1. MENETAPKAN WAKTU DAN TEMPAT

Ada beberapa tempat yang baik sebagai lokasi wawancara :
2. Wilayah Anda (Kantor Surat Kabar tempat anda bekerja). Biasanya
   hal ini jarang perhatikan wartawan atau reporter. Hanya saja,
   kantor kurang memberikan privasi.
3. Wilayah mereka (Rumah bagi yang tidak bekerja, kantor atau pabrik
   atau lainnya tempat mereka bekerja). Biasanya bila berada di
   wilayah mereka, mereka cenderung lebih santai dan dapat
   berbicara lebih bebas. Perlu dipahami, rumah dapat dikatakan
   sebagai ekspresi dan kepribadian mereka (biasanya mereka ingin
   menunjukkannya kepada pewawancara)
4. Wilayah netral (rumah makan atau café, hotel). Temat ini bisa
   digunakan untuk membangun kontak. Suasana informal yang ada
   mendorong hadirnya suasana yang hangat. Semua ini akan
   membantu hubungan anda dengan narasumber.
Ada kelemahan ketika seorang wartawan atau
reporter melakukan wawancara di wilayah
mereka. Narasumber biasanya menyambut lebih
lapang ketika mengundang wartawan atau
reporter ke dalam wilayah pribadinya akibatnya
bisa jadi wartawan atau reporter sulit
mengkritik narasumber dalam hubungan
seperti ini.
Kantor narasumber, yang umumnya digunakan
dalam melakukan wawancara
2. MENYIAPKAN PERTANYAAN
Cukup banyak wartawan yang kebingungan saat menyiapkan
pertanyaan. Perlukah pertanyaan disusun sebelum wawancara ?
Atau biarkan saja berkembang dalam pembicaraan ?
Beberapa orang berpendapat bahwa cara terbaik adalah
menuliskan pertanyaan pertanyaan penting sesuai dengan
urutannya dan memberi tanda tanda setelah proses wawancara
berjalan.
Tetapi sebagian lagi menyatakan : cara seperti itu hanya
menghambta alr percakapan. Biasanya percakapan berlangsung
sangat cepat, sehingga sulit bagi kita menandai pertanyaan yang
telah diajukan . Resiko lainnya, wawancara juga bisa berjalan
tanpa diduga arahnya. Akibatnya, terkadang sulit untuk
berpegang pada rancangan sebelumnya.
Pendekatan lain menyarankan seperti
ini :
pikirkanlah dahulu informasi apa yang
dibutuhkan untuk wawancara.
Selanjutnya, buat rincian pertanyaan
sesuai dengan urutan logikanya (sebab
akibat). Selama wawancara, tiga atau
empat informasi penting dapat disusun.
Kemudian berdasarkan susunan inilah
rangkaian wawancara berkembang.
3. MELAKUKAN KONFIRMASI

Sebelum melakukan wawancara hendaknya
reporter atau wartawan melakukan konfirmasi
kembali atas wawancara yang akan dilakukan.
Konfirmasi disini berguna untuk mengingatkan
kembali narasumber.
4. MEMBUKA WAWANCARA
PERTANYAAN SULIT ATAU MUDAH ?
  Kebanyakan buku petunjuk pelatihan
  jurnalistik menyarankan kepada reporter atau
  wartawan untuk selalu memulai dengan
  pertanyaan yang ringan atau yang tidak terlalu
  menjurus. Fungsinya, agar dapat memancing
  pendapat dan informasi dasar. Hal ini
  tujuannya untuk membantu menciptakan
  kepercayan narasumber, sehingga anda dapat
  mengajukan pertanyaan pertanyaan sensitif.
4. MEMBUKA WAWANCARA
Beberapa lainnya menyarankan sebaliknya :
1.Lemparkanlah pertanyan pertanyaan sulit pada awal
  wawancara. Misalnya saja pendapat dari Lynn Barber
  (mostly men, London : Viking,1991), “kelegaan
  narasumber setelah lolos dari pertanyaan sulit akan
  memberikan keuntungan bagi pewawancara dalam
  sisa percakapan selanjutnya.”
  Resiko apabila strategi ini gagal ? Dari awal
  narasumber bisa langsung menghentikan percakapan
2.Ajukan pertanyaan pertanyaan sensitif dengan berhati
  hati. Contoh :
“Saya berharap anda tidak berkeberatan bila saya
  menanyakan hal ini. Berapa besar gaji anda ?”
  pertanyaan harus jelas. Rumuskanlah pertanyaan
  pertanyaan terbuka dan khusus guna menghindari
  jawaban “ya” atau “tidak”
  Tetapi, wawancara bukanlah semata mata mengajukan
  pertanyaan saja. Alangkah baiknya dan menguntungkan
  bila wawacara bisa menjadi ajang tukar pikiran. Sehingga
  setelah wawancara selesai akan terbina hubungan baik.
5. MENGAKHIRI WAWANCARA
• Terkadang ada baiknya bertanya,”apakah masih ada
  sesuatu yang hendak anda sampaikan?”
• Kata penutup yang layak harus di buat :Terima kasih
  atas waktunya, Terima kasih banyak atas
  informasinya, senang bekerja sama dengan
  anda,dsb.
• Rencana rencana untuk melakukan pengecekan dan
  jalinan kontak pada masa yang akan datang
PEDOMAN WAWANCARA
1.Kuasai latar belakang masalah pokok (kenali topik)
2.Tetapkan apa yang ingin Anda ketahui (susun daftar
   pertanyaan)
3.Kenali nara sumber Anda, sehingga saat wawancara
   tidak canggung.
4.Jadilah pendengar yang baik saat wawancara.
5.Jangan pernah berdebat dengan nara sumber.
6.Catat hal-hal yang penting, agar memudahkan Anda
   dalam mentranskrip hasil wawancara.
7.Saat wawancara, pakailah acuan dalam
  pertanyaan. Nara sumber akan menghargai
  Anda bila Anda menguasai pokok masalah
  yang Anda tanyakan padanya.
8.Ajukan pertanyaan yang singkat, padat,
  langsung ke persoalan, tapi pertanyaan harus
  dapat dimengerti oelh nara sumber.
9.Ajukan pertanyaan yang meminta nara
  sumber untuk bepikir. Pertanyaan yang baik
  berawal dengan kata mengapa.
10.Bila nara sumber menjawab yaâ atau tidak
  tanyakan mengapa?
11.Ajukan pertanyaan yang konseptual, yang
  bertalian dengan gagasan sentral, runut, dan
  langsung ke inti persoalan.
  12.Ajukan pertanyaan yang berorientasi ke
  masa depan.
Yang Perlu dilakukan Sebelum
              Wawancara
• 1.Kenali topik wawancara yang akan
  dilakukan.
• 2.Baca berkas masalah pokok tentang
  wawancara
• 3.Buka kliping soal hal-hal yang berkaitan
  dengan topic wawancara
• 4.Tetapkan apa yang ingin Anda ketahui
  melalui wawancara
Yang Perlu Dilakukan Sebelum
              Wawancara
• 1.Kenali topik wawancara yang akan
  dilakukan.
• 2.Baca berkas masalah pokok tentang
  wawancara
• 3.Buka kliping soal hal-hal yang berkaitan
  dengan topic wawancara
• 4.Tetapkan apa yang ingin Anda ketahui
  melalui wawancara
QUIZ
• Mengapa Wawancara tatap muka lebih
  memberikan efek yang luarbiasa bagi
  wartawan dalam membuat berita??
• Apa kriteria dari sifat wawancara off the
  record?? Mengapa sifat wawancara ini
  membuat wartawan sulit dalam menuangkan
  berita???

Melakukan wawancara (4)

  • 2.
    1. MENETAPKAN WAKTUDAN TEMPAT Ada beberapa tempat yang baik sebagai lokasi wawancara : 2. Wilayah Anda (Kantor Surat Kabar tempat anda bekerja). Biasanya hal ini jarang perhatikan wartawan atau reporter. Hanya saja, kantor kurang memberikan privasi. 3. Wilayah mereka (Rumah bagi yang tidak bekerja, kantor atau pabrik atau lainnya tempat mereka bekerja). Biasanya bila berada di wilayah mereka, mereka cenderung lebih santai dan dapat berbicara lebih bebas. Perlu dipahami, rumah dapat dikatakan sebagai ekspresi dan kepribadian mereka (biasanya mereka ingin menunjukkannya kepada pewawancara) 4. Wilayah netral (rumah makan atau café, hotel). Temat ini bisa digunakan untuk membangun kontak. Suasana informal yang ada mendorong hadirnya suasana yang hangat. Semua ini akan membantu hubungan anda dengan narasumber.
  • 3.
    Ada kelemahan ketikaseorang wartawan atau reporter melakukan wawancara di wilayah mereka. Narasumber biasanya menyambut lebih lapang ketika mengundang wartawan atau reporter ke dalam wilayah pribadinya akibatnya bisa jadi wartawan atau reporter sulit mengkritik narasumber dalam hubungan seperti ini. Kantor narasumber, yang umumnya digunakan dalam melakukan wawancara
  • 4.
    2. MENYIAPKAN PERTANYAAN Cukupbanyak wartawan yang kebingungan saat menyiapkan pertanyaan. Perlukah pertanyaan disusun sebelum wawancara ? Atau biarkan saja berkembang dalam pembicaraan ? Beberapa orang berpendapat bahwa cara terbaik adalah menuliskan pertanyaan pertanyaan penting sesuai dengan urutannya dan memberi tanda tanda setelah proses wawancara berjalan. Tetapi sebagian lagi menyatakan : cara seperti itu hanya menghambta alr percakapan. Biasanya percakapan berlangsung sangat cepat, sehingga sulit bagi kita menandai pertanyaan yang telah diajukan . Resiko lainnya, wawancara juga bisa berjalan tanpa diduga arahnya. Akibatnya, terkadang sulit untuk berpegang pada rancangan sebelumnya.
  • 5.
    Pendekatan lain menyarankanseperti ini : pikirkanlah dahulu informasi apa yang dibutuhkan untuk wawancara. Selanjutnya, buat rincian pertanyaan sesuai dengan urutan logikanya (sebab akibat). Selama wawancara, tiga atau empat informasi penting dapat disusun. Kemudian berdasarkan susunan inilah rangkaian wawancara berkembang.
  • 6.
    3. MELAKUKAN KONFIRMASI Sebelummelakukan wawancara hendaknya reporter atau wartawan melakukan konfirmasi kembali atas wawancara yang akan dilakukan. Konfirmasi disini berguna untuk mengingatkan kembali narasumber.
  • 7.
    4. MEMBUKA WAWANCARA PERTANYAANSULIT ATAU MUDAH ? Kebanyakan buku petunjuk pelatihan jurnalistik menyarankan kepada reporter atau wartawan untuk selalu memulai dengan pertanyaan yang ringan atau yang tidak terlalu menjurus. Fungsinya, agar dapat memancing pendapat dan informasi dasar. Hal ini tujuannya untuk membantu menciptakan kepercayan narasumber, sehingga anda dapat mengajukan pertanyaan pertanyaan sensitif.
  • 8.
    4. MEMBUKA WAWANCARA Beberapalainnya menyarankan sebaliknya : 1.Lemparkanlah pertanyan pertanyaan sulit pada awal wawancara. Misalnya saja pendapat dari Lynn Barber (mostly men, London : Viking,1991), “kelegaan narasumber setelah lolos dari pertanyaan sulit akan memberikan keuntungan bagi pewawancara dalam sisa percakapan selanjutnya.” Resiko apabila strategi ini gagal ? Dari awal narasumber bisa langsung menghentikan percakapan
  • 9.
    2.Ajukan pertanyaan pertanyaansensitif dengan berhati hati. Contoh : “Saya berharap anda tidak berkeberatan bila saya menanyakan hal ini. Berapa besar gaji anda ?” pertanyaan harus jelas. Rumuskanlah pertanyaan pertanyaan terbuka dan khusus guna menghindari jawaban “ya” atau “tidak” Tetapi, wawancara bukanlah semata mata mengajukan pertanyaan saja. Alangkah baiknya dan menguntungkan bila wawacara bisa menjadi ajang tukar pikiran. Sehingga setelah wawancara selesai akan terbina hubungan baik.
  • 10.
    5. MENGAKHIRI WAWANCARA •Terkadang ada baiknya bertanya,”apakah masih ada sesuatu yang hendak anda sampaikan?” • Kata penutup yang layak harus di buat :Terima kasih atas waktunya, Terima kasih banyak atas informasinya, senang bekerja sama dengan anda,dsb. • Rencana rencana untuk melakukan pengecekan dan jalinan kontak pada masa yang akan datang
  • 11.
    PEDOMAN WAWANCARA 1.Kuasai latarbelakang masalah pokok (kenali topik) 2.Tetapkan apa yang ingin Anda ketahui (susun daftar pertanyaan) 3.Kenali nara sumber Anda, sehingga saat wawancara tidak canggung. 4.Jadilah pendengar yang baik saat wawancara. 5.Jangan pernah berdebat dengan nara sumber. 6.Catat hal-hal yang penting, agar memudahkan Anda dalam mentranskrip hasil wawancara.
  • 12.
    7.Saat wawancara, pakailahacuan dalam pertanyaan. Nara sumber akan menghargai Anda bila Anda menguasai pokok masalah yang Anda tanyakan padanya. 8.Ajukan pertanyaan yang singkat, padat, langsung ke persoalan, tapi pertanyaan harus dapat dimengerti oelh nara sumber. 9.Ajukan pertanyaan yang meminta nara sumber untuk bepikir. Pertanyaan yang baik berawal dengan kata mengapa.
  • 13.
    10.Bila nara sumbermenjawab yaâ atau tidak tanyakan mengapa? 11.Ajukan pertanyaan yang konseptual, yang bertalian dengan gagasan sentral, runut, dan langsung ke inti persoalan. 12.Ajukan pertanyaan yang berorientasi ke masa depan.
  • 14.
    Yang Perlu dilakukanSebelum Wawancara • 1.Kenali topik wawancara yang akan dilakukan. • 2.Baca berkas masalah pokok tentang wawancara • 3.Buka kliping soal hal-hal yang berkaitan dengan topic wawancara • 4.Tetapkan apa yang ingin Anda ketahui melalui wawancara
  • 15.
    Yang Perlu DilakukanSebelum Wawancara • 1.Kenali topik wawancara yang akan dilakukan. • 2.Baca berkas masalah pokok tentang wawancara • 3.Buka kliping soal hal-hal yang berkaitan dengan topic wawancara • 4.Tetapkan apa yang ingin Anda ketahui melalui wawancara
  • 16.
    QUIZ • Mengapa Wawancaratatap muka lebih memberikan efek yang luarbiasa bagi wartawan dalam membuat berita?? • Apa kriteria dari sifat wawancara off the record?? Mengapa sifat wawancara ini membuat wartawan sulit dalam menuangkan berita???