METABOLISME PROTEIN
OLEH
NURSAL ASBIRAN
Staf Pengajar FKBR
Metabolisme Protein & Asam
amino
 Implikasi Medis.
20 AA pada Protein esesnsial utk Kesehatan
Defisiensi AA tertentu secara endemis penyebab
suatu penyakit
Suatu daerah di Afrika Barat, terdapat defisiensi
Triptopan dan Lisin (makanan utama jagung).
Penyakit tersebut diantaranya Kwashiorkor dan
Marasmus
 Kwashorkor,terjadi bila anak disapih
dengan karbohidrat, tetapi miskin
protein.
 Marasmus terjadi bila makanan kurang
Kalori dan Asam amino spesifik
 Asam amino
Untuk kesehatan ( biological essensial)
diperlukan 20 macam asam amino
12 macam dapat disintesis sendiri oleh
jaringan tubuh ( AA non esensial), yaitu
9 dari senyawa antara, amfibolik
3 dari AA esensial ( metionin, fenil alanin
dan lisin) yaitu sistein, tirosin dan hidroksi
lisin
Protein tertentu relatif rendah AA
esensial.
Oleh karenanya protein yang dikonsumsi
tidak hanya berasal dari satu sumber, tapi
perlu bervariasi.
Sumber protein : Susu,ikan, daging, tahu,
tempe, telur, dsb.
Kelompok Asam amino
Asam amino esensial AA non-esensial
Arginin Leusin Alanin , glisin
Histidin Lisin Asparagin ,prolin
Isoleusin Aspartat , hidr prolin
Metionin Sistein , serin
Fenil alanin Glutamat , tirosin
Treonin Glutamin , hidr-lisin
Triptofan
Valin
Sumber Asam amino manusia:
1. Protein makanan
2. Pemecahan protein tubuh
3. Dari senyawa amfibolik ( senyawa
antara glikolisis, TCA).
Sumber asam amino
1. Protein makanan berasal dari
berbagai sumber seperti ikan, daging,
telur, biji-bijian dan susu.
 Protein Biji-bijian mengandung asam
amino bervariasi dan adakalanya
tidak mengandung 1 atau 2 AA.
Jagung tidak mengandung triptopan
dan lisin
Sumber asam amino
2. Pemecahan protein tubuh juga
bervariasi. Otot dan kolagen lebih
lama sedangkan enzim dan protein
hormon sangat cepat.
 Dibawah ini terlihat waktu paruh
beberapa protein
 Waktu paruh protein tubuh
JENIS PROTEIN Waktu paruh
HATI 10 HARI
PLASMA 10 HARI
OTOT 180 HARI
Kolagen 180 hari
Mukosa intestin Bbrp hari
Hormon
Enzim
6.5 – 9 mni
0.5 – 150 jam
Protein tubuh Rrt 80 hari
Sumber asam amino
3. Senyawa antara:
Piruvat
Oksaloasetat
Alfa keto-glutarat
Metabolisme asam amino terjadi sebagai
berikut
A. Biosintesis Asam amino
B. Katabolisme Asam amino
1- gugus amino
2- rangka karbon
C. Pembentukan senyawa- senyawa khusus
Biosintesis Asam Amino
 Melibatkan 3 enzim utama:
1. Glutamat dehidrogenase
2. Glutamin sintetase
3. Transaminase
Glutamat: Aminasi α ketoglutarat dikatalisis oleh
glutamat dehidrogense
Glutamin:
Aminasi glutamat menjadi glutamin dikatalisis
oleh glutamin sintase.
Alanin:
Transaminasi piruvat membentuk alanin
Aspartat:
Transaminasi Oksaloasetat membentuk aspartat
Asparagin:
Konversi Aspartat menjadi asparagin dikatalisis
oleh asparagin sintase
Glutamat dehidrogenase
Alfa Ketoglutarat Glutamat
NH+ H2O
NADH +H+ NAD+
Glutamin sintetase
 Glutamin sintetase
GLUTAMAT GLUTAMIN
NH+
Mg ATP Mg ADP + P
TRANSAMINASE
PIRUVAT ALANIN
GLU TAMAT α KETO GLUTARAT
 TRANSAMINASE
PIRUVAT ALANIN
ASPARTAT OKSALOASETAT
Serin:
Transaminasi dan defosforlasi dari 3-Fosfogliserat
Glisin :
Disintesis dari glioksilat, glutamat atau
alanin oleh glisin aminotransferase.
Pada mamalia Glisin berasal dari Cholin dan Serin
Prolin:
Dari glutamat melalui pembalikan reaksi
katabolisme prolin.
Sistein.
Tidak termasuk nutrisi esensial berasal dari
Metionin (AA Esensial). Konversi lanjut metionin
menjadi homosistein.
Tirosin:
Hidroksilasi fenilalanin oleh fenilalanin
hodroksilase menghasilkan tirosin.
Bila fenilalanin adekuat dalam nutrisi , maka
tirosin bersifat nonesensial, tetapi karena reaksi
irreversibel diet tirosin tak dapat mengantikan
fenilalanin
Hidroksi prolin dan Hidroksilisin.
Kedua asam amino ini terdapat di kolagen,
berasal dari prolin dan lisin hanya setelah
keduanya dirubah jadi peptidil prolin dan peptidil
lisin. Hidroksilasi peptidil prolin dan lisin menjadi
Hidroksi prolin dan hidroksilisin dikatalisis
oksidaseyang memerlukan Vitamin C sebagai
kofaktor.
Valin, leusin dan isoleusin adalah AA esensial.
Aminotransferase jaringan secara reversibel
dapat merubah jadi asam ketonya. Asam keto
dapat mengantikan asam amino bersangkutan
dalam diet
Selenosistein.
Asam amino ini terdapat pada protein,
sebagai pusat aktif berbagai enzim ,
seperti tioredoksin reduktase, glutation
peroksidase, deiodinase yang merubah
tyroksin (T4) menjadi T3.
Katabolisme Asam amino
 1. Katabolisme gugus amino.
Melibatkan 3 macam enzim yg
pegang peranan utama :
1. Glutamat dehidrogenase
2. Glutamin sintetase
3. Transaminase
Efek gabungan 3 enzim ini :
transformasi ion ammonium an-
organik jadi amino organik AA.
Katabolisme gugus amino
 Transaminasi ( terutama utk membentuk
glutamat)
perlu sumber dan penerimanya gugus
amino.Sumber adalah Asam amino,
penerima adalah asam keto, Reaksi
dikatalisis transaminase
alanin + alfa KG Glutamat + piruvat
aspartat + alfa KG Glu + oksaloasetat
Transaminase memerlukan ko enzim Piridoksal-
piridoksamin fosfat ( Vit B 6)
Transaminase
Beberapa transaminase ,
Nama tergantung dari Asam amino
(substrat).
Alanin transaminase (SGPT)
Aspartat transaminase (SGOT)
Treonin transaminase
Tirosin transaminase
Dll
CH3 CH3
| |
H –C-NH3 + AK trans C= O + Glu
| aminasi |
O - C =O -
O- C = O
alanin piruvat
Metabolisme gugus amino
2.DEAMINASI
Yaitu pembebasan ion ammonium dari
asam amino.Terdapat macam-macam
deaminasi:
1. Deaminasi oksidatif
2. Deaminasi langsung
3. Deaminasi dg dehidratase
4. Deaminase hidrolase
Ion ammonium sangat toksik terhadap sel
syaraf oleh karena itu kadar normalnya tak
melebihi 100 ug/ L cairan tubuh
 Bila kadar ion ammonium tinggi
terjadi intoksikasi ammonia dengan
tanda:
mual, muntah, lethargi, coma,
 Untuk homeostasis ion ammonium
diubah menjadi ureum melalui
serangkaian reaksi yang disebut
siklus Krebs- Henseleit ( siklus Urea)
Siklus Urea
 Di Hati terdapat enzim2 utk siklus ini.
meliputi 5 reaksi yang berturut
menghasilkan molekul antara karbamoil
fosfat, sitrulin, arginisuksinat, arginin dan
ornitin. Reaksi dikatalisis oleh
5 macam enzim ,karbamoil fosfat sintase,
ornitin karbamoilase, argino suksinat
sintetase, argino suksinase dan arginase.
Gugus amina pada molekul ureum berasal
dari ion ammonium dan aspartat.
Defisiensi enzim siklus Urea
Ada kala aktivitas enzim terganggu atau
disintesis tak sempurna (defisiensi). Hal
ini menimbulkan penyakit yang
tergolong kelainan genetik berturut-
turut adalah :
1. Hiperammonemia tipe 1
2. Hiperammonemia tipe 2
3. Sitrulinemia
4. Arginosuksinat asiduria
5. Argininemia
Pertukaran Asam amino antara
Organ dan Sirkulasi
 Otot menghasilkan lebih dari 50%
asam amino bebas, sedangkan hati
tempat terjadinya Siklus Urea.
 Otot membebaskan Asam amino
(lebih dari 50% adalah Alanin dan
glutamin). Sebaliknya otot hanya
menyerap sejumlah kecil serin,sistein
dan glutamat dari sirkulasi.
SIKLUS GLUKOSA - ALANIN
 Liver
darah
otot

GLUKOSA
 Glukosa
Glukosa
 Piruvat
Urea
piruvat
NH3
NH3
 Hati & Saluran Cerna
Keduanya menyerap AA yg
dibebaskan oleh Otot. Alanin
terutama oleh Hati, Glutamin oleh Sal
Cerna.
 Otak
Menyerap lebih banyak valin
dibanding AA lain.
Kemampuan mengoksidasi AA
bercabang (leu, ile dan val) otak 4
kali lebih besar dari otot dan hati
 Ginjal
Merupakan sumber utama
serin,sedang alanin hanya dl jlh kecil,
tetapi penting.
Menyerap glutamin, prolin dan glisin
dari sirkulasi
METABOLISME PROTEIN 2
OLEH
NURSAL ASBIRAN
Staf Pengajar FKBR
Metabolisme rangka karbon
 Rangka karbon maksudnya adalah
asam amino tanpa gugus NH2
Dari dua puluh rangka karbon asam
amino ada yang dirubah menjadi:
1. Piruvat
2. Asetil Ko A
3. Senyawa antara siklus Krebs
 Pada dasarnya Rangka karbon yang
dirubah menjadi piruvat dan senyawa
antara siklus Krebs akan membentuk
glukosa (glukoneogenesis)
 Asam amino yang menjadi asetil KoA
selanjutkan menjadi benda keton
(Ketogenesis) dan glukosa. Lihat
tabel berikut.
Rangka karbon asam amino
Glukogenik Ketogenik Gluko-ketogenik
Alanin arginin Leusin Isoleusin
Asparagin sistein Fenil alanin
Aspatat glutamat Triptofan
Glutamin glisin Tirosin
Histidin metionin Lisin
Prolin serin
Treonin valiun
 Pada konversi asam amino menjadi
piruvat, asetil KoA dan senyawa antara
siklus Krebs sering terjadi kelainan
enzimatik.
- enzimnya tidak disintesis atau
- enzim tidak adekuat.
sehingga reaksi tak sempurna , terjadi
-penumpukan substrat.
-substrat diubah jadi senyawa lain.
Kelainan seperti ini disebut in born
error of metabolism.
Asam amino yang dirubah jadi
α Keto glutarat
Melalui glutamat :
Arginin
Histidin
Glutamin
Prolin
Konversi arginin dan prolin mnjadi alfa
keto glutarat:
Def prolin dehidrogenase Hiperprolinemia
tipe 1
Def.glu semialdehid
dehidrogenase
Hiperprolinemia
tipe 2
Def arginase Argininemia
Def,delta ornitin transaminase hiperornitinemia
 Hiperornitinemia ditandai :
Atrofi girat retina
hilangnya penglihatan perifer
tunnel vision, kebutaan
Ornitin plasma meningkat
Sindrom hiperornitinemie-hiper
ammonemia menyebabkan gangguan
transpor ornitin kr mitokondria
AA dikonversi jadi Suksinil Ko-A
 Isoleusin
 Metionin
 Valin
Asam amino yang dijadikan
piruvat
 Alanin
 Sistein
 Glisin
 Serin
 Treonin
 Hidroksi prolin
Konversi tirosin menjadi asetil KoA
Proses ini melibatkan sejumlah reaksi yang dikatalisis
enzim
Kelainan yang muncul karena kelainan enzim adalah :
Tirosin transaminase Tirosinemia tipe 2
P- OH fenil piruvat
oksigenase
Tirosinemia neonatal
Homogentisat
oksidase
Alkaptonuria
Fumaroil asetoasetat
hidrolase
Tirosinosis (tirosinemia
tipe 1)
Konversi Valin, Leusin dan
Isoleusin jadi Asetil-Koa
Ketiga AA mengalami proses yang sama
1. Pada defisiensi ketoasid dekarboksilase
terjadi penumpukan asam keto dari ketiga
asam amino menyebabkab urine bau gula
hangus ( maple syrup urine disease).
 Biasanya muncul pada akhir minggu pertama
kehidupan, sukar menetek, muntah, lethargi
 Kerusakan otak, bertahan hidup 1 tahun
2. Isovaleril asidemia terjadi karena defisiensi
isovaleril Ko A dehidrogenase.Ditandai
nafas dan cairan tubuh bau keju, muntah-
muntah, coma sehabis menetek
Produk akhir dari Valin, Leusin
dan Isoleusin
Valin : Suksinil Ko-A
Leusin :
β Hidroksi-β metil glutaril Ko-A
Isoleusin :Propionil KoA + Asetil Ko A
Defisiensi Penilalanin hidroksilase
Enzim ini merubah fenil alanin menjadi
tirosin. Namun karena defisiensi,
Penilalanin dirubah jadi Phenilketon.
 Fenil ketonuria (PKU)
 Penilalanin plasma meningkat
 Retardasi mental ( IQ kecil 70)
 Sering kejang, psikosis,kel. Kulit
 Perlu diteksi dini janin
Penanggulangan:Diet rendah Penilalanin
Perubahan fenilalanin menjadai
penilpiruvat
METABOLISME PROTEIN 3
OLEH
NURSAL ASBIRAN
Staf Pengajar FKBR
Konversi asam amino menjadi
produk khusus
 Sebagian asam amino dirubah menjadi
produk fisiologis aktif dan mempunyai
fungsi khusus seperti pengikatan
kalsium, penstabil protein, heme, purin,
pirimidin dan lain lain
 Disamping itu asam amino juga
membentuk peptida kecil yang tidak
disintesis di ribosom seperti histamin,
serotonin, efinefrin , nor efinefrin dan
sebagainya.
 Dibawah ini terlihat contohnya
Asam amino Glisin,
 Banyak metabolit dan obat disekresi dalam
bentuk konjugasi dengan glisin. Asam
hipurat adalah bentuk konjugasi glisin dg
as. Benzoat
 Kreatin, gabungan glisin dengan S –
adenosilmetionin. Senyawa ini mrpk suplai
metil pada berbagai biosintesis
Heme
Purin
 Bersama alanin merupakan fraksi amino
nitrogen penting dl plasma manusia
Alanin
 Sebagian besar beta alanin dalam tubuh
terdapat sebagai: koenzim A dan
dipeptida β alanin (karnosin)
 Karnosin terdapat pada otot rangka tetapi
tidak pada otot jantung
 N-metil karnosin (anserin) terdapat pada
otot rangka kontraksi cepat
 Karnosin dan anserin mengaktifkan
ATP-ase miosin
 Dekarboksilasi histidin menghasilkan
Histamin, suatu vasodilator, memicu
sekresi HCl, dilepas dari mast cell bila ada
alergi
 Dekarboksilasi serin menghasilkan
etanolamin yang kemudian dikonversi jadi
kolin . Setelah berikatan dg asetil KoA
membentuk asetilkolin, suatu
neurotransmitter saraf simpatis, terdapat
pada otot dan otak
Ornitin dan Arginin membentuk
Poliamin
 Selain peranan dalam sintesis Ureum,
Ornitin bersama metionin membentuk
poliamin (spermidin dan spermin).
 Keduanya berperan dalam proses dalam
proliferasi dan pertumbuhan sel
 Dalam takaran farmakologis bersifat
hipotermi dan hipotensi. Mudah
berikatan dan menstimulasi biosintesis
DNA dan RNA.
Gamma amino butyric acid
(GABA)
 Suatu neurotransmitter penghambat
pada sel syaraf
 Dekarboksilasi glutamat oleh glutamat
dekarboksilase menghasilkan GABA.
 Katabolisme menjadi suksinat
semialdehid yang selanjutnya direduksi
jadi gamma hidroksibutirat atau
dioksidasi mlli TCA jadi H2O dan CO2.
 Triptopan menghasilkan serotonin :
suatu vasokonstriktor kuat dan
stimulator kontraksi otot polos
Argentafinoma pada rongga abdomen
meningkatkan produksi serotonin
 Tirosin memproduksi epinefrin pada sel
saraf dan melanin pada sel melanosit.
Tirosin juga prekursor hormon tiroksin
 Tirosin dikonversi jadi DOPA oleh tirosin
hidroksilase selanjutnya jadi dopamin,
norepinefrin dan epinefrin
 Defek biosintesis melanin menyebabkan
albinisme
 Pada melanosit dopa dikonversi jadi
dopaquinon yang selanjutnya
membentuk berbagai pigmen (melanin)
 Albinisme merupakan suatu sindrom
klinik yang ditandai hipomelanosis mata
dan kulit.
 Terdapat 10 variasi albinisme, beberapa
diantaranya :
1. Albinisme dg tirosin hidroksilase negatif
pigmen visual nol,folikel rambut gagal
merubah tirosin jadi pigmen, melanosom
tidak berpigmen
2. Albinisme dg tirosin hidroksilase positif.
Mempunyai pigmen tertentu, rambut
warna putih kuning hingga coklat terang,
melanosom berpigmen terang dapat
merubah tirosin jadi eumelanin
3. Albinisme okuler, melanosit mengandung
makromelanosom. Retina berbetuk
mozaiq sebagai akibat inaktivasi
kromosom X
Sintesis Kreatin
 Kreatin disintesis dari 3 asam amino;
glisin, arginin dan metionin
 Reaksi pertama: transamidasi arginin
jadi glisin membentuk glikosilamin di
otot ginjal, bukan di hati dan jantung
 Metilasi glikosilamin oleh “metionin
aktif” jadi Kreatin di hati
 Kreatin terdapat di otot,otak dan
darah sebagai kreatin fosfat dan
kreatin bebas.
 Kreatinin adalah anhidrat kreatin
terbentuk terutama di otot melalui
proses nonenzimatik irreversibel
 Kreatinin urine 24 jam seseorang
tetap dari hari ke hari, tergantung
dari masa otot.
 Histidase mrubah histidin jadi urokonat
 Urokonase merubah urokonat jadi 4
immidazolon-5 propionat seanjutnya jadi
formiminoglutamat (Figlu)
 Pemindahan formimino dari figlu
menjadi glutamat memerlukan
tetrahidrofolat
 Defisiensi asam folat akan menghambat
reaksi ini
Hi
 Kelainan pada metab, histidin
Histidinemia; skrining thd 200 juta
bayi menunjukkan insiden 1 :
11.500.Histidin dalam darah dan
urine meningkat. Kelaianan ini jinak,
sebab def, histidase
Asiduria urokonat disebabkan def.
urokonase
 Kelainan metabolisme:
 Glisinuria, ekskresi 0.6 – 1 g glisin
dalammurin per hari, kecendrungan membtk
batu ginjal. Kadar glisin plasmanormal. Hal
ini mungkin karena ggn reabsorpsi di tubuli
renal
 Hiperoksaluria primer, Ekskresi oksalat
dalam urine tak berhubungan dg konsumsi
oksalat, tetapi karena deaminasi glisin
membtk glioksalat
 Defek genetik terjadi krn gagal
menganabolisme glioksalat, sehingga
teroksidasi jadi oksalat
 Urolithiasis, nofrokalsinosis oksalat bilateral
progresif, infeksi renal rekuren saluran
kemih diikuti mortalitas dini gagal ginjal dan
Ringkasan
1. Asam amino berfungsi struktural ,
fungsional ( proses biosintesis).
2. Glisin berperan
Biosintesis Purin, Heme dan
Kreatin.
Terkonjugasi dg asam empedu
Sebagai metabolit obat dl urin
3. Serin pegang peranan dalam
biosintesis fosfolipid, spongiosin
karbon No 2 dan 8 purin
gugus metil pd timin
4. Metionin
Donor gugus metil pada banyak
proses biosintesis
-biosintesis spermin,
spermidin
5. Glutamin dan ornitin
biosintesis GABA
6. Arginin
biosintesis kreatin
biosintesis poliamin
Sumber nitrogen NO
7. Triptopan
Serotonin, suatu vasokonstriktor
dan prekursor melatonin
Melanin
8. Tirosin
epinefrin
norepinefrin
hormon tiroid
Metab protein 1

Metab protein 1

  • 1.
  • 2.
    Metabolisme Protein &Asam amino  Implikasi Medis. 20 AA pada Protein esesnsial utk Kesehatan Defisiensi AA tertentu secara endemis penyebab suatu penyakit Suatu daerah di Afrika Barat, terdapat defisiensi Triptopan dan Lisin (makanan utama jagung). Penyakit tersebut diantaranya Kwashiorkor dan Marasmus
  • 3.
     Kwashorkor,terjadi bilaanak disapih dengan karbohidrat, tetapi miskin protein.  Marasmus terjadi bila makanan kurang Kalori dan Asam amino spesifik
  • 4.
     Asam amino Untukkesehatan ( biological essensial) diperlukan 20 macam asam amino 12 macam dapat disintesis sendiri oleh jaringan tubuh ( AA non esensial), yaitu 9 dari senyawa antara, amfibolik 3 dari AA esensial ( metionin, fenil alanin dan lisin) yaitu sistein, tirosin dan hidroksi lisin
  • 5.
    Protein tertentu relatifrendah AA esensial. Oleh karenanya protein yang dikonsumsi tidak hanya berasal dari satu sumber, tapi perlu bervariasi. Sumber protein : Susu,ikan, daging, tahu, tempe, telur, dsb.
  • 6.
    Kelompok Asam amino Asamamino esensial AA non-esensial Arginin Leusin Alanin , glisin Histidin Lisin Asparagin ,prolin Isoleusin Aspartat , hidr prolin Metionin Sistein , serin Fenil alanin Glutamat , tirosin Treonin Glutamin , hidr-lisin Triptofan Valin
  • 7.
    Sumber Asam aminomanusia: 1. Protein makanan 2. Pemecahan protein tubuh 3. Dari senyawa amfibolik ( senyawa antara glikolisis, TCA).
  • 8.
    Sumber asam amino 1.Protein makanan berasal dari berbagai sumber seperti ikan, daging, telur, biji-bijian dan susu.  Protein Biji-bijian mengandung asam amino bervariasi dan adakalanya tidak mengandung 1 atau 2 AA. Jagung tidak mengandung triptopan dan lisin
  • 9.
    Sumber asam amino 2.Pemecahan protein tubuh juga bervariasi. Otot dan kolagen lebih lama sedangkan enzim dan protein hormon sangat cepat.  Dibawah ini terlihat waktu paruh beberapa protein
  • 10.
     Waktu paruhprotein tubuh JENIS PROTEIN Waktu paruh HATI 10 HARI PLASMA 10 HARI OTOT 180 HARI Kolagen 180 hari Mukosa intestin Bbrp hari Hormon Enzim 6.5 – 9 mni 0.5 – 150 jam Protein tubuh Rrt 80 hari
  • 11.
    Sumber asam amino 3.Senyawa antara: Piruvat Oksaloasetat Alfa keto-glutarat
  • 12.
    Metabolisme asam aminoterjadi sebagai berikut A. Biosintesis Asam amino B. Katabolisme Asam amino 1- gugus amino 2- rangka karbon C. Pembentukan senyawa- senyawa khusus
  • 13.
    Biosintesis Asam Amino Melibatkan 3 enzim utama: 1. Glutamat dehidrogenase 2. Glutamin sintetase 3. Transaminase
  • 14.
    Glutamat: Aminasi αketoglutarat dikatalisis oleh glutamat dehidrogense Glutamin: Aminasi glutamat menjadi glutamin dikatalisis oleh glutamin sintase. Alanin: Transaminasi piruvat membentuk alanin Aspartat: Transaminasi Oksaloasetat membentuk aspartat Asparagin: Konversi Aspartat menjadi asparagin dikatalisis oleh asparagin sintase
  • 15.
    Glutamat dehidrogenase Alfa KetoglutaratGlutamat NH+ H2O NADH +H+ NAD+
  • 16.
    Glutamin sintetase  Glutaminsintetase GLUTAMAT GLUTAMIN NH+ Mg ATP Mg ADP + P
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    Serin: Transaminasi dan defosforlasidari 3-Fosfogliserat Glisin : Disintesis dari glioksilat, glutamat atau alanin oleh glisin aminotransferase. Pada mamalia Glisin berasal dari Cholin dan Serin Prolin: Dari glutamat melalui pembalikan reaksi katabolisme prolin.
  • 20.
    Sistein. Tidak termasuk nutrisiesensial berasal dari Metionin (AA Esensial). Konversi lanjut metionin menjadi homosistein. Tirosin: Hidroksilasi fenilalanin oleh fenilalanin hodroksilase menghasilkan tirosin. Bila fenilalanin adekuat dalam nutrisi , maka tirosin bersifat nonesensial, tetapi karena reaksi irreversibel diet tirosin tak dapat mengantikan fenilalanin
  • 21.
    Hidroksi prolin danHidroksilisin. Kedua asam amino ini terdapat di kolagen, berasal dari prolin dan lisin hanya setelah keduanya dirubah jadi peptidil prolin dan peptidil lisin. Hidroksilasi peptidil prolin dan lisin menjadi Hidroksi prolin dan hidroksilisin dikatalisis oksidaseyang memerlukan Vitamin C sebagai kofaktor. Valin, leusin dan isoleusin adalah AA esensial. Aminotransferase jaringan secara reversibel dapat merubah jadi asam ketonya. Asam keto dapat mengantikan asam amino bersangkutan dalam diet
  • 22.
    Selenosistein. Asam amino initerdapat pada protein, sebagai pusat aktif berbagai enzim , seperti tioredoksin reduktase, glutation peroksidase, deiodinase yang merubah tyroksin (T4) menjadi T3.
  • 23.
    Katabolisme Asam amino 1. Katabolisme gugus amino. Melibatkan 3 macam enzim yg pegang peranan utama : 1. Glutamat dehidrogenase 2. Glutamin sintetase 3. Transaminase Efek gabungan 3 enzim ini : transformasi ion ammonium an- organik jadi amino organik AA.
  • 24.
    Katabolisme gugus amino Transaminasi ( terutama utk membentuk glutamat) perlu sumber dan penerimanya gugus amino.Sumber adalah Asam amino, penerima adalah asam keto, Reaksi dikatalisis transaminase alanin + alfa KG Glutamat + piruvat aspartat + alfa KG Glu + oksaloasetat Transaminase memerlukan ko enzim Piridoksal- piridoksamin fosfat ( Vit B 6)
  • 25.
    Transaminase Beberapa transaminase , Namatergantung dari Asam amino (substrat). Alanin transaminase (SGPT) Aspartat transaminase (SGOT) Treonin transaminase Tirosin transaminase Dll
  • 26.
    CH3 CH3 | | H–C-NH3 + AK trans C= O + Glu | aminasi | O - C =O - O- C = O alanin piruvat
  • 27.
    Metabolisme gugus amino 2.DEAMINASI Yaitupembebasan ion ammonium dari asam amino.Terdapat macam-macam deaminasi: 1. Deaminasi oksidatif 2. Deaminasi langsung 3. Deaminasi dg dehidratase 4. Deaminase hidrolase Ion ammonium sangat toksik terhadap sel syaraf oleh karena itu kadar normalnya tak melebihi 100 ug/ L cairan tubuh
  • 28.
     Bila kadarion ammonium tinggi terjadi intoksikasi ammonia dengan tanda: mual, muntah, lethargi, coma,  Untuk homeostasis ion ammonium diubah menjadi ureum melalui serangkaian reaksi yang disebut siklus Krebs- Henseleit ( siklus Urea)
  • 29.
    Siklus Urea  DiHati terdapat enzim2 utk siklus ini. meliputi 5 reaksi yang berturut menghasilkan molekul antara karbamoil fosfat, sitrulin, arginisuksinat, arginin dan ornitin. Reaksi dikatalisis oleh 5 macam enzim ,karbamoil fosfat sintase, ornitin karbamoilase, argino suksinat sintetase, argino suksinase dan arginase. Gugus amina pada molekul ureum berasal dari ion ammonium dan aspartat.
  • 31.
    Defisiensi enzim siklusUrea Ada kala aktivitas enzim terganggu atau disintesis tak sempurna (defisiensi). Hal ini menimbulkan penyakit yang tergolong kelainan genetik berturut- turut adalah : 1. Hiperammonemia tipe 1 2. Hiperammonemia tipe 2 3. Sitrulinemia 4. Arginosuksinat asiduria 5. Argininemia
  • 32.
    Pertukaran Asam aminoantara Organ dan Sirkulasi  Otot menghasilkan lebih dari 50% asam amino bebas, sedangkan hati tempat terjadinya Siklus Urea.  Otot membebaskan Asam amino (lebih dari 50% adalah Alanin dan glutamin). Sebaliknya otot hanya menyerap sejumlah kecil serin,sistein dan glutamat dari sirkulasi.
  • 33.
    SIKLUS GLUKOSA -ALANIN  Liver darah otot  GLUKOSA  Glukosa Glukosa  Piruvat Urea piruvat NH3 NH3
  • 34.
     Hati &Saluran Cerna Keduanya menyerap AA yg dibebaskan oleh Otot. Alanin terutama oleh Hati, Glutamin oleh Sal Cerna.
  • 35.
     Otak Menyerap lebihbanyak valin dibanding AA lain. Kemampuan mengoksidasi AA bercabang (leu, ile dan val) otak 4 kali lebih besar dari otot dan hati
  • 36.
     Ginjal Merupakan sumberutama serin,sedang alanin hanya dl jlh kecil, tetapi penting. Menyerap glutamin, prolin dan glisin dari sirkulasi
  • 37.
    METABOLISME PROTEIN 2 OLEH NURSALASBIRAN Staf Pengajar FKBR
  • 38.
    Metabolisme rangka karbon Rangka karbon maksudnya adalah asam amino tanpa gugus NH2 Dari dua puluh rangka karbon asam amino ada yang dirubah menjadi: 1. Piruvat 2. Asetil Ko A 3. Senyawa antara siklus Krebs
  • 40.
     Pada dasarnyaRangka karbon yang dirubah menjadi piruvat dan senyawa antara siklus Krebs akan membentuk glukosa (glukoneogenesis)  Asam amino yang menjadi asetil KoA selanjutkan menjadi benda keton (Ketogenesis) dan glukosa. Lihat tabel berikut.
  • 41.
    Rangka karbon asamamino Glukogenik Ketogenik Gluko-ketogenik Alanin arginin Leusin Isoleusin Asparagin sistein Fenil alanin Aspatat glutamat Triptofan Glutamin glisin Tirosin Histidin metionin Lisin Prolin serin Treonin valiun
  • 42.
     Pada konversiasam amino menjadi piruvat, asetil KoA dan senyawa antara siklus Krebs sering terjadi kelainan enzimatik. - enzimnya tidak disintesis atau - enzim tidak adekuat. sehingga reaksi tak sempurna , terjadi -penumpukan substrat. -substrat diubah jadi senyawa lain. Kelainan seperti ini disebut in born error of metabolism.
  • 43.
    Asam amino yangdirubah jadi α Keto glutarat Melalui glutamat : Arginin Histidin Glutamin Prolin
  • 46.
    Konversi arginin danprolin mnjadi alfa keto glutarat: Def prolin dehidrogenase Hiperprolinemia tipe 1 Def.glu semialdehid dehidrogenase Hiperprolinemia tipe 2 Def arginase Argininemia Def,delta ornitin transaminase hiperornitinemia
  • 47.
     Hiperornitinemia ditandai: Atrofi girat retina hilangnya penglihatan perifer tunnel vision, kebutaan Ornitin plasma meningkat Sindrom hiperornitinemie-hiper ammonemia menyebabkan gangguan transpor ornitin kr mitokondria
  • 48.
    AA dikonversi jadiSuksinil Ko-A  Isoleusin  Metionin  Valin
  • 49.
    Asam amino yangdijadikan piruvat  Alanin  Sistein  Glisin  Serin  Treonin  Hidroksi prolin
  • 52.
    Konversi tirosin menjadiasetil KoA Proses ini melibatkan sejumlah reaksi yang dikatalisis enzim Kelainan yang muncul karena kelainan enzim adalah : Tirosin transaminase Tirosinemia tipe 2 P- OH fenil piruvat oksigenase Tirosinemia neonatal Homogentisat oksidase Alkaptonuria Fumaroil asetoasetat hidrolase Tirosinosis (tirosinemia tipe 1)
  • 54.
    Konversi Valin, Leusindan Isoleusin jadi Asetil-Koa Ketiga AA mengalami proses yang sama 1. Pada defisiensi ketoasid dekarboksilase terjadi penumpukan asam keto dari ketiga asam amino menyebabkab urine bau gula hangus ( maple syrup urine disease).  Biasanya muncul pada akhir minggu pertama kehidupan, sukar menetek, muntah, lethargi  Kerusakan otak, bertahan hidup 1 tahun 2. Isovaleril asidemia terjadi karena defisiensi isovaleril Ko A dehidrogenase.Ditandai nafas dan cairan tubuh bau keju, muntah- muntah, coma sehabis menetek
  • 56.
    Produk akhir dariValin, Leusin dan Isoleusin Valin : Suksinil Ko-A Leusin : β Hidroksi-β metil glutaril Ko-A Isoleusin :Propionil KoA + Asetil Ko A
  • 57.
    Defisiensi Penilalanin hidroksilase Enzimini merubah fenil alanin menjadi tirosin. Namun karena defisiensi, Penilalanin dirubah jadi Phenilketon.  Fenil ketonuria (PKU)  Penilalanin plasma meningkat  Retardasi mental ( IQ kecil 70)  Sering kejang, psikosis,kel. Kulit  Perlu diteksi dini janin Penanggulangan:Diet rendah Penilalanin
  • 58.
  • 59.
    METABOLISME PROTEIN 3 OLEH NURSALASBIRAN Staf Pengajar FKBR
  • 60.
    Konversi asam aminomenjadi produk khusus  Sebagian asam amino dirubah menjadi produk fisiologis aktif dan mempunyai fungsi khusus seperti pengikatan kalsium, penstabil protein, heme, purin, pirimidin dan lain lain  Disamping itu asam amino juga membentuk peptida kecil yang tidak disintesis di ribosom seperti histamin, serotonin, efinefrin , nor efinefrin dan sebagainya.  Dibawah ini terlihat contohnya
  • 62.
    Asam amino Glisin, Banyak metabolit dan obat disekresi dalam bentuk konjugasi dengan glisin. Asam hipurat adalah bentuk konjugasi glisin dg as. Benzoat  Kreatin, gabungan glisin dengan S – adenosilmetionin. Senyawa ini mrpk suplai metil pada berbagai biosintesis Heme Purin  Bersama alanin merupakan fraksi amino nitrogen penting dl plasma manusia
  • 63.
    Alanin  Sebagian besarbeta alanin dalam tubuh terdapat sebagai: koenzim A dan dipeptida β alanin (karnosin)  Karnosin terdapat pada otot rangka tetapi tidak pada otot jantung  N-metil karnosin (anserin) terdapat pada otot rangka kontraksi cepat  Karnosin dan anserin mengaktifkan ATP-ase miosin
  • 64.
     Dekarboksilasi histidinmenghasilkan Histamin, suatu vasodilator, memicu sekresi HCl, dilepas dari mast cell bila ada alergi  Dekarboksilasi serin menghasilkan etanolamin yang kemudian dikonversi jadi kolin . Setelah berikatan dg asetil KoA membentuk asetilkolin, suatu neurotransmitter saraf simpatis, terdapat pada otot dan otak
  • 65.
    Ornitin dan Argininmembentuk Poliamin  Selain peranan dalam sintesis Ureum, Ornitin bersama metionin membentuk poliamin (spermidin dan spermin).  Keduanya berperan dalam proses dalam proliferasi dan pertumbuhan sel  Dalam takaran farmakologis bersifat hipotermi dan hipotensi. Mudah berikatan dan menstimulasi biosintesis DNA dan RNA.
  • 67.
    Gamma amino butyricacid (GABA)  Suatu neurotransmitter penghambat pada sel syaraf  Dekarboksilasi glutamat oleh glutamat dekarboksilase menghasilkan GABA.  Katabolisme menjadi suksinat semialdehid yang selanjutnya direduksi jadi gamma hidroksibutirat atau dioksidasi mlli TCA jadi H2O dan CO2.
  • 69.
     Triptopan menghasilkanserotonin : suatu vasokonstriktor kuat dan stimulator kontraksi otot polos Argentafinoma pada rongga abdomen meningkatkan produksi serotonin
  • 71.
     Tirosin memproduksiepinefrin pada sel saraf dan melanin pada sel melanosit. Tirosin juga prekursor hormon tiroksin  Tirosin dikonversi jadi DOPA oleh tirosin hidroksilase selanjutnya jadi dopamin, norepinefrin dan epinefrin
  • 73.
     Defek biosintesismelanin menyebabkan albinisme  Pada melanosit dopa dikonversi jadi dopaquinon yang selanjutnya membentuk berbagai pigmen (melanin)  Albinisme merupakan suatu sindrom klinik yang ditandai hipomelanosis mata dan kulit.  Terdapat 10 variasi albinisme, beberapa diantaranya :
  • 75.
    1. Albinisme dgtirosin hidroksilase negatif pigmen visual nol,folikel rambut gagal merubah tirosin jadi pigmen, melanosom tidak berpigmen 2. Albinisme dg tirosin hidroksilase positif. Mempunyai pigmen tertentu, rambut warna putih kuning hingga coklat terang, melanosom berpigmen terang dapat merubah tirosin jadi eumelanin 3. Albinisme okuler, melanosit mengandung makromelanosom. Retina berbetuk mozaiq sebagai akibat inaktivasi kromosom X
  • 76.
    Sintesis Kreatin  Kreatindisintesis dari 3 asam amino; glisin, arginin dan metionin  Reaksi pertama: transamidasi arginin jadi glisin membentuk glikosilamin di otot ginjal, bukan di hati dan jantung  Metilasi glikosilamin oleh “metionin aktif” jadi Kreatin di hati
  • 78.
     Kreatin terdapatdi otot,otak dan darah sebagai kreatin fosfat dan kreatin bebas.  Kreatinin adalah anhidrat kreatin terbentuk terutama di otot melalui proses nonenzimatik irreversibel  Kreatinin urine 24 jam seseorang tetap dari hari ke hari, tergantung dari masa otot.
  • 79.
     Histidase mrubahhistidin jadi urokonat  Urokonase merubah urokonat jadi 4 immidazolon-5 propionat seanjutnya jadi formiminoglutamat (Figlu)  Pemindahan formimino dari figlu menjadi glutamat memerlukan tetrahidrofolat  Defisiensi asam folat akan menghambat reaksi ini Hi
  • 80.
     Kelainan padametab, histidin Histidinemia; skrining thd 200 juta bayi menunjukkan insiden 1 : 11.500.Histidin dalam darah dan urine meningkat. Kelaianan ini jinak, sebab def, histidase Asiduria urokonat disebabkan def. urokonase
  • 81.
     Kelainan metabolisme: Glisinuria, ekskresi 0.6 – 1 g glisin dalammurin per hari, kecendrungan membtk batu ginjal. Kadar glisin plasmanormal. Hal ini mungkin karena ggn reabsorpsi di tubuli renal  Hiperoksaluria primer, Ekskresi oksalat dalam urine tak berhubungan dg konsumsi oksalat, tetapi karena deaminasi glisin membtk glioksalat  Defek genetik terjadi krn gagal menganabolisme glioksalat, sehingga teroksidasi jadi oksalat  Urolithiasis, nofrokalsinosis oksalat bilateral progresif, infeksi renal rekuren saluran kemih diikuti mortalitas dini gagal ginjal dan
  • 82.
    Ringkasan 1. Asam aminoberfungsi struktural , fungsional ( proses biosintesis). 2. Glisin berperan Biosintesis Purin, Heme dan Kreatin. Terkonjugasi dg asam empedu Sebagai metabolit obat dl urin
  • 83.
    3. Serin pegangperanan dalam biosintesis fosfolipid, spongiosin karbon No 2 dan 8 purin gugus metil pd timin 4. Metionin Donor gugus metil pada banyak proses biosintesis -biosintesis spermin, spermidin
  • 84.
    5. Glutamin danornitin biosintesis GABA 6. Arginin biosintesis kreatin biosintesis poliamin Sumber nitrogen NO
  • 85.
    7. Triptopan Serotonin, suatuvasokonstriktor dan prekursor melatonin Melanin 8. Tirosin epinefrin norepinefrin hormon tiroid