SlideShare a Scribd company logo
Adult Respiratory Distress Syndrome
DefinisiARDS atau Sindroma Distres Pernafasan Dewasa ( SDPD ) adalah kondisi kedaruratan paru yang tiba-tiba dan bentuk kegagalan nafas berat, biasanya terjadi pada orang yang sebelumnya sehat yang telah terpajan pada berbagai penyebab pulmonal atau non-pulmonal ( Hudak, 1997 ).
EtiologiSistemik : Syok karena beberapa penyebabSepsis gram negativeHipotermiaHipertermiaTakar lajak obat ( Narkotik, Salisilat, Trisiklik, Paraquat, Metadone, Bleomisin )Gangguan hematology ( DIC, Transfusi massif, Bypass kardiopulmonal )EklampsiaLuka bakar
Pulmonal :Pneumonia ( Viral, bakteri, jamur, pneumosistik karinii )Trauma ( emboli lemak, kontusio paru )Aspirasi ( cairan gaster, tenggelam, cairan hidrokarbon )Pneumositis
Non-Pulmonal :Cedera kepalaPeningkatan TIKPascakardioversiPankreatitisUremia
Adult Respiratory Distress Syndrome
ManifestasiKlinisPenurunan kesadaran mentalTakikardi, takipneaDispnea dengan kesulitan bernafasTerdapat retraksi interkostaSianosisHipoksemiaAuskultasi paru : ronkhi basah, krekels, stridor, wheezingAuskultasi jantung : BJ normal tanpa murmur atau gallop
PemeriksaanPenunjangPemeriksaan hasil Analisa Gas Darah : Hipoksemia ( pe ↓ PaO2 )Hipokapnia ( pe ↓ PCO2 ) pada tahap awal karena hiperventilasiHiperkapnia ( pe ↑ PCO2 ) menunjukkan gagal ventilasiAlkalosis respiratori ( pH > 7,45 ) pada tahap diniAsidosis respiratori / metabolik terjadi pada tahap lanjutPemeriksaan Rontgent Dada :Tahap awal ; sedikit normal, infiltrasi pada perihilir paruTahap lanjut ; interstisial bilateral difus pada paru, infiltrate di alveoliTes Fungsi paru :Pe ↓ komplain paru dan volume paruPirau kanan-kiri meningkat
PenatalaksanaanMedisPasang jalan nafas yang adekuat Pencegahan infeksiVentilasi Mekanik Dukungan nutrisiPemantauan oksigenasi arteriCairanFarmakologi ( O2, Diuretik, A.B )Pemeliharaan jalan nafas
PengkajianDATA DASAR PENGKAJIANKeadaan-keadaan berikut biasanya terjadi saat periode latent saat fungsi paru relatif masih terlihat normal (misalnya 12 – 24 jam setelah trauma/shock atau 5 – 10 hari setelah terjadinya sepsis) tapi secara berangsur-angsur memburuk sampai tahapan kegagalan pernafasan.Gejala fisik yang ditemukan amat bervariasi, tergantung daripada pada tahapan mana diagnosis dibuat.
AKTIVITAS & ISTIRAHATSubyektif : Menurunnya tenaga/kelelahanInsomniaSIRKULASISubyektif : Riwayat pembedahan jantung/bypass cardiopulmonary, fenomena embolik (darah, udara, lemak)Obyektif : Tekanan darah bisa normal atau meningkat (terjadinya hipoksemia), hipotensi terjadi pada stadium lanjut (shock).Heart rate : takikardi biasa terjadiBunyi jantung : normal pada fase awal, S2 (komponen pulmonic) dapat terjadiDisritmia dapat terjadi, tetapi ECG sering menunjukkan normalKulit dan membran mukosa : mungkin pucat, dingin. Cyanosis biasa terjadi (stadium lanjut)
INTEGRITAS EGOSubyektif : Keprihatinan/ketakutan, perasaan dekat dengan kematianObyektif : Restlessness, agitasi, gemetar, iritabel, perubahan mental.MAKANAN/CAIRANSubyektif : Kehilangan selera makan, nauseaObyektif : Formasi edema/perubahan berat badanHilang/melemahnya bowel soundsNEUROSENSORISuby./Oby. : Gejala truma kepalaKelambanan mental, disfungsi motorik
RESPIRASISubyektif : Riwayat aspirasi, merokok/inhalasi gas, infeksi pulmolal diffuse, kesulitan bernafas akut atau khronis, “air hunger”Obyektif : Respirasi : rapid, swallow, gruntingPeningkatan kerja nafas ; penggunaan otot bantu pernafasan seperti retraksi intercostal atau substernal, nasal flaring, meskipun kadar oksigen tinggi.Suara nafas : biasanya normal, mungkin pula terjadi crakles, ronchi, dan suara nafas bronkhialPerkusi dada : Dull diatas area konsolidasiPenurunan dan tidak seimbangnya ekpansi dadaPeningkatan fremitus (tremor vibrator pada dada yang ditemukan dengan cara palpasi.Sputum encer, berbusaPallor atau cyanosisPenurunan kesadaran, confusion
RASA AMANSubyektif : Adanya riwayat trauma tulang/fraktur, sepsis, transfusi darah, episode anaplastikSEKSUALITASSuby./Oby. : Riwayat kehamilan dengan komplikasi eklampsiaKEBUTUHAN BELAJARSubyektif : Riwayat ingesti obat/overdosisDischarge Plan : Ketergantungan sebagai efek dari kerusakan pulmonal, mungkin membutuhkan asisten saat bepergian, shopping, self-care.
PrioritasKeperawatan1. Memperbaiki/mempertahankan fungsi respirasi optimal dan oksigenasi2. Meminimalkan/mencegah komplikasi3. Mempertahankan nutrisi adekuat untuk penyembuhan/membantu fungsi pernafasan4. Memberikan support emosi kepada pasien dan keluarga5. Memberikan informasi tentang proses penyakit, prognose, dan kebutuhan pengobatan
TujuanKeperawatan1. Bernafas spontan dengan tidal volume adekuat2. Suara nafas bersih/membaik3. Bebas sari terjadinya komplikasi4. Memandang secara realistis terhadap situasi5. Proses penyakit, prognosis dan therapi dapat dimengerti
DiagnosaKeperawatan1. Tidak efektifnya jalan nafas berhubungan dengan hilangnya fungsi jalan nafas, peningkatan sekret pulmonal, peningkatan resistensi jalan nafas ditandai dengan : dispneu, perubahan pola nafas, penggunaan otot pernafasan, batuk dengan atau tanpa sputum, cyanosis.2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan alveolar hipoventilasi, penumpukan cairan di permukaan alveoli, hilangnya surfaktan pada permukaan alveoli ditandai dengan : takipneu, penggunaan otot-otot bantu pernafasan, cyanosis, perubahan ABGs, dan A-a Gradient.3. Resiko tinggi defisit volume cairan berhubungan dengan penggunaan deuritik, ke-luaran cairan kompartemental4. Resiko tinggi kelebihan volome cairan berhubungan dengan edema pulmonal non Kardia.
5. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan aliran balik vena dan penurunan curah jantung,edema,hipotensi.6. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan pertukaran gas tidak adekuat,pening katan sekresi,penurunan kemampuan untuk oksigenasi dengan adekuat atau kelelahan.7. Cemas/takut berhubungan dengan krisis situasi, pengobatan , perubahan status kesehatan, takut mati, faktor fisiologi (efek hipoksemia) ditandai oleh mengekspresikan masalah yang sedang dialami, tensi meningkat, dan merasa tidak berdaya, ketakutan, gelisah.8. Defisit pengetahuan , mengenai kondisi , terafi yang dibutuhkan berhubungan dengan kurang informasi, salah presepsi dari informasi yang ditandai dengan mengajukan pertanyaan , menyatakan masalahnya.
IntervensidanRasional
1. Tidak efektifnya jalan nafas berhubungan dengan hilangnya fungsi jalan nafas, peningkatan sekret pulmonal, peningkatan resistensi jalan nafas ditandai dengan : dispneu, perubahan pola nafas, penggunaan otot pernafasan, batuk dengan atau tanpa sputum, cyanosis.Tujuan :- Pasien dapat mempertahankan jalan nafas dengan bunyi nafas yang jernih dan ronchi (-)- Pasien bebas dari dispneu- Mengeluarkan sekret tanpa kesulitan- Memperlihatkan tingkah laku mempertahankan jalan nafas
Tindakan :Independen- Catat perubahan dalam bernafas dan pola nafasnyaPenggunaan otot-otot interkostal/abdominal/leher dapat meningkatkan usaha dalam bernafas- Observasi dari penurunan pengembangan dada dan peningkatan fremitusPengembangan dada dapat menjadi batas dari akumulasi cairan dan adanya cairan dapat meningkatkan fremitus- Catat karakteristik dari suara nafasSuara nafas terjadi karena adanya aliran udara melewati batang tracheo branchial dan juga karena adanya cairan, mukus atau sumbatan lain dari saluran nafas- Catat karakteristik dari batukKarakteristik batuk dapat merubah ketergantungan pada penyebab dan etiologi dari jalan nafas. Adanya sputum dapat dalam jumlah yang banyak, tebal dan purulent- Pertahankan posisi tubuh/posisi kepala dan gunakan jalan nafas tambahan bila perluPemeliharaan jalan nafas bagian nafas dengan paten- Kaji kemampuan batuk, latihan nafas dalam, perubahan posisi dan lakukan suction bila ada indikasiPenimbunan sekret mengganggu ventilasi dan predisposisi perkembangan atelektasis dan infeksi paru- Peningkatan oral intake jika memungkinkanPeningkatan cairan per oral dapat mengencerkan sputum
Kolaboratif- Berikan oksigen, cairan IV ; tempatkan di kamar humidifier sesuai indikasiMengeluarkan sekret dan meningkatkan transport oksigen- Berikan therapi aerosol, ultrasonik nabulasasiDapat berfungsi sebagai bronchodilatasi dan mengeluarkan sekret- Berikan fisiotherapi dada misalnya : postural drainase, perkusi dada/vibrasi jika ada indikasiMeningkatkan drainase sekret paru, peningkatan efisiensi penggunaan otot-otot pernafasan- Berikan bronchodilator misalnya : aminofilin, albuteal dan mukolitikDiberikan untuk mengurangi bronchospasme, menurunkan viskositas sekret dan meningkatkan ventilasi
2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan alveolar hipoventilasi, penumpukan cairan di permukaan alveoli, hilangnya surfaktan pada permukaan alveoli ditandai dengan : takipneu, penggunaan otot-otot bantu pernafasan, cyanosis, perubahan ABGs, dan A-a Gradient.Tujuan :- Pasien dapat memperlihatkan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat dengan nilai ABGs normal- Bebas dari gejala distress pernafasanTindakan :Independen- Kaji status pernafasan, catat peningkatan respirasi atau perubahan pola nafasTakipneu adalah mekanisme kompensasi untuk hipoksemia dan peningkatan usaha nafas
- Catat ada tidaknya suara nafas dan adanya bunyi nafas tambahan seperti crakles, dan wheezingSuara nafas mungkin tidak sama atau tidak ada ditemukan. Crakles terjadi karena peningkatan cairan di permukaan jaringan yang disebabkan oleh peningkatan permeabilitas membran alveoli – kapiler. Wheezing terjadi karena bronchokontriksi atau adanya mukus pada jalan nafas- Kaji adanya cyanosisSelalu berarti bila diberikan oksigen (desaturasi 5 gr dari Hb) sebelum cyanosis muncul. Tanda cyanosis dapat dinilai pada mulut, bibir yang indikasi adanya hipoksemia sistemik, cyanosis perifer seperti pada kuku dan ekstremitas adalah vasokontriksi.- Observasi adanya somnolen, confusion, apatis, dan ketidakmampuan beristirahatHipoksemia dapat menyebabkan iritabilitas dari miokardium- Berikan istirahat yang cukup dan nyamanMenyimpan tenaga pasien, mengurangi penggunaan oksigen
Kolaboratif- Berikan humidifier oksigen dengan masker CPAP jika ada indikasiMemaksimalkan pertukaran oksigen secara terus menerus dengan tekanan yang sesuai- Berikan pencegahan IPPBPeningkatan ekspansi paru meningkatkan oksigenasi- Review X-ray dadaMemperlihatkan kongesti paru yang progresif- Berikan obat-obat jika ada indikasi seperti steroids, antibiotik, bronchodilator dan ekspektorantUntuk mencegah ARDS
3. Resiko tinggi defisit volume cairanFaktor resiko : penggunaan deuritik, keluaran cairan kompartementalTujuan :pasien dapat menunjukkan keadaan volume cairan normal dengan tanda tekanan darah, berat badan, urine output pada batas normal.Tindakan :Independen- Monitor vital signs seperti tekanan darah, heart rate, denyut nadi (jumlah dan volume)Berkurangnya volume/keluarnya cairan dapat meningkatkan heart rate, menurunkan tekanan darah, dan volume denyut nadi menurun.- Amati perubahan kesadaran, turgor kulit, kelembaban membran mukosa dan karakter sputumPenurunan cardiac output mempengaruhi perfusi/fungsi cerebral. Deficit cairan dapat diidentifikasi dengan penurunan turgor kulit, membran mukosa kering, sekret kental.
- Hitung intake, output dan balance cairan. Amati “insesible loss”Memberikan informasi tentang status cairan. Keseimbangan cairan negatif merupakan indikasi terjadinya deficit cairan.- Timbang berat badan setiap hariPerubahan yang drastis merupakan tanda penurunan total body waterKolaboratif- Berikan cairan IV dengan observasi ketatMempertahankan/memperbaiki volume sirkulasi dan tekanan osmotik. Meskipun cairan mengalami deficit, pemberian cairan IV dapat meningkatkan kongesti paru yang dapat merusak fungsi respirasi- Monitor/berikan penggantian elektrolit sesuai indikasiElektrolit khususnya pottasium dan sodium dapat berkurang sebagai efek therapi diuretik.
4. Cemas/takut berhubungan dengan krisis situasi, pengobatan , perubahan status kesehatan, takut mati, faktor fisiologi (efek hipoksemia) ditandai oleh mengekspresikan masalah yang sedang dialami, tensi meningkat, dan merasa tidak berdaya, ketakutan, gelisah.Tujuan :- Pasien dapat mengungkapkan perasaan cemasnya secara verbal- Mengakui dan mau mendiskusikan ketakutannya, rileks dan rasa cemasnya mulai berkurang- Mampu menanggulangi, mampu menggunakan sumber-sumber pendukung untuk memecahkan masalah yang dialaminya.Tindakan :Independen:- Observasi peningkatan pernafasan, agitasi, kegelisahan dan kestabilan emosi.Hipoksemia dapat menyebabkan kecemasan.- Pertahankan lingkungan yang tenang dengan meminimalkan stimulasi. Usahakan perawatan dan prosedur tidak menggaggu waktu istirahat.Cemas berkurang oleh meningkatkan relaksasi dan pengawetan energi yang digunakan.- Bantu dengan teknik relaksasi, meditasi.Memberi kesempatan untuk pasien untuk mengendalikan kecemasannya dan merasakan sendiri dari pengontrolannya.- Identifikasi persepsi pasien dari pengobatan yang dilakukanMenolong mengenali asal kecemasan/ketakutan yang dialami
- Dorong pasien untuk mengekspresikan kecemasannya.Langkah awal dalam mengendalikan perasaan-perasaan yang teridentifikasi dan terekspresi.- Membantu menerima situsi dan hal tersebut harus ditanggulanginya.Menerima stress yang sedang dialami tanpa denial, bahwa segalanya akan menjadi lebih baik.- Sediakan informasi tentang keadaan yang sedang dialaminya.Menolong pasien untuk menerima apa yang sedang terjadi dan dapat mengurangi kecemasan/ketakutan apa yang tidak diketahuinya. Penentraman hati yang palsu tidak menolong sebab tidak ada perawat maupun pasien tahu hasil akhir dari permasalahan itu.- Identifikasi tehnik pasien yang digunakan sebelumnya untuk menanggulangi rasa cemas.Kemampuan yang dimiliki pasien akan meningkatkan sistem pengontrolan terhadap kecemasannyaKolaboratif :- Memberikan sedative sesuai indikasi dan monitor efek yang merugikan.Mungkin dibutuhkan untuk menolong dalam mengontrol kecemasan dan meningkatkan istirahat. Bagaimanapun juga efek samping seperti depresi pernafasan mungkin batas atau kontraindikasi penggunaan.
5. Defisit pengetahuan , mengenai kondisi , terafi yang dibutuhkan berhubungan dengan kurang informasi, salah presepsi dari informasi yang ditandai dengan mengajukan pertanyaan , menyatakan masalahnya.Tujuan :- Pasien dapat menerangkan hubungan antara proses penyakit dan terafi- Menjelaskan secara verbal diet, pengobatan dan cara beraktivitas- Mengidentifikasi dengan benar tanda dan gejala yang membutuhkan perhatian medis- Memformulasikan rencana untuk follow –upTindakan :Independen- Berikan pembelajaran dari apa yang dibutuhkan pasien. Berikan informasi dengan jelas dan dimengerti. Kaji potensial untuk kerjasama dengan cara pengobatan di rumah. Meliputi hal yang dianjurkan.Penyembuhan dari gagal nafas mungkin memerlukan perhatian, konsentrasi dan energi untuk menerima informasi baru. Ini meliputi tentang proses penyakit yang akan menjadi berat atau yang sedang mengalami penyembuhan.- Sediakan informasi masalah penyebab dari penyakit yang sedang dialami pasien.ARDS adalah sebuah komplikasi dari penyakit lain, bukan merupakan diagnosa primer. Pasien sering bingung oleh perkembangan itu, dalam k esehatan sistem respirasi sebelumnya.
- Instruksikan tindakan pencegahan, jika dibutuhkan. Diskusikan cara menghindari overexertion dan perlunya mempertahankan pola istirahat yang periodik. Hindari lingkungan yang dingin dan orang-orang terinfeksi.Pencegahan perlu dilakukan selama tahap penyembuhan. Hindari faktor yang disebabkan oleh lingkungan seperti merokok. Reaksi alergi atau infeksi yang mungkin terjadi untuk mencegah komplikasi berikutnya.- Sediakan informasi baik secara verbal atau tulisan mengenai pengobatan misalnya: tujuan, efek samping, cara pemberian , dosis dan kapan diberikanMerupakan instruksi bagi pasien untuk keamanan pengobatan dan cara-cara pengobatan dapat diikutinya.- Kaji kembali konseling tentang nutrisi ; kebutuhan makanan tinggi kaloriPasien dengan masalah respirasi yang berat biasanya kehilangan berat-badan dan anoreksia sehingga kebutuhan nutrisi meningkat untuk penyembuhan.
	- Bimbing dalam melakukan aktivitas.Pasien harus menghindari kelelahan dan menyelingi waktu istirahat dengan aktivitas dengan tujuan meningkatkan stamina dan cegah hal yang membutuhkan oksigen yang banyak- Demonstrasikan teknik adaptasi pernafasan dan cara untuk menghemat energi selama aktivitas.Kondisi yang lemah mungkin membuat kesulitan untuk pasien mengatur aktivitas yang sederhana.- Diskusikan follow-up care misalnya kunjungan dokter, test fungsi sistem pernafasan dan tanda/gejala yang membutuhkan evaluasi/intervensi.Alasan mengerti dan butuh untuk follow up care sebaik dengan apa yang merupakan kebutuhan untuk meningkatkan partisipasi pasien dalam hal medis dan mungkin mempertinggi kerjasama dengan medis.- Kaji rencana untuk mengunjungi pasien seperti kunjungan perawatMendukung selama periode penyembuhan
DaftarPustakaCarpenito,Lynda Juall. 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan.EGC. Jakarta.Doengoes, M.E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. EGC. Jakarta.Hudak, Gall0. 1997. Keperawatan Kritis. Pendekatan Holistik.Ed.VI. Vol.I. EGC. Jakarta.……… 2000. Diktat Kuliah Gawat Darurat. PSIK FK.Unair. TA: 2000/2001. Surabaya.

More Related Content

What's hot

Woc gbs
Woc gbsWoc gbs
Woc gbs
dalatunnikmah
 
Askep Gagal Ginjal Akut & Kronik
Askep Gagal Ginjal Akut & KronikAskep Gagal Ginjal Akut & Kronik
Askep Gagal Ginjal Akut & Kronik
Fransiska Oktafiani
 
Nasopharyngeal Airway (NPA): Banyak Manfaat namun Kurang Dikenal
Nasopharyngeal Airway (NPA): Banyak Manfaat namun Kurang DikenalNasopharyngeal Airway (NPA): Banyak Manfaat namun Kurang Dikenal
Nasopharyngeal Airway (NPA): Banyak Manfaat namun Kurang Dikenal
Robertus Arian Datusanantyo
 
Gangguan oksigenasi
Gangguan oksigenasiGangguan oksigenasi
Gangguan oksigenasi
Valny Majid
 
Penatalaksanaan Gangguan Masalah Pernapasan
Penatalaksanaan Gangguan Masalah PernapasanPenatalaksanaan Gangguan Masalah Pernapasan
Penatalaksanaan Gangguan Masalah Pernapasan
Umpungeng
 
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantung
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantungPemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantung
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantung
Verar Oka
 
gagal jantung (Heart Failure)
gagal jantung (Heart Failure)gagal jantung (Heart Failure)
gagal jantung (Heart Failure)
Mela Roviani
 
Batuk berdarah by tina n
Batuk berdarah by tina nBatuk berdarah by tina n
Batuk berdarah by tina n
Tina Novianty S
 
Otitis media akut
Otitis media akutOtitis media akut
Otitis media akut
Ariesta Mp
 
Tamponade Jantung
Tamponade JantungTamponade Jantung
Tamponade Jantung
Yarah Azzilzah
 
134454836 lp-oksigenasi
134454836 lp-oksigenasi134454836 lp-oksigenasi
134454836 lp-oksigenasi
nanang aw aw
 
Tindakan pemasangan ett
Tindakan pemasangan ettTindakan pemasangan ett
Tindakan pemasangan ett
Irwan Sutoyo
 
Pengantantar ilmu respirasi
Pengantantar ilmu respirasiPengantantar ilmu respirasi
Pengantantar ilmu respirasi
fikri asyura
 
Anatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskuler
Anatomi dan Fisiologi Sistem KardiovaskulerAnatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskuler
Anatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskuler
Yesi Tika
 
15761 bunyi napas
15761 bunyi napas15761 bunyi napas
15761 bunyi napas
rinivirliana
 
Referat pneumothorax
Referat pneumothoraxReferat pneumothorax
Referat pneumothorax
Listiana Dewi
 
Ventilasi, perfusi & difusi ok
Ventilasi, perfusi & difusi okVentilasi, perfusi & difusi ok
Ventilasi, perfusi & difusi ok
fikri asyura
 
Lp bronkopneumonia
Lp bronkopneumoniaLp bronkopneumonia
Lp bronkopneumonia
Yabniel Lit Jingga
 
Pemeriksaan fisik thorax
Pemeriksaan fisik thoraxPemeriksaan fisik thorax
Pemeriksaan fisik thorax
Maria Haryanthi Butar-Butar
 

What's hot (20)

Woc gbs
Woc gbsWoc gbs
Woc gbs
 
Askep Gagal Ginjal Akut & Kronik
Askep Gagal Ginjal Akut & KronikAskep Gagal Ginjal Akut & Kronik
Askep Gagal Ginjal Akut & Kronik
 
Nasopharyngeal Airway (NPA): Banyak Manfaat namun Kurang Dikenal
Nasopharyngeal Airway (NPA): Banyak Manfaat namun Kurang DikenalNasopharyngeal Airway (NPA): Banyak Manfaat namun Kurang Dikenal
Nasopharyngeal Airway (NPA): Banyak Manfaat namun Kurang Dikenal
 
Gangguan oksigenasi
Gangguan oksigenasiGangguan oksigenasi
Gangguan oksigenasi
 
Penatalaksanaan Gangguan Masalah Pernapasan
Penatalaksanaan Gangguan Masalah PernapasanPenatalaksanaan Gangguan Masalah Pernapasan
Penatalaksanaan Gangguan Masalah Pernapasan
 
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantung
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantungPemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantung
Pemeriksaan fisik thorax, pulmonalis, jantung
 
gagal jantung (Heart Failure)
gagal jantung (Heart Failure)gagal jantung (Heart Failure)
gagal jantung (Heart Failure)
 
Batuk berdarah by tina n
Batuk berdarah by tina nBatuk berdarah by tina n
Batuk berdarah by tina n
 
Otitis media akut
Otitis media akutOtitis media akut
Otitis media akut
 
Tamponade Jantung
Tamponade JantungTamponade Jantung
Tamponade Jantung
 
134454836 lp-oksigenasi
134454836 lp-oksigenasi134454836 lp-oksigenasi
134454836 lp-oksigenasi
 
1. asuhan keperawatan pada bph
1. asuhan keperawatan pada bph1. asuhan keperawatan pada bph
1. asuhan keperawatan pada bph
 
Tindakan pemasangan ett
Tindakan pemasangan ettTindakan pemasangan ett
Tindakan pemasangan ett
 
Pengantantar ilmu respirasi
Pengantantar ilmu respirasiPengantantar ilmu respirasi
Pengantantar ilmu respirasi
 
Anatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskuler
Anatomi dan Fisiologi Sistem KardiovaskulerAnatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskuler
Anatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskuler
 
15761 bunyi napas
15761 bunyi napas15761 bunyi napas
15761 bunyi napas
 
Referat pneumothorax
Referat pneumothoraxReferat pneumothorax
Referat pneumothorax
 
Ventilasi, perfusi & difusi ok
Ventilasi, perfusi & difusi okVentilasi, perfusi & difusi ok
Ventilasi, perfusi & difusi ok
 
Lp bronkopneumonia
Lp bronkopneumoniaLp bronkopneumonia
Lp bronkopneumonia
 
Pemeriksaan fisik thorax
Pemeriksaan fisik thoraxPemeriksaan fisik thorax
Pemeriksaan fisik thorax
 

Viewers also liked

Acute Respiratory Distress Syndrome
Acute Respiratory Distress SyndromeAcute Respiratory Distress Syndrome
Acute Respiratory Distress Syndrome
Dang Thanh Tuan
 
ARDS
ARDSARDS
Updates on Acute respiratory distress syndrome
Updates on Acute respiratory distress syndromeUpdates on Acute respiratory distress syndrome
Updates on Acute respiratory distress syndrome
Hamdi Turkey
 
ARDS 【A simplified evidence based approach】
ARDS 【A simplified evidence based approach】ARDS 【A simplified evidence based approach】
ARDS 【A simplified evidence based approach】
Sherif Elbadrawy
 
ARDS (Case study)
ARDS (Case study)ARDS (Case study)
ARDS (Case study)
Aziza Alamri - UOD
 
Ards new
Ards newArds new
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Rattan Professional Education College, Sector 78, Mohali
 
Acute respiratory distress syndrome (ards)
Acute respiratory distress syndrome (ards)Acute respiratory distress syndrome (ards)
Acute respiratory distress syndrome (ards)
Sarath Menon
 
ARDS ppt
ARDS pptARDS ppt
ARDS ppt
Sanjay Peerapur
 

Viewers also liked (9)

Acute Respiratory Distress Syndrome
Acute Respiratory Distress SyndromeAcute Respiratory Distress Syndrome
Acute Respiratory Distress Syndrome
 
ARDS
ARDSARDS
ARDS
 
Updates on Acute respiratory distress syndrome
Updates on Acute respiratory distress syndromeUpdates on Acute respiratory distress syndrome
Updates on Acute respiratory distress syndrome
 
ARDS 【A simplified evidence based approach】
ARDS 【A simplified evidence based approach】ARDS 【A simplified evidence based approach】
ARDS 【A simplified evidence based approach】
 
ARDS (Case study)
ARDS (Case study)ARDS (Case study)
ARDS (Case study)
 
Ards new
Ards newArds new
Ards new
 
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
Acute respiratory distress syndrome (ARDS)
 
Acute respiratory distress syndrome (ards)
Acute respiratory distress syndrome (ards)Acute respiratory distress syndrome (ards)
Acute respiratory distress syndrome (ards)
 
ARDS ppt
ARDS pptARDS ppt
ARDS ppt
 

Similar to Adult Respiratory Distress Syndrome

Askep gagal nafas terbaru
Askep gagal nafas terbaruAskep gagal nafas terbaru
Askep gagal nafas terbaru
stikes kesosi
 
1.Gagal napas_ Sudarminto.pptx
1.Gagal napas_ Sudarminto.pptx1.Gagal napas_ Sudarminto.pptx
1.Gagal napas_ Sudarminto.pptx
ShinShintara1
 
Asuhan tata laksana gagal nafas di rumah sakit
Asuhan tata laksana gagal nafas di rumah sakitAsuhan tata laksana gagal nafas di rumah sakit
Asuhan tata laksana gagal nafas di rumah sakit
Indro Harianto
 
Askep kegawatdaruratan akiba1
Askep kegawatdaruratan akiba1Askep kegawatdaruratan akiba1
Askep kegawatdaruratan akiba1
sharklasers22
 
Gagal nafas
Gagal nafasGagal nafas
Gagal nafas
Ign Agung Putrayana
 
TTTT.pptx
TTTT.pptxTTTT.pptx
TTTT.pptx
NengAnnisFathia
 
Gagal Nafas
Gagal NafasGagal Nafas
Gagal Nafas
Arif WR
 
Laporan pendahuluan asma
Laporan pendahuluan asmaLaporan pendahuluan asma
Laporan pendahuluan asma
Dwi Zhagtris
 
rtsgfcdgvgbtfg uyjhgbnjuyjhg juynkujh kujhnjuk
rtsgfcdgvgbtfg uyjhgbnjuyjhg juynkujh kujhnjukrtsgfcdgvgbtfg uyjhgbnjuyjhg juynkujh kujhnjuk
rtsgfcdgvgbtfg uyjhgbnjuyjhg juynkujh kujhnjuk
lutfiasihrahmawati2
 
asuhan keperawatan asma pada dewasa dan anak.pdf
asuhan keperawatan asma pada dewasa dan anak.pdfasuhan keperawatan asma pada dewasa dan anak.pdf
asuhan keperawatan asma pada dewasa dan anak.pdf
satpolppcianjur
 
01-pemenuhan-kebutuhan-oksigen-oleh-mr-kusnanto-4-sept-2007.ppt
01-pemenuhan-kebutuhan-oksigen-oleh-mr-kusnanto-4-sept-2007.ppt01-pemenuhan-kebutuhan-oksigen-oleh-mr-kusnanto-4-sept-2007.ppt
01-pemenuhan-kebutuhan-oksigen-oleh-mr-kusnanto-4-sept-2007.ppt
AdrenaReaLyadi1
 
ASKEP_PNEUMONIA_pptx atmoko.pptx
ASKEP_PNEUMONIA_pptx atmoko.pptxASKEP_PNEUMONIA_pptx atmoko.pptx
ASKEP_PNEUMONIA_pptx atmoko.pptx
SurtiDepi
 
Ventilator askep
Ventilator askepVentilator askep
Ventilator askep
Imhe Imha
 
Asuhan Keperawatan Emfisema
Asuhan Keperawatan EmfisemaAsuhan Keperawatan Emfisema
Asuhan Keperawatan Emfisema
Amee Hidayat
 
ASMA.pptx
ASMA.pptxASMA.pptx
ASMA.pptx
qobus1
 
Asuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis Paru dan Efusi Pleura
Asuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis Paru dan Efusi PleuraAsuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis Paru dan Efusi Pleura
Asuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis Paru dan Efusi Pleura
Nola Hastuti
 

Similar to Adult Respiratory Distress Syndrome (20)

Ards
ArdsArds
Ards
 
Askep ards
Askep ardsAskep ards
Askep ards
 
Ards AKPER PEMKAB MUNA
Ards AKPER PEMKAB MUNA Ards AKPER PEMKAB MUNA
Ards AKPER PEMKAB MUNA
 
Askep gagal nafas terbaru
Askep gagal nafas terbaruAskep gagal nafas terbaru
Askep gagal nafas terbaru
 
1.Gagal napas_ Sudarminto.pptx
1.Gagal napas_ Sudarminto.pptx1.Gagal napas_ Sudarminto.pptx
1.Gagal napas_ Sudarminto.pptx
 
Asuhan tata laksana gagal nafas di rumah sakit
Asuhan tata laksana gagal nafas di rumah sakitAsuhan tata laksana gagal nafas di rumah sakit
Asuhan tata laksana gagal nafas di rumah sakit
 
Askep kegawatdaruratan akiba1
Askep kegawatdaruratan akiba1Askep kegawatdaruratan akiba1
Askep kegawatdaruratan akiba1
 
Gagal nafas
Gagal nafasGagal nafas
Gagal nafas
 
TTTT.pptx
TTTT.pptxTTTT.pptx
TTTT.pptx
 
Gagal Nafas
Gagal NafasGagal Nafas
Gagal Nafas
 
Laporan pendahuluan asma
Laporan pendahuluan asmaLaporan pendahuluan asma
Laporan pendahuluan asma
 
rtsgfcdgvgbtfg uyjhgbnjuyjhg juynkujh kujhnjuk
rtsgfcdgvgbtfg uyjhgbnjuyjhg juynkujh kujhnjukrtsgfcdgvgbtfg uyjhgbnjuyjhg juynkujh kujhnjuk
rtsgfcdgvgbtfg uyjhgbnjuyjhg juynkujh kujhnjuk
 
asuhan keperawatan asma pada dewasa dan anak.pdf
asuhan keperawatan asma pada dewasa dan anak.pdfasuhan keperawatan asma pada dewasa dan anak.pdf
asuhan keperawatan asma pada dewasa dan anak.pdf
 
01-pemenuhan-kebutuhan-oksigen-oleh-mr-kusnanto-4-sept-2007.ppt
01-pemenuhan-kebutuhan-oksigen-oleh-mr-kusnanto-4-sept-2007.ppt01-pemenuhan-kebutuhan-oksigen-oleh-mr-kusnanto-4-sept-2007.ppt
01-pemenuhan-kebutuhan-oksigen-oleh-mr-kusnanto-4-sept-2007.ppt
 
ASKEP_PNEUMONIA_pptx atmoko.pptx
ASKEP_PNEUMONIA_pptx atmoko.pptxASKEP_PNEUMONIA_pptx atmoko.pptx
ASKEP_PNEUMONIA_pptx atmoko.pptx
 
Ventilator askep
Ventilator askepVentilator askep
Ventilator askep
 
Askep ards
Askep ardsAskep ards
Askep ards
 
Asuhan Keperawatan Emfisema
Asuhan Keperawatan EmfisemaAsuhan Keperawatan Emfisema
Asuhan Keperawatan Emfisema
 
ASMA.pptx
ASMA.pptxASMA.pptx
ASMA.pptx
 
Asuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis Paru dan Efusi Pleura
Asuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis Paru dan Efusi PleuraAsuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis Paru dan Efusi Pleura
Asuhan Keperawatan pada Pasien Tuberkulosis Paru dan Efusi Pleura
 

More from Arif WR

mengenal aktor resiko penyakit kardiovaskuler
mengenal aktor resiko penyakit kardiovaskulermengenal aktor resiko penyakit kardiovaskuler
mengenal aktor resiko penyakit kardiovaskuler
Arif WR
 
Askep Anak dengan Kelainan Jantung Kongenital
Askep Anak dengan Kelainan Jantung KongenitalAskep Anak dengan Kelainan Jantung Kongenital
Askep Anak dengan Kelainan Jantung Kongenital
Arif WR
 
Peningkatan Tekanan Intrakranial
Peningkatan Tekanan IntrakranialPeningkatan Tekanan Intrakranial
Peningkatan Tekanan Intrakranial
Arif WR
 
Physiology Of Nervous System
Physiology Of Nervous SystemPhysiology Of Nervous System
Physiology Of Nervous System
Arif WR
 
Anatomi Sistem Saraf
Anatomi Sistem SarafAnatomi Sistem Saraf
Anatomi Sistem Saraf
Arif WR
 
When You Says.......
When You Says.......When You Says.......
When You Says.......
Arif WR
 
Airway, Breathing dan Circulation (ABC)
Airway, Breathing dan Circulation (ABC)Airway, Breathing dan Circulation (ABC)
Airway, Breathing dan Circulation (ABC)
Arif WR
 
Udem Paru
Udem ParuUdem Paru
Udem Paru
Arif WR
 
Trauma Thoraks
Trauma ThoraksTrauma Thoraks
Trauma Thoraks
Arif WR
 
Perspektif Keperawatan Gawat Darurat
Perspektif Keperawatan Gawat DaruratPerspektif Keperawatan Gawat Darurat
Perspektif Keperawatan Gawat Darurat
Arif WR
 
Perspektif Keperawatan Gawat Darurat
Perspektif Keperawatan Gawat DaruratPerspektif Keperawatan Gawat Darurat
Perspektif Keperawatan Gawat Darurat
Arif WR
 
Cell Physiology
Cell PhysiologyCell Physiology
Cell Physiology
Arif WR
 

More from Arif WR (12)

mengenal aktor resiko penyakit kardiovaskuler
mengenal aktor resiko penyakit kardiovaskulermengenal aktor resiko penyakit kardiovaskuler
mengenal aktor resiko penyakit kardiovaskuler
 
Askep Anak dengan Kelainan Jantung Kongenital
Askep Anak dengan Kelainan Jantung KongenitalAskep Anak dengan Kelainan Jantung Kongenital
Askep Anak dengan Kelainan Jantung Kongenital
 
Peningkatan Tekanan Intrakranial
Peningkatan Tekanan IntrakranialPeningkatan Tekanan Intrakranial
Peningkatan Tekanan Intrakranial
 
Physiology Of Nervous System
Physiology Of Nervous SystemPhysiology Of Nervous System
Physiology Of Nervous System
 
Anatomi Sistem Saraf
Anatomi Sistem SarafAnatomi Sistem Saraf
Anatomi Sistem Saraf
 
When You Says.......
When You Says.......When You Says.......
When You Says.......
 
Airway, Breathing dan Circulation (ABC)
Airway, Breathing dan Circulation (ABC)Airway, Breathing dan Circulation (ABC)
Airway, Breathing dan Circulation (ABC)
 
Udem Paru
Udem ParuUdem Paru
Udem Paru
 
Trauma Thoraks
Trauma ThoraksTrauma Thoraks
Trauma Thoraks
 
Perspektif Keperawatan Gawat Darurat
Perspektif Keperawatan Gawat DaruratPerspektif Keperawatan Gawat Darurat
Perspektif Keperawatan Gawat Darurat
 
Perspektif Keperawatan Gawat Darurat
Perspektif Keperawatan Gawat DaruratPerspektif Keperawatan Gawat Darurat
Perspektif Keperawatan Gawat Darurat
 
Cell Physiology
Cell PhysiologyCell Physiology
Cell Physiology
 

Recently uploaded

MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHATMATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
athirah40
 
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
ssuser4219cb
 
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptxPELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
niputumerryprimadiar1
 
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
kimmi singla$A17
 
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.pptpentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
ErickUntono
 
PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).pptPENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
Vilzamaharani1
 
Pembinaan KAMPUNG KB DESA JURIT BARU.pptx
Pembinaan  KAMPUNG KB DESA JURIT BARU.pptxPembinaan  KAMPUNG KB DESA JURIT BARU.pptx
Pembinaan KAMPUNG KB DESA JURIT BARU.pptx
hatemshalihin
 
power pont pendidikan karakter mata kuliah humaniora
power pont pendidikan karakter mata kuliah humaniorapower pont pendidikan karakter mata kuliah humaniora
power pont pendidikan karakter mata kuliah humaniora
StepianaNadea
 
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptxModul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
SamudraHadiSantosa1
 
Asuhan keperawatan Diabetes Melitus tanpa komplikasi
Asuhan keperawatan Diabetes Melitus tanpa komplikasiAsuhan keperawatan Diabetes Melitus tanpa komplikasi
Asuhan keperawatan Diabetes Melitus tanpa komplikasi
pantaisenggigi02
 
Materi Penyuluhan Kegiatan MPLS SDN.pptx
Materi Penyuluhan Kegiatan MPLS SDN.pptxMateri Penyuluhan Kegiatan MPLS SDN.pptx
Materi Penyuluhan Kegiatan MPLS SDN.pptx
milaintan
 
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxArthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
SilviaIhda
 
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptxPPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
rkalimara
 
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
nadyahermawan
 
karya tulis ilmiah kti utari dm melitus
karya tulis ilmiah kti utari  dm melituskarya tulis ilmiah kti utari  dm melitus
karya tulis ilmiah kti utari dm melitus
ssuser6ad351
 
8.LBPHA 11 Indikator pasien register hiv aids.pptx
8.LBPHA 11 Indikator pasien register hiv aids.pptx8.LBPHA 11 Indikator pasien register hiv aids.pptx
8.LBPHA 11 Indikator pasien register hiv aids.pptx
didisetyanugraha
 
WhatsApp Image 2022-12-18 at 21.37.27.pdf
WhatsApp Image 2022-12-18 at 21.37.27.pdfWhatsApp Image 2022-12-18 at 21.37.27.pdf
WhatsApp Image 2022-12-18 at 21.37.27.pdf
sasafarma4545
 
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptxPresentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
ssuserdbc1db1
 
RAPAT TIM PEMBINA KKS, Sosialisasi KKS.pptx
RAPAT TIM PEMBINA KKS, Sosialisasi KKS.pptxRAPAT TIM PEMBINA KKS, Sosialisasi KKS.pptx
RAPAT TIM PEMBINA KKS, Sosialisasi KKS.pptx
SuriadiAlus1
 
Analisis Tulang Ikan Cakupan Penemuan Kasus TBC
Analisis Tulang Ikan Cakupan Penemuan Kasus TBCAnalisis Tulang Ikan Cakupan Penemuan Kasus TBC
Analisis Tulang Ikan Cakupan Penemuan Kasus TBC
alexAmaliq
 

Recently uploaded (20)

MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHATMATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
MATERI PPT PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
 
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
Paparan BPJS tentang rujukan dari Fasilitas kesehatan tingkat pertama ke fasi...
 
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptxPELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
PELAKSANAAN kegiatan PIN POLIO 2024.pptx
 
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
Celebrity Girls Call Delhi 🛵🚡9711199171 💃 Choose Best And Top Girl Service An...
 
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.pptpentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
pentingnya Kesehatan reproduksi Remaja.ppt
 
PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).pptPENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
PENYULUHAN MANAJEMEN KONTRASEPSI (KB).ppt
 
Pembinaan KAMPUNG KB DESA JURIT BARU.pptx
Pembinaan  KAMPUNG KB DESA JURIT BARU.pptxPembinaan  KAMPUNG KB DESA JURIT BARU.pptx
Pembinaan KAMPUNG KB DESA JURIT BARU.pptx
 
power pont pendidikan karakter mata kuliah humaniora
power pont pendidikan karakter mata kuliah humaniorapower pont pendidikan karakter mata kuliah humaniora
power pont pendidikan karakter mata kuliah humaniora
 
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptxModul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
Modul_Otologi_Fistula preauricular_Selasa_20-06-23.pptx
 
Asuhan keperawatan Diabetes Melitus tanpa komplikasi
Asuhan keperawatan Diabetes Melitus tanpa komplikasiAsuhan keperawatan Diabetes Melitus tanpa komplikasi
Asuhan keperawatan Diabetes Melitus tanpa komplikasi
 
Materi Penyuluhan Kegiatan MPLS SDN.pptx
Materi Penyuluhan Kegiatan MPLS SDN.pptxMateri Penyuluhan Kegiatan MPLS SDN.pptx
Materi Penyuluhan Kegiatan MPLS SDN.pptx
 
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxArthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Arthritis Septik - sxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
 
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptxPPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
PPT PENGENDALIAN PADA LUKA TERBUKA DAN TERTUTUP.pptx
 
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
548334260-Jenis-jenis-Simplisia-Karakteristik-Makroskopis-Dan-Mikroskopis-Sim...
 
karya tulis ilmiah kti utari dm melitus
karya tulis ilmiah kti utari  dm melituskarya tulis ilmiah kti utari  dm melitus
karya tulis ilmiah kti utari dm melitus
 
8.LBPHA 11 Indikator pasien register hiv aids.pptx
8.LBPHA 11 Indikator pasien register hiv aids.pptx8.LBPHA 11 Indikator pasien register hiv aids.pptx
8.LBPHA 11 Indikator pasien register hiv aids.pptx
 
WhatsApp Image 2022-12-18 at 21.37.27.pdf
WhatsApp Image 2022-12-18 at 21.37.27.pdfWhatsApp Image 2022-12-18 at 21.37.27.pdf
WhatsApp Image 2022-12-18 at 21.37.27.pdf
 
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptxPresentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
Presentasi Pemenuhan Gizi pada Lansia .pptx
 
RAPAT TIM PEMBINA KKS, Sosialisasi KKS.pptx
RAPAT TIM PEMBINA KKS, Sosialisasi KKS.pptxRAPAT TIM PEMBINA KKS, Sosialisasi KKS.pptx
RAPAT TIM PEMBINA KKS, Sosialisasi KKS.pptx
 
Analisis Tulang Ikan Cakupan Penemuan Kasus TBC
Analisis Tulang Ikan Cakupan Penemuan Kasus TBCAnalisis Tulang Ikan Cakupan Penemuan Kasus TBC
Analisis Tulang Ikan Cakupan Penemuan Kasus TBC
 

Adult Respiratory Distress Syndrome

  • 2. DefinisiARDS atau Sindroma Distres Pernafasan Dewasa ( SDPD ) adalah kondisi kedaruratan paru yang tiba-tiba dan bentuk kegagalan nafas berat, biasanya terjadi pada orang yang sebelumnya sehat yang telah terpajan pada berbagai penyebab pulmonal atau non-pulmonal ( Hudak, 1997 ).
  • 3. EtiologiSistemik : Syok karena beberapa penyebabSepsis gram negativeHipotermiaHipertermiaTakar lajak obat ( Narkotik, Salisilat, Trisiklik, Paraquat, Metadone, Bleomisin )Gangguan hematology ( DIC, Transfusi massif, Bypass kardiopulmonal )EklampsiaLuka bakar
  • 4. Pulmonal :Pneumonia ( Viral, bakteri, jamur, pneumosistik karinii )Trauma ( emboli lemak, kontusio paru )Aspirasi ( cairan gaster, tenggelam, cairan hidrokarbon )Pneumositis
  • 5. Non-Pulmonal :Cedera kepalaPeningkatan TIKPascakardioversiPankreatitisUremia
  • 7. ManifestasiKlinisPenurunan kesadaran mentalTakikardi, takipneaDispnea dengan kesulitan bernafasTerdapat retraksi interkostaSianosisHipoksemiaAuskultasi paru : ronkhi basah, krekels, stridor, wheezingAuskultasi jantung : BJ normal tanpa murmur atau gallop
  • 8. PemeriksaanPenunjangPemeriksaan hasil Analisa Gas Darah : Hipoksemia ( pe ↓ PaO2 )Hipokapnia ( pe ↓ PCO2 ) pada tahap awal karena hiperventilasiHiperkapnia ( pe ↑ PCO2 ) menunjukkan gagal ventilasiAlkalosis respiratori ( pH > 7,45 ) pada tahap diniAsidosis respiratori / metabolik terjadi pada tahap lanjutPemeriksaan Rontgent Dada :Tahap awal ; sedikit normal, infiltrasi pada perihilir paruTahap lanjut ; interstisial bilateral difus pada paru, infiltrate di alveoliTes Fungsi paru :Pe ↓ komplain paru dan volume paruPirau kanan-kiri meningkat
  • 9. PenatalaksanaanMedisPasang jalan nafas yang adekuat Pencegahan infeksiVentilasi Mekanik Dukungan nutrisiPemantauan oksigenasi arteriCairanFarmakologi ( O2, Diuretik, A.B )Pemeliharaan jalan nafas
  • 10. PengkajianDATA DASAR PENGKAJIANKeadaan-keadaan berikut biasanya terjadi saat periode latent saat fungsi paru relatif masih terlihat normal (misalnya 12 – 24 jam setelah trauma/shock atau 5 – 10 hari setelah terjadinya sepsis) tapi secara berangsur-angsur memburuk sampai tahapan kegagalan pernafasan.Gejala fisik yang ditemukan amat bervariasi, tergantung daripada pada tahapan mana diagnosis dibuat.
  • 11. AKTIVITAS & ISTIRAHATSubyektif : Menurunnya tenaga/kelelahanInsomniaSIRKULASISubyektif : Riwayat pembedahan jantung/bypass cardiopulmonary, fenomena embolik (darah, udara, lemak)Obyektif : Tekanan darah bisa normal atau meningkat (terjadinya hipoksemia), hipotensi terjadi pada stadium lanjut (shock).Heart rate : takikardi biasa terjadiBunyi jantung : normal pada fase awal, S2 (komponen pulmonic) dapat terjadiDisritmia dapat terjadi, tetapi ECG sering menunjukkan normalKulit dan membran mukosa : mungkin pucat, dingin. Cyanosis biasa terjadi (stadium lanjut)
  • 12. INTEGRITAS EGOSubyektif : Keprihatinan/ketakutan, perasaan dekat dengan kematianObyektif : Restlessness, agitasi, gemetar, iritabel, perubahan mental.MAKANAN/CAIRANSubyektif : Kehilangan selera makan, nauseaObyektif : Formasi edema/perubahan berat badanHilang/melemahnya bowel soundsNEUROSENSORISuby./Oby. : Gejala truma kepalaKelambanan mental, disfungsi motorik
  • 13. RESPIRASISubyektif : Riwayat aspirasi, merokok/inhalasi gas, infeksi pulmolal diffuse, kesulitan bernafas akut atau khronis, “air hunger”Obyektif : Respirasi : rapid, swallow, gruntingPeningkatan kerja nafas ; penggunaan otot bantu pernafasan seperti retraksi intercostal atau substernal, nasal flaring, meskipun kadar oksigen tinggi.Suara nafas : biasanya normal, mungkin pula terjadi crakles, ronchi, dan suara nafas bronkhialPerkusi dada : Dull diatas area konsolidasiPenurunan dan tidak seimbangnya ekpansi dadaPeningkatan fremitus (tremor vibrator pada dada yang ditemukan dengan cara palpasi.Sputum encer, berbusaPallor atau cyanosisPenurunan kesadaran, confusion
  • 14. RASA AMANSubyektif : Adanya riwayat trauma tulang/fraktur, sepsis, transfusi darah, episode anaplastikSEKSUALITASSuby./Oby. : Riwayat kehamilan dengan komplikasi eklampsiaKEBUTUHAN BELAJARSubyektif : Riwayat ingesti obat/overdosisDischarge Plan : Ketergantungan sebagai efek dari kerusakan pulmonal, mungkin membutuhkan asisten saat bepergian, shopping, self-care.
  • 15. PrioritasKeperawatan1. Memperbaiki/mempertahankan fungsi respirasi optimal dan oksigenasi2. Meminimalkan/mencegah komplikasi3. Mempertahankan nutrisi adekuat untuk penyembuhan/membantu fungsi pernafasan4. Memberikan support emosi kepada pasien dan keluarga5. Memberikan informasi tentang proses penyakit, prognose, dan kebutuhan pengobatan
  • 16. TujuanKeperawatan1. Bernafas spontan dengan tidal volume adekuat2. Suara nafas bersih/membaik3. Bebas sari terjadinya komplikasi4. Memandang secara realistis terhadap situasi5. Proses penyakit, prognosis dan therapi dapat dimengerti
  • 17. DiagnosaKeperawatan1. Tidak efektifnya jalan nafas berhubungan dengan hilangnya fungsi jalan nafas, peningkatan sekret pulmonal, peningkatan resistensi jalan nafas ditandai dengan : dispneu, perubahan pola nafas, penggunaan otot pernafasan, batuk dengan atau tanpa sputum, cyanosis.2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan alveolar hipoventilasi, penumpukan cairan di permukaan alveoli, hilangnya surfaktan pada permukaan alveoli ditandai dengan : takipneu, penggunaan otot-otot bantu pernafasan, cyanosis, perubahan ABGs, dan A-a Gradient.3. Resiko tinggi defisit volume cairan berhubungan dengan penggunaan deuritik, ke-luaran cairan kompartemental4. Resiko tinggi kelebihan volome cairan berhubungan dengan edema pulmonal non Kardia.
  • 18. 5. Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan aliran balik vena dan penurunan curah jantung,edema,hipotensi.6. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan pertukaran gas tidak adekuat,pening katan sekresi,penurunan kemampuan untuk oksigenasi dengan adekuat atau kelelahan.7. Cemas/takut berhubungan dengan krisis situasi, pengobatan , perubahan status kesehatan, takut mati, faktor fisiologi (efek hipoksemia) ditandai oleh mengekspresikan masalah yang sedang dialami, tensi meningkat, dan merasa tidak berdaya, ketakutan, gelisah.8. Defisit pengetahuan , mengenai kondisi , terafi yang dibutuhkan berhubungan dengan kurang informasi, salah presepsi dari informasi yang ditandai dengan mengajukan pertanyaan , menyatakan masalahnya.
  • 20. 1. Tidak efektifnya jalan nafas berhubungan dengan hilangnya fungsi jalan nafas, peningkatan sekret pulmonal, peningkatan resistensi jalan nafas ditandai dengan : dispneu, perubahan pola nafas, penggunaan otot pernafasan, batuk dengan atau tanpa sputum, cyanosis.Tujuan :- Pasien dapat mempertahankan jalan nafas dengan bunyi nafas yang jernih dan ronchi (-)- Pasien bebas dari dispneu- Mengeluarkan sekret tanpa kesulitan- Memperlihatkan tingkah laku mempertahankan jalan nafas
  • 21. Tindakan :Independen- Catat perubahan dalam bernafas dan pola nafasnyaPenggunaan otot-otot interkostal/abdominal/leher dapat meningkatkan usaha dalam bernafas- Observasi dari penurunan pengembangan dada dan peningkatan fremitusPengembangan dada dapat menjadi batas dari akumulasi cairan dan adanya cairan dapat meningkatkan fremitus- Catat karakteristik dari suara nafasSuara nafas terjadi karena adanya aliran udara melewati batang tracheo branchial dan juga karena adanya cairan, mukus atau sumbatan lain dari saluran nafas- Catat karakteristik dari batukKarakteristik batuk dapat merubah ketergantungan pada penyebab dan etiologi dari jalan nafas. Adanya sputum dapat dalam jumlah yang banyak, tebal dan purulent- Pertahankan posisi tubuh/posisi kepala dan gunakan jalan nafas tambahan bila perluPemeliharaan jalan nafas bagian nafas dengan paten- Kaji kemampuan batuk, latihan nafas dalam, perubahan posisi dan lakukan suction bila ada indikasiPenimbunan sekret mengganggu ventilasi dan predisposisi perkembangan atelektasis dan infeksi paru- Peningkatan oral intake jika memungkinkanPeningkatan cairan per oral dapat mengencerkan sputum
  • 22. Kolaboratif- Berikan oksigen, cairan IV ; tempatkan di kamar humidifier sesuai indikasiMengeluarkan sekret dan meningkatkan transport oksigen- Berikan therapi aerosol, ultrasonik nabulasasiDapat berfungsi sebagai bronchodilatasi dan mengeluarkan sekret- Berikan fisiotherapi dada misalnya : postural drainase, perkusi dada/vibrasi jika ada indikasiMeningkatkan drainase sekret paru, peningkatan efisiensi penggunaan otot-otot pernafasan- Berikan bronchodilator misalnya : aminofilin, albuteal dan mukolitikDiberikan untuk mengurangi bronchospasme, menurunkan viskositas sekret dan meningkatkan ventilasi
  • 23. 2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan alveolar hipoventilasi, penumpukan cairan di permukaan alveoli, hilangnya surfaktan pada permukaan alveoli ditandai dengan : takipneu, penggunaan otot-otot bantu pernafasan, cyanosis, perubahan ABGs, dan A-a Gradient.Tujuan :- Pasien dapat memperlihatkan ventilasi dan oksigenasi yang adekuat dengan nilai ABGs normal- Bebas dari gejala distress pernafasanTindakan :Independen- Kaji status pernafasan, catat peningkatan respirasi atau perubahan pola nafasTakipneu adalah mekanisme kompensasi untuk hipoksemia dan peningkatan usaha nafas
  • 24. - Catat ada tidaknya suara nafas dan adanya bunyi nafas tambahan seperti crakles, dan wheezingSuara nafas mungkin tidak sama atau tidak ada ditemukan. Crakles terjadi karena peningkatan cairan di permukaan jaringan yang disebabkan oleh peningkatan permeabilitas membran alveoli – kapiler. Wheezing terjadi karena bronchokontriksi atau adanya mukus pada jalan nafas- Kaji adanya cyanosisSelalu berarti bila diberikan oksigen (desaturasi 5 gr dari Hb) sebelum cyanosis muncul. Tanda cyanosis dapat dinilai pada mulut, bibir yang indikasi adanya hipoksemia sistemik, cyanosis perifer seperti pada kuku dan ekstremitas adalah vasokontriksi.- Observasi adanya somnolen, confusion, apatis, dan ketidakmampuan beristirahatHipoksemia dapat menyebabkan iritabilitas dari miokardium- Berikan istirahat yang cukup dan nyamanMenyimpan tenaga pasien, mengurangi penggunaan oksigen
  • 25. Kolaboratif- Berikan humidifier oksigen dengan masker CPAP jika ada indikasiMemaksimalkan pertukaran oksigen secara terus menerus dengan tekanan yang sesuai- Berikan pencegahan IPPBPeningkatan ekspansi paru meningkatkan oksigenasi- Review X-ray dadaMemperlihatkan kongesti paru yang progresif- Berikan obat-obat jika ada indikasi seperti steroids, antibiotik, bronchodilator dan ekspektorantUntuk mencegah ARDS
  • 26. 3. Resiko tinggi defisit volume cairanFaktor resiko : penggunaan deuritik, keluaran cairan kompartementalTujuan :pasien dapat menunjukkan keadaan volume cairan normal dengan tanda tekanan darah, berat badan, urine output pada batas normal.Tindakan :Independen- Monitor vital signs seperti tekanan darah, heart rate, denyut nadi (jumlah dan volume)Berkurangnya volume/keluarnya cairan dapat meningkatkan heart rate, menurunkan tekanan darah, dan volume denyut nadi menurun.- Amati perubahan kesadaran, turgor kulit, kelembaban membran mukosa dan karakter sputumPenurunan cardiac output mempengaruhi perfusi/fungsi cerebral. Deficit cairan dapat diidentifikasi dengan penurunan turgor kulit, membran mukosa kering, sekret kental.
  • 27. - Hitung intake, output dan balance cairan. Amati “insesible loss”Memberikan informasi tentang status cairan. Keseimbangan cairan negatif merupakan indikasi terjadinya deficit cairan.- Timbang berat badan setiap hariPerubahan yang drastis merupakan tanda penurunan total body waterKolaboratif- Berikan cairan IV dengan observasi ketatMempertahankan/memperbaiki volume sirkulasi dan tekanan osmotik. Meskipun cairan mengalami deficit, pemberian cairan IV dapat meningkatkan kongesti paru yang dapat merusak fungsi respirasi- Monitor/berikan penggantian elektrolit sesuai indikasiElektrolit khususnya pottasium dan sodium dapat berkurang sebagai efek therapi diuretik.
  • 28. 4. Cemas/takut berhubungan dengan krisis situasi, pengobatan , perubahan status kesehatan, takut mati, faktor fisiologi (efek hipoksemia) ditandai oleh mengekspresikan masalah yang sedang dialami, tensi meningkat, dan merasa tidak berdaya, ketakutan, gelisah.Tujuan :- Pasien dapat mengungkapkan perasaan cemasnya secara verbal- Mengakui dan mau mendiskusikan ketakutannya, rileks dan rasa cemasnya mulai berkurang- Mampu menanggulangi, mampu menggunakan sumber-sumber pendukung untuk memecahkan masalah yang dialaminya.Tindakan :Independen:- Observasi peningkatan pernafasan, agitasi, kegelisahan dan kestabilan emosi.Hipoksemia dapat menyebabkan kecemasan.- Pertahankan lingkungan yang tenang dengan meminimalkan stimulasi. Usahakan perawatan dan prosedur tidak menggaggu waktu istirahat.Cemas berkurang oleh meningkatkan relaksasi dan pengawetan energi yang digunakan.- Bantu dengan teknik relaksasi, meditasi.Memberi kesempatan untuk pasien untuk mengendalikan kecemasannya dan merasakan sendiri dari pengontrolannya.- Identifikasi persepsi pasien dari pengobatan yang dilakukanMenolong mengenali asal kecemasan/ketakutan yang dialami
  • 29. - Dorong pasien untuk mengekspresikan kecemasannya.Langkah awal dalam mengendalikan perasaan-perasaan yang teridentifikasi dan terekspresi.- Membantu menerima situsi dan hal tersebut harus ditanggulanginya.Menerima stress yang sedang dialami tanpa denial, bahwa segalanya akan menjadi lebih baik.- Sediakan informasi tentang keadaan yang sedang dialaminya.Menolong pasien untuk menerima apa yang sedang terjadi dan dapat mengurangi kecemasan/ketakutan apa yang tidak diketahuinya. Penentraman hati yang palsu tidak menolong sebab tidak ada perawat maupun pasien tahu hasil akhir dari permasalahan itu.- Identifikasi tehnik pasien yang digunakan sebelumnya untuk menanggulangi rasa cemas.Kemampuan yang dimiliki pasien akan meningkatkan sistem pengontrolan terhadap kecemasannyaKolaboratif :- Memberikan sedative sesuai indikasi dan monitor efek yang merugikan.Mungkin dibutuhkan untuk menolong dalam mengontrol kecemasan dan meningkatkan istirahat. Bagaimanapun juga efek samping seperti depresi pernafasan mungkin batas atau kontraindikasi penggunaan.
  • 30. 5. Defisit pengetahuan , mengenai kondisi , terafi yang dibutuhkan berhubungan dengan kurang informasi, salah presepsi dari informasi yang ditandai dengan mengajukan pertanyaan , menyatakan masalahnya.Tujuan :- Pasien dapat menerangkan hubungan antara proses penyakit dan terafi- Menjelaskan secara verbal diet, pengobatan dan cara beraktivitas- Mengidentifikasi dengan benar tanda dan gejala yang membutuhkan perhatian medis- Memformulasikan rencana untuk follow –upTindakan :Independen- Berikan pembelajaran dari apa yang dibutuhkan pasien. Berikan informasi dengan jelas dan dimengerti. Kaji potensial untuk kerjasama dengan cara pengobatan di rumah. Meliputi hal yang dianjurkan.Penyembuhan dari gagal nafas mungkin memerlukan perhatian, konsentrasi dan energi untuk menerima informasi baru. Ini meliputi tentang proses penyakit yang akan menjadi berat atau yang sedang mengalami penyembuhan.- Sediakan informasi masalah penyebab dari penyakit yang sedang dialami pasien.ARDS adalah sebuah komplikasi dari penyakit lain, bukan merupakan diagnosa primer. Pasien sering bingung oleh perkembangan itu, dalam k esehatan sistem respirasi sebelumnya.
  • 31. - Instruksikan tindakan pencegahan, jika dibutuhkan. Diskusikan cara menghindari overexertion dan perlunya mempertahankan pola istirahat yang periodik. Hindari lingkungan yang dingin dan orang-orang terinfeksi.Pencegahan perlu dilakukan selama tahap penyembuhan. Hindari faktor yang disebabkan oleh lingkungan seperti merokok. Reaksi alergi atau infeksi yang mungkin terjadi untuk mencegah komplikasi berikutnya.- Sediakan informasi baik secara verbal atau tulisan mengenai pengobatan misalnya: tujuan, efek samping, cara pemberian , dosis dan kapan diberikanMerupakan instruksi bagi pasien untuk keamanan pengobatan dan cara-cara pengobatan dapat diikutinya.- Kaji kembali konseling tentang nutrisi ; kebutuhan makanan tinggi kaloriPasien dengan masalah respirasi yang berat biasanya kehilangan berat-badan dan anoreksia sehingga kebutuhan nutrisi meningkat untuk penyembuhan.
  • 32. - Bimbing dalam melakukan aktivitas.Pasien harus menghindari kelelahan dan menyelingi waktu istirahat dengan aktivitas dengan tujuan meningkatkan stamina dan cegah hal yang membutuhkan oksigen yang banyak- Demonstrasikan teknik adaptasi pernafasan dan cara untuk menghemat energi selama aktivitas.Kondisi yang lemah mungkin membuat kesulitan untuk pasien mengatur aktivitas yang sederhana.- Diskusikan follow-up care misalnya kunjungan dokter, test fungsi sistem pernafasan dan tanda/gejala yang membutuhkan evaluasi/intervensi.Alasan mengerti dan butuh untuk follow up care sebaik dengan apa yang merupakan kebutuhan untuk meningkatkan partisipasi pasien dalam hal medis dan mungkin mempertinggi kerjasama dengan medis.- Kaji rencana untuk mengunjungi pasien seperti kunjungan perawatMendukung selama periode penyembuhan
  • 33. DaftarPustakaCarpenito,Lynda Juall. 2001. Buku Saku Diagnosa Keperawatan.EGC. Jakarta.Doengoes, M.E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. EGC. Jakarta.Hudak, Gall0. 1997. Keperawatan Kritis. Pendekatan Holistik.Ed.VI. Vol.I. EGC. Jakarta.……… 2000. Diktat Kuliah Gawat Darurat. PSIK FK.Unair. TA: 2000/2001. Surabaya.