Analisis laporan keuangan kinerja perusahaan

36,756 views

Published on

Published in: Education
1 Comment
11 Likes
Statistics
Notes
  • thanks sangat mudah buat dipahami
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
36,756
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
14
Actions
Shares
0
Downloads
894
Comments
1
Likes
11
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Analisis laporan keuangan kinerja perusahaan

  1. 1. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DALAM BENTUK RASIO UNTUK MENGUKUR KINERJA PERUSAHAAN PT UNILEVER INDONESIA Tbk Disusun oleh :
  2. 2. Laporan Keuangan • Laporan keuangan merupakan suatu data yang dapat memberikan gambaran dan informasiinformasi mengenai keadaan keuangan suatu perusahaan pada suatu saat atau pada suatu periode tertentu dan dapat membantu investor dan para pelaku pasar modal lainnya dalam mengidentifikasikan keadaan suatu perusahaan
  3. 3. Analisis Laporan Keuangan • Salah satu alat analisis atas laporan keuangan adalah dengan menggunakan analisis Ratio Financial Statement (bentuk rasio) untuk mengetahui prestasi keuangan perusahaan dari tahun ke tahun dan hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan.
  4. 4. Jenis Laporan Keuangan Neraca (Balance Sheet): laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. • Laporan laba rugi (Income Statement) : suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu • Laporan saldo laba (Statement of Shareholders Equity): suatu laporan yang menunjukkan perubahan laba ditahan selama periode tertentu
  5. 5. • Laporan arus kas (Statement of Cash Flow) : Tujuan dari pembuatan laporan arus kas ini adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembayaran kas perusahaan selama periode tertentu • Catatan atas laporan keuangan: berisi rincian neraca dan laporan laba rugi, kebijakan akuntansi, dan lain sebagainya.
  6. 6. Manfaat Analisis Laporan Keuangan Arti penting analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut: 1.Bagi pihak manajemen: untuk mengevaluasi kinerja perusahaan, kompensasi,pengembangan karier 2.Bagi pemegang saham: untuk mengetahui kinerja perusahaan, pendapatan, keamanan investasi. 3. Bagi kreditor: untuk mengetahui kemampuan perusahaan melunasi utang beserta bunganya. 4. Bagi pemerintah: pajak, persetujuan untuk go public. 5. Bagi karyawan: Penghasilan yang memadai, kualitas hidup, keamanan kerja
  7. 7. Jenis Rasio Laporan Keuangan 1. Liquidity Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya. a). Current Ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan likuiditas (solvabilitas jangka pendek) yaitu kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar. • Formulasinya : Rasio lancar = Aktiva lancar/Kewajiban lancar
  8. 8. b. Quick ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid. Formulasinya : Rasio Quick = (Aktiva lancar-Persediaan)/Kewajiban Lancar 2).Activity Ratio merupakan alat ukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya-sumber dayanya. a. Days sales Outstanding DSO = Piutang/(Penjualan Tahunan/365)
  9. 9. b. Inventory Turnover, yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan persediaan atau rasio untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan untuk berputar dalam suatu periode tertentu. Rasio Perputaran Persediaan = Penjualan/Persediaan c. Average days in Inventory = 360/Inventory Turnover d. Total Asset Turnover, yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan. Rasio Perputaran Total Aktiva = Penjualan/Total aktiva
  10. 10. 3).Leverage Ratio yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang. a. Debt To Total Assets Ratio, yaitu rasio yang menghitung berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibiayai dengan hutang. Total Utang Terhadap Total Aktiva = Total Utang/Total Aktiva 4). Profitability Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya. a. Margin Laba Kotor = Laba Kotor/Penjualan b. Laba Operasi = EBIT/Penjualan c. Margin Laba Bersih = EAT/Penjualan d. Return Of Assets = EAT/Total Aktiva e. Return Of Equity = EAT/Ekuitas
  11. 11. Analisis Data 2007 LIKUIDITAS (LIQUIDITY RATIO) Rasio Lancar (Current Ratio) Rasio Quick (Quick Ratio) AKTIVITAS (ACTIVITY RATIO) Jumlah Hari Piutang Tak Tertagih (DSO) Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) Rata-Rata Persediaan (Average days In Inventory) Perputaran Total Aktiva (Total Assets Turnover) 2008 Perubahan Keterangan 1,20 0,97 turun memburuk 0,89 0,66 turun memburuk 47,39 53,53 naik memburuk 7,41 6,39 turun membaik 48,58 56,43 naik memburuk 1,17 1,10 turun memburuk
  12. 12. 2007 2008 Perubahan Keterangan 0,53 0,60 naik memburuk Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) 0,50 0,51 naik membaik Margin Laba Operasi (Operating Profit Margin) 0,24 0,26 naik membaik Margin Laba Bersih (Net Profit Margin) 0,17 0,18 naik membaik Return On Assets 0,20 0,20 turun memburuk Return On Equity 0,43 0,49 naik membaik MANAJEMEN UTANG (LEVERAGE RATIO) Total Utang Terhadap Total Aktiva (Debt To Total Assets) PROFITABILITAS (PROFITABILITY RATIO)
  13. 13. Hasil Analisis 1) Rasio Likuiditas Berdasarkan analisis Rasio Likuiditas, kinerja keuangan perusahaan mengalami penurunan di tahun 2008, jika dibandingkan dengan satu tahun sebelumnya yaitu tahun 2007. Nilai Rasio Likuiditas pada PT.UNILEVER Indonesia Tbk, sebagian besar berada di bawah angka 1, di mana semakin tinggi Rasio Likuiditas suatu perusahaan seharusnya semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek. Rasio Likuiditas yang lebih rendah pada tahun 2008 menunjukkan manajemen yang buruk atas sumber likuiditas atau pengelolaan aktiva lancar yang kurang bagus (kurang efisien) karena masih banyak aktiva yang menganggur.
  14. 14. 2). Rasio Aktivitas Berdasarkan perhitungan pada analisis rasio aktivitas, Perusahaan hanya mengalami perbaikan pada Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover), sementara pada analisis rasio lainnya mengalami kenaikan dimana berdasarkan evaluasi rasio jika rasio ini mengalami kenaikan pada tahun berikutnya maka kinerja perusahaan tidak
  15. 15. 3). Rasio Manajemen Utang (Leverage Ratio) Kinerja keuangan perusahaan dilihat dari sisi Leverage Ratio, mengalami kenaikan dibandingkan dengan satu tahun sebelumnya. Apabila semakin besar nilai Rasio Manajemen Utang pada suatu perusahaan menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan semakin menurun, karena tingginya nilai rasio menunjukkan bahwa sebagian besar investasi didanai oleh utang atau dana pinjaman, dengan kata lain porsi pemegang saham semakin kecil dalam menjamin investasi yang mengakibatkan pembayaran bunga menjadi semakin besar.
  16. 16. 4). Rasio Profitabilitas Berdasarkan analisis rasio profitabilitas, perusahaan tidak mengalami perubahan dalam kemampuan menghasilkan laba kotor, laba operasi, maupun laba bersih. Angka yang ditunjukkan pada analisis rasio pada tahun 2007 hampir sama dengan analisis rasio 2008 yang berarti kinerja perusahaan dalam kemampuan menghasilkan laba tidak mengalami peningkatan, tetapi hal ini menunjukkan hasil yang baik dibandingkan adanya penurunan kemampuan menghasilkan laba.
  17. 17. Kesimpulan Perusahaan PT UNILEVER Indonesia Tbk., tidak mengalami peningkatan yang signifikan dalam setiap perhitungan analisis rasio yang telah dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja perusahaan belum baik dalam beberapa hal, antara lain: a. Rendahnya kemampuan Perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya (analisis rasio likuiditas). b. Rendahnya efektivitas Perusahaan dalam menggunakan sumber daya (analisis rasio aktivitas) c. Tingginya angka seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang (analisis rasio leverage).
  18. 18. Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa saran yang perlu diperhatikan sebagai masukan, sebagai berikut : 1) Mempertahankan nilai likuiditas perusahaan, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya. 2) Perusahaan harus lebih efisien memanfaatkan aktiva yang dimiliki dalam kegiatan operasionalnya untuk meningkatkan pendapatan atau meningkatkan laba bersih. 3) Mengurangi jumlah utangnya dengan meningkatkan penyediaan dana oleh pemegang saham.
  19. 19. Thankssssss.......

×