analisis Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Terhadap Kinerja Keu...
Analisis Penerapan Standar  Akuntansi Pemerintahan (SAP) Terhadap Kinerja Keu...Analisis Penerapan Standar  Akuntansi Pemerintahan (SAP) Terhadap Kinerja Keu...
Analisis Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Terhadap Kinerja Keu...
 
Bappeda dok perenc pedoman nilai kinerja
Bappeda dok perenc pedoman nilai kinerjaBappeda dok perenc pedoman nilai kinerja
Bappeda dok perenc pedoman nilai kinerja
 
Bos mi mts
Bos mi mtsBos mi mts
Bos mi mts
 
Tugas Kelompok 2 (Akuntansi Sektor Publik)
Tugas Kelompok 2 (Akuntansi Sektor Publik)Tugas Kelompok 2 (Akuntansi Sektor Publik)
Tugas Kelompok 2 (Akuntansi Sektor Publik)
 
Penerapan akuntansi berbasis akrual pada osp di kota bogor 4 a akuntansi
Penerapan akuntansi berbasis akrual pada osp di kota bogor 4 a akuntansiPenerapan akuntansi berbasis akrual pada osp di kota bogor 4 a akuntansi
Penerapan akuntansi berbasis akrual pada osp di kota bogor 4 a akuntansi
 
ANALISIS EFESIENSI DAN EFEKTIVITAS BASIS AKRUAL PADA SEKTOR PUBLIK DI KOTA BOGOR
ANALISIS EFESIENSI DAN EFEKTIVITAS BASIS AKRUAL PADA SEKTOR PUBLIK DI KOTA BOGORANALISIS EFESIENSI DAN EFEKTIVITAS BASIS AKRUAL PADA SEKTOR PUBLIK DI KOTA BOGOR
ANALISIS EFESIENSI DAN EFEKTIVITAS BASIS AKRUAL PADA SEKTOR PUBLIK DI KOTA BOGOR
 
Tugas asp 4 c akt (1)
Tugas asp 4 c akt (1)Tugas asp 4 c akt (1)
Tugas asp 4 c akt (1)
 
1.06 penyusunan & penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sdm
1.06 penyusunan & penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sdm1.06 penyusunan & penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sdm
1.06 penyusunan & penerapan kebijakan yang sehat tentang pembinaan sdm
 
Materi 2. tujuan, kebijakan, etika pbj
Materi 2. tujuan,  kebijakan, etika pbjMateri 2. tujuan,  kebijakan, etika pbj
Materi 2. tujuan, kebijakan, etika pbj
 
Langkah inspektorat jenderal kemenhub menjadi stratagic patner
Langkah inspektorat jenderal kemenhub menjadi stratagic patnerLangkah inspektorat jenderal kemenhub menjadi stratagic patner
Langkah inspektorat jenderal kemenhub menjadi stratagic patner
 
PENGARUH PEMERIKSAAN BPK RI ATAS KESESUAIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERA...
PENGARUH PEMERIKSAAN BPK RI ATAS KESESUAIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERA...PENGARUH PEMERIKSAAN BPK RI ATAS KESESUAIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERA...
PENGARUH PEMERIKSAAN BPK RI ATAS KESESUAIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERA...
 
Analisis Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual Pada OSP di Bogor
Analisis Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual Pada OSP di BogorAnalisis Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual Pada OSP di Bogor
Analisis Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual Pada OSP di Bogor
 
Materi 1. ketentuan umum
Materi 1. ketentuan umumMateri 1. ketentuan umum
Materi 1. ketentuan umum
 
PRESENTASI SOSIALISASI SPJ - BOS 2012
PRESENTASI SOSIALISASI SPJ - BOS 2012PRESENTASI SOSIALISASI SPJ - BOS 2012
PRESENTASI SOSIALISASI SPJ - BOS 2012
 
Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual Pada Organisasi Sektor Publik di kota bogor
Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual Pada Organisasi Sektor Publik di kota bogorPenerapan Akuntansi Berbasis Akrual Pada Organisasi Sektor Publik di kota bogor
Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual Pada Organisasi Sektor Publik di kota bogor
 
22122021-Presentasi thesis
22122021-Presentasi thesis22122021-Presentasi thesis
22122021-Presentasi thesis
 
Analisis OSP Disdukcapil dan Disnaker BOGOR
Analisis OSP Disdukcapil dan Disnaker BOGORAnalisis OSP Disdukcapil dan Disnaker BOGOR
Analisis OSP Disdukcapil dan Disnaker BOGOR
 
Analisis Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual pada Organisasi Sektor Publik Di...
Analisis Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual pada Organisasi Sektor Publik Di...Analisis Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual pada Organisasi Sektor Publik Di...
Analisis Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual pada Organisasi Sektor Publik Di...
 
Kebijakan aplikasi rkas
Kebijakan aplikasi rkasKebijakan aplikasi rkas
Kebijakan aplikasi rkas
 

Similar to Pengawasan Berkualitas menuju SDM Unggul dan Indonesia Maju

Syaifi ab. pendidikan kejuruan mengantarkan pada masyarakat berbasis pengetahuan
Syaifi ab. pendidikan kejuruan mengantarkan pada masyarakat berbasis pengetahuanSyaifi ab. pendidikan kejuruan mengantarkan pada masyarakat berbasis pengetahuan
Syaifi ab. pendidikan kejuruan mengantarkan pada masyarakat berbasis pengetahuan
Syaifi Al-Mahfudzi
 
[150] Prihastuti Ekawatiningsih - UNY.pdf
[150] Prihastuti Ekawatiningsih - UNY.pdf[150] Prihastuti Ekawatiningsih - UNY.pdf
[150] Prihastuti Ekawatiningsih - UNY.pdf
Hartoyo Mp
 
Modul PdP Bhg. B : Rumusan 2012
Modul PdP Bhg. B : Rumusan 2012Modul PdP Bhg. B : Rumusan 2012
Modul PdP Bhg. B : Rumusan 2012
Mohd Fadil Talib
 
Makalah Upaya Peningkatan Kualitas SDM di Indonesia
Makalah Upaya Peningkatan Kualitas SDM di IndonesiaMakalah Upaya Peningkatan Kualitas SDM di Indonesia
Makalah Upaya Peningkatan Kualitas SDM di Indonesia
Vina Widya Putri
 
20191014_MK_PTNBH_PP_v04.pptx
20191014_MK_PTNBH_PP_v04.pptx20191014_MK_PTNBH_PP_v04.pptx
20191014_MK_PTNBH_PP_v04.pptx
teamtender
 
Renstra poltekba-2015-2019-rev-1-juli-2016-1(1)
Renstra poltekba-2015-2019-rev-1-juli-2016-1(1)Renstra poltekba-2015-2019-rev-1-juli-2016-1(1)
Renstra poltekba-2015-2019-rev-1-juli-2016-1(1)
IdamSpidy
 

Similar to Pengawasan Berkualitas menuju SDM Unggul dan Indonesia Maju (20)

Syaifi ab. pendidikan kejuruan mengantarkan pada masyarakat berbasis pengetahuan
Syaifi ab. pendidikan kejuruan mengantarkan pada masyarakat berbasis pengetahuanSyaifi ab. pendidikan kejuruan mengantarkan pada masyarakat berbasis pengetahuan
Syaifi ab. pendidikan kejuruan mengantarkan pada masyarakat berbasis pengetahuan
 
[150] Prihastuti Ekawatiningsih - UNY.pdf
[150] Prihastuti Ekawatiningsih - UNY.pdf[150] Prihastuti Ekawatiningsih - UNY.pdf
[150] Prihastuti Ekawatiningsih - UNY.pdf
 
Buku-Panduan-IKU-2021-28062021.pdf
Buku-Panduan-IKU-2021-28062021.pdfBuku-Panduan-IKU-2021-28062021.pdf
Buku-Panduan-IKU-2021-28062021.pdf
 
Modul PdP Bhg. B : Rumusan 2012
Modul PdP Bhg. B : Rumusan 2012Modul PdP Bhg. B : Rumusan 2012
Modul PdP Bhg. B : Rumusan 2012
 
MODEL KESEJAHTERAAN ASN BERKINERJA TINGGI
MODEL KESEJAHTERAAN ASN BERKINERJA TINGGIMODEL KESEJAHTERAAN ASN BERKINERJA TINGGI
MODEL KESEJAHTERAAN ASN BERKINERJA TINGGI
 
Tugas globalisasi msdm fix
Tugas globalisasi msdm fixTugas globalisasi msdm fix
Tugas globalisasi msdm fix
 
Bonus Demografi (ironi negeri)
Bonus Demografi (ironi negeri)Bonus Demografi (ironi negeri)
Bonus Demografi (ironi negeri)
 
Buku kebijakan mutu
Buku kebijakan mutuBuku kebijakan mutu
Buku kebijakan mutu
 
Badan pusat statistik tenaga kerja asing
Badan pusat statistik tenaga kerja asingBadan pusat statistik tenaga kerja asing
Badan pusat statistik tenaga kerja asing
 
booklet_kkni-ii.pdf
booklet_kkni-ii.pdfbooklet_kkni-ii.pdf
booklet_kkni-ii.pdf
 
Jurnal pdp vol 4 no 2 m taufik vokasi
Jurnal pdp vol 4 no 2 m taufik vokasiJurnal pdp vol 4 no 2 m taufik vokasi
Jurnal pdp vol 4 no 2 m taufik vokasi
 
petunjuk teknis bantuan dit psmk (rangkuman)
petunjuk teknis bantuan dit psmk (rangkuman)petunjuk teknis bantuan dit psmk (rangkuman)
petunjuk teknis bantuan dit psmk (rangkuman)
 
Standar dan Sistem Penjaminan Mutu Internal Program Pendidikan Sarjana Instit...
Standar dan Sistem Penjaminan Mutu Internal Program Pendidikan Sarjana Instit...Standar dan Sistem Penjaminan Mutu Internal Program Pendidikan Sarjana Instit...
Standar dan Sistem Penjaminan Mutu Internal Program Pendidikan Sarjana Instit...
 
Makalah Upaya Peningkatan Kualitas SDM di Indonesia
Makalah Upaya Peningkatan Kualitas SDM di IndonesiaMakalah Upaya Peningkatan Kualitas SDM di Indonesia
Makalah Upaya Peningkatan Kualitas SDM di Indonesia
 
20191014_MK_PTNBH_PP_v04.pptx
20191014_MK_PTNBH_PP_v04.pptx20191014_MK_PTNBH_PP_v04.pptx
20191014_MK_PTNBH_PP_v04.pptx
 
Manual mutu 28062012
Manual mutu 28062012Manual mutu 28062012
Manual mutu 28062012
 
03. isi
03. isi03. isi
03. isi
 
0 Visi_Rakerpim 2019.pptx
0 Visi_Rakerpim 2019.pptx0 Visi_Rakerpim 2019.pptx
0 Visi_Rakerpim 2019.pptx
 
Renstra poltekba-2015-2019-rev-1-juli-2016-1(1)
Renstra poltekba-2015-2019-rev-1-juli-2016-1(1)Renstra poltekba-2015-2019-rev-1-juli-2016-1(1)
Renstra poltekba-2015-2019-rev-1-juli-2016-1(1)
 
Pendidikan Kejuruan dan Vokasi dalam Perspektif Pengembangan Karir
Pendidikan Kejuruan dan Vokasi dalam Perspektif Pengembangan KarirPendidikan Kejuruan dan Vokasi dalam Perspektif Pengembangan Karir
Pendidikan Kejuruan dan Vokasi dalam Perspektif Pengembangan Karir
 

More from Sujatmiko Wibowo

More from Sujatmiko Wibowo (20)

Pengelolaan Penelitian & Pengabdian Masyarakat pada Perguruan Tinggi
Pengelolaan Penelitian & Pengabdian Masyarakat pada Perguruan TinggiPengelolaan Penelitian & Pengabdian Masyarakat pada Perguruan Tinggi
Pengelolaan Penelitian & Pengabdian Masyarakat pada Perguruan Tinggi
 
Evaluasi ZI WBK WBBM 2023.pdf
Evaluasi ZI WBK WBBM 2023.pdfEvaluasi ZI WBK WBBM 2023.pdf
Evaluasi ZI WBK WBBM 2023.pdf
 
Akuntabilitas Dana APBN
Akuntabilitas Dana APBNAkuntabilitas Dana APBN
Akuntabilitas Dana APBN
 
Mekanisme Penyelesaian KN.pdf
Mekanisme Penyelesaian KN.pdfMekanisme Penyelesaian KN.pdf
Mekanisme Penyelesaian KN.pdf
 
Fraud In The Provision of Health Services In Hospitals During The Covid-1...
Fraud In The Provision  of Health  Services In Hospitals  During  The Covid-1...Fraud In The Provision  of Health  Services In Hospitals  During  The Covid-1...
Fraud In The Provision of Health Services In Hospitals During The Covid-1...
 
Bimtek Reviu LK Polindra.pdf
Bimtek Reviu LK Polindra.pdfBimtek Reviu LK Polindra.pdf
Bimtek Reviu LK Polindra.pdf
 
Tata Kelola BLU pada Perguruan Tinggi Negeri
Tata Kelola BLU pada Perguruan Tinggi NegeriTata Kelola BLU pada Perguruan Tinggi Negeri
Tata Kelola BLU pada Perguruan Tinggi Negeri
 
Pengawasan dan Pengendalian BMN.pdf
Pengawasan dan Pengendalian BMN.pdfPengawasan dan Pengendalian BMN.pdf
Pengawasan dan Pengendalian BMN.pdf
 
Evaluasi ZI WBK WBBM Tahun 2022
Evaluasi ZI WBK WBBM Tahun 2022Evaluasi ZI WBK WBBM Tahun 2022
Evaluasi ZI WBK WBBM Tahun 2022
 
Tata Kelola dan Akuntabilitas Bantuan Pemerintah
Tata Kelola dan Akuntabilitas Bantuan PemerintahTata Kelola dan Akuntabilitas Bantuan Pemerintah
Tata Kelola dan Akuntabilitas Bantuan Pemerintah
 
Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi (New SPIP) pada Perguru...
Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi (New SPIP) pada Perguru...Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi (New SPIP) pada Perguru...
Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi (New SPIP) pada Perguru...
 
Program PKKM 2022.pdf
Program PKKM 2022.pdfProgram PKKM 2022.pdf
Program PKKM 2022.pdf
 
Audit SPI atas Pengelolaan BMN.pdf
Audit  SPI  atas Pengelolaan BMN.pdfAudit  SPI  atas Pengelolaan BMN.pdf
Audit SPI atas Pengelolaan BMN.pdf
 
Reviu Laporan Keuangan PTN
Reviu Laporan Keuangan PTNReviu Laporan Keuangan PTN
Reviu Laporan Keuangan PTN
 
Peran dan Tantangan Sarjana Ekonomi di Era New Normal
Peran dan Tantangan Sarjana Ekonomi di Era New NormalPeran dan Tantangan Sarjana Ekonomi di Era New Normal
Peran dan Tantangan Sarjana Ekonomi di Era New Normal
 
Fasilitasi dan Implementasi Manajemen Risiko
Fasilitasi dan Implementasi Manajemen RisikoFasilitasi dan Implementasi Manajemen Risiko
Fasilitasi dan Implementasi Manajemen Risiko
 
SPIP di era pandemi Covid 19
SPIP di era pandemi Covid 19SPIP di era pandemi Covid 19
SPIP di era pandemi Covid 19
 
Penatausahaan Keuangan Desa
Penatausahaan Keuangan DesaPenatausahaan Keuangan Desa
Penatausahaan Keuangan Desa
 
Pengelolaan Keuangan Daerah
Pengelolaan Keuangan DaerahPengelolaan Keuangan Daerah
Pengelolaan Keuangan Daerah
 
Standard Auditing
Standard AuditingStandard Auditing
Standard Auditing
 

Pengawasan Berkualitas menuju SDM Unggul dan Indonesia Maju

  • 1. 1 PENGAWASAN BERKUALITAS MENUJU SDM UNGGUL DAN INDONESIA MAJU Oleh: Sujatmiko Wibowo Auditor Itjen Kemenristekdikti Berdasarkan riset dari Bank Dunia tahun 2018, Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index/HCI) Indonesia berada pada peringkat 87 dari 157 negara. Nilai HCI Indonesia adalah 0,53 dan tertinggal dari beberapa negara Asia Tenggara seperti Singapura 0,88, Malaysia 0,62, Vietnam 0,67, Thailand 0,60, dan Filipina 0,55. Singapura sendiri menduduki peringkat pertama di dunia dalam skala HCI. Badan Pusat Statistik (BPS) 2019 menyebutkan bahwa berdasarkan indikator tingkat kualitas SDM bangsa Indonesia masih jauh dari harapan, yaitu proporsi penduduk yang umurnya 15 tahun ke atas yang punya ijazah tinggi hanya 8,8%, Sekolah Menengah Atas (SMA) hanya 26,4%, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 21,2%, dan Sekolah Dasar (SD) paling banyak, yakni 43,7%. Hal ini merupakan fakta bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia saat ini ternyata masih rendah. Demikian juga dari daya saing ekonomi, kita masih jauh tertinggal dari negara maju. Berdasarkan World Economic Forum (WEF) 2018, indeks daya saing Indonesia sebesar 64,9 dari skor 0-100 yang menempati peringkat 45 dari 140 negara. Sementara itu, di tahun yang sama, Business World memaparkan bahwa peringkat daya saing SDM Indonesia berada di ranking 45 dari 63 negara. Peringkat ini masih kalah dari dua negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia yang masing-masing berada diperingkat 13 dan 22. Kondisi demikian bukan hanya mempengaruhi kesiapan Indonesia menghadapi tantangan era industri 4.0, tetapi juga mempersulit upaya memotong lingkaran setan kemiskinan yang saat ini masih menggurita dan mengakar di semua lini kehidupan bangsa Indonesia. Dari data skor Indeks SDM dan Indeks Daya Saing tersebut, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja dan kemampuan inovasi bangsa Indonesia terbilang cukup rendah. Presiden Joko Widodo, dalam pidato Nota Keuangan Tahun Anggaran 2020 di Gedung DPR/MPR pada tanggal 16 Agustus 2019 menyampaikan bahwa Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp505,8 triliun pada APBN 2020. Angka tersebut meningkat 29,6 persen jika dibandingkan dengan realisasi pendidikan lima tahun lalu (2014-2019) sebesar Rp390,3 triliun. Dengan anggaran pendidikan yang meningkat tersebut, diharapkan tidak ada lagi anak dan pelajar Indonesia yang tertinggal. Kemampuan dasar anak- anak Indonesia akan terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar, terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains, sehingga menjadi pijakan bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak di jenjang pendidikan yang lebih tinggi (www.kompasiana.com). Sementara itu, Menristekdikti dalam sambutannya pada upacara peringatan 17 Agustus 2019 di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyatakan bahwa kemajuan industri yang berjalan di Indonesia tidak cukup hanya dengan infrastruktur, akan tetapi harus didukung dengan
  • 2. 2 peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan kualitas SDM dapat ditempuh dengan perbaikan pendidikan untuk menjalankan kemajuan teknologi seiring kemajuan industri 4.0 (www.ristekdikti.go.id). Peningkatan kapasitas dan kualitas suatu bangsa melalui pembangunan SDM yang unggul merupakan tugas bersama dalam menciptakan bangsa yang kuat dan Negara yang makmur. Melalui SDM yang unggul, tangguh dan berkualitas baik secara fisik dan mental akan berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, namun juga dalam mendukung pembangunan nasional. SDM unggul merupakan kunci Indonesia di masa depan, diantaranya SDM yang berbudipekerti luhur, berkarakter kuat, menguasai keterampilan, dan menguasai ilmu pengetahuan di masa kini dan masa depan (Infografis Antaranews, 2019). Terdapat beberapa hal yang harus menjadi prioritas utama dalam upaya pembangunan kualitas SDM antara lain: 1. Sistem pendidikan yang baik dan bermutu. Diperlukan penataan terhadap sistem pendidikan secara menyeluruh, terutama berkaitan dengan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Pemerintah memiliki peran penting dalam penyelenggaraan sistem pendidikan yang efektif dan efisien, berorientasikan pada penguasaan iptek, serta merata di seluruh pelosok tanah air. 2. Penguatan peran agama Perlu penguatan dan peningkatan pendidikan agama dalam kehidupan sosial bermasyarakat dalam rangka memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa (character building). 3. Peningkatan kapasitas SDM Peningkatan kapasitas SDM dapat dilakukan melalui berbagai diklat, kompetensi, pembinaan dan lain-lain. Tenaga kerja profesional dan terampil sesuai tuntutan/kebutuhan pasar merupakan faktor keunggulan suatu bangsa dalam menghadapi persaingan global. Pemerintah memegang peranan penting dalam menyiapkan program-program strategis guna menghasilkan SDM berkualitas dan siap memasuki pasar kerja. 4. Pembinaan dan pengembangan masyarakat terutama generasi muda. Sebagai penopang utama dalam roda pembangunan, pemberdayaan generasi muda diharapkan dapat menciptakan generasi yang kreatif, inovatif dan berdaya saing tinggi. Karakteristik generasi muda seperti inilah yang diharapkan mampu berkonstribusi dan memenangkan persaingan global di era 4.0. Perguruan Tinggi merupakan garda terdepan dalam mencetak SDM yang unggul dan kompetetitif di masa mendatang. Satu hal yang harus ditempuh adalah selalu meningkatkan kualitas SDM perguruan tinggi, serta menyiapkan diri agar mampu beradaptasi untuk mencapai keberhasilan dalam membangun bangsa. Keunggulan SDM di era ini dapat dilihat dari tingkat inovasi dan kreativitas yang dihasilkan. Pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat harus
  • 3. 3 saling bahu membahu, bekerja sama, menjadi lokomotif inovasi dan kreativitas bangsa, menjadi penggerak pembinaan dan pembudayaan inovasi dan kreativitas. Berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 142/M/KPT/2019 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Lingkungan Kemenristekdikti Tahun 2019, disebutkan bahwa kinerja PTN dapat diukur berdasarkan capaian IKU pada setiap periode anggaran atau dalam satu tahun. Dalam IKU tersebut sudah memuat berbagai target capaian program peningkatan kualitas SDM pada setiap PTN, diantaranya adalah: jumlah mahasiswa berwirausaha, persentase lulusan bersertifikat kompetensi dan profesi, presentase kualitas dosen, jumlah publikasi internasional, jumlah HAKI, jumlah produk inovasi, jumlah prototype industri, jumlah kerjasama dengan industri, dan lain sebagainya. Penetapan indikator kinerja perguruan tinggi tersebut dimaksudkan untuk mendorong percepatan dan peningkatan kualitas pendidikan, serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, serta peningkatan tata kelola sistem pendidikan yang efektif dan efisien, berorientasikan pada penguasaan iptek, serta merata di seluruh pelosok tanah air. Hasil peningkatan capaian kinerja yang dicapai perguruan tinggi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama PTN di lingkungan Kemenristekdikti. Sesuai visi Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenristekdikti yaitu Terwujudnya Pengawasan Intern Yang Profesional Dan Berkualitas Untuk Mendorong Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Yang Bermutu Dan Berdaya Saing, maka sudah menjadi kewajiban jika Itjen selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) berkewajiban ikut mengawal dan mendukung program Kemenristekdikti dalam mewujudkan capaian program SDM yang unggul. Sesuai tugas dan fungsinya, maka Itjen dalam mendukung dan mengawal program SDM Unggul diantaranya dengan melakukan pengawasan/pemeriksaan yang berkualitas atas pelaksanaan semua program dan kegiatan di semua satuan kerja di lingkungan Kemenristedikti. Pengawasan berkualitas adalah proses pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis sesuai standar yang berlaku umum, dengan auditor’s judgement (skeptisme dan pertimbangan profesional) yang bermutu tinggi, dilakukan oleh auditor yang kompeten dan independen untuk menghasilkan audit yang bermutu tinggi (Knechel et al, 2012). Terkait dengan standar kualitas audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK, 2017) telah menyusun standar kualitas audit yang diantaranya terdiri dari: 1. Kualitas strategis. Kualitas hasil pengawasan harus harus dapat memberikan informasi kepada pemakai laporan secara tepat waktu. 2. Kualitas teknis. Kualitas teknis pengawasan diantaranya adalah penyajian temuan, simpulan dan rekomendasi atau saran harus jelas, konsisten, dapat diakses dan obyektif.
  • 4. 4 3. Kualitas proses. Kualitas proses pengawasan diantaranya adalah proses kegiatan sejak dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan tindak lanjut pemeriksaan dilakukan sesuai standar yang berlaku umum. Menurut The Financial Reporting Council (FRC, 2008), Kualitas suatu pengawasan yang dilakukan oleh APIP dapat dipengaruhi oleh 5 (lima) faktor, diantaranya adalah sebagai berikut: 1. The culture within an audit firm Kualitas audit dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya organisasi internal audit terhadap pelaksaanaan pemeriksaan yang baik sesuai standar yang berlaku umum. 2. The skill and personnel qualities of audit partner and staff Kualitas audit dipengaruhi oleh kompetensi, keahlian dan pengalaman auditor di dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan audit yang baik. 3. The effectiveness of the audit process Kualitas audit dipengaruhi oleh metodologi, prosedur, kepatuhan, manfaat, efisiensi dan pelaksanaan audit sesuai program kerja audit. 4. The realibility and usefullness of audit reporting Kualitas audit dipengaruhi oleh temuan, rekomendasi, dan laporan hasil audit yang disusun sesuai standar audit dan disampaikan kepada auditee tepat waktu. 5. Factors outside the control of auditors affecting audit quality Kualitas audit dipengaruhi oleh suatu peraturan, kebijakan pimpinan atau kebijakan organisasi yang berada di luar kewenangan auditor. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Pembangunan SDM Unggul sejak tahun 2019 hingga tahun kedepan menjadi pengarusutamaan strategi pembangunan bangsa Indonesia, pilihan strategi tersebut diupayakan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Urgensi pembangunan SDM menjadi faktor kunci dalam memenangkan persaingan global di era 4.0, yang membawa konsekuensi semakin ketatnya persaingan ditengah ketidakpastian, langkah strategis ini sudah selayaknya mendapatkan dukung penuh dari seluruh pemangku kepentingan. Terlebih Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti sebagai APIP harus melakukan pengawasan yang berkualitas untuk mendukung kebijakan nasional berupa penguatan SDM Indonesia yang Unggul, dan diharapkan berimplikasi pada peningkatan produktivitas kerja, dalam memenangkan persaingan ditengah perubahan yang berlangsung cepat dalam dunia bisnis, ekonomi politik dan budaya menuju Indonesia Maju. Dewasa ini, terdapat kebijakan restrukturisasi organisasi pada Kemenristekdikti yaitu bidang Pendidikan Tinggi kembali ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sehingga urusan Pendidikan Tinggi ditangani oleh Kemendikbud sementara urusan Riset dan Inovasi dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset Nasional (Kemenristek/BRIN), tentunya sedikit banyak cukup berpengaruh terhadap pelaksanaan program peningkatan SDM Unggul baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun, hal ini diharapkan tidak menyurutkan langkah dan mengendorkan semangat semua
  • 5. 5 pemangku kepentingan, baik di lingkungan Kemendikbud maupun lingkungan Kemenristek/BRIN dalam memujudkan SDM yang unggul sesuai kapasitas dan bidang kerja masing-masing. DAFTAR PUSTAKA Badan Pemeriksa Keuangan. 2017. Peraturan Badan Pemeriksaan Keuangan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Standar Pemeriksaaan Keuangan Negara. Bastian, Indra. 2019. Audit Sektor Publik. Edisi Pertama. Cetakan Pertama. Penerbit Universitas Terbuka. Tangerang Selatan. Kemenristekdikti. 2019. Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 142/M/KPT/2019 tentang Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Lingkungan Kemenristekdikti Tahun 2009. Kumaat, V.G. 2011. Internal Audit. Penerbit Erlangga. Jakarta. Knechel et al. 2012. Audit Quality: Insights from the Academic Literature. Auditing A Journal of Practice & Theory 32(Supplement 1). Tandiontong, M. 2016. Kualitas Audit dan Pengukurannya. Penerbit Alfabeta. Bandung The Financial Reporting Council. 2008. The Audit Quality Framework. London. www.antaranews.com diakses pada 2 November 2019. www.bps.go.id diakses pada 26 Oktober 2019. www.bworldonline.com diakses pada 1 November 2019. www.kompasiana.com diakses pada 1 November 2019. www.ristekdikti.go.id diakses pada 1 November 2019. www.tanotofoundation.org diakses pada 2 November 2019. www.weforum.org diakses 25 Oktober 2019. www.worldbank.org diakses pada 27 Oktober 2019.