Uji Persyaratan Analisis Data
Pertemuan Ke-13
M. Jainuri, M.Pd
M. Jainuri, M.Pd
Pendahuluan
digunakan apabila asumsi-asumsi uji
parametrik tidak dipenuhi, yaitu:
sampel acak yang berasal dari populasi yang berdistribusi
normal, varians bersifat homogen, dan bersifat linier. Bila
asumsi-asumsi ini dipenuhi, atau paling tidak
penyimpangan terhadap asumsinya sedikit, maka uji
parametrik masih bisa diandalkan. Tetapi bila asumsi tidak
dipenuhi maka uji nonparametrik menjadi alternatif. Asumsi
uji statistika parametrik, di antaranya yaitu : normalitas,
homogenitas, linieritas, autokorelasi, multikolinearitas,
dan homokedasitas.
2
M. Jainuri, M.Pd
Pendahuluan
Pengujian persyaratan analisis dilakukan apabila peneliti
menggunakan analisis paramaterik, pengujian dilakukan
terhadap asumsi-asumsi berikut:
1. Untuk uji korelasi dan regresi : persyaratan yang harus
dipenuhi adalah uji normalitas dan uji linearitas data.
2. Untuk uji perbedaan (komparatif) : persyaratan yang
harus dipenuhi uji normalitas dan uji homogenitas.
3. Apabila skala data ordinal maka harus diubah menjadi
data interval.
3
M. Jainuri, M.Pd
Uji Normalitas
Pengujian normalitas dilakukan untuk
mengetahui normal tidaknya suatu distribusi
data. Hal ini penting diketahui berkaitan dengan
ketepatan pemilihan uji statistik yang akan
dipergunakan. Uji parametrik mensyaratkan
data harus berdistribusi normal. Apabila
distribusi data tidak normal maka disarankan
untuk menggunakan uji nonparametrik
4
M. Jainuri, M.Pd
Uji Normalitas
Pengujian normalitas ini harus dilakukan apabila
belum ada teori yang menyatakan bahwa
variabel yang diteliti adalah normal.
Dengan kata lain, apabila ada teori yang
menyatakan bahwa suatu variabel yang sedang
diteliti normal, maka tidak diperlukan lagi
pengujian normalitas data.
5
M. Jainuri, M.Pd
Uji Normalitas
Rumus statistik yang dipergunakan untuk
maksud uji normalitas data antara lain: Chi-
Square, Lilifors Test, Kolmogorov-Smirnov,
Shapiro Wilk, dsb.
Pada materi ini diberikan contoh uji normalitas
dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov
secara manual dan dengan program
IBM SPSS 25.
6
M. Jainuri, M.Pd
Uji Normalitas
Contoh :
Hasil tes dengan jumlah responden adalah 34
siswa, diperoleh data sebagai berikut:
73,0 75,0 57,5 81,2 48,2 49,4 54,2
83,7 76,2 65,0 63,2 65,9 75,0 49,4
78,7 76,2 62,2 73,0 54,9 63,7 58,7
58,3 46,2 73,7 58,6 61,5 65,0 55,0
61,5 52,5 58,7 77,9 74,5 64,2
7
M. Jainuri, M.Pd
Uji Kolmogorov-Smirnov
Langkah-langkah:
❖ Menentukan hipotesis
H0 : data berdistribusi normal
H1 : data tidak berdistribusi normal
❖ Menentukan statistik uji: Kolmogorov-Smirnov
❖ Menentukan tingkat signifikansi (α) : 0,05
❖ Kriteria pengujian:
Jika Dmax ≤ D(α,n) maka H0 diterima
Jika Dmax > D(α,n) maka H0 ditolak













−
−
= z
p
n
F
n
f
Dmax
8
Uji Kolmogorov-Smirnov
X f F f/n F/n z P ≤ z (F/n - P ≤ z) {f/n - (F/n - P ≤ z)}
46,2 1 1 0,0294 0,0294 -1,76 0,0392 -0,0098 0,039
48,2 1 2 0,0294 0,0588 -1,57 0,0582 0,0006 0,029
49,4 2 4 0,0588 0,1176 -1,45 0,0735 0,0441 0,015
52,5 1 5 0,0294 0,1471 -1,15 0,1251 0,0220 0,007
54,2 1 6 0,0294 0,1765 -0,99 0,1611 0,0154 0,014
54,9 1 7 0,0294 0,2059 -0,92 0,1788 0,0271 0,002
55 1 8 0,0294 0,2353 -0,91 0,1814 0,0539 -0,024
57,5 1 9 0,0294 0,2647 -0,67 0,2514 0,0133 0,016
58,3 1 10 0,0294 0,2941 -0,59 0,2776 0,0165 0,013
58,6 1 11 0,0294 0,3235 -0,57 0,2843 0,0392 -0,010
58,7 2 13 0,0588 0,3824 -0,56 0,2877 0,0947 -0,036
61,5 2 15 0,0588 0,4412 -0,29 0,3859 0,0553 0,004
62,2 1 16 0,0294 0,4706 -0,22 0,4129 0,0577 -0,028
63,2 1 17 0,0294 0,5000 -0,12 0,4522 0,0478 -0,018
63,7 1 18 0,0294 0,5294 -0,07 0,4721 0,0573 -0,028
64,2 1 19 0,0294 0,5588 -0,03 0,488 0,0708 -0,041
65 2 21 0,0588 0,6176 0,05 0,5199 0,0977 -0,039
65,9 1 22 0,0294 0,6471 0,14 0,5557 0,0914 -0,062
73 2 24 0,0588 0,7059 0,82 0,7939 -0,0880 0,147
73,7 1 25 0,0294 0,7353 0,89 0,8133 -0,0780 0,107
74,5 1 26 0,0294 0,7647 0,97 0,834 -0,0693 0,099
75 2 28 0,0588 0,8235 1,01 0,8438 -0,0203 0,079
76,2 2 30 0,0588 0,8824 1,13 0,8708 0,0116 0,047
77,9 1 31 0,0294 0,9118 1,29 0,9015 0,0103 0,019
78,7 1 32 0,0294 0,9412 1,37 0,915 0,0265 0,003
81,2 1 33 0,0294 0,9706 1,61 0,946 0,0243 0,005
83,7 1 34 0,0294 1 1,85 0,968 0,0322 -0,003
n 34 Dmax 0,147
Buat tabel bantu:
9
M. Jainuri, M.Pd
Uji Kolmogorov-Smirnov
❖Mencari nilai D(α,n) dengan α = 0,05 dan n = 34, maka
diperoleh :
D(α,n) = D(0,05,34) = 0,233 dengan menggunakan rumus:
❖Membandingkan nilai Dmax dengan D(α,n) dan menarik
kesimpulan.
Karena Dmax < D(α,n) atau 0,147 < 0,233 maka Ho
diterima, artinya data berdistribusi normal.
233
,
0
34
1,36
D n)
,
( =
=

10
M. Jainuri, M.Pd
Menggunakan SPSS
11
M. Jainuri, M.Pd
Menggunakan SPSS
Output:
12
M. Jainuri, M.Pd
Uji Homogenitas Varians
Uji homogenitas (kesamaan varians) untuk menguji apakah dua
atau lebih kelompok data dalam penelitian homogen, yaitu
dengan membandingkan variansnya. Jika variansnya sama
besarnya, maka uji homogenitas tidak perlu dilakukan karena
data sudah dapat dianggap homogen. Namun untuk varians
yang tidak sama besarnya, perlu dilakukan uji homogenitas.
Persyaratan agar pengujian homogenitas dapat dilakukan ialah
apabila kedua datanya terbukti berdistribusi normal. Uji
homogenitas dilakukan untuk penelitian menggunakan uji-
beda.
M. Jainuri, M.Pd
14
Uji Homogenitas Varians
Beberapa teknik statistik untuk uji homogenitas varians
antara lain:
❖Uji Hardley/F
❖Uji Cohran
❖Uji Levene.
(digunakan apabila jumlah sampel (n) antar kelompok
sama),
❖Uji Bartlett (dapat digunakan untuk n kelompok sama
maupun tidak sama).
M. Jainuri, M.Pd
15
Uji BARTLETT
Diketahui data dari 4 kelas sebagai berikut:
Periksalah apakah varians dari keempat kelas
homogen!
KELAS A B C D
∑ 2350,6 2191,9 2191,2 1491,8
N 34 34 35 23
Mean 69,135 64,468 62,606 64,861
S 11,6709 10,3849 10,1196 13,7263
S2 136,209 107,846 102,406 188,411
M. Jainuri, M.Pd
16
Langkah-langkah Uji Bartlett
➢Hipotesis statistik untuk uji homogenitas:
Ho : = = = = homogen
H1 : paling sedikit satu tanda tidak sama dengan
➢Statistik uji: Bartlett
➢Taraf nyata (α) : 0,05

2
A 
2
B 
2
C 
2
D
  k
N
1
k
2
1
2
p
1
n
2
k
1
n
2
2
1
n
2
1
hitung
S
)
(S
....
)
(S
.
)
(S
b
−
−
−
−
=
M. Jainuri, M.Pd
17
Langkah-langkah Uji Bartlett
➢Kriteria pengujian, karena ukuran sampelnya
tidak sama maka kriteria sebagai berikut:
Jika bhitung < bk(α,n1,n2,n3,n4) maka Ho ditolak
Jika bhitung > bk(α,n1,n2,n3,n4) maka Ho diterima
➢Menghitung variansi dan rata-rata:
Kelas A = s
2
A
= 136,209 Mean A = 69,135
Kelas B = s
2
B
= 107,846 Mean B = 64,468
Kelas C = s
2
C
= 102,406 Mean C = 62,606
Kelas D = s
2
D
= 188,411 Mean D = 64,861
M. Jainuri, M.Pd
18
Langkah-langkah Uji Bartlett
➢Menghitung varians gabungan:
k)
-
(N
1).
-
(ni
s s
2
i
2
p

=
dengan N = n1 + n2 + n3 + n4
= 34 + 34 + 35 + 23 = 126
122
188,411
x
22
102,406
x
34
107,846
x
33
136,209
x
33
S
2
p
+
+
+
=
530
,
128
122
661
,
15680
S
2
p =
=
M. Jainuri, M.Pd
19
Langkah-langkah Uji Bartlett
➢Menghitung nilai bhitung:
  k
N
1
k
2
1
2
p
1
n
2
k
1
n
2
2
1
n
2
1
hitung
S
)
(S
....
)
(S
.
)
(S
b
−
−
−
−
=
  4
126
1
128,530
(188,411)
.
(102,406)
.
46)
8
,
107
(
.
(136,209)
b
22
34
33
33
hitung
−
=
979
,
0
128,530
794
,
125
bhitung =
=
M. Jainuri, M.Pd
20
Langkah-langkah Uji Bartlett
➢Menghitung nilai bk:
 
126
)
9135
,
0
(
23
(0,9423)
35
(0,9406)
34
34(0,9406)
bk
+
+
+
=
 
126
)
0105
,
21
,9805)
32
9804
,
31
31,9804
bk
+
+
+
=
936
,
0
126
9518
,
117
bk =
=
M. Jainuri, M.Pd
21
Langkah-langkah Uji Bartlett
➢Menarik kesimpulan:
Karena bhitung > bk atau 0,979 > 0,936 maka Ho
diterima artinya variansi keempat kelas homogen.
M. Jainuri, M.Pd
22
Uji Linearitas
M. Jainuri, M.Pd
23
M. Jainuri, M.Pd
Uji Linearitas
Pengujian persyaratan analisis dilakukan
apabila peneliti menggunakan uji
parametrik, maka harus dilakukan
pengujian persyaratan terhadap asumsi-
asumsi seperti normalitas dan
homogenitas untuk uji perbedaan
(komparatif), normalitas dan linearitas
untuk uji korelasi serta uji regresi.
24
Contoh :
No.
Resp.
X Y
1 5 46
2 8 40
3 7 43
4 4 37
5 8 40
6 6 45
7 7 41
8 6 45
9 7 43
10 5 46
11 5 46
12 7 43
13 4 50
14 5 46
15 5 48
16 5 47
17 4 50
18 5 46
19 6 45
20 6 45
∑ 115 892
Diberikan data variabel X
dan Y seperti tabel di
samping. Dengan
menggunakan α = 0,05
buatlah pengujian hipotesis
untuk mengetahui distribusi
frekuensi data tersebut
apakah berpola linear atau
tidak !
M. Jainuri, M.Pd
25
Penyelesaian :
No.
Resp.
X Y X2
Y2
XY
1 5 46 25 2116 230
2 8 40 64 1600 320
3 7 43 49 1849 301
4 8 37 64 1369 296
5 4 40 16 1600 160
6 6 45 36 2025 270
7 7 41 49 1681 287
8 6 45 36 2025 270
9 7 43 49 1849 301
10 5 46 25 2116 230
11 5 46 25 2116 230
12 7 43 49 1849 301
13 4 50 16 2500 200
14 5 46 25 2116 230
15 5 48 25 2304 240
16 5 47 25 2209 235
17 4 50 16 2500 200
18 5 46 25 2116 230
19 6 45 36 2025 270
20 6 45 36 2025 270
∑ 115 892 691 39990 5071
Langkah 1 :
Menyusun tabel
kelompok data
variabel X dan
variabel Y
M. Jainuri, M.Pd
26
Penyelesaian :
Langkah 2 : Menghitung jumlah kuadrat regresi (JKReg(a))
dengan rumus :
Langkah 3 : Menghitung jumlah kuadrat regresi b/a
(JKReg(b/a)) dengan rumus :
20
)
892
(
n
Y)
(
JK
2
2
Reg(a) =

=
2
,
39783
20
795664
JKReg(a) =
=





 


=
n
b
Y)
X).(
(
-
XY
.
JKReg(b/a)
M. Jainuri, M.Pd
27
Penyelesaian :
Rumus mencari b (nilai arah regresi) :
Maka :





 


=
n
b
Y)
X).(
(
-
XY
.
JKReg(b/a)
2
2
)
(
.
.
.
X
X
n
Y
X
XY
n
b

−



−

= 54
,
1
)
115
(
)
691
.(
20
)
892
).(
115
(
)
5083
.(
20
2
−
=
−
−
=
b






−
−
=






−
=
203
102580
5083
54
,
1
20
).(892)
116
(
-
5083
.
54
,
1
JKReg(b/a)
  84
,
70
)
46
(
54
,
1
5129
-
5083
.
54
,
1
JKReg(b/a) =
−
−
=
−
=
M. Jainuri, M.Pd
28
Penyelesaian :
Langkah 4 : Menghitung jumlah kuadrat residu (JKRes)
dengan rumus :
Langkah 5 : Menghitung rata-rata kuadrat Regresi a
(RJKReg(a)) dengan rumus :
RJKReg(a)= JKReg(a)= 39783,2
Reg(a)
Reg(b/a)
2
Res JK
-
JK
Y
JK −

=
39783,2
-
84
,
70
39990
JKRes −
=
135,96
JKRes =
M. Jainuri, M.Pd
29
Penyelesaian :
Langkah 6 : Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Regresi
(RJKReg(b/a)) dengan rumus :
RJKReg(b/a)= JKReg(b/a)= 70,84
Langkah 7 : Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Residu
(RJKRes) dengan rumus :
56
,
7
18
135,96
2
-
n
JK
RJK Res
Res =
=
=
M. Jainuri, M.Pd
30
Penyelesaian :
Langkah 8 : Menghitung jumlah kuadrat error (JKE).
Untuk menghitung JKE urutkan data X
mulai dari data paling kecil sampai data
yang paling besar berikut disertai
pasangannya sesuai, kemudian masukan ke
dalam rumus sebagai berikut :








=
k n
2
2
E
(Y)
-
Y
JK
M. Jainuri, M.Pd
31
Penyelesaian :
X Kelompok n Y
4 40
4 50
4 50
5 46
5 46
5 46
5 46
5 46
5 47
5 48
6 45
6 45
6 45
6 45
7 41
7 43
7 43
7 43
8 37
8 40
3
7
4
4
2
1
2
3
4
5








=
k n
2
2
E
(Y)
-
Y
JK
+













 +
−
+
=
3
)
50
(
2
40
(
)
)
50
.(
2
)
40
((
JK
2
2
2
E
+













 +
+
−
+
+
7
)
48
47
46
(
5
(
)
48
47
)
46
(
5
(
2
2
2
2
+














−
4
))
45
(
4
(
)
45
(
4
2
2
+













 +
−
+
4
))
43
(
3
41
(
)
43
(
3
41
2
2
2













 +
−
+
2
)
40
37
(
40
37
2
2
2
M. Jainuri, M.Pd
32
Penyelesaian :
+












−
+
=
3
19600
)
5000
1600
(
JKE +












−
+
+
7
105625
)
2304
2209
10580
(
+












−
4
32400
8100 +












−
+
4
28900
5547
1681 











−
+
2
5929
1600
1369
( )
 +
−
= 33
,
6533
)
6600
(
JKE ( )
 +
− 29
,
15089
)
15093
( ( )
 +
− 8100
8100
( )
 +
− 7225
7228 ( )
 
5
,
2964
2969 −
88
,
77
5
,
4
3
0
71
,
3
67
,
66
JKE =
+
+
+
+
=
M. Jainuri, M.Pd
33
Penyelesaian :
Langkah 9 : Menghitung jumlah kuadrat tuna
cocok (JKTC).
Langkah 10 : Menghitung rata-rata jumlah
kuadrat tuna cocok (RJKTC).
E
Res
TC JK
-
JK
JK =
58,16
77,8
-
96
,
135
JKTC =
=
387
,
19
2
-
5
58,16
2
-
k
JK
RJK TC
TC =
=
=
M. Jainuri, M.Pd
34
Penyelesaian :
Langkah 11 : Menghitung rata-rata jumlah kuadrat
error (RJKE).
Langkah 12 : Menghitung nilai uji-F :
192
,
5
5
-
20
77,88
k
-
n
JK
RJK E
E =
=
=
734
,
3
5,192
19,387
RJK
RJK
F
E
TC
=
=
=
M. Jainuri, M.Pd
35
Penyelesaian :
Langkah 13 : Mencari nilai tabel F pada taraf
signifikansi 95 % atau α = 5 %
menggunakan rumus :
Ftabel = F(1- α)(dkTC,dkE)
= F(95%)(5-2,20-5)
= F(95%)(3,15)
= 3,29
Dengan demikian nilai Fhitung > Ftabel atau
3,734 > 3,29, artinya data tersebut tidak
berpola linear.
dkTC = k – variabel
dkE = n – k
n = sampel
k = banyaknya kelompok data
M. Jainuri, M.Pd
36
M. Jainuri, M.Pd
37

P13_Uji Persyaratan Analisis Data.pdf

  • 1.
    Uji Persyaratan AnalisisData Pertemuan Ke-13 M. Jainuri, M.Pd
  • 2.
    M. Jainuri, M.Pd Pendahuluan digunakanapabila asumsi-asumsi uji parametrik tidak dipenuhi, yaitu: sampel acak yang berasal dari populasi yang berdistribusi normal, varians bersifat homogen, dan bersifat linier. Bila asumsi-asumsi ini dipenuhi, atau paling tidak penyimpangan terhadap asumsinya sedikit, maka uji parametrik masih bisa diandalkan. Tetapi bila asumsi tidak dipenuhi maka uji nonparametrik menjadi alternatif. Asumsi uji statistika parametrik, di antaranya yaitu : normalitas, homogenitas, linieritas, autokorelasi, multikolinearitas, dan homokedasitas. 2
  • 3.
    M. Jainuri, M.Pd Pendahuluan Pengujianpersyaratan analisis dilakukan apabila peneliti menggunakan analisis paramaterik, pengujian dilakukan terhadap asumsi-asumsi berikut: 1. Untuk uji korelasi dan regresi : persyaratan yang harus dipenuhi adalah uji normalitas dan uji linearitas data. 2. Untuk uji perbedaan (komparatif) : persyaratan yang harus dipenuhi uji normalitas dan uji homogenitas. 3. Apabila skala data ordinal maka harus diubah menjadi data interval. 3
  • 4.
    M. Jainuri, M.Pd UjiNormalitas Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya suatu distribusi data. Hal ini penting diketahui berkaitan dengan ketepatan pemilihan uji statistik yang akan dipergunakan. Uji parametrik mensyaratkan data harus berdistribusi normal. Apabila distribusi data tidak normal maka disarankan untuk menggunakan uji nonparametrik 4
  • 5.
    M. Jainuri, M.Pd UjiNormalitas Pengujian normalitas ini harus dilakukan apabila belum ada teori yang menyatakan bahwa variabel yang diteliti adalah normal. Dengan kata lain, apabila ada teori yang menyatakan bahwa suatu variabel yang sedang diteliti normal, maka tidak diperlukan lagi pengujian normalitas data. 5
  • 6.
    M. Jainuri, M.Pd UjiNormalitas Rumus statistik yang dipergunakan untuk maksud uji normalitas data antara lain: Chi- Square, Lilifors Test, Kolmogorov-Smirnov, Shapiro Wilk, dsb. Pada materi ini diberikan contoh uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov secara manual dan dengan program IBM SPSS 25. 6
  • 7.
    M. Jainuri, M.Pd UjiNormalitas Contoh : Hasil tes dengan jumlah responden adalah 34 siswa, diperoleh data sebagai berikut: 73,0 75,0 57,5 81,2 48,2 49,4 54,2 83,7 76,2 65,0 63,2 65,9 75,0 49,4 78,7 76,2 62,2 73,0 54,9 63,7 58,7 58,3 46,2 73,7 58,6 61,5 65,0 55,0 61,5 52,5 58,7 77,9 74,5 64,2 7
  • 8.
    M. Jainuri, M.Pd UjiKolmogorov-Smirnov Langkah-langkah: ❖ Menentukan hipotesis H0 : data berdistribusi normal H1 : data tidak berdistribusi normal ❖ Menentukan statistik uji: Kolmogorov-Smirnov ❖ Menentukan tingkat signifikansi (α) : 0,05 ❖ Kriteria pengujian: Jika Dmax ≤ D(α,n) maka H0 diterima Jika Dmax > D(α,n) maka H0 ditolak              − − = z p n F n f Dmax 8
  • 9.
    Uji Kolmogorov-Smirnov X fF f/n F/n z P ≤ z (F/n - P ≤ z) {f/n - (F/n - P ≤ z)} 46,2 1 1 0,0294 0,0294 -1,76 0,0392 -0,0098 0,039 48,2 1 2 0,0294 0,0588 -1,57 0,0582 0,0006 0,029 49,4 2 4 0,0588 0,1176 -1,45 0,0735 0,0441 0,015 52,5 1 5 0,0294 0,1471 -1,15 0,1251 0,0220 0,007 54,2 1 6 0,0294 0,1765 -0,99 0,1611 0,0154 0,014 54,9 1 7 0,0294 0,2059 -0,92 0,1788 0,0271 0,002 55 1 8 0,0294 0,2353 -0,91 0,1814 0,0539 -0,024 57,5 1 9 0,0294 0,2647 -0,67 0,2514 0,0133 0,016 58,3 1 10 0,0294 0,2941 -0,59 0,2776 0,0165 0,013 58,6 1 11 0,0294 0,3235 -0,57 0,2843 0,0392 -0,010 58,7 2 13 0,0588 0,3824 -0,56 0,2877 0,0947 -0,036 61,5 2 15 0,0588 0,4412 -0,29 0,3859 0,0553 0,004 62,2 1 16 0,0294 0,4706 -0,22 0,4129 0,0577 -0,028 63,2 1 17 0,0294 0,5000 -0,12 0,4522 0,0478 -0,018 63,7 1 18 0,0294 0,5294 -0,07 0,4721 0,0573 -0,028 64,2 1 19 0,0294 0,5588 -0,03 0,488 0,0708 -0,041 65 2 21 0,0588 0,6176 0,05 0,5199 0,0977 -0,039 65,9 1 22 0,0294 0,6471 0,14 0,5557 0,0914 -0,062 73 2 24 0,0588 0,7059 0,82 0,7939 -0,0880 0,147 73,7 1 25 0,0294 0,7353 0,89 0,8133 -0,0780 0,107 74,5 1 26 0,0294 0,7647 0,97 0,834 -0,0693 0,099 75 2 28 0,0588 0,8235 1,01 0,8438 -0,0203 0,079 76,2 2 30 0,0588 0,8824 1,13 0,8708 0,0116 0,047 77,9 1 31 0,0294 0,9118 1,29 0,9015 0,0103 0,019 78,7 1 32 0,0294 0,9412 1,37 0,915 0,0265 0,003 81,2 1 33 0,0294 0,9706 1,61 0,946 0,0243 0,005 83,7 1 34 0,0294 1 1,85 0,968 0,0322 -0,003 n 34 Dmax 0,147 Buat tabel bantu: 9
  • 10.
    M. Jainuri, M.Pd UjiKolmogorov-Smirnov ❖Mencari nilai D(α,n) dengan α = 0,05 dan n = 34, maka diperoleh : D(α,n) = D(0,05,34) = 0,233 dengan menggunakan rumus: ❖Membandingkan nilai Dmax dengan D(α,n) dan menarik kesimpulan. Karena Dmax < D(α,n) atau 0,147 < 0,233 maka Ho diterima, artinya data berdistribusi normal. 233 , 0 34 1,36 D n) , ( = =  10
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    Uji Homogenitas Varians Ujihomogenitas (kesamaan varians) untuk menguji apakah dua atau lebih kelompok data dalam penelitian homogen, yaitu dengan membandingkan variansnya. Jika variansnya sama besarnya, maka uji homogenitas tidak perlu dilakukan karena data sudah dapat dianggap homogen. Namun untuk varians yang tidak sama besarnya, perlu dilakukan uji homogenitas. Persyaratan agar pengujian homogenitas dapat dilakukan ialah apabila kedua datanya terbukti berdistribusi normal. Uji homogenitas dilakukan untuk penelitian menggunakan uji- beda. M. Jainuri, M.Pd 14
  • 15.
    Uji Homogenitas Varians Beberapateknik statistik untuk uji homogenitas varians antara lain: ❖Uji Hardley/F ❖Uji Cohran ❖Uji Levene. (digunakan apabila jumlah sampel (n) antar kelompok sama), ❖Uji Bartlett (dapat digunakan untuk n kelompok sama maupun tidak sama). M. Jainuri, M.Pd 15
  • 16.
    Uji BARTLETT Diketahui datadari 4 kelas sebagai berikut: Periksalah apakah varians dari keempat kelas homogen! KELAS A B C D ∑ 2350,6 2191,9 2191,2 1491,8 N 34 34 35 23 Mean 69,135 64,468 62,606 64,861 S 11,6709 10,3849 10,1196 13,7263 S2 136,209 107,846 102,406 188,411 M. Jainuri, M.Pd 16
  • 17.
    Langkah-langkah Uji Bartlett ➢Hipotesisstatistik untuk uji homogenitas: Ho : = = = = homogen H1 : paling sedikit satu tanda tidak sama dengan ➢Statistik uji: Bartlett ➢Taraf nyata (α) : 0,05  2 A  2 B  2 C  2 D   k N 1 k 2 1 2 p 1 n 2 k 1 n 2 2 1 n 2 1 hitung S ) (S .... ) (S . ) (S b − − − − = M. Jainuri, M.Pd 17
  • 18.
    Langkah-langkah Uji Bartlett ➢Kriteriapengujian, karena ukuran sampelnya tidak sama maka kriteria sebagai berikut: Jika bhitung < bk(α,n1,n2,n3,n4) maka Ho ditolak Jika bhitung > bk(α,n1,n2,n3,n4) maka Ho diterima ➢Menghitung variansi dan rata-rata: Kelas A = s 2 A = 136,209 Mean A = 69,135 Kelas B = s 2 B = 107,846 Mean B = 64,468 Kelas C = s 2 C = 102,406 Mean C = 62,606 Kelas D = s 2 D = 188,411 Mean D = 64,861 M. Jainuri, M.Pd 18
  • 19.
    Langkah-langkah Uji Bartlett ➢Menghitungvarians gabungan: k) - (N 1). - (ni s s 2 i 2 p  = dengan N = n1 + n2 + n3 + n4 = 34 + 34 + 35 + 23 = 126 122 188,411 x 22 102,406 x 34 107,846 x 33 136,209 x 33 S 2 p + + + = 530 , 128 122 661 , 15680 S 2 p = = M. Jainuri, M.Pd 19
  • 20.
    Langkah-langkah Uji Bartlett ➢Menghitungnilai bhitung:   k N 1 k 2 1 2 p 1 n 2 k 1 n 2 2 1 n 2 1 hitung S ) (S .... ) (S . ) (S b − − − − =   4 126 1 128,530 (188,411) . (102,406) . 46) 8 , 107 ( . (136,209) b 22 34 33 33 hitung − = 979 , 0 128,530 794 , 125 bhitung = = M. Jainuri, M.Pd 20
  • 21.
    Langkah-langkah Uji Bartlett ➢Menghitungnilai bk:   126 ) 9135 , 0 ( 23 (0,9423) 35 (0,9406) 34 34(0,9406) bk + + + =   126 ) 0105 , 21 ,9805) 32 9804 , 31 31,9804 bk + + + = 936 , 0 126 9518 , 117 bk = = M. Jainuri, M.Pd 21
  • 22.
    Langkah-langkah Uji Bartlett ➢Menarikkesimpulan: Karena bhitung > bk atau 0,979 > 0,936 maka Ho diterima artinya variansi keempat kelas homogen. M. Jainuri, M.Pd 22
  • 23.
  • 24.
    M. Jainuri, M.Pd UjiLinearitas Pengujian persyaratan analisis dilakukan apabila peneliti menggunakan uji parametrik, maka harus dilakukan pengujian persyaratan terhadap asumsi- asumsi seperti normalitas dan homogenitas untuk uji perbedaan (komparatif), normalitas dan linearitas untuk uji korelasi serta uji regresi. 24
  • 25.
    Contoh : No. Resp. X Y 15 46 2 8 40 3 7 43 4 4 37 5 8 40 6 6 45 7 7 41 8 6 45 9 7 43 10 5 46 11 5 46 12 7 43 13 4 50 14 5 46 15 5 48 16 5 47 17 4 50 18 5 46 19 6 45 20 6 45 ∑ 115 892 Diberikan data variabel X dan Y seperti tabel di samping. Dengan menggunakan α = 0,05 buatlah pengujian hipotesis untuk mengetahui distribusi frekuensi data tersebut apakah berpola linear atau tidak ! M. Jainuri, M.Pd 25
  • 26.
    Penyelesaian : No. Resp. X YX2 Y2 XY 1 5 46 25 2116 230 2 8 40 64 1600 320 3 7 43 49 1849 301 4 8 37 64 1369 296 5 4 40 16 1600 160 6 6 45 36 2025 270 7 7 41 49 1681 287 8 6 45 36 2025 270 9 7 43 49 1849 301 10 5 46 25 2116 230 11 5 46 25 2116 230 12 7 43 49 1849 301 13 4 50 16 2500 200 14 5 46 25 2116 230 15 5 48 25 2304 240 16 5 47 25 2209 235 17 4 50 16 2500 200 18 5 46 25 2116 230 19 6 45 36 2025 270 20 6 45 36 2025 270 ∑ 115 892 691 39990 5071 Langkah 1 : Menyusun tabel kelompok data variabel X dan variabel Y M. Jainuri, M.Pd 26
  • 27.
    Penyelesaian : Langkah 2: Menghitung jumlah kuadrat regresi (JKReg(a)) dengan rumus : Langkah 3 : Menghitung jumlah kuadrat regresi b/a (JKReg(b/a)) dengan rumus : 20 ) 892 ( n Y) ( JK 2 2 Reg(a) =  = 2 , 39783 20 795664 JKReg(a) = =          = n b Y) X).( ( - XY . JKReg(b/a) M. Jainuri, M.Pd 27
  • 28.
    Penyelesaian : Rumus mencarib (nilai arah regresi) : Maka :          = n b Y) X).( ( - XY . JKReg(b/a) 2 2 ) ( . . . X X n Y X XY n b  −    −  = 54 , 1 ) 115 ( ) 691 .( 20 ) 892 ).( 115 ( ) 5083 .( 20 2 − = − − = b       − − =       − = 203 102580 5083 54 , 1 20 ).(892) 116 ( - 5083 . 54 , 1 JKReg(b/a)   84 , 70 ) 46 ( 54 , 1 5129 - 5083 . 54 , 1 JKReg(b/a) = − − = − = M. Jainuri, M.Pd 28
  • 29.
    Penyelesaian : Langkah 4: Menghitung jumlah kuadrat residu (JKRes) dengan rumus : Langkah 5 : Menghitung rata-rata kuadrat Regresi a (RJKReg(a)) dengan rumus : RJKReg(a)= JKReg(a)= 39783,2 Reg(a) Reg(b/a) 2 Res JK - JK Y JK −  = 39783,2 - 84 , 70 39990 JKRes − = 135,96 JKRes = M. Jainuri, M.Pd 29
  • 30.
    Penyelesaian : Langkah 6: Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Regresi (RJKReg(b/a)) dengan rumus : RJKReg(b/a)= JKReg(b/a)= 70,84 Langkah 7 : Mencari Rata-rata Jumlah Kuadrat Residu (RJKRes) dengan rumus : 56 , 7 18 135,96 2 - n JK RJK Res Res = = = M. Jainuri, M.Pd 30
  • 31.
    Penyelesaian : Langkah 8: Menghitung jumlah kuadrat error (JKE). Untuk menghitung JKE urutkan data X mulai dari data paling kecil sampai data yang paling besar berikut disertai pasangannya sesuai, kemudian masukan ke dalam rumus sebagai berikut :         = k n 2 2 E (Y) - Y JK M. Jainuri, M.Pd 31
  • 32.
    Penyelesaian : X Kelompokn Y 4 40 4 50 4 50 5 46 5 46 5 46 5 46 5 46 5 47 5 48 6 45 6 45 6 45 6 45 7 41 7 43 7 43 7 43 8 37 8 40 3 7 4 4 2 1 2 3 4 5         = k n 2 2 E (Y) - Y JK +               + − + = 3 ) 50 ( 2 40 ( ) ) 50 .( 2 ) 40 (( JK 2 2 2 E +               + + − + + 7 ) 48 47 46 ( 5 ( ) 48 47 ) 46 ( 5 ( 2 2 2 2 +               − 4 )) 45 ( 4 ( ) 45 ( 4 2 2 +               + − + 4 )) 43 ( 3 41 ( ) 43 ( 3 41 2 2 2               + − + 2 ) 40 37 ( 40 37 2 2 2 M. Jainuri, M.Pd 32
  • 33.
    Penyelesaian : +             − + = 3 19600 ) 5000 1600 ( JKE +             − + + 7 105625 ) 2304 2209 10580 ( +             − 4 32400 8100+             − + 4 28900 5547 1681             − + 2 5929 1600 1369 ( )  + − = 33 , 6533 ) 6600 ( JKE ( )  + − 29 , 15089 ) 15093 ( ( )  + − 8100 8100 ( )  + − 7225 7228 ( )   5 , 2964 2969 − 88 , 77 5 , 4 3 0 71 , 3 67 , 66 JKE = + + + + = M. Jainuri, M.Pd 33
  • 34.
    Penyelesaian : Langkah 9: Menghitung jumlah kuadrat tuna cocok (JKTC). Langkah 10 : Menghitung rata-rata jumlah kuadrat tuna cocok (RJKTC). E Res TC JK - JK JK = 58,16 77,8 - 96 , 135 JKTC = = 387 , 19 2 - 5 58,16 2 - k JK RJK TC TC = = = M. Jainuri, M.Pd 34
  • 35.
    Penyelesaian : Langkah 11: Menghitung rata-rata jumlah kuadrat error (RJKE). Langkah 12 : Menghitung nilai uji-F : 192 , 5 5 - 20 77,88 k - n JK RJK E E = = = 734 , 3 5,192 19,387 RJK RJK F E TC = = = M. Jainuri, M.Pd 35
  • 36.
    Penyelesaian : Langkah 13: Mencari nilai tabel F pada taraf signifikansi 95 % atau α = 5 % menggunakan rumus : Ftabel = F(1- α)(dkTC,dkE) = F(95%)(5-2,20-5) = F(95%)(3,15) = 3,29 Dengan demikian nilai Fhitung > Ftabel atau 3,734 > 3,29, artinya data tersebut tidak berpola linear. dkTC = k – variabel dkE = n – k n = sampel k = banyaknya kelompok data M. Jainuri, M.Pd 36
  • 37.