Metode
Penugasan
(Assigment Problem)
Mata Kuliah Manajemen Kuantitatif
UPN Veteran Jawa Timur
Ratih Mukti Azhar, S.P., M.M
Introduction
Memecahkan masalah untuk menempatkan/menugaskan sejumlah tugas (assignment) kepada
sejumlah penerima tugas (assignee), untuk meminimalkan kerugian (biaya dan waktu) yang
ditimbulkan atau memaksimalkan keuntungan (pendapatan, laba dan nilai kemenangan) yang
didapatkan.
Kasir Chef Waiter Security
Aplikasi Metode Penugasan
Assigment
Method
Menentukan
daerah
perdagangan
/penjualan
Penugasan
kerja karyawan
Layout fasilitas
untuk
penanganan
material
Seleksi
subkontraktor
Skedul
produksi
Penentuan
Kontrak
Metode
Penugasan
Minimasi Maksimasi
Minimasi
Contoh Kasus
01
Sebuah perusahaan kecil mempunyai 4 pekerjaan yang
berbeda untuk diselesaikan oleh 4 karyawan.
Biaya penugasan seorang karyawan untuk pekerjaan yang
berbeda karena sifat pekerjaan yang berbeda-beda
Setiap karyawan mempunyai tingkat keterampilan,
pengalaman kerja dan latar pendidikan serta latihan yang
berbeda pula
Sehingga biaya penyelesaian pekerjaan yang sama oleh para
karyawan yang berlainan juga berbeda
Bagaimana menugaskan ke-4 karyawan untuk
mengerjakan ke-4 tugas agar total biaya minimum?
Penyelesaian
1. Menyusun tabel biaya dari permasalahan yang
dibuat
2. Mengurangkan nilai setiap baris dengan nilai
terkecil setiap baris
Penyelesaian
3. Diperiksa apakah setiap kolom telah mempunyai nilai nol. Apabila ada yang belum, ditentukan
nilai terkecil kolom tersebut kemudian nilai pada kolom tersebut dikurangi dengan nilai
terkecilnya
Penyelesaian
4. Menentukan penugasan optimum. Praktisnya adalah melakukan tes optimalisasi dengan
menutup semua nilai nol dengan menggunakan garis vertical/horizontal seminimal mungkin.
Penyelesaian
5. Merevisi tabel jika jumlah garis belum sama dengan jumlah assignment/assigne. Ditentukan nilai
terkecil yang tidak tertutup garis, lalu semua nilai yang tidak tertutup garis dikurangkan dengan
nilai terkecil tsb dan nilai yang tertutup 2 garis ditambah dengan nilai terkecil tsb.
6. Ulangi Langkah 4
Penyelesaian
Penugasan Optimum:
Biaya
A -> III Rp. 180
B -> I Rp. 140
C -> II Rp. 200
D -> IV Rp. 160
Total Biaya : Rp. 680
Maksimasi
Contoh Kasus
02
Dalam masalah maksimasi, elemen-elemen matriks
menunjukan keuntungan seperti berikut:
Penyelesaian
1. Seluruh elemen baris dikurangi dengan nilai maksimum baris tersebut, hasilnya adalah Matriks
Opportunity Loss yang sebenarnya bernilai negative.
Penyelesaian
2. Minimumkan Opportunity Loss dengan cara mengurangi seluruh elemen dalam setiap kolom
yang belum ada nolnya dengan elemen terkecil pada kolom tersebut.
Penyelesaian
3. Menutup semua nilai nol dengan menggunakan garis vertikal/horisontal seminimal mungkin.
Dapat dilihat bahwa seluruh elemen nol baru dapat dihimpit oleh 4 garis
Penyelesaian
4. Merevisi matriks dengan mengurangi elemen yang tidak tertutup garis dengan nilai terkecil
dari elemen yang tidak tertutup garis dan menambah elemen yang tertutup 2 garis dengan
elemen terkecil yang tidak tertutup garis.
Penyelesaian
5. Ulangi Langkah 3
Penyelesaian
Catatan
Hal-hal yang harus diperhatikan
01 02
04
03
Jumlah Baris =
Jumlah Kolom
Apabila tidak sama
ditambah dengan
Dummy
Bila Baris > Kolom,
maka ditambah
kolom
Bila Baris < Kolom,
maka ditambah Baris
Bila Baris > Kolom, maka ditambah Kolom
JOB
MESIN
M1 M2 M3 DUMMY
J1
J2
J3
J4
210
140
150
200
150
160
175
115
180
200
220
160
0
0
0
0
Bila Baris < Kolom, maka ditambah Baris
JOB
MESIN
M1 M2 M3 M4
J1
J2
J3
Dummy
210
140
150
0
150
160
175
0
180
200
220
0
130
190
200
0
Catatan
Dalam praktek sehari-hari, tidak semua masalah
penugasan memiliki matriks biaya atau keuntungan
seperti dalam dua contoh kasus di atas. Ada kalanya
seorang karyawan misalnya, tidak dapat dialokasikan
atau ditugaskan untuk sebuah pekerjaan tertentu
(karena alasan, usia, jenis kelamin, ketrampilan yang
tidak memadai, kondisi fisik, atau karena sebab
lainnya).
Dengan demikian karyawan dengan keterbatasan
seperti itu tidak dapat dipaksakan mengerjakan
sebuah pekerjaan yang memang tidak mungkin
baginya.
Catatan
Untuk mengatasi hal semacam ini, maka dalam
proses penyelesaiannya, perlu ditambahkan
sebuah bilangan yang sangat besar, dan
disebut dengan bilangan M (untuk masalah
minimalisasi) dan – M (untuk masalah
maximalisasi). Proses penyelesaian selanjutnya
dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti
pada kasus penugasan yang normal, hanya saja
pada keptusan optimalnya akan dihindari
menugaskan karyawan pada tugas yang
memiliki bilangan M atau – M tersebut.
Big M Theory
Contoh
Soal
Kasus 1
Layout fasilitas untuk penanganan material. Sebuah perusahaan baru saja
membeli lima buah mesin untuk dioperasikan dalam penyelesaian pekerjaan
baru. Perusahaan sedang mempelajari layout kelima mesin tersebut, dan ada
lima lokasi yg memungkinkan untuk ditempati.
Setiap mesin ditugaskan untuk mengatur kebutuhan penanganan material
dalam hal
(1) penerimaan material,
(2) memindahkan material ketempat penyimpanan,
(3) memenuhi berbagai macam permintaan penyimpanan.
Tabel berikut menunjukkan kebutuhan penanganan meterial (dalam kg/meter/hari).
Kasus 1
Tentukan bagaiaana perusahaan membuat layout kelima mesin agar diperoleh
biaya penanganan material minimum ?
MESIN
LOKASI
L1 L2 L3 L4 L5
M1
M2
M3
M4
M5
200
300
350
500
600
500
600
200
800
700
300
400
175
550
650
250
250
100
650
400
600
400
150
750
500
Kasus 2
PT. “SIONAGA” memiliki 3 wiraniaga, yaitu ANTIN, TINA, dan NANI.
Ketiga wiraniaga tersebut akan ditugaskan ke 3 daerah pemasar masing-masing A,
B, dan C.
Adapun perencanaan pencapaian penjualan dari ketiga wiraniaga sbb :
Wiraniaga
Daerah
A B C
ANTIN 100 90 100
TINA 50 80 30
NANI 75 40 70
Pertanyaan :
a. Bagaimana perusahaan akan menugaskan ketiga wiraniaganya ?
b. Berapa jumlah penjualan dari penugasan optimal ?
CREDITS: This presentation template was created
by Slidesgo, and includes icons by Flaticon, and
infographics & images by Freepik
Thanks!
Do you have any questions?
ratih.mukti.mnj@upnjatim.ac.id
+62 87737347949
Ratih Mukti Azhar
Please keep this slide for attribution

METODE PENUGASAN [Autosaved].pptx

  • 1.
    Metode Penugasan (Assigment Problem) Mata KuliahManajemen Kuantitatif UPN Veteran Jawa Timur Ratih Mukti Azhar, S.P., M.M
  • 2.
    Introduction Memecahkan masalah untukmenempatkan/menugaskan sejumlah tugas (assignment) kepada sejumlah penerima tugas (assignee), untuk meminimalkan kerugian (biaya dan waktu) yang ditimbulkan atau memaksimalkan keuntungan (pendapatan, laba dan nilai kemenangan) yang didapatkan. Kasir Chef Waiter Security
  • 3.
    Aplikasi Metode Penugasan Assigment Method Menentukan daerah perdagangan /penjualan Penugasan kerjakaryawan Layout fasilitas untuk penanganan material Seleksi subkontraktor Skedul produksi Penentuan Kontrak
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    Sebuah perusahaan kecilmempunyai 4 pekerjaan yang berbeda untuk diselesaikan oleh 4 karyawan. Biaya penugasan seorang karyawan untuk pekerjaan yang berbeda karena sifat pekerjaan yang berbeda-beda Setiap karyawan mempunyai tingkat keterampilan, pengalaman kerja dan latar pendidikan serta latihan yang berbeda pula Sehingga biaya penyelesaian pekerjaan yang sama oleh para karyawan yang berlainan juga berbeda
  • 7.
    Bagaimana menugaskan ke-4karyawan untuk mengerjakan ke-4 tugas agar total biaya minimum?
  • 8.
    Penyelesaian 1. Menyusun tabelbiaya dari permasalahan yang dibuat 2. Mengurangkan nilai setiap baris dengan nilai terkecil setiap baris
  • 9.
    Penyelesaian 3. Diperiksa apakahsetiap kolom telah mempunyai nilai nol. Apabila ada yang belum, ditentukan nilai terkecil kolom tersebut kemudian nilai pada kolom tersebut dikurangi dengan nilai terkecilnya
  • 10.
    Penyelesaian 4. Menentukan penugasanoptimum. Praktisnya adalah melakukan tes optimalisasi dengan menutup semua nilai nol dengan menggunakan garis vertical/horizontal seminimal mungkin.
  • 11.
    Penyelesaian 5. Merevisi tabeljika jumlah garis belum sama dengan jumlah assignment/assigne. Ditentukan nilai terkecil yang tidak tertutup garis, lalu semua nilai yang tidak tertutup garis dikurangkan dengan nilai terkecil tsb dan nilai yang tertutup 2 garis ditambah dengan nilai terkecil tsb. 6. Ulangi Langkah 4
  • 12.
    Penyelesaian Penugasan Optimum: Biaya A ->III Rp. 180 B -> I Rp. 140 C -> II Rp. 200 D -> IV Rp. 160 Total Biaya : Rp. 680
  • 13.
  • 14.
    Dalam masalah maksimasi,elemen-elemen matriks menunjukan keuntungan seperti berikut:
  • 15.
    Penyelesaian 1. Seluruh elemenbaris dikurangi dengan nilai maksimum baris tersebut, hasilnya adalah Matriks Opportunity Loss yang sebenarnya bernilai negative.
  • 16.
    Penyelesaian 2. Minimumkan OpportunityLoss dengan cara mengurangi seluruh elemen dalam setiap kolom yang belum ada nolnya dengan elemen terkecil pada kolom tersebut.
  • 17.
    Penyelesaian 3. Menutup semuanilai nol dengan menggunakan garis vertikal/horisontal seminimal mungkin. Dapat dilihat bahwa seluruh elemen nol baru dapat dihimpit oleh 4 garis
  • 18.
    Penyelesaian 4. Merevisi matriksdengan mengurangi elemen yang tidak tertutup garis dengan nilai terkecil dari elemen yang tidak tertutup garis dan menambah elemen yang tertutup 2 garis dengan elemen terkecil yang tidak tertutup garis.
  • 19.
  • 20.
  • 21.
  • 22.
    Hal-hal yang harusdiperhatikan 01 02 04 03 Jumlah Baris = Jumlah Kolom Apabila tidak sama ditambah dengan Dummy Bila Baris > Kolom, maka ditambah kolom Bila Baris < Kolom, maka ditambah Baris
  • 23.
    Bila Baris >Kolom, maka ditambah Kolom JOB MESIN M1 M2 M3 DUMMY J1 J2 J3 J4 210 140 150 200 150 160 175 115 180 200 220 160 0 0 0 0
  • 24.
    Bila Baris <Kolom, maka ditambah Baris JOB MESIN M1 M2 M3 M4 J1 J2 J3 Dummy 210 140 150 0 150 160 175 0 180 200 220 0 130 190 200 0
  • 25.
    Catatan Dalam praktek sehari-hari,tidak semua masalah penugasan memiliki matriks biaya atau keuntungan seperti dalam dua contoh kasus di atas. Ada kalanya seorang karyawan misalnya, tidak dapat dialokasikan atau ditugaskan untuk sebuah pekerjaan tertentu (karena alasan, usia, jenis kelamin, ketrampilan yang tidak memadai, kondisi fisik, atau karena sebab lainnya). Dengan demikian karyawan dengan keterbatasan seperti itu tidak dapat dipaksakan mengerjakan sebuah pekerjaan yang memang tidak mungkin baginya.
  • 26.
    Catatan Untuk mengatasi halsemacam ini, maka dalam proses penyelesaiannya, perlu ditambahkan sebuah bilangan yang sangat besar, dan disebut dengan bilangan M (untuk masalah minimalisasi) dan – M (untuk masalah maximalisasi). Proses penyelesaian selanjutnya dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pada kasus penugasan yang normal, hanya saja pada keptusan optimalnya akan dihindari menugaskan karyawan pada tugas yang memiliki bilangan M atau – M tersebut. Big M Theory
  • 27.
  • 28.
    Kasus 1 Layout fasilitasuntuk penanganan material. Sebuah perusahaan baru saja membeli lima buah mesin untuk dioperasikan dalam penyelesaian pekerjaan baru. Perusahaan sedang mempelajari layout kelima mesin tersebut, dan ada lima lokasi yg memungkinkan untuk ditempati. Setiap mesin ditugaskan untuk mengatur kebutuhan penanganan material dalam hal (1) penerimaan material, (2) memindahkan material ketempat penyimpanan, (3) memenuhi berbagai macam permintaan penyimpanan. Tabel berikut menunjukkan kebutuhan penanganan meterial (dalam kg/meter/hari).
  • 29.
    Kasus 1 Tentukan bagaiaanaperusahaan membuat layout kelima mesin agar diperoleh biaya penanganan material minimum ? MESIN LOKASI L1 L2 L3 L4 L5 M1 M2 M3 M4 M5 200 300 350 500 600 500 600 200 800 700 300 400 175 550 650 250 250 100 650 400 600 400 150 750 500
  • 30.
    Kasus 2 PT. “SIONAGA”memiliki 3 wiraniaga, yaitu ANTIN, TINA, dan NANI. Ketiga wiraniaga tersebut akan ditugaskan ke 3 daerah pemasar masing-masing A, B, dan C. Adapun perencanaan pencapaian penjualan dari ketiga wiraniaga sbb : Wiraniaga Daerah A B C ANTIN 100 90 100 TINA 50 80 30 NANI 75 40 70 Pertanyaan : a. Bagaimana perusahaan akan menugaskan ketiga wiraniaganya ? b. Berapa jumlah penjualan dari penugasan optimal ?
  • 31.
    CREDITS: This presentationtemplate was created by Slidesgo, and includes icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik Thanks! Do you have any questions? ratih.mukti.mnj@upnjatim.ac.id +62 87737347949 Ratih Mukti Azhar Please keep this slide for attribution

Editor's Notes

  • #3 Metode penugasan sama seperti masalah tranportasi adalah bagian dari Linier Programming. Metode ini biasanya disebut metode Hungarian, dimana jumlah sumber yang ditugaskan harus sama persis dengan jumlah tugas yang akan diselesaikan. Selain itu, setiap sumber harus ditugaskan hanya untuk satu tugas. Jadi masalah penugasan akan mencakup sejumlah n sumber yang mempunyai n tugas.