SlideShare a Scribd company logo
MENGEMBANGKAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
        PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn SD)
Artikel untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah
                              Dasar (PKn SD)
                     Dosen Pengampu: Sri Rejeki, M.Pd




                               Disusun Oleh:
                   Afifah Rizki Yunitasari (11144600103)
                    Bibit Dwi Prasetyorini (11144600104)
                       Wahyono Hadi (11144600105)
                     Lya Wahyuningsih (11144600106)


 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
      FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
              UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
                                   2012

                                     1
MENGEMBANGKAN PENILAIAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN
                       KEWARGANEGARAAN (PKn SD)


      Belajar dan mengajar adalah suatu proses yang mengandung tiga unsur utama
yaitu: tujuan pengajaran, pengalaman (proses) belajar mengajar, dan penilaian hasil
belajar. Dalam perumusan tujuan pengajaran, guru merumuskan bentuk-bentuk
perubahan tingkah laku yang diinginkan terjadi di dalam peserta didik. Sebagaimana
dirumuskan sebagai standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam kurikulum.
      Dalam pelaksanaan kegiatan belajar terdapat strategi, metode dan media yang
digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran seoptimal mungkin.
Sedangkan penilaian hasil belajar merupakan kegiatan untuk melihat sejauh mana
tujuan pengajaran telah dicapai atau dikuasai oleh peserta didik dalam bentuk hasil
belajar yang bisa mereka tunjukan setelah menjalani kegiatan belajar mengajar.
      Penilaian hasil belajar sebagai babak final dalam pembelajaran memiliki peran
yang sangat penting. Ketepatan pemilihan metode penilaian hasil belajar, indikator
yang digunakan, dan jenis/alat penilaian memiliki andil besar dalam berhasil
tidaknya proses penilaian.
      Sebagaimana tujuan pengajaran yang selalu mengikuti perkembangan yang
ada dan strategi kegiatan belajar yang selalu berkembang, penilaian hasil belajar juga
sepatutnya juga berkembang demi keoptimalan dalam menilai tingkat keberhasilan
peserta didik. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu mata pelajaran
yang didalamnya ada proses penilaian hasil belajar tentunya juga mengalami
perkembangan. Jenis dan alat penilaian yang digunakan tentunya berbeda dengan
mata pelajaran yang lain karena PKn lebih mengarah pada sikap dan perilaku.


PENGERTIAN PENILAIAN
      Penilaian adalah suatu kegiatan untuk mengetahui hasi belajar peserta didik
dan mengetahui keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran. Menurut
Davies (1981), pengertian penilaian mengacu pada proses yang menetapkan nilai
kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang dan objek.
Suatu proses pengukuran dalam kegiatan pembelajaran dapat melalui proses
membandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan oleh guru. Penilaian dalam
                                          2
pembelajaran merupakan pembuatan keputusan nilai keberhasilan didalam suatu
pembelajaran melalui pembandingan dengan ketentuan yang berlaku. Penilaian juga
merupakan suatu pengukuran keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar.
Karena suatu keberhasilan peserta didik juga merupakan keberhasilan guru dalam
mentransfer ilmu dengan melalui proses pembelajaran yang didalamnya terdapat
ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam proses penilaian antar individu maupun
kelompok.


TUJUAN PENILAIAN
      Dalam pedoman penilaian Depdikbud (1994), menyatakan bahwa tujuan
penilaian adalah untuk mengetahui kemajuan belajar siswa, untuk perbaikan dan
peningkatan kegiatan belajar siswa serta sekaligus memberikan umpan balik bagi
perbaikan pelaksanaan kegiatan belajar. Dengan mengetahui kemajuan belajar
peserta didik dengan cara melakukan perbandingan melalui ketentuan-ketentuan,
maka kemampuan individu peserta didik dapat terukur dan guru dapat mengetahui
titik kelemahan dan kelebiahan peserta didik dalam proses pembelajaran. Sehingga
dapat memberikan pengajaran dan remidiasi untuk memenuhi kebutuhan perseta
didik sesuai dengan kemajuan dan kemampuannya. Penilaian secara sistematis dan
berkelanjutan untuk:
 1. Menilai hasil belajar siswa di sekolah
 2. Mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat
 3. Mengetahui mutu pendidikan di sekolah (Kep. Mendiknas No. 021/U/2001)


FUNGSI PENILAIAN
      Sesuai dengan tujuan belajar, maka penilaian harus dapat menggambarkan
pencapaian kompetensi dari peserta didik. Secara garis besar fungsi dari penilaian
adalah sebagai berikut:
 1. Mengetahui dan memantau tingkat kemajuan dan kesulitan belajar siswa,
     sehingga memungkinkan untuk memberikan pengajaran dan remidiasi untuk
     memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan kemajuan dan kemampuannya.



                                         3
2. Memberikan umpan balik bagi siswa untuk mengetahui kemampuan dan
     kekurangannya sehingga menimbulkan motivasi untuk memperbaiki hasil
     belajarnya.
 3. Memberikan masukan bagi guru untuk memperbaiki program pembelajarannya.
 4. Memotivasi para siswa untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan
     walaupun dengan pendekatan belajar yang berbeda-beda.
 5. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang
     efektifitas   pembelajaran   dan     pendidikan   sehingga   masyarakat   dapat
     meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan.


PRINSIP PENILAIAN
      Dengan adanya penilaian keberhasilan guru dan anak didik dalam
melaksanakan proses pembelajaran dapat diukur dan kita dapat mengetahui sejauh
mana tujuan pembelajaran dapat tercapai. Adapun prinsip-prinsip penilaian, yaitu:
 1. Menyeluruh
     Penguasaan kemampuan dalam mata pelajaran hendaknya menyeluruh, baik
     menyangkut standar kompetensi, kemampuan dasar serta keseluruhan indikator
     ketercapaian, baik menyangkut dominan kognitif (pengetahuan), afektif (sikap,
     perilaku, dan nilai), serta psikomotor (keterampilan), maupun menyangkut
     evaluasi proses dan hasil belajar.
 2. Berkelanjutan
     Disamping menyeluruh, penilaian hendaknya dilakukan secara berkelanjutan
     (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang
     utuh mengenai perkembangan hasil belajar siswa sebagai dampak langsung (
     dampak intruksional/pembelajarn) maupun dampak tidak langsung dari proses
     pembelajaran .
 3. Berorientasi pada indikator ketercapaian
     sistem penilaian dalam pembelajaran harus mengacu pada indikator
     ketercapaian yang sudah ditetapkan berdasarkan kemampuan dasar/kemampuan
     minimal dan standar kompetensinya. Dengan demikian hasil penilaian
     memberikan gambaran mengenai sampai seberapa indikator kemampuan dasar
     dalam suatu mata pelajaran telah dikuasai oleh siswa.
                                           4
4. Sesuai dengan pengalaman belajar
     Sistem penilaian dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan pengalaman
     belajarnya. misalnya, jika pembelajaran mendekatan penugasan tugas
     promblem-solving      maka evaluasi        harus   diberikan   baik pada proses
     (keterampilan proses) maupun produk atau hasil melakukan problem-solving,
(Drs. Asep Jihad, 2010: 63)


INSTRUMEN PENILAIAN
1. Jenis-jenis penilaian
    Adapun jenis-jenis penilaian. Diantaranya adalah:
     a. Kuis, kuis ini berbentuk isian singkat biasanya menanyakan hal hal yang
         bersifat prinsip. Kuis dapat dilakukan sebelum pelajaran dimulai. Kuis ini
         bertujuan untuk mengungkapkan kembali penguasaan pelajaran oleh siswa.
     b. Ulangan harian , yaitu ujian yang biasa dilakukan setiap saat. Bentuk soal
         yang digunakan lebih baik jika uraian.
     c. Pertanyaan lisan di kelas , yaitu guru menanyakan beberapa pertanyaan
         kepada siwa dengan tujuan mnguatkan pemahaman terhadap konsep.
         Teknik bertanya yang baik yaitu mengajukan pertanyaan dengan jelas, lalu
         memberikan waktu kepada siswa untuk menjawab.
     d. Tugas Individu, yaitu suatu jenis penilaian yang berupa tugas bertujuan
         untuk memperkaya materi pembelajaran siswa. Misalnya tugas mengamati
         gejala atau fenomena di lingkungan tempat tinggal siswa.
     e. Tugas kelompok, yaitu tugas untuk siswa yang dikerjakan oleh kelompok
         siswa. Jenis tugas kelompok biasanya digunakan untuk menilai kemampuan
         kerjasama di dalama sebuah kelompok. Bentuk soalnya adalah uraian bebas
         dengan tingkat perpikir yang tinggi.
     f. Ujian sumatif, yaitu ujian yang dilaksanakan di akhir pembelajaran setiap
         Standar Kompetensi. Ujian sumatif bisa disebut juga dengan ujian semester.
         Bentuk soal yang digunakan sebaiknya berupa tes objektif dengan seluruh
         variasi.


2. Bentuk instrumen Tes dan Non tes
                                          5
Penilaian juga dapat dilakukan dengan instrumen dalam bentuk tes dan non tes
a. Bentuk Instrumen Tes
    Bentuk tes terbagi menjadi dua bentuk, yaitu bentuk soal uraian dan
    objektif. Soal uraian dapat dibedakan:
     1) Soal Uraian bebas , digunakan untuk mengungkapkan pendapat siswa
         atau tanggapan terhadap suatu objek. Siswa yang mempunyai banyak
         pengetahuan maka dapat mengembangkan jawabannya dengan luas,
         sedangkan siswa yang kurang adanya pengetahuan maka akan kurang
         dalam mengembangkan jawabannya.
     2) Soal uraian terbatas, yaitu pertanyaan terbuka tetapi jawabannya
         sudah ditentukan, Sebagai batasannya dapat berupa jumlah acuan,
         ataupun aspek materi. Jadi dalam soal uraian terbatas siswa tidak dapat
         menjawab pertanyaan dengan kriteria lain.
     3) Soal uraian terstruktur, yaitu soal yang mengharuskan siswa untuk
         menjawab pertanyaan berdasarkan data yang tersedia.
         Soal objektif juga memiliki variasi, yaitu: isian singkat, benar salah,
         menjodohkan, pilihan ganda, melengkapi pilihan, hubungan antar hal,
         tinjauan kasus, pilihan ganda komplek, dan membaca diagram.


b. Bentuk Instrumen Non Tes
     1) Observasi
         Observasi dapat dilakukan pada waktu siswa melakukan proses
         pembelajara, baik sada saat di dalam kelas maupun pada saat study
         lapangan.   Ketika    suatu        kemampuan   muncul    maka     akan
         menggambarkan tingkat kemampuan yang dikuasai. Jika guru ingin
         meng-observasi maka harus mempersiapkan lembar observasi.
         Observasi biasanya digunakan untuk menilai perbuatan, terutama
         aspek keterampilan tertentu.
     2) Penugasan
         Penugasan dapat dikerjakan secara individu maupun kelompok,
         biasanya guru dalam memberikan penugasan, guru juga memberikan

                                        6
batas waktu untuk mengerjakan tugasnya, baik mengerjakan tugas
              tersebut di sekolah maupun di rumah.


          3) Dokumentasi
              Penilaian dilakukan dengan cara melihat karya siswa yang diperoleh
              selama melakukan kegiatan pembelajaran. Dokumen hasil karya siswa
              dapat berupa kliping, diskusi dalam sebuah kelompok, laporan
              pengamatan di lapangan, makalah, dan lain-lain.


HASIL BELAJAR
      Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan
belajar (Abdurrahman,1999). Menurut Juliah,2004, hasil belajar adalah pola-pola
perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian dan sikap-sikap serta apersepsi dan
abilitas. Belajar itu sendiri adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang
secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya (Slameto, 2003: 3). Pada dasarnya belajar merupakan tahapan
perubahan perilaku siswa yang relatif positif dan mantap sebagai hasil interaksi
dengan lingkungannya yang melibatkan proses kognitif dan melalui beberapa tahap.
Tahapan dalam belajar tergantung pada fase-fase belajar, salah satu tahapannya
adalah yang dikemukakan oleh Witting yaitu:
   1. Tahap acquisition, yaitu tahapan perolehan informasi.
   2. Tahap storage, yaitu tahapan penyimpanan informasi.
   3. Tahap retrieval, yaitu tahapan pendekatan kembali informasi (Syah,2003).
      Setiap individu pasti mengalamai proses belajar. Belajar dapat dilakukan oleh
siapapun, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, maupun orang tua, dan akan
berlangsung seumur hidup. Dalam pendidikan di sekolah belajar merupakan kegiatan
yang pokok yang harus dilaksanakan. Tujuan pendidikan akan tercapai apabila
proses belajar dalam suatu sekolah dapat berlangsung dengan baik, yaitu proses
belajar yang melibatkan siswa secara aktif dalam prosses pembelajaran.
      Setelah melalui proses belajar maka siswa diharapkan dapat mencapai tujuan
belajar yang disebut juga sebagai hasil belajar. Untuk memperoleh hasil belajar,
dilakukan evaluasi atau penilaian yang merupakan tindak lanjut atau cara untuk
                                          7
mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap pembelajaran. Kemajuan prestasi
belajar siswa tidak saja diukur dari tingkat penguasaan ilmu pengetahuan tetapi juga
sikap dan keterampilan. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil
belajar merupakan hasil atau pencapaian yang diperoleh seorang anak setelah
melewati proses belajar yang panjang dengan terlebih dahulu dilakukan evaluasi dari
proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Hasil belajar yang tinggi
atau rendah menunjukkan keberhasilan guru dalam menyampaikan materi pelajaran
dalam proses pembelajaran tersebut.
      Salah satu indikator tercapai atau tidaknya suatu roses pembelajaran adalah
dengan melihat hasil belajar yang dicapai oeh siswa. Hasil belajar merupakan
cerminan tingkat keberhasilan atau pencapaian tujuan dari proses belajar yang telah
dilaksanakan yang pada puncaknya diakhiri dengan suatu evaluasi. Hasil belajar
diartikan sebagai hasil akhir pengambilan keputusan tentang tinggi rendahnya nilai
siswa selama mengikuti proses pembelajaran, pembelajaran dikatakan berhasil jika
tingkat pengetahuan siswa bertambah dari hasil sebelumnya (Djamarah, 2000:25).
Menurut Benjamin S.Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga
kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor.
1. Ranah Kognitif
    Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu
    pengetahuan, pemahaman, aplikasi/penerapan, analisis, sintesis dan penilaian.
2. Ranah Afektif
    Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang
    kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan
    karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai.
3. Ranah Psikomotorik
    Meliputi     keterampilan    motorik,       manipulasi   benda-benda,    koordinasi
    neuromuscular (menghubungkan, mengamati).
      Perubahan salah satu atau ketiga ranah yang disebabkan oleh proses belajar
dinamakan hasil belajar. Hasil belajar dapat dilihat dari ada tidaknya perubahan
ketiga ranah tersebut yang dialami siswa setelah menjalani proses belajar. Baik
buruknya hasil belajar dapat dilihat dari hasil evaluasi, selain mengukur hasil belajar,
penilaian dapat juga ditujukan kepada proses pembelajaran yaitu untuk mengetahui
                                            8
sejauh mana tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Semakin baik
proses pembelajaran dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar, maka
seharusnya hasil belajar yang diperoleh siswa akan semakin tinggi sesuai dengan
tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya.
      Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Menurut Slameto
(2003: 54-60) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain:
1. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa)
   Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi tiga faktor, yakni:
    a) Faktor jasmaniah, meliputi faktor kesehatan dan faktor cacat tubuh.
    b) Faktor psikologis, meliputi intelegensi, bakat, motif, dan kematangan.
    c) Faktor kesiapan (kelelahan) , meliputi faktor kelelahan jasmani dan faktor
           kelelahan rohani.
2. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa)
    Faktor yang berasala dari luar diri siswa sendiri meliputi tiga faktor, yakni:
    a) Faktor keluarga, meliputi cara orang tua mendidik, relasi antar anggota
           keluarga, suasana rumah, dan keadaan ekonomi keluarga.
    b) Faktor sekolah, meliputi metode mengajar guru, kurikulum, relasi guru
           dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran,
           waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode
           belajar yang diterapkan, tugas rumah yang diberikan.
    c) Faktor masyarakat, meliputi kesiapan siswa dalam masyarakat, teman
           bergaul, bentuk kehidupan masyarakat.
      Penilaian hasil belajar yang dilakukan bertujuan untuk mengukur kemampuan
siswa apakah siswa memahami pembelajaran yang sudah diberikan. Untuk mengukur
keberhasilan proses pembelajaran dibagi atas beberapa tingkatan taraf sebagai
berikut:
1. Istimewa/maksimal, apabila seluruh bahan pelajaran dapat dikuasai oleh siswa.
2. Baik sekali/optimal, apabila sebagian besar bahan pelajaran dapat dikuasai 76%-
    99%.
3. Baik/minimal, apabila bahan pelajaran hanya dikuasai 60%-75%.
4. Kurang, apabila bahan pelajaran yang dikuasai kurang dari 60%. (Djamarah,
    2006: 107).
                                            9
Sehubungan dengan hal di atas, adapun hasil pengajaran dikatakan betul-betul
baik apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Hasil itu tahan lama dan dapat digunakan dalam kehidupan oleh siswa.
2. Hasil itu merupakan pengetahuan asli atau otentik.


INDIKATOR HASIL BELAJAR
      Indikator hasil belajar merupakan tolok ukur keberhasilan atau tujuan apa
yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran. Untuk mengetahui apakah
pembelajaran yang diberikan kepada siswa berhasil, terlebih dahulu ditetapkan
kriteria keberhasilan pengajaran. Mengingat pengajaran merupakan suatu proses
untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan, maka disini dapat ditentukan dua
kriteria yang bersifat umum. Menurut Sudjana (2004) kedua kriteria tersebut adalah:
1. Kriteria ditinjau dari sudut prosesnya
    Kriteria ditinjau dari prosesnya menelkankan kepada pengajaran sebagai suatu
    proses yang merupakan interaksi dinamis sehingga siswa sebagai subjek mampu
    mengembangkkan potensinya dengan belajar sendiri.
2. Kriteria ditinjau dari hasilnya
    Disamping tinjauan dari segi proses, keberhasilan pengajaran dapat dilihat dari
    segi hasil.


PENGEMBANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR PKn SD
      Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan
kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari
Bloom ,yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah yakni ranah kognitif,
ranah afektif, dan ranah psikomotorik.
      Ranah kognitif berkenaan denga hasil belajar intelektual yang tediri dari enam
aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan
evaluasi.
      Ranah afektif berkenaan sikap yang terdiri dari lima aspek , yakni penerimaan,
jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi.
      Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan
kemampuan bertindak. Terdapat enam aspek ranah psikomotoris, yakni: gerakan
                                           10
reflex, keterampilan gerakan dasar,    kemampuan perseptual, keharmonisan atau
ketepatan, gerakan keterampilan komplek dan gerakan ekspresif.
       Selain ketiga taksonomi Bloom diatas, penilaian hasil belajar PKn SD juga
perlu memperhatikan aspek psikologis, sosiokultural dan spiritual. Moral juga
memiliki peranan penting sebagai indicator penilaian hasil belajar PKn SD.
       Berikut ini digambarkan pengembangan penilaian hasil belajar PKn SD:

                                  PENGEMBANGAN ALAT
                                       PENILAIAN




   Pengembangan alat penilaian                          Pengembangan alat penilaian
        dengan teknik tes                                 kognitif dan non-kognitif

          Pengembangan alat                            § Pengembangan alat
        penilaian dengan teknik                          penilaian kognitif
                non-tes                                § Pengembangan alat
                                                         penilaian afektif
                                                       § Pengembangan alat
                                                         penilaian psikomotorik




Pengembangan Penilaian dengan Teknik Tes
       Teknik tes merupakan salah satu alat, cara dan langkah-langkah yang
sistematik untuk digunakan dalam mengukur sejumlah perilaku tertentu siswa.
Bentuk tes terdiri dari:
    1) Tes tertulis, yaitu penilaian yang bentuk dan pelaksanaanya dilakukan secara
        tertulis. Salah satu diantaranya adalah: soal uraian bebas, digunakan untuk
        mengungkapkan pendapat siswa atau tanggapan terhadap suatu objek. Siswa
        yang mempunyai banyak pengetahuan maka dapat mengembangkan
        jawabannya dengan luas, sedangkan siswa yang kurang adanya pengetahuan
        maka akan kurang dalam mengembangkan jawabannya.
    2) Tes lisan, yaitu alat penilaian yang bentuk dan pelaksanaan dilakukan secara
        lisan.
                                         11
3) Tes perbuatan, yaitu penilaian dilakukan melalui perbuatan siswa. Penilaian
       ini dirasa tepat untuk pembelajaran PKn SD karena terkait dengan sikap dan
       perilaku yang bermoral dan berkarakter.


Pengembangan Alat Penilaian dengan Teknik Non-Tes
      Prosedurnya tidak sesistematis sebagaimana teknik tes. Bentuk tes ini untuk
memperoleh gambaran mengenai karakteristik minat, sikap atau kepribadian siswa.
   1) Penugasan, dapat berupa skala sikap (alat penilaian yang digunakan untuk
       mengungkapkan sikap siswa melalui tugas tertulis). Dari jawaban siswa, guru
       dapat melihat perwujudan sikap dan perilaku siswa)
   2) Observasi, alat penilaian yang pengisiannya dilakukan oleh guru atas dasar
       pengamatan terhadap perilaku siswa. Observasi dapat dilakukan dengan
       mengisi check list oleh guru dari beberapa daftar sikap dan perilaku.
       Penilaian ini dapat juga berupa catatan harian mengenai perilaku siswa,
       misalnya: keterlambatan, mengambil yang bukan miliknya, suka menganggu
       dsb.


Pengembangan Alat Penilaian Kognitif
   a. Pengetahuan, mencakup kemampuan ingatan dari apa yang telah dipelajari,
       berkaitan fakta dan peristiwa.
   b. Pemahaman, mencakup kemampuan menerima arti dan makna dari apa yang
       telah diterima
   c. Penerapan, menerapkan masalah pada yang nyata.
   d. Analisis, kemampuan menganalisa apa yang dimengerti menjadi lebih paham
       lagi.
   e. Sintesis, kemapuan membentuk pola baru yang dianggap lebih tepat.
   f. Evaluasi, kemampuan untuk menilai hasil ujian atau hal lain sesuai standar.


Pengembangan Alat Penilaian Afektif
   a. Penerapan, berhubungan dengan kesensitifan akan suatu peristiwa.
   b. Partisipasi, kesediaan memperhatikan dan perduli untuk ikut serta.

                                        12
c. Penilaian dan penentuan sikap , penerimaan mengakui penilaian atau
       pendapat orang lain.
   d. Organisasi,sistem nilai pedoman dan pegangan hidup.
   e. Pembentukan pola hidup , terkait dengan kehidupan pribadi.


Pengembangan Alat Penilaian Psikomotorik
   a. Persepsi, kemampuan memilah-milah hal-hal secara khas setelah menyadari
       adanya perbedaan. Misalnya: pemilahan antara anak yang pendiam dengana
       anak yang suka berbuat gaduh.
   b. Kesiapan, kemampuan penempatan diri dalam gerakan jasmani dengan
       rohani. Dalam PKn misalnya mengamati perilaku seseorang.
   c. Gerakan terbimbing , menirukan gerakan yang sesuai dengan contoh yang
       diberikan oleh guru. Misalnya dalam PKn, guru memberi contoh/suri
       tauladan cara mengucap salam yang baik, perilaku yang sopan di depan
       murid.
   d. Gerakan kompleks, melakukan sikap moral cara membantu teman yang
       membutuhkan bantuan sikap yang menyenangkan, terampil dan cekatan.
   e. Gerakan yang terbiasa , mencakup kemampuan melakukan kebiasaan yang
       baik. Contohnya: kebiasaan mengucapkan salam, jabat tangan dsb.
   f. Penyesuaian pola gerakan , menyesuaikan dengan keadaan lingkungan
       sekitar.
   g. Kreativitas, kemampuan berperilaku yang disesuaikan dnegna sikap dasar
       yang dimilikinya sendiri. Misalnya: cara bergaul, cara menolong teman yang
       membutuhkan.
Contoh penerapan alat penilaian hasil belajar PKn SD à Afektif
Kelas/Semester        : 5/2
Standar Kompetensi : Menghargai Keputusan Bersama
Model soal            : Skala sikap


SOAL
Pilih salah satu jawaban yang cocok dengan pilihanmu, dan beri tanda cek (V).

                                        13
Perilaku Hendra dalam mematuhi keputusan bersama menjalankan peraturan
sekolah.
No.                 Perilaku                    Sedang      Baik       Baik sekali
1      Datang ke sekolah tepat waktu
2      Membuat surat jika tidak masuk
       sekolah
3      Tidak menyontek sewaktu ujian
4      Mengucap salam jika bertemu guru
5      Berjabat tangan jika bertemu guru




Referensi:
Asep Jihad dan Abdul Haris. 2008. Evaluasi Pembelajaran . Yogyakarta: Multi
      Pressido
A.Supratiknya. 2012. Penilaian Hasil Belajar dengan Teknik Nontes . Yogyakarta:
      Universitas Sanata Darma
Nana Sudjana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar . Bandung: PT
      Remaja Rosdakarya
http://www.fkip.unej.ac.id/attachments/263_inisiasi_Pkn_4.pdf
      (diakses 23 November 2012)
http://ainamulyana.blogspot.com/2012/02/penilaian-hasil-belajar.html
      (diakses 23 November 2012)




                                           14

More Related Content

What's hot

Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Menyimak
Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus MenyimakPembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Menyimak
Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Menyimak
Yuns Saragih
 
Objek dalam Penelitian Tindakan Kelas - smst VI
Objek dalam Penelitian Tindakan Kelas - smst VIObjek dalam Penelitian Tindakan Kelas - smst VI
Objek dalam Penelitian Tindakan Kelas - smst VI
Qonita Aliyatunnuha
 
02-Desain Pembelajaran PPG-Kategori 1-2022-(versi1).pptx
02-Desain Pembelajaran PPG-Kategori 1-2022-(versi1).pptx02-Desain Pembelajaran PPG-Kategori 1-2022-(versi1).pptx
02-Desain Pembelajaran PPG-Kategori 1-2022-(versi1).pptx
Marsi Bani
 
Lembar observasi siswa
Lembar observasi siswaLembar observasi siswa
Lembar observasi siswa
Alby Alyubi
 
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docx
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docxProduk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docx
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docx
diahprameswari1986
 
pembelajaran ipa di SD modul 5 dan 6
pembelajaran ipa di SD modul 5 dan 6pembelajaran ipa di SD modul 5 dan 6
pembelajaran ipa di SD modul 5 dan 6
medy disk
 
Contoh Laporan PKP UT PGSD IPA Materi Perpindahan Energi Panas - Pemantaan Ke...
Contoh Laporan PKP UT PGSD IPA Materi Perpindahan Energi Panas - Pemantaan Ke...Contoh Laporan PKP UT PGSD IPA Materi Perpindahan Energi Panas - Pemantaan Ke...
Contoh Laporan PKP UT PGSD IPA Materi Perpindahan Energi Panas - Pemantaan Ke...
Soal Universitas Terbuka
 
Lembar observasi guru 1
Lembar observasi guru 1Lembar observasi guru 1
Lembar observasi guru 1
Rudy Restanto
 
Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docx
Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docxDiskusi Refleksi Akhir PPL I.docx
Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docx
UlfahWulandari2
 
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) Terbaru
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) TerbaruFormat APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) Terbaru
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) Terbaru
Akang Juve
 
Refleksi dan rencana tindak lanjut
Refleksi dan rencana tindak lanjutRefleksi dan rencana tindak lanjut
Refleksi dan rencana tindak lanjut
AlpiZaidah
 
Contoh rubrik penilaian psikomotorik
Contoh rubrik penilaian psikomotorikContoh rubrik penilaian psikomotorik
Contoh rubrik penilaian psikomotorik
Muhammad Idris
 
Peta Konsep Modul 1-6 Pembelajaran Terpadu di SD
Peta Konsep Modul 1-6 Pembelajaran Terpadu di SDPeta Konsep Modul 1-6 Pembelajaran Terpadu di SD
Peta Konsep Modul 1-6 Pembelajaran Terpadu di SD
EkaSabatina1
 
(18) RPP PKn pengamalan sumpah pemuda 3A
(18) RPP PKn pengamalan sumpah pemuda 3A(18) RPP PKn pengamalan sumpah pemuda 3A
(18) RPP PKn pengamalan sumpah pemuda 3A
Nastiti Rahajeng
 
Modul 6. Pemberian Nilai dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian
Modul 6. Pemberian Nilai dan Tindak Lanjut Hasil PenilaianModul 6. Pemberian Nilai dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian
Modul 6. Pemberian Nilai dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian
Naita Novia Sari
 
tugas uts kurikulum.docx
tugas uts kurikulum.docxtugas uts kurikulum.docx
tugas uts kurikulum.docx
LisnaNuraida
 
Kata kerja operasional indikator k13_taksonomi bloom
Kata kerja operasional indikator k13_taksonomi bloomKata kerja operasional indikator k13_taksonomi bloom
Kata kerja operasional indikator k13_taksonomi bloom
masterkukuh
 
PPT MATERI DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD
PPT MATERI DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SDPPT MATERI DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD
PPT MATERI DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD
Fitriadina1
 

What's hot (20)

Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Menyimak
Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus MenyimakPembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Menyimak
Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Fokus Menyimak
 
Objek dalam Penelitian Tindakan Kelas - smst VI
Objek dalam Penelitian Tindakan Kelas - smst VIObjek dalam Penelitian Tindakan Kelas - smst VI
Objek dalam Penelitian Tindakan Kelas - smst VI
 
02-Desain Pembelajaran PPG-Kategori 1-2022-(versi1).pptx
02-Desain Pembelajaran PPG-Kategori 1-2022-(versi1).pptx02-Desain Pembelajaran PPG-Kategori 1-2022-(versi1).pptx
02-Desain Pembelajaran PPG-Kategori 1-2022-(versi1).pptx
 
Lembar observasi siswa
Lembar observasi siswaLembar observasi siswa
Lembar observasi siswa
 
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docx
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docxProduk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docx
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docx
 
pembelajaran ipa di SD modul 5 dan 6
pembelajaran ipa di SD modul 5 dan 6pembelajaran ipa di SD modul 5 dan 6
pembelajaran ipa di SD modul 5 dan 6
 
Powerpoint strategi pembelajaran
Powerpoint strategi pembelajaranPowerpoint strategi pembelajaran
Powerpoint strategi pembelajaran
 
Contoh Laporan PKP UT PGSD IPA Materi Perpindahan Energi Panas - Pemantaan Ke...
Contoh Laporan PKP UT PGSD IPA Materi Perpindahan Energi Panas - Pemantaan Ke...Contoh Laporan PKP UT PGSD IPA Materi Perpindahan Energi Panas - Pemantaan Ke...
Contoh Laporan PKP UT PGSD IPA Materi Perpindahan Energi Panas - Pemantaan Ke...
 
Lembar observasi guru 1
Lembar observasi guru 1Lembar observasi guru 1
Lembar observasi guru 1
 
Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docx
Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docxDiskusi Refleksi Akhir PPL I.docx
Diskusi Refleksi Akhir PPL I.docx
 
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) Terbaru
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) TerbaruFormat APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) Terbaru
Format APKG 1 dan 2 PKP Universitas Terbuka ( UT ) Terbaru
 
Refleksi dan rencana tindak lanjut
Refleksi dan rencana tindak lanjutRefleksi dan rencana tindak lanjut
Refleksi dan rencana tindak lanjut
 
Contoh rubrik penilaian psikomotorik
Contoh rubrik penilaian psikomotorikContoh rubrik penilaian psikomotorik
Contoh rubrik penilaian psikomotorik
 
Peta Konsep Modul 1-6 Pembelajaran Terpadu di SD
Peta Konsep Modul 1-6 Pembelajaran Terpadu di SDPeta Konsep Modul 1-6 Pembelajaran Terpadu di SD
Peta Konsep Modul 1-6 Pembelajaran Terpadu di SD
 
Format RPP Kurikulum 2013
Format RPP Kurikulum 2013Format RPP Kurikulum 2013
Format RPP Kurikulum 2013
 
(18) RPP PKn pengamalan sumpah pemuda 3A
(18) RPP PKn pengamalan sumpah pemuda 3A(18) RPP PKn pengamalan sumpah pemuda 3A
(18) RPP PKn pengamalan sumpah pemuda 3A
 
Modul 6. Pemberian Nilai dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian
Modul 6. Pemberian Nilai dan Tindak Lanjut Hasil PenilaianModul 6. Pemberian Nilai dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian
Modul 6. Pemberian Nilai dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian
 
tugas uts kurikulum.docx
tugas uts kurikulum.docxtugas uts kurikulum.docx
tugas uts kurikulum.docx
 
Kata kerja operasional indikator k13_taksonomi bloom
Kata kerja operasional indikator k13_taksonomi bloomKata kerja operasional indikator k13_taksonomi bloom
Kata kerja operasional indikator k13_taksonomi bloom
 
PPT MATERI DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD
PPT MATERI DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SDPPT MATERI DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD
PPT MATERI DAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD
 

Viewers also liked

Teknik Pengolahan Hasil Penilaian Psikomotor dan Afektif
Teknik Pengolahan Hasil Penilaian Psikomotor dan AfektifTeknik Pengolahan Hasil Penilaian Psikomotor dan Afektif
Teknik Pengolahan Hasil Penilaian Psikomotor dan Afektif
Khanifah Inabah
 
Penilaian Afektif
Penilaian AfektifPenilaian Afektif
Penilaian Afektif
Pristiadi Utomo
 
Pengembangan penilaian
Pengembangan penilaianPengembangan penilaian
Pengembangan penilaian
Luluk Wulandari Hariyanto
 
Pendidikan Berbasis Masyarakat (YENI ISNAENI)
Pendidikan Berbasis Masyarakat (YENI ISNAENI)Pendidikan Berbasis Masyarakat (YENI ISNAENI)
Pendidikan Berbasis Masyarakat (YENI ISNAENI)
YENI ISNAENI SUNARDI
 
Rancangan penilaian pkn
Rancangan penilaian pknRancangan penilaian pkn
Rancangan penilaian pkn
eli priyatna laidan
 
Makalah pendekatan dan penerapan keterampilan proses
Makalah pendekatan dan penerapan keterampilan prosesMakalah pendekatan dan penerapan keterampilan proses
Makalah pendekatan dan penerapan keterampilan proses
Rfebiola
 
Makalah strategi, metode, media pkn di sd
Makalah strategi, metode, media pkn di sdMakalah strategi, metode, media pkn di sd
Makalah strategi, metode, media pkn di sd
hanazawa Herozui
 
Strategi dan model pembelajaran p kn komtemporer dan inovatif
Strategi  dan  model  pembelajaran  p kn komtemporer dan inovatifStrategi  dan  model  pembelajaran  p kn komtemporer dan inovatif
Strategi dan model pembelajaran p kn komtemporer dan inovatif
eli priyatna laidan
 
Pengolahan Nilai Hasil Belajar Oleh Pendidik (penilaian Autentik)
Pengolahan Nilai Hasil Belajar Oleh Pendidik (penilaian Autentik)Pengolahan Nilai Hasil Belajar Oleh Pendidik (penilaian Autentik)
Pengolahan Nilai Hasil Belajar Oleh Pendidik (penilaian Autentik)
Nur Agustin Mufarokhah
 
Penilaian hasil-belajar
Penilaian hasil-belajarPenilaian hasil-belajar
Penilaian hasil-belajar
Waosutro Waosutro
 
Makalah wawasan-nusantara
Makalah wawasan-nusantaraMakalah wawasan-nusantara
Makalah wawasan-nusantara
Amsal Silaban Silaban
 
Rpp pkn kelas 5 semester 2 berorganisasi pendekatan scientific
Rpp pkn kelas 5 semester 2 berorganisasi pendekatan scientificRpp pkn kelas 5 semester 2 berorganisasi pendekatan scientific
Rpp pkn kelas 5 semester 2 berorganisasi pendekatan scientific
Rachmah Safitri
 
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAMImplementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
Kartic Muna
 
Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD)
Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD)Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD)
Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD)
Chusnul Labib
 
Cinta tanah air dan patriotisme power point
Cinta tanah air dan patriotisme power pointCinta tanah air dan patriotisme power point
Cinta tanah air dan patriotisme power point
hasan_dr
 
Taksonomi bloom
Taksonomi bloomTaksonomi bloom
Taksonomi bloom
Dian Bayujaga
 

Viewers also liked (17)

Skala bertingkat
Skala bertingkatSkala bertingkat
Skala bertingkat
 
Teknik Pengolahan Hasil Penilaian Psikomotor dan Afektif
Teknik Pengolahan Hasil Penilaian Psikomotor dan AfektifTeknik Pengolahan Hasil Penilaian Psikomotor dan Afektif
Teknik Pengolahan Hasil Penilaian Psikomotor dan Afektif
 
Penilaian Afektif
Penilaian AfektifPenilaian Afektif
Penilaian Afektif
 
Pengembangan penilaian
Pengembangan penilaianPengembangan penilaian
Pengembangan penilaian
 
Pendidikan Berbasis Masyarakat (YENI ISNAENI)
Pendidikan Berbasis Masyarakat (YENI ISNAENI)Pendidikan Berbasis Masyarakat (YENI ISNAENI)
Pendidikan Berbasis Masyarakat (YENI ISNAENI)
 
Rancangan penilaian pkn
Rancangan penilaian pknRancangan penilaian pkn
Rancangan penilaian pkn
 
Makalah pendekatan dan penerapan keterampilan proses
Makalah pendekatan dan penerapan keterampilan prosesMakalah pendekatan dan penerapan keterampilan proses
Makalah pendekatan dan penerapan keterampilan proses
 
Makalah strategi, metode, media pkn di sd
Makalah strategi, metode, media pkn di sdMakalah strategi, metode, media pkn di sd
Makalah strategi, metode, media pkn di sd
 
Strategi dan model pembelajaran p kn komtemporer dan inovatif
Strategi  dan  model  pembelajaran  p kn komtemporer dan inovatifStrategi  dan  model  pembelajaran  p kn komtemporer dan inovatif
Strategi dan model pembelajaran p kn komtemporer dan inovatif
 
Pengolahan Nilai Hasil Belajar Oleh Pendidik (penilaian Autentik)
Pengolahan Nilai Hasil Belajar Oleh Pendidik (penilaian Autentik)Pengolahan Nilai Hasil Belajar Oleh Pendidik (penilaian Autentik)
Pengolahan Nilai Hasil Belajar Oleh Pendidik (penilaian Autentik)
 
Penilaian hasil-belajar
Penilaian hasil-belajarPenilaian hasil-belajar
Penilaian hasil-belajar
 
Makalah wawasan-nusantara
Makalah wawasan-nusantaraMakalah wawasan-nusantara
Makalah wawasan-nusantara
 
Rpp pkn kelas 5 semester 2 berorganisasi pendekatan scientific
Rpp pkn kelas 5 semester 2 berorganisasi pendekatan scientificRpp pkn kelas 5 semester 2 berorganisasi pendekatan scientific
Rpp pkn kelas 5 semester 2 berorganisasi pendekatan scientific
 
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAMImplementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
Implementasi pancasila dalam bidang IPOLEKSOSBUDHANKAM
 
Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD)
Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD)Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD)
Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD)
 
Cinta tanah air dan patriotisme power point
Cinta tanah air dan patriotisme power pointCinta tanah air dan patriotisme power point
Cinta tanah air dan patriotisme power point
 
Taksonomi bloom
Taksonomi bloomTaksonomi bloom
Taksonomi bloom
 

Similar to Mengembangkan Penilaian Hasil Belajar PKn

Prosedur penilaian
Prosedur penilaianProsedur penilaian
Prosedur penilaian
Rofiqoh Rofiqoh
 
MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN ANNISA.pdf
MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN ANNISA.pdfMAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN ANNISA.pdf
MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN ANNISA.pdf
XixoHandshome
 
Pengertian evaluasi pendidikan
Pengertian evaluasi pendidikanPengertian evaluasi pendidikan
Pengertian evaluasi pendidikan
Hanapi Hasan
 
Modul penilaian pembelajaran
Modul penilaian pembelajaranModul penilaian pembelajaran
Modul penilaian pembelajaran
RAHMANULJA
 
22 article text-47-2-10-20200803
22 article text-47-2-10-2020080322 article text-47-2-10-20200803
22 article text-47-2-10-20200803
Ian Andrian
 
3. PPT Materi Ajar Evaluasi Pembelajaran (Genap 2018-2019).pdf
3. PPT Materi Ajar Evaluasi Pembelajaran (Genap 2018-2019).pdf3. PPT Materi Ajar Evaluasi Pembelajaran (Genap 2018-2019).pdf
3. PPT Materi Ajar Evaluasi Pembelajaran (Genap 2018-2019).pdf
dayuprasanda
 
Strategi pengembangan pbk
Strategi pengembangan pbkStrategi pengembangan pbk
Strategi pengembangan pbk
Egi Ramadah
 
Proses Belajar Mengajar sebagai objek penilaian
Proses Belajar Mengajar sebagai objek penilaianProses Belajar Mengajar sebagai objek penilaian
Proses Belajar Mengajar sebagai objek penilaian
melatiaina
 
Makalah Asesmen
Makalah AsesmenMakalah Asesmen
Makalah Asesmen
Agoesdwybima Salim
 
Evaluasi pembelajaran _makalah_
Evaluasi pembelajaran _makalah_Evaluasi pembelajaran _makalah_
Evaluasi pembelajaran _makalah_
amirafirda
 
Evaluasi pembelajaran
Evaluasi pembelajaranEvaluasi pembelajaran
Evaluasi pembelajaran
Rozak Sains'synister
 
DESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN.docx
DESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN.docxDESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN.docx
DESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN.docx
mas iwan
 
Penilaian_pembelajaran_bahasa_indonesia_di_sd_unit_9
Penilaian_pembelajaran_bahasa_indonesia_di_sd_unit_9Penilaian_pembelajaran_bahasa_indonesia_di_sd_unit_9
Penilaian_pembelajaran_bahasa_indonesia_di_sd_unit_9
Dwex Ashter
 
Bab 1 2 evaluasi pembelajaran
Bab 1 2 evaluasi pembelajaranBab 1 2 evaluasi pembelajaran
Bab 1 2 evaluasi pembelajaran
RatihSiwi
 
Eea622 educational assessment
Eea622 educational assessmentEea622 educational assessment
Eea622 educational assessment
Sayshare
 
Pengujian, pengukuran, penilaian dalam Pentaksiran PSV
Pengujian, pengukuran, penilaian dalam Pentaksiran PSVPengujian, pengukuran, penilaian dalam Pentaksiran PSV
Pengujian, pengukuran, penilaian dalam Pentaksiran PSV
Noor Syazwanni
 
Modul achmad mubasyir
Modul achmad mubasyirModul achmad mubasyir
Modul achmad mubasyir
achmad_mubasyir
 
Modul mujinurmaksum
Modul mujinurmaksumModul mujinurmaksum
Modul mujinurmaksum
Muji Nur Maksum
 
P19 MERANCANG EVALUASI PEMBELAJARAN YANG KOMPERHENSIF.pptx
P19 MERANCANG EVALUASI PEMBELAJARAN YANG KOMPERHENSIF.pptxP19 MERANCANG EVALUASI PEMBELAJARAN YANG KOMPERHENSIF.pptx
P19 MERANCANG EVALUASI PEMBELAJARAN YANG KOMPERHENSIF.pptx
IbnuNizamSoamole1
 
PPT EVALUASI PEMBELAJARAN KELOMPOK 2.pptx
PPT EVALUASI PEMBELAJARAN KELOMPOK 2.pptxPPT EVALUASI PEMBELAJARAN KELOMPOK 2.pptx
PPT EVALUASI PEMBELAJARAN KELOMPOK 2.pptx
Arisnurmansyah2
 

Similar to Mengembangkan Penilaian Hasil Belajar PKn (20)

Prosedur penilaian
Prosedur penilaianProsedur penilaian
Prosedur penilaian
 
MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN ANNISA.pdf
MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN ANNISA.pdfMAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN ANNISA.pdf
MAKALAH EVALUASI PEMBELAJARAN ANNISA.pdf
 
Pengertian evaluasi pendidikan
Pengertian evaluasi pendidikanPengertian evaluasi pendidikan
Pengertian evaluasi pendidikan
 
Modul penilaian pembelajaran
Modul penilaian pembelajaranModul penilaian pembelajaran
Modul penilaian pembelajaran
 
22 article text-47-2-10-20200803
22 article text-47-2-10-2020080322 article text-47-2-10-20200803
22 article text-47-2-10-20200803
 
3. PPT Materi Ajar Evaluasi Pembelajaran (Genap 2018-2019).pdf
3. PPT Materi Ajar Evaluasi Pembelajaran (Genap 2018-2019).pdf3. PPT Materi Ajar Evaluasi Pembelajaran (Genap 2018-2019).pdf
3. PPT Materi Ajar Evaluasi Pembelajaran (Genap 2018-2019).pdf
 
Strategi pengembangan pbk
Strategi pengembangan pbkStrategi pengembangan pbk
Strategi pengembangan pbk
 
Proses Belajar Mengajar sebagai objek penilaian
Proses Belajar Mengajar sebagai objek penilaianProses Belajar Mengajar sebagai objek penilaian
Proses Belajar Mengajar sebagai objek penilaian
 
Makalah Asesmen
Makalah AsesmenMakalah Asesmen
Makalah Asesmen
 
Evaluasi pembelajaran _makalah_
Evaluasi pembelajaran _makalah_Evaluasi pembelajaran _makalah_
Evaluasi pembelajaran _makalah_
 
Evaluasi pembelajaran
Evaluasi pembelajaranEvaluasi pembelajaran
Evaluasi pembelajaran
 
DESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN.docx
DESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN.docxDESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN.docx
DESAIN EVALUASI PEMBELAJARAN.docx
 
Penilaian_pembelajaran_bahasa_indonesia_di_sd_unit_9
Penilaian_pembelajaran_bahasa_indonesia_di_sd_unit_9Penilaian_pembelajaran_bahasa_indonesia_di_sd_unit_9
Penilaian_pembelajaran_bahasa_indonesia_di_sd_unit_9
 
Bab 1 2 evaluasi pembelajaran
Bab 1 2 evaluasi pembelajaranBab 1 2 evaluasi pembelajaran
Bab 1 2 evaluasi pembelajaran
 
Eea622 educational assessment
Eea622 educational assessmentEea622 educational assessment
Eea622 educational assessment
 
Pengujian, pengukuran, penilaian dalam Pentaksiran PSV
Pengujian, pengukuran, penilaian dalam Pentaksiran PSVPengujian, pengukuran, penilaian dalam Pentaksiran PSV
Pengujian, pengukuran, penilaian dalam Pentaksiran PSV
 
Modul achmad mubasyir
Modul achmad mubasyirModul achmad mubasyir
Modul achmad mubasyir
 
Modul mujinurmaksum
Modul mujinurmaksumModul mujinurmaksum
Modul mujinurmaksum
 
P19 MERANCANG EVALUASI PEMBELAJARAN YANG KOMPERHENSIF.pptx
P19 MERANCANG EVALUASI PEMBELAJARAN YANG KOMPERHENSIF.pptxP19 MERANCANG EVALUASI PEMBELAJARAN YANG KOMPERHENSIF.pptx
P19 MERANCANG EVALUASI PEMBELAJARAN YANG KOMPERHENSIF.pptx
 
PPT EVALUASI PEMBELAJARAN KELOMPOK 2.pptx
PPT EVALUASI PEMBELAJARAN KELOMPOK 2.pptxPPT EVALUASI PEMBELAJARAN KELOMPOK 2.pptx
PPT EVALUASI PEMBELAJARAN KELOMPOK 2.pptx
 

More from Hadi Wahyono

Deskripsi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas vii smp masehi tema...
Deskripsi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas vii smp masehi tema...Deskripsi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas vii smp masehi tema...
Deskripsi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas vii smp masehi tema...
Hadi Wahyono
 
Segi banyak & lingkaran
Segi banyak & lingkaranSegi banyak & lingkaran
Segi banyak & lingkaran
Hadi Wahyono
 
Menemukan rumus segitiga
Menemukan rumus segitigaMenemukan rumus segitiga
Menemukan rumus segitiga
Hadi Wahyono
 
Cedera dalam olahraga
Cedera dalam olahragaCedera dalam olahraga
Cedera dalam olahraga
Hadi Wahyono
 
Noun cluster
Noun clusterNoun cluster
Noun cluster
Hadi Wahyono
 
Pendidikan karakter
Pendidikan karakterPendidikan karakter
Pendidikan karakter
Hadi Wahyono
 

More from Hadi Wahyono (6)

Deskripsi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas vii smp masehi tema...
Deskripsi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas vii smp masehi tema...Deskripsi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas vii smp masehi tema...
Deskripsi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas vii smp masehi tema...
 
Segi banyak & lingkaran
Segi banyak & lingkaranSegi banyak & lingkaran
Segi banyak & lingkaran
 
Menemukan rumus segitiga
Menemukan rumus segitigaMenemukan rumus segitiga
Menemukan rumus segitiga
 
Cedera dalam olahraga
Cedera dalam olahragaCedera dalam olahraga
Cedera dalam olahraga
 
Noun cluster
Noun clusterNoun cluster
Noun cluster
 
Pendidikan karakter
Pendidikan karakterPendidikan karakter
Pendidikan karakter
 

Recently uploaded

MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptxMATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
irwanridwansah82
 
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptxMATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
ratna693450
 
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosialPeranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
bamboekuning
 
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam IslamQR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
Aryada Mahmad
 
ATP sma oke INFORMATIKA FASE F 2024.docx
ATP sma oke  INFORMATIKA FASE F 2024.docxATP sma oke  INFORMATIKA FASE F 2024.docx
ATP sma oke INFORMATIKA FASE F 2024.docx
DefiSuryanti1
 
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
wilda108450
 
7. AKSI NYATA MODUL 2.3 - COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK.pdf
7. AKSI NYATA MODUL 2.3 - COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK.pdf7. AKSI NYATA MODUL 2.3 - COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK.pdf
7. AKSI NYATA MODUL 2.3 - COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK.pdf
liestiyono46
 
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptxPAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
MaybeNext
 
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
Dino246773
 
Modul Ajar Seni Musik Fase D Kelas 8 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Fase D Kelas 8 Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Musik Fase D Kelas 8 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Fase D Kelas 8 Kurikulum Merdeka
Fathan Emran
 
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum MerdekaMateri MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
RizkiDwiKamalulJamal1
 
Modul ajar biologi kelas XII MIPA 3.docx
Modul ajar biologi kelas XII MIPA 3.docxModul ajar biologi kelas XII MIPA 3.docx
Modul ajar biologi kelas XII MIPA 3.docx
erliavany21
 
2. Kepemimpinan Dalam Diri Guru Penggerak.pptx
2. Kepemimpinan Dalam Diri Guru Penggerak.pptx2. Kepemimpinan Dalam Diri Guru Penggerak.pptx
2. Kepemimpinan Dalam Diri Guru Penggerak.pptx
Pemerintah Kab. batang SMK Kandeman
 
Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Membiasakan Berpikir Kri...
Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Membiasakan Berpikir Kri...Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Membiasakan Berpikir Kri...
Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Membiasakan Berpikir Kri...
imankostaman91
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
dexallsonmully
 
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar EfektifPPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
Nurbani10
 
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptxMateri-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
muchamatsolikin58
 
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdfMATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
AgusRustiono
 
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
faturrahman780856
 
MPLS KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
MPLS  KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdfMPLS  KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
MPLS KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
fitriyanti581
 

Recently uploaded (20)

MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptxMATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
MATERI MPLS LITERASI DIGITALirwanrid.pptx
 
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptxMATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
MATERI MPLS 2024 LITERASI DIGITAL DAN KEUANGAN.pptx
 
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosialPeranan fungsi dan etika bermedia sosial
Peranan fungsi dan etika bermedia sosial
 
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam IslamQR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
QR code e-Panduan Solat. Carian bacaan dalam solat fardhu dalam Islam
 
ATP sma oke INFORMATIKA FASE F 2024.docx
ATP sma oke  INFORMATIKA FASE F 2024.docxATP sma oke  INFORMATIKA FASE F 2024.docx
ATP sma oke INFORMATIKA FASE F 2024.docx
 
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
666928737-Materi-MPLS-Pengenalan-Kurikulum-Merdeka.pptx
 
7. AKSI NYATA MODUL 2.3 - COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK.pdf
7. AKSI NYATA MODUL 2.3 - COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK.pdf7. AKSI NYATA MODUL 2.3 - COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK.pdf
7. AKSI NYATA MODUL 2.3 - COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK.pdf
 
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptxPAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
PAPARAN KANIT RESKRIM (JUDI ONLINE).pptx
 
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
628382191-Modul-Ajar-Mengenal-Anuitas-PPL-1.docx
 
Modul Ajar Seni Musik Fase D Kelas 8 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Fase D Kelas 8 Kurikulum MerdekaModul Ajar Seni Musik Fase D Kelas 8 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Seni Musik Fase D Kelas 8 Kurikulum Merdeka
 
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum MerdekaMateri MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
Materi MPLS 2024_2025 Mengenal Kurikulum Merdeka
 
Modul ajar biologi kelas XII MIPA 3.docx
Modul ajar biologi kelas XII MIPA 3.docxModul ajar biologi kelas XII MIPA 3.docx
Modul ajar biologi kelas XII MIPA 3.docx
 
2. Kepemimpinan Dalam Diri Guru Penggerak.pptx
2. Kepemimpinan Dalam Diri Guru Penggerak.pptx2. Kepemimpinan Dalam Diri Guru Penggerak.pptx
2. Kepemimpinan Dalam Diri Guru Penggerak.pptx
 
Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Membiasakan Berpikir Kri...
Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Membiasakan Berpikir Kri...Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Membiasakan Berpikir Kri...
Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Membiasakan Berpikir Kri...
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 dengan modul 1.1
 
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar EfektifPPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
PPT CARA BELAJAR EFEKTIF.ppt. Belajar Efektif
 
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptxMateri-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
Materi-MPLS-Wawasan-Wiyata-Mandala-SMK.pptx
 
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdfMATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
MATERI BULLYING DAN NARKOBA UNTUK LINGKUNGAN SEKOLAH.pdf
 
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
592712163-Lampiran-4-Lembar-Kerja-Rencana-Pengembangan-Kompetensi-DIri.docx
 
MPLS KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
MPLS  KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdfMPLS  KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
MPLS KELAS 5 SD NEGERI 012 SINGKEPSARI NOVITA .pdf
 

Mengembangkan Penilaian Hasil Belajar PKn

  • 1. MENGEMBANGKAN PENILAIAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn SD) Artikel untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Dasar (PKn SD) Dosen Pengampu: Sri Rejeki, M.Pd Disusun Oleh: Afifah Rizki Yunitasari (11144600103) Bibit Dwi Prasetyorini (11144600104) Wahyono Hadi (11144600105) Lya Wahyuningsih (11144600106) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA 2012 1
  • 2. MENGEMBANGKAN PENILAIAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn SD) Belajar dan mengajar adalah suatu proses yang mengandung tiga unsur utama yaitu: tujuan pengajaran, pengalaman (proses) belajar mengajar, dan penilaian hasil belajar. Dalam perumusan tujuan pengajaran, guru merumuskan bentuk-bentuk perubahan tingkah laku yang diinginkan terjadi di dalam peserta didik. Sebagaimana dirumuskan sebagai standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam kurikulum. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar terdapat strategi, metode dan media yang digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran seoptimal mungkin. Sedangkan penilaian hasil belajar merupakan kegiatan untuk melihat sejauh mana tujuan pengajaran telah dicapai atau dikuasai oleh peserta didik dalam bentuk hasil belajar yang bisa mereka tunjukan setelah menjalani kegiatan belajar mengajar. Penilaian hasil belajar sebagai babak final dalam pembelajaran memiliki peran yang sangat penting. Ketepatan pemilihan metode penilaian hasil belajar, indikator yang digunakan, dan jenis/alat penilaian memiliki andil besar dalam berhasil tidaknya proses penilaian. Sebagaimana tujuan pengajaran yang selalu mengikuti perkembangan yang ada dan strategi kegiatan belajar yang selalu berkembang, penilaian hasil belajar juga sepatutnya juga berkembang demi keoptimalan dalam menilai tingkat keberhasilan peserta didik. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai salah satu mata pelajaran yang didalamnya ada proses penilaian hasil belajar tentunya juga mengalami perkembangan. Jenis dan alat penilaian yang digunakan tentunya berbeda dengan mata pelajaran yang lain karena PKn lebih mengarah pada sikap dan perilaku. PENGERTIAN PENILAIAN Penilaian adalah suatu kegiatan untuk mengetahui hasi belajar peserta didik dan mengetahui keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran. Menurut Davies (1981), pengertian penilaian mengacu pada proses yang menetapkan nilai kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, proses, orang dan objek. Suatu proses pengukuran dalam kegiatan pembelajaran dapat melalui proses membandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan oleh guru. Penilaian dalam 2
  • 3. pembelajaran merupakan pembuatan keputusan nilai keberhasilan didalam suatu pembelajaran melalui pembandingan dengan ketentuan yang berlaku. Penilaian juga merupakan suatu pengukuran keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar. Karena suatu keberhasilan peserta didik juga merupakan keberhasilan guru dalam mentransfer ilmu dengan melalui proses pembelajaran yang didalamnya terdapat ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam proses penilaian antar individu maupun kelompok. TUJUAN PENILAIAN Dalam pedoman penilaian Depdikbud (1994), menyatakan bahwa tujuan penilaian adalah untuk mengetahui kemajuan belajar siswa, untuk perbaikan dan peningkatan kegiatan belajar siswa serta sekaligus memberikan umpan balik bagi perbaikan pelaksanaan kegiatan belajar. Dengan mengetahui kemajuan belajar peserta didik dengan cara melakukan perbandingan melalui ketentuan-ketentuan, maka kemampuan individu peserta didik dapat terukur dan guru dapat mengetahui titik kelemahan dan kelebiahan peserta didik dalam proses pembelajaran. Sehingga dapat memberikan pengajaran dan remidiasi untuk memenuhi kebutuhan perseta didik sesuai dengan kemajuan dan kemampuannya. Penilaian secara sistematis dan berkelanjutan untuk: 1. Menilai hasil belajar siswa di sekolah 2. Mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat 3. Mengetahui mutu pendidikan di sekolah (Kep. Mendiknas No. 021/U/2001) FUNGSI PENILAIAN Sesuai dengan tujuan belajar, maka penilaian harus dapat menggambarkan pencapaian kompetensi dari peserta didik. Secara garis besar fungsi dari penilaian adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui dan memantau tingkat kemajuan dan kesulitan belajar siswa, sehingga memungkinkan untuk memberikan pengajaran dan remidiasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan kemajuan dan kemampuannya. 3
  • 4. 2. Memberikan umpan balik bagi siswa untuk mengetahui kemampuan dan kekurangannya sehingga menimbulkan motivasi untuk memperbaiki hasil belajarnya. 3. Memberikan masukan bagi guru untuk memperbaiki program pembelajarannya. 4. Memotivasi para siswa untuk mencapai kompetensi yang telah ditentukan walaupun dengan pendekatan belajar yang berbeda-beda. 5. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektifitas pembelajaran dan pendidikan sehingga masyarakat dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan. PRINSIP PENILAIAN Dengan adanya penilaian keberhasilan guru dan anak didik dalam melaksanakan proses pembelajaran dapat diukur dan kita dapat mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran dapat tercapai. Adapun prinsip-prinsip penilaian, yaitu: 1. Menyeluruh Penguasaan kemampuan dalam mata pelajaran hendaknya menyeluruh, baik menyangkut standar kompetensi, kemampuan dasar serta keseluruhan indikator ketercapaian, baik menyangkut dominan kognitif (pengetahuan), afektif (sikap, perilaku, dan nilai), serta psikomotor (keterampilan), maupun menyangkut evaluasi proses dan hasil belajar. 2. Berkelanjutan Disamping menyeluruh, penilaian hendaknya dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar siswa sebagai dampak langsung ( dampak intruksional/pembelajarn) maupun dampak tidak langsung dari proses pembelajaran . 3. Berorientasi pada indikator ketercapaian sistem penilaian dalam pembelajaran harus mengacu pada indikator ketercapaian yang sudah ditetapkan berdasarkan kemampuan dasar/kemampuan minimal dan standar kompetensinya. Dengan demikian hasil penilaian memberikan gambaran mengenai sampai seberapa indikator kemampuan dasar dalam suatu mata pelajaran telah dikuasai oleh siswa. 4
  • 5. 4. Sesuai dengan pengalaman belajar Sistem penilaian dalam pembelajaran harus disesuaikan dengan pengalaman belajarnya. misalnya, jika pembelajaran mendekatan penugasan tugas promblem-solving maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) maupun produk atau hasil melakukan problem-solving, (Drs. Asep Jihad, 2010: 63) INSTRUMEN PENILAIAN 1. Jenis-jenis penilaian Adapun jenis-jenis penilaian. Diantaranya adalah: a. Kuis, kuis ini berbentuk isian singkat biasanya menanyakan hal hal yang bersifat prinsip. Kuis dapat dilakukan sebelum pelajaran dimulai. Kuis ini bertujuan untuk mengungkapkan kembali penguasaan pelajaran oleh siswa. b. Ulangan harian , yaitu ujian yang biasa dilakukan setiap saat. Bentuk soal yang digunakan lebih baik jika uraian. c. Pertanyaan lisan di kelas , yaitu guru menanyakan beberapa pertanyaan kepada siwa dengan tujuan mnguatkan pemahaman terhadap konsep. Teknik bertanya yang baik yaitu mengajukan pertanyaan dengan jelas, lalu memberikan waktu kepada siswa untuk menjawab. d. Tugas Individu, yaitu suatu jenis penilaian yang berupa tugas bertujuan untuk memperkaya materi pembelajaran siswa. Misalnya tugas mengamati gejala atau fenomena di lingkungan tempat tinggal siswa. e. Tugas kelompok, yaitu tugas untuk siswa yang dikerjakan oleh kelompok siswa. Jenis tugas kelompok biasanya digunakan untuk menilai kemampuan kerjasama di dalama sebuah kelompok. Bentuk soalnya adalah uraian bebas dengan tingkat perpikir yang tinggi. f. Ujian sumatif, yaitu ujian yang dilaksanakan di akhir pembelajaran setiap Standar Kompetensi. Ujian sumatif bisa disebut juga dengan ujian semester. Bentuk soal yang digunakan sebaiknya berupa tes objektif dengan seluruh variasi. 2. Bentuk instrumen Tes dan Non tes 5
  • 6. Penilaian juga dapat dilakukan dengan instrumen dalam bentuk tes dan non tes a. Bentuk Instrumen Tes Bentuk tes terbagi menjadi dua bentuk, yaitu bentuk soal uraian dan objektif. Soal uraian dapat dibedakan: 1) Soal Uraian bebas , digunakan untuk mengungkapkan pendapat siswa atau tanggapan terhadap suatu objek. Siswa yang mempunyai banyak pengetahuan maka dapat mengembangkan jawabannya dengan luas, sedangkan siswa yang kurang adanya pengetahuan maka akan kurang dalam mengembangkan jawabannya. 2) Soal uraian terbatas, yaitu pertanyaan terbuka tetapi jawabannya sudah ditentukan, Sebagai batasannya dapat berupa jumlah acuan, ataupun aspek materi. Jadi dalam soal uraian terbatas siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dengan kriteria lain. 3) Soal uraian terstruktur, yaitu soal yang mengharuskan siswa untuk menjawab pertanyaan berdasarkan data yang tersedia. Soal objektif juga memiliki variasi, yaitu: isian singkat, benar salah, menjodohkan, pilihan ganda, melengkapi pilihan, hubungan antar hal, tinjauan kasus, pilihan ganda komplek, dan membaca diagram. b. Bentuk Instrumen Non Tes 1) Observasi Observasi dapat dilakukan pada waktu siswa melakukan proses pembelajara, baik sada saat di dalam kelas maupun pada saat study lapangan. Ketika suatu kemampuan muncul maka akan menggambarkan tingkat kemampuan yang dikuasai. Jika guru ingin meng-observasi maka harus mempersiapkan lembar observasi. Observasi biasanya digunakan untuk menilai perbuatan, terutama aspek keterampilan tertentu. 2) Penugasan Penugasan dapat dikerjakan secara individu maupun kelompok, biasanya guru dalam memberikan penugasan, guru juga memberikan 6
  • 7. batas waktu untuk mengerjakan tugasnya, baik mengerjakan tugas tersebut di sekolah maupun di rumah. 3) Dokumentasi Penilaian dilakukan dengan cara melihat karya siswa yang diperoleh selama melakukan kegiatan pembelajaran. Dokumen hasil karya siswa dapat berupa kliping, diskusi dalam sebuah kelompok, laporan pengamatan di lapangan, makalah, dan lain-lain. HASIL BELAJAR Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar (Abdurrahman,1999). Menurut Juliah,2004, hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian dan sikap-sikap serta apersepsi dan abilitas. Belajar itu sendiri adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003: 3). Pada dasarnya belajar merupakan tahapan perubahan perilaku siswa yang relatif positif dan mantap sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya yang melibatkan proses kognitif dan melalui beberapa tahap. Tahapan dalam belajar tergantung pada fase-fase belajar, salah satu tahapannya adalah yang dikemukakan oleh Witting yaitu: 1. Tahap acquisition, yaitu tahapan perolehan informasi. 2. Tahap storage, yaitu tahapan penyimpanan informasi. 3. Tahap retrieval, yaitu tahapan pendekatan kembali informasi (Syah,2003). Setiap individu pasti mengalamai proses belajar. Belajar dapat dilakukan oleh siapapun, baik anak-anak, remaja, orang dewasa, maupun orang tua, dan akan berlangsung seumur hidup. Dalam pendidikan di sekolah belajar merupakan kegiatan yang pokok yang harus dilaksanakan. Tujuan pendidikan akan tercapai apabila proses belajar dalam suatu sekolah dapat berlangsung dengan baik, yaitu proses belajar yang melibatkan siswa secara aktif dalam prosses pembelajaran. Setelah melalui proses belajar maka siswa diharapkan dapat mencapai tujuan belajar yang disebut juga sebagai hasil belajar. Untuk memperoleh hasil belajar, dilakukan evaluasi atau penilaian yang merupakan tindak lanjut atau cara untuk 7
  • 8. mengukur tingkat penguasaan siswa terhadap pembelajaran. Kemajuan prestasi belajar siswa tidak saja diukur dari tingkat penguasaan ilmu pengetahuan tetapi juga sikap dan keterampilan. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hasil atau pencapaian yang diperoleh seorang anak setelah melewati proses belajar yang panjang dengan terlebih dahulu dilakukan evaluasi dari proses belajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Hasil belajar yang tinggi atau rendah menunjukkan keberhasilan guru dalam menyampaikan materi pelajaran dalam proses pembelajaran tersebut. Salah satu indikator tercapai atau tidaknya suatu roses pembelajaran adalah dengan melihat hasil belajar yang dicapai oeh siswa. Hasil belajar merupakan cerminan tingkat keberhasilan atau pencapaian tujuan dari proses belajar yang telah dilaksanakan yang pada puncaknya diakhiri dengan suatu evaluasi. Hasil belajar diartikan sebagai hasil akhir pengambilan keputusan tentang tinggi rendahnya nilai siswa selama mengikuti proses pembelajaran, pembelajaran dikatakan berhasil jika tingkat pengetahuan siswa bertambah dari hasil sebelumnya (Djamarah, 2000:25). Menurut Benjamin S.Bloom hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah antara lain kognitif, afektif, psikomotor. 1. Ranah Kognitif Berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi/penerapan, analisis, sintesis dan penilaian. 2. Ranah Afektif Berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai. 3. Ranah Psikomotorik Meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, koordinasi neuromuscular (menghubungkan, mengamati). Perubahan salah satu atau ketiga ranah yang disebabkan oleh proses belajar dinamakan hasil belajar. Hasil belajar dapat dilihat dari ada tidaknya perubahan ketiga ranah tersebut yang dialami siswa setelah menjalani proses belajar. Baik buruknya hasil belajar dapat dilihat dari hasil evaluasi, selain mengukur hasil belajar, penilaian dapat juga ditujukan kepada proses pembelajaran yaitu untuk mengetahui 8
  • 9. sejauh mana tingkat keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Semakin baik proses pembelajaran dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar, maka seharusnya hasil belajar yang diperoleh siswa akan semakin tinggi sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Menurut Slameto (2003: 54-60) faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa antara lain: 1. Faktor internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri meliputi tiga faktor, yakni: a) Faktor jasmaniah, meliputi faktor kesehatan dan faktor cacat tubuh. b) Faktor psikologis, meliputi intelegensi, bakat, motif, dan kematangan. c) Faktor kesiapan (kelelahan) , meliputi faktor kelelahan jasmani dan faktor kelelahan rohani. 2. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa) Faktor yang berasala dari luar diri siswa sendiri meliputi tiga faktor, yakni: a) Faktor keluarga, meliputi cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, dan keadaan ekonomi keluarga. b) Faktor sekolah, meliputi metode mengajar guru, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode belajar yang diterapkan, tugas rumah yang diberikan. c) Faktor masyarakat, meliputi kesiapan siswa dalam masyarakat, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat. Penilaian hasil belajar yang dilakukan bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa apakah siswa memahami pembelajaran yang sudah diberikan. Untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran dibagi atas beberapa tingkatan taraf sebagai berikut: 1. Istimewa/maksimal, apabila seluruh bahan pelajaran dapat dikuasai oleh siswa. 2. Baik sekali/optimal, apabila sebagian besar bahan pelajaran dapat dikuasai 76%- 99%. 3. Baik/minimal, apabila bahan pelajaran hanya dikuasai 60%-75%. 4. Kurang, apabila bahan pelajaran yang dikuasai kurang dari 60%. (Djamarah, 2006: 107). 9
  • 10. Sehubungan dengan hal di atas, adapun hasil pengajaran dikatakan betul-betul baik apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Hasil itu tahan lama dan dapat digunakan dalam kehidupan oleh siswa. 2. Hasil itu merupakan pengetahuan asli atau otentik. INDIKATOR HASIL BELAJAR Indikator hasil belajar merupakan tolok ukur keberhasilan atau tujuan apa yang akan dicapai dalam suatu pembelajaran. Untuk mengetahui apakah pembelajaran yang diberikan kepada siswa berhasil, terlebih dahulu ditetapkan kriteria keberhasilan pengajaran. Mengingat pengajaran merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan, maka disini dapat ditentukan dua kriteria yang bersifat umum. Menurut Sudjana (2004) kedua kriteria tersebut adalah: 1. Kriteria ditinjau dari sudut prosesnya Kriteria ditinjau dari prosesnya menelkankan kepada pengajaran sebagai suatu proses yang merupakan interaksi dinamis sehingga siswa sebagai subjek mampu mengembangkkan potensinya dengan belajar sendiri. 2. Kriteria ditinjau dari hasilnya Disamping tinjauan dari segi proses, keberhasilan pengajaran dapat dilihat dari segi hasil. PENGEMBANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR PKn SD Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan kurikuler maupun tujuan instruksional, menggunakan klasifikasi hasil belajar dari Bloom ,yang secara garis besar membaginya menjadi tiga ranah yakni ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotorik. Ranah kognitif berkenaan denga hasil belajar intelektual yang tediri dari enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Ranah afektif berkenaan sikap yang terdiri dari lima aspek , yakni penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Terdapat enam aspek ranah psikomotoris, yakni: gerakan 10
  • 11. reflex, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketepatan, gerakan keterampilan komplek dan gerakan ekspresif. Selain ketiga taksonomi Bloom diatas, penilaian hasil belajar PKn SD juga perlu memperhatikan aspek psikologis, sosiokultural dan spiritual. Moral juga memiliki peranan penting sebagai indicator penilaian hasil belajar PKn SD. Berikut ini digambarkan pengembangan penilaian hasil belajar PKn SD: PENGEMBANGAN ALAT PENILAIAN Pengembangan alat penilaian Pengembangan alat penilaian dengan teknik tes kognitif dan non-kognitif Pengembangan alat § Pengembangan alat penilaian dengan teknik penilaian kognitif non-tes § Pengembangan alat penilaian afektif § Pengembangan alat penilaian psikomotorik Pengembangan Penilaian dengan Teknik Tes Teknik tes merupakan salah satu alat, cara dan langkah-langkah yang sistematik untuk digunakan dalam mengukur sejumlah perilaku tertentu siswa. Bentuk tes terdiri dari: 1) Tes tertulis, yaitu penilaian yang bentuk dan pelaksanaanya dilakukan secara tertulis. Salah satu diantaranya adalah: soal uraian bebas, digunakan untuk mengungkapkan pendapat siswa atau tanggapan terhadap suatu objek. Siswa yang mempunyai banyak pengetahuan maka dapat mengembangkan jawabannya dengan luas, sedangkan siswa yang kurang adanya pengetahuan maka akan kurang dalam mengembangkan jawabannya. 2) Tes lisan, yaitu alat penilaian yang bentuk dan pelaksanaan dilakukan secara lisan. 11
  • 12. 3) Tes perbuatan, yaitu penilaian dilakukan melalui perbuatan siswa. Penilaian ini dirasa tepat untuk pembelajaran PKn SD karena terkait dengan sikap dan perilaku yang bermoral dan berkarakter. Pengembangan Alat Penilaian dengan Teknik Non-Tes Prosedurnya tidak sesistematis sebagaimana teknik tes. Bentuk tes ini untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik minat, sikap atau kepribadian siswa. 1) Penugasan, dapat berupa skala sikap (alat penilaian yang digunakan untuk mengungkapkan sikap siswa melalui tugas tertulis). Dari jawaban siswa, guru dapat melihat perwujudan sikap dan perilaku siswa) 2) Observasi, alat penilaian yang pengisiannya dilakukan oleh guru atas dasar pengamatan terhadap perilaku siswa. Observasi dapat dilakukan dengan mengisi check list oleh guru dari beberapa daftar sikap dan perilaku. Penilaian ini dapat juga berupa catatan harian mengenai perilaku siswa, misalnya: keterlambatan, mengambil yang bukan miliknya, suka menganggu dsb. Pengembangan Alat Penilaian Kognitif a. Pengetahuan, mencakup kemampuan ingatan dari apa yang telah dipelajari, berkaitan fakta dan peristiwa. b. Pemahaman, mencakup kemampuan menerima arti dan makna dari apa yang telah diterima c. Penerapan, menerapkan masalah pada yang nyata. d. Analisis, kemampuan menganalisa apa yang dimengerti menjadi lebih paham lagi. e. Sintesis, kemapuan membentuk pola baru yang dianggap lebih tepat. f. Evaluasi, kemampuan untuk menilai hasil ujian atau hal lain sesuai standar. Pengembangan Alat Penilaian Afektif a. Penerapan, berhubungan dengan kesensitifan akan suatu peristiwa. b. Partisipasi, kesediaan memperhatikan dan perduli untuk ikut serta. 12
  • 13. c. Penilaian dan penentuan sikap , penerimaan mengakui penilaian atau pendapat orang lain. d. Organisasi,sistem nilai pedoman dan pegangan hidup. e. Pembentukan pola hidup , terkait dengan kehidupan pribadi. Pengembangan Alat Penilaian Psikomotorik a. Persepsi, kemampuan memilah-milah hal-hal secara khas setelah menyadari adanya perbedaan. Misalnya: pemilahan antara anak yang pendiam dengana anak yang suka berbuat gaduh. b. Kesiapan, kemampuan penempatan diri dalam gerakan jasmani dengan rohani. Dalam PKn misalnya mengamati perilaku seseorang. c. Gerakan terbimbing , menirukan gerakan yang sesuai dengan contoh yang diberikan oleh guru. Misalnya dalam PKn, guru memberi contoh/suri tauladan cara mengucap salam yang baik, perilaku yang sopan di depan murid. d. Gerakan kompleks, melakukan sikap moral cara membantu teman yang membutuhkan bantuan sikap yang menyenangkan, terampil dan cekatan. e. Gerakan yang terbiasa , mencakup kemampuan melakukan kebiasaan yang baik. Contohnya: kebiasaan mengucapkan salam, jabat tangan dsb. f. Penyesuaian pola gerakan , menyesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar. g. Kreativitas, kemampuan berperilaku yang disesuaikan dnegna sikap dasar yang dimilikinya sendiri. Misalnya: cara bergaul, cara menolong teman yang membutuhkan. Contoh penerapan alat penilaian hasil belajar PKn SD à Afektif Kelas/Semester : 5/2 Standar Kompetensi : Menghargai Keputusan Bersama Model soal : Skala sikap SOAL Pilih salah satu jawaban yang cocok dengan pilihanmu, dan beri tanda cek (V). 13
  • 14. Perilaku Hendra dalam mematuhi keputusan bersama menjalankan peraturan sekolah. No. Perilaku Sedang Baik Baik sekali 1 Datang ke sekolah tepat waktu 2 Membuat surat jika tidak masuk sekolah 3 Tidak menyontek sewaktu ujian 4 Mengucap salam jika bertemu guru 5 Berjabat tangan jika bertemu guru Referensi: Asep Jihad dan Abdul Haris. 2008. Evaluasi Pembelajaran . Yogyakarta: Multi Pressido A.Supratiknya. 2012. Penilaian Hasil Belajar dengan Teknik Nontes . Yogyakarta: Universitas Sanata Darma Nana Sudjana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar . Bandung: PT Remaja Rosdakarya http://www.fkip.unej.ac.id/attachments/263_inisiasi_Pkn_4.pdf (diakses 23 November 2012) http://ainamulyana.blogspot.com/2012/02/penilaian-hasil-belajar.html (diakses 23 November 2012) 14