NUTRISI PADA PASIEN HIPERTENSI
dr. H. Dede Ridwan Nugraha
PENDAHULUAN
 Penyakit darah tinggi atau hipertensi (hypertension)
adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami
peningkatan tekanan darah di atas normal yang
ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka
bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah
menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang
berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat
digital lainnya
 Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran
tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan
kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHg
 Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya
adalah dengan nilai angka kisaran stabil
 Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah
menurun saat tidur dan meningkat saat beraktifitas atau
berolahraga.
 Tekanan darah tinggi yang terus menerus menyebabkan
jantung seseorang bekerja sangat keras, akhirnya
kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh
darah jantung, ginjal, otak dan mata
 Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum
terjadinya stroke dan serangan jantung (Heart Attack).
 Penyakit hipertensi sering disebut sebagai the silent
disease Umumnya penderita tidak mengetahui dirinya
mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan
darahnya
 Penyakit ini dikenal juga sebagai heterogeneous group of
disease karena dapat menyerang siapa saja dari
berbagai kelompok umur dan kelompok sosial ekonomi.
KLASIFIKASI
 Penyakit darah tinggi atau hipertensi dikenal dengan 2
tipe klasifikasi:
 Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary
a) Hipertensi Primary
 Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana
terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dari gaya
hidup seseorang dan faktor lingkungan
 Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan
mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan
obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena
penyakit tekanan darah tinggi
 Begitu pula seseorang yang berada dalam lingkungan
atau kondisi stress tinggi sangat mungkin terkena
penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang
yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan
darah tinggi.
 b) Hipertensi Secondary
 Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana
terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai
akibat seseorang menderita penyakit lainnya seperti
gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem
hormon tubuh
 Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum
meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama
pada wanita yang berat badannya di atas normal atau
gemuk.
 Pregnancy Induced Hypertension (PIH), ini adalah
sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita
hamil yang menderita hipertensi
 Kondisi Hipertensi pada ibu hamil dapat tergolong
sedang ataupun berbahaya. Seorang ibu hamil dengan
tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia
dimasa kehamilan.
 Preeclamsia adalah kondisi seorang wanita hamil yang
mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan
seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri
perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan,
mual bahkan muntah
 Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi
maka disebut eclamsia
ETIOLOGI
 Penggunaan obat-obatan seperti golongan kortikosteroid
(cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk
beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus
menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah
seseorang
 Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab
terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan
tembakau yang berisi nikotin
 Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk
salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya
tekanan darah tinggi.
 Penyebab tekanan darah yang paling sering adalah
aterosklerosis atau penebalan dinding arteri yang
membuat hilangnya elastisitas pembuluh darah
 Sebab lainnya adalah faktor keturunan, bertambahnya
jumlah darah yang dipompa jantung, penyakit pada
ginjal, kelenjar adrenal, dan sistem syaraf simpatis
 Pada mereka yang hamil, kelebihan berat badan, stres,
dan tekanan mental, hipertensipun kerap
menghinggapinya
 Akibat dari hipertensi bisa beragam, seperti komplikasi
pembesaran jantung, penyakit jantung koroner, dan
pecahnya pembuluh darah otak
 Pengobatan terhadap penderita hipertensi dapat
dilakukan sebagai berikut:
 Pengobatan tanpa obat, antara lain dengan diet rendah
garam, kolesterol, dan lemak jenuh; peredaan stres
emosional; berhenti merokok dan alkohol; serta latihan
fisik secara teratur.
 Pengobatan dengan menggunakan obat antihipertensi.
Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar
saat ini. Untuk pemilihan obat antihipertensi yang tepat,
sebaiknya langsung menghubungi dokter.
 Pengobatan pada golongan khusus
PENATALAKSANAAN DIET BAGI PENDERITA
HIPERTENSI
a) Kandungan garam (Sodium atau Natrium)
 Seseorang yang mengidap penyakit hipertensi sebaiknya
mengontrol diri dalam mengkonsumsi garam. Yang
dimaksud dengan garam disini adalah garam natrium
yang terdapat dalam hampir semua bahan makanan
yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan
 Salah satu sumber utama garam natrium adalah garam
dapur. Oleh karena itu, dianjurkan konsumsi garam dapur
tidak lebih dari ¼ - ½ sendok teh/hari atau dapat
menggunakan garam lain diluar natrium
 Tujuan diet garam rendah adalah membantu
menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan
tubuh dan menurunkan tekanan darah pada pasien
hipertensi. Adapun syarat-syarat diet garam rendah
adalah :
1. Cukup energi, protein, mineral, dan vitamin.
2. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit.
3. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya
retensi garam atau air dan/atau hipertensi
 Diet ini mengandung cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan
keadaan penyakit dapat diberikan berbagai tingkat Diet
Garam Rendah
 Diet Garam Rendah I (200-400 mg Na)
 Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema, asites
dan/atau hipertensi berat
 Pada pengolahan makanannya tidak ditambahkan garam
dapur
 Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya
 Diet Garam Rendah II (600-800 mg Na)
 Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema, asites,
dan/atau hipertensi tidak terlalu berat
 Pemberian makanan sehari sama dengan Diet Garam
Rendah I
 Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan ½
sdt garam dapur (2 g)Dihindari bahan makanan yang
tinggi kadar natriumnya
 Diet Garam Rendah III (1000-1200 mg Na)
 Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema dan/atau
hipertensi ringan
 Pemberian makanan sehari sama dengan Diet Garam
Rendah I
 Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan 1
sdt garam dapur (4 g)
b) Kandungan Potasium atau Kalium
 Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu
penurunan tekanan darah
 Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah-
buahan dan sayuran
 Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik
untuk dikonsumsi penderita hipertensi antara lain
semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo,
labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri,
bawang dan bawang puti
 Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega 3
sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan
tekanan darah (hipertensi).
 Pada penderita hipertensi dimana tekanan darah tinggi >
160 /gram mmHg, selain pemberian obat-obatan anti
hipertensi perlu terapi dietetik dan merubah gaya hidup
 Tujuan dari penatalaksanaan diet adalah untuk
membantu menurunkan tekanan darah dan
mempertahankan tekanan darah menuju normal
 Disamping itu, diet juga ditujukan untuk menurunkan
faktor risiko lain seperti berat badan yang berlebih,
tingginya kadar lemak kolesterol dan asam urat dalam
darah
 Harus diperhatikan pula penyakit degeneratif lain yang
menyertai darah tinggi seperti jantung, ginjal dan
diabetes mellitus
MENGATUR MENU MAKANAN
 Mengatur menu makanan sangat dianjurkan bagi
penderita hipertensi untuk menghindari dan membatasi
makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol
darah serta meningkatkan tekanan darah, sehingga
penderita tidak mengalami stroke atau infark jantung
Makanan yang harus dihindari atau dibatasi adalah:
1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal,
paru, minyak kelapa, gajih).
2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam
natrium (biskuit, crakers, keripik dan makanan kering
yang asin).
3. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis,
korned, sayuran serta buah-buahan dalam kaleng, soft
drink).
4. Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur atau
buah, abon, ikan asin, pindang, udang kering, telur asin,
selai kacang).
5. Susu full cream, mentega, margarin, keju mayonnaise,
serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol
seperti daging merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit
ayam).
6. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat,
saus sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang
pada umumnya mengandung garam natrium.
7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti
durian, tape.
 Cara mengatur diet untuk penderita hipertensi adalah
dengan memperbaiki rasa tawar dengan menambah gula
merah/putih, bawang (merah/putih), jahe, kencur dan
bumbu lain yang tidak asin atau mengandung sedikit
garam natrium
 Makanan dapat ditumis untuk memperbaiki rasa.
Membubuhkan garam saat diatas meja makan dapat
dilakukan untuk menghindari penggunaan garam yang
berlebih
 Dianjurkan untuk selalu menggunakan garam beryodium
dan penggunaan garam jangan lebih dari 1 sendok teh
per hari.
 Meningkatkan pemasukan kalium (4,5 gram atau 120 –
175 mEq/hari) dapat memberikan efek penurunan
tekanan darah yang ringan
 Selain itu, pemberian kalium juga membantu untuk
mengganti kehilangan kalium akibat dan rendah natrium.
Pada umumnya dapat dipakai ukuran sedang (50 gram)
dari apel (159 mg kalium), jeruk (250 mg kalium), tomat
(366 mg kalium), pisang (451 mg kalium) kentang
panggang (503 mg kalium) dan susu skim 1 gelas (406
mg kalium)
 Kecukupan kalsium penting untuk mencegah dan
mengobati hipertensi: 2-3 gelas susu skim atau 40
mg/hari, 115 gram keju rendah natrium dapat memenuhi
kebutuhan kalsium 250 mg/hari
 Sedangkan kebutuhan kalsium perhari rata-rata 808 mg.
 Pada ibu hamil makanan cukup akan protein, kalori,
kalsium dan natrium yang dihubungkan dengan
rendahnya kejadian hipertensi karena kehamilan
 Namun pada ibu hamil yang hipertensi apalagi yang
disertai dengan bengkak dan protein urin (pre
eklampsia), selain obat-obatan dianjurkan untuk
mengurangi konsumsi garam dapur serta meningkatkan
makanan sumber Mg (sayur dan buah-buahan)
SUPLEMENTASI ANTI OKSIDAN
 Walaupun suplementasi anti oksidan masih memerlukan
penelitian lebih lanjut, namun saat ini banyak sekali
suplemen yang dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat
 Sebagai tenaga medis harus berhati-hati memberikan
anjuran minuman suplemen agar tidak terjadi overdosis
1. Vitamin dan Penurunan Homosistein
 Asam folat, vitamin B6, vitamin B 12 dan riboflavin
merupakan ko-faktor enzim yang essential untuk
metabolisme homosistein
 Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peningkatan
kadar homosistein dalam darah akan meningkatkan
risiko penyakit arteri koroner
 Kadar asam folat yang rendah berkaitan dengan
peningkatan risiko penyakit koroner dan kadar vitamin
yang rendah juga berkaitan dengan peningkatan risiko
aterosklerosis, walaupun risiko aterosklerosis yang
berhubungan dengan rendahnya kadar vitamin B6 tidak
berhubungan dengan konsentrasi homositein yang tinggi
 Sedangkan vitamin B12 tidak berhubungan dengan
penyakit vaskuler
2. Kacang Kedelai dan Isoflavon
 Kedelai banyak mengandung fito estrogen yaitu
isoflavon, yang memiliki aktivitas estrogen lemah
 Penelitian meta analisis pada tahun 1995 menyimpulkan
bahwa isoflavon dari protein kedelai lebih bermakna
menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan
trigliserida, tanpa mempengaruhi kadar kolesterol HDL
 Sehingga dianjurkan mengkonsumsi protein kedelai (20 –
50 gram/hari) dengan modifikasi diet pada penderita
dengan kadar kolesterol (total dan LDL) yang tinggi
 Tempe adalah hasil pengolahan kedelai yang melalui
proses fermentasi, dengan kandungan gizi lebih baik dari
kedelai. Sehingga tempe dianjurkan untuk di konsumsi
oleh penderita hipertensi sebagai sumber protein nabati
TERIMA KASIH

Nutrisi pada pasien hipertensi

  • 1.
    NUTRISI PADA PASIENHIPERTENSI dr. H. Dede Ridwan Nugraha
  • 2.
    PENDAHULUAN  Penyakit darahtinggi atau hipertensi (hypertension) adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan oleh angka systolic (bagian atas) dan angka bawah (diastolic) pada pemeriksaan tensi darah menggunakan alat pengukur tekanan darah baik yang berupa cuff air raksa (sphygmomanometer) ataupun alat digital lainnya  Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHg  Dalam aktivitas sehari-hari, tekanan darah normalnya adalah dengan nilai angka kisaran stabil  Tetapi secara umum, angka pemeriksaan tekanan darah menurun saat tidur dan meningkat saat beraktifitas atau berolahraga.
  • 3.
     Tekanan darahtinggi yang terus menerus menyebabkan jantung seseorang bekerja sangat keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadinya kerusakan pada pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata  Penyakit hypertensi ini merupakan penyebab umum terjadinya stroke dan serangan jantung (Heart Attack).  Penyakit hipertensi sering disebut sebagai the silent disease Umumnya penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya  Penyakit ini dikenal juga sebagai heterogeneous group of disease karena dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur dan kelompok sosial ekonomi.
  • 4.
    KLASIFIKASI  Penyakit darahtinggi atau hipertensi dikenal dengan 2 tipe klasifikasi:  Hipertensi Primary dan Hipertensi Secondary a) Hipertensi Primary  Hipertensi Primary adalah suatu kondisi dimana terjadinya tekanan darah tinggi sebagai akibat dari gaya hidup seseorang dan faktor lingkungan  Seseorang yang pola makannya tidak terkontrol dan mengakibatkan kelebihan berat badan atau bahkan obesitas, merupakan pencetus awal untuk terkena penyakit tekanan darah tinggi  Begitu pula seseorang yang berada dalam lingkungan atau kondisi stress tinggi sangat mungkin terkena penyakit tekanan darah tinggi, termasuk orang-orang yang kurang olahraga pun bisa mengalami tekanan darah tinggi.
  • 5.
     b) HipertensiSecondary  Hipertensi secondary adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi sebagai akibat seseorang menderita penyakit lainnya seperti gagal jantung, gagal ginjal, atau kerusakan sistem hormon tubuh  Sedangkan pada Ibu hamil, tekanan darah secara umum meningkat saat kehamilan berusia 20 minggu. Terutama pada wanita yang berat badannya di atas normal atau gemuk.  Pregnancy Induced Hypertension (PIH), ini adalah sebutan dalam istilah kesehatan (medis) bagi wanita hamil yang menderita hipertensi  Kondisi Hipertensi pada ibu hamil dapat tergolong sedang ataupun berbahaya. Seorang ibu hamil dengan tekanan darah tinggi bisa mengalami Preeclampsia dimasa kehamilan.
  • 6.
     Preeclamsia adalahkondisi seorang wanita hamil yang mengalami hipertensi, sehingga merasakan keluhan seperti pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri perut, muka yang membengkak, kurang nafsu makan, mual bahkan muntah  Apabila terjadi kekejangan sebagai dampak hipertensi maka disebut eclamsia
  • 7.
    ETIOLOGI  Penggunaan obat-obatanseperti golongan kortikosteroid (cortison) dan beberapa obat hormon, termasuk beberapa obat antiradang (anti-inflammasi) secara terus menerus (sering) dapat meningkatkan tekanan darah seseorang  Merokok juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi dikarenakan tembakau yang berisi nikotin  Minuman yang mengandung alkohol juga termasuk salah satu faktor yang dapat menimbulkan terjadinya tekanan darah tinggi.
  • 8.
     Penyebab tekanandarah yang paling sering adalah aterosklerosis atau penebalan dinding arteri yang membuat hilangnya elastisitas pembuluh darah  Sebab lainnya adalah faktor keturunan, bertambahnya jumlah darah yang dipompa jantung, penyakit pada ginjal, kelenjar adrenal, dan sistem syaraf simpatis  Pada mereka yang hamil, kelebihan berat badan, stres, dan tekanan mental, hipertensipun kerap menghinggapinya  Akibat dari hipertensi bisa beragam, seperti komplikasi pembesaran jantung, penyakit jantung koroner, dan pecahnya pembuluh darah otak
  • 9.
     Pengobatan terhadappenderita hipertensi dapat dilakukan sebagai berikut:  Pengobatan tanpa obat, antara lain dengan diet rendah garam, kolesterol, dan lemak jenuh; peredaan stres emosional; berhenti merokok dan alkohol; serta latihan fisik secara teratur.  Pengobatan dengan menggunakan obat antihipertensi. Terdapat banyak jenis obat antihipertensi yang beredar saat ini. Untuk pemilihan obat antihipertensi yang tepat, sebaiknya langsung menghubungi dokter.  Pengobatan pada golongan khusus
  • 10.
    PENATALAKSANAAN DIET BAGIPENDERITA HIPERTENSI a) Kandungan garam (Sodium atau Natrium)  Seseorang yang mengidap penyakit hipertensi sebaiknya mengontrol diri dalam mengkonsumsi garam. Yang dimaksud dengan garam disini adalah garam natrium yang terdapat dalam hampir semua bahan makanan yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan  Salah satu sumber utama garam natrium adalah garam dapur. Oleh karena itu, dianjurkan konsumsi garam dapur tidak lebih dari ¼ - ½ sendok teh/hari atau dapat menggunakan garam lain diluar natrium
  • 11.
     Tujuan dietgaram rendah adalah membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh dan menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Adapun syarat-syarat diet garam rendah adalah : 1. Cukup energi, protein, mineral, dan vitamin. 2. Bentuk makanan sesuai dengan keadaan penyakit. 3. Jumlah natrium disesuaikan dengan berat tidaknya retensi garam atau air dan/atau hipertensi  Diet ini mengandung cukup zat-zat gizi. Sesuai dengan keadaan penyakit dapat diberikan berbagai tingkat Diet Garam Rendah
  • 12.
     Diet GaramRendah I (200-400 mg Na)  Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema, asites dan/atau hipertensi berat  Pada pengolahan makanannya tidak ditambahkan garam dapur  Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya  Diet Garam Rendah II (600-800 mg Na)  Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema, asites, dan/atau hipertensi tidak terlalu berat  Pemberian makanan sehari sama dengan Diet Garam Rendah I  Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan ½ sdt garam dapur (2 g)Dihindari bahan makanan yang tinggi kadar natriumnya
  • 13.
     Diet GaramRendah III (1000-1200 mg Na)  Diet ini diberikan kepada pasien dengan edema dan/atau hipertensi ringan  Pemberian makanan sehari sama dengan Diet Garam Rendah I  Pada pengolahan makanannya boleh menggunakan 1 sdt garam dapur (4 g)
  • 14.
    b) Kandungan Potasiumatau Kalium  Suplements potasium 2-4 gram perhari dapat membantu penurunan tekanan darah  Potasium umumnya bayak didapati pada beberapa buah- buahan dan sayuran  Buah dan sayuran yang mengandung potasium dan baik untuk dikonsumsi penderita hipertensi antara lain semangka, alpukat, melon, buah pare, labu siam, bligo, labu parang/labu, mentimun, lidah buaya, seledri, bawang dan bawang puti  Selain itu, makanan yang mengandung unsur omega 3 sagat dikenal efektif dalam membantu penurunan tekanan darah (hipertensi).
  • 15.
     Pada penderitahipertensi dimana tekanan darah tinggi > 160 /gram mmHg, selain pemberian obat-obatan anti hipertensi perlu terapi dietetik dan merubah gaya hidup  Tujuan dari penatalaksanaan diet adalah untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mempertahankan tekanan darah menuju normal  Disamping itu, diet juga ditujukan untuk menurunkan faktor risiko lain seperti berat badan yang berlebih, tingginya kadar lemak kolesterol dan asam urat dalam darah  Harus diperhatikan pula penyakit degeneratif lain yang menyertai darah tinggi seperti jantung, ginjal dan diabetes mellitus
  • 16.
    MENGATUR MENU MAKANAN Mengatur menu makanan sangat dianjurkan bagi penderita hipertensi untuk menghindari dan membatasi makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah serta meningkatkan tekanan darah, sehingga penderita tidak mengalami stroke atau infark jantung Makanan yang harus dihindari atau dibatasi adalah: 1. Makanan yang berkadar lemak jenuh tinggi (otak, ginjal, paru, minyak kelapa, gajih). 2. Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biskuit, crakers, keripik dan makanan kering yang asin). 3. Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, korned, sayuran serta buah-buahan dalam kaleng, soft drink).
  • 17.
    4. Makanan yangdiawetkan (dendeng, asinan sayur atau buah, abon, ikan asin, pindang, udang kering, telur asin, selai kacang). 5. Susu full cream, mentega, margarin, keju mayonnaise, serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam). 6. Bumbu-bumbu seperti kecap, maggi, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium. 7. Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti durian, tape.
  • 18.
     Cara mengaturdiet untuk penderita hipertensi adalah dengan memperbaiki rasa tawar dengan menambah gula merah/putih, bawang (merah/putih), jahe, kencur dan bumbu lain yang tidak asin atau mengandung sedikit garam natrium  Makanan dapat ditumis untuk memperbaiki rasa. Membubuhkan garam saat diatas meja makan dapat dilakukan untuk menghindari penggunaan garam yang berlebih  Dianjurkan untuk selalu menggunakan garam beryodium dan penggunaan garam jangan lebih dari 1 sendok teh per hari.
  • 19.
     Meningkatkan pemasukankalium (4,5 gram atau 120 – 175 mEq/hari) dapat memberikan efek penurunan tekanan darah yang ringan  Selain itu, pemberian kalium juga membantu untuk mengganti kehilangan kalium akibat dan rendah natrium. Pada umumnya dapat dipakai ukuran sedang (50 gram) dari apel (159 mg kalium), jeruk (250 mg kalium), tomat (366 mg kalium), pisang (451 mg kalium) kentang panggang (503 mg kalium) dan susu skim 1 gelas (406 mg kalium)  Kecukupan kalsium penting untuk mencegah dan mengobati hipertensi: 2-3 gelas susu skim atau 40 mg/hari, 115 gram keju rendah natrium dapat memenuhi kebutuhan kalsium 250 mg/hari  Sedangkan kebutuhan kalsium perhari rata-rata 808 mg.
  • 20.
     Pada ibuhamil makanan cukup akan protein, kalori, kalsium dan natrium yang dihubungkan dengan rendahnya kejadian hipertensi karena kehamilan  Namun pada ibu hamil yang hipertensi apalagi yang disertai dengan bengkak dan protein urin (pre eklampsia), selain obat-obatan dianjurkan untuk mengurangi konsumsi garam dapur serta meningkatkan makanan sumber Mg (sayur dan buah-buahan)
  • 21.
    SUPLEMENTASI ANTI OKSIDAN Walaupun suplementasi anti oksidan masih memerlukan penelitian lebih lanjut, namun saat ini banyak sekali suplemen yang dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat  Sebagai tenaga medis harus berhati-hati memberikan anjuran minuman suplemen agar tidak terjadi overdosis
  • 22.
    1. Vitamin danPenurunan Homosistein  Asam folat, vitamin B6, vitamin B 12 dan riboflavin merupakan ko-faktor enzim yang essential untuk metabolisme homosistein  Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar homosistein dalam darah akan meningkatkan risiko penyakit arteri koroner  Kadar asam folat yang rendah berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit koroner dan kadar vitamin yang rendah juga berkaitan dengan peningkatan risiko aterosklerosis, walaupun risiko aterosklerosis yang berhubungan dengan rendahnya kadar vitamin B6 tidak berhubungan dengan konsentrasi homositein yang tinggi  Sedangkan vitamin B12 tidak berhubungan dengan penyakit vaskuler
  • 23.
    2. Kacang Kedelaidan Isoflavon  Kedelai banyak mengandung fito estrogen yaitu isoflavon, yang memiliki aktivitas estrogen lemah  Penelitian meta analisis pada tahun 1995 menyimpulkan bahwa isoflavon dari protein kedelai lebih bermakna menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida, tanpa mempengaruhi kadar kolesterol HDL  Sehingga dianjurkan mengkonsumsi protein kedelai (20 – 50 gram/hari) dengan modifikasi diet pada penderita dengan kadar kolesterol (total dan LDL) yang tinggi  Tempe adalah hasil pengolahan kedelai yang melalui proses fermentasi, dengan kandungan gizi lebih baik dari kedelai. Sehingga tempe dianjurkan untuk di konsumsi oleh penderita hipertensi sebagai sumber protein nabati
  • 24.