Balance Sheet
Statement
Pasar Saham
Georgius Rinaldo
dodo@kuliahkita.com
Pendahuluan
Sebelumnya telah dibahas P&L Statement yang digunakan untuk
melihat profitabilitas perusahaan dan dapat berdiri sendiri terlepas
dari balance sheet.
Pada Balance Sheet, informasi yang disajikan adalah mengenai aset,
liabilities, dan shareholder equity yang disajikan dalam basis aliran (flow
basis) sehingga berisi informasi finansial bahkan saat perusahaan
baru berdiri (incorporated).
Balance Sheet Equation
Berikut ini adalah contoh tabel yang berisikan balance sheet
perusahaan. Terdapat: assets, liabilities, dan equity
Balance Sheet Equation
Berikut ini adalah contoh tabel yang berisikan balance sheet
perusahaan. Terdapat: assets, liabilities, dan equity
Balance Sheet Equation
Sebelumnya telah dijelaskan mengenai aset baik yang tangible dan
intangible yang dimiliki perusahaan.
Liabilities - menunjukkan obligasi perusahaan. Obligasi atau pinjaman
diperhitungkan karena dapat memiliki nilai ekonomi selama berjalan.
Singkat kata, liability adalah pinjaman yang diambil perusahaan dan
memiliki kewajiban (obligated) untuk mengembalikannya.
Balance Sheet Equation
Dalam balance sheet, total aset perusahaan harus sama dengan
liabilities. Assets = Liabilities. Persamaan ini yang dikatakan sebagai
balance sheet equation atau accounting equation.
Persamaan ini menyatakan bahwa aset dari perusahaan harus
seimbang dengan liability perusahaan karena aset yang dimiliki
perusahaan bisa didapatkan dari modal atau liability.
Sedangkan terdapat juga modal pemilik yang disebut “share holder’s
equity” atau “net worth” yang didapat dari pengurangan aset dengan
liability. (Total Assets - Total liabilites)
Shareholder’s Fund
Shareholder’s fund mencerminkan kekayaan shareholder. Tapi tampak
counter-intuitive karena disertakan dalam liability yang merupakan
pinjaman perusahaan seperti gambar di bawah.
Shareholder’s Fund
Shareholder’s fund merepresentasikan dana yang
dimiliki shareholder yang seperti liability, tapi termasuk
dalam aset karena dapat dipakai.
Pandang perusahaan sebagai individual yang bekerja untuk membuat
penghasilan bagi shareholder-nya. Dengan pandangan ini Kita
memisahkan shareholder dari perusahaan yang bersangkutan.
Sehingga, dari sudut pandang perusahaan, shareholder’s fund adalah
seperti obligasi yang harus dibayar kepada shareholder karena dana ini
bukan milik perusahaan.
Liability dari Balance Sheet
Liability dari balance sheet mendetilkan liability dari perusahaan.
Jika dilihat pada contoh tabel, terdapat 3 bagian utama yaitu:
shareholder’s fund, non-current liabilities, dan current liabilities.
Kita akan bahas satu per satu data yang ada di tabel contoh
pada kasus sebelumnya.
Liability dari Balance Sheet
Pada shareholder’s fund terdapat “share capital” dan “reserves and
surplus”.
Share capital = FV * jumlah share
Jadi misalkan sebuah perusahaan melakukan issue 5.000.000 lembar
share seharga 1000 rupiah, berarti Share capital yang dimiliki adalah
5.000.000.000.
Liability dari Balance Sheet
Pada bagian berikutnya terdapat “reserves and surplus”.
Reserves - adalah dana yang dialokasikan untuk tujuan tertentu /
khusus perusahaan.
Surplus - adalah dana dimana keuntungan perusahaan disimpan.
Pada data tabel terdapat catatan yang melampirkan detailnya dan
dapat dilihat pada gambar berikut.
Liability dari Balance Sheet
Berikut ini adalah contoh catatan reserve and surplus dari
perusahaan
Non-Current Liabilities
Non-current liabilities merepresentasikan obligasi jangka
panjang yang akan dibayarkan dalam rentang waktu 12
bulan.
Pada perusahaan ada 3 tipe non-current liabilities:
1. Long term borrowing
2. Deferred tax liability
3. Long term provision
Non-Current Liabilities
Long term borrowing - adalah pinjaman yang dimiliki perusahaan yang
berasal dari berbagai sumber → merupakan salah satu yang
digunakan dalam perhitungan rasio finansial
Deferred tax liability - adalah persediaan untuk pembayaran pajak di
masa depan.
Long term provision - dana yang dialokasikan untuk pegawai (employee
benefit) seperti gratuity; leave encashment, provident funds, dll.
Current Liabilities
Merupakan obligasi perusahaan yang diharapkan dapat dilunasi
dalam periode 1 tahun. Maksud dari “current” adalah obligasi akan
segera dilunasi dalam waktu 1 tahun. Sebaliknya jika non-current
berarti lebih dari 1 tahun.
Pada contoh sebelumnya yaitu:
Liability dari Balance Sheet
Setelah melihat data di atas, tentunya kita ingin melihat data finansial
yang sehat. Maksudnya Kita ingin melihat apakah perusahaan
memiliki hutang yang dapat ditangani (managable debt).
Kita bisa menghitung keseluruhan liabilities perusahaan:
Total Liability = SF + NCL + CL
SF = Shareholders’ Funds
NCL = Non Current Liabilities
CL = Current Liabilities
Assets
Terdapat 2 tipe aset yaitu:
1. current assets - yang akan menjadi uang ketika proses
siklus bisnis berlangsung. Biasanya dalam jangka
waktu 1 tahun.
2. non-current assets - mencakup fixed assets seperti
properti, pabrik, dan perlengkapan.
Assets - Current Assets
Current assets mencakup kas, inventories (produk yang belum terjual),
dan account receivables.
Tentunya investor tertarik dengan perusahaan yang punya banyak kas
di balance sheet-nya. Karena umumnya kas merupakan perlindungan di
saat terdesak dan memberi pilihan untuk pertumbuhan.
Cadangan kas yang berkembang merupakan salah satu tanda
performa yang baik dari perusahaan. Asumsinya kas terakumulasi
dengan cepat sehingga manajemen tidak tahu mau dipakai untuk apa.
Assets - Non-Current Assets
Sebelumnya dijelaskan bahwa non-current assets mencakup fixed
assets, seperti mesin, pabrik, tanah, dll.
Aset ini tidak akan dijual kecuali perusahaan mengalami krisis
finansial yang terpaksa melikuidasi asetnya.
Investor tidak perlu terlalu memperhatikan aset ini.
Ketika level dari hutang menurun, tentunya merupakan berita baik bagi
investor → Jika perusahaan punya aset > liability berarti pertanda yang
baik.
Kita bisa lihat quick ratio untuk melihat kesehatan finansial
perusahaan.
Quick Ratio = . {Current Assets - Inventories) .
Current Liabilities
Financial Ratio
Financial Ratio
*Pada P&L Statement terdapat “Changes in inventories of finished
goods, WIP, and stock-in-trade” yang nilainya sudah bersih.
Untuk menghitung quick ratio, yang dipakai adalah inventories-nya
atau barang yang telah diproduksi tapi belum dijual.
Jika nilai ratio > 1, berarti positif dalam arti perusahaan
punya cadangan kas dan aset liquid untuk membayar
hutang jangka pendek.

Pasar Saham - 25 Balance Sheet Statement

  • 1.
  • 2.
    Pendahuluan Sebelumnya telah dibahasP&L Statement yang digunakan untuk melihat profitabilitas perusahaan dan dapat berdiri sendiri terlepas dari balance sheet. Pada Balance Sheet, informasi yang disajikan adalah mengenai aset, liabilities, dan shareholder equity yang disajikan dalam basis aliran (flow basis) sehingga berisi informasi finansial bahkan saat perusahaan baru berdiri (incorporated).
  • 3.
    Balance Sheet Equation Berikutini adalah contoh tabel yang berisikan balance sheet perusahaan. Terdapat: assets, liabilities, dan equity
  • 4.
    Balance Sheet Equation Berikutini adalah contoh tabel yang berisikan balance sheet perusahaan. Terdapat: assets, liabilities, dan equity
  • 5.
    Balance Sheet Equation Sebelumnyatelah dijelaskan mengenai aset baik yang tangible dan intangible yang dimiliki perusahaan. Liabilities - menunjukkan obligasi perusahaan. Obligasi atau pinjaman diperhitungkan karena dapat memiliki nilai ekonomi selama berjalan. Singkat kata, liability adalah pinjaman yang diambil perusahaan dan memiliki kewajiban (obligated) untuk mengembalikannya.
  • 6.
    Balance Sheet Equation Dalambalance sheet, total aset perusahaan harus sama dengan liabilities. Assets = Liabilities. Persamaan ini yang dikatakan sebagai balance sheet equation atau accounting equation. Persamaan ini menyatakan bahwa aset dari perusahaan harus seimbang dengan liability perusahaan karena aset yang dimiliki perusahaan bisa didapatkan dari modal atau liability. Sedangkan terdapat juga modal pemilik yang disebut “share holder’s equity” atau “net worth” yang didapat dari pengurangan aset dengan liability. (Total Assets - Total liabilites)
  • 7.
    Shareholder’s Fund Shareholder’s fundmencerminkan kekayaan shareholder. Tapi tampak counter-intuitive karena disertakan dalam liability yang merupakan pinjaman perusahaan seperti gambar di bawah.
  • 8.
    Shareholder’s Fund Shareholder’s fundmerepresentasikan dana yang dimiliki shareholder yang seperti liability, tapi termasuk dalam aset karena dapat dipakai. Pandang perusahaan sebagai individual yang bekerja untuk membuat penghasilan bagi shareholder-nya. Dengan pandangan ini Kita memisahkan shareholder dari perusahaan yang bersangkutan. Sehingga, dari sudut pandang perusahaan, shareholder’s fund adalah seperti obligasi yang harus dibayar kepada shareholder karena dana ini bukan milik perusahaan.
  • 9.
    Liability dari BalanceSheet Liability dari balance sheet mendetilkan liability dari perusahaan. Jika dilihat pada contoh tabel, terdapat 3 bagian utama yaitu: shareholder’s fund, non-current liabilities, dan current liabilities. Kita akan bahas satu per satu data yang ada di tabel contoh pada kasus sebelumnya.
  • 10.
    Liability dari BalanceSheet Pada shareholder’s fund terdapat “share capital” dan “reserves and surplus”. Share capital = FV * jumlah share Jadi misalkan sebuah perusahaan melakukan issue 5.000.000 lembar share seharga 1000 rupiah, berarti Share capital yang dimiliki adalah 5.000.000.000.
  • 11.
    Liability dari BalanceSheet Pada bagian berikutnya terdapat “reserves and surplus”. Reserves - adalah dana yang dialokasikan untuk tujuan tertentu / khusus perusahaan. Surplus - adalah dana dimana keuntungan perusahaan disimpan. Pada data tabel terdapat catatan yang melampirkan detailnya dan dapat dilihat pada gambar berikut.
  • 12.
    Liability dari BalanceSheet Berikut ini adalah contoh catatan reserve and surplus dari perusahaan
  • 13.
    Non-Current Liabilities Non-current liabilitiesmerepresentasikan obligasi jangka panjang yang akan dibayarkan dalam rentang waktu 12 bulan. Pada perusahaan ada 3 tipe non-current liabilities: 1. Long term borrowing 2. Deferred tax liability 3. Long term provision
  • 14.
    Non-Current Liabilities Long termborrowing - adalah pinjaman yang dimiliki perusahaan yang berasal dari berbagai sumber → merupakan salah satu yang digunakan dalam perhitungan rasio finansial Deferred tax liability - adalah persediaan untuk pembayaran pajak di masa depan. Long term provision - dana yang dialokasikan untuk pegawai (employee benefit) seperti gratuity; leave encashment, provident funds, dll.
  • 15.
    Current Liabilities Merupakan obligasiperusahaan yang diharapkan dapat dilunasi dalam periode 1 tahun. Maksud dari “current” adalah obligasi akan segera dilunasi dalam waktu 1 tahun. Sebaliknya jika non-current berarti lebih dari 1 tahun. Pada contoh sebelumnya yaitu:
  • 16.
    Liability dari BalanceSheet Setelah melihat data di atas, tentunya kita ingin melihat data finansial yang sehat. Maksudnya Kita ingin melihat apakah perusahaan memiliki hutang yang dapat ditangani (managable debt). Kita bisa menghitung keseluruhan liabilities perusahaan: Total Liability = SF + NCL + CL SF = Shareholders’ Funds NCL = Non Current Liabilities CL = Current Liabilities
  • 17.
    Assets Terdapat 2 tipeaset yaitu: 1. current assets - yang akan menjadi uang ketika proses siklus bisnis berlangsung. Biasanya dalam jangka waktu 1 tahun. 2. non-current assets - mencakup fixed assets seperti properti, pabrik, dan perlengkapan.
  • 18.
    Assets - CurrentAssets Current assets mencakup kas, inventories (produk yang belum terjual), dan account receivables. Tentunya investor tertarik dengan perusahaan yang punya banyak kas di balance sheet-nya. Karena umumnya kas merupakan perlindungan di saat terdesak dan memberi pilihan untuk pertumbuhan. Cadangan kas yang berkembang merupakan salah satu tanda performa yang baik dari perusahaan. Asumsinya kas terakumulasi dengan cepat sehingga manajemen tidak tahu mau dipakai untuk apa.
  • 19.
    Assets - Non-CurrentAssets Sebelumnya dijelaskan bahwa non-current assets mencakup fixed assets, seperti mesin, pabrik, tanah, dll. Aset ini tidak akan dijual kecuali perusahaan mengalami krisis finansial yang terpaksa melikuidasi asetnya. Investor tidak perlu terlalu memperhatikan aset ini.
  • 20.
    Ketika level darihutang menurun, tentunya merupakan berita baik bagi investor → Jika perusahaan punya aset > liability berarti pertanda yang baik. Kita bisa lihat quick ratio untuk melihat kesehatan finansial perusahaan. Quick Ratio = . {Current Assets - Inventories) . Current Liabilities Financial Ratio
  • 21.
    Financial Ratio *Pada P&LStatement terdapat “Changes in inventories of finished goods, WIP, and stock-in-trade” yang nilainya sudah bersih. Untuk menghitung quick ratio, yang dipakai adalah inventories-nya atau barang yang telah diproduksi tapi belum dijual. Jika nilai ratio > 1, berarti positif dalam arti perusahaan punya cadangan kas dan aset liquid untuk membayar hutang jangka pendek.