Pengantar Gardu Induk
Pengertian
2
Gardu Induk
Merupakan salah satu komponen penting dalam penyaluran tanaga listrik yang
berfungsi sebagai pusat percabangan dan mentransformasikan tegangan.
3
4
Klasifikasi
Gardu Induk
Klasifikasi: Sumber Tegangan
5
 Gardu induk yang mendapat daya dari saluran transmisi
(500kV/275kV) untuk kemudian diturunkan dan disalurkan ke
daerah beban (industri, kota, dan sebagainya)
Gardu Induk Transmisi (GITET)
 Gardu induk yang menerima tenaga dari gardu induk
transmisi dengan tegangan 150kV kemudian menurunkan
tegangannya menjadi tegangan distribusi primer (20
kV/12kV/6kV)
Gardu Induk Distribusi
Klasifikasi: Tempat Pemasangan
6
GI Outdoor GI Indoor GI Bergerak
 Semua peralatannya berada di ruang
terbuka
 Alat Kontrol dan sistem pengukuran berada
dalam bangunan
 Memerlukan lahan yang luas, biaya
kontruksi dan pendinginannya lebih murah
 Sebagian besar peralatannya dipasang
didalam ruang tertutup
 Untuk menjaga keselarasan dengan
daerah sekitarnya dan untuk
meminimalisasi gangguan suara
 Peralatan gardu induk diletakkan diatas
trailer
 Dipakai dalam keadaan darurat dan guna
pencegahan beban lebih
 Untuk pemakaian sementara ditempat
pembangunan
Klasifikasi: Isolasi
7
• Gardu Induk yang menggunakan isolasi udara
antara bagian yang bertegangan satu dengan
bagian yang bertegangan lainnya.
• Berupa Gardu Induk konvensional, dan gardu
induk ini memerlukan tempat terbuka yang cukup
luas.
GI dengan Isolasi Udara
Klasifikasi: Isolasi
8
• Menggunakan gas SF 6 sebagai isolasi antara
bagian yang bertegangan bagian lain yang
bertegangan, maupun antara bagian yang
bertegangan dengan bagian yang tidak
bertegangan.
• Disebut juga Gas Insulated Substation atau Gas
Insulated Switchgear (GIS), yang memerlukan
tempat yang tidak luas
GI dengan Isolasi Gas SF 6
Klasifikasi: Sistem Busbar
9
• Busbar adalah komponen utama dalam gardu
induk.
• Titik percabangan trafo-trafo tenaga, SUTT,
SKTT, dan peralatan listrik lainnya untuk
menerima dan menyalurkan tenaga listrik.
• Jenis hubungan rangkaian dalam gardu induk
ditentukan oleh sistem busbarnya.
Busbar
Busbar Tunggal
10
• Biaya investasi murah karena perlengkapannya lebih
sedikit
• Tidak memerlukan banyak perawatan
• Operasinya sederhana
Kelebihan
• Bila terjadi kesalahan, semua jaringan akan terkena
dampak
Kekurangan
Busbar Ganda
11
• Suplai daya kontinyu meskipun terjadi gangguan pada salah
satu bus dengan mengalihkan beban ke bus lainnya
• Dapat dilakukan perawatan dan perbaikan tanpa
mengganggu kontinuitas
• Biaya perawatannya murah
Kelebihan
• Biaya pembangunannya lebih mahal karena
menggunakan 2 bus
Kekurangan
Busbar Cincin
12
• Terdapat dua jalur untuk supply, sehingga bila terjadi
kesalahan tidak akan berpengaruh
• Kesalahan pada salah satu jaringan tidak memengaruhi
lainnya
Kelebihan
• Sulit untuk menambah jaringan baru
Kekurangan
13
Fungsi dan
Peran
14
Fungsi utama gardu induk adalah sebagai tempat
percabangan. Penurunan tegangan dilakukan
apabila ada beban di sekitar gardu induk
Fungsi Utama
Fungsi dan Peran Gardu Induk
15
• Dari tegangan ekstra tinggi ke tegangan tinggi (500 KV/150 KV)
• Dari tegangan tinggi ke tegangan yang lebih rendah (150 KV/ 70 KV)
• Dari tegangan tinggi ke tegangan menengah (150 KV/ 20 KV, 70 KV/20 KV)
Mentransformasikan Level Tegangan
16
Menerima dan menyalurkan
tenaga listrik sesuai dengan
kebutuhan pada tegangan
tertentu
Fungsi dan Peran Gardu Induk
17
Melakukan pelepasan beban dan pencegahan hilangnya synchronism.
Mempertahankan frekuensi sistem dalam batas yang diinginkan.
Kontrol Tegangan dengan mengurangi aliran daya reaktif dengan kompensasi daya
reaktif dan pengubahan tap trafo.
Fault analysis dan mengetahui penyebab dan perbaikan selanjutnya di bidang itu.
Gardu Induk
di Indonesia
18
Gardu Induk 500 kV
19
GITET Pedan GITET Cibatu GITET Ungaran GITET Kediri
Klaten, Jawa Tengah Bekasi, Jawa Barat Kabupaten Semarang, Jawa
Tengah
Kediri, Jawa Timur
Gardu Induk di Yogyakarta
20
GI Kentungan GI Gejayan GI Wirobrajan GI Godean
21
Gardu Induk Digital
 Penerapan teknologi terkini dalam komponen dan sistem
gardu induk
 Mengurangi pekerja yang dibutuhkan dan mengurangi
kompleksitas pembangunan
 Akurasi data pengukuran mencapai 100 persen, prediksi
kapan harus maintenance, dan analisis menyeluruh
mengenai performa mesin
Gardu Induk
22

Pengantar Gardu Induk

  • 1.
  • 2.
    Pengertian 2 Gardu Induk Merupakan salahsatu komponen penting dalam penyaluran tanaga listrik yang berfungsi sebagai pusat percabangan dan mentransformasikan tegangan.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    Klasifikasi: Sumber Tegangan 5 Gardu induk yang mendapat daya dari saluran transmisi (500kV/275kV) untuk kemudian diturunkan dan disalurkan ke daerah beban (industri, kota, dan sebagainya) Gardu Induk Transmisi (GITET)  Gardu induk yang menerima tenaga dari gardu induk transmisi dengan tegangan 150kV kemudian menurunkan tegangannya menjadi tegangan distribusi primer (20 kV/12kV/6kV) Gardu Induk Distribusi
  • 6.
    Klasifikasi: Tempat Pemasangan 6 GIOutdoor GI Indoor GI Bergerak  Semua peralatannya berada di ruang terbuka  Alat Kontrol dan sistem pengukuran berada dalam bangunan  Memerlukan lahan yang luas, biaya kontruksi dan pendinginannya lebih murah  Sebagian besar peralatannya dipasang didalam ruang tertutup  Untuk menjaga keselarasan dengan daerah sekitarnya dan untuk meminimalisasi gangguan suara  Peralatan gardu induk diletakkan diatas trailer  Dipakai dalam keadaan darurat dan guna pencegahan beban lebih  Untuk pemakaian sementara ditempat pembangunan
  • 7.
    Klasifikasi: Isolasi 7 • GarduInduk yang menggunakan isolasi udara antara bagian yang bertegangan satu dengan bagian yang bertegangan lainnya. • Berupa Gardu Induk konvensional, dan gardu induk ini memerlukan tempat terbuka yang cukup luas. GI dengan Isolasi Udara
  • 8.
    Klasifikasi: Isolasi 8 • Menggunakangas SF 6 sebagai isolasi antara bagian yang bertegangan bagian lain yang bertegangan, maupun antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan. • Disebut juga Gas Insulated Substation atau Gas Insulated Switchgear (GIS), yang memerlukan tempat yang tidak luas GI dengan Isolasi Gas SF 6
  • 9.
    Klasifikasi: Sistem Busbar 9 •Busbar adalah komponen utama dalam gardu induk. • Titik percabangan trafo-trafo tenaga, SUTT, SKTT, dan peralatan listrik lainnya untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik. • Jenis hubungan rangkaian dalam gardu induk ditentukan oleh sistem busbarnya. Busbar
  • 10.
    Busbar Tunggal 10 • Biayainvestasi murah karena perlengkapannya lebih sedikit • Tidak memerlukan banyak perawatan • Operasinya sederhana Kelebihan • Bila terjadi kesalahan, semua jaringan akan terkena dampak Kekurangan
  • 11.
    Busbar Ganda 11 • Suplaidaya kontinyu meskipun terjadi gangguan pada salah satu bus dengan mengalihkan beban ke bus lainnya • Dapat dilakukan perawatan dan perbaikan tanpa mengganggu kontinuitas • Biaya perawatannya murah Kelebihan • Biaya pembangunannya lebih mahal karena menggunakan 2 bus Kekurangan
  • 12.
    Busbar Cincin 12 • Terdapatdua jalur untuk supply, sehingga bila terjadi kesalahan tidak akan berpengaruh • Kesalahan pada salah satu jaringan tidak memengaruhi lainnya Kelebihan • Sulit untuk menambah jaringan baru Kekurangan
  • 13.
  • 14.
    14 Fungsi utama garduinduk adalah sebagai tempat percabangan. Penurunan tegangan dilakukan apabila ada beban di sekitar gardu induk Fungsi Utama
  • 15.
    Fungsi dan PeranGardu Induk 15 • Dari tegangan ekstra tinggi ke tegangan tinggi (500 KV/150 KV) • Dari tegangan tinggi ke tegangan yang lebih rendah (150 KV/ 70 KV) • Dari tegangan tinggi ke tegangan menengah (150 KV/ 20 KV, 70 KV/20 KV) Mentransformasikan Level Tegangan
  • 16.
    16 Menerima dan menyalurkan tenagalistrik sesuai dengan kebutuhan pada tegangan tertentu
  • 17.
    Fungsi dan PeranGardu Induk 17 Melakukan pelepasan beban dan pencegahan hilangnya synchronism. Mempertahankan frekuensi sistem dalam batas yang diinginkan. Kontrol Tegangan dengan mengurangi aliran daya reaktif dengan kompensasi daya reaktif dan pengubahan tap trafo. Fault analysis dan mengetahui penyebab dan perbaikan selanjutnya di bidang itu.
  • 18.
  • 19.
    Gardu Induk 500kV 19 GITET Pedan GITET Cibatu GITET Ungaran GITET Kediri Klaten, Jawa Tengah Bekasi, Jawa Barat Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Kediri, Jawa Timur
  • 20.
    Gardu Induk diYogyakarta 20 GI Kentungan GI Gejayan GI Wirobrajan GI Godean
  • 21.
    21 Gardu Induk Digital Penerapan teknologi terkini dalam komponen dan sistem gardu induk  Mengurangi pekerja yang dibutuhkan dan mengurangi kompleksitas pembangunan  Akurasi data pengukuran mencapai 100 persen, prediksi kapan harus maintenance, dan analisis menyeluruh mengenai performa mesin
  • 22.