WRITER’S WEEK 
CALON PEMBINA 
KARISMA ITB PERIODE 34.1
Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada 
Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun serta penulis mampu 
menyelesaikan proyek writer’s week ini guna memenuhi rangkaian pembinaan calon Pembina. 
proyek ini disusun agar para Pembina dapat melihat kemampuan serta progres dari para calon 
Pembina dan membantu menilai kemampuannya berdasarkan karya yang mereka tuliskan. 
Semoga proyek ini dapat memberikan gambaran baik terhadap para Pembina mengenai calon 
Pembina periode ini. 
Bandung, Oktober 2014 
Hafizh Shiddiq
Pembinaan, Awal Membangun Peradaban 
“Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia.” Itulah salah satu kutipan yang diucapkan oleh 
proklamator negeri kita, Ir. Soekarno. Menarik membaca kutipan tersebut. Kutipan tersebut 
menekankan pada “pemuda” yang akan mampu mengguncang dunia. Bukan orang tua yang 
kenyang akan pengalaman, tapi “pemuda” yang diucapkan oleh bapak pendiri bangsa kita tersebut. 
Seberapa hebatkah “pemuda” sehingga mampu untuk mengguncang dunia? 
Pemuda adalah masa ketika seseorang berada pada tahap paling produktif untuk berkarya. Pemuda 
sangat identik dengan remaja. Remaja adalah fase peralihan dari anak-anak yang masih bergantung 
pada orang tua, menuju fase dewasa awal ketika seseorang mulai dapat hidup mandiri dan 
mengembangkan pemikirannya secara penuh. Pada fase ini, seorang remaja sangatlah produktif 
untuk berkarya dan mengembangkan dirinya. Hal ini karena mereka mempunyai kelebihan dalam 
hal fisik dan pemikiran yang masih maksimal dibandingkan dengan golongan tua. Nah, dengan 
melihat faktor ini saja, kita dapat berargumentasi bahwa apabila potensi pada masa remaja tersebut 
benar-benar dikembangkan secara maksimal, maka bukanlah mustahil jika 10 remaja saja dapat 
mengguncang dunia. Hal itu tentu saja dilakukan bukan tanpa usaha, melainkan dengan keseriusan 
untuk mengembangkan potensi yang ada, sehingga dapat dihasilkan karya-karya agung untuk 
kemashlahatan bersama. 
Melihat fakta-fakta bahwa masa remaja adalah masa yang sangat penting untuk membangun 
peradaban, maka di sini diperlukan optimalisasi masa remaja tersebut. Optimalisasi remaja untuk 
menghasilkan karya tentu saja tak lepas dari pemberian pembelajaran-pembelajaran dan 
pembinaan-pembinaan yang serius dan intensif kepada para remaja. Oleh karena itu, dapat 
dikatakan bahwa berhasil tidaknya suatu proses pembangunan peradaban baru, bergantung pada 
pembinaan pilar-pilarnya, yaitu remaja. 
Mengetahui pentingnya optimalisasi masa remaja, otomatis menyadarkan kita betapa pentingnya 
pembinaan remaja itu. Remaja yang dibina dengan baik, dengan pemberian bekal ilmu 
pengetahuan yang cukup, bekal keterampilan yang memadai, serta tak kalah penting bekal nilai-nilai 
moral dan agama, maka tidaklah mustahil akan tercipta suatu generasi emas remaja 
pembangun peradaban umat. Sebaliknya, bila pembinaan terhadap para remaja itu diabaikan, maka 
gerbang kehancuran umat pun otomatis mulai dibuka. Betapa tidak, ketika remaja nihil pembinaan, 
maka masa yang seharusnya dapat dimaksimalkan untuk berkarya tersebut dapat disalahgunakan. 
Hal itu karena para remaja belum mengerti kemana mereka harus melangkah, dengan kompas apa 
mereka harus melangkah, dan apa esensi utama dari langkah yang akan mereka lakukan. Apabila 
hal itu berkelanjutan, maka remaja yang mengabaikan nilai moral, agama, etika, dan sopan-santun 
pun akan tercipta. Hal semacam itu mengindikasikan lahirnya generasi “penghancur” peradaban. 
Jelas, kita tidak ingin hal semacam itu terjadi. Kita sudah rindu generasi-generasi emas remaja 
seperti masa Ali Bin Abi Thalib dan Ismail. Kita haus akan remaja-remaja inspiratif yang mau 
bergerak, mengamalkan ilmunya, berkontribusi terhadap masyarakat, serta berakhlak mulia. Kita 
merindukan kejayaan umat yang berawal dari remajanya. Jadi, inilah saatnya kita mewujudkan 
kembali itu semua. 
Pembinaan remaja dapat dilakukan melalui berbagai lembaga, baik formal maupun nonformal. 
Lembaga formal misalnya melalui sekolah-sekolah, maupun kursus-kursus formal lainnya. Di 
sana, para remaja dibina dengan pemberian materi-materi pengetahuan dan juga keterampilan-keterampilan 
lainnya. Lembaga formal juga mengajarkan nilai-nilai dalam kehidupan, seperti nilai
moral, adab, dan etika. Namun, lembaga formal lebih pada kemampuan kognitif (hard skill). 
Sementara itu, pembinaan remaja juga dapat dilakukan melalui lembaga nonformal. Lembaga-lembaga 
tersebut di antaranya adalah pengajian, majelis ta’lim, maupun training dari lembaga 
tertentu yang mengurusi pembinaan remaja, misalnya Keluarga Remaja Islam Salman 
(KARISMA). Tak hanya terbatas itu, lembaga nonformal sangatlah banyak dan beragam. Bahkan 
lingkungan kita merupakan suatu lembaga nonformal. Betapa tidak, lingkungan sangat 
mempengarui sikap, kepribadian, dan cara pandang seorang remaja. Seorang remaja yang berasal 
dari lingkungan preman, maka sifat dari preman itu akan disalurkan melalui lingkungan kepada 
remaja yang bersangkutan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memilih lingkungan tempat 
tinggal dan dengan siapa kita bergaul, karena secara tidak langsung, lingkungan adalah lembaga 
nonformal yang turut andil dalam pembentukan kepribadian remaja. Dari lembaga nonformal 
tersebut, para remaja akan dibekali dengan nilai-nilai dasar kehidupan, ajaran tentang sopan-santun, 
tata cara bertingkah dan berkelakukan, serta tentang beribadah kepada Allah SWT. Output 
dari lembaga nonformal berupa soft skill. 
Belajar dari pengalaman, pembinaan dapat juga diperoleh di dalam suatu organisasi tertentu. Tentu 
saja ini adalah organisasi positif dan bukan organisasi yang tidak jelas. Sebagai contoh pembinaan 
di dalam organisasi adalah dalam OSIS. Di dalam OSIS, sebelum kita benar-benar dilantik sebagai 
pengurus OSIS, maka pasti akan ada pembinaan-pembinaan dalam wujud kaderisasi. Dalam 
kaderisasi tersebut, para remaja dibina bagaimana caranya menjalankan organisasi dan 
berhubungan di masyarakat. Selain itu, kaderisasi juga memberikan nilai-nilai dan semangat 
nasionalisme, serta patriotisme kepada para calon penerus organisasi tersebut. Jadi, dapat 
dikatakan bahwa organisasi formal di sekolah, misalnya OSIS, dapat dijadikan sebagai wadah 
pembinaan para generasi muda. 
Selain melalui organisasi, pembinaan juga dapat diperoleh dari mentoring. Mentoring adalah 
pengajaran secara intensif oleh seorang guru/ustadz/kiai kepada seseorang maupun sekelompok 
orang. Melalui mentoring ini, nilai-nilai kebaikan dapat disampaikan dengan intensif, sehingga 
diharapkan para peserta mentoring, dalam hal ini remaja, dapat memahami benar nilai-nilai itu dan 
mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat. 
Sangatlah luas cakupan dari pembinaan itu. Sangatlah beragam pula bentuknya. Hal-hal semacam 
itu dilakukan semata-mata untuk menggladi para remaja, sebagai generasi penerus agama, bangsa, 
dan negara, agar pada saatnya nanti siap untuk terjun langsung ke masyarakat dan berkarya di sana. 
Apabila pembinaan ini berhasil, insyaallah agama dapat ditegakkan dan peradaban yang lebih baik 
dapat terbangun. 
- Setio Budi
Menjadi Padi 
enjadi seorang remaja yang punya segudang pilihan untuk diambil, bukan hanya 
butuh pedoman kuat untuk berdiri kokoh di jalan yang benar, tapi juga lingkungan 
yang baik. Mengapa? Karena dari lingkungan yang baik akan datang asupan hati 
yang sehat dan pikiran-pikiran yang positif. Itulah salah satu sebab mengapa 
berkumpul bersama orang-orang sholeh adalah ‘Obat Hati’. 
M 
Di tengah gejolak dunia dan pergaulan, orang-orang terbagi menjadi beberapa golongan. 
Ada yang sibuk coba-coba pilihan, ada yang sibuk mengejar mimpi, ada yang sibuk organisasi 
kesana-kemari, ada yang sibuk belajar, ada yang sibuk dengan dunia, dan ada yang sibuk dengan 
dirinya sendiri. Dari semua kesibukan tersebut tidak ada yang salah, tapi alangkah baiknya selama 
Ridho-Nya adalah alasan utama melakukannya. 
Menebarkan kebaikan, itu tugas setiap muslim. Sebagaimana Rasulullah SAW 
mengatakakan, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia (lainnya)”. Dari 
umur sedini mungkin kita harus mulai menebar benih kebaikan, mencari sumber-sumber ilmu, 
kemudian dibagikan kepada orang lain agar berkahnya terus mengalir abadi. 
Nah, ada kalanya ketika para penebar kebaikan pun bisa lupa, bahwa ilmu dan buah 
imannya adalah rahmat dari Allah, sehingga tak sadar ia jadi besar kepala. Ada rasa-rasa halus 
yang berbisik, ‘lihatlah aku. Aku lebih baik dari kalian’, meskipun hanya selintas dalam hati. 
Jangan sampai. Berhati-hatilah, kiranya Allah menghitungnya sebagai kesombongan, maka 
celakalah kita. Istri Rasulullah, ‘Aisyah pernah berkata, ‘Sesungguhnya kalian benar-benar lalai 
dari ibadah yang paling utama; Rendah hati.’ 
Salah satu yang dapat menghindarkan kita dari sikap tersebut adalah dengan membaur, tapi 
bukan melebur. Menjadi teman yang bagaikan penjual minyak wangi. Berbaur dengan semua 
kalangan manusia akan membuat kita belajar banyak hal. Misal, ada 1001 alasan mengapa kita 
harus bersyukur dan menyadari bahwa diatas langit masih ada langit. Rasulullah dicintai setiap 
kalangan manusia karena kerendahan hati dan ketulusannya bukan karena kedudukannya. Maka 
mari jadikan dakwah itu mudah diterima oleh semua orang dengan kita menjadi pribadi yang 
ramah, lembut juga terbuka. 
Jika kita bisa berkaca pada Alam, Allah telah memberikan analogi tentang sikap seorang 
muslim seharusnya, yaitu padi. Mungkin sudah sering kita dengar tentang padi. Dakwah adalah 
sebuah proses, ia bagaikan padi, tak bisa sembarang dipanen setiap waktu, tapi harus menunggu 
agar bulir itu ada. Dan sebagai muslim yang baik ia juga bagai padi yang semakin berisi maka ia 
akan semakin menunduk. Menunduk bukan untuk merendahkan, tapi justru untuk memberi dan 
melayani lebih banyak kepada yang membutuhkan. 
“Seorang muslim itu bagaikan sebuah pohon. Dan pohon yang baik adalah ia yang akarnya 
menghujam, batangnya menjulang, dan bisa memberikan rasa manis pada buahnya. Akarnya yang 
menghujam menggambarkan keshalihan diri, kekokohan jiwa, dan keteguhan hati dalam terpaan 
angin; batang yang menjulang ke langit, rindang menaungi menandakan pribadi yang kompeten, 
produktif, dan berlimpah; dan mampu memberikan buah yang manis, menggambarkan 
kebermanfaatan bagi sesama.” (Kang Rendi, tweet 4 juli 2013)
Sungguh beruntung kita dipertemukan dengan islam dan tumbuh di dalamnya. Dengan 
kita berada di dalam lingkungan yang baik, kita akan punya kawan yang mengingatkan dalam 
kebaikan dan kesabaran. Sudah semakin dewasa, makin besarlah kewajiban kita untuk 
memantaskan diri menjadi generasi penerus. Membina remaja-remaja adalah salah satu jalan 
terbaik untuknya. 
Kita selalu bisa berusaha dan tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Ayo 
menjadi muslim yang diharapkan, selalu dido’akan keluarganya, dicintai oleh teman-temannya, 
bahkan dihormati para pembencinya. 
Terakhir, dalam kutipan surah Ali Imran ayat 103, Allah berfirman, “Dan 
berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, 
dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah 
mempersatukan hatimu, sehingga dengan Karunia-Nya kamu menjadi bersaudara…..”. Surah ini 
seakan mengingatkan kita untuk melangkah menuju syurga bersama-sama. Allah tidak pernah 
meminta kita untuk menyimpan kebaikan sendiri saja. Jadi tebarlah kebaikan di seluruh penjuru 
bumi seperti menebar benih padi. Semoga suatu saat benih itu akan tumbuh menjadi padi yang 
baik dan rendah hati, dan pastinya bermanfaat bagi seluruh alam. 
- Muthi Fatihah Nur
Aku Bangga Menjadi Remaja Islam! 
Remaja islam ? Apa yang dapat dibanggakan dari menjadi remaja islam ? Mungkin kalian semua 
pasti bertanya –tanya apa ada kebanggaan menjadi seorang remaja islam dan mengapa kita 
harus bangga menjadi seperti itu, shuuuut simpan dulu pertanyaannya yaaa, insya allah kita akan 
bersama menjawabnya bak membasuh diri dari rasa haus di tengah padang pasir, sungguh 
menyegarkan . 
Berkata mengenai remaja islam, pasti sempat terbenak bahwa remaja islam itu... gak gaul, ga 
modis, kaku dan sebagainya.Melihat sesuatu yang benar, malah dilihat itu yang salah. zaman 
sekarang memang sudah terbolak balik. wuuups, tapi inilah saat nya kita berubah (khususnya 
untuk saya wkwkw) kita harus berbahagia karena menjadi tonggak penerus pengemban 
perjuangan islam, maka dari itu kebanggan kita menjadi seorang remaja islam harus tingkat 
dewa, eh maksudnya tingkat tinggi. Dan sekarang kita akan memaparkan mengapa kita harus 
bangga menjadi seorang remaja islam. 
Pertama, kita punya Allah yang Maha hebat. Dialah pemberi ilmu, pencipta kehidupan dan 
Maha Segalanya. Maka, tak perlu ada yang di risaukan lagi sebagai remaja, karena kita punya 
Allah.Seperti dalam firman Allah : (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang 
kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya manusia telah 
mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka 
perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, "hasbunallah wa ni'mal 
wakiil [cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung]". 
" (QS. Ali 'Imron: 173). 
Nah jadi kita harus bangga karna kita tidak menggantungkan diri pada apapun, tidak kepada 
harta, tahta, dunia dan apapun yang tidak layak untuk digantungkan karena kita hanya 
menggantungkan diri pada zat yang sempurna yaitu Allah S.W.T. Tentu saja kita sebagai remaja 
muslim sudah lebih maju dari remaja- remaja lain, mereka masih bergantung pada materi, ilmu, 
manusia dan yang lainnya. Sedangkan para remaja islam sepenuhnya bergantung pada Allah, 
Insya Allah. Jadi tidak ada lagi kata menyerah untuk menjadi remaja islam. 
Memiliki sosok panutan sepanjang masa yang dijunjung dari dulu hingga kini, hanyalah ada 
pada islam, ya, nabi besar kita Nabi Muhammad S.A.W yang akan menjadi bahasan kita yang 
kedua. Kita harus bangga menjadi salah satu umat Nabi Muhammad, mengapa tidak? Orang 
barat pun membenarkan bahwa beliau benar benar orang yang berpengaruh di dunia hingga 
zaman di abad 21 ini dan hingga akhir zaman nanti, Subhanallah, berarti mengapa kita sebagai 
remaja muslim banyak yang mengidolakan orang yang belum jelas tidak tanduk perkataan dan 
perbuatannya, mengidolakan penyanyi, atlet, group band dan masih banyak lagi. Oleh karena 
itu, kita semua harus bangga memiliki nabi yang menjadi Rahmatan Filalamin untuk seluruh 
umat manusia, Allah telah menyatakan bahwa tugas kerasulan nabi Muhammad itu adalah 
untuk seluruh umat manusia, bersifat universal, yang mencakup dan merambah ke seluruh alam 
jagat, seluruh dunia dalam firman-Nya: “Dan Kami tidak mengutus kamu (hai Muhammad) 
melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai 
pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Saba’: 28) Gimana
,kurang keren apalagi cobaaaa??? Jadi, apalagi yang akan meragukan mu bahwa kita harus 
bangga menjadi remaja islam? :D 
Masuk yang ketiga nih, coba di tes, ada yang tahu nama Ibnu al-Haitsam atau lebih dikenal 
Alhazen, Avennethan? hmm kalo ga tau, coba yang ini siapa ? Jabir Hayyan al-Kufi dan Abu 
Bakar Muhammad Ibnu Zakariya al-Razi. Ibnu rusyd? Wah itu juga ga tau??? kalo al Battani 
tau? Pasti tau yaaa, ha? Ga tau jugaaaaa. Tenang gapapa ko, kita kan sedang belajar bersama XD 
jadi, nama–nama yang sudah disebutkan di atas tersebut adalah ilmuwan – ilmuwan muslim 
yang sudah lebih dahulu menemukan kajian kajian ilmu ilmiah yang kini telah berkembang. 
Sebut saja Ibnu al-Haitsam yang menjadi peletak dasar iilmu fisika optik, ilmu optik, filsafat, 
matematika, farmakologi dan menulis tidak kurang dari 200 karya ilmiah. Belum lagi sarjana 
muslim al Battani ia lah yang menemukan Sinus, Kosinus, Tangen, dan Kotangen atau istilah 
yang sering kita dengar seperti Azimut, Zenit, dan Nadir.Dalam bidang filsafat kita ,memiliki 
Ibnu Ruysd dengan nama barat Averroes. 
Begitu banyak ilmuwan muslim yang sudah memberikan sumbangsih keilmuan yang berharga 
hingga dimasa kini. Naah, dari situ kita patut berbangga karena kita tidak perlu silau akan 
keilmuan barat yang sudah jelas sebenarnya tercetus dari ilmuwan ilmuwan muslim. Kalian tahu 
apa rahasia para ilmuwan muslim tersebut? Rahasianya adalah satu yaitu Al- Quran. Al- Quran 
lah yang menjadi sumber ilmu yang utama yang telah super duper komplit yang menjadi 
pedoman hidup dan sumber ilmu pengetahuan . 
Yang enggak ketinggalan adalah esensi utama dari agama itu looh. Ya berbagi. Islam 
mengajarkan kita untuk berbagi, dari mulai zakat, infak dan juga sedekah. Hanya islam yang 
memiliki hari raya yang besar seperti Eid al-Adha yang benar-benar memberi sasaran 
kebahagian kepada seluruh umat manusia dengan ni’mat saling memberi disamping kita dapat 
meneladani kisah Nabi Ibrahim a.s. di hari itu semoga umat dapat merasakan kebahagiaan 
mendapat sesuatu yang mungkin jarang di temukan di tiap harinya dari berqurban. Subhanallah... 
kalau saya benar benar yakin bahwa indah menjadi seorang islam, apalagi kita-kita remaja islam 
:D makin makin deh bahagiannya aaaamiiin. 
Dengan pemaparan di atas maka sebagai remaja muslim kita harus menjadi remaja dengan 
generasi kuat, tangguh, dan berakhlak. Tidak ada lagi generasi galau yang senangnya berfikir 
pesimis, mengeluh dan tidak bertanggung jawab. Tidak ada lagi generasi alay yang terombang 
ambing karena tidak ada pegangan dan merasa nyaman dalam zona yang tak terarah. Itu yang 
saya rasakan sekarang, menuju lebih dekat dengan allah memberi segala jawaban dari semua 
pertanyaan hidup di dunia ini. Kini baru terasa betapa indahnya menjadi seorang remaja islam. 
Jadilah kita generasi penerus yang terus berjuang untuk menegak kan agama Allah, 
mengamalkan kebaikan, menjauhi larangannya dan siap berperan untuk berdakwah bagi sesama. 
Kita yang berada di indonesia dengan segala fasilitas yang ada, menikmati hidup nyaman dapat 
solat dengan khusyu, menerima pembelajaran di sekolah maupun diluar sekolah, pokoknya 
mendapat segala yang kita inginkan. Tetapi masih saja merasa tidak bangga terhadap jati diri 
menjadi seorang remaja islam. Mari kita tengok saudara- saudara kita yang menyelamatkan 
dirinya dan agamanya di setiap hari Memepertahankan tanah Palestine dengan jiwa raga mereka. 
Mereka sangatlah bangga dengan jati diri mereka yang sudah berpegang untuk hidup 
mengabdikan dirinya hanya untuk allah.melaksanakan jihad dengan nyawa taruhannya. 
Apayang bisa kita berikan bagi agama ini?
Menurut Bapak Mulus Gumilar, DFSN,Mkes salah satu dosen pembimbing yang saya kenal 
sebagai dosen yang selalu memberikan ‘kuliah agama’ walaupun bukan sedang belajar agama 
namun selalu mengingatkan bahwa ilmu itu harus mendorong kita untuk lebih mencintai allah 
bukan silau dengan ilmu pengetahuan dan mengelu-elukan ilmu pengetahuan. Menurut beliau “ 
Remaja Muslim harus berani bertanggung jawab atas amanah demi kepentingan diri sendiri, 
keluarga dan bangsanya. Kita harus yakin dalam berfikir dan bertindak terhadap sesuatu 
pekerjaan dan kegiatan baik positif dan negatif pasti allah mengetahui. Harapan semoga dengan 
terlahirnya insani-insani remaja islam akan menambah tingkat ketaqwaan yang tinggi dan 
dapatdi pertanggung jawabkan baik di dunia maupun di akhirat”. 
Semoga dengan pemaparan diatas, kurang lebihnya dapat menyadarkan kita, bahwa kita haruslah 
bangga menjadi seorang remaja muslim. Teriaklah sekencang – kencangnya bahwa “ Aku 
Bangga menjadi Seorang REMAJA ISLAM “. Dengan ini kita menyadari betapa indahnya 
menjadi seorang remaja islam. Hati yang selalu damai, senyum yang selalu tercurah, lisan yang 
memberikan kesejukan dan perbuatan yang mencermikan keikhlasan hati. Insya allah bukan 
dunia saja yang akan kita genggam namun akhirat sebagai kampung terbaik pastilah dapat 
tercapai. Insya allah.... 
Sekian yang dapat saya torehkan di secarik halaman ini. Kesempurnaan hanyalah milik Allah 
semata dan kekurangan adalah milik saya pribadi. Terima kasih. 
- Anissa Fattonah
Remaja Islam Kini dan Nanti 
Ketika semua orang yang beragama Islam ditanya “apakah anda muslim?” Pasti semuanya akan 
menjawab ‘Iya’, tapi ketika kita ditanya “apakah anda sudah menjadi muslim sejati? “ mungkin hati kita 
akan merasa malu karena perbuatan kita yang masih jauh dari nilai agama, ucapan kita yang masih kotor, 
selalu membicarakan orang lain, menghujat orang lain,bahkan sering menentang orang tua sendiri. Ahlak 
kita yang sering tak terjaga, mencela, menghina hingga membuat orang lain terluka. ‘sudah pantaskah kita 
disebut sebagai seorang yang Islami? Hati kita sendiri yang bisa menjawabnya 
Menjadi muslim sejati adalah kewajiban bagi setiap orang yang beragama Islam, bukan hanya untuk para 
ustadz bukan juga untuk orang yang sudah tua, tapi bagi kita pun para remaja menjadi muslim sejati 
adalah kewajiban yang tak boleh dilupakan. Sungguh benar pernyataan Nabi Muhammad SAW dalam 
haditsnya , bahwa salah satu golongan manusia yang berhasil mendapat perlindungan khusus di hari 
Akhir adalah remaja shalih. Yaitu "Permuda yang hatinya terikat dengan masjid " dan juga "Remaja yang 
tumbuh berkembang dalam ketaatan kepada Allah SWT." Sungguh sangat Istimewa menjadi seorang 
remaja yang memiliki integritas dan kecintaan kepada agama. Banyak orang yang mengatakan sulit untuk 
menjadi remaja Shalih itu, padahal kenyataannya tidaklah sesulit yang orang bayangkan. Justru 
sebaliknya, mudah dan menyenangkan yang paling penting ada kemauan dan pelaksanaan yang 
dilakukan. Untuk menjadi remaja yang tangguh, jangan biarkan diri sendiri dibentuk oleh lingkungan 
yang tidak karuan. Berusahalah untuk membuat dan menciptakan lingkungan itu sendiri. Jangan mudah 
larut oleh suasana lingkungan, tapi buatlah agar lingkungan itu terpengaruh dengan kehadiran kita. 
Sebagai Remaja muslim, kajilah Islam dengan benar dan temukan nilai-nilai kebenaran di dalamnya. 
Jangan ikut-ikutan pada hal yang menyesatkan, apalagi sampai merugikan banyak orang. Bahkan Allah 
SWT pun berfirman dalam Al-Qur’an : 
Kalau engkau memperturuti (keyakinan atau amalan) kebanyakan manusia di bumi ini, pasti mereka akan 
menyesatkanmu dari jalan Allah. (Al-An'aam : 116) 
Berbicara soal remaja, dua tahun yang lalu ada cerita tentang seorang remaja yang sangat luar biasa. 
Terlahir dari keluarga yang sederhana, memiliki ahlak yang mulia dan menjadikan segala aktivitasnya 
bernilai ibadah. Santun kepada orang tua, ramah kepada sesama dan bijaksana dalam setiap langkah 
usahanya. Di era gelobalisasi seperti sekarang ini banyak remaja yang terlena oleh asyiknya dunia, 
terjebak oleh paradigma yang membuatnya celaka dan tergusur oleh arus yang membawa dirinya ke 
jurang kehancuran. Tetapi beda halnya dengan remaja tadi ketika remaja lain masih senang dengan hura-hura 
dia sudah menyibukan dirinya dengan membantu pekerjaan orang tuanya. Ketika remaja lain senang 
dengan namanya pacaran, berdua-duaan, berpandang-pandangan, dia lebih senang lagi dengan 
malantunkan ayat Al-Qur’an, bertaqorub kepada Tuhan, bermuhasabah diri dengan renungan keimanan. 
Ketika masih banyak remaja muslim yang tidak bisa membaca Al-Qur’an, dia sudah banyak hapalan. 
Ketika banyak remaja yang bangun tidur saja masih kesiangan, berangkat sekolah malas-malasan, pulang 
sekolah keluyuran tapi dia Sholat malam tak pernah dia tinggalkan, berangkat sekolah kepada orang tua 
selalu berpamitan, pulang sekolah mengamalkan kembali ilmu yang telah di dapatkan. Ketika banyak 
temannya yang sering menghina dan menjahilinya, dia membalasnya dengan senyuman karena dia yakin 
hinaan yang dia dapatkan adalah kekuatan untuk terus maju kedepan sebab Alloh SWT senang dengan 
orang yang penung dengan kesabaran. Ketika remaja lain asyik dengan semua permainan dan bersikap 
acuh kepada orang yang membutuhkan bantuan, dia justru menangis melihat perjuangan saudara seiman 
di palestina yang terus-terusan di serang. Ketika remaja lain masih meminta uang jajan, masih merengek 
meminta mainan bahkan sering menipu orang tua untuk mendaptkan tambahan uang sakunya, dia justru 
sudah mulai mandiri dan membuang semua sifat gengsinya untuk mulai belajar berdagang, menabung 
hingga akhirnya tahun ini dia bisa berqurban dari hasil jarih payahnya sendiri yang dia kumpulkan selama 
dua tahun kebelakang. Subhanalloh!
Di satu sisi kita melihat dan merasakan banyak para remaja bahkan mungkin diri kita sendiri yang sudah 
tidak mengenal lagi nilai-nilai kebenaran, terlalu sibuk dengan mengejar kenikmatan dunia saja 
sedangkan akhirat sering kita lupakan. Dan di sisi lain ada seorang pemuda yang sudah menjalankan 
peran dan fungsinya sebagai seorang muslim sejati, setiap nafasnya adalah ibadah, setiap langkahnya 
adalah berkah, kekuranganya di terima dengan Qana’ah dan keyakinannya yang istiqomah. Pemuda shalih 
itu seharusnya diri kita sendiri yang mengaku dirinya sebagai seorang muslim, sekarang bukan lagi 
saatnya mengatakan pengakuan tapi pembuktian sebagai seorang remaja muslim. Mari kita cambuk hati 
kita sendiri dengan kesadaran dan keimanan untuk membuktikan bahwa kita remaja muslim hari ini, esok 
dan nanti adalah rahmat bagi semua orang. Berjuang! 
- Nadi
Pembinaan Remaja dan Peradaban Bangsa 
Remaja? Apa yang terlintas dipikiran anda ketika mendengar kata remaja ? “Remaja Itu masa – masa paling 
menyenangkan”, “ Remaja itu masa dimana kita boleh untuk bersikap nakal” “ Remaja itu masa dimana 
kita sering galau” , “ Remaja itu masa - masa yang harus dinikmati”,” Remaja itu identik dengan sikap yang 
labil” ,”Remaja masa diamana kita harus produktif untuk berkarya”, ya, itulah sebagian pendapat mereka 
yang memang tidak salah untuk diterima. Remaja masa kini sangat berbeda dengan remaja masa lalu. Salah 
satu aspek yang membedakannya adalah dalam pembinaannya. Tolal ukur suksesnya suatu peradaban 
bangsa terletak pada kualitas pembinaan remajanya yang berkelanjutan. Baik itu pembinaan diarea non 
formal atau pun diarea formal. Pembinaan area non – formal memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap 
perkembangan remaja dibandingkan dengan pembinaan area formal. Soft skill , ya itulah hasil dari 
pembinaan area non-formal. Soft skill merupakan kemampuan kita untuk menyikapi masalah yang selalu 
kita jumpai di lingkungan sekitar kita. Seseorang yang mempunyai kualitas soft skill yang baik akan selalu 
tenang dalam menanggapi masalah di lingkungan sekitarnya. Karena pada hakikatnya masalah itu 
sepenuhnya tidak dapat diselesaikan dengan hard skill namun butuh soft skill untuk menemaninya. 
Remaja yang produktif dalam berkarya baik itu dalam ranah social ataupun ranah ilmiah merupakan cita 
cita suatu bangsa. Namun bukan berarti jika remaja itu sudah produktif dalam berkaya tidak perlu untuk 
dibina karena pembinaan remaja haruslah berkelanjutan sampai dimana mereka mencapai masa dewasa 
atau dalam islam biasa disebut dengan masa akil. Pembinaan ini perlu dilakukan agar remaja dalam 
mengembangkan karyanya tidak menyimpang dari norma/adab yang berlaku. 
Dalam artikel yang singkat ini pembahasan hanya akan difokuskan terhadap pembinaan yang dapat 
menghasilkan remaja yang berkualitas dalam soft skillnya. Pembinaan yang didapat oleh remaja untuk 
mengembangkan kualitas soft skillnya dapat diperoleh dari sebuah organisasi dilingkungan sekolahnya. 
Misalnya pramuka, OSIS, PMR atau yang sejenisnya. Dari organisasi itulah remaja dapat mendapatkan 
pelajaran arti dari profesionalisme, Nasionalisme, Perjuangan, Totalisme, dan komitmen yang mana 
nantinya akan sangat berguna pada saat terjun kedalam ranah pekerjaan,lembaga, ataupun kedalam ranah 
masyarakat umum. Oleh karena itu organisasi disekolah ini sangat berguna untuk mengembangkan soft 
skill seorang remaja namun perlu digaris bawahi soft skill ini akan didapat hanya dan hanya jika remaja itu 
aktif dalam organisasi yang diikutinya serta total dalam mengerjakan keorganisasiannya. Namun 
pembinaan itu harus didasari dengan pembinaan spritualnya karena pembinaan spiritual ini merupakan 
pondasinya. 
Dari pernyataan diparagraf pertama tadi remaja itu identik sekali dengan segala macam kegalaunnya, 
kegalauan ini jika dibiarkan akan menimbulkan perilaku perilaku yang menyimpang oleh seorang remaja. 
Pembinaan dengan pendekatan spiritual merupakan salah satu untuk menyelesaikan masalah kegalauan 
yang selalu menghinggapi seorang remaja. Dengan pembinaan spiritual ini diharapkan remaja dapat merasa 
tenang dalam menyelasikan masalahnya tidak mudah untuk terpengaruh oleh hal – hal yang berbau 
negative. Karena biasanya remaja ini jika sudah dihinggapi rasa galau mereka akan melampiaskannya 
kearah hal – hal yang negative. Disni dengan pembinaan spiritual remaja dapat melampiaskan kegalauannya 
kearah yang lebih positif seperti menghafal al- qur’an, membaca al-qur’an,dan mempelajari tafsir. Remaja 
yang sukses dalam pembinaan spritualnya maka akan menghasilkan remaja yang tangguh dalam 
menghadapi segala masalah didunia ini. Dari masalah – masalah yang ringan sampai masalah – masalah 
yang dikatagorikan sangat berat. 
Pembinaan spiritual ini menjadi dasar dari pembinan remaja selanjutnya untuk membangun peradaban 
bangsa yang berkualitas. Peradaban bangsa yang berkualitas akan menghasilkan kerukunan antar 
masyarkatnya dan tidak akan ada konflik yang dapat mencerai beraikan persatuan bangsa. 
Semoga detik demi detik menit demi menit jam demi jam hari demi hari minggu demi minggu bulan demi 
bulan tahun demi tahun peradaban Negara kita tercinta Indonesia akan semakin berkualitas dengan
ditunjukan oleh para pemuda – pemudi nya yang terus melakukan inovasi – inovasi terbarukan dalam 
berkarya dan memiliki nilai plus dilingkup nasional maupun internasional. 
Hidup Indonesia ! Allahhu akbar ! 
Jazakallah  
- Ilham Wira
Mengendalikan Pedang Bermata Dua 
Remaja, sebuah kata yang mendeskripsikan transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa. 
Sebuah kata yang melambangkan perkembangan jasmani dan rohani seorang manusia. Sebuah 
kata yang menyimbolkan pedang bermata dua, yakni pedang yang dapat memberantas musuh 
(menguasai nafsu), yang dapat pula berbalik merusak pemakainya (dikuasai nafsu). 
Remaja di Indonesia sekarang ini adalah remaja yang--menurut pemateri di acara Menara 
Salman-- sudah cepat balig tapi belum akil. Balig disini bermaksud jasmaninya sudah 
berkembang di umur-umur yang lebih muda dari umur normalnya, baik dari segi proporsi tubuh, 
suara, maupun tanda-tanda seksual seperti mimpi basah untuk laki-laki dan menstruasi untuk 
perempuan. Namun, remaja-remaja yang cepat sekali balig ini ternyata tidak bersamaan akilnya, 
atau dengan kata lain kedewasaan mentalnya. Sifat kekanak-kanakan masih ada di dalam diri 
mereka walaupun secara fisik mereka sudah mulai dewasa. 
Remaja tidak akan bisa berbuat apapun dengan benar tanpa ada kedewasaan mental atau akil. 
Mereka hanya akan terombang-ambing oleh kehidupan mereka, terlalu terlena dengan 
kesenangan dunia, dan terlalu lemah untuk menanggung kerasnya kehidupan. Kebanyakan 
output dari hal ini pun buruk sekali. Dapat kita lihat di media cetak, televisi, maupun media 
digital, bahwa ada saja kasus yang melibatkan remaja sebagai tersangka. Mulai dari aborsi, 
kecanduan narkoba, sampai kasus geng motor yang isinya adalah remaja SMA. Semua ini 
berasal dari satu hal: tidak terasahnya sifat akil. 
Penulis sendiri merupakan satu di antara jutaan remaja di Indonesia yang semakin menyentuh 
masa dewasa. Masih sangat terasa perkembangan jasmani dan rohani, terutama dari gejolak 
pikiran dalam hati. Terkadang, dorongan berbuat buruk muncul di saat kekosongan terjadi di 
hari-hari penulis, hingga simbol pedang bermata dua itupun bukannya mustahil untuk dirasakan 
oleh penulis. Penulis yakin, banyak pula jutaan remaja lain yang mengalami gejolak seperti yang 
penulis rasakan di masa awal-awal keremajaan mereka, dan hal tersebut hanya dapat diatasi 
dengan pembinaan fundamental yang berlandaskan keislaman, sebuah landasan yang benar di 
antara landasan-landasan lain yang justru mengacaukan pemikiran remaja. 
Pembinaan menjadi ajang aktualisasi diri yang sejatinya dibutuhkan oleh remaja. Pembinaan 
dapat meningkatkan kedewasaan mental seorang remaja, dan mengasah akal mereka agar bisa 
membedakan mana yang benar, mana yang salah, mana yang diperintahkan Allah, dan mana 
yang dilarang oleh Allah. Urgensi pembinaan sudah mencapai titik di mana tanpa adanya 
pembinaan, maka masa depan Indonesia, terlebih lagi agama Islam, akan semakin hancur 
tergerus derasnya 'guyuran' paham dan budaya yang jauh menyimpang dari agama Islam. Tanpa 
adanya pembinaan, maka sebaik-baik remaja hanya dapat mengurus dirinya sendiri, tanpa
memiliki rasa persaudaraan sesama muslim, tanpa memiliki kesadaran membantu orang lain, dan 
pastinya, tanpa kesadaran memaknai arti 'Laa ilaaha illallah' di kehidupan sehari-harinya. 
Selain dapat mengancam, remaja juga punya potensi untuk berkarya, memajukan mulai dari apa 
yang ada si sekelilingnya, sampai akhirnya menjadi pemimpin besar di masa mendatang. 
Contohnya Ali bin Abi Thalib yang sejak kecil sudah sering bersama dengan Rasulullah, 
sehingga Ali pun dibina dengan sangat baik oleh Rasulullah di masa remajanya. lalu hasilnya? Ia 
menjadi khalifah keempat! Namun, apakah semua remaja dibina langsung oleh Rasulullah? 
Tentu tidak. Oleh karena itu, tanpa pembinaan Islam yang sesuai, akan seperti apakah dia 
sebagai pemimpin? Dapatkah ia menjadi harapan bangsa dan umat Islam? Atau hanya menjadi 
harapan partai politiknya saja? Itu juga yang perlu diluruskan. Pembinaan keislaman ini 
fundamental demi menyelaraskan potensi dan produktivitas yang dimiliki remaja pada koridor 
yang benar, sehingga outputnya juga tidak dangkal dan singkat, namun dalam, efektif, dan 
berkepanjangan. 
Penulis sendiri merasakan adanya perbedaan dari yang namanya 'coba-coba' membina secara 
mandiri, dengan benar-benar mengikuti pembinaan yang jelas. Pembinaan yang jelas sangat 
berguna memfasilitasi keingintahuan dan potensi peserta pembinaan, dan terlebih lagi, adanya 
komunikasi dua arah antara yang dibina dengan pembina yang sudah berwawasan luas juga 
memperjelas hal-hal yang telah disampaikan. 
Pembinaan Islam yang fundamental ini, jika tercapai maka outputnya adalah remaja yang siap 
menghadapi apa yang ada di depannya, remaja yang tangguh menghadapi cobaan, dan remaja 
yang tegas menjauhi keburukan. Pembinaan lain seperti keorganisasian atau akademik pun dapat 
dijalankan dengan terarah dan maksimal outputnya. Dengan bekal pembinaan Islam, maka sang 
remaja akan bisa memilah hal yang benar dan salah di seluruh aspek kehidupannya, dan dengan 
keaktifan serta potensi yang dimiliki, maka lengkaplah remaja tersebut. 'Pedang' yang penulis 
sebutkan di awal tadi pun sudah dapat dijinakkan oleh sang remaja, dan jadilah ia calon 
pemimpin yang diharapkan bagi bangsa dan umat Islam. 
- Naufal Aulia Aziz
Pembinaan Remaja, Faktor Utama dalam Mempersiapkan 
Penerus Bangsa 
Pembinaan generasi muda merupakan salahsatu faktor yang menentukan pembangunan bangsa di 
masa yang akan datang. Sebagai penerus perjuangan dalam pembangunan nasional, generasi muda 
dalam hal ini yaitu remaja memerlukan pembinaan baik fisik maupun mental spiritualnya. 
Perkembangan akibat dari perubahan ekonomi, tranformasi, telekomunikasi, politik dan 
pendidikan secara global akan ikut banyak mengalami berbagai proses perubahan dalam bidang 
kehidupan masyarakat termasuk remaja. Remaja merupakan tonggak kehidupan berbangsa dan 
bernegara merupakan faktor penting yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan. 
Pada masa remaja, terutama pada masa pertumbuhan merupakan masa penuh gejolak emosi dan 
ketidak seimbangan. Segala permasalahan yang terjadi dalam kehidupan remaja tidak dapat 
terlepas dari lingkungan dimana remaja itu hidup dan berkembang. Pada usia remaja pengaruh 
yang bersifat negatif atau pelanggaran moral sangat mudah terjadi, mereka bebas memilih dengan 
kehendaknya tanpa menginginkan pengawasan atau peraturan dari orang tua. Perkembangan 
pribadi dipengaruhi oleh berbagai persoalan serta perubahan atau pertumbuhan jasmani dan emosi 
mental pada saat usia remaja. 
Masa remaja merupakan masa yang mengalami banyak perubahan, karena pada masa tersebut 
mereka belum memiliki identitas yang mantap. Remaja cenderung melakukan perbuatan yang 
dianggapnya baik, meskipun bagi orang lain belum tentu dianggap baik. 
Dalam Islam, istilah remaja tidak ditemukan, tetapi terdapat kata Baligh yang menandakan 
seseorang tidak disebut kanak-kanak lagi, Istilah baligh dalam pengertian di atas adalah 
menentukan umur bagaimana seseorang mempunyai kewajiban dalam menjalankan kehidupan 
sehari-hari yang berlandaskan agama Islam. Istilah Akil Baligh inipun, memberikan pengertian 
dimana seseorang telah bertanggung jawab atas perbuatannya dalam masalah pahala dan dosa 
(Daradjat, 1975:8) 
Kita harus mengerti bahwa masa remaja adalah penghubung antara masa anak-anak menuju 
dewasa yang harus memiliki prinsip dan tanggung jawab hingga dapat berpikir matang. Masa-masa 
ini akan ditempuh dengan waktu yang cukup panjang dan tidaklah selalu stabil, dan untuk 
menjaga kestabilan melalui pendidikan formal saja tidak cukup. 
Maka dari hal tersebut, bagaimana solusinya? solusinya yaitu dengan pembinaan remaja. Remaja 
sangat memerlukan pembinaaan, karena pada dasarnya kita memerlukan pegangan dalam 
kehidupan. Kita sedang berada dalam proses pendewasaan dan kelak akan hidup bermasyarakat. 
Fisik dan mental seharusnya digunakan untuk hal-hal produktif dari mulai masa remaja. Usia 
remaja merupakan usia dengan pemikiran yang kreatif, fisik yang kuat, semangat yang tinggi. 
Apa jadinya apabila potensi remaja diabaikan tanpa ada pembinaan dan pemahaman bahwa usia 
kita saat ini sedang berada dalam masa “keemasan”? sungguh sangat disayangkan jika seandainya 
kita melewati masa remaja tanpa ada arah dan tujuan yang jelas. Banyak orang tua berkata, “masa 
anak-anak dan remaja lebih mudah menyerap ilmu dan pelajaran dibandingkan dengan orang tua”. 
Hal tersebut menggambarkan bahwa generasi masa depan tergantung pada remaja saat ini, jika 
kita ingin mengetahui bagaimana peradaban dan masa depan yang akan dicapai sebuah bangsa 
maka kita bisa melihatnya dengan cara “melihat remajanya saat ini”.
Pembinaan remaja merupakan cara yang efektif dan terbaik dalam mempersiapkan generasi 
penerus masa depan bagi bangsa dan agama. Karena dalam pembinaan bukan hanya memberikan 
ilmu pengetahuan yang diharapkan tetapi lebih dari itu, yaitu pembelajaran akan sikap moral dan 
akhlak yang baik. Melalui proses pembinaan akan menjadi harapan agar menjadi tauladan bagi 
generasi mendatang. Pembinaan yang dilakukan harus mencakup segala hal baik sikap, moral, 
perilaku, kepribadian, agama, hingga mencapai kemandirian. Selain itu dengan pembinaan pula 
proses akil dan baligh dapat tercapai secara seimbang. Siapa lagi yang ajan melanjutkan estapet 
bangsa ini kalau tidak dari kalangan remaja. Karena remaja sebagai calon generasi penerus bangsa 
merupakan asset masa depan yang harus dipersiapkan melalui pembinaan. 
- Luthfi Muzakir
Remaja Muslim vs Remaja Ke “kinian” ? 
Remajaa ?? Tingtong yang kebayang sekarang cuman anak alay, galau, ababil (abege labil), 
selfie, pacaran, pakaian dan tas bermerk, mendewakan artis, twitter, instagram, path, facebook -.- 
dan semua tentang kebiasaan remaja saat ini. Padahal tantangan dunia semakin meningkat, 
hedonisme, sekularisme, sampe liberal. Coba deh kita flash back sama sejarah islam yang notabene 
punya remaja atau pemuda yang keren banget contohnya aja Muhammad Al fatih sang penakluk 
konstantinopel (sekarang istanbul) yang terkenal begitu masyur di dunia. Muhammad Al-fatih naik 
tahta ketika ia berusia 19 tahun. 19 tahun loh, kita ? udah ngapain aja selama 19 tahun ? 
Sejak kecil beliau telah mengamati usaha ayahnya dan umat Islam dalam menaklukan 
konstantinopel, sehingga timbul keinginan kuat dalam benaknya untuk dapat melanjutkan usaha 
tersebut dan menaklukan Konstantinopel, ini yang perlu ditiru remaja kita saat ini ambisi yang 
kuat untuk meraih kesuksesan dunia akhirat bukan ambisi yang kuat untuk mendapatkan si “doi” 
ya guys. Karena secara harfiah jodoh akan datang di waktu dan suasana yang tepat hehe, so gaperlu 
capek-capek ngurusin gebetan atau pacaran dulu deh. 
Jauh di masa hidupnya, Rasulullah selalu menyerukan pada para sahabat bahwa 
Konstantinopel akan jatuh di tangan umat Islam pada suatu masa, di bawah pimpinan seorang 
pemuda terbaik dan pasukan terbaik. Sehingga umat muslim yang kala itu sedang berperang, 
menjadi begitu semangat mendengar seruan Rasulullah tersebut, yang menyatakan Islam akan jaya 
dengan takluknya salah satu Kota Termahsyur pada masa itu di bawah pimpinan seorang pemuda 
muslim terbaik.Tuh keren banget engga sih ? beda banget sama remaja muslim di indonesia 
sekarang. 
Muhammad al fatih kecil telah terbiasa menghafal al-quran dia tumbuh menjadi pemuda 
yang kuat, cerdas, memiliki pribadi yang santun dan sangat pemberani. Muhammad Al fatih lahir 
jauh sebelum sosmed lahir loh ? jauh sebelum adanya mie instan, sebelum adanya google, beliau 
lahir saat menuntut ilmu perlu perjuangan yang begitu kerasnya. Belum ada LKS belum ada 
modem internet dan semua fasilitas yang memudahkan kita untuk belajar, tapi bukankah dia tetap 
bisa menunjukkan prestasi yang begitu gemilang ? menaklukan konstantinopel yang terkenal 
dengan daerah yang sangat kaya dan terkenal sangat sulit untuk ditaklukan tapi, dia tetap bisa 
menunjukkan prestasinya yang paling penting dia tetap eksis guys sampe sekarang tanpa harus 
update foto-foto keberhasilannya di instagram. Karena bintang akan tetap bersinar meskipun 
berada di gelapnya malam  
Remaja muslim itu bukan yang rajin nge post di instagram kalo kita udah qurban, bukan 
yang riya di setiap status facebooknya kalo kita udah sodaqoh, bukan yang bangga ngeliatin 
moment gak pake kerudungnya di path, bukan yang melempem keberaniannya dalam menegakan 
kebenaran, tapi remaja muslim itu adalah agent of change agen perubah masa jahiliyah menjadi 
masa terang benderang, perubah negeri yang carut marut menjadi negeri yang disegani dan dicintai 
negara lain, perubah pemikir-pemikir angkuh menjadi pemuda pemikir (berprestasi) yang santun 
dan tetap dicintai, perubah generasi bodoh menjadi generasi yang cerdas, mampu berkreasi dan 
berkompetisi. Karena saat ini kompetitif kita bukan hanya dari maksiat atau nafsu belaka, tapi dari 
golongan kiri yang tidak ingin islam menjadi jaya bahkan dari golongan kanan yang selalu 
menginginkan hanya dirinya yang paling benar. Kompetisi ini yang akan menunjukan apakah kita 
remaja pejuang muslim sejati atau hanya remaja yang abal-abal yang punya hobi cuman 
nongkrong, shoping, galau, main sosmed dan tak bermanfaat. Sungguh ini pilihan, jalan menjadi
muslim yang sejati dan punya visi dan misi yang jelas akan banyak rintangannya dibanding jalan 
menjadi seorang remaja biasa yang hanya akan menunggu masa tua nya dan sia-sia. Dan kenapa 
jalan menjadi muslim sejati itu sulit ? karena Surga adalah hanya untuk orang yang membayar 
premi dengan lunas (saya kutip di film :D) dan guys kalian pasti tau premi apa yang harus kita 
bayarkan supaya kita bisa masuk surga ? ya ketaatan kepada Allah lah yang bisa kita bayarkan 
agar kita dapat surga nya Allah. 
Well, dari cerita muhammad al fatih tadi kita udah dapet banyak pelajaran. Remaja muslim 
itu, bukan cuman remaja yang rajin sholat doang loh tapi juga remaja yang punya akhlak yang 
baik, santun, pribadi yang kuat, pemberani, punya ambisi kuat, cerdas, dan tentunya punya visi 
dan misi yang jelas dalam memperjuangkan agama nya. Karena islam bukan hanya untuk dirimu 
tapi islam untuk kita semua . Jadi sekarang bukan cuman aku yang harus mendapat indahnya 
islam tapi kita dan mereka yang juga harus menikmati indahnya perjuangan dan nikmatnya Iman. 
Yuk jadi muslim yang bermanfaat untuk orang banyak  
- Triyanuari Puspa Dewi
Dan Aku Selalu Dijaga 
Oleh: Nurida Luthfiyani 
Saya selalu bersyukur dibesarkan dalam sebuah keluarga yang menganut agama islam. 
Apalagi setelah masuk sekolah yang berbasis islam. Pemahaman saya mengenai islam menjadi 
lebih baik. Maklum, keluarga saya bukanlah keluarga dengan nuansa islam yang sangat kental. 
Sehingga pengetahuan menganai islam lebih banyak saya dapat dari luar rumah. 
Saya berjilbab sejak saya kelas satu SMP. Itupun belum istiqamah, saya masih sering keluar 
rumah tanpa mengenakan jilbab. Karena saya masih berpikir jika mengenakan jilbab bukanlah 
suatu kewajiban. Setelah masuk sekolah islam, saya mendapat benyak pengetahuan bahwa 
mengenakan jilbab itu wajib seperti yang telah diajarkan dalam Al Quran surat An-Nur ayat 33 
serta Al Ahzab ayat 59. Berjilbab itu disyariatkan bagi wanita muslim dengan jilbab yang menutup 
hingga dada. Hal tersebut merupakan pengingat bagi saya. Lalu saya mulai memperbaiki diri 
memperbaiki cara berjilbab saya hingga yang sesuai yang disyari’atkan. 
Sungguh, tuntunan islam bertujuan menjaga muslimah. Dengan jilbab, seorang muslimah 
akan dikenal oleh orang-orang yang melihatnya. Disebutkan bahwa seorang wanita, diselubungi 
oleh setan baik depan maupun belakangnya. Sehingga besar kemungkinan dengan melihat wanita 
saja, seorang laki-laki dapat terangsang syahwatnya, apalagi melihat wanita yang “terbuka”. Jilbab 
dan segala tuntunan muslimah untuk berpakaian setidaknya akan mengurangi potensi seorang 
wanita menimbulkan syahwat pada laki-laki. Sekadar tambahan keuntungan saja, para wanita yang 
biasanya sangat mengkhawatirkan penampilan mereka seharusnya akan lebih tau bahwa dengan 
berjilbab, rambut mereka akan senantiasa terjaga dari polutan yang ada di luar. Sehingga 
kemungkinan rambut mereka untuk rusak misalnya kering, bercabang, kusam dan merah sangat 
kecil. Sehingga berjilbab dan berpakaian tertutup memberikan keuntungan yang sangat besar bagi 
wanita. 
Tidak hanya dari segi pakaian, pergaulan sesama muslim juga diatur dalam islam. Bukan 
semata-mata bertujuan untuk membatasi ruang gerak, namun hal ini bertujuan agar muslim dapat 
menempatkan diri mereka dengan baik sehingga dapat menjaga kehormatan mereka. Kita tetap 
dapat bergaul dengan siapapun. Namun, dalam pergaulan kita juga harus memerhatikan norma 
yang berlaku sehingga tidak melanggar batas. 
Suatu istilah dalam pergaulan islam yang termasuk baru saya kenal adalah hijab, yaitu 
batasan antara laki-laki dengan wanita. Bagaimana wanita dan laki-laki yang bukan mahram tidak 
boleh berdua-duaan serta tidak boleh ada kontak fisik. Hal ini baru saya kenal setelah saya masuk 
sekolah islam. Sebelumnya saya sangat tidak peduli dengan hijab dengan laki-laki ini karena 
ketidaktahuan saya. “Plak-plok” dengan lawan jenis adalah hal yang sudah biasa saya lakukan. 
Teman-teman saya yang berpacaran dengan yang bukan mahramnya sudah saya anggap sebagai 
fenomena yang biasa. Pada waktu itu, orang tua saya melarang saya berpacaran. Saya anggap 
larangan tersebut “hanya sekadar larangan” yang bahkan jika orang tua saya ditanya “mengapa”, 
jawaban mereka juga hanya “yang penting jangan” yang membuat saya tidak terlalu menganggap 
pacaran saat itu sebagai hal yang tidak baik jika tidak melibihi batas. 
Semuanya terjawab setelah saya masuk sekolah islam dan mendapat kajian mengenai 
batasan pergaulan antara kaki-laki dan wanita yang bukan mahram. Ternyata, “plak-plok” dengan
lawan jenis yang biasa saya lakukan tidak diperbolehkan jika dengan orang yang bukan mahram. 
Hal tersebut bukan semena-mena melarang, namun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan 
seperti timbulnya syahwat laki-laki seperti di atas. Jika “plak-plok” saja tidak boleh, apalagi 
dengan pacaran? Hubungan antara lawan jenis yang bukan mahram ini jelas tidak diperbolehkan. 
Dari yang hanya status dan berdalih “kami tidak melakukan apapun, bergandengan pun tidak” 
hingga yang melakukan lebih dari bergandengan. Pacaran dapat menjerumuskan orang-orang yang 
melakukannya pada perbuatan zina yang dilarang keras oleh islam. Walaupun pada awalnya “tidak 
melakukan apapun”, namun manusia merupakan makhluk yang tidak akan puas dengan keadaan 
statis yang ia miliki. Ia akan selalu berusaha menuntut lebih, hingga akhirnya zina dapat terjadi. 
Sehingga larangan orang tua saya yang awalnya saya nggap “hanya sekadar larangan” memiliki 
makna yang sangat mendalam. 
Namun setelah lulus dari sekolah islam tersebut dan memasuki bangku kuliah yang ternyata 
didominasi oleh kaum adam, saya merasa sulit menjaga batasan tersebut. Melihat sepasang sejoli 
yang bukan mahram bergandengan hingga berpelukan menjadi fenomena yang asing bagi saya. 
Sekolah saya membentuk siswa-siswa yang ada di dalamnya menjadi homogen. Menjadi seolah-olah 
semua disetting baik. Sehingga ketika membaur dengan lingkungan umum, saya merasa 
belum terbiasa berada dalam lingkungan yang heterogen. Seiring berjalannya waktu, berkenalan 
dengan mereka membuat identitas saya sebagai muslimah mulai dikenal. Mulai dari mereka yang 
tidak lagi “plak-plok” pada saya seenaknya hingga memberi jalan kepada saya untuk lewat di 
antara kerumunan mereka. 
Saya sangat bersyukur menjadi seorang muslimah. Islam dan ajarannya sangat menjaga saya 
untuk tidak terjerumus dalam hal-hal yang dapat merugikan diri saya sendiri. Di saat memasuki 
masa remaja, banyak anak galau bingung memilih pergaulan dan karena tanpa tuntunan yang benar 
mereka dapat saja terjerumus dalam pergaulan yang salah. Islam membimbing saya agar dapat 
menemukan pergaulan yang benar. Islam memberikan bimbingan ummatnya untuk tetap bertindak 
sesuai koridor yang ditetapkan islam agar dapat menggapai ridha-Nya. Dan saya pun merasa selalu 
dijaga Allah dengan ajaran yang telah ditetapkan-Nya. 
- Nurida Luthfiyani
REMAJA : SIAPA KAMU JIKA TIDAK DENGAN ISLAM ? 
Oleh : Andri Prayogi 
Pendahuluan 
Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata remaja ? apakah fisik yang kuat ? atau 
seorang pemikir yang ideal ? Berbicara tentang remaja, selalu mendapat tanggapan yang 
beraneka ragam. Sayangnya, sekarang ini kesan yang ada dalam benak masyarakat justru 
cenderung kebanyakan negatif. Dimulai dari perkelahian antar pelajar, pornografi, kebut-kebutan, 
tindakan kriminal seperti pencurian, pengedaran dan pesta obat-obat terlarang, bahkan 
yang sekarang lagi heboh adalah dampak pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan. 
Miris memang dan sangat mengerikan ! 
Padahal sebagai generasi harapan bangsa, remaja diharapkan kelak menjadi pemimpin 
yang akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi bangsanya. Namun dengan kondisi remaja 
seperti yang tergambar di atas, bagaimana kita bisa berharap banyak pada kaum remaja? Tak bisa 
terbayangkan bagaimana kondisi negara kita di masa depan bila kaum remaja sekarang ini 
berperilaku menyimpang, malas, semaunya sendiri, tidak mengindahkan moral dan etika, serta 
melanggar hukum. 
Maka dari itu, perlu adanya upaya pembentukan karakter muslim yang kuat dan tangguh 
agar para remaja dapat terbentengi dari hal-hal yang bersifat negatif yang dapat menjerumuskan 
mereka kedalam jurang kenistaan semata. 
Pembentukan karakter remaja islam 
Dalam membentuk karakter remaja islami yang cerdas, mandiri, tangguh, berakhlakul 
karimah, amanah, dan tawadhu tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal seperti di sekolah 
atau pesantren. Pendidikan dan penanaman nilai-nilai islami justru dimulai dari lingkungan 
keluarga. Dalam hal ini orang tua memikul tanggung jawab dan peran utama mendidik anak. Orang 
tualah yang menentukan mau dijadikan seperti apa dan akan diarahkan ke mana, inilah yang 
sebenarnya menjadi persoalan. 
Allah swt berfirman: “Katakanlah: ‘Sesungguhnya Shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku 
hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang 
diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada 
Allah).”(QS. Al-An’am: 162-163). Setelah pelajaran tauhid ini tertanam kuat pada diri sang anak, 
barulah kemudian diajarkan tentang akhlak, ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan segala hal yang 
menyangkut kehidupan di dunia. Mengenai pendidikan akhlak ini kita bisa mencari referensi pada 
akhlak dan kepribadian Rasulullah saw. Karena Nabi Muhammad saw adalah sebaik-baik manusia 
di muka bumi ini. Pada dirinya terdapat uswatun hasanah (suri tauladan yang baik). 
Remaja : siapa kamu jika tidak dengan islam ? 
Menyeru kepada yang ma’ruf (kebaikan) dan mencegah dari perbuatan munkar merupakan 
identitas seorang muslim. Itu sebabnya, Islam begitu dinamis dalam menekankan dakwah sebagai 
strategi dalam membina remaja, dakwah hari ini menjadi sarana sekaligus senjata untuk 
membendung arus budaya rusak yang akan menggerus kepribadian Islam kita.
Islam dan dunia remaja memiliki keterkaitan yang sangat erat. Islam telah mengatur segala 
perilaku, etika pergaulan, adab berpakaian, serta adab-adab remaja dalam Al-Qur’an serta sunnah 
Rasulullah. Terpenting untuk menyerahkan diri kepada Allah segala urusan dan memperkuat 
ibadah-ibadah yang makin mengeratkan hubungan dengan Allah sehingga lebih bisa menjaga diri 
dari perbuatan yang mendekati zina, yang diharamkan Allah. KepadaNya lah saja kita 
bertawakkal. Wallahu alam bishawab
MEMBINA REMAJA ITU PENTING 
Remaja di mata islam sudah tentu menjadi tonggak kesuksesan islam, karena remaja islam 
merupakan penerus bagi islam. Pada saat ini sangat penting sekali dalam membina remaja islam, 
hal ini di karenakan pergaulan zaman sekarang banyak pergaulan remaja yang tidak bermoral dan 
beretika. Islam di mata remaja hendaknya dijadikan panutan dan tuntunan dalam menjalani hidup, 
karena apabila remaja menjalankan syari’at Islam dengan sebagaimana mestinya, maka muncullah 
generasi muda penerus perjuangan Islam yang handal dan Insyaallah diridhoi oleh Allah. Contoh 
pergaulan yang menurut saya tidak beretika adalah pacaran, pacaran sudah di anggap lumrah oleh 
para remaja, mereka berpikir itu adalah hal yang biasa. Dulu pengalaman saya saat SMA, saya 
pernah pacaran dan pemikiran saya tujuan punya pacar itu agar saya semangat belajar tapi nyatanya 
itu hanya mengganggu konsentrasi belajar saya. Mengganggu konentrasi belajar mungkin itu 
adalah salah satu hal kecil dari negatifnya pacaran, mungkin lebih banyak lagi. Pergaulan bebas, 
mabuk-mabukan, judi, pakaian remaja wanita yang mungkin bahasa kasarnya “kurang bahan”, itu 
adalah contoh pergaulan remaja zaman sekarang yang tidak beretika. Memang tidak semua remaja 
seperti itu, tapi itu hanya rata-rata. 
Oh iya ada hadis Rasullullah yang bunyinya “Orang Mu’min yang paling sempurna 
imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya” (HR. Ahmad). Dalam hal ini 
menunjukkan bahwa akhlak adalah tolak-ukur dari iman seseorang. Remaja yang beriman adalah 
yang berakhlak baik. Nah, masa sekarang adalah masa yang krisis akhlak. Dalam artian sulit sekali 
mencari remaja-remaja yang berakhlak baik. Kebanyakan remaja sekarang tidak mau berkiblat 
pada Rasulullah SAW, melainkan kepada idola-idola mereka seperti band-band terkenal, artis 
sinetron, dan lain sebagainya. Itu menunjukkan bahwa iman mereka kepada Nabi Besar 
Muhammad SAW mulai memudar. Padahal Rasulullah lebih memiliki andil yang lebih besar 
dalam kehidupan Islam dibandingkan idola mereka tersebut. 
Penyebab mereka seperti itu adalah kurangnya perhatian dari orang tua, kurangnya 
pembinaan dan pemahaman mengenai syariat islam dan juga kurangnya mempelajari ilmu agama 
islam. Para orangtua zaman sekarang mereka lebih senang melihat anaknya lebih dalam 
mempelajari ilmu dunia, di bandingkan ilmu akhirat. Padahal ilmu dunia dan ilmu akhirat itu dua-duanya 
penting untuk di pelajari dan harus seimbang. Kurangnya ilmu agama islam di kalangan 
remaja itulah yang menyebabkan banyaknya pergaulan bebas di kalangan remaja serta kritisnya 
moral remaja. Maka dari itu sangat penting sekali membina remaja, agar para remaja tidak terbawa 
dengan arus pergaulan bebas zaman sekarang. 
Pembinaan remaja sebenarnya bisa di lakukan di mana saja, contohnya adalah kita mengikuti 
organisasi yang positif bukan hanya organisasi di sekolah tapi juga di lingkungan masyarakat 
sekitar. Untuk di sekolah mungkin kita bisa mengikuti rohis, OSIS, Pramuka, dll. Untuk di 
lingkungan masyarakat sekitar contohnya Karang Taruna atau mengikuti organisasi remaja masjid 
di lingkungan sekitar rumah. 
Di organisasi tersebut walaupun tidak di bina secara langsung, tapi setidaknya ketika kita 
aktif di organisasi tersebut maka secara tidak langsung karakter kita di bina. Karena ketika kita 
berorganisasi kita di wajibkan untuk bertanggung jawab. 
Pentingnya pembinaan remaja agar mereka tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas, 
karena mereka itu adalah penerus bagi bangsa, penerus bagi islam, dan juga penerus bagi orangtua 
mereka. 
Sudah selayaknya mereka lebih memperhatikan negeri ini, membanggakan negeri ini dengan 
prestasi mereka, karena mereka adalah penerus. Itulah alasan mengapa pentingnya dalam membina
remaja, karena mereka mudah terpengaruh dengan perkembangan zaman dan juga pengaruh 
lingkungan. 
Mungkin hanya itu yang bisa saya tulis, mohon maaf jika masih ada kekurangan atau ada kata 
yang tidak nyambung. Namanya juga masih belajar, hehe. 
Wassalamu’alaikum WR.WB 
Oleh: Pilan Iswuri
Roda kehidupan 
Karya : Annisa Rizky. L 
Perjalanan nan jauh.. menelusuri bagian dari lorong waktu yang terbatas namun, begitu banyak 
cerita di dalamnya. Entah kau akan buat apa cerita kehidupanmu.. akan kau bawa hidupmu ini menjadi 
rangkaian cerita indah, atau mungkin sebaliknya, kau akan isi dengan cerita yang kelam... ya, tentunya 
konotasi kalimat ”indah” dan ”kelam” setiap jiwa manusia memeiliki sudut pandang yang berbeda, ada 
yang beragumen indah itu adalah memiliki keluarga yang harmonis, bergelimang harta atau setiap apa yang 
dia inginkan terwujud, dan kehidupan yang kelam itu kita umpamakan kebalikan dari hal-hal hidup yang 
indah... 
Sebagai seorang hamba, dan juga Alhamdulillah sebagai seorang muslim&muslimat, apa yang 
telah Allah SWT berikan kepada kita salah satunya ialah kehidupan didunia ini alangkah baik dimanfaatkan 
dengan sebaik-baiknya tentu karena kita seorang yang beriman dan InsyaAllah bertaqwa kepada Tuhan, 
Agama dan Rasul-rasulnya, kita jalani sesuai dengan pedoman yang telah Allah SWT berikan.. bukankah 
kehidupan di dunia ini hanya batu pijakan, mimpi yang sesaat untuk kehidupan yang kekal abadi di surga.. 
Allah berfirman : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang 
yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan 
nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S. Al-Ashr: 1-3) 
Seperti kutipan salah satu ayat Al-qur’an diatas, sangat merugilah orang-orang yang tidak 
memanfaatkan waktu dalam hidupnya.. dalam hidup ini ada fase-fase produktivitas seorang manusia, 
menurut salah satu survei yang saya pernah ketahui fase terbaik dari kehidupan ini ialah saat kita anak-anak 
dan remaja.. kenapa ?? karena di masa tersebut kita lebih banyak potensi yang dapat dipelajari, 
dikembangkan dan bahkan dapat mempengaruhi hal-hal disekitar kita.. sebagai seorang remaja dan 
mahasiswi saya pernah mengikuti orientasi kampus dan ada moment dimana saya mengucapkan janji, 
yaitu janji mahasiswa dan dari salah satu makna dari pengiklaran tersebut bahwa mahasiswa adalah agent 
of change atau agen perubahan.. apa arti kalimat tersebut.. menurut saya artinya ialah sebagai seorang 
yang telah berada di piramida pendidikan yang bisa dibilang tinggi dari sebelumnya tentu kita telah 
melewati fase-fase sebelumya, kita diharuskan berfikir kritis, bersikap bijakasana akan perubahan-perubahan 
yang terjadi baik outside or inside.. 
Untuk mengukir kehidupan yang indah sesuai dengan ajaran islam ada beberapa langkah 
InsyaAllah yang dapat membantu mewarnai indah nya hidup ini... 
1. berusaha 
Setiap orang telah Allah SWT berikan rasa didalam hatinya, menggetarkan jiwanya saat 
mengingatnya.. mimpi, cita-cita, passion adalah bentuk kata yang mengartikan hasrat rasa itu..untuk 
menuntun mereka merangakai getaran keinginan tersebut kita ilustrasikan seperti berikut.. seseorang 
yang mengharapkan mendapat seorang pasangan (istri/suami) yang cerdas, taat beribadah, baik dalam 
berprilaku, tetapi orang tersebut malas-malasan dalam bekerja, sering mendzolimi dirinya seperti 
jarang beribadah, dan hanya diam berharap semua itu tercapai tanpa usaha, bukankah mustahil 
mendapatkan kriteria pasangan yang ia inginkan.. bukankah ada pepatah mengatakan.. pasangan kita 
adalah ”cerminan diri kita” jadi berusahalah dahulu memperbaiki diri kita sendiri, bukankah Allah 
SWT senang dengan orang-orang yang mau berusaha melakukan kebaikan dalam hidupnya.. Allah 
berfirman : Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang mengerjakan kebaikan. (Q.S 
As-Saafaat : 131)
2. Berdoa 
Allah SWT sangat cinta kepada umatnya yang selalu meminta kepada-Nya, sebagai manusia yang 
lemah tentunya kita memohon petunjuknya, setelah kita berusaha kemudian kita memohon agar 
diberikan terbaik.. ya agar tidak melangkah di dunia ini dengan kebutaan dan jatuh kedalam jurang 
kesesatan 
3. Bersabar dan Ikhlas 
Ada hal-hal yang tidak disadari dalam kehidupan ini, saat diri ini jauh dari-Mu 
Ya Rabb, setelah berusaha dalam meraih cita-cita, hingga mengguras fisik dan pikiran, pengorbanan 
materi yang banyak namun hasilnya tidak sesuai apa yang diharapkan.. Saat emosi menguasai jiwa ini, 
meragukan kuasa-Mu semakin menjauhlah diri ini dari-Mu.. Naudzubillahimindzalik.. 
sebagai seorang remaja muslim&muslimat ketika kita dihadapkan masalah seharusnya kita bersyukur 
karena ini menjadi ladang pahala, yaitu dengan cara bersabar menjalaninya dan ikhlas dalam menerima 
yang telah Allah SWT tetapkan kepada kita. Seperti cerita Nabi Ibrahim yang selama berpuluh-puluh 
tahun lamanya menantikan kehadiran seorang anak, beliau tetap berdoa dengan rasa sabar.. bahwa 
beliau percaya bahwa Allah SWT mengetahui apa yang terbaik baginya, kemudian Allah SWT 
mengabulkan doa beliau namun cobaan tak sampai berhenti disitu, kemudian Allah SWT menguji 
kesetiannya dan rasa cinta dengan adanya mimpi bahwa anak yang ia cintainya Ismail tersebut harus 
disembelih, dengan rasa Ikhlas dan rasanya cintanya kepada Tuhan, keduanya melaksanakan apa yang 
Allah SWT perintahkan, begitu besar pengorbanan mereka hingga Allah menyuruh Nabi Ibrahim 
mengatikannya dengan seekor kambing . sungguh bentuk cobaan kesabaran dan keikhlasan yang begitu 
besar dibandikan kita yang menghadapi masalah seperti ini menggeluh dengan luar biasa. 
Dari ketiga aspek tadi kita renungkan dan alangkah baiknya kembangkan menjadi hal positif bagi 
diri kita dan orang-orang sekitar kita, bukankah sangat indah berjalan sesuai perintah-Nya, membuat 
kebaikan untuk semua.. 
Sahabatku tak ada kesedihan yang diciptakan oleh Tuhan, Allah SWT hanya menciptakan 
kegembiraan. Karena pada hakikatnya hidup bergembira ria menuju surga-Nya tentu dengan aturan-aturan 
yang perlu ditaati. Nasib setiap oarang adalah bahagia dengan jalan yang berbeda.. Masalah-masalah 
hanya akan memperkuat kehidupan mu kelak.. tersenyumlah dengan apa yang kau hadapi.. 
walaupun disisi lain aku tak dapat selalu berada disisi mu.. hanya untaian doa yang dapatku panjatkan 
untuk kebahagiannmu.. Salam cinta untuk sahabat-sahabatku dari Anis I love U all
Bersama Teman yang Menguatkan 
Malam ini, gema takbir menggema di seluruh penjuru negeri. Jutaan umat tak henti-hentinya 
menyerukan asma Allah. Menggetarkan hati. Takbir tak akan berhenti hingga fajar datang 
menjelang, hingga satu dua tiga hari kemudian, dan akan berulang di tahun yang akan datang. 
Pasti. Selama belum kiamat. Selama masih ada umat muslim di dunia ini. Selama masih ada 
pemuda Islam yang terus mempertahankan, melanjutkan, dan mengembangkannya. 
Beeuuuh… Aku nulis apa barusan? *_* Halah, yang penting nulis! 
Ya. Pemuda merupakan harapan bagi jutaan umat manusia karena pemuda adalah generasi 
penerus yang akan melanjutkan tradisi, cita-cita, dan perjuangan para pendahulu. Apalagi seorang 
pemuda Islam yang mau tidak mau harus menunjung nama baik Islam kapanpun dan dimanapun. 
Sebagai seorang remaja Islam, saya sering merasa terpukul. Apa yang sudah saya berikan 
untuk umat manusia? Apa yang sudah saya lakukan untuk agama saya? Rasulullah SAW. 
bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia (lainnya)”. Sudahkah saya 
menjadi sebaik-baik manusia? 
Saya sering merasa lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Saya sadar bahwa motivasi 
eksternal saya harus lebih kuat. Untunglah, masa remaja saya tumbuh di lingkungan yang sangat 
mendukung dan saya memiliki teman-teman yang luar biasa. Mereka sering menguatkan saya di 
saat lemah, mengingatkan saya di saat lalai, dan membantu saya agar kembali ke jalan yang lurus. 
Mereka pernah mengenalkan sebuah doa yang luar biasa kepada saya, yaitu doa rabithah. 
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul 
untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam 
rangka menyeru (dakwah di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu, maka 
kuatkan ikatan pertaliannya. Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan 
penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan 
limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu dan 
matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan 
sebaik-baik penolong. 
Sewaktu bersama mereka dulu, kami sering melantunkan doa tersebut. Saya selalu merasa 
merinding ketika membaca doa tersebut. Dari doa tersebut saya menyadari bahwa teman sesama 
muslim bukan hanya sebagai teman belajar, bergaul, dan ngobrol. Akan tetapi, bersama mereka 
kita saling mendoakan, bersatu dalam kebaikan, dan bersatu untuk selalu taat dan berjuang di jalan 
Allah. 
Memilih teman yang baik dan sholeh sangatlah penting karena mereka memberikan 
dampak yang cukup berarti bagi kita dan bersama merekalah kita akan berjuang di jalan Allah. 
Dalam sebuah hadits, Rasululah SAW. menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman 
yang berbunyi : 
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، 
وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحً ا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan 
seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau 
bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum 
darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun 
tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 
2628) 
Sungguh beruntung kita menjadi remaja yang dipertemukan dengan Islam. Kita tumbuh 
dalam lingkungan yang baik serta memiliki teman yang akan selalu mengingatkan kita dalam 
kebaikan dan kesabaran. Ketika kita lemah, mereka akan membantu untuk menguatkan kita. 
Ketika kita lalai, mereka akan mengingatkan kita. Ketika kita mulai goyah, mereka akan 
membimbing kita untuk kembali ke jalan yang benar. Dengan itu kita akan selalu terjaga dan 
menjadi insan yang lebih baik lagi, serta kita akan merasakan betapa indahnya menjadi seorang 
remaja Islam dengan segala rupa dan warna-warninya. 
Namun, masih banyak remaja yang mungkin tidak seberuntung kita. Sebagian dari mereka 
tidak tumbuh di lingkungan sebaik yang kita miliki. Sebagian dari mereka juga tidak memiliki 
teman yang dapat menguatkan, mengingatkan, dan membimbing mereka. Bahkan, ada juga remaja 
yang masih menyia-nyiakan masa mudanya dengan melakukan hal-hal yang tidak bermafaat. 
Lantas apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa membaur dengan mereka dan menjadi teman yang 
dapat memberikan cahaya baru bagi mereka, sehingga mereka juga akan merasakan betapa 
indahnya menjadi remaja Islam. 
Jadi, mari kita rapatkan barisan dan satukan langkah untuk menerangi remaja dengan 
warna-warni Islam!  
Bandung, 4-5 Oktober 2014 
Hari Raya Idul Adha 1435 H 
- Dzakiya Zhihrotulwida
ISLAM 
Indahnya Senantiasa meLekat di hAti reMaja 
Oleh: Bella Listya Prasadini FTSL 16614375 
Tahun dimana setiap insan harus menemukan jati dirinya, menemukan kehidupan yang 
sebenarnya bukan hanya hias cinta karena kekaguman insan lainnya. Tahun dimana terjadi gejolak 
ketika hati harus menetapkan jalan hidup penggema masa depan. Jalan hidup untuk meniti 
kehidupan, di saat hati tak tau kemana kita harus beradu, hanya satu yang wajib hukumnya kita 
mengadu. Di saat bibir tak mampu berucap, hanya satu yang wajib kita ucap. Di saat tubuh tak 
dapat lagi berbuat, hanya satu yang wajib kita perbuat. Mengadu apa? Mengucap apa? Perbuat 
apa? Jawablah semua pertanyaan itu dengan hati yang suci, pikiran yang bersih, dan kondisikan 
diri betapa hina insan ini dibanding Kuasa Yang begitu Agung. 
Tahun dimana insan yang mulanya begitu tak berbentuk, abstrak di muka kini tumbuh 
menjadi insan yang dapat menarik insan lain untuk mengaguminya. Remaja, tahun dimana masa 
remaja mulai terasa, ketika inilah wajib hukumnya kita mengadu, mengadukan kegalauan hati 
karena cinta kasih yang begitu dahsyat Lilla hita’ala namun tak dapat kita balas dengan indah. 
Remaja juga tahun di mana kita memutuskan apa yang harus diucap , sesuai hati kah? Atau 
munafik kah? Remaja yang hebat adalah remaja yang mengucap sholawat di saat teringat dan tak 
teringat, dengan kata lain di saat remaja itu benar-benar tau posisinya bukan untuk mengingat tapi 
memori itu telah teringat karena rutinitas akhlaknya. Remaja pun adalah masa dimana insan
merasakan kebimbangan yang luar biasa ketika pintu gerbang kesuksesan dunia ada di depan mata. 
Berbangga atau bersyukur yang paling utama? 
Apa kebimbangan ini dirasakan begitu menggetarkan jiwa setiap umat manusia. Umat keturunan 
Adam dan Hawa. Sungguh kagum menakjub ketika setiap ruang di hati ini terhiasi akan niat dan 
ketaqwaan. Niat dalam setiap diri manusia yang menentukan keindahan menjadi seorang remaja 
Islam berhati nurani dan berbudi. 
. دِ غلادت اَّيِاف اَ اَ ، غُتلـ دِ ااَ ياا ا ياااَْدس اَّنِذا ، غُتلـ دِ ااَ اتْاال اتْااحدل نِذا ، دًةغـاض دِ ااَ يِف اَّنِإَ اَ..... 
"…Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila ia (segumpal 
daging) tersebut baik, baiklah seluruh jasadnya, dan apabila ia (segumpal daging) tersebut rusak 
(buruk), maka rusaklah (buruklah) seluruh jasadnya. Ketahuilah, segumpal daging tersebut adalah 
hati".[6] 
Islam di hatiku tepat di malam Idul Adha 1435 H tahun 2014, iya hatiku bergetar ketika takbir 
berkumandang di kota yang menyejukkan hati ini, Bandung. Inilah pertama yang kurasakan, ketika 
aku sebagai seorang remaja jauh dari kasih sayang orang tua dan keluarga. Berasal dari kota kecil 
yang teramat kecil namun aman dari tindakan kriminal. Sebagai remaja 
Islam, saya seorang akhwat yang selalu ingin semakin mendekatkan diri kepadamu Ya Rabb :’) . 
Aku adalah insan yang berjiwa, memiliki hati bukan untuk disiakan namun untuk diabdikan. 
Diabdikan pada yang telah menciptakanku. ISLAM AGAMAKU, cuplikan kisah singkat ini 
kulampirkan sebagai wujud betapa terpuruknya diriku ketika aku terlambat mengikuti tes awal 
untuk syarat salah satu unit di kampusku. Unit yang kuyakini dapat membantu kehidupan islamiku, 
kehidupan yang jauh dari pedoman teladan orang tua hanya bisa kudapatkan dari unit ini, bagiku. 
:’) Unit di mana mungkin aku tak bisa memasukinya karena kesalahanku sendiri. 
Malam ini takbir menyeruak di sepanjang pembuluh darahku. Terlantun ayat suci dari kitabku. 
(( رَ دِِ اَّإ ي ل ااَِو اَّدِ يِدصكااِإ اَّدِ كَاا دِ كدُار نِ ادك ك ل اَّارَُك ا ت ك كدل يِف اَّاهاََيـ دِ اَماِإ نِ ادك ك ل ابََا هَِ ا اَّ اكِلَ 
Terbaca arti dari kandungan ayat tersebut 
“Tetapi Allah menjadikan kamu sekalian (wahai para sahabat) cinta kepada keimanan dan 
menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran,
kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus” (QS. Al 
Hujuraat:7). 
Seketika lagi bagaikan tertarik dengan kcepatan cahaya yang tiada kiranya. Aku termenung. Aku 
bahagia disini dengan segala kerinduan yang kurasakan. Ketika kutulis ini, aku tersenyum akan 
tugas yang seharusnya tidak kukerjakan karena aku saja tidak mengikuti tes awal. Senyumku 
tau apa yang harus diadu, diucap, dan diperbuat. Adukan kepada Yang Kuasa, Ucapkan kepada 
Yang Agung, Perbuat untuk Yang Esa. Allah SWT adalah Tuhanku, Islam Agamaku, Muhammad 
aku tidak bisa masuk ke unit itu dan aku tetap berharap aku akan mendapatkan keridhoan Allah 
dalam jalanku diberi kesempatan untuk unit itu. Bismillah. Aku tersenyum dengan apa yang terjadi 
Tepat pada paragraf di atas aku ingin mengakhiri artikel pengalaman pribadiku. Namun Allah 
SWT berkehendak lain :’) . Tepat pukul 22.10 WIB. Meskipun aku belum pasti statusnya sebagai 
calon anggota unit tersebut, aku masih berharap untuk masuk ke unit itu. Masih sampai sekarang. 
Sampai aku tersenyum penuh harap seperti ini. :’). Hpku bergetar dan berdering. Degup jantungku 
serasa tak biasa, Kubuka pesan singkat dari salah satu panitia unit tersebut. Bismillah ku ucap, aku 
takut kecewa menghampiriku. Subhanallah, :’) tidak seperti yang kuduga bahwa aku tidak akan 
Malam ini begitu indah, malam yang sebelumnya tidak pernah kurasakan, berawal dari 
kegelisahan yang berujung keindahan seperti ini. Di saat aku harus menentukan tanggungjawabku 
dan kemauan hati nuraniku. Allah SWT memberi banyak petunjuk dan keridhoan untukku malam 
ini. :’) Sungguh tepat di malam ini, aku merasakan indahnya menjadi remaja dengan ISLAM tepat 
Allah SWT berikan untuk hamba-Nya.
Menarik kesimpulan dari kisah tersebut bagaikan menarik garis lurus dalam kurva mata kuliah 
kalkulus yang begitu menyesakkan. Seorang remaja yang identitasnya memiliki citra diri harus 
menentukan kekuatan pikiran, hati dan perbuatannya. 
Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H para remaja. Karena Remaja Islam mampu mendapatkan
Membina remaja dalam kegiatan masjid 
Sebelumnya jika kita berbicara tentang remaja, mungkin yang akan terbayang dalam benak 
kita tentang seseorang yang berada dalam masa-masa menyenangkan, ceria, penuh canda, 
semangat, gejolak keingintahuan, pencarian identitas diri dan emosi. Remaja adalah anak manusia 
yang sedang tumbuh selepas masa anak-anak menjelang dewasa. 
jika diperhatikan mungkin ada empat faktor lingkungan yang mempengaruhi remaja, yaitu 
lingkungan keluarga, sekolah, teman pergaulan dan dunia luar. Lingkungan yang dibutuhkan oleh 
remaja adalah lingkungan yang islami, yang mendukung perkembangan imajinasi mereka secara 
positif dan menuntun mereka pada kepribadian yang benar. Lingkungan yang islami akan memberi 
kemudahan dalam pembinaan remaja. 
Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: 
Apabila anak Adam mati, maka semua amalnya terputus, kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang 
bermanfaat dan anak yang shalih yang mendoakannya. (HR. Muslim). 
Untuk membina remaja bisa dilakukan dengan berbagai cara dan sarana, salah satunya 
melalui Remaja Masjid. Yaitu suatu organisasi atau wadah perkumpulan remaja muslim yang 
menggunakan Masjid sebagai pusat aktivitas. Remaja Masjid merupakan salah satu cara 
pembinaan remaja yang terbaik. Melalui organisasi ini, mereka memperoleh lingkungan yang 
islami serta dapat mengembangkan kreatitivitas. 
Namun ada saja yang saya lihat peran masjid hanya bagaikan seperti batu alias diam yang 
bisa dilihat hanyalah orang tua dan anak-aak kecil saja . Dimana ada remaja pun itu hanya 
segelintir . lalu apakah disini remaja yang bersifat pasif ? ataukah tidak ada suatu wadah yag 
membuat remaja ini aktif ? 
Amal yang paling dihargai itu adalah amal ketika kau muda bukan saat kau tua yang 
dikatakan oleh seorang guru , bahkan seorang pahlawan pun membutuhkan seorang pemuda bukan 
para orang tua , karena pemuda bisa mengguncangkan dunia apalgi jika saat dia benar bisa 
memimpin khususnya memimpin dirinya sendiri 
Remaja sebagai pedang dimasa depan , sebagai calon pemimpin dimasa kelak , sebagai hal 
yang sangat harus diperhatikan oleh seluruh pihak , salah satu dosen mengatakan sebagai pendidik 
kita harus memperhatikan outputnya, dimana outputnya adalah perubahan tingkah laku menjadi 
lebih baik . 
Masa-masa remaja sering kali dihadapkan hal yang disebut dengan kebimbangan , dan arah 
tujuan yang tidak jelas bahkan menjadi pemicu ia hanya ikut orang lain dan tidak memiliki 
pegangan sendiri , manusia adalah makhluk yang dapat menyesuikan dengan tempatnya karena 
manusia adalah makhluk sosial
Maka dari itu membina remaja itu penting. Masa depan berada pada penerus kita , saat ia 
menyesuaikan dengan hal yang buruk maka itu tidak bisa dibiarkan dikarenakan kurangnya 
perhatian dari pihak manapun pada remaja . Entah itu dari pihak keluarga atau pihak pendidik . 
Banyaknya pelajar dan mahasiswa yang melakukan kenakalan remaja hanya akan 
mencatatkan bahwa bagaimana orang terdidik hanya bersikap seperti orang yang tidak terdidik . 
Pengetahuan yang kurang dan iman menyebabkan suatu celah kecil itu mejadi besar dan akhirnya 
berlubang . 
Membina remaja dalam kegiatan masjid sangatlah baik untuk remaja , dimana ia 
menemukan pengatahuan ilmu , agama dan ia pun bisa mengabdikan diri pada masjid . tapi ada 
remaja yang mungkin malu untuk memulai kegiatan sebagai aktivis masjid , maka dari itu pihak 
yang akan membina remaja ini mungkin diperlukan pengetahuan psikologi remaja dan membuat 
strategi ataupun sesuatu yang dapat menarik hati mereka 
Jika saya mengambil contoh Karisma dan Rampai dimana keduanya memerhatikan 
seorang remaja ataupun pelajar SMA ataupun pihak” yang lain , itu merupakan apresiasi betuk 
suatu kepedulian yang meargetkan pada remaja . 
Kegiatan remaja dalam organisasi ataupun masjid bisa memunculkan kreativitas yang luar 
biasa jika dididik dengan dengan seoptimal mungkin , jika remaja tersebut sudah memiiki tujuan 
dan pegangannya sendiri apalagi jika itu ke arah yang positiv , maka remaja ini akan menjadi sosok 
yang akan berguna bagi nusa bangsa dan agama. 
Yang terakhir testimoni super singkat ya 
Saya seorang yang bukan ahli agama dan penyanjung remaja masjid .walaupu dulu pengen 
-_-. 
saya menyukai palang merah , alam ,bahkan menyukai pendidikan keras dilapangan , sampai suatu 
orang ku kenal dan secara tidak langsung membinaku dan membuatku tertarik dengan keislaman 
. 
Ucapanmu (ajakanmu , obrolanmu , candaanmu ataupun sesutu yang keluar dari muluttmu ) , 
tindakanmu , sikapmu 
Bisa menjadi sebuah pembinaan untuk orang lain  
- Agustira Sanjaya
RADAR KEIMANAN MENGHEMPASKAN RADIASI CINTA 
Pakaian Terbaik Sungguh ada berkesan Indah Tapi sederhana… itu semua ku temui dalam suatu 
bingkai emas bernuansa ruhani, tertarik memasukinya meski hanya sejengkal demi sejengkal, aku 
berharap aku bisa menjadi remaja impian yang terjaga dan lebih terjaga dari mutiara lautan 
terdalam sekalipun. Hari ini aku telah menemukan ajaran terbaik diantara ajaran yang baik, terbias 
dalam lamunan panjang, atau hanya sesekali terbersit dalam kedipan mata? Indaah.. ternyata islam 
sungguh indah, kecantikan islam terpancar, aku melihat islam menggunakan pakaian terindah. 
Bahkan selangkah demi selangkah, sadar tak sadar islam mengajariku mengenai pakaian terindah 
itu. Mengajari ku makna kehidupan yang sebenarnya. 
Aku Bangga menjadi remaja Islam terdidik dan terbina bukan hanya lewat teori semata, diberikan 
esensi-esensi yang tersirat tapi nyata adanya. Tak hanya rayuan semata apalagi buayan kisah-kisah 
indah di negri dongeng. tapi ini mengenai nafsu.. nafsu yang hadir untuk merindukan tuhan, 
merindukan sang pencipta dan merindukan ketenangan. 
Cinta!!! apa yang lebih bermakna dari kata cinta, .. bahkan ketika kecil kita tak mau sama sekali 
memberikan sesuatu yang kita cintai kepada teman kita, atau bahkan saudara kita sendiri. Anak-anak 
yang polos pasti lebih memilih menangis sambil berteriak ketika benda kesayangannya 
direbut oleh teman sepermainannya. Wah.. serakus itu kah kita, manusia? . Atau sepelit itukah kita 
yang awam dengan esensi cinta yang sesungguhnya. Allah Mengharuskan kita untuk melakukan 
Qurban ada apa didalamnya? Apakah anda merasa terbina dengan Qurban dengan merelan sesuatu 
yang anda cintai demi orang lain? 
Disinalah, islam mendidik bukan hanya dalam teori-teori yang mungkin hanya satu senti pikiran 
kita menggapai makna dari teks-teks Al-Quran, tapi dengan adanya aplikasi, secara tidak sadar 
kita telah berusaha menelaah ajara-ajaran islam yang sesungguhnya, salah satunya adalah Qurban. 
Berqurban adalah suatu pendekatan hakiki pada tuhan, bersyukur, menelaah setiap jiwa-jiwa yang 
mempunyai etika sungguh baik, setiap jantungnya berdetak bertasbih memujaNya, mulutnya , 
langkahnya serta nada bisikan hatinyapun ikut bertasybih memujaNya, ya… hanya kepada tuhan 
yang Maha Esa. Subhanallah..!! Beginilah agama ku, aku bangga menjadi remaja Islam. Bukan 
hanya teori yang aku pelajari tapi juga prilaku ahlak dan pe 
Renungkanlah Ayat berikut ini : Darah dan daging kurban itu sama sekali tidak dapat mencapai 
(keridaan) Allah, tetapi ketakwaan kamulah yang dapat menggapainya, (Qs. al-Hajj, 22: 37). Apa 
yang Allah inginkan dari kita ?? Setelah kita melakukan Qurban, apakah Allah langsung merindhoi 
kita? Apakah uang yang kita sayangi mampu menjadi safaa’t dan memasukan kita keSyurga 
dengan mudahnya? Ouuh,, Ternyata tidak segampang itu!! dalam ayat di atas secara tidak langsung 
Allah mendidik kita agar bisa bertakwa, tanpa adanya ria, tanpa merasa menjadi paling baik setelah 
melakukan Qurban, dengan ikhlas dan rendah hati. 
“Ibu.. mengapa anda ingin melaksanakan Qurban, Terlepas karena anda mampu dan karena sudah 
menjadi kewajiban anda untuk berQurban?” Tanyaku kepada salah satu warga di kampung ku.
“Sebenarnya tahun ini ibu gak kurban, dan tahun sebelumnya ibu Qurban di kampung suami ibu, 
ya.. karena disana sangat kampuung sekali ibu ingin membahagiakan saudara-saudara ibu yang di 
kampung sana, ya.. setidaknya dengan berbagi pada saat Qurban” jawab ibu yang cantik itu sambil 
tersenyum bahagia. 
Subhanallah! Tak nyata cinta itu terbentuk, tak nyata keimanan itu langsung teraplikasikan, tapi 
cinta dan keimanan mampu memendam nafsu amarah, mengendalikan nafsu lawwamah, 
mengontrol nafsu Mulhimah, sampai mendapatkan nafsu mutmainah. Dimana nafsu ini akan kita 
dapatkan ketika keimanan kita yang mengendalikan nafsu-nafsu kita yang lain dan mendapatkan 
ketenangan sejati. Ya.. itulah islam agama ku.. sebenarnya bukan hanya dengan Qurban kita 
mengaplikasikan ajaran islam, bahkan Idul adha saja identik dengan Haji, bukan hanya dengan 
yang harus merasa terdidik dengan ajaran-ajarannya, aku sendiri belajar dari berQurban untuk 
tidak rakus, tidak pelit, dan ikhlas. Berlajar dari hewan Qurban Untuk menyembelih, bukan hanya 
dia yang kita sembelih, tapi juga sikap-sikap kehewanan yang tidak kita sadari sebenarnya kita 
mengadopsi sikap kehwanan itu dalam keseharian dan patut kita musnahkan, Belajar juga dari 
orang-orang yang berhaji mereka berjihad, berusaha sekeras mungkin untuk menuju rumahNya, 
mereka terus berjuang untuk menuju Ridhonya sebagai haji yang mabrrur dan belajar dari 
Subhanallah... Islam layaknya sinar matahari.. Mampu memantulkan cahanyanya melebihi satu 
tahun cahanya menembus hati terdalam yang mungkin selama ini gelap gulita membuat tetes demi 
tetes air mata tergelincir terhempas angin keindahan.. i..a..„ keindahan yang baru pertama kali 
didapatkan kembali dari cahaya keabadian sejati dan keindahan yang hakiki, lahir Bathin. Dari 
islam yang berbusana cantik dengan etika dan kelembutan jiwa, Mengajari Cinta yang Tak 
sekedar nyata, Bermil mil jarak antara Kita dan saudara kita, ia masih mampu merasakan 
kegelisahannya, lewat Radar keimanan yang tak akan pernah padam, ia seperti mengurus Apik 
radarnya, Tak pernah error apalagi padam. dan inilah yang ku maksud Radar keimanan 
menghempaskan radiasi cinta  dan Aku pun Bagga melapisi keimanan ku dengan islam, 
menterjemahkan setiap pemikiran-pemikiran yang baru. Aku bangga Islam penuntun ku . islam.. 
Kau tetap yang terbaik di antara yang baik. 
- Vina Aulia Kurnia
Remaja, generasi pengemudi tujuan bangsa masa depan 
Remaja, adalah fase kehidupan penentu kehidupan berikutnya. Mengapa demikian ? 
karena masa remaja adalah masa transisi dimana manusia telah melewati masa kanak-kanak dan 
berikutnya akan menuju fase kedewasaan. Banayak sekali perubahan hal yang terjadi pada diri 
setiap remaja, Mulai dari perubahan fisik hingga perubahan psikis. Perubahan fisik yang terjadi 
pada diri remja meliputi tinggi badan, berat badan, serta bentuk tubuh. Sedangkan perubahan 
psikis yang terjadi adalah pola pikir dan cara bersikap di lingkungan. 
Jika pada masa kanak-kanak , perempuan dan laki-laki terlibat dalam sebuah permainan 
mereka akan bertindak biasa. Namun seketika beranjak remaja dan mulai memiliki perasaan 
“menyukai” lawan jenisnya mereka akan bersifat berbeda pula. Nah, hal ini yang sangat harus di 
“waspadai” oleh kita sebagai generasi pembentuk remaja. Remaja akan memiliki fase ingin tahu 
terhadap sesuatu yang ia tidak kenali. Peran kita adalah menjelaskan apa yang baik dan buruk 
bagi mereka. Disini lah peran kita dalam membina remaja sangat diperlukam. 
Remaja saat ini banyak terjebak dalam sikap “egois” dan “tidak peduli” terhadap 
lingkungn sekitarnya, namun menuntut untuk selalu diberi “perhatian”. Apabila sikap ini 
dikembangkan dan terus menerus dibiarkan, tentusaja akan membuat kerusakan mental di masa 
yang akan mendatang. Bayangkan saja, apabila ada seseorang yang tertimpa musibah kemudian 
lewatlah seorang pemuda yang tidak peduli terhadap kejadian tersebut. Ia pasti hanya sekedar 
lewat tanpa membantunya , bisa kita bayangkan jika seluruh masyarakat nantinya memiliki sifat 
seperti ini bagaimana keamanan dan keutuhan negara kita bisa terjaga ? Naudzubillahimindzalik. 
Peran membina remaja ini dapat dilakukan oleh seluruh lapisan dalam masyarakat. 
Dimulai dari orangtua, guru, teman, ataupun lingkungan masyarakat. Lalu hal-hal apa saja yang 
dapat kita berikan kepada remaja untuk membina mereka ? sebenarnya hampir seluruh aspek 
dalam kehidupan dapat kita berikan kepada mereka. Mulai dari cara bersikap dan bertuturkata 
hingga bagaimana mereka mengimplementasikan ajaran agama. 
Misalnya dalam hal bersikap dan bertuturkata , kita dapat mengajarkan kepada mereka 
untuk bertindak tanduk sopan terhadap orang yang lebih tua darinya. Berkata lemah lembut 
terhadap teman sebayanya, dan rasa saling menghormati kepada siapapun. Karena apabila remaja 
bertindak baik, tentusaja itu akan mencerminkan sikap mereka dimasa yang akan mendatang. 
Contohnya , apabila semenjak remaja mereka terbiasa untuk mengumpat, pasti ketika dewasa itu 
akan menjadi kebiasaan dalam mereka bersikap. 
Sedangkan dalam mengimplementasikan ajaran dapat kita ambil contoh ketika perayaan 
Idul Adha. Kaum laki-laki pasti suatu saat akan menjadi imam baik itu di lingkungan masyarakat 
ataupun imam dalam keluarganya sendiri. Jika mereka tidak diajarkan tentang shalat semenjak 
dini, siapakah yang akan menjadi penerus dimasa yang akan datang ? tidak hanya itu, Tata cara 
untuk menyembelih hewan kurban pun menjadi tanggung jawab dalam membina remaja. Apabila 
remaja tidak diajarkan dalam menyembelih hewan qurban semenjak sekarang, ketika mereka 
besar tentu rasa “enggan” akan lebih melekat pada diri mereka nantinya. 
Itulah mengapa kita sebagai generasi pembentuk generasi penerus sangat berperan 
penting dalam membina mereka. Teringat kata bung karno “Beri aku 1000 pemuda,, maka akan
kuguncangkan dunia” begitulah berperannya pemuda dalam menentukan masa depan. Ibarat 
kata, “apabila remaja sekarang berperilaku anarkis, maka begitulah sikap masyarakat dimasa 
yang akan datang”. 
By : Almira Shabrina 
Universitas Telkom
Islam Tidak Gaul, tapi Indah tuk Digauli 
Oleh: Hilmy Adam Jieta Pradana 
Assalamu’alaikum sahabat – sahabat, ditulisan kali ini saya ingin bercerita tentang betapa 
indahnya menjadi remaja yang bernaung dalam Islam. Pertama marilah kita selaraskan makna 
kata “Gaul” di sini. Gaul di sini artinya “mengikut”, ya Islam bukanlah agama yang hanya ikut-ikutan 
perkembangan zaman. Akan tetapi Islam hadir sebagai petunjuk umat manusia untuk tetap 
selamat di setiap perkembangan zaman sampai akhir dunia nanti. 
Remaja, istilah yang sepertinya identik dengan kegamangan dan kegalauan. Akan tetapi 
justru disinilah waktu untuk memupuk bekal kepribadian yang akan dijadikan prinsip ketika 
berkemasyarakatan pada saat dewasa kelak. Sungguh sangat penting memang masa – masa 
remaja ini sampai – sampai Mario Teguh selalu menyindir mereka dengan sebutan anak muda. 
Selain itu, nilai – nilai yang didapat di masa ini bisa mengakar sampai dewasa kelak. Oleh 
karenanya, terkadang banyak oknum oknum yang memanfaatkan kegamangan remaja ini. 
Oknum – oknum ini memberikan doktrin – doktrin yang menjurus ke arah radikal, sehingga 
nantinya remaja yang terpengaruh mau mengikuti apa yang diinginkan oleh oknum – oknum 
tersebut. 
Tidak hanya masalah mengenai hal tersebut, remaja sekarang juga menemui masalah 
dalam arus budaya barat yang booming di era globalisasi seperti sekarang. Media begitu mudah 
diakses, informasi – informasi yang tersedia pun tidak ada filter yang jelas bagi siapa informasi 
itu tertuju. Tidak terkecuali akses mengenai konten – konten kekerasan, porno, dan tindakan – 
tindakan tidak terpuji lainnya. Public figure yang idealnya adalah orang – orang berprestasi nan 
berpengaruh bagi kehidupan bermasyarakat kini bergeser ke artis – artis yang membawa tren 
aktual masa kini. Sehingga secara tidak sadar artis – artis ini menjadi panutan kebanyakan 
remaja di masa sekarang. Ada remaja yang mengikuti gaya pakaiaannya, gaya rambutnya, gaya 
hidupnya, bahkan gaya berasmara para artis tersebut. 
Kesemua hal tersebut berimplikasi pada perilaku kebanyakan remaja saat ini. Banyak 
aksi tawuran, meminum minuman keras, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan 
penyimpangan – penyimpangan lain yang menenggelamkan masa remaja ke dalam jurang 
kehinaan. Apabila di masa remaja saja hidupnya sudah gelap, bagaimana nanti ketika 
berkembang menjadi dewasa seutuhnya. Tidak bisa dibayangkan hal macam apa yang akan 
dilakukan oleh remaja yang tumbuh dalam kegelapan. Semoga kita tidak termasuk dalam 
golongan – golongan tersebut aamiin. 
Menakutkan ya? Terus apa kita tidak perlu melewati masa remaja biar tidak mengalami 
hal – hal tersebut? Eits, tunggu dulu sahabat – sahabat jangan jadi phobia dengan masa remaja 
ini. Kita tidak mungkin menjadi dewasa yang tangguh tanpa melewati derasnnya ombak di masa 
galau ini. Lalu, bagaimana menghadapi ke semua itu? Nah Islam punya solusi akan semua hal itu 
sahabat – sahabat. Mari kembali bersama dalam satu bahtera naungan Illahi. Dalam Islam pula 
sahabat – sahabat akan temukan pedoman hidup yang jelas yang bisa sahabat – sahabat gunakan 
untuk berkehidupan sebagai remaja. Informasi – informasi Islam tertuang dengan manis di dalam 
Al-Qur’an, dan sangat mudah untuk diakses. Bahkan Allah sediakan pahala bagi sahabat – 
sahabat yang hanya membaca informasi tersebut dalam Al-Qur’an. Di dalam Islam tersedia pula 
figur hebat yang bisa dijadikan suri tauladan sahabat – sahabat, yakni Nabi Muhammad. Gaya 
hidup, gaya bergaul beliau merupakan rujukan utama bagi hamba Allah yang bernaung dalam
Islam. Hal-hal yang terkesan sepele seperti makan, berbicara, tidur, berpakaian sudah beliau 
contohkan semasa hidupnya. Para peneliti di era sekarang pun sudah banyak yang mendapatkan 
atau membuktikan manfaat – manfaat dari mengikuti gaya hidup Nabi Muhammad. 
“Tapi Islam terkesan kuno, dan gak gaul” mungkin beberapa dari sahabat akan berceletuk 
seperti ini. Ya, Islam memang tidak gaul dalam artian Islam tidak akan mentolerir penyimpangan 
– penyimpangan perilaku remaja seperti sekarang ini. Akan tetapi, apa sahabat – sahabat 
menjamin semua remaja yang dikatakan “Gaul” ini bahagia? Tentu tidak, banyak dari mereka 
menyesal ketika sudah terlanjur melakukan penyimpangan – penyimpangan yang ada. Oleh 
karena itu, sebelum kita menyesal karena terjerumus ke dalam juran kehinaan mari kita sama – 
sama bergaul dengan Islam. Dengan bergaul bersama Islam akan tumbuh rasa malu ketika 
melakukan penyimpangan yang tidak diinginkan. Islam hadir dan amat sesuai dengan nurani 
jernih umat manusia. Sehingga apa – apa yang dianjurkan dalam Islam sungguhlah bermanfaat 
bagi manusia dan apa – apa yang dihindari oleh Islam amatlah membahayakan bagi manusia 
Sahabat – sahabat sekalian, ada kalanya ketika kita sudah bergaul dengan Islam teman 
kita yang belum menertawakan kita. Tapi, percayalah sahabat – sahabat ketika sahabat 
menanyakan pada hati nurani sahabat yang jernih pastilah terdengar bisikkan untuk tetap bergaul 
dengan Islam. Tetap berbanggalah menjadi remaja muslim yang jauh dari penyimpangan, serta 
rangkul teman – teman yang kini tengah atau sudah terjerumus di dalam penyimpangan yang 
ada. 
Berbangga hati pula ketika menjadi Remaja yang hatinya terpaut dalam Islam, sebab 
Allah memuliakan umat-Nya yang ketika mudanya tetap taat dan patuh kepada Allah. Tidak 
perlu risau ketika berbeda dengan teman – teman yang mengecap diri mereka “Gaul”. Sungguh 
hanya bergaul dengan Islam saja hati merasa tenteram dan hidup akan terasa tenang. 
Ayo mari bersama – sama buktikan itu sahabat – sahabat. Kita cari keindahan Islam saat digauli. 
Semoga dengan menjadi remaja muslim yang taat, sahabat – sahabat bisa menjadi dewasa yang 
tangguh dan punya karya besar suatu saat nanti. Aamiin 
Menjadi Remaja Gaul dan Islami 
Assalamu’alaikum sobat semua, pembaca dari Sabang sampai Merauke ( kalau ada 
hehehe). Penulis akan membahas beberapa hal yang di anggap “Gaul” dikalangan “remaja” pada 
saat ini kepada sobat semua. Oke, lansung aja yaaaa. Pertama-tama, apasih pengertian “Remaja” 
?? pasti sudah tidak asing lagi dengan nama yang satu ini ?? Yupss, remaja adalah suatu tingkatan 
dari anak-anak menuju dewasa, suatu keadaan yang banyak galaunya. Selain itu, ada yang 
mengatakan bahwa remaja adalah keadaan paling gaul dan mempunyai semangat yang tinggi 
untuk mengerjakan sesuatu yang mereka sukai. 
Sobat, kenapa yaa sekarang ini banyak remaja yang ngakunya gaul, tetapi perilakunya 
tersebut jauh dari karakter seorang muslim? Ohiya ? Contohnya apa gitu ? Banyak sobat, salah 
satunya MEROKOK. Ini nih penyakit yang banyak dialami oleh para remaja muslim di sekitar 
kita bahkan di Indonesia, kata mereka kalo gak ngerokok itu #GakGaul. Contoh lainnya yaitu 
PACARAN. Sebenernya apa sih arti dari pacaran? Banyak yang memaknai bahwa pacaran 
adalah usaha/proses untuk mendapatkan pasangan yang cocok untuk dijadikan suami atau istri 
dikemudian hari. Lagi-lagi yang gak pacaran disebut #KetinggalanZaman, #GakGaul, #DesoLoe, 
dan seterusnya hehehe. Oiya, dulu penulis pernah mengobrol dengan seorang teman membahas 
tentang pacaran. Penulis bilang pacaran itu gak boleh. Lalu teman penulis itu menjawab, “gpp 
kok asalkan pacarannya Islami”. Sontak, suara hati kecil ini penulis ini tersentak dan kecewa, 
kok bisa-bisanya beropini kayak gini. Berarti ada yang namanya pacaran secara Nasrani dan 
pacaran secara Yahudi dong? Hehehehe. Begitulah sobat, kita akan terkena hal-hal tersebut jika 
kita tidak berada dilingkungan yang baik atau tidak sanggup menghadapi situasi di lingkungan 
tersebut. Sobat, Kezaliman itu ada 2 kategori, yaitu menzalimi diri sendiri dan menzalimi orang 
lain. Berarti sesuai dong dengan contoh diatas? Yupss….of course…Sobat, sesungguhnya Allah 
sangat tidak menyukai terhadap perbuatan zalim, sesuai firman-Nya dalam QS Ali Imran ayat 57 
: 
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah 
akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka, dan Allah 
tidak menyukai orang-orang yang zalim.” 
Dan berdasarkan QS Al Ahzab ayat 58 yang artinya : 
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu'min dan mu'minat tanpa kesalahan yang 
mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” 
Serta dalam QS Al-Israa' ayat 32 yang artinya : 
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan 
yang buruk.” 
Lalu kenapa sih pacaran disebut zina? Sudah jelas, pacaran itu banyak maksiatnya alias zalimnya 
sob, masa belum sah jadi suami istri sudah gandengan tangan, pelukan dan ciuman sih. Haduhh 
sangat mainstream di zaman sekarang sob. Mobil aja jaga jarak, masa kita nggak? Hehehe. Pasti 
hati sering tergoda dengan namanya pacaran. Hati-hati sob, setan terus berusaha menggoda kita. 
Ingatlah, Setan musah yang nyata meskipun tidak terlihat!!Gaul tidak berarti harus pacaran. 
Karena dapat menyebabkan menipisnya dompet untuk para lelaki, hihihi. Dan menyebabkan
habisnya kosmetik untuk para wanita, hehehe. Banyak ruginya kan? Kalo kata Ustad Felix juga 
#UdahPutusinAja. 
Selain itu, Bagi yang belajar biologi pada masa sekolah/kuliahnya pasti mengetahui bahwa rokok 
itu tidak baik bagi kesehatan. Dan sebenarnya efeknya juga sudah tertulis bahkan gambar dari efek 
sampingnya terdapat pada bungkus rokoknya. Merokok juga mempengarui gen dalam tubuh. 
Maukah anak keturunan kita terganggu kesehatannya? Pastinya tidak mau kan? Dan lebih baik 
uangnya disedekahkan kepada yang membutuhkan. 
Nah begitulah kawan, mengapa kita harus menghindari kedua perbuatan zalim. Selain itu, ada 
kabar gembira dari Allah SWT bagi kita yang telah terlanjur berbuat zalim di masa lalu. Dalam 
QS An-Nisaa ayat 110 Allah berfirman yang artinya : 
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon 
ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” 
Itulah bukti begitu Maha Pengampunnya dan Maha Penyayangnya Allah kepada kita. Wahai 
sobat, harusnya kita malu kepada Allah, karena kita ini adalah ciptaan-nya dan harusnya kita taat 
kepada larangan dan perintah-Nya. 
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat 
(balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan 
melihat (balasan)nya pula.” (QS. Az Zalzalah : 7-8 ) 
Marilah bersama-sama mengubah diri ini menjadi pribadi muslim yang baik. Marilah kita menjadi 
manusia yang Gaul tapi Islami, seorang yang Gaul yang tidak merokok dan pacaran. Ayo 
kawan marilah kita bangkit, menjauhi, dan memerangi perilaku negatif ini. Marilah berGaul 
dengan orang yang saleh agar diri kita terbawa menjadi saleh, serta jangan lupa untuk berbuat baik 
sebagaimana firman-Nya. 
Betapa indahnya menjadi pribadi yang Gaul tapi Islami, Gaul dengan meninggalkan rokok dan 
pacaran, Islami dengan bergaul dengan orang-orang yang saleh. Dengan begitu insya Allah kita 
termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan diakhirat kelak. Aamiin… 
Hei kawan, tahu tidak? Dalam Alam psikologi perkembangan, Masa remaja (remaja awal dan remaja 
akhir) adalah masa yang penuh emosi, secara psikologis, masa ini ditandai dengan kondisi jiwa yang labil, 
tidak menentu dan biasanya susah mengendalikan diri sehingga, pengaruh negatif seperti perilaku 
menyimpang akibat dari pergeseran nilai mudah mempengaruhi jiwa remaja dan menimbulkan gejala baru 
berupa krisis akhlak. Krisis akhlak yang melanda sebagian remaja saat ini, merupakan salah satu akibat 
dari perkembangan global dan kemajuan IPTEK yang tidak diimbangi dengan kemajuan moral akhlak. 
Perilaku remaja yang cenderung lekas marah, kurang hormat terhadap orang tua, bersikap kasar, kurang 
disiplin dalam beribadah, menjadi pemakai obat-obatan, terjerumus dalam perilaku pergaulan bebas serta 
perilaku menyimpang lainnya telah melanda sebagian besar dari kalangan remaja, khususnya di negeri 
tercinta kita ini. 
Ketika jaman berubah dengan cepat, salah satu kelompok yang rentan untuk ikut terbawa arus adalah 
para remaja. Mengapa? Karena mereka memiliki karakteristik tersendiri yang unik, labil, berada pada 
kondisi mencari identitas atau jati diri, mengalami masa transisi dari remaja menuju status dewasa, dan 
sebagainya. Dan remaja merupakan generasi yang akan meneruskan kemana Negara ini akan di bawa. 
Untuk mewujudkan remaja-remaja yang bisa menjadi generasi penerus bangsa, maka perlu dan harus
ada pendidikan serta pembinaan akhlak bagi kalangan remaja. Kenapa perlu dan harus?? Agar remaja 
tersebut dapat tumbuh sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai generasi penerus yang bermoral, 
beretika, berakhlak, serta memiliki intelektual yang baik. Karena, jika remaja tersebut diasuh dengan 
duniawi, maka dewasa nanti mereka hanya fakir duniawi saja dan jika remaja itu diasuh dengan akhirati 
maka berpeganglah dia pada jalan agama. Kira-kira sudahkah terjawab, di relung hati kita mengapa 
harus membina dan dibina? Karena kita, sedang membangun peradaban, kita memiliki visi untuk 
mencetak seseorang yang produktif dan mampu menanggung amanah sebagai remaja yang baik. Sebelum 
membicarakan pembinaan seputar remaja, ada yang perlu di bahas juga dan gak kalah penting yaitu 
“Masalah remaja dalam islam ”. Masalah remaja adalah suatu masalah yang sebenarnya sangat 
menarik untuk dibicarakan, dimana akhir-akhir ini timbul banyak kabar negatif dari para remaja yang 
mencemaskan kehancuran Bangsa Indonesia khususnya Islam. Keadaan sekarang yang semakin hari 
semakin hilang kekaidahan mereka tentang islam, dimana mereka selalu mengutamakan dunia 
dibandingkan akhirat yang begitu kekal. Pembicaraan seputar remaja itu banyak banget..tapi, yang 
bakalan saya ungkapin disini lebih kearah bagaimana pentingnya membina para remaja sebagai tonggak 
bagi bangsa agar memiliki peradaban yang lebih baik lagi kedepannya dan tidak ketinggalan pentingnya 
membina remaja terhadap agama. 
Bila dilihat dari segi pandang masyarakat, akan terlihat bahwa semakin maju masyarakat, semakin 
panjang masa remaja itu, karena untuk diterima dimasyarakat diperlukan kepandaian , tanggung jawab 
dan kematangan sosial yang meyakinkan. Menurut saya yang terjadi pada para remaja ialah 
kegoncangan emosi. Dimana mereka tidak mampu menyesuaikan diri dan tidak mengerti akan perubahan 
cepat yang mereka lalui, begitupun pertumbuhan mental yang akan dilalui dimana mereka harus 
menyelesaikan suatu masalah. Dan pertumbuhan pribadi mapun sosial yang menjadi paling akhir, akan 
tetapi kepercayaan dan penghargaan yang di berikan masyarakat tentunya belum cukup dan sempurna 
bagi remaja, karena masa remaja dibilang masa paling menentukan dimasa depan nanti. Karena bila 
remaja rusak maka penerus bangsa dan agama yang mereka yakini, khususnya Islam akan ikut hancur 
juga. Sudah menjadi dasar hubungan remaja dan agama dimana ia membutuhkan pegangan dimasa 
depan dan sekarang untuk mengatasi dorongan negatif dan keinginan yang belum mereka mengerti. Bagi 
remaja yang waktu kecilnya tidak dibina dengan agama adalah remaja yang paling rugi, justru dengan 
agama ia berada dijalur yang benar. Perkembangan remaja yang didasari oleh agama dan 
pengembangan pemikiran mereka kearah yang paling sempurna, ketika mereka sudah mengenal 
pemimpin mereka Nabi Muhammad saw. Dengan hal tersebut para remaja dapat meniru sauri teladan 
yang baik dari pribadi Rasulullah. 
Ada hal yang tidak boleh dilewatkan saat kamu mempunyai banyak petualangan. Menurut saya cara 
terbaik berbagi pengalaman adalah dengan bercerita. Pengalaman ini setidaknya dapat lebih 
memahami bagaimana pentingnya membina remaja. 2011 silam, Alhamdulillah kawan…Saya diberi 
kesempatan sama Allah untuk mengikuti study banding di Australia. Saya dan teman-teman sempat ke 
suatu daerah bernama Auburn, dimana mayoritas muslim banyak bermukim disana. Kehidupan Australia 
dengan mayoritas warganya yang non-Muslim menjadikan suasana pergaulan disana terasa bebas tanpa 
hambatan antara lawan jenis dan juga sesama jenis, Astagfirullah hal adzim.Ya, begitu miris melihat 
keadaan mereka. Saat di Auburn saya di undang oleh suatu komunitas pembinaan remaja muslim, 
namanya IYOA (Islamic youth organization of auburn). Mereka banyak bertanya kepada kami perihal 
remaja muslim di Indonesia, sebagaimana Negara Indonesia adalah Negara dengan warga muslim 
terbesar di dunia, komunitas ini didirikan dengan tujuan agar warga muslim yang berada di Australia, 
khususnya para remaja dapat terbina dengan baik dan dapat terarah dalam pergaulan, sebagaimana 
yang kita tahu juga pergaulan disana sudah jauh dari norma-norma pergaulan yang baik apalagi 
pergaulan yang sesuai dengan syariat islam, karena mereka juga ingin menjaga peradaban kedepannya 
lebih baik dan akan lebih baik lagi.
Dalam komunitas tesebut memang semuanya muslim, namun bagi kaum hawa tidak semuanya mereka 
memakai jilbab, masih ada yang merasa kurang terbiasa memakainya, walaupun demikian mereka 
benar-benar santun dengan pergaulan mereka sehari-hari, baik dengan lawan jenis mereka menjaga 
sebagaiman mestinya. Ayo, para remaja Indonesia yang sekiranya kalian maih berikhtilat bebas dengan 
lawan jenis dalam pergulan maupun sebagainya, apa tidak malu dengan mereka yang bersusah payah 
menjaga dan mempertahankan akidah mereka, karena disana masih banyak yang kurang bisa menerima 
muslim berada. Dan mereka bilang ketakutan terbesar mereka adalah saat remaja muslim mereka tidak 
bisa menjaga status mereka sebagiamana mestinya, baik dalam hal pergaulan maupun pola hidup 
mereka. Mengapa? Karena dalam bertinteraksi sehari-hari, mereka tidak bisa lepas bergaul dengan non-muslim. 
Ada yang beranggapan mengenai persepsi agama, bahwa Negara dengan mayoritas 
penduduknya beragama muslim, para penerus bangsanya yaitu para remaja memiliki kehidupan yang 
berjalan sesuai dengan syariat islam. Mungkin persepsi tersebut salah karena kita bisa melihat, salah 
satu diantaranya di Negara kita sendiri kenyataan tersebut tidak berjalan dengan semestinya. Dan bila 
kita pergi ke Negara lain dan mereka yang beragama muslim bertanya bagaimana remaja di Negara 
Indonesia, apa yang harus kita jawab dan bicarakan, apa harus juga kah kita membicarakan bahwa 
remaja Indonesia kini sudah banyak yang jauh dari nilai-nilai moral akhlak maupun sauri teladan yang 
baik untuk dicontoh. Pasti jawabannya tidak kan, maka dari itu begitu pentingnya membina remaja 
sebelum semuanya bertambah kacau dan tidak menentu, dengan membina remaja kita dapat membuka 
mata dalam menghadapi peradaban saat ini dan nanti. 
Ayo ! kita jaga generasi penerus bangsa… 
- Roby Eka
REMAJA ASET MASA DEPAN 
Remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa atau tua. Masa remaja juga 
masa dimana mental, emosional, dan fisik mulai matang. Menjadi remaja sangat sulit untuk berdiri 
kokoh dan berjalan lurus karena kerasnya guncangan yang ada di lingkungan sekitarnya sehingga 
pola pikir mereka seringkali berubah/labil. Selain orang tua aspek lain yang mempengaruhi pola 
pikir remaja adalah lingkungan. 
Mendengar kata remaja, pasti sering terdengan dengan banyaknya permasalahan seperti pergaulan, 
labil, kegalauan, kegelisahan, canggung dalam melakukan gerakan, dan masih banyak lagi. Tapi 
dilihat dari sisi positifnya, remaja adalah masa dimana kita mempunya banyak fantasi/khayalan, 
senang bereksperimen, dan bereksplorasi. Tapi sisi positif mereka bisa menjadi masalah jika 
mereka berada di lingkungan yang tidak baik. 
Tapi, bagaimana pun juga disamping dari banyaknya permasalahan mereka, remaja merupakan 
calon generasi penerus bangsa. Remaja merupakan asset terbaik yang harus disiapkan sematang 
mungkin. Remaja yang dengan kepolosannya harus diwarnai dengan pendidikan yang berkualitas 
sehingga pola pikir remaja menjadi lebih maju. Remaja sangatlah produktif dan mudah berkarya 
dalam pengembangan dibanding dengan golongan yang sudah tua. Dengan keseriusannya dalam 
menggali potensi diri, remaja sangat jauh lebih unggul dibanding dengan golongan tua dalam hal 
ide dan fisik. Oleh karena itu, jika remaja terus dibimbing, dibina, dan difasilitasi maka akan 
menjadi asset yang sangat berharga di masa depan. 
Namun dalam fakta yang terlihat, remaja saat ini identik dengan krisis dalam pencarian identitas, 
jati diri dan passion, senang melawan dan memberontak, dan mengalami Culture Shock karena 
termakan arus budaya modern. Kurangnya persiapan pendidikan dan mental remaja belum mampu 
menjadi tameng sehingga penyelewangan dan penyimpangan di kalangan remaja kerap sering 
terjadi belakangan ini. Sering adanya tawuran, hubungan bebas, kasus obat-obatan terlarang di 
kalangan remaja, kasus HIV/AIDS, dan tingginya pernikahan dini merupakan sedikitnya dampak 
dari kekurangansiapan merapa dalam hal pendidikan dan pembinaan. 
Melihat banyaknya sisi negatif dari remaja, pemperdayaan masa remaja itu sangat penting karena 
remaja akan mempunyai pengalaman sehingga mempunya bekal yang cukup di masa tuanya nanti. 
Remaja harus terus dibina sampai mereka siap mental, pengetahuan, keterampilan, dan moral serta 
agama. Olah karena itu adanya program pembinaan remaja merupakan salah satu aspek penting 
dalam kesiapan dan pembekalan remaja untuk menjadi pribadi yang berkualitas. Program 
pembinaan tersebut harus bisa menampung kebutuhan, minat, dan aspirasi para remaja sehingga 
mereka bisa membangun diri dan mengabdi pada masyarakat. Dalam program pembinaan melalui 
pelatihan kepemimpinannya dapat meningkatkan mutu remaja menjadi unggul dan kokoh. 
Program pembinaan remaja muslim bisa ditekankan dalam pelaksanaan kegian majelis ta’lim, 
kajian-kajian keagamaan, dan juga pengkaderan organisasi-organisasi sosial keagamaan. Program 
tersebut harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sehingga tujuan dari program tersebut 
dapat mencegah dari perilaku negatif remaja yang banyak terdengar saat ini. Program pembinaan 
juga harus tepat sasaran, artinya membina remaja sesuai masalahnya dan juga minatnya, serta 
harus mempunya nilai moral yang dapat dijadikan dasar pola pikir remaja.
Dalam program pembinaan remaja, salah satu faktor terpenting dalam mendukung program 
tersebut adalah orang tua. Karena remaja paling banyak berinteraksi dengan orang tua. Maka dari 
itu perlu adanya bimbingan dari orang tua mereka karena orang tua di rumah ataupun di sekolah 
merupakan dasar dari akibat untuk remaja di masa mendatang. Orang tua harus bisa memahami 
dan mendengarkan keluhan remaja dengan penuh peratian karena pada dasarnya remaja masih 
belum berpengalaman dan dibimbing. Selain itu harus banyak berdiskusi terkait tentang apa yang 
terjadi di lingkungan mereka sehingga remaja menjadi siap dengan serangan-serangan negatif di 
lingkungannya. Dan orang tua harus tetap mengawasi serta terus mendukung ide-ide positif dari 
mereka. 
Selain orang tua, pemerintah juga harus memegang peranan penting dalam mendukung pembinaan 
terhadap remaja. Dukungan dari pemerintah bisa berupa wadah, mediator, dan/atau sponsor. 
Pembentukan lembaga untuk menyelesaikan masalah remaja merupakan hal terpenting yang bisa 
dilakukan pemerintah. Partisipasi pemerintah dapat berupa dana kegiatan-kegiatan remaja 
merupakan faktor pendukung pembinaan remaja. Tanpa adanya dukungan dari pemerintah 
pembinaan remaja dalam berbagai bentuk tidak akan berhasil dengan baik, apalagi secara 
administrasi hampir semua kegian pembinaan remaja berurusan dengan pemerintah. 
Untuk menjalakan program pembinaan bukanlah perkara yang mudah. Perlu kerja sama dengan 
orang tua, lingkungan, serta unsur-unsur pemerintah termasuk tokoh-tokoh formal dan informal 
yang ada di masyarakat. Dengan berjalannya program pembinaan yang baik akan mampunya 
menekan penyelewengan dan penyimpangan yang terjadi pada remaja seperti kriminalitas, 
pergaulan bebas, narkoba, pernikahan dini, dan penyimpangan lain yang tidak produktif bagi 
kehidupan remaja. Remaja tidak gampang menjadi galau, tidak penuh dengan penyesalan, tidak 
mudah bimbang dan labil, serta berani melakukan gerakan yang baik pada masyarakat. 
Mengoptimalkan masa remaja dengan mengikuti program pembinaan dapat membuat gebrakan 
baru untuk masa depan. Remaja memang seharusnya menjadi asset terbaik bangsa yang harus 
didukung dan difasilitasi oleh berbagai pihak. Masa depan bangsa ini bergantung pada tangan-tangan 
remaja saat ini. Pembentukan karakteristik remaja harus diperhatikan secara serius dengan 
diimbangi dengan mutu pendidikan yang berkualitas. Jika remaja sudah siap secara mental, 
pengetahuan, moral, dan agama, maka saat memasuki fase kedewasaan tidak dimulai dengan 
penuh penyesalan. 
Dengan membinan remaja sama dengan membangun bangsa. Dengan banyaknya remaja-remaja 
yang berkualitas, peradabaan bangsa ini lebih terbangun dan agama dapat ditegakkan dengan 
sempurna. 
- Ihsan Helmi Faisal
Masa Krusial Usia Remaja 
Pernah suatu ketika saya mendengar ucapan seperti ini, “Aku pengen hidup bebas, ini hidup 
aku bukan hidup kamu. Aku nggak suka diatur-atur”. Ucapan yang mengalir deras dari seseorang 
yang umurnya masih dalam fase labil, yaitu tahap remaja. Remaja sekarang banyak yang merasa 
hopeless banget, saat merasa jadi boneka karena hidup mereka nggak suka diatur-atur orang lain. 
Sebagai anak baru gede yang lagi nyari jati diri , kadang kita sesuka hati melangkah kemanapun 
menuju arah atau hal-hal yang kita sukatanpa pandang itu benar ataupun salah, dengan dalih hal 
tersebut untuk menambah pengalaman . Tapi apakah benar, jika dengan kebebasan tersebut dapat 
membebaskan kita? Dan apakah benar, dengan kebebasan tersebut hidup kita bisa menjadi enak 
dan nyaman? 
Di zaman sekarang, banyak remaja yang cenderung menyukai hal-hal yang bersifat 
duniawi, seperti nongkrong, ngeceng serta dugem. Bioskop lebih sering dikunjungi daripada 
masjid, nonton film lebih keren daripada pengajian, serta menghamburkan-hamburkan uang lebih 
sering daripada buat sedekah. Bahkan tidak sedikit pula remaja sekarang yang jatuh ke dalam 
lembah kemaksiatan seperti -maaf- seks bebas, perkelahian, perjudian, hingga masuk kejadian 
fatal yaitu pembunuhan. Tetapi tidak semuanya seperti itu kok, masih ada juga remaja yang mau 
belajar rajin, taat beribadah, dan nurut orang tua. Nah pertanyaannya, mengapa ada dua jenis 
remaja seperti itu? 
Hal itu dikarenakan masa remaja adalah masa yang rentan, masa dimana mereka sedang 
sibuk mencari jati diri, bertanya siapakah aku sebenarnya? Dan tentunya dalam tahap labil tersebut, 
seorang remaja perlu mendapatkan bimbingan agar tidak terjerumus masuk ke dalam pergaulan 
yang salah. Lalu siapa yang perlu membimbing para remaja tersebut? Sebenarnya banyak pihak 
yang bisa membimbing remaja untuk mengarahkan hidupnya ke arah yang baik. Mulai dari orang 
tua, tokoh agama, ahli psikolog dan lain sebagainya. Akan tetapi, lingkungan-lah yang sebenarnya 
sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perilaku remaja. Lingkungan adalah factor yang paling 
penting dalam membentuk karakter seseorang. Meskipun seorang remaja dari kecil dididik dalam 
lingkungan yang benar, kemudian dia masuk ke dalam lingkungan pergaulan teman-temannya 
yang sering berbuat nakal dan onar, lambat laun tidak menutup kemungkinan perilaku si remaja 
tersebut mengikuti teman pergaulannya. 
Di samping factor lingkungan pergaulan, peranan keluarga dan orang tua sangat penting 
untuk membina pertumbuhan dan perilaku remaja. Karena pada dasarnya, keluarga adalah 
kelompok social terkecil namun memiliki keterikatan yang sangat erat hubungannya dengan 
seseorang. Begitu pun orang tua, dalam hal ini peranan orang tua sangat berperan penting. Saya 
pernah dengar ada yang mengatakan orang tua itu harus pintar menyesuaikan antara masa 
perkembangan seorang anak dengan peranannya sebagai orang tua. Sebagai contoh begini, dalam 
masa balita sampai seorang anak hampir berakal baligh, maka sebisa mungkin jadikan ia sebagai 
raja. Segala sesuatu kebutuhan dan keinginan si anak tersebut sebisa mungkin dituruti oleh orang 
tua. Lalu ketika si anak tersebut memasuki usia krusial yaitu remaja maka jadikan ia kawan. 
Maksud pernyataan tersebut bukannya menghilangkan status identitas orang tua dengan anak 
menjadi kawan sebaya. Akan tetapi, segala sesuatu yang diinginkan oleh si anak tersebut harus di 
filter. Jangan semua keinginan dituruti, pilahlah keinginan si anak tersebut sesuai dengan 
kondisinya. Berikan masukan atau nasihat selayaknya ngobrol dengan suasana keakraban.
Saat seorang remaja merasa hidupnya bebas, justru pada saat itu hidup kita akan terasa 
terkekang. Kok bisa? Ya iyalah, karena dengan cara hidup bebas ala kita “ala remaja modern” 
sebenarnya masalah makin hari makin bertambah dan hari-harinya serasa runyam. Analoginya 
seperti naik mobil F1 tapi tanpa rem. Kita ingin hidup sebebas mungkin, tapi kita tidak mempunyai 
pedoman dan pembimbing hidup, maka apa yang terjadi? Bisa disimpulkan sendiri ya? . 
Berdasarkan apa yang saya alami, kebebasan yang sejati adalah justru saat kita melakukan segala 
aktivitas semau kita, akan tetapi masih patuh pada aturan Allah. Hidup kita akan terasa teratur, 
tidak semrawut, dan batin akan terasa merdeka. Dan jika ada yang bertanya, mengapa sih harus 
aturan Allah? Ya karena secara Allah kan yang menciptakan kita semua. Jadi Allah juga tahu mana 
yang terbaik buat hamba-hambanya. 
Di samping peranan orang tua yang telah saya sebutkan di atas, sebenarnya ada juga cara 
untuk membentuk karakter remaja agar hidupnya tidak jatuh ke lembah pergaulan yang salah. 
Yaitu melalui pendidikan kerohanian, dalam hal ini adalah pendidikan islami. Pendidikan islami 
secara efektif dapat mencegah maksiat-maksiat yang tiap hari membelenggu para remaja. 
Pendidikan islam secara efektif yang dapat diberikan kepada para remaja adalah dengan 
memberikan contoh atau teladan keislaman bagi mereka, mulai dari ibadah dan akhlak yang dapat 
mereka tiru. Hanya saja, harus dipetimbangkan juga keadaan lingkungan dan teman bermain yang 
terkadang cenderung menjadi panutan mereka. Memberikan batas-batas tertentu dengan tetap 
menghargai dan pengertian kepada mereka agar bisa menjaga diri dari efek negatif sekitarnya. 
Jadi, mereka dapat tetap bergaul dengan baik tanpa terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk. 
Jadi bagi para remaja yang masih merasa kurang teratur hidupnya (terutama dalam rutinitas 
beribadah), dan sotoy dalam melangkah guna mencapai jati diri, segera perbaiki mindset. Jangan 
sampai kita malah merasa semakin jauh dari Allah, kebingungan kita nggak kan ada ujungnya 
sebelum kembali mengingat Allah. Allah berfirman, “Hanya dengan mengingat Allah, hati 
menjadi tenang.” (QS. Ar Rad: 28). Masih nggak percaya? Semakin jauh dari Allah pikiran akan 
semakin melayang dan rutinitas hidup semakin nggak jelas. Dan ada satu lagi, jangan mudah 
dongkol ketika orang tua kita memberi nasihat. Jangan hanya lihat caranya, tetapi rasakanlah 
manfaat nasihat orang tua kita. Toh, orang tua kita adalah orang yang paling tulus dengan kita. 
Marah mereka adalah bukti kesayangan mereka terhadap kita. Orang tua tidak ingin anaknya salah 
jalan, atau bahkan tidak menginginkan kesalahan yang sama seperti apa yang pernah mereka 
lakukan dahulu. Lagipula nanti kalau kita sudah menjadi orang tua dan anak kita bandel 
(na’udzubillah) , kita pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang apa yang dilakukan orang 
tua terhadap kita. 
- Rois Yahya
Membina Remaja sesederhana Menanam Pohon 
Oleh: Adi M. Abdul H. - UIN Sunan Gunung Djati Bandung 
Membina remaja itu sesederhana menanam pohon, iya, aku selalu menganggapnya seperti itu. Loh 
kenapa? Gini aja lah, menanam pohon itu penting, manfaatnya juga jangka panjang, dan yang 
sadar kalo menanam pohon itu penting cuma segelintir orang. Membina remaja juga kaya gitu. 
remaja saat ini adalah pemimpin dunia di masa mendatang, pembinaan remaja itu manfaatnya 
jangka panjang, dan lagi, cuma sedikit orang yang ngeuh pentingnya hal ini. Ngeri kan? 
Zaman sekarang hutan di gunduli, iya, sama kaya remaja, karakter mereka digunduli dari yang 
namanya Islami. Kata Akhlak dan Islami terdengar begitu tabu. Oh iya maaf sebelumnya, mungkin 
disini banyak yang non muslim. Tapi karakter yang Islami itu kan gak bertentangan dengan 
keyakinan manapun, ya ga? Karena kesitu-situ juga, jadi aku bilangnya Islami saja oke? 
Bismillah.. 
Aku akrab disapa adi, asal dari Garut, sekarang kuliah di UIN SGD BDG DKT GDBG (Sunan 
Gunung Djati Bandung Deukeut GedeBage), dan rasaya gak penting kalo bahas ini, jadi udah skip 
aja. 
Wahai para pembaca yang budiman, bisa dibilang remaja-remaja sekarang ini itu kebanyakan pada 
kebelet gaul. Ko bisa? Ya bisa lah, banyak dari remaja-remaja kebelet gaul ini yang maksain 
pengen keliatan gaul, pengen keliatan keren padahal muka pas-pasan? eh Engga sih, jangan bahas 
muka. Balik lagi, intinya banyak dari remaja yang maksain buat keliatan kece. Mereka melihat 
media dan menelannya mentah-mentah. Padahal ga selalu yang saat ini nghits dan yang saat ini 
booming di media itu baik. Dan lambat laun, budaya-budaya hedon dan tidak Islami yang secara 
tak sadar mereka lakukan mulai menjadi habbit. Belum lagi sekarang banyak gadget-gadget yang 
canggih. Ini udah mulai salah, mereka mulai autis, mulai terlalu asik dengan dunia yang tidak 
seharusnya. Mereka mulai jarang bersosialisasi, dan bahkan ada beberapa yang tidak 
mengindahkan norma-norma agama. 
Salah ga kalo aku bilang mereka sakit? Soalnya di bukunya Pak Dadang Hawari, manusia itu 
dikatakan sehat kalo Biologis, Psikologis, Sosial, dan Spiritualnya sehat. Nah sekarang okelah 
secara biologis mereka sehat, tapi lihat sosialnya, lihat spiritualnya. Memprihatinkan. 
Seperti halnya menanam pohon, sangat sedikit orang yang menyadari fenomena yang 
memprihatinkan ini. Orang-orang gak sadar pentingnya menanam pohon, orang-orang gak sadar 
pentingnya membina remaja. 
Emang agak ribet juga sih kalo bahas ginian, kita koar-koar buat membina remaja, padahal 
sendirinya masih butuh binaan #plak #jleb. Tapi gini loh, emang kita butuh binaan, kita masih 
proses, dan manusia itu kan emang akan terus berproses selama hidup. Tapi kita, setidaknya 
menyadari pentingnya menanam pohon, eh, kita setidaknya sadar pentingnya ngebina remaja, jadi 
kalo nunggu kita pantes, ya kapan mulainya? Makanya sambil kita membina, sambil kita 
memantaskan diri. Gitu sih. 
Hari ini aja, tadi pas motong hewan qurban. Coba bayangin gimana alaynya orang yang mau 
qurban dan dia selfie dulu sama hewan qurbannya itu.. ngapain coba? Geli sob. Mau mirip-miripin
muka sama hewan qurban? Halah.. esensi dari qurban itu emang apa sih? Foto-foto? Ganti ava? 
Update status? Mereka lupa kalo esensi qurban itu adalah…. *krik..krik..* (aku juga lupa) 
*baca buku referensi* 
Oh iya, mereka lupa kalo esensi qurban itu adalah bertambahnya keimanan, bertambahnya kasih 
sayang, semangat positif dari berbagi. 
“ Sholeh mah nanti aja we kalo udah tua, sekarang happy-happy aja mumpung masih muda “. Edan 
bangetlah ke aku ada yang bilang kayak gini. Bukankah dalam diri manusia itu ada Tuhan? apa 
tuhan telah mati? *ceilah filsafat bangetlah* . eh engga, tapi serius. Ini harus ditindak lanjuti. 
Kalo dunia gak ada pohon, maka bakal ancur. Sama. Kalo generasi muda gak sesegera mungkin 
dibina dan diluruskan, maka peradaban manusia akan ancur. Kan kita itu harus memanusiakan 
manusia sebagai manusia. 
Pembaca : Ente daritadi komentar terus, daripada bacot gak jelas, mending ente jelasin deh gimana 
sikap buat bisa ngebina remaja-remaja sekarang!! 
Aku : *hening* 
Pembaca : mengapa kau diam mengapa kau diam *nyanyiin yel-yel demo* 
Oke oke, gini aja. Ini menurut aku ya, dunia harus tahu kalau menanam pohon itu penting. Ada 
kata-kata kaya gini “ andai saja pohon menghasilkan sinyal wifi, pasti semua orang akan 
berbondong-bondong menanam pohon. Tapi sayang, pohon hanya menghasilkan oksigen untuk 
manusia bernafas.. “ 
Intinya, semesta harus ngeuh kalo ngebina remaja itu penting. Ini bukan tugas mudah, semua 
lapisan masyarakat harus ikut berperan aktif di dalamnya. Orang tua, tetangga, teman sebaya, guru 
sekolah, guru agama, pak RT sampai Presiden. Semua harus sadar bahwa yang akan memegang 
amanah sebagai Khalifah di bumi ini nanti adalah mereka yang saat ini masih seorang remaja. Ayo 
perbaiki diri, jadilah tauladan dengan senantiasa mengindahkan norma-norma agama. Dengan 
mengucapkan takbir bersama. Sekaligus menutup tulisan gak jelas ini, ayo kita sebarkan semangat 
positif untuk membina remaja.. 
ALLAHU AKBAR!!!!
REMAJA MUSLIM, REMAJA PENUH MIMPI 
Remaja, mendengar kata tersebut yang ada di fikiran kita pasti langsung tertuju pada 
segerombolan anak muda sekitar umur 16 sampai 20 yang kegiatannya nongkrong nongkrong gak 
jelas, atau mungkin tawuran, narkoba, sex bebas dan hal negative lainnya. Begitu tercemarnya kata 
‘remaja’ sekarang ini sampai membuat banyak orang berfikir negative setelah mendengar kata 
tersebut. Lalu sebenarnya apa sih yang membuat para remaja zaman sekarang menjadi icon yang 
di cap kurang baik oleh masyarakat? 
Salah satu penyebab remajazaman sekarang berperilaku kurang baik dalam masyarakat 
adalah karena mereka tidak memmiliki mimpi yang jelas dalam hidup mereka. Nah, kenapa sih 
mimpi itu sangat penting dimiliki seorang remaja terutama remaja muslim? 
Mimpi, akan membentuk tujuan dalam hidup. Remaja yang tidak memiliki mimpi dalam 
hidupnya tentu tidak mengeri tujuan hidupnya. Hal tersebut yang menyebabkan muncul istilah 
ababil, galau, dan istilah lainnya yang intinya merujuk kepada seseorang yang tidak memiliki 
tujuan hidup. Dengan memiliki mimpi, setiap remaja akan memiliki tujuan hidupnya yang akan 
menuntun mereka kearah yang benar. Mereka akan menyibukkan diri dengan hal positif yang akan 
menuntun mereka dalam menggapai mimpinya. Hal hal negative yang dilakukan oleh remaja 
muncul karena mereka kebingungan dalam mengisi waktu yang mereka miliki. 
Masa remaja adalah masa dimana kita memiliki banyak kesempatn dan banyak pilihan. 
Tujuan hidup akan membuat para remaja memiliki batasan batasan dalam memilih. Mereka akan 
memilih pilihan yang akan membantu mimpi mereka untuk terwujud. tidak akan lagi ada remaja 
yang mengalami salah dalam memilih pilihan yang banyak yang dihadapkan di hadapan mereka. 
Contoh sederhananya adalah kasus dimana masih banyak remaja yang meresa salah dalam 
memilih jurusan. Dengan adanya tujuan hidup kita akan menjadi remaja muslim yang produktif 
dan efektif dalam meggunakan waktu yang tiap detiknya selalu berkurang. 
Sedikit cerita tentang seorang remaja muslim yang sangat hebat karena dia memiliki 
sebuah mimpi. Dia merupakan salah satu mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi terkenal 
di Indonesia dan tentunya itu merupakan pilihannya untuk melanjutkan di pergutuan tinggi. 
Remaja ini dating dari keluarga yang sangat sederhana. Dia pintar, hebat, mandiri. Namun 
sayangnya, ada satu hal yang membuat remaja ini terganggu. Apakah hal itu? Ternyata dia tidak 
diizinkan untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi oleh orang tuanya. Orang tuanya 
menyuruh remaja ini untuk bekerja buakan untuk menuntut ilmu. Padahal, semua ini adalah pilihan 
hidupya untuk mecapai mimpi yang dia inginkan yang tentunya akan membawa kebaikan untuk 
orang banyak. 
tidak hanya sampai disitu perjuangan remaja ini. Karena tidak di izinkan oleh orang tuanya, 
akhirnya untuk keperluan akomodasi untuk pergi ke pergutuan tinggi, dia menggunakan uangnya 
sendiri. Karena jarak antara rumahnya dan sekolah barunya ini cukup jauh, yaitu di jawa barat 
sedangkan dia berasal dari Jakarta, maka dia harus memiliki tempat tinggal sementara orang 
tuanya tidak mau membiayai. Akhirnya dia ditempatkan di asrama perguruan tinggi tersebut. 
Segala kebutuhan dia cukupi sendiri dengan usahanya, beruntungnya remaja ini pernah bekerja 
sewaktu sma sehingga dia masih memiliki uang untuk hidup. Remaja ini pun bekerja sambilan 
untuk memnuhi kebutuhannya.
Jika dicermati, rintangan yang kita aami untuk menggapai mimpi kita belum sampai seberat 
itu. Kita masih bisa makan dan minum dengan mudah. Tidak seperti remaja itu yang kesulitan 
dalam menuntut ilmu karena tidak diizinkan oleh orang tuanya. Namun pada akhirnya, orang 
tuanya mengizinkan dia untuk melanjutkan pendidikan karena keseriusannya yang dia tunjukan 
kepada orang tuanya. 
Beruntunglah bagi kita yang memiliki mimpi dan dilancarkan jalnnya oleh Allah. Remaja 
itu, wlau telah memiliki mimpi yang jelass bermanfaat teta mendapat kesulitan dalam 
menggapainya. Sekarang bagaimana mereka remaja yang tidak memiliki mimpi. Apa yang akan 
terjadi pada mereka 5 atau 10 tahun mendatang? Mimpi pun tak ada apalagi tujuan hidup. 
Bagaikan daun yang mengambang di suangai yang menuggu arus untuk membawanya 
bergerak. Kadan tersangkut diantara bebatuan dan yang dia lakukan adalah menuggu arus yang 
cukup besar agar dapat keluar dari bebatuan tersebut. Setelah berhasil keluar yang dia lakukan 
adalah menunggu kembali arus untuk membawanya kembali bergerak.dan begitulah seterusnya 
tampa tau mau kenama dia mengalir tanpa tau kemana dia akan dibawa arus. Apakah akan dibawa 
ke sungai yang lain atau dibawa samapai ke laut, atau malah terdiam, tenggelam, dan tak tau 
caranya kembali bergerak. 
Tentunya kita tidak mau menjadi daun yang mengambang di sungan kan? Sebagai remaja 
muslim kita harus memiliki mimpi yang jelas agar tidk menjadi daun yang terbawa arus. Dan pada 
hakikatnya semua muslim sudah memiliki tujuan yang tersemat dalam statusnya sebagai muslim. 
Apa itu? Tujuan itu adalah menjadi khalifah di muka bumi, menjadi penjaga, menjadi pembawa 
kebaikan dimuka bumi. Mimpi yang kita miliki akan membuat tujuan yang langsung diberikan 
oleh Allah tersebut menjadi lebih jelas konkrit dan sederhana. 
Masih mau jadi remaja yang gak punya mimpi? Sekarang udah gak zamannya bro. 
sekarang zamannya orang bermimpi besar. so,tunggu apa lagi, jangan sampai kita terlalu banyak 
menuggu sampai sampai kita tidak merasa bahwa kita sudah tua renta, sudah bau tanah, dan 
menyesal sambil mengatakan “kenapa dulu sewaktu aku masih muda aku tidak memiliki mimpi?”. 
“mungkin, jika dulu aku memiliki mimpi, ak tidak akan menjadi orang tua yang seperti sekarang 
yang hanya memperlihatkan kesedihan dan selalu mengutarakan penyesalannya karena dahulu 
kala sewaktu muda tidak memiliki mimpi”. 
Mari kita sebagai remaja muslim, bermimpilah yang besar agar memiliki cerita yang indah 
dalam hidup kita yang dapat kita ceritakan kepada anak cucu kita kelak. Semoga bermanfaat 
aamiin. ^_^ 
Apa mimpi terbesar kalian sekarang? 
- Romie Sangaji
Selangkah Lebih Dekat dengan Hidayah 
Remaja. Apa itu remaja? Kalo denger kata orang tua dan dari lagu sih “katanya” remaja itu 
masa-masa paling indah. Why? Karena di saat remaja itulah kita benar-benar merasakan indahnya 
hidup, masa-masa paling enak buat sosialisasi, masa-masa dimana kita mulai menyuarakan 
pendapat kita, membangun karakter diri, masa yang gak bisa dilupain deh! 
Yah, tapi sayangnya kalo remaja zaman sekarang sih kayaknya kelewatan menikmati masa 
remajanya. Bahkan bisa dibilang mereka hampir seluruhnya rusak. Untung aja masih ada yang 
bener dan sempet berpikir ya. Nah, untuk itu, kita sebagai agen-agen perubahan perlu mengubah 
mereka juga. Perlu usaha keras sih. Susah banget emang mengubah pola pikir yang udah tertanam 
dalam diri manusia. Tapi gak ada salahnya kan dicoba? 
Remaja itu sosok yang labil, suka berimajinasi, suka terhadap sesuatu yang baru, penuh 
emosi, dll. Saat-saat keemasan manusia adalah saat remaja, dimana sesuatu yang datang akan 
diserap informasinya. Tapi bisa berbahaya jika informasi yang diserap itu salah dan merusak 
pikiran. Misalnya saja, dari banyaknya tayangan sinetron berpacaran, kini banyak anak muda yang 
menganggap berpacaran itu sebuah keharusan dan hidup tak sempurna tanpa pacaran. Atau akses 
internet yang semakin cepat tak terkendali membuat mereka semakin mudah mengakses blue film 
yang seharusnya belum mereka ketahui. 
Sangat disayangkan memang generasi muda kini telah dirusak oleh berbagai macam faktor. 
Faktor budaya memang sangat kuat merasuki remaja yang mudah menerima segala sesuatu tanpa 
sempat memilah manakah yang dapat diambil. 
Hawa nafsu selalu memburu, bagaikan wewangian tubuh yang kemana ia pergi akan selalu 
mengikuti. Mereka terlalu terbenam dalam euforia kesenangan yang mereka anggap tiada batas. 
Semakin banyak mereka lihat apa yang telah dilakukan orang dewasa dalam berita, semakin 
banyak mereka mengikuti jejak para tetuanya. Apalagi pergaulan yang dianggap “kekinian” 
semakin tak terkendali dan menggoyahkan keimanan di antara para remaja. 
Untuk itu, perlu adanya batasan dalam memerangi “kekinian” yang terasa semakin lampau. 
Semakin manusia menganggap segala sesuatunya telah maju dengan bahan pakaian yang serba 
kurang dan kedekatan diri dengan sang lawan adalah lumrah, maka sesungguhnya manusia itu 
semakin mundur ke era purbakala. 
Sudah saatnya ada orang yang membuka cakrawala wawasan kehidupan. Membukakan mata 
mereka lebar-lebar atas apa yang telah menimpa dunia. Membina mereka kembali ke koridor Islam 
adalah salah satunya. Tak ada manusia yang boleh bersikap seakan mereka buta, tuli, dan bisu atas 
apa yang teah terjadi kepada peradaban masa kini. 
Tak ada kereta yang boleh keluar dari lintasan rel kereta api. Karena tanpa rel kereta, maka 
kereta tersebut takkan berjalan semestinya. Seperti itulah kehidupan. Jika tak dibimbing tetap pada 
koridor yang telah ditetapkan Allah SWT, maka kacaulah jalan di hidupnya. Habislah 
kemahsyuran di dunia.
Tak ada manusia yang berhak merasa lebih baik, tak ada hati yang berhak merasa lebih 
tinggi, karena kaki tak berjalan sendirian, ia berjalan berpasangan menjadi tonggak bagi satu sama 
lain. Maka berpeganglah satu sama lain, eratkan pegangan, jangan lepaskan karena bila satu 
terlepas, maka putuslah rantai kemenangan. 
- Naila Nursholiha W

Writer's week

  • 1.
    WRITER’S WEEK CALONPEMBINA KARISMA ITB PERIODE 34.1
  • 2.
    Segala puji hanyamilik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun serta penulis mampu menyelesaikan proyek writer’s week ini guna memenuhi rangkaian pembinaan calon Pembina. proyek ini disusun agar para Pembina dapat melihat kemampuan serta progres dari para calon Pembina dan membantu menilai kemampuannya berdasarkan karya yang mereka tuliskan. Semoga proyek ini dapat memberikan gambaran baik terhadap para Pembina mengenai calon Pembina periode ini. Bandung, Oktober 2014 Hafizh Shiddiq
  • 3.
    Pembinaan, Awal MembangunPeradaban “Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia.” Itulah salah satu kutipan yang diucapkan oleh proklamator negeri kita, Ir. Soekarno. Menarik membaca kutipan tersebut. Kutipan tersebut menekankan pada “pemuda” yang akan mampu mengguncang dunia. Bukan orang tua yang kenyang akan pengalaman, tapi “pemuda” yang diucapkan oleh bapak pendiri bangsa kita tersebut. Seberapa hebatkah “pemuda” sehingga mampu untuk mengguncang dunia? Pemuda adalah masa ketika seseorang berada pada tahap paling produktif untuk berkarya. Pemuda sangat identik dengan remaja. Remaja adalah fase peralihan dari anak-anak yang masih bergantung pada orang tua, menuju fase dewasa awal ketika seseorang mulai dapat hidup mandiri dan mengembangkan pemikirannya secara penuh. Pada fase ini, seorang remaja sangatlah produktif untuk berkarya dan mengembangkan dirinya. Hal ini karena mereka mempunyai kelebihan dalam hal fisik dan pemikiran yang masih maksimal dibandingkan dengan golongan tua. Nah, dengan melihat faktor ini saja, kita dapat berargumentasi bahwa apabila potensi pada masa remaja tersebut benar-benar dikembangkan secara maksimal, maka bukanlah mustahil jika 10 remaja saja dapat mengguncang dunia. Hal itu tentu saja dilakukan bukan tanpa usaha, melainkan dengan keseriusan untuk mengembangkan potensi yang ada, sehingga dapat dihasilkan karya-karya agung untuk kemashlahatan bersama. Melihat fakta-fakta bahwa masa remaja adalah masa yang sangat penting untuk membangun peradaban, maka di sini diperlukan optimalisasi masa remaja tersebut. Optimalisasi remaja untuk menghasilkan karya tentu saja tak lepas dari pemberian pembelajaran-pembelajaran dan pembinaan-pembinaan yang serius dan intensif kepada para remaja. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa berhasil tidaknya suatu proses pembangunan peradaban baru, bergantung pada pembinaan pilar-pilarnya, yaitu remaja. Mengetahui pentingnya optimalisasi masa remaja, otomatis menyadarkan kita betapa pentingnya pembinaan remaja itu. Remaja yang dibina dengan baik, dengan pemberian bekal ilmu pengetahuan yang cukup, bekal keterampilan yang memadai, serta tak kalah penting bekal nilai-nilai moral dan agama, maka tidaklah mustahil akan tercipta suatu generasi emas remaja pembangun peradaban umat. Sebaliknya, bila pembinaan terhadap para remaja itu diabaikan, maka gerbang kehancuran umat pun otomatis mulai dibuka. Betapa tidak, ketika remaja nihil pembinaan, maka masa yang seharusnya dapat dimaksimalkan untuk berkarya tersebut dapat disalahgunakan. Hal itu karena para remaja belum mengerti kemana mereka harus melangkah, dengan kompas apa mereka harus melangkah, dan apa esensi utama dari langkah yang akan mereka lakukan. Apabila hal itu berkelanjutan, maka remaja yang mengabaikan nilai moral, agama, etika, dan sopan-santun pun akan tercipta. Hal semacam itu mengindikasikan lahirnya generasi “penghancur” peradaban. Jelas, kita tidak ingin hal semacam itu terjadi. Kita sudah rindu generasi-generasi emas remaja seperti masa Ali Bin Abi Thalib dan Ismail. Kita haus akan remaja-remaja inspiratif yang mau bergerak, mengamalkan ilmunya, berkontribusi terhadap masyarakat, serta berakhlak mulia. Kita merindukan kejayaan umat yang berawal dari remajanya. Jadi, inilah saatnya kita mewujudkan kembali itu semua. Pembinaan remaja dapat dilakukan melalui berbagai lembaga, baik formal maupun nonformal. Lembaga formal misalnya melalui sekolah-sekolah, maupun kursus-kursus formal lainnya. Di sana, para remaja dibina dengan pemberian materi-materi pengetahuan dan juga keterampilan-keterampilan lainnya. Lembaga formal juga mengajarkan nilai-nilai dalam kehidupan, seperti nilai
  • 4.
    moral, adab, danetika. Namun, lembaga formal lebih pada kemampuan kognitif (hard skill). Sementara itu, pembinaan remaja juga dapat dilakukan melalui lembaga nonformal. Lembaga-lembaga tersebut di antaranya adalah pengajian, majelis ta’lim, maupun training dari lembaga tertentu yang mengurusi pembinaan remaja, misalnya Keluarga Remaja Islam Salman (KARISMA). Tak hanya terbatas itu, lembaga nonformal sangatlah banyak dan beragam. Bahkan lingkungan kita merupakan suatu lembaga nonformal. Betapa tidak, lingkungan sangat mempengarui sikap, kepribadian, dan cara pandang seorang remaja. Seorang remaja yang berasal dari lingkungan preman, maka sifat dari preman itu akan disalurkan melalui lingkungan kepada remaja yang bersangkutan. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memilih lingkungan tempat tinggal dan dengan siapa kita bergaul, karena secara tidak langsung, lingkungan adalah lembaga nonformal yang turut andil dalam pembentukan kepribadian remaja. Dari lembaga nonformal tersebut, para remaja akan dibekali dengan nilai-nilai dasar kehidupan, ajaran tentang sopan-santun, tata cara bertingkah dan berkelakukan, serta tentang beribadah kepada Allah SWT. Output dari lembaga nonformal berupa soft skill. Belajar dari pengalaman, pembinaan dapat juga diperoleh di dalam suatu organisasi tertentu. Tentu saja ini adalah organisasi positif dan bukan organisasi yang tidak jelas. Sebagai contoh pembinaan di dalam organisasi adalah dalam OSIS. Di dalam OSIS, sebelum kita benar-benar dilantik sebagai pengurus OSIS, maka pasti akan ada pembinaan-pembinaan dalam wujud kaderisasi. Dalam kaderisasi tersebut, para remaja dibina bagaimana caranya menjalankan organisasi dan berhubungan di masyarakat. Selain itu, kaderisasi juga memberikan nilai-nilai dan semangat nasionalisme, serta patriotisme kepada para calon penerus organisasi tersebut. Jadi, dapat dikatakan bahwa organisasi formal di sekolah, misalnya OSIS, dapat dijadikan sebagai wadah pembinaan para generasi muda. Selain melalui organisasi, pembinaan juga dapat diperoleh dari mentoring. Mentoring adalah pengajaran secara intensif oleh seorang guru/ustadz/kiai kepada seseorang maupun sekelompok orang. Melalui mentoring ini, nilai-nilai kebaikan dapat disampaikan dengan intensif, sehingga diharapkan para peserta mentoring, dalam hal ini remaja, dapat memahami benar nilai-nilai itu dan mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Sangatlah luas cakupan dari pembinaan itu. Sangatlah beragam pula bentuknya. Hal-hal semacam itu dilakukan semata-mata untuk menggladi para remaja, sebagai generasi penerus agama, bangsa, dan negara, agar pada saatnya nanti siap untuk terjun langsung ke masyarakat dan berkarya di sana. Apabila pembinaan ini berhasil, insyaallah agama dapat ditegakkan dan peradaban yang lebih baik dapat terbangun. - Setio Budi
  • 5.
    Menjadi Padi enjadiseorang remaja yang punya segudang pilihan untuk diambil, bukan hanya butuh pedoman kuat untuk berdiri kokoh di jalan yang benar, tapi juga lingkungan yang baik. Mengapa? Karena dari lingkungan yang baik akan datang asupan hati yang sehat dan pikiran-pikiran yang positif. Itulah salah satu sebab mengapa berkumpul bersama orang-orang sholeh adalah ‘Obat Hati’. M Di tengah gejolak dunia dan pergaulan, orang-orang terbagi menjadi beberapa golongan. Ada yang sibuk coba-coba pilihan, ada yang sibuk mengejar mimpi, ada yang sibuk organisasi kesana-kemari, ada yang sibuk belajar, ada yang sibuk dengan dunia, dan ada yang sibuk dengan dirinya sendiri. Dari semua kesibukan tersebut tidak ada yang salah, tapi alangkah baiknya selama Ridho-Nya adalah alasan utama melakukannya. Menebarkan kebaikan, itu tugas setiap muslim. Sebagaimana Rasulullah SAW mengatakakan, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia (lainnya)”. Dari umur sedini mungkin kita harus mulai menebar benih kebaikan, mencari sumber-sumber ilmu, kemudian dibagikan kepada orang lain agar berkahnya terus mengalir abadi. Nah, ada kalanya ketika para penebar kebaikan pun bisa lupa, bahwa ilmu dan buah imannya adalah rahmat dari Allah, sehingga tak sadar ia jadi besar kepala. Ada rasa-rasa halus yang berbisik, ‘lihatlah aku. Aku lebih baik dari kalian’, meskipun hanya selintas dalam hati. Jangan sampai. Berhati-hatilah, kiranya Allah menghitungnya sebagai kesombongan, maka celakalah kita. Istri Rasulullah, ‘Aisyah pernah berkata, ‘Sesungguhnya kalian benar-benar lalai dari ibadah yang paling utama; Rendah hati.’ Salah satu yang dapat menghindarkan kita dari sikap tersebut adalah dengan membaur, tapi bukan melebur. Menjadi teman yang bagaikan penjual minyak wangi. Berbaur dengan semua kalangan manusia akan membuat kita belajar banyak hal. Misal, ada 1001 alasan mengapa kita harus bersyukur dan menyadari bahwa diatas langit masih ada langit. Rasulullah dicintai setiap kalangan manusia karena kerendahan hati dan ketulusannya bukan karena kedudukannya. Maka mari jadikan dakwah itu mudah diterima oleh semua orang dengan kita menjadi pribadi yang ramah, lembut juga terbuka. Jika kita bisa berkaca pada Alam, Allah telah memberikan analogi tentang sikap seorang muslim seharusnya, yaitu padi. Mungkin sudah sering kita dengar tentang padi. Dakwah adalah sebuah proses, ia bagaikan padi, tak bisa sembarang dipanen setiap waktu, tapi harus menunggu agar bulir itu ada. Dan sebagai muslim yang baik ia juga bagai padi yang semakin berisi maka ia akan semakin menunduk. Menunduk bukan untuk merendahkan, tapi justru untuk memberi dan melayani lebih banyak kepada yang membutuhkan. “Seorang muslim itu bagaikan sebuah pohon. Dan pohon yang baik adalah ia yang akarnya menghujam, batangnya menjulang, dan bisa memberikan rasa manis pada buahnya. Akarnya yang menghujam menggambarkan keshalihan diri, kekokohan jiwa, dan keteguhan hati dalam terpaan angin; batang yang menjulang ke langit, rindang menaungi menandakan pribadi yang kompeten, produktif, dan berlimpah; dan mampu memberikan buah yang manis, menggambarkan kebermanfaatan bagi sesama.” (Kang Rendi, tweet 4 juli 2013)
  • 6.
    Sungguh beruntung kitadipertemukan dengan islam dan tumbuh di dalamnya. Dengan kita berada di dalam lingkungan yang baik, kita akan punya kawan yang mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Sudah semakin dewasa, makin besarlah kewajiban kita untuk memantaskan diri menjadi generasi penerus. Membina remaja-remaja adalah salah satu jalan terbaik untuknya. Kita selalu bisa berusaha dan tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Ayo menjadi muslim yang diharapkan, selalu dido’akan keluarganya, dicintai oleh teman-temannya, bahkan dihormati para pembencinya. Terakhir, dalam kutipan surah Ali Imran ayat 103, Allah berfirman, “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan Karunia-Nya kamu menjadi bersaudara…..”. Surah ini seakan mengingatkan kita untuk melangkah menuju syurga bersama-sama. Allah tidak pernah meminta kita untuk menyimpan kebaikan sendiri saja. Jadi tebarlah kebaikan di seluruh penjuru bumi seperti menebar benih padi. Semoga suatu saat benih itu akan tumbuh menjadi padi yang baik dan rendah hati, dan pastinya bermanfaat bagi seluruh alam. - Muthi Fatihah Nur
  • 7.
    Aku Bangga MenjadiRemaja Islam! Remaja islam ? Apa yang dapat dibanggakan dari menjadi remaja islam ? Mungkin kalian semua pasti bertanya –tanya apa ada kebanggaan menjadi seorang remaja islam dan mengapa kita harus bangga menjadi seperti itu, shuuuut simpan dulu pertanyaannya yaaa, insya allah kita akan bersama menjawabnya bak membasuh diri dari rasa haus di tengah padang pasir, sungguh menyegarkan . Berkata mengenai remaja islam, pasti sempat terbenak bahwa remaja islam itu... gak gaul, ga modis, kaku dan sebagainya.Melihat sesuatu yang benar, malah dilihat itu yang salah. zaman sekarang memang sudah terbolak balik. wuuups, tapi inilah saat nya kita berubah (khususnya untuk saya wkwkw) kita harus berbahagia karena menjadi tonggak penerus pengemban perjuangan islam, maka dari itu kebanggan kita menjadi seorang remaja islam harus tingkat dewa, eh maksudnya tingkat tinggi. Dan sekarang kita akan memaparkan mengapa kita harus bangga menjadi seorang remaja islam. Pertama, kita punya Allah yang Maha hebat. Dialah pemberi ilmu, pencipta kehidupan dan Maha Segalanya. Maka, tak perlu ada yang di risaukan lagi sebagai remaja, karena kita punya Allah.Seperti dalam firman Allah : (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, "hasbunallah wa ni'mal wakiil [cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung]". " (QS. Ali 'Imron: 173). Nah jadi kita harus bangga karna kita tidak menggantungkan diri pada apapun, tidak kepada harta, tahta, dunia dan apapun yang tidak layak untuk digantungkan karena kita hanya menggantungkan diri pada zat yang sempurna yaitu Allah S.W.T. Tentu saja kita sebagai remaja muslim sudah lebih maju dari remaja- remaja lain, mereka masih bergantung pada materi, ilmu, manusia dan yang lainnya. Sedangkan para remaja islam sepenuhnya bergantung pada Allah, Insya Allah. Jadi tidak ada lagi kata menyerah untuk menjadi remaja islam. Memiliki sosok panutan sepanjang masa yang dijunjung dari dulu hingga kini, hanyalah ada pada islam, ya, nabi besar kita Nabi Muhammad S.A.W yang akan menjadi bahasan kita yang kedua. Kita harus bangga menjadi salah satu umat Nabi Muhammad, mengapa tidak? Orang barat pun membenarkan bahwa beliau benar benar orang yang berpengaruh di dunia hingga zaman di abad 21 ini dan hingga akhir zaman nanti, Subhanallah, berarti mengapa kita sebagai remaja muslim banyak yang mengidolakan orang yang belum jelas tidak tanduk perkataan dan perbuatannya, mengidolakan penyanyi, atlet, group band dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, kita semua harus bangga memiliki nabi yang menjadi Rahmatan Filalamin untuk seluruh umat manusia, Allah telah menyatakan bahwa tugas kerasulan nabi Muhammad itu adalah untuk seluruh umat manusia, bersifat universal, yang mencakup dan merambah ke seluruh alam jagat, seluruh dunia dalam firman-Nya: “Dan Kami tidak mengutus kamu (hai Muhammad) melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Saba’: 28) Gimana
  • 8.
    ,kurang keren apalagicobaaaa??? Jadi, apalagi yang akan meragukan mu bahwa kita harus bangga menjadi remaja islam? :D Masuk yang ketiga nih, coba di tes, ada yang tahu nama Ibnu al-Haitsam atau lebih dikenal Alhazen, Avennethan? hmm kalo ga tau, coba yang ini siapa ? Jabir Hayyan al-Kufi dan Abu Bakar Muhammad Ibnu Zakariya al-Razi. Ibnu rusyd? Wah itu juga ga tau??? kalo al Battani tau? Pasti tau yaaa, ha? Ga tau jugaaaaa. Tenang gapapa ko, kita kan sedang belajar bersama XD jadi, nama–nama yang sudah disebutkan di atas tersebut adalah ilmuwan – ilmuwan muslim yang sudah lebih dahulu menemukan kajian kajian ilmu ilmiah yang kini telah berkembang. Sebut saja Ibnu al-Haitsam yang menjadi peletak dasar iilmu fisika optik, ilmu optik, filsafat, matematika, farmakologi dan menulis tidak kurang dari 200 karya ilmiah. Belum lagi sarjana muslim al Battani ia lah yang menemukan Sinus, Kosinus, Tangen, dan Kotangen atau istilah yang sering kita dengar seperti Azimut, Zenit, dan Nadir.Dalam bidang filsafat kita ,memiliki Ibnu Ruysd dengan nama barat Averroes. Begitu banyak ilmuwan muslim yang sudah memberikan sumbangsih keilmuan yang berharga hingga dimasa kini. Naah, dari situ kita patut berbangga karena kita tidak perlu silau akan keilmuan barat yang sudah jelas sebenarnya tercetus dari ilmuwan ilmuwan muslim. Kalian tahu apa rahasia para ilmuwan muslim tersebut? Rahasianya adalah satu yaitu Al- Quran. Al- Quran lah yang menjadi sumber ilmu yang utama yang telah super duper komplit yang menjadi pedoman hidup dan sumber ilmu pengetahuan . Yang enggak ketinggalan adalah esensi utama dari agama itu looh. Ya berbagi. Islam mengajarkan kita untuk berbagi, dari mulai zakat, infak dan juga sedekah. Hanya islam yang memiliki hari raya yang besar seperti Eid al-Adha yang benar-benar memberi sasaran kebahagian kepada seluruh umat manusia dengan ni’mat saling memberi disamping kita dapat meneladani kisah Nabi Ibrahim a.s. di hari itu semoga umat dapat merasakan kebahagiaan mendapat sesuatu yang mungkin jarang di temukan di tiap harinya dari berqurban. Subhanallah... kalau saya benar benar yakin bahwa indah menjadi seorang islam, apalagi kita-kita remaja islam :D makin makin deh bahagiannya aaaamiiin. Dengan pemaparan di atas maka sebagai remaja muslim kita harus menjadi remaja dengan generasi kuat, tangguh, dan berakhlak. Tidak ada lagi generasi galau yang senangnya berfikir pesimis, mengeluh dan tidak bertanggung jawab. Tidak ada lagi generasi alay yang terombang ambing karena tidak ada pegangan dan merasa nyaman dalam zona yang tak terarah. Itu yang saya rasakan sekarang, menuju lebih dekat dengan allah memberi segala jawaban dari semua pertanyaan hidup di dunia ini. Kini baru terasa betapa indahnya menjadi seorang remaja islam. Jadilah kita generasi penerus yang terus berjuang untuk menegak kan agama Allah, mengamalkan kebaikan, menjauhi larangannya dan siap berperan untuk berdakwah bagi sesama. Kita yang berada di indonesia dengan segala fasilitas yang ada, menikmati hidup nyaman dapat solat dengan khusyu, menerima pembelajaran di sekolah maupun diluar sekolah, pokoknya mendapat segala yang kita inginkan. Tetapi masih saja merasa tidak bangga terhadap jati diri menjadi seorang remaja islam. Mari kita tengok saudara- saudara kita yang menyelamatkan dirinya dan agamanya di setiap hari Memepertahankan tanah Palestine dengan jiwa raga mereka. Mereka sangatlah bangga dengan jati diri mereka yang sudah berpegang untuk hidup mengabdikan dirinya hanya untuk allah.melaksanakan jihad dengan nyawa taruhannya. Apayang bisa kita berikan bagi agama ini?
  • 9.
    Menurut Bapak MulusGumilar, DFSN,Mkes salah satu dosen pembimbing yang saya kenal sebagai dosen yang selalu memberikan ‘kuliah agama’ walaupun bukan sedang belajar agama namun selalu mengingatkan bahwa ilmu itu harus mendorong kita untuk lebih mencintai allah bukan silau dengan ilmu pengetahuan dan mengelu-elukan ilmu pengetahuan. Menurut beliau “ Remaja Muslim harus berani bertanggung jawab atas amanah demi kepentingan diri sendiri, keluarga dan bangsanya. Kita harus yakin dalam berfikir dan bertindak terhadap sesuatu pekerjaan dan kegiatan baik positif dan negatif pasti allah mengetahui. Harapan semoga dengan terlahirnya insani-insani remaja islam akan menambah tingkat ketaqwaan yang tinggi dan dapatdi pertanggung jawabkan baik di dunia maupun di akhirat”. Semoga dengan pemaparan diatas, kurang lebihnya dapat menyadarkan kita, bahwa kita haruslah bangga menjadi seorang remaja muslim. Teriaklah sekencang – kencangnya bahwa “ Aku Bangga menjadi Seorang REMAJA ISLAM “. Dengan ini kita menyadari betapa indahnya menjadi seorang remaja islam. Hati yang selalu damai, senyum yang selalu tercurah, lisan yang memberikan kesejukan dan perbuatan yang mencermikan keikhlasan hati. Insya allah bukan dunia saja yang akan kita genggam namun akhirat sebagai kampung terbaik pastilah dapat tercapai. Insya allah.... Sekian yang dapat saya torehkan di secarik halaman ini. Kesempurnaan hanyalah milik Allah semata dan kekurangan adalah milik saya pribadi. Terima kasih. - Anissa Fattonah
  • 10.
    Remaja Islam Kinidan Nanti Ketika semua orang yang beragama Islam ditanya “apakah anda muslim?” Pasti semuanya akan menjawab ‘Iya’, tapi ketika kita ditanya “apakah anda sudah menjadi muslim sejati? “ mungkin hati kita akan merasa malu karena perbuatan kita yang masih jauh dari nilai agama, ucapan kita yang masih kotor, selalu membicarakan orang lain, menghujat orang lain,bahkan sering menentang orang tua sendiri. Ahlak kita yang sering tak terjaga, mencela, menghina hingga membuat orang lain terluka. ‘sudah pantaskah kita disebut sebagai seorang yang Islami? Hati kita sendiri yang bisa menjawabnya Menjadi muslim sejati adalah kewajiban bagi setiap orang yang beragama Islam, bukan hanya untuk para ustadz bukan juga untuk orang yang sudah tua, tapi bagi kita pun para remaja menjadi muslim sejati adalah kewajiban yang tak boleh dilupakan. Sungguh benar pernyataan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya , bahwa salah satu golongan manusia yang berhasil mendapat perlindungan khusus di hari Akhir adalah remaja shalih. Yaitu "Permuda yang hatinya terikat dengan masjid " dan juga "Remaja yang tumbuh berkembang dalam ketaatan kepada Allah SWT." Sungguh sangat Istimewa menjadi seorang remaja yang memiliki integritas dan kecintaan kepada agama. Banyak orang yang mengatakan sulit untuk menjadi remaja Shalih itu, padahal kenyataannya tidaklah sesulit yang orang bayangkan. Justru sebaliknya, mudah dan menyenangkan yang paling penting ada kemauan dan pelaksanaan yang dilakukan. Untuk menjadi remaja yang tangguh, jangan biarkan diri sendiri dibentuk oleh lingkungan yang tidak karuan. Berusahalah untuk membuat dan menciptakan lingkungan itu sendiri. Jangan mudah larut oleh suasana lingkungan, tapi buatlah agar lingkungan itu terpengaruh dengan kehadiran kita. Sebagai Remaja muslim, kajilah Islam dengan benar dan temukan nilai-nilai kebenaran di dalamnya. Jangan ikut-ikutan pada hal yang menyesatkan, apalagi sampai merugikan banyak orang. Bahkan Allah SWT pun berfirman dalam Al-Qur’an : Kalau engkau memperturuti (keyakinan atau amalan) kebanyakan manusia di bumi ini, pasti mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. (Al-An'aam : 116) Berbicara soal remaja, dua tahun yang lalu ada cerita tentang seorang remaja yang sangat luar biasa. Terlahir dari keluarga yang sederhana, memiliki ahlak yang mulia dan menjadikan segala aktivitasnya bernilai ibadah. Santun kepada orang tua, ramah kepada sesama dan bijaksana dalam setiap langkah usahanya. Di era gelobalisasi seperti sekarang ini banyak remaja yang terlena oleh asyiknya dunia, terjebak oleh paradigma yang membuatnya celaka dan tergusur oleh arus yang membawa dirinya ke jurang kehancuran. Tetapi beda halnya dengan remaja tadi ketika remaja lain masih senang dengan hura-hura dia sudah menyibukan dirinya dengan membantu pekerjaan orang tuanya. Ketika remaja lain senang dengan namanya pacaran, berdua-duaan, berpandang-pandangan, dia lebih senang lagi dengan malantunkan ayat Al-Qur’an, bertaqorub kepada Tuhan, bermuhasabah diri dengan renungan keimanan. Ketika masih banyak remaja muslim yang tidak bisa membaca Al-Qur’an, dia sudah banyak hapalan. Ketika banyak remaja yang bangun tidur saja masih kesiangan, berangkat sekolah malas-malasan, pulang sekolah keluyuran tapi dia Sholat malam tak pernah dia tinggalkan, berangkat sekolah kepada orang tua selalu berpamitan, pulang sekolah mengamalkan kembali ilmu yang telah di dapatkan. Ketika banyak temannya yang sering menghina dan menjahilinya, dia membalasnya dengan senyuman karena dia yakin hinaan yang dia dapatkan adalah kekuatan untuk terus maju kedepan sebab Alloh SWT senang dengan orang yang penung dengan kesabaran. Ketika remaja lain asyik dengan semua permainan dan bersikap acuh kepada orang yang membutuhkan bantuan, dia justru menangis melihat perjuangan saudara seiman di palestina yang terus-terusan di serang. Ketika remaja lain masih meminta uang jajan, masih merengek meminta mainan bahkan sering menipu orang tua untuk mendaptkan tambahan uang sakunya, dia justru sudah mulai mandiri dan membuang semua sifat gengsinya untuk mulai belajar berdagang, menabung hingga akhirnya tahun ini dia bisa berqurban dari hasil jarih payahnya sendiri yang dia kumpulkan selama dua tahun kebelakang. Subhanalloh!
  • 11.
    Di satu sisikita melihat dan merasakan banyak para remaja bahkan mungkin diri kita sendiri yang sudah tidak mengenal lagi nilai-nilai kebenaran, terlalu sibuk dengan mengejar kenikmatan dunia saja sedangkan akhirat sering kita lupakan. Dan di sisi lain ada seorang pemuda yang sudah menjalankan peran dan fungsinya sebagai seorang muslim sejati, setiap nafasnya adalah ibadah, setiap langkahnya adalah berkah, kekuranganya di terima dengan Qana’ah dan keyakinannya yang istiqomah. Pemuda shalih itu seharusnya diri kita sendiri yang mengaku dirinya sebagai seorang muslim, sekarang bukan lagi saatnya mengatakan pengakuan tapi pembuktian sebagai seorang remaja muslim. Mari kita cambuk hati kita sendiri dengan kesadaran dan keimanan untuk membuktikan bahwa kita remaja muslim hari ini, esok dan nanti adalah rahmat bagi semua orang. Berjuang! - Nadi
  • 12.
    Pembinaan Remaja danPeradaban Bangsa Remaja? Apa yang terlintas dipikiran anda ketika mendengar kata remaja ? “Remaja Itu masa – masa paling menyenangkan”, “ Remaja itu masa dimana kita boleh untuk bersikap nakal” “ Remaja itu masa dimana kita sering galau” , “ Remaja itu masa - masa yang harus dinikmati”,” Remaja itu identik dengan sikap yang labil” ,”Remaja masa diamana kita harus produktif untuk berkarya”, ya, itulah sebagian pendapat mereka yang memang tidak salah untuk diterima. Remaja masa kini sangat berbeda dengan remaja masa lalu. Salah satu aspek yang membedakannya adalah dalam pembinaannya. Tolal ukur suksesnya suatu peradaban bangsa terletak pada kualitas pembinaan remajanya yang berkelanjutan. Baik itu pembinaan diarea non formal atau pun diarea formal. Pembinaan area non – formal memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan remaja dibandingkan dengan pembinaan area formal. Soft skill , ya itulah hasil dari pembinaan area non-formal. Soft skill merupakan kemampuan kita untuk menyikapi masalah yang selalu kita jumpai di lingkungan sekitar kita. Seseorang yang mempunyai kualitas soft skill yang baik akan selalu tenang dalam menanggapi masalah di lingkungan sekitarnya. Karena pada hakikatnya masalah itu sepenuhnya tidak dapat diselesaikan dengan hard skill namun butuh soft skill untuk menemaninya. Remaja yang produktif dalam berkarya baik itu dalam ranah social ataupun ranah ilmiah merupakan cita cita suatu bangsa. Namun bukan berarti jika remaja itu sudah produktif dalam berkaya tidak perlu untuk dibina karena pembinaan remaja haruslah berkelanjutan sampai dimana mereka mencapai masa dewasa atau dalam islam biasa disebut dengan masa akil. Pembinaan ini perlu dilakukan agar remaja dalam mengembangkan karyanya tidak menyimpang dari norma/adab yang berlaku. Dalam artikel yang singkat ini pembahasan hanya akan difokuskan terhadap pembinaan yang dapat menghasilkan remaja yang berkualitas dalam soft skillnya. Pembinaan yang didapat oleh remaja untuk mengembangkan kualitas soft skillnya dapat diperoleh dari sebuah organisasi dilingkungan sekolahnya. Misalnya pramuka, OSIS, PMR atau yang sejenisnya. Dari organisasi itulah remaja dapat mendapatkan pelajaran arti dari profesionalisme, Nasionalisme, Perjuangan, Totalisme, dan komitmen yang mana nantinya akan sangat berguna pada saat terjun kedalam ranah pekerjaan,lembaga, ataupun kedalam ranah masyarakat umum. Oleh karena itu organisasi disekolah ini sangat berguna untuk mengembangkan soft skill seorang remaja namun perlu digaris bawahi soft skill ini akan didapat hanya dan hanya jika remaja itu aktif dalam organisasi yang diikutinya serta total dalam mengerjakan keorganisasiannya. Namun pembinaan itu harus didasari dengan pembinaan spritualnya karena pembinaan spiritual ini merupakan pondasinya. Dari pernyataan diparagraf pertama tadi remaja itu identik sekali dengan segala macam kegalaunnya, kegalauan ini jika dibiarkan akan menimbulkan perilaku perilaku yang menyimpang oleh seorang remaja. Pembinaan dengan pendekatan spiritual merupakan salah satu untuk menyelesaikan masalah kegalauan yang selalu menghinggapi seorang remaja. Dengan pembinaan spiritual ini diharapkan remaja dapat merasa tenang dalam menyelasikan masalahnya tidak mudah untuk terpengaruh oleh hal – hal yang berbau negative. Karena biasanya remaja ini jika sudah dihinggapi rasa galau mereka akan melampiaskannya kearah hal – hal yang negative. Disni dengan pembinaan spiritual remaja dapat melampiaskan kegalauannya kearah yang lebih positif seperti menghafal al- qur’an, membaca al-qur’an,dan mempelajari tafsir. Remaja yang sukses dalam pembinaan spritualnya maka akan menghasilkan remaja yang tangguh dalam menghadapi segala masalah didunia ini. Dari masalah – masalah yang ringan sampai masalah – masalah yang dikatagorikan sangat berat. Pembinaan spiritual ini menjadi dasar dari pembinan remaja selanjutnya untuk membangun peradaban bangsa yang berkualitas. Peradaban bangsa yang berkualitas akan menghasilkan kerukunan antar masyarkatnya dan tidak akan ada konflik yang dapat mencerai beraikan persatuan bangsa. Semoga detik demi detik menit demi menit jam demi jam hari demi hari minggu demi minggu bulan demi bulan tahun demi tahun peradaban Negara kita tercinta Indonesia akan semakin berkualitas dengan
  • 13.
    ditunjukan oleh parapemuda – pemudi nya yang terus melakukan inovasi – inovasi terbarukan dalam berkarya dan memiliki nilai plus dilingkup nasional maupun internasional. Hidup Indonesia ! Allahhu akbar ! Jazakallah  - Ilham Wira
  • 14.
    Mengendalikan Pedang BermataDua Remaja, sebuah kata yang mendeskripsikan transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa. Sebuah kata yang melambangkan perkembangan jasmani dan rohani seorang manusia. Sebuah kata yang menyimbolkan pedang bermata dua, yakni pedang yang dapat memberantas musuh (menguasai nafsu), yang dapat pula berbalik merusak pemakainya (dikuasai nafsu). Remaja di Indonesia sekarang ini adalah remaja yang--menurut pemateri di acara Menara Salman-- sudah cepat balig tapi belum akil. Balig disini bermaksud jasmaninya sudah berkembang di umur-umur yang lebih muda dari umur normalnya, baik dari segi proporsi tubuh, suara, maupun tanda-tanda seksual seperti mimpi basah untuk laki-laki dan menstruasi untuk perempuan. Namun, remaja-remaja yang cepat sekali balig ini ternyata tidak bersamaan akilnya, atau dengan kata lain kedewasaan mentalnya. Sifat kekanak-kanakan masih ada di dalam diri mereka walaupun secara fisik mereka sudah mulai dewasa. Remaja tidak akan bisa berbuat apapun dengan benar tanpa ada kedewasaan mental atau akil. Mereka hanya akan terombang-ambing oleh kehidupan mereka, terlalu terlena dengan kesenangan dunia, dan terlalu lemah untuk menanggung kerasnya kehidupan. Kebanyakan output dari hal ini pun buruk sekali. Dapat kita lihat di media cetak, televisi, maupun media digital, bahwa ada saja kasus yang melibatkan remaja sebagai tersangka. Mulai dari aborsi, kecanduan narkoba, sampai kasus geng motor yang isinya adalah remaja SMA. Semua ini berasal dari satu hal: tidak terasahnya sifat akil. Penulis sendiri merupakan satu di antara jutaan remaja di Indonesia yang semakin menyentuh masa dewasa. Masih sangat terasa perkembangan jasmani dan rohani, terutama dari gejolak pikiran dalam hati. Terkadang, dorongan berbuat buruk muncul di saat kekosongan terjadi di hari-hari penulis, hingga simbol pedang bermata dua itupun bukannya mustahil untuk dirasakan oleh penulis. Penulis yakin, banyak pula jutaan remaja lain yang mengalami gejolak seperti yang penulis rasakan di masa awal-awal keremajaan mereka, dan hal tersebut hanya dapat diatasi dengan pembinaan fundamental yang berlandaskan keislaman, sebuah landasan yang benar di antara landasan-landasan lain yang justru mengacaukan pemikiran remaja. Pembinaan menjadi ajang aktualisasi diri yang sejatinya dibutuhkan oleh remaja. Pembinaan dapat meningkatkan kedewasaan mental seorang remaja, dan mengasah akal mereka agar bisa membedakan mana yang benar, mana yang salah, mana yang diperintahkan Allah, dan mana yang dilarang oleh Allah. Urgensi pembinaan sudah mencapai titik di mana tanpa adanya pembinaan, maka masa depan Indonesia, terlebih lagi agama Islam, akan semakin hancur tergerus derasnya 'guyuran' paham dan budaya yang jauh menyimpang dari agama Islam. Tanpa adanya pembinaan, maka sebaik-baik remaja hanya dapat mengurus dirinya sendiri, tanpa
  • 15.
    memiliki rasa persaudaraansesama muslim, tanpa memiliki kesadaran membantu orang lain, dan pastinya, tanpa kesadaran memaknai arti 'Laa ilaaha illallah' di kehidupan sehari-harinya. Selain dapat mengancam, remaja juga punya potensi untuk berkarya, memajukan mulai dari apa yang ada si sekelilingnya, sampai akhirnya menjadi pemimpin besar di masa mendatang. Contohnya Ali bin Abi Thalib yang sejak kecil sudah sering bersama dengan Rasulullah, sehingga Ali pun dibina dengan sangat baik oleh Rasulullah di masa remajanya. lalu hasilnya? Ia menjadi khalifah keempat! Namun, apakah semua remaja dibina langsung oleh Rasulullah? Tentu tidak. Oleh karena itu, tanpa pembinaan Islam yang sesuai, akan seperti apakah dia sebagai pemimpin? Dapatkah ia menjadi harapan bangsa dan umat Islam? Atau hanya menjadi harapan partai politiknya saja? Itu juga yang perlu diluruskan. Pembinaan keislaman ini fundamental demi menyelaraskan potensi dan produktivitas yang dimiliki remaja pada koridor yang benar, sehingga outputnya juga tidak dangkal dan singkat, namun dalam, efektif, dan berkepanjangan. Penulis sendiri merasakan adanya perbedaan dari yang namanya 'coba-coba' membina secara mandiri, dengan benar-benar mengikuti pembinaan yang jelas. Pembinaan yang jelas sangat berguna memfasilitasi keingintahuan dan potensi peserta pembinaan, dan terlebih lagi, adanya komunikasi dua arah antara yang dibina dengan pembina yang sudah berwawasan luas juga memperjelas hal-hal yang telah disampaikan. Pembinaan Islam yang fundamental ini, jika tercapai maka outputnya adalah remaja yang siap menghadapi apa yang ada di depannya, remaja yang tangguh menghadapi cobaan, dan remaja yang tegas menjauhi keburukan. Pembinaan lain seperti keorganisasian atau akademik pun dapat dijalankan dengan terarah dan maksimal outputnya. Dengan bekal pembinaan Islam, maka sang remaja akan bisa memilah hal yang benar dan salah di seluruh aspek kehidupannya, dan dengan keaktifan serta potensi yang dimiliki, maka lengkaplah remaja tersebut. 'Pedang' yang penulis sebutkan di awal tadi pun sudah dapat dijinakkan oleh sang remaja, dan jadilah ia calon pemimpin yang diharapkan bagi bangsa dan umat Islam. - Naufal Aulia Aziz
  • 16.
    Pembinaan Remaja, FaktorUtama dalam Mempersiapkan Penerus Bangsa Pembinaan generasi muda merupakan salahsatu faktor yang menentukan pembangunan bangsa di masa yang akan datang. Sebagai penerus perjuangan dalam pembangunan nasional, generasi muda dalam hal ini yaitu remaja memerlukan pembinaan baik fisik maupun mental spiritualnya. Perkembangan akibat dari perubahan ekonomi, tranformasi, telekomunikasi, politik dan pendidikan secara global akan ikut banyak mengalami berbagai proses perubahan dalam bidang kehidupan masyarakat termasuk remaja. Remaja merupakan tonggak kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan faktor penting yang tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan. Pada masa remaja, terutama pada masa pertumbuhan merupakan masa penuh gejolak emosi dan ketidak seimbangan. Segala permasalahan yang terjadi dalam kehidupan remaja tidak dapat terlepas dari lingkungan dimana remaja itu hidup dan berkembang. Pada usia remaja pengaruh yang bersifat negatif atau pelanggaran moral sangat mudah terjadi, mereka bebas memilih dengan kehendaknya tanpa menginginkan pengawasan atau peraturan dari orang tua. Perkembangan pribadi dipengaruhi oleh berbagai persoalan serta perubahan atau pertumbuhan jasmani dan emosi mental pada saat usia remaja. Masa remaja merupakan masa yang mengalami banyak perubahan, karena pada masa tersebut mereka belum memiliki identitas yang mantap. Remaja cenderung melakukan perbuatan yang dianggapnya baik, meskipun bagi orang lain belum tentu dianggap baik. Dalam Islam, istilah remaja tidak ditemukan, tetapi terdapat kata Baligh yang menandakan seseorang tidak disebut kanak-kanak lagi, Istilah baligh dalam pengertian di atas adalah menentukan umur bagaimana seseorang mempunyai kewajiban dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yang berlandaskan agama Islam. Istilah Akil Baligh inipun, memberikan pengertian dimana seseorang telah bertanggung jawab atas perbuatannya dalam masalah pahala dan dosa (Daradjat, 1975:8) Kita harus mengerti bahwa masa remaja adalah penghubung antara masa anak-anak menuju dewasa yang harus memiliki prinsip dan tanggung jawab hingga dapat berpikir matang. Masa-masa ini akan ditempuh dengan waktu yang cukup panjang dan tidaklah selalu stabil, dan untuk menjaga kestabilan melalui pendidikan formal saja tidak cukup. Maka dari hal tersebut, bagaimana solusinya? solusinya yaitu dengan pembinaan remaja. Remaja sangat memerlukan pembinaaan, karena pada dasarnya kita memerlukan pegangan dalam kehidupan. Kita sedang berada dalam proses pendewasaan dan kelak akan hidup bermasyarakat. Fisik dan mental seharusnya digunakan untuk hal-hal produktif dari mulai masa remaja. Usia remaja merupakan usia dengan pemikiran yang kreatif, fisik yang kuat, semangat yang tinggi. Apa jadinya apabila potensi remaja diabaikan tanpa ada pembinaan dan pemahaman bahwa usia kita saat ini sedang berada dalam masa “keemasan”? sungguh sangat disayangkan jika seandainya kita melewati masa remaja tanpa ada arah dan tujuan yang jelas. Banyak orang tua berkata, “masa anak-anak dan remaja lebih mudah menyerap ilmu dan pelajaran dibandingkan dengan orang tua”. Hal tersebut menggambarkan bahwa generasi masa depan tergantung pada remaja saat ini, jika kita ingin mengetahui bagaimana peradaban dan masa depan yang akan dicapai sebuah bangsa maka kita bisa melihatnya dengan cara “melihat remajanya saat ini”.
  • 17.
    Pembinaan remaja merupakancara yang efektif dan terbaik dalam mempersiapkan generasi penerus masa depan bagi bangsa dan agama. Karena dalam pembinaan bukan hanya memberikan ilmu pengetahuan yang diharapkan tetapi lebih dari itu, yaitu pembelajaran akan sikap moral dan akhlak yang baik. Melalui proses pembinaan akan menjadi harapan agar menjadi tauladan bagi generasi mendatang. Pembinaan yang dilakukan harus mencakup segala hal baik sikap, moral, perilaku, kepribadian, agama, hingga mencapai kemandirian. Selain itu dengan pembinaan pula proses akil dan baligh dapat tercapai secara seimbang. Siapa lagi yang ajan melanjutkan estapet bangsa ini kalau tidak dari kalangan remaja. Karena remaja sebagai calon generasi penerus bangsa merupakan asset masa depan yang harus dipersiapkan melalui pembinaan. - Luthfi Muzakir
  • 18.
    Remaja Muslim vsRemaja Ke “kinian” ? Remajaa ?? Tingtong yang kebayang sekarang cuman anak alay, galau, ababil (abege labil), selfie, pacaran, pakaian dan tas bermerk, mendewakan artis, twitter, instagram, path, facebook -.- dan semua tentang kebiasaan remaja saat ini. Padahal tantangan dunia semakin meningkat, hedonisme, sekularisme, sampe liberal. Coba deh kita flash back sama sejarah islam yang notabene punya remaja atau pemuda yang keren banget contohnya aja Muhammad Al fatih sang penakluk konstantinopel (sekarang istanbul) yang terkenal begitu masyur di dunia. Muhammad Al-fatih naik tahta ketika ia berusia 19 tahun. 19 tahun loh, kita ? udah ngapain aja selama 19 tahun ? Sejak kecil beliau telah mengamati usaha ayahnya dan umat Islam dalam menaklukan konstantinopel, sehingga timbul keinginan kuat dalam benaknya untuk dapat melanjutkan usaha tersebut dan menaklukan Konstantinopel, ini yang perlu ditiru remaja kita saat ini ambisi yang kuat untuk meraih kesuksesan dunia akhirat bukan ambisi yang kuat untuk mendapatkan si “doi” ya guys. Karena secara harfiah jodoh akan datang di waktu dan suasana yang tepat hehe, so gaperlu capek-capek ngurusin gebetan atau pacaran dulu deh. Jauh di masa hidupnya, Rasulullah selalu menyerukan pada para sahabat bahwa Konstantinopel akan jatuh di tangan umat Islam pada suatu masa, di bawah pimpinan seorang pemuda terbaik dan pasukan terbaik. Sehingga umat muslim yang kala itu sedang berperang, menjadi begitu semangat mendengar seruan Rasulullah tersebut, yang menyatakan Islam akan jaya dengan takluknya salah satu Kota Termahsyur pada masa itu di bawah pimpinan seorang pemuda muslim terbaik.Tuh keren banget engga sih ? beda banget sama remaja muslim di indonesia sekarang. Muhammad al fatih kecil telah terbiasa menghafal al-quran dia tumbuh menjadi pemuda yang kuat, cerdas, memiliki pribadi yang santun dan sangat pemberani. Muhammad Al fatih lahir jauh sebelum sosmed lahir loh ? jauh sebelum adanya mie instan, sebelum adanya google, beliau lahir saat menuntut ilmu perlu perjuangan yang begitu kerasnya. Belum ada LKS belum ada modem internet dan semua fasilitas yang memudahkan kita untuk belajar, tapi bukankah dia tetap bisa menunjukkan prestasi yang begitu gemilang ? menaklukan konstantinopel yang terkenal dengan daerah yang sangat kaya dan terkenal sangat sulit untuk ditaklukan tapi, dia tetap bisa menunjukkan prestasinya yang paling penting dia tetap eksis guys sampe sekarang tanpa harus update foto-foto keberhasilannya di instagram. Karena bintang akan tetap bersinar meskipun berada di gelapnya malam  Remaja muslim itu bukan yang rajin nge post di instagram kalo kita udah qurban, bukan yang riya di setiap status facebooknya kalo kita udah sodaqoh, bukan yang bangga ngeliatin moment gak pake kerudungnya di path, bukan yang melempem keberaniannya dalam menegakan kebenaran, tapi remaja muslim itu adalah agent of change agen perubah masa jahiliyah menjadi masa terang benderang, perubah negeri yang carut marut menjadi negeri yang disegani dan dicintai negara lain, perubah pemikir-pemikir angkuh menjadi pemuda pemikir (berprestasi) yang santun dan tetap dicintai, perubah generasi bodoh menjadi generasi yang cerdas, mampu berkreasi dan berkompetisi. Karena saat ini kompetitif kita bukan hanya dari maksiat atau nafsu belaka, tapi dari golongan kiri yang tidak ingin islam menjadi jaya bahkan dari golongan kanan yang selalu menginginkan hanya dirinya yang paling benar. Kompetisi ini yang akan menunjukan apakah kita remaja pejuang muslim sejati atau hanya remaja yang abal-abal yang punya hobi cuman nongkrong, shoping, galau, main sosmed dan tak bermanfaat. Sungguh ini pilihan, jalan menjadi
  • 19.
    muslim yang sejatidan punya visi dan misi yang jelas akan banyak rintangannya dibanding jalan menjadi seorang remaja biasa yang hanya akan menunggu masa tua nya dan sia-sia. Dan kenapa jalan menjadi muslim sejati itu sulit ? karena Surga adalah hanya untuk orang yang membayar premi dengan lunas (saya kutip di film :D) dan guys kalian pasti tau premi apa yang harus kita bayarkan supaya kita bisa masuk surga ? ya ketaatan kepada Allah lah yang bisa kita bayarkan agar kita dapat surga nya Allah. Well, dari cerita muhammad al fatih tadi kita udah dapet banyak pelajaran. Remaja muslim itu, bukan cuman remaja yang rajin sholat doang loh tapi juga remaja yang punya akhlak yang baik, santun, pribadi yang kuat, pemberani, punya ambisi kuat, cerdas, dan tentunya punya visi dan misi yang jelas dalam memperjuangkan agama nya. Karena islam bukan hanya untuk dirimu tapi islam untuk kita semua . Jadi sekarang bukan cuman aku yang harus mendapat indahnya islam tapi kita dan mereka yang juga harus menikmati indahnya perjuangan dan nikmatnya Iman. Yuk jadi muslim yang bermanfaat untuk orang banyak  - Triyanuari Puspa Dewi
  • 20.
    Dan Aku SelaluDijaga Oleh: Nurida Luthfiyani Saya selalu bersyukur dibesarkan dalam sebuah keluarga yang menganut agama islam. Apalagi setelah masuk sekolah yang berbasis islam. Pemahaman saya mengenai islam menjadi lebih baik. Maklum, keluarga saya bukanlah keluarga dengan nuansa islam yang sangat kental. Sehingga pengetahuan menganai islam lebih banyak saya dapat dari luar rumah. Saya berjilbab sejak saya kelas satu SMP. Itupun belum istiqamah, saya masih sering keluar rumah tanpa mengenakan jilbab. Karena saya masih berpikir jika mengenakan jilbab bukanlah suatu kewajiban. Setelah masuk sekolah islam, saya mendapat benyak pengetahuan bahwa mengenakan jilbab itu wajib seperti yang telah diajarkan dalam Al Quran surat An-Nur ayat 33 serta Al Ahzab ayat 59. Berjilbab itu disyariatkan bagi wanita muslim dengan jilbab yang menutup hingga dada. Hal tersebut merupakan pengingat bagi saya. Lalu saya mulai memperbaiki diri memperbaiki cara berjilbab saya hingga yang sesuai yang disyari’atkan. Sungguh, tuntunan islam bertujuan menjaga muslimah. Dengan jilbab, seorang muslimah akan dikenal oleh orang-orang yang melihatnya. Disebutkan bahwa seorang wanita, diselubungi oleh setan baik depan maupun belakangnya. Sehingga besar kemungkinan dengan melihat wanita saja, seorang laki-laki dapat terangsang syahwatnya, apalagi melihat wanita yang “terbuka”. Jilbab dan segala tuntunan muslimah untuk berpakaian setidaknya akan mengurangi potensi seorang wanita menimbulkan syahwat pada laki-laki. Sekadar tambahan keuntungan saja, para wanita yang biasanya sangat mengkhawatirkan penampilan mereka seharusnya akan lebih tau bahwa dengan berjilbab, rambut mereka akan senantiasa terjaga dari polutan yang ada di luar. Sehingga kemungkinan rambut mereka untuk rusak misalnya kering, bercabang, kusam dan merah sangat kecil. Sehingga berjilbab dan berpakaian tertutup memberikan keuntungan yang sangat besar bagi wanita. Tidak hanya dari segi pakaian, pergaulan sesama muslim juga diatur dalam islam. Bukan semata-mata bertujuan untuk membatasi ruang gerak, namun hal ini bertujuan agar muslim dapat menempatkan diri mereka dengan baik sehingga dapat menjaga kehormatan mereka. Kita tetap dapat bergaul dengan siapapun. Namun, dalam pergaulan kita juga harus memerhatikan norma yang berlaku sehingga tidak melanggar batas. Suatu istilah dalam pergaulan islam yang termasuk baru saya kenal adalah hijab, yaitu batasan antara laki-laki dengan wanita. Bagaimana wanita dan laki-laki yang bukan mahram tidak boleh berdua-duaan serta tidak boleh ada kontak fisik. Hal ini baru saya kenal setelah saya masuk sekolah islam. Sebelumnya saya sangat tidak peduli dengan hijab dengan laki-laki ini karena ketidaktahuan saya. “Plak-plok” dengan lawan jenis adalah hal yang sudah biasa saya lakukan. Teman-teman saya yang berpacaran dengan yang bukan mahramnya sudah saya anggap sebagai fenomena yang biasa. Pada waktu itu, orang tua saya melarang saya berpacaran. Saya anggap larangan tersebut “hanya sekadar larangan” yang bahkan jika orang tua saya ditanya “mengapa”, jawaban mereka juga hanya “yang penting jangan” yang membuat saya tidak terlalu menganggap pacaran saat itu sebagai hal yang tidak baik jika tidak melibihi batas. Semuanya terjawab setelah saya masuk sekolah islam dan mendapat kajian mengenai batasan pergaulan antara kaki-laki dan wanita yang bukan mahram. Ternyata, “plak-plok” dengan
  • 21.
    lawan jenis yangbiasa saya lakukan tidak diperbolehkan jika dengan orang yang bukan mahram. Hal tersebut bukan semena-mena melarang, namun menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti timbulnya syahwat laki-laki seperti di atas. Jika “plak-plok” saja tidak boleh, apalagi dengan pacaran? Hubungan antara lawan jenis yang bukan mahram ini jelas tidak diperbolehkan. Dari yang hanya status dan berdalih “kami tidak melakukan apapun, bergandengan pun tidak” hingga yang melakukan lebih dari bergandengan. Pacaran dapat menjerumuskan orang-orang yang melakukannya pada perbuatan zina yang dilarang keras oleh islam. Walaupun pada awalnya “tidak melakukan apapun”, namun manusia merupakan makhluk yang tidak akan puas dengan keadaan statis yang ia miliki. Ia akan selalu berusaha menuntut lebih, hingga akhirnya zina dapat terjadi. Sehingga larangan orang tua saya yang awalnya saya nggap “hanya sekadar larangan” memiliki makna yang sangat mendalam. Namun setelah lulus dari sekolah islam tersebut dan memasuki bangku kuliah yang ternyata didominasi oleh kaum adam, saya merasa sulit menjaga batasan tersebut. Melihat sepasang sejoli yang bukan mahram bergandengan hingga berpelukan menjadi fenomena yang asing bagi saya. Sekolah saya membentuk siswa-siswa yang ada di dalamnya menjadi homogen. Menjadi seolah-olah semua disetting baik. Sehingga ketika membaur dengan lingkungan umum, saya merasa belum terbiasa berada dalam lingkungan yang heterogen. Seiring berjalannya waktu, berkenalan dengan mereka membuat identitas saya sebagai muslimah mulai dikenal. Mulai dari mereka yang tidak lagi “plak-plok” pada saya seenaknya hingga memberi jalan kepada saya untuk lewat di antara kerumunan mereka. Saya sangat bersyukur menjadi seorang muslimah. Islam dan ajarannya sangat menjaga saya untuk tidak terjerumus dalam hal-hal yang dapat merugikan diri saya sendiri. Di saat memasuki masa remaja, banyak anak galau bingung memilih pergaulan dan karena tanpa tuntunan yang benar mereka dapat saja terjerumus dalam pergaulan yang salah. Islam membimbing saya agar dapat menemukan pergaulan yang benar. Islam memberikan bimbingan ummatnya untuk tetap bertindak sesuai koridor yang ditetapkan islam agar dapat menggapai ridha-Nya. Dan saya pun merasa selalu dijaga Allah dengan ajaran yang telah ditetapkan-Nya. - Nurida Luthfiyani
  • 22.
    REMAJA : SIAPAKAMU JIKA TIDAK DENGAN ISLAM ? Oleh : Andri Prayogi Pendahuluan Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata remaja ? apakah fisik yang kuat ? atau seorang pemikir yang ideal ? Berbicara tentang remaja, selalu mendapat tanggapan yang beraneka ragam. Sayangnya, sekarang ini kesan yang ada dalam benak masyarakat justru cenderung kebanyakan negatif. Dimulai dari perkelahian antar pelajar, pornografi, kebut-kebutan, tindakan kriminal seperti pencurian, pengedaran dan pesta obat-obat terlarang, bahkan yang sekarang lagi heboh adalah dampak pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan. Miris memang dan sangat mengerikan ! Padahal sebagai generasi harapan bangsa, remaja diharapkan kelak menjadi pemimpin yang akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi bangsanya. Namun dengan kondisi remaja seperti yang tergambar di atas, bagaimana kita bisa berharap banyak pada kaum remaja? Tak bisa terbayangkan bagaimana kondisi negara kita di masa depan bila kaum remaja sekarang ini berperilaku menyimpang, malas, semaunya sendiri, tidak mengindahkan moral dan etika, serta melanggar hukum. Maka dari itu, perlu adanya upaya pembentukan karakter muslim yang kuat dan tangguh agar para remaja dapat terbentengi dari hal-hal yang bersifat negatif yang dapat menjerumuskan mereka kedalam jurang kenistaan semata. Pembentukan karakter remaja islam Dalam membentuk karakter remaja islami yang cerdas, mandiri, tangguh, berakhlakul karimah, amanah, dan tawadhu tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal seperti di sekolah atau pesantren. Pendidikan dan penanaman nilai-nilai islami justru dimulai dari lingkungan keluarga. Dalam hal ini orang tua memikul tanggung jawab dan peran utama mendidik anak. Orang tualah yang menentukan mau dijadikan seperti apa dan akan diarahkan ke mana, inilah yang sebenarnya menjadi persoalan. Allah swt berfirman: “Katakanlah: ‘Sesungguhnya Shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”(QS. Al-An’am: 162-163). Setelah pelajaran tauhid ini tertanam kuat pada diri sang anak, barulah kemudian diajarkan tentang akhlak, ilmu pengetahuan, ketrampilan, dan segala hal yang menyangkut kehidupan di dunia. Mengenai pendidikan akhlak ini kita bisa mencari referensi pada akhlak dan kepribadian Rasulullah saw. Karena Nabi Muhammad saw adalah sebaik-baik manusia di muka bumi ini. Pada dirinya terdapat uswatun hasanah (suri tauladan yang baik). Remaja : siapa kamu jika tidak dengan islam ? Menyeru kepada yang ma’ruf (kebaikan) dan mencegah dari perbuatan munkar merupakan identitas seorang muslim. Itu sebabnya, Islam begitu dinamis dalam menekankan dakwah sebagai strategi dalam membina remaja, dakwah hari ini menjadi sarana sekaligus senjata untuk membendung arus budaya rusak yang akan menggerus kepribadian Islam kita.
  • 23.
    Islam dan duniaremaja memiliki keterkaitan yang sangat erat. Islam telah mengatur segala perilaku, etika pergaulan, adab berpakaian, serta adab-adab remaja dalam Al-Qur’an serta sunnah Rasulullah. Terpenting untuk menyerahkan diri kepada Allah segala urusan dan memperkuat ibadah-ibadah yang makin mengeratkan hubungan dengan Allah sehingga lebih bisa menjaga diri dari perbuatan yang mendekati zina, yang diharamkan Allah. KepadaNya lah saja kita bertawakkal. Wallahu alam bishawab
  • 24.
    MEMBINA REMAJA ITUPENTING Remaja di mata islam sudah tentu menjadi tonggak kesuksesan islam, karena remaja islam merupakan penerus bagi islam. Pada saat ini sangat penting sekali dalam membina remaja islam, hal ini di karenakan pergaulan zaman sekarang banyak pergaulan remaja yang tidak bermoral dan beretika. Islam di mata remaja hendaknya dijadikan panutan dan tuntunan dalam menjalani hidup, karena apabila remaja menjalankan syari’at Islam dengan sebagaimana mestinya, maka muncullah generasi muda penerus perjuangan Islam yang handal dan Insyaallah diridhoi oleh Allah. Contoh pergaulan yang menurut saya tidak beretika adalah pacaran, pacaran sudah di anggap lumrah oleh para remaja, mereka berpikir itu adalah hal yang biasa. Dulu pengalaman saya saat SMA, saya pernah pacaran dan pemikiran saya tujuan punya pacar itu agar saya semangat belajar tapi nyatanya itu hanya mengganggu konsentrasi belajar saya. Mengganggu konentrasi belajar mungkin itu adalah salah satu hal kecil dari negatifnya pacaran, mungkin lebih banyak lagi. Pergaulan bebas, mabuk-mabukan, judi, pakaian remaja wanita yang mungkin bahasa kasarnya “kurang bahan”, itu adalah contoh pergaulan remaja zaman sekarang yang tidak beretika. Memang tidak semua remaja seperti itu, tapi itu hanya rata-rata. Oh iya ada hadis Rasullullah yang bunyinya “Orang Mu’min yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya” (HR. Ahmad). Dalam hal ini menunjukkan bahwa akhlak adalah tolak-ukur dari iman seseorang. Remaja yang beriman adalah yang berakhlak baik. Nah, masa sekarang adalah masa yang krisis akhlak. Dalam artian sulit sekali mencari remaja-remaja yang berakhlak baik. Kebanyakan remaja sekarang tidak mau berkiblat pada Rasulullah SAW, melainkan kepada idola-idola mereka seperti band-band terkenal, artis sinetron, dan lain sebagainya. Itu menunjukkan bahwa iman mereka kepada Nabi Besar Muhammad SAW mulai memudar. Padahal Rasulullah lebih memiliki andil yang lebih besar dalam kehidupan Islam dibandingkan idola mereka tersebut. Penyebab mereka seperti itu adalah kurangnya perhatian dari orang tua, kurangnya pembinaan dan pemahaman mengenai syariat islam dan juga kurangnya mempelajari ilmu agama islam. Para orangtua zaman sekarang mereka lebih senang melihat anaknya lebih dalam mempelajari ilmu dunia, di bandingkan ilmu akhirat. Padahal ilmu dunia dan ilmu akhirat itu dua-duanya penting untuk di pelajari dan harus seimbang. Kurangnya ilmu agama islam di kalangan remaja itulah yang menyebabkan banyaknya pergaulan bebas di kalangan remaja serta kritisnya moral remaja. Maka dari itu sangat penting sekali membina remaja, agar para remaja tidak terbawa dengan arus pergaulan bebas zaman sekarang. Pembinaan remaja sebenarnya bisa di lakukan di mana saja, contohnya adalah kita mengikuti organisasi yang positif bukan hanya organisasi di sekolah tapi juga di lingkungan masyarakat sekitar. Untuk di sekolah mungkin kita bisa mengikuti rohis, OSIS, Pramuka, dll. Untuk di lingkungan masyarakat sekitar contohnya Karang Taruna atau mengikuti organisasi remaja masjid di lingkungan sekitar rumah. Di organisasi tersebut walaupun tidak di bina secara langsung, tapi setidaknya ketika kita aktif di organisasi tersebut maka secara tidak langsung karakter kita di bina. Karena ketika kita berorganisasi kita di wajibkan untuk bertanggung jawab. Pentingnya pembinaan remaja agar mereka tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas, karena mereka itu adalah penerus bagi bangsa, penerus bagi islam, dan juga penerus bagi orangtua mereka. Sudah selayaknya mereka lebih memperhatikan negeri ini, membanggakan negeri ini dengan prestasi mereka, karena mereka adalah penerus. Itulah alasan mengapa pentingnya dalam membina
  • 25.
    remaja, karena merekamudah terpengaruh dengan perkembangan zaman dan juga pengaruh lingkungan. Mungkin hanya itu yang bisa saya tulis, mohon maaf jika masih ada kekurangan atau ada kata yang tidak nyambung. Namanya juga masih belajar, hehe. Wassalamu’alaikum WR.WB Oleh: Pilan Iswuri
  • 26.
    Roda kehidupan Karya: Annisa Rizky. L Perjalanan nan jauh.. menelusuri bagian dari lorong waktu yang terbatas namun, begitu banyak cerita di dalamnya. Entah kau akan buat apa cerita kehidupanmu.. akan kau bawa hidupmu ini menjadi rangkaian cerita indah, atau mungkin sebaliknya, kau akan isi dengan cerita yang kelam... ya, tentunya konotasi kalimat ”indah” dan ”kelam” setiap jiwa manusia memeiliki sudut pandang yang berbeda, ada yang beragumen indah itu adalah memiliki keluarga yang harmonis, bergelimang harta atau setiap apa yang dia inginkan terwujud, dan kehidupan yang kelam itu kita umpamakan kebalikan dari hal-hal hidup yang indah... Sebagai seorang hamba, dan juga Alhamdulillah sebagai seorang muslim&muslimat, apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita salah satunya ialah kehidupan didunia ini alangkah baik dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya tentu karena kita seorang yang beriman dan InsyaAllah bertaqwa kepada Tuhan, Agama dan Rasul-rasulnya, kita jalani sesuai dengan pedoman yang telah Allah SWT berikan.. bukankah kehidupan di dunia ini hanya batu pijakan, mimpi yang sesaat untuk kehidupan yang kekal abadi di surga.. Allah berfirman : Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran. (Q.S. Al-Ashr: 1-3) Seperti kutipan salah satu ayat Al-qur’an diatas, sangat merugilah orang-orang yang tidak memanfaatkan waktu dalam hidupnya.. dalam hidup ini ada fase-fase produktivitas seorang manusia, menurut salah satu survei yang saya pernah ketahui fase terbaik dari kehidupan ini ialah saat kita anak-anak dan remaja.. kenapa ?? karena di masa tersebut kita lebih banyak potensi yang dapat dipelajari, dikembangkan dan bahkan dapat mempengaruhi hal-hal disekitar kita.. sebagai seorang remaja dan mahasiswi saya pernah mengikuti orientasi kampus dan ada moment dimana saya mengucapkan janji, yaitu janji mahasiswa dan dari salah satu makna dari pengiklaran tersebut bahwa mahasiswa adalah agent of change atau agen perubahan.. apa arti kalimat tersebut.. menurut saya artinya ialah sebagai seorang yang telah berada di piramida pendidikan yang bisa dibilang tinggi dari sebelumnya tentu kita telah melewati fase-fase sebelumya, kita diharuskan berfikir kritis, bersikap bijakasana akan perubahan-perubahan yang terjadi baik outside or inside.. Untuk mengukir kehidupan yang indah sesuai dengan ajaran islam ada beberapa langkah InsyaAllah yang dapat membantu mewarnai indah nya hidup ini... 1. berusaha Setiap orang telah Allah SWT berikan rasa didalam hatinya, menggetarkan jiwanya saat mengingatnya.. mimpi, cita-cita, passion adalah bentuk kata yang mengartikan hasrat rasa itu..untuk menuntun mereka merangakai getaran keinginan tersebut kita ilustrasikan seperti berikut.. seseorang yang mengharapkan mendapat seorang pasangan (istri/suami) yang cerdas, taat beribadah, baik dalam berprilaku, tetapi orang tersebut malas-malasan dalam bekerja, sering mendzolimi dirinya seperti jarang beribadah, dan hanya diam berharap semua itu tercapai tanpa usaha, bukankah mustahil mendapatkan kriteria pasangan yang ia inginkan.. bukankah ada pepatah mengatakan.. pasangan kita adalah ”cerminan diri kita” jadi berusahalah dahulu memperbaiki diri kita sendiri, bukankah Allah SWT senang dengan orang-orang yang mau berusaha melakukan kebaikan dalam hidupnya.. Allah berfirman : Demikianlah sebenarnya Kami membalas orang-orang yang mengerjakan kebaikan. (Q.S As-Saafaat : 131)
  • 27.
    2. Berdoa AllahSWT sangat cinta kepada umatnya yang selalu meminta kepada-Nya, sebagai manusia yang lemah tentunya kita memohon petunjuknya, setelah kita berusaha kemudian kita memohon agar diberikan terbaik.. ya agar tidak melangkah di dunia ini dengan kebutaan dan jatuh kedalam jurang kesesatan 3. Bersabar dan Ikhlas Ada hal-hal yang tidak disadari dalam kehidupan ini, saat diri ini jauh dari-Mu Ya Rabb, setelah berusaha dalam meraih cita-cita, hingga mengguras fisik dan pikiran, pengorbanan materi yang banyak namun hasilnya tidak sesuai apa yang diharapkan.. Saat emosi menguasai jiwa ini, meragukan kuasa-Mu semakin menjauhlah diri ini dari-Mu.. Naudzubillahimindzalik.. sebagai seorang remaja muslim&muslimat ketika kita dihadapkan masalah seharusnya kita bersyukur karena ini menjadi ladang pahala, yaitu dengan cara bersabar menjalaninya dan ikhlas dalam menerima yang telah Allah SWT tetapkan kepada kita. Seperti cerita Nabi Ibrahim yang selama berpuluh-puluh tahun lamanya menantikan kehadiran seorang anak, beliau tetap berdoa dengan rasa sabar.. bahwa beliau percaya bahwa Allah SWT mengetahui apa yang terbaik baginya, kemudian Allah SWT mengabulkan doa beliau namun cobaan tak sampai berhenti disitu, kemudian Allah SWT menguji kesetiannya dan rasa cinta dengan adanya mimpi bahwa anak yang ia cintainya Ismail tersebut harus disembelih, dengan rasa Ikhlas dan rasanya cintanya kepada Tuhan, keduanya melaksanakan apa yang Allah SWT perintahkan, begitu besar pengorbanan mereka hingga Allah menyuruh Nabi Ibrahim mengatikannya dengan seekor kambing . sungguh bentuk cobaan kesabaran dan keikhlasan yang begitu besar dibandikan kita yang menghadapi masalah seperti ini menggeluh dengan luar biasa. Dari ketiga aspek tadi kita renungkan dan alangkah baiknya kembangkan menjadi hal positif bagi diri kita dan orang-orang sekitar kita, bukankah sangat indah berjalan sesuai perintah-Nya, membuat kebaikan untuk semua.. Sahabatku tak ada kesedihan yang diciptakan oleh Tuhan, Allah SWT hanya menciptakan kegembiraan. Karena pada hakikatnya hidup bergembira ria menuju surga-Nya tentu dengan aturan-aturan yang perlu ditaati. Nasib setiap oarang adalah bahagia dengan jalan yang berbeda.. Masalah-masalah hanya akan memperkuat kehidupan mu kelak.. tersenyumlah dengan apa yang kau hadapi.. walaupun disisi lain aku tak dapat selalu berada disisi mu.. hanya untaian doa yang dapatku panjatkan untuk kebahagiannmu.. Salam cinta untuk sahabat-sahabatku dari Anis I love U all
  • 28.
    Bersama Teman yangMenguatkan Malam ini, gema takbir menggema di seluruh penjuru negeri. Jutaan umat tak henti-hentinya menyerukan asma Allah. Menggetarkan hati. Takbir tak akan berhenti hingga fajar datang menjelang, hingga satu dua tiga hari kemudian, dan akan berulang di tahun yang akan datang. Pasti. Selama belum kiamat. Selama masih ada umat muslim di dunia ini. Selama masih ada pemuda Islam yang terus mempertahankan, melanjutkan, dan mengembangkannya. Beeuuuh… Aku nulis apa barusan? *_* Halah, yang penting nulis! Ya. Pemuda merupakan harapan bagi jutaan umat manusia karena pemuda adalah generasi penerus yang akan melanjutkan tradisi, cita-cita, dan perjuangan para pendahulu. Apalagi seorang pemuda Islam yang mau tidak mau harus menunjung nama baik Islam kapanpun dan dimanapun. Sebagai seorang remaja Islam, saya sering merasa terpukul. Apa yang sudah saya berikan untuk umat manusia? Apa yang sudah saya lakukan untuk agama saya? Rasulullah SAW. bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia (lainnya)”. Sudahkah saya menjadi sebaik-baik manusia? Saya sering merasa lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Saya sadar bahwa motivasi eksternal saya harus lebih kuat. Untunglah, masa remaja saya tumbuh di lingkungan yang sangat mendukung dan saya memiliki teman-teman yang luar biasa. Mereka sering menguatkan saya di saat lemah, mengingatkan saya di saat lalai, dan membantu saya agar kembali ke jalan yang lurus. Mereka pernah mengenalkan sebuah doa yang luar biasa kepada saya, yaitu doa rabithah. “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (dakwah di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari’at-Mu, maka kuatkan ikatan pertaliannya. Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak akan pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifah-Mu dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Sewaktu bersama mereka dulu, kami sering melantunkan doa tersebut. Saya selalu merasa merinding ketika membaca doa tersebut. Dari doa tersebut saya menyadari bahwa teman sesama muslim bukan hanya sebagai teman belajar, bergaul, dan ngobrol. Akan tetapi, bersama mereka kita saling mendoakan, bersatu dalam kebaikan, dan bersatu untuk selalu taat dan berjuang di jalan Allah. Memilih teman yang baik dan sholeh sangatlah penting karena mereka memberikan dampak yang cukup berarti bagi kita dan bersama merekalah kita akan berjuang di jalan Allah. Dalam sebuah hadits, Rasululah SAW. menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman yang berbunyi : مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحً ا خَبِيثَة
  • 29.
    “Permisalan teman yangbaik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628) Sungguh beruntung kita menjadi remaja yang dipertemukan dengan Islam. Kita tumbuh dalam lingkungan yang baik serta memiliki teman yang akan selalu mengingatkan kita dalam kebaikan dan kesabaran. Ketika kita lemah, mereka akan membantu untuk menguatkan kita. Ketika kita lalai, mereka akan mengingatkan kita. Ketika kita mulai goyah, mereka akan membimbing kita untuk kembali ke jalan yang benar. Dengan itu kita akan selalu terjaga dan menjadi insan yang lebih baik lagi, serta kita akan merasakan betapa indahnya menjadi seorang remaja Islam dengan segala rupa dan warna-warninya. Namun, masih banyak remaja yang mungkin tidak seberuntung kita. Sebagian dari mereka tidak tumbuh di lingkungan sebaik yang kita miliki. Sebagian dari mereka juga tidak memiliki teman yang dapat menguatkan, mengingatkan, dan membimbing mereka. Bahkan, ada juga remaja yang masih menyia-nyiakan masa mudanya dengan melakukan hal-hal yang tidak bermafaat. Lantas apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa membaur dengan mereka dan menjadi teman yang dapat memberikan cahaya baru bagi mereka, sehingga mereka juga akan merasakan betapa indahnya menjadi remaja Islam. Jadi, mari kita rapatkan barisan dan satukan langkah untuk menerangi remaja dengan warna-warni Islam!  Bandung, 4-5 Oktober 2014 Hari Raya Idul Adha 1435 H - Dzakiya Zhihrotulwida
  • 30.
    ISLAM Indahnya SenantiasameLekat di hAti reMaja Oleh: Bella Listya Prasadini FTSL 16614375 Tahun dimana setiap insan harus menemukan jati dirinya, menemukan kehidupan yang sebenarnya bukan hanya hias cinta karena kekaguman insan lainnya. Tahun dimana terjadi gejolak ketika hati harus menetapkan jalan hidup penggema masa depan. Jalan hidup untuk meniti kehidupan, di saat hati tak tau kemana kita harus beradu, hanya satu yang wajib hukumnya kita mengadu. Di saat bibir tak mampu berucap, hanya satu yang wajib kita ucap. Di saat tubuh tak dapat lagi berbuat, hanya satu yang wajib kita perbuat. Mengadu apa? Mengucap apa? Perbuat apa? Jawablah semua pertanyaan itu dengan hati yang suci, pikiran yang bersih, dan kondisikan diri betapa hina insan ini dibanding Kuasa Yang begitu Agung. Tahun dimana insan yang mulanya begitu tak berbentuk, abstrak di muka kini tumbuh menjadi insan yang dapat menarik insan lain untuk mengaguminya. Remaja, tahun dimana masa remaja mulai terasa, ketika inilah wajib hukumnya kita mengadu, mengadukan kegalauan hati karena cinta kasih yang begitu dahsyat Lilla hita’ala namun tak dapat kita balas dengan indah. Remaja juga tahun di mana kita memutuskan apa yang harus diucap , sesuai hati kah? Atau munafik kah? Remaja yang hebat adalah remaja yang mengucap sholawat di saat teringat dan tak teringat, dengan kata lain di saat remaja itu benar-benar tau posisinya bukan untuk mengingat tapi memori itu telah teringat karena rutinitas akhlaknya. Remaja pun adalah masa dimana insan
  • 31.
    merasakan kebimbangan yangluar biasa ketika pintu gerbang kesuksesan dunia ada di depan mata. Berbangga atau bersyukur yang paling utama? Apa kebimbangan ini dirasakan begitu menggetarkan jiwa setiap umat manusia. Umat keturunan Adam dan Hawa. Sungguh kagum menakjub ketika setiap ruang di hati ini terhiasi akan niat dan ketaqwaan. Niat dalam setiap diri manusia yang menentukan keindahan menjadi seorang remaja Islam berhati nurani dan berbudi. . دِ غلادت اَّيِاف اَ اَ ، غُتلـ دِ ااَ ياا ا ياااَْدس اَّنِذا ، غُتلـ دِ ااَ اتْاال اتْااحدل نِذا ، دًةغـاض دِ ااَ يِف اَّنِإَ اَ..... "…Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila ia (segumpal daging) tersebut baik, baiklah seluruh jasadnya, dan apabila ia (segumpal daging) tersebut rusak (buruk), maka rusaklah (buruklah) seluruh jasadnya. Ketahuilah, segumpal daging tersebut adalah hati".[6] Islam di hatiku tepat di malam Idul Adha 1435 H tahun 2014, iya hatiku bergetar ketika takbir berkumandang di kota yang menyejukkan hati ini, Bandung. Inilah pertama yang kurasakan, ketika aku sebagai seorang remaja jauh dari kasih sayang orang tua dan keluarga. Berasal dari kota kecil yang teramat kecil namun aman dari tindakan kriminal. Sebagai remaja Islam, saya seorang akhwat yang selalu ingin semakin mendekatkan diri kepadamu Ya Rabb :’) . Aku adalah insan yang berjiwa, memiliki hati bukan untuk disiakan namun untuk diabdikan. Diabdikan pada yang telah menciptakanku. ISLAM AGAMAKU, cuplikan kisah singkat ini kulampirkan sebagai wujud betapa terpuruknya diriku ketika aku terlambat mengikuti tes awal untuk syarat salah satu unit di kampusku. Unit yang kuyakini dapat membantu kehidupan islamiku, kehidupan yang jauh dari pedoman teladan orang tua hanya bisa kudapatkan dari unit ini, bagiku. :’) Unit di mana mungkin aku tak bisa memasukinya karena kesalahanku sendiri. Malam ini takbir menyeruak di sepanjang pembuluh darahku. Terlantun ayat suci dari kitabku. (( رَ دِِ اَّإ ي ل ااَِو اَّدِ يِدصكااِإ اَّدِ كَاا دِ كدُار نِ ادك ك ل اَّارَُك ا ت ك كدل يِف اَّاهاََيـ دِ اَماِإ نِ ادك ك ل ابََا هَِ ا اَّ اكِلَ Terbaca arti dari kandungan ayat tersebut “Tetapi Allah menjadikan kamu sekalian (wahai para sahabat) cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran,
  • 32.
    kefasikan dan kedurhakaan.Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus” (QS. Al Hujuraat:7). Seketika lagi bagaikan tertarik dengan kcepatan cahaya yang tiada kiranya. Aku termenung. Aku bahagia disini dengan segala kerinduan yang kurasakan. Ketika kutulis ini, aku tersenyum akan tugas yang seharusnya tidak kukerjakan karena aku saja tidak mengikuti tes awal. Senyumku tau apa yang harus diadu, diucap, dan diperbuat. Adukan kepada Yang Kuasa, Ucapkan kepada Yang Agung, Perbuat untuk Yang Esa. Allah SWT adalah Tuhanku, Islam Agamaku, Muhammad aku tidak bisa masuk ke unit itu dan aku tetap berharap aku akan mendapatkan keridhoan Allah dalam jalanku diberi kesempatan untuk unit itu. Bismillah. Aku tersenyum dengan apa yang terjadi Tepat pada paragraf di atas aku ingin mengakhiri artikel pengalaman pribadiku. Namun Allah SWT berkehendak lain :’) . Tepat pukul 22.10 WIB. Meskipun aku belum pasti statusnya sebagai calon anggota unit tersebut, aku masih berharap untuk masuk ke unit itu. Masih sampai sekarang. Sampai aku tersenyum penuh harap seperti ini. :’). Hpku bergetar dan berdering. Degup jantungku serasa tak biasa, Kubuka pesan singkat dari salah satu panitia unit tersebut. Bismillah ku ucap, aku takut kecewa menghampiriku. Subhanallah, :’) tidak seperti yang kuduga bahwa aku tidak akan Malam ini begitu indah, malam yang sebelumnya tidak pernah kurasakan, berawal dari kegelisahan yang berujung keindahan seperti ini. Di saat aku harus menentukan tanggungjawabku dan kemauan hati nuraniku. Allah SWT memberi banyak petunjuk dan keridhoan untukku malam ini. :’) Sungguh tepat di malam ini, aku merasakan indahnya menjadi remaja dengan ISLAM tepat Allah SWT berikan untuk hamba-Nya.
  • 33.
    Menarik kesimpulan darikisah tersebut bagaikan menarik garis lurus dalam kurva mata kuliah kalkulus yang begitu menyesakkan. Seorang remaja yang identitasnya memiliki citra diri harus menentukan kekuatan pikiran, hati dan perbuatannya. Selamat Hari Raya Idul Adha 1435 H para remaja. Karena Remaja Islam mampu mendapatkan
  • 34.
    Membina remaja dalamkegiatan masjid Sebelumnya jika kita berbicara tentang remaja, mungkin yang akan terbayang dalam benak kita tentang seseorang yang berada dalam masa-masa menyenangkan, ceria, penuh canda, semangat, gejolak keingintahuan, pencarian identitas diri dan emosi. Remaja adalah anak manusia yang sedang tumbuh selepas masa anak-anak menjelang dewasa. jika diperhatikan mungkin ada empat faktor lingkungan yang mempengaruhi remaja, yaitu lingkungan keluarga, sekolah, teman pergaulan dan dunia luar. Lingkungan yang dibutuhkan oleh remaja adalah lingkungan yang islami, yang mendukung perkembangan imajinasi mereka secara positif dan menuntun mereka pada kepribadian yang benar. Lingkungan yang islami akan memberi kemudahan dalam pembinaan remaja. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Apabila anak Adam mati, maka semua amalnya terputus, kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang mendoakannya. (HR. Muslim). Untuk membina remaja bisa dilakukan dengan berbagai cara dan sarana, salah satunya melalui Remaja Masjid. Yaitu suatu organisasi atau wadah perkumpulan remaja muslim yang menggunakan Masjid sebagai pusat aktivitas. Remaja Masjid merupakan salah satu cara pembinaan remaja yang terbaik. Melalui organisasi ini, mereka memperoleh lingkungan yang islami serta dapat mengembangkan kreatitivitas. Namun ada saja yang saya lihat peran masjid hanya bagaikan seperti batu alias diam yang bisa dilihat hanyalah orang tua dan anak-aak kecil saja . Dimana ada remaja pun itu hanya segelintir . lalu apakah disini remaja yang bersifat pasif ? ataukah tidak ada suatu wadah yag membuat remaja ini aktif ? Amal yang paling dihargai itu adalah amal ketika kau muda bukan saat kau tua yang dikatakan oleh seorang guru , bahkan seorang pahlawan pun membutuhkan seorang pemuda bukan para orang tua , karena pemuda bisa mengguncangkan dunia apalgi jika saat dia benar bisa memimpin khususnya memimpin dirinya sendiri Remaja sebagai pedang dimasa depan , sebagai calon pemimpin dimasa kelak , sebagai hal yang sangat harus diperhatikan oleh seluruh pihak , salah satu dosen mengatakan sebagai pendidik kita harus memperhatikan outputnya, dimana outputnya adalah perubahan tingkah laku menjadi lebih baik . Masa-masa remaja sering kali dihadapkan hal yang disebut dengan kebimbangan , dan arah tujuan yang tidak jelas bahkan menjadi pemicu ia hanya ikut orang lain dan tidak memiliki pegangan sendiri , manusia adalah makhluk yang dapat menyesuikan dengan tempatnya karena manusia adalah makhluk sosial
  • 35.
    Maka dari itumembina remaja itu penting. Masa depan berada pada penerus kita , saat ia menyesuaikan dengan hal yang buruk maka itu tidak bisa dibiarkan dikarenakan kurangnya perhatian dari pihak manapun pada remaja . Entah itu dari pihak keluarga atau pihak pendidik . Banyaknya pelajar dan mahasiswa yang melakukan kenakalan remaja hanya akan mencatatkan bahwa bagaimana orang terdidik hanya bersikap seperti orang yang tidak terdidik . Pengetahuan yang kurang dan iman menyebabkan suatu celah kecil itu mejadi besar dan akhirnya berlubang . Membina remaja dalam kegiatan masjid sangatlah baik untuk remaja , dimana ia menemukan pengatahuan ilmu , agama dan ia pun bisa mengabdikan diri pada masjid . tapi ada remaja yang mungkin malu untuk memulai kegiatan sebagai aktivis masjid , maka dari itu pihak yang akan membina remaja ini mungkin diperlukan pengetahuan psikologi remaja dan membuat strategi ataupun sesuatu yang dapat menarik hati mereka Jika saya mengambil contoh Karisma dan Rampai dimana keduanya memerhatikan seorang remaja ataupun pelajar SMA ataupun pihak” yang lain , itu merupakan apresiasi betuk suatu kepedulian yang meargetkan pada remaja . Kegiatan remaja dalam organisasi ataupun masjid bisa memunculkan kreativitas yang luar biasa jika dididik dengan dengan seoptimal mungkin , jika remaja tersebut sudah memiiki tujuan dan pegangannya sendiri apalagi jika itu ke arah yang positiv , maka remaja ini akan menjadi sosok yang akan berguna bagi nusa bangsa dan agama. Yang terakhir testimoni super singkat ya Saya seorang yang bukan ahli agama dan penyanjung remaja masjid .walaupu dulu pengen -_-. saya menyukai palang merah , alam ,bahkan menyukai pendidikan keras dilapangan , sampai suatu orang ku kenal dan secara tidak langsung membinaku dan membuatku tertarik dengan keislaman . Ucapanmu (ajakanmu , obrolanmu , candaanmu ataupun sesutu yang keluar dari muluttmu ) , tindakanmu , sikapmu Bisa menjadi sebuah pembinaan untuk orang lain  - Agustira Sanjaya
  • 36.
    RADAR KEIMANAN MENGHEMPASKANRADIASI CINTA Pakaian Terbaik Sungguh ada berkesan Indah Tapi sederhana… itu semua ku temui dalam suatu bingkai emas bernuansa ruhani, tertarik memasukinya meski hanya sejengkal demi sejengkal, aku berharap aku bisa menjadi remaja impian yang terjaga dan lebih terjaga dari mutiara lautan terdalam sekalipun. Hari ini aku telah menemukan ajaran terbaik diantara ajaran yang baik, terbias dalam lamunan panjang, atau hanya sesekali terbersit dalam kedipan mata? Indaah.. ternyata islam sungguh indah, kecantikan islam terpancar, aku melihat islam menggunakan pakaian terindah. Bahkan selangkah demi selangkah, sadar tak sadar islam mengajariku mengenai pakaian terindah itu. Mengajari ku makna kehidupan yang sebenarnya. Aku Bangga menjadi remaja Islam terdidik dan terbina bukan hanya lewat teori semata, diberikan esensi-esensi yang tersirat tapi nyata adanya. Tak hanya rayuan semata apalagi buayan kisah-kisah indah di negri dongeng. tapi ini mengenai nafsu.. nafsu yang hadir untuk merindukan tuhan, merindukan sang pencipta dan merindukan ketenangan. Cinta!!! apa yang lebih bermakna dari kata cinta, .. bahkan ketika kecil kita tak mau sama sekali memberikan sesuatu yang kita cintai kepada teman kita, atau bahkan saudara kita sendiri. Anak-anak yang polos pasti lebih memilih menangis sambil berteriak ketika benda kesayangannya direbut oleh teman sepermainannya. Wah.. serakus itu kah kita, manusia? . Atau sepelit itukah kita yang awam dengan esensi cinta yang sesungguhnya. Allah Mengharuskan kita untuk melakukan Qurban ada apa didalamnya? Apakah anda merasa terbina dengan Qurban dengan merelan sesuatu yang anda cintai demi orang lain? Disinalah, islam mendidik bukan hanya dalam teori-teori yang mungkin hanya satu senti pikiran kita menggapai makna dari teks-teks Al-Quran, tapi dengan adanya aplikasi, secara tidak sadar kita telah berusaha menelaah ajara-ajaran islam yang sesungguhnya, salah satunya adalah Qurban. Berqurban adalah suatu pendekatan hakiki pada tuhan, bersyukur, menelaah setiap jiwa-jiwa yang mempunyai etika sungguh baik, setiap jantungnya berdetak bertasbih memujaNya, mulutnya , langkahnya serta nada bisikan hatinyapun ikut bertasybih memujaNya, ya… hanya kepada tuhan yang Maha Esa. Subhanallah..!! Beginilah agama ku, aku bangga menjadi remaja Islam. Bukan hanya teori yang aku pelajari tapi juga prilaku ahlak dan pe Renungkanlah Ayat berikut ini : Darah dan daging kurban itu sama sekali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan kamulah yang dapat menggapainya, (Qs. al-Hajj, 22: 37). Apa yang Allah inginkan dari kita ?? Setelah kita melakukan Qurban, apakah Allah langsung merindhoi kita? Apakah uang yang kita sayangi mampu menjadi safaa’t dan memasukan kita keSyurga dengan mudahnya? Ouuh,, Ternyata tidak segampang itu!! dalam ayat di atas secara tidak langsung Allah mendidik kita agar bisa bertakwa, tanpa adanya ria, tanpa merasa menjadi paling baik setelah melakukan Qurban, dengan ikhlas dan rendah hati. “Ibu.. mengapa anda ingin melaksanakan Qurban, Terlepas karena anda mampu dan karena sudah menjadi kewajiban anda untuk berQurban?” Tanyaku kepada salah satu warga di kampung ku.
  • 37.
    “Sebenarnya tahun iniibu gak kurban, dan tahun sebelumnya ibu Qurban di kampung suami ibu, ya.. karena disana sangat kampuung sekali ibu ingin membahagiakan saudara-saudara ibu yang di kampung sana, ya.. setidaknya dengan berbagi pada saat Qurban” jawab ibu yang cantik itu sambil tersenyum bahagia. Subhanallah! Tak nyata cinta itu terbentuk, tak nyata keimanan itu langsung teraplikasikan, tapi cinta dan keimanan mampu memendam nafsu amarah, mengendalikan nafsu lawwamah, mengontrol nafsu Mulhimah, sampai mendapatkan nafsu mutmainah. Dimana nafsu ini akan kita dapatkan ketika keimanan kita yang mengendalikan nafsu-nafsu kita yang lain dan mendapatkan ketenangan sejati. Ya.. itulah islam agama ku.. sebenarnya bukan hanya dengan Qurban kita mengaplikasikan ajaran islam, bahkan Idul adha saja identik dengan Haji, bukan hanya dengan yang harus merasa terdidik dengan ajaran-ajarannya, aku sendiri belajar dari berQurban untuk tidak rakus, tidak pelit, dan ikhlas. Berlajar dari hewan Qurban Untuk menyembelih, bukan hanya dia yang kita sembelih, tapi juga sikap-sikap kehewanan yang tidak kita sadari sebenarnya kita mengadopsi sikap kehwanan itu dalam keseharian dan patut kita musnahkan, Belajar juga dari orang-orang yang berhaji mereka berjihad, berusaha sekeras mungkin untuk menuju rumahNya, mereka terus berjuang untuk menuju Ridhonya sebagai haji yang mabrrur dan belajar dari Subhanallah... Islam layaknya sinar matahari.. Mampu memantulkan cahanyanya melebihi satu tahun cahanya menembus hati terdalam yang mungkin selama ini gelap gulita membuat tetes demi tetes air mata tergelincir terhempas angin keindahan.. i..a..„ keindahan yang baru pertama kali didapatkan kembali dari cahaya keabadian sejati dan keindahan yang hakiki, lahir Bathin. Dari islam yang berbusana cantik dengan etika dan kelembutan jiwa, Mengajari Cinta yang Tak sekedar nyata, Bermil mil jarak antara Kita dan saudara kita, ia masih mampu merasakan kegelisahannya, lewat Radar keimanan yang tak akan pernah padam, ia seperti mengurus Apik radarnya, Tak pernah error apalagi padam. dan inilah yang ku maksud Radar keimanan menghempaskan radiasi cinta  dan Aku pun Bagga melapisi keimanan ku dengan islam, menterjemahkan setiap pemikiran-pemikiran yang baru. Aku bangga Islam penuntun ku . islam.. Kau tetap yang terbaik di antara yang baik. 
  • 38.
  • 39.
    Remaja, generasi pengemuditujuan bangsa masa depan Remaja, adalah fase kehidupan penentu kehidupan berikutnya. Mengapa demikian ? karena masa remaja adalah masa transisi dimana manusia telah melewati masa kanak-kanak dan berikutnya akan menuju fase kedewasaan. Banayak sekali perubahan hal yang terjadi pada diri setiap remaja, Mulai dari perubahan fisik hingga perubahan psikis. Perubahan fisik yang terjadi pada diri remja meliputi tinggi badan, berat badan, serta bentuk tubuh. Sedangkan perubahan psikis yang terjadi adalah pola pikir dan cara bersikap di lingkungan. Jika pada masa kanak-kanak , perempuan dan laki-laki terlibat dalam sebuah permainan mereka akan bertindak biasa. Namun seketika beranjak remaja dan mulai memiliki perasaan “menyukai” lawan jenisnya mereka akan bersifat berbeda pula. Nah, hal ini yang sangat harus di “waspadai” oleh kita sebagai generasi pembentuk remaja. Remaja akan memiliki fase ingin tahu terhadap sesuatu yang ia tidak kenali. Peran kita adalah menjelaskan apa yang baik dan buruk bagi mereka. Disini lah peran kita dalam membina remaja sangat diperlukam. Remaja saat ini banyak terjebak dalam sikap “egois” dan “tidak peduli” terhadap lingkungn sekitarnya, namun menuntut untuk selalu diberi “perhatian”. Apabila sikap ini dikembangkan dan terus menerus dibiarkan, tentusaja akan membuat kerusakan mental di masa yang akan mendatang. Bayangkan saja, apabila ada seseorang yang tertimpa musibah kemudian lewatlah seorang pemuda yang tidak peduli terhadap kejadian tersebut. Ia pasti hanya sekedar lewat tanpa membantunya , bisa kita bayangkan jika seluruh masyarakat nantinya memiliki sifat seperti ini bagaimana keamanan dan keutuhan negara kita bisa terjaga ? Naudzubillahimindzalik. Peran membina remaja ini dapat dilakukan oleh seluruh lapisan dalam masyarakat. Dimulai dari orangtua, guru, teman, ataupun lingkungan masyarakat. Lalu hal-hal apa saja yang dapat kita berikan kepada remaja untuk membina mereka ? sebenarnya hampir seluruh aspek dalam kehidupan dapat kita berikan kepada mereka. Mulai dari cara bersikap dan bertuturkata hingga bagaimana mereka mengimplementasikan ajaran agama. Misalnya dalam hal bersikap dan bertuturkata , kita dapat mengajarkan kepada mereka untuk bertindak tanduk sopan terhadap orang yang lebih tua darinya. Berkata lemah lembut terhadap teman sebayanya, dan rasa saling menghormati kepada siapapun. Karena apabila remaja bertindak baik, tentusaja itu akan mencerminkan sikap mereka dimasa yang akan mendatang. Contohnya , apabila semenjak remaja mereka terbiasa untuk mengumpat, pasti ketika dewasa itu akan menjadi kebiasaan dalam mereka bersikap. Sedangkan dalam mengimplementasikan ajaran dapat kita ambil contoh ketika perayaan Idul Adha. Kaum laki-laki pasti suatu saat akan menjadi imam baik itu di lingkungan masyarakat ataupun imam dalam keluarganya sendiri. Jika mereka tidak diajarkan tentang shalat semenjak dini, siapakah yang akan menjadi penerus dimasa yang akan datang ? tidak hanya itu, Tata cara untuk menyembelih hewan kurban pun menjadi tanggung jawab dalam membina remaja. Apabila remaja tidak diajarkan dalam menyembelih hewan qurban semenjak sekarang, ketika mereka besar tentu rasa “enggan” akan lebih melekat pada diri mereka nantinya. Itulah mengapa kita sebagai generasi pembentuk generasi penerus sangat berperan penting dalam membina mereka. Teringat kata bung karno “Beri aku 1000 pemuda,, maka akan
  • 40.
    kuguncangkan dunia” begitulahberperannya pemuda dalam menentukan masa depan. Ibarat kata, “apabila remaja sekarang berperilaku anarkis, maka begitulah sikap masyarakat dimasa yang akan datang”. By : Almira Shabrina Universitas Telkom
  • 41.
    Islam Tidak Gaul,tapi Indah tuk Digauli Oleh: Hilmy Adam Jieta Pradana Assalamu’alaikum sahabat – sahabat, ditulisan kali ini saya ingin bercerita tentang betapa indahnya menjadi remaja yang bernaung dalam Islam. Pertama marilah kita selaraskan makna kata “Gaul” di sini. Gaul di sini artinya “mengikut”, ya Islam bukanlah agama yang hanya ikut-ikutan perkembangan zaman. Akan tetapi Islam hadir sebagai petunjuk umat manusia untuk tetap selamat di setiap perkembangan zaman sampai akhir dunia nanti. Remaja, istilah yang sepertinya identik dengan kegamangan dan kegalauan. Akan tetapi justru disinilah waktu untuk memupuk bekal kepribadian yang akan dijadikan prinsip ketika berkemasyarakatan pada saat dewasa kelak. Sungguh sangat penting memang masa – masa remaja ini sampai – sampai Mario Teguh selalu menyindir mereka dengan sebutan anak muda. Selain itu, nilai – nilai yang didapat di masa ini bisa mengakar sampai dewasa kelak. Oleh karenanya, terkadang banyak oknum oknum yang memanfaatkan kegamangan remaja ini. Oknum – oknum ini memberikan doktrin – doktrin yang menjurus ke arah radikal, sehingga nantinya remaja yang terpengaruh mau mengikuti apa yang diinginkan oleh oknum – oknum tersebut. Tidak hanya masalah mengenai hal tersebut, remaja sekarang juga menemui masalah dalam arus budaya barat yang booming di era globalisasi seperti sekarang. Media begitu mudah diakses, informasi – informasi yang tersedia pun tidak ada filter yang jelas bagi siapa informasi itu tertuju. Tidak terkecuali akses mengenai konten – konten kekerasan, porno, dan tindakan – tindakan tidak terpuji lainnya. Public figure yang idealnya adalah orang – orang berprestasi nan berpengaruh bagi kehidupan bermasyarakat kini bergeser ke artis – artis yang membawa tren aktual masa kini. Sehingga secara tidak sadar artis – artis ini menjadi panutan kebanyakan remaja di masa sekarang. Ada remaja yang mengikuti gaya pakaiaannya, gaya rambutnya, gaya hidupnya, bahkan gaya berasmara para artis tersebut. Kesemua hal tersebut berimplikasi pada perilaku kebanyakan remaja saat ini. Banyak aksi tawuran, meminum minuman keras, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, dan penyimpangan – penyimpangan lain yang menenggelamkan masa remaja ke dalam jurang kehinaan. Apabila di masa remaja saja hidupnya sudah gelap, bagaimana nanti ketika berkembang menjadi dewasa seutuhnya. Tidak bisa dibayangkan hal macam apa yang akan dilakukan oleh remaja yang tumbuh dalam kegelapan. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan – golongan tersebut aamiin. Menakutkan ya? Terus apa kita tidak perlu melewati masa remaja biar tidak mengalami hal – hal tersebut? Eits, tunggu dulu sahabat – sahabat jangan jadi phobia dengan masa remaja ini. Kita tidak mungkin menjadi dewasa yang tangguh tanpa melewati derasnnya ombak di masa galau ini. Lalu, bagaimana menghadapi ke semua itu? Nah Islam punya solusi akan semua hal itu sahabat – sahabat. Mari kembali bersama dalam satu bahtera naungan Illahi. Dalam Islam pula sahabat – sahabat akan temukan pedoman hidup yang jelas yang bisa sahabat – sahabat gunakan untuk berkehidupan sebagai remaja. Informasi – informasi Islam tertuang dengan manis di dalam Al-Qur’an, dan sangat mudah untuk diakses. Bahkan Allah sediakan pahala bagi sahabat – sahabat yang hanya membaca informasi tersebut dalam Al-Qur’an. Di dalam Islam tersedia pula figur hebat yang bisa dijadikan suri tauladan sahabat – sahabat, yakni Nabi Muhammad. Gaya hidup, gaya bergaul beliau merupakan rujukan utama bagi hamba Allah yang bernaung dalam
  • 42.
    Islam. Hal-hal yangterkesan sepele seperti makan, berbicara, tidur, berpakaian sudah beliau contohkan semasa hidupnya. Para peneliti di era sekarang pun sudah banyak yang mendapatkan atau membuktikan manfaat – manfaat dari mengikuti gaya hidup Nabi Muhammad. “Tapi Islam terkesan kuno, dan gak gaul” mungkin beberapa dari sahabat akan berceletuk seperti ini. Ya, Islam memang tidak gaul dalam artian Islam tidak akan mentolerir penyimpangan – penyimpangan perilaku remaja seperti sekarang ini. Akan tetapi, apa sahabat – sahabat menjamin semua remaja yang dikatakan “Gaul” ini bahagia? Tentu tidak, banyak dari mereka menyesal ketika sudah terlanjur melakukan penyimpangan – penyimpangan yang ada. Oleh karena itu, sebelum kita menyesal karena terjerumus ke dalam juran kehinaan mari kita sama – sama bergaul dengan Islam. Dengan bergaul bersama Islam akan tumbuh rasa malu ketika melakukan penyimpangan yang tidak diinginkan. Islam hadir dan amat sesuai dengan nurani jernih umat manusia. Sehingga apa – apa yang dianjurkan dalam Islam sungguhlah bermanfaat bagi manusia dan apa – apa yang dihindari oleh Islam amatlah membahayakan bagi manusia Sahabat – sahabat sekalian, ada kalanya ketika kita sudah bergaul dengan Islam teman kita yang belum menertawakan kita. Tapi, percayalah sahabat – sahabat ketika sahabat menanyakan pada hati nurani sahabat yang jernih pastilah terdengar bisikkan untuk tetap bergaul dengan Islam. Tetap berbanggalah menjadi remaja muslim yang jauh dari penyimpangan, serta rangkul teman – teman yang kini tengah atau sudah terjerumus di dalam penyimpangan yang ada. Berbangga hati pula ketika menjadi Remaja yang hatinya terpaut dalam Islam, sebab Allah memuliakan umat-Nya yang ketika mudanya tetap taat dan patuh kepada Allah. Tidak perlu risau ketika berbeda dengan teman – teman yang mengecap diri mereka “Gaul”. Sungguh hanya bergaul dengan Islam saja hati merasa tenteram dan hidup akan terasa tenang. Ayo mari bersama – sama buktikan itu sahabat – sahabat. Kita cari keindahan Islam saat digauli. Semoga dengan menjadi remaja muslim yang taat, sahabat – sahabat bisa menjadi dewasa yang tangguh dan punya karya besar suatu saat nanti. Aamiin 
  • 43.
    Menjadi Remaja Gauldan Islami Assalamu’alaikum sobat semua, pembaca dari Sabang sampai Merauke ( kalau ada hehehe). Penulis akan membahas beberapa hal yang di anggap “Gaul” dikalangan “remaja” pada saat ini kepada sobat semua. Oke, lansung aja yaaaa. Pertama-tama, apasih pengertian “Remaja” ?? pasti sudah tidak asing lagi dengan nama yang satu ini ?? Yupss, remaja adalah suatu tingkatan dari anak-anak menuju dewasa, suatu keadaan yang banyak galaunya. Selain itu, ada yang mengatakan bahwa remaja adalah keadaan paling gaul dan mempunyai semangat yang tinggi untuk mengerjakan sesuatu yang mereka sukai. Sobat, kenapa yaa sekarang ini banyak remaja yang ngakunya gaul, tetapi perilakunya tersebut jauh dari karakter seorang muslim? Ohiya ? Contohnya apa gitu ? Banyak sobat, salah satunya MEROKOK. Ini nih penyakit yang banyak dialami oleh para remaja muslim di sekitar kita bahkan di Indonesia, kata mereka kalo gak ngerokok itu #GakGaul. Contoh lainnya yaitu PACARAN. Sebenernya apa sih arti dari pacaran? Banyak yang memaknai bahwa pacaran adalah usaha/proses untuk mendapatkan pasangan yang cocok untuk dijadikan suami atau istri dikemudian hari. Lagi-lagi yang gak pacaran disebut #KetinggalanZaman, #GakGaul, #DesoLoe, dan seterusnya hehehe. Oiya, dulu penulis pernah mengobrol dengan seorang teman membahas tentang pacaran. Penulis bilang pacaran itu gak boleh. Lalu teman penulis itu menjawab, “gpp kok asalkan pacarannya Islami”. Sontak, suara hati kecil ini penulis ini tersentak dan kecewa, kok bisa-bisanya beropini kayak gini. Berarti ada yang namanya pacaran secara Nasrani dan pacaran secara Yahudi dong? Hehehehe. Begitulah sobat, kita akan terkena hal-hal tersebut jika kita tidak berada dilingkungan yang baik atau tidak sanggup menghadapi situasi di lingkungan tersebut. Sobat, Kezaliman itu ada 2 kategori, yaitu menzalimi diri sendiri dan menzalimi orang lain. Berarti sesuai dong dengan contoh diatas? Yupss….of course…Sobat, sesungguhnya Allah sangat tidak menyukai terhadap perbuatan zalim, sesuai firman-Nya dalam QS Ali Imran ayat 57 : “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.” Dan berdasarkan QS Al Ahzab ayat 58 yang artinya : “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu'min dan mu'minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” Serta dalam QS Al-Israa' ayat 32 yang artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” Lalu kenapa sih pacaran disebut zina? Sudah jelas, pacaran itu banyak maksiatnya alias zalimnya sob, masa belum sah jadi suami istri sudah gandengan tangan, pelukan dan ciuman sih. Haduhh sangat mainstream di zaman sekarang sob. Mobil aja jaga jarak, masa kita nggak? Hehehe. Pasti hati sering tergoda dengan namanya pacaran. Hati-hati sob, setan terus berusaha menggoda kita. Ingatlah, Setan musah yang nyata meskipun tidak terlihat!!Gaul tidak berarti harus pacaran. Karena dapat menyebabkan menipisnya dompet untuk para lelaki, hihihi. Dan menyebabkan
  • 44.
    habisnya kosmetik untukpara wanita, hehehe. Banyak ruginya kan? Kalo kata Ustad Felix juga #UdahPutusinAja. Selain itu, Bagi yang belajar biologi pada masa sekolah/kuliahnya pasti mengetahui bahwa rokok itu tidak baik bagi kesehatan. Dan sebenarnya efeknya juga sudah tertulis bahkan gambar dari efek sampingnya terdapat pada bungkus rokoknya. Merokok juga mempengarui gen dalam tubuh. Maukah anak keturunan kita terganggu kesehatannya? Pastinya tidak mau kan? Dan lebih baik uangnya disedekahkan kepada yang membutuhkan. Nah begitulah kawan, mengapa kita harus menghindari kedua perbuatan zalim. Selain itu, ada kabar gembira dari Allah SWT bagi kita yang telah terlanjur berbuat zalim di masa lalu. Dalam QS An-Nisaa ayat 110 Allah berfirman yang artinya : “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Itulah bukti begitu Maha Pengampunnya dan Maha Penyayangnya Allah kepada kita. Wahai sobat, harusnya kita malu kepada Allah, karena kita ini adalah ciptaan-nya dan harusnya kita taat kepada larangan dan perintah-Nya. “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Az Zalzalah : 7-8 ) Marilah bersama-sama mengubah diri ini menjadi pribadi muslim yang baik. Marilah kita menjadi manusia yang Gaul tapi Islami, seorang yang Gaul yang tidak merokok dan pacaran. Ayo kawan marilah kita bangkit, menjauhi, dan memerangi perilaku negatif ini. Marilah berGaul dengan orang yang saleh agar diri kita terbawa menjadi saleh, serta jangan lupa untuk berbuat baik sebagaimana firman-Nya. Betapa indahnya menjadi pribadi yang Gaul tapi Islami, Gaul dengan meninggalkan rokok dan pacaran, Islami dengan bergaul dengan orang-orang yang saleh. Dengan begitu insya Allah kita termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan diakhirat kelak. Aamiin… Hei kawan, tahu tidak? Dalam Alam psikologi perkembangan, Masa remaja (remaja awal dan remaja akhir) adalah masa yang penuh emosi, secara psikologis, masa ini ditandai dengan kondisi jiwa yang labil, tidak menentu dan biasanya susah mengendalikan diri sehingga, pengaruh negatif seperti perilaku menyimpang akibat dari pergeseran nilai mudah mempengaruhi jiwa remaja dan menimbulkan gejala baru berupa krisis akhlak. Krisis akhlak yang melanda sebagian remaja saat ini, merupakan salah satu akibat dari perkembangan global dan kemajuan IPTEK yang tidak diimbangi dengan kemajuan moral akhlak. Perilaku remaja yang cenderung lekas marah, kurang hormat terhadap orang tua, bersikap kasar, kurang disiplin dalam beribadah, menjadi pemakai obat-obatan, terjerumus dalam perilaku pergaulan bebas serta perilaku menyimpang lainnya telah melanda sebagian besar dari kalangan remaja, khususnya di negeri tercinta kita ini. Ketika jaman berubah dengan cepat, salah satu kelompok yang rentan untuk ikut terbawa arus adalah para remaja. Mengapa? Karena mereka memiliki karakteristik tersendiri yang unik, labil, berada pada kondisi mencari identitas atau jati diri, mengalami masa transisi dari remaja menuju status dewasa, dan sebagainya. Dan remaja merupakan generasi yang akan meneruskan kemana Negara ini akan di bawa. Untuk mewujudkan remaja-remaja yang bisa menjadi generasi penerus bangsa, maka perlu dan harus
  • 45.
    ada pendidikan sertapembinaan akhlak bagi kalangan remaja. Kenapa perlu dan harus?? Agar remaja tersebut dapat tumbuh sesuai dengan tanggung jawabnya sebagai generasi penerus yang bermoral, beretika, berakhlak, serta memiliki intelektual yang baik. Karena, jika remaja tersebut diasuh dengan duniawi, maka dewasa nanti mereka hanya fakir duniawi saja dan jika remaja itu diasuh dengan akhirati maka berpeganglah dia pada jalan agama. Kira-kira sudahkah terjawab, di relung hati kita mengapa harus membina dan dibina? Karena kita, sedang membangun peradaban, kita memiliki visi untuk mencetak seseorang yang produktif dan mampu menanggung amanah sebagai remaja yang baik. Sebelum membicarakan pembinaan seputar remaja, ada yang perlu di bahas juga dan gak kalah penting yaitu “Masalah remaja dalam islam ”. Masalah remaja adalah suatu masalah yang sebenarnya sangat menarik untuk dibicarakan, dimana akhir-akhir ini timbul banyak kabar negatif dari para remaja yang mencemaskan kehancuran Bangsa Indonesia khususnya Islam. Keadaan sekarang yang semakin hari semakin hilang kekaidahan mereka tentang islam, dimana mereka selalu mengutamakan dunia dibandingkan akhirat yang begitu kekal. Pembicaraan seputar remaja itu banyak banget..tapi, yang bakalan saya ungkapin disini lebih kearah bagaimana pentingnya membina para remaja sebagai tonggak bagi bangsa agar memiliki peradaban yang lebih baik lagi kedepannya dan tidak ketinggalan pentingnya membina remaja terhadap agama. Bila dilihat dari segi pandang masyarakat, akan terlihat bahwa semakin maju masyarakat, semakin panjang masa remaja itu, karena untuk diterima dimasyarakat diperlukan kepandaian , tanggung jawab dan kematangan sosial yang meyakinkan. Menurut saya yang terjadi pada para remaja ialah kegoncangan emosi. Dimana mereka tidak mampu menyesuaikan diri dan tidak mengerti akan perubahan cepat yang mereka lalui, begitupun pertumbuhan mental yang akan dilalui dimana mereka harus menyelesaikan suatu masalah. Dan pertumbuhan pribadi mapun sosial yang menjadi paling akhir, akan tetapi kepercayaan dan penghargaan yang di berikan masyarakat tentunya belum cukup dan sempurna bagi remaja, karena masa remaja dibilang masa paling menentukan dimasa depan nanti. Karena bila remaja rusak maka penerus bangsa dan agama yang mereka yakini, khususnya Islam akan ikut hancur juga. Sudah menjadi dasar hubungan remaja dan agama dimana ia membutuhkan pegangan dimasa depan dan sekarang untuk mengatasi dorongan negatif dan keinginan yang belum mereka mengerti. Bagi remaja yang waktu kecilnya tidak dibina dengan agama adalah remaja yang paling rugi, justru dengan agama ia berada dijalur yang benar. Perkembangan remaja yang didasari oleh agama dan pengembangan pemikiran mereka kearah yang paling sempurna, ketika mereka sudah mengenal pemimpin mereka Nabi Muhammad saw. Dengan hal tersebut para remaja dapat meniru sauri teladan yang baik dari pribadi Rasulullah. Ada hal yang tidak boleh dilewatkan saat kamu mempunyai banyak petualangan. Menurut saya cara terbaik berbagi pengalaman adalah dengan bercerita. Pengalaman ini setidaknya dapat lebih memahami bagaimana pentingnya membina remaja. 2011 silam, Alhamdulillah kawan…Saya diberi kesempatan sama Allah untuk mengikuti study banding di Australia. Saya dan teman-teman sempat ke suatu daerah bernama Auburn, dimana mayoritas muslim banyak bermukim disana. Kehidupan Australia dengan mayoritas warganya yang non-Muslim menjadikan suasana pergaulan disana terasa bebas tanpa hambatan antara lawan jenis dan juga sesama jenis, Astagfirullah hal adzim.Ya, begitu miris melihat keadaan mereka. Saat di Auburn saya di undang oleh suatu komunitas pembinaan remaja muslim, namanya IYOA (Islamic youth organization of auburn). Mereka banyak bertanya kepada kami perihal remaja muslim di Indonesia, sebagaimana Negara Indonesia adalah Negara dengan warga muslim terbesar di dunia, komunitas ini didirikan dengan tujuan agar warga muslim yang berada di Australia, khususnya para remaja dapat terbina dengan baik dan dapat terarah dalam pergaulan, sebagaimana yang kita tahu juga pergaulan disana sudah jauh dari norma-norma pergaulan yang baik apalagi pergaulan yang sesuai dengan syariat islam, karena mereka juga ingin menjaga peradaban kedepannya lebih baik dan akan lebih baik lagi.
  • 46.
    Dalam komunitas tesebutmemang semuanya muslim, namun bagi kaum hawa tidak semuanya mereka memakai jilbab, masih ada yang merasa kurang terbiasa memakainya, walaupun demikian mereka benar-benar santun dengan pergaulan mereka sehari-hari, baik dengan lawan jenis mereka menjaga sebagaiman mestinya. Ayo, para remaja Indonesia yang sekiranya kalian maih berikhtilat bebas dengan lawan jenis dalam pergulan maupun sebagainya, apa tidak malu dengan mereka yang bersusah payah menjaga dan mempertahankan akidah mereka, karena disana masih banyak yang kurang bisa menerima muslim berada. Dan mereka bilang ketakutan terbesar mereka adalah saat remaja muslim mereka tidak bisa menjaga status mereka sebagiamana mestinya, baik dalam hal pergaulan maupun pola hidup mereka. Mengapa? Karena dalam bertinteraksi sehari-hari, mereka tidak bisa lepas bergaul dengan non-muslim. Ada yang beranggapan mengenai persepsi agama, bahwa Negara dengan mayoritas penduduknya beragama muslim, para penerus bangsanya yaitu para remaja memiliki kehidupan yang berjalan sesuai dengan syariat islam. Mungkin persepsi tersebut salah karena kita bisa melihat, salah satu diantaranya di Negara kita sendiri kenyataan tersebut tidak berjalan dengan semestinya. Dan bila kita pergi ke Negara lain dan mereka yang beragama muslim bertanya bagaimana remaja di Negara Indonesia, apa yang harus kita jawab dan bicarakan, apa harus juga kah kita membicarakan bahwa remaja Indonesia kini sudah banyak yang jauh dari nilai-nilai moral akhlak maupun sauri teladan yang baik untuk dicontoh. Pasti jawabannya tidak kan, maka dari itu begitu pentingnya membina remaja sebelum semuanya bertambah kacau dan tidak menentu, dengan membina remaja kita dapat membuka mata dalam menghadapi peradaban saat ini dan nanti. Ayo ! kita jaga generasi penerus bangsa… - Roby Eka
  • 47.
    REMAJA ASET MASADEPAN Remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa atau tua. Masa remaja juga masa dimana mental, emosional, dan fisik mulai matang. Menjadi remaja sangat sulit untuk berdiri kokoh dan berjalan lurus karena kerasnya guncangan yang ada di lingkungan sekitarnya sehingga pola pikir mereka seringkali berubah/labil. Selain orang tua aspek lain yang mempengaruhi pola pikir remaja adalah lingkungan. Mendengar kata remaja, pasti sering terdengan dengan banyaknya permasalahan seperti pergaulan, labil, kegalauan, kegelisahan, canggung dalam melakukan gerakan, dan masih banyak lagi. Tapi dilihat dari sisi positifnya, remaja adalah masa dimana kita mempunya banyak fantasi/khayalan, senang bereksperimen, dan bereksplorasi. Tapi sisi positif mereka bisa menjadi masalah jika mereka berada di lingkungan yang tidak baik. Tapi, bagaimana pun juga disamping dari banyaknya permasalahan mereka, remaja merupakan calon generasi penerus bangsa. Remaja merupakan asset terbaik yang harus disiapkan sematang mungkin. Remaja yang dengan kepolosannya harus diwarnai dengan pendidikan yang berkualitas sehingga pola pikir remaja menjadi lebih maju. Remaja sangatlah produktif dan mudah berkarya dalam pengembangan dibanding dengan golongan yang sudah tua. Dengan keseriusannya dalam menggali potensi diri, remaja sangat jauh lebih unggul dibanding dengan golongan tua dalam hal ide dan fisik. Oleh karena itu, jika remaja terus dibimbing, dibina, dan difasilitasi maka akan menjadi asset yang sangat berharga di masa depan. Namun dalam fakta yang terlihat, remaja saat ini identik dengan krisis dalam pencarian identitas, jati diri dan passion, senang melawan dan memberontak, dan mengalami Culture Shock karena termakan arus budaya modern. Kurangnya persiapan pendidikan dan mental remaja belum mampu menjadi tameng sehingga penyelewangan dan penyimpangan di kalangan remaja kerap sering terjadi belakangan ini. Sering adanya tawuran, hubungan bebas, kasus obat-obatan terlarang di kalangan remaja, kasus HIV/AIDS, dan tingginya pernikahan dini merupakan sedikitnya dampak dari kekurangansiapan merapa dalam hal pendidikan dan pembinaan. Melihat banyaknya sisi negatif dari remaja, pemperdayaan masa remaja itu sangat penting karena remaja akan mempunyai pengalaman sehingga mempunya bekal yang cukup di masa tuanya nanti. Remaja harus terus dibina sampai mereka siap mental, pengetahuan, keterampilan, dan moral serta agama. Olah karena itu adanya program pembinaan remaja merupakan salah satu aspek penting dalam kesiapan dan pembekalan remaja untuk menjadi pribadi yang berkualitas. Program pembinaan tersebut harus bisa menampung kebutuhan, minat, dan aspirasi para remaja sehingga mereka bisa membangun diri dan mengabdi pada masyarakat. Dalam program pembinaan melalui pelatihan kepemimpinannya dapat meningkatkan mutu remaja menjadi unggul dan kokoh. Program pembinaan remaja muslim bisa ditekankan dalam pelaksanaan kegian majelis ta’lim, kajian-kajian keagamaan, dan juga pengkaderan organisasi-organisasi sosial keagamaan. Program tersebut harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sehingga tujuan dari program tersebut dapat mencegah dari perilaku negatif remaja yang banyak terdengar saat ini. Program pembinaan juga harus tepat sasaran, artinya membina remaja sesuai masalahnya dan juga minatnya, serta harus mempunya nilai moral yang dapat dijadikan dasar pola pikir remaja.
  • 48.
    Dalam program pembinaanremaja, salah satu faktor terpenting dalam mendukung program tersebut adalah orang tua. Karena remaja paling banyak berinteraksi dengan orang tua. Maka dari itu perlu adanya bimbingan dari orang tua mereka karena orang tua di rumah ataupun di sekolah merupakan dasar dari akibat untuk remaja di masa mendatang. Orang tua harus bisa memahami dan mendengarkan keluhan remaja dengan penuh peratian karena pada dasarnya remaja masih belum berpengalaman dan dibimbing. Selain itu harus banyak berdiskusi terkait tentang apa yang terjadi di lingkungan mereka sehingga remaja menjadi siap dengan serangan-serangan negatif di lingkungannya. Dan orang tua harus tetap mengawasi serta terus mendukung ide-ide positif dari mereka. Selain orang tua, pemerintah juga harus memegang peranan penting dalam mendukung pembinaan terhadap remaja. Dukungan dari pemerintah bisa berupa wadah, mediator, dan/atau sponsor. Pembentukan lembaga untuk menyelesaikan masalah remaja merupakan hal terpenting yang bisa dilakukan pemerintah. Partisipasi pemerintah dapat berupa dana kegiatan-kegiatan remaja merupakan faktor pendukung pembinaan remaja. Tanpa adanya dukungan dari pemerintah pembinaan remaja dalam berbagai bentuk tidak akan berhasil dengan baik, apalagi secara administrasi hampir semua kegian pembinaan remaja berurusan dengan pemerintah. Untuk menjalakan program pembinaan bukanlah perkara yang mudah. Perlu kerja sama dengan orang tua, lingkungan, serta unsur-unsur pemerintah termasuk tokoh-tokoh formal dan informal yang ada di masyarakat. Dengan berjalannya program pembinaan yang baik akan mampunya menekan penyelewengan dan penyimpangan yang terjadi pada remaja seperti kriminalitas, pergaulan bebas, narkoba, pernikahan dini, dan penyimpangan lain yang tidak produktif bagi kehidupan remaja. Remaja tidak gampang menjadi galau, tidak penuh dengan penyesalan, tidak mudah bimbang dan labil, serta berani melakukan gerakan yang baik pada masyarakat. Mengoptimalkan masa remaja dengan mengikuti program pembinaan dapat membuat gebrakan baru untuk masa depan. Remaja memang seharusnya menjadi asset terbaik bangsa yang harus didukung dan difasilitasi oleh berbagai pihak. Masa depan bangsa ini bergantung pada tangan-tangan remaja saat ini. Pembentukan karakteristik remaja harus diperhatikan secara serius dengan diimbangi dengan mutu pendidikan yang berkualitas. Jika remaja sudah siap secara mental, pengetahuan, moral, dan agama, maka saat memasuki fase kedewasaan tidak dimulai dengan penuh penyesalan. Dengan membinan remaja sama dengan membangun bangsa. Dengan banyaknya remaja-remaja yang berkualitas, peradabaan bangsa ini lebih terbangun dan agama dapat ditegakkan dengan sempurna. - Ihsan Helmi Faisal
  • 49.
    Masa Krusial UsiaRemaja Pernah suatu ketika saya mendengar ucapan seperti ini, “Aku pengen hidup bebas, ini hidup aku bukan hidup kamu. Aku nggak suka diatur-atur”. Ucapan yang mengalir deras dari seseorang yang umurnya masih dalam fase labil, yaitu tahap remaja. Remaja sekarang banyak yang merasa hopeless banget, saat merasa jadi boneka karena hidup mereka nggak suka diatur-atur orang lain. Sebagai anak baru gede yang lagi nyari jati diri , kadang kita sesuka hati melangkah kemanapun menuju arah atau hal-hal yang kita sukatanpa pandang itu benar ataupun salah, dengan dalih hal tersebut untuk menambah pengalaman . Tapi apakah benar, jika dengan kebebasan tersebut dapat membebaskan kita? Dan apakah benar, dengan kebebasan tersebut hidup kita bisa menjadi enak dan nyaman? Di zaman sekarang, banyak remaja yang cenderung menyukai hal-hal yang bersifat duniawi, seperti nongkrong, ngeceng serta dugem. Bioskop lebih sering dikunjungi daripada masjid, nonton film lebih keren daripada pengajian, serta menghamburkan-hamburkan uang lebih sering daripada buat sedekah. Bahkan tidak sedikit pula remaja sekarang yang jatuh ke dalam lembah kemaksiatan seperti -maaf- seks bebas, perkelahian, perjudian, hingga masuk kejadian fatal yaitu pembunuhan. Tetapi tidak semuanya seperti itu kok, masih ada juga remaja yang mau belajar rajin, taat beribadah, dan nurut orang tua. Nah pertanyaannya, mengapa ada dua jenis remaja seperti itu? Hal itu dikarenakan masa remaja adalah masa yang rentan, masa dimana mereka sedang sibuk mencari jati diri, bertanya siapakah aku sebenarnya? Dan tentunya dalam tahap labil tersebut, seorang remaja perlu mendapatkan bimbingan agar tidak terjerumus masuk ke dalam pergaulan yang salah. Lalu siapa yang perlu membimbing para remaja tersebut? Sebenarnya banyak pihak yang bisa membimbing remaja untuk mengarahkan hidupnya ke arah yang baik. Mulai dari orang tua, tokoh agama, ahli psikolog dan lain sebagainya. Akan tetapi, lingkungan-lah yang sebenarnya sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perilaku remaja. Lingkungan adalah factor yang paling penting dalam membentuk karakter seseorang. Meskipun seorang remaja dari kecil dididik dalam lingkungan yang benar, kemudian dia masuk ke dalam lingkungan pergaulan teman-temannya yang sering berbuat nakal dan onar, lambat laun tidak menutup kemungkinan perilaku si remaja tersebut mengikuti teman pergaulannya. Di samping factor lingkungan pergaulan, peranan keluarga dan orang tua sangat penting untuk membina pertumbuhan dan perilaku remaja. Karena pada dasarnya, keluarga adalah kelompok social terkecil namun memiliki keterikatan yang sangat erat hubungannya dengan seseorang. Begitu pun orang tua, dalam hal ini peranan orang tua sangat berperan penting. Saya pernah dengar ada yang mengatakan orang tua itu harus pintar menyesuaikan antara masa perkembangan seorang anak dengan peranannya sebagai orang tua. Sebagai contoh begini, dalam masa balita sampai seorang anak hampir berakal baligh, maka sebisa mungkin jadikan ia sebagai raja. Segala sesuatu kebutuhan dan keinginan si anak tersebut sebisa mungkin dituruti oleh orang tua. Lalu ketika si anak tersebut memasuki usia krusial yaitu remaja maka jadikan ia kawan. Maksud pernyataan tersebut bukannya menghilangkan status identitas orang tua dengan anak menjadi kawan sebaya. Akan tetapi, segala sesuatu yang diinginkan oleh si anak tersebut harus di filter. Jangan semua keinginan dituruti, pilahlah keinginan si anak tersebut sesuai dengan kondisinya. Berikan masukan atau nasihat selayaknya ngobrol dengan suasana keakraban.
  • 50.
    Saat seorang remajamerasa hidupnya bebas, justru pada saat itu hidup kita akan terasa terkekang. Kok bisa? Ya iyalah, karena dengan cara hidup bebas ala kita “ala remaja modern” sebenarnya masalah makin hari makin bertambah dan hari-harinya serasa runyam. Analoginya seperti naik mobil F1 tapi tanpa rem. Kita ingin hidup sebebas mungkin, tapi kita tidak mempunyai pedoman dan pembimbing hidup, maka apa yang terjadi? Bisa disimpulkan sendiri ya? . Berdasarkan apa yang saya alami, kebebasan yang sejati adalah justru saat kita melakukan segala aktivitas semau kita, akan tetapi masih patuh pada aturan Allah. Hidup kita akan terasa teratur, tidak semrawut, dan batin akan terasa merdeka. Dan jika ada yang bertanya, mengapa sih harus aturan Allah? Ya karena secara Allah kan yang menciptakan kita semua. Jadi Allah juga tahu mana yang terbaik buat hamba-hambanya. Di samping peranan orang tua yang telah saya sebutkan di atas, sebenarnya ada juga cara untuk membentuk karakter remaja agar hidupnya tidak jatuh ke lembah pergaulan yang salah. Yaitu melalui pendidikan kerohanian, dalam hal ini adalah pendidikan islami. Pendidikan islami secara efektif dapat mencegah maksiat-maksiat yang tiap hari membelenggu para remaja. Pendidikan islam secara efektif yang dapat diberikan kepada para remaja adalah dengan memberikan contoh atau teladan keislaman bagi mereka, mulai dari ibadah dan akhlak yang dapat mereka tiru. Hanya saja, harus dipetimbangkan juga keadaan lingkungan dan teman bermain yang terkadang cenderung menjadi panutan mereka. Memberikan batas-batas tertentu dengan tetap menghargai dan pengertian kepada mereka agar bisa menjaga diri dari efek negatif sekitarnya. Jadi, mereka dapat tetap bergaul dengan baik tanpa terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk. Jadi bagi para remaja yang masih merasa kurang teratur hidupnya (terutama dalam rutinitas beribadah), dan sotoy dalam melangkah guna mencapai jati diri, segera perbaiki mindset. Jangan sampai kita malah merasa semakin jauh dari Allah, kebingungan kita nggak kan ada ujungnya sebelum kembali mengingat Allah. Allah berfirman, “Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” (QS. Ar Rad: 28). Masih nggak percaya? Semakin jauh dari Allah pikiran akan semakin melayang dan rutinitas hidup semakin nggak jelas. Dan ada satu lagi, jangan mudah dongkol ketika orang tua kita memberi nasihat. Jangan hanya lihat caranya, tetapi rasakanlah manfaat nasihat orang tua kita. Toh, orang tua kita adalah orang yang paling tulus dengan kita. Marah mereka adalah bukti kesayangan mereka terhadap kita. Orang tua tidak ingin anaknya salah jalan, atau bahkan tidak menginginkan kesalahan yang sama seperti apa yang pernah mereka lakukan dahulu. Lagipula nanti kalau kita sudah menjadi orang tua dan anak kita bandel (na’udzubillah) , kita pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang apa yang dilakukan orang tua terhadap kita. - Rois Yahya
  • 51.
    Membina Remaja sesederhanaMenanam Pohon Oleh: Adi M. Abdul H. - UIN Sunan Gunung Djati Bandung Membina remaja itu sesederhana menanam pohon, iya, aku selalu menganggapnya seperti itu. Loh kenapa? Gini aja lah, menanam pohon itu penting, manfaatnya juga jangka panjang, dan yang sadar kalo menanam pohon itu penting cuma segelintir orang. Membina remaja juga kaya gitu. remaja saat ini adalah pemimpin dunia di masa mendatang, pembinaan remaja itu manfaatnya jangka panjang, dan lagi, cuma sedikit orang yang ngeuh pentingnya hal ini. Ngeri kan? Zaman sekarang hutan di gunduli, iya, sama kaya remaja, karakter mereka digunduli dari yang namanya Islami. Kata Akhlak dan Islami terdengar begitu tabu. Oh iya maaf sebelumnya, mungkin disini banyak yang non muslim. Tapi karakter yang Islami itu kan gak bertentangan dengan keyakinan manapun, ya ga? Karena kesitu-situ juga, jadi aku bilangnya Islami saja oke? Bismillah.. Aku akrab disapa adi, asal dari Garut, sekarang kuliah di UIN SGD BDG DKT GDBG (Sunan Gunung Djati Bandung Deukeut GedeBage), dan rasaya gak penting kalo bahas ini, jadi udah skip aja. Wahai para pembaca yang budiman, bisa dibilang remaja-remaja sekarang ini itu kebanyakan pada kebelet gaul. Ko bisa? Ya bisa lah, banyak dari remaja-remaja kebelet gaul ini yang maksain pengen keliatan gaul, pengen keliatan keren padahal muka pas-pasan? eh Engga sih, jangan bahas muka. Balik lagi, intinya banyak dari remaja yang maksain buat keliatan kece. Mereka melihat media dan menelannya mentah-mentah. Padahal ga selalu yang saat ini nghits dan yang saat ini booming di media itu baik. Dan lambat laun, budaya-budaya hedon dan tidak Islami yang secara tak sadar mereka lakukan mulai menjadi habbit. Belum lagi sekarang banyak gadget-gadget yang canggih. Ini udah mulai salah, mereka mulai autis, mulai terlalu asik dengan dunia yang tidak seharusnya. Mereka mulai jarang bersosialisasi, dan bahkan ada beberapa yang tidak mengindahkan norma-norma agama. Salah ga kalo aku bilang mereka sakit? Soalnya di bukunya Pak Dadang Hawari, manusia itu dikatakan sehat kalo Biologis, Psikologis, Sosial, dan Spiritualnya sehat. Nah sekarang okelah secara biologis mereka sehat, tapi lihat sosialnya, lihat spiritualnya. Memprihatinkan. Seperti halnya menanam pohon, sangat sedikit orang yang menyadari fenomena yang memprihatinkan ini. Orang-orang gak sadar pentingnya menanam pohon, orang-orang gak sadar pentingnya membina remaja. Emang agak ribet juga sih kalo bahas ginian, kita koar-koar buat membina remaja, padahal sendirinya masih butuh binaan #plak #jleb. Tapi gini loh, emang kita butuh binaan, kita masih proses, dan manusia itu kan emang akan terus berproses selama hidup. Tapi kita, setidaknya menyadari pentingnya menanam pohon, eh, kita setidaknya sadar pentingnya ngebina remaja, jadi kalo nunggu kita pantes, ya kapan mulainya? Makanya sambil kita membina, sambil kita memantaskan diri. Gitu sih. Hari ini aja, tadi pas motong hewan qurban. Coba bayangin gimana alaynya orang yang mau qurban dan dia selfie dulu sama hewan qurbannya itu.. ngapain coba? Geli sob. Mau mirip-miripin
  • 52.
    muka sama hewanqurban? Halah.. esensi dari qurban itu emang apa sih? Foto-foto? Ganti ava? Update status? Mereka lupa kalo esensi qurban itu adalah…. *krik..krik..* (aku juga lupa) *baca buku referensi* Oh iya, mereka lupa kalo esensi qurban itu adalah bertambahnya keimanan, bertambahnya kasih sayang, semangat positif dari berbagi. “ Sholeh mah nanti aja we kalo udah tua, sekarang happy-happy aja mumpung masih muda “. Edan bangetlah ke aku ada yang bilang kayak gini. Bukankah dalam diri manusia itu ada Tuhan? apa tuhan telah mati? *ceilah filsafat bangetlah* . eh engga, tapi serius. Ini harus ditindak lanjuti. Kalo dunia gak ada pohon, maka bakal ancur. Sama. Kalo generasi muda gak sesegera mungkin dibina dan diluruskan, maka peradaban manusia akan ancur. Kan kita itu harus memanusiakan manusia sebagai manusia. Pembaca : Ente daritadi komentar terus, daripada bacot gak jelas, mending ente jelasin deh gimana sikap buat bisa ngebina remaja-remaja sekarang!! Aku : *hening* Pembaca : mengapa kau diam mengapa kau diam *nyanyiin yel-yel demo* Oke oke, gini aja. Ini menurut aku ya, dunia harus tahu kalau menanam pohon itu penting. Ada kata-kata kaya gini “ andai saja pohon menghasilkan sinyal wifi, pasti semua orang akan berbondong-bondong menanam pohon. Tapi sayang, pohon hanya menghasilkan oksigen untuk manusia bernafas.. “ Intinya, semesta harus ngeuh kalo ngebina remaja itu penting. Ini bukan tugas mudah, semua lapisan masyarakat harus ikut berperan aktif di dalamnya. Orang tua, tetangga, teman sebaya, guru sekolah, guru agama, pak RT sampai Presiden. Semua harus sadar bahwa yang akan memegang amanah sebagai Khalifah di bumi ini nanti adalah mereka yang saat ini masih seorang remaja. Ayo perbaiki diri, jadilah tauladan dengan senantiasa mengindahkan norma-norma agama. Dengan mengucapkan takbir bersama. Sekaligus menutup tulisan gak jelas ini, ayo kita sebarkan semangat positif untuk membina remaja.. ALLAHU AKBAR!!!!
  • 53.
    REMAJA MUSLIM, REMAJAPENUH MIMPI Remaja, mendengar kata tersebut yang ada di fikiran kita pasti langsung tertuju pada segerombolan anak muda sekitar umur 16 sampai 20 yang kegiatannya nongkrong nongkrong gak jelas, atau mungkin tawuran, narkoba, sex bebas dan hal negative lainnya. Begitu tercemarnya kata ‘remaja’ sekarang ini sampai membuat banyak orang berfikir negative setelah mendengar kata tersebut. Lalu sebenarnya apa sih yang membuat para remaja zaman sekarang menjadi icon yang di cap kurang baik oleh masyarakat? Salah satu penyebab remajazaman sekarang berperilaku kurang baik dalam masyarakat adalah karena mereka tidak memmiliki mimpi yang jelas dalam hidup mereka. Nah, kenapa sih mimpi itu sangat penting dimiliki seorang remaja terutama remaja muslim? Mimpi, akan membentuk tujuan dalam hidup. Remaja yang tidak memiliki mimpi dalam hidupnya tentu tidak mengeri tujuan hidupnya. Hal tersebut yang menyebabkan muncul istilah ababil, galau, dan istilah lainnya yang intinya merujuk kepada seseorang yang tidak memiliki tujuan hidup. Dengan memiliki mimpi, setiap remaja akan memiliki tujuan hidupnya yang akan menuntun mereka kearah yang benar. Mereka akan menyibukkan diri dengan hal positif yang akan menuntun mereka dalam menggapai mimpinya. Hal hal negative yang dilakukan oleh remaja muncul karena mereka kebingungan dalam mengisi waktu yang mereka miliki. Masa remaja adalah masa dimana kita memiliki banyak kesempatn dan banyak pilihan. Tujuan hidup akan membuat para remaja memiliki batasan batasan dalam memilih. Mereka akan memilih pilihan yang akan membantu mimpi mereka untuk terwujud. tidak akan lagi ada remaja yang mengalami salah dalam memilih pilihan yang banyak yang dihadapkan di hadapan mereka. Contoh sederhananya adalah kasus dimana masih banyak remaja yang meresa salah dalam memilih jurusan. Dengan adanya tujuan hidup kita akan menjadi remaja muslim yang produktif dan efektif dalam meggunakan waktu yang tiap detiknya selalu berkurang. Sedikit cerita tentang seorang remaja muslim yang sangat hebat karena dia memiliki sebuah mimpi. Dia merupakan salah satu mahasiswa baru di salah satu perguruan tinggi terkenal di Indonesia dan tentunya itu merupakan pilihannya untuk melanjutkan di pergutuan tinggi. Remaja ini dating dari keluarga yang sangat sederhana. Dia pintar, hebat, mandiri. Namun sayangnya, ada satu hal yang membuat remaja ini terganggu. Apakah hal itu? Ternyata dia tidak diizinkan untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi oleh orang tuanya. Orang tuanya menyuruh remaja ini untuk bekerja buakan untuk menuntut ilmu. Padahal, semua ini adalah pilihan hidupya untuk mecapai mimpi yang dia inginkan yang tentunya akan membawa kebaikan untuk orang banyak. tidak hanya sampai disitu perjuangan remaja ini. Karena tidak di izinkan oleh orang tuanya, akhirnya untuk keperluan akomodasi untuk pergi ke pergutuan tinggi, dia menggunakan uangnya sendiri. Karena jarak antara rumahnya dan sekolah barunya ini cukup jauh, yaitu di jawa barat sedangkan dia berasal dari Jakarta, maka dia harus memiliki tempat tinggal sementara orang tuanya tidak mau membiayai. Akhirnya dia ditempatkan di asrama perguruan tinggi tersebut. Segala kebutuhan dia cukupi sendiri dengan usahanya, beruntungnya remaja ini pernah bekerja sewaktu sma sehingga dia masih memiliki uang untuk hidup. Remaja ini pun bekerja sambilan untuk memnuhi kebutuhannya.
  • 54.
    Jika dicermati, rintanganyang kita aami untuk menggapai mimpi kita belum sampai seberat itu. Kita masih bisa makan dan minum dengan mudah. Tidak seperti remaja itu yang kesulitan dalam menuntut ilmu karena tidak diizinkan oleh orang tuanya. Namun pada akhirnya, orang tuanya mengizinkan dia untuk melanjutkan pendidikan karena keseriusannya yang dia tunjukan kepada orang tuanya. Beruntunglah bagi kita yang memiliki mimpi dan dilancarkan jalnnya oleh Allah. Remaja itu, wlau telah memiliki mimpi yang jelass bermanfaat teta mendapat kesulitan dalam menggapainya. Sekarang bagaimana mereka remaja yang tidak memiliki mimpi. Apa yang akan terjadi pada mereka 5 atau 10 tahun mendatang? Mimpi pun tak ada apalagi tujuan hidup. Bagaikan daun yang mengambang di suangai yang menuggu arus untuk membawanya bergerak. Kadan tersangkut diantara bebatuan dan yang dia lakukan adalah menuggu arus yang cukup besar agar dapat keluar dari bebatuan tersebut. Setelah berhasil keluar yang dia lakukan adalah menunggu kembali arus untuk membawanya kembali bergerak.dan begitulah seterusnya tampa tau mau kenama dia mengalir tanpa tau kemana dia akan dibawa arus. Apakah akan dibawa ke sungai yang lain atau dibawa samapai ke laut, atau malah terdiam, tenggelam, dan tak tau caranya kembali bergerak. Tentunya kita tidak mau menjadi daun yang mengambang di sungan kan? Sebagai remaja muslim kita harus memiliki mimpi yang jelas agar tidk menjadi daun yang terbawa arus. Dan pada hakikatnya semua muslim sudah memiliki tujuan yang tersemat dalam statusnya sebagai muslim. Apa itu? Tujuan itu adalah menjadi khalifah di muka bumi, menjadi penjaga, menjadi pembawa kebaikan dimuka bumi. Mimpi yang kita miliki akan membuat tujuan yang langsung diberikan oleh Allah tersebut menjadi lebih jelas konkrit dan sederhana. Masih mau jadi remaja yang gak punya mimpi? Sekarang udah gak zamannya bro. sekarang zamannya orang bermimpi besar. so,tunggu apa lagi, jangan sampai kita terlalu banyak menuggu sampai sampai kita tidak merasa bahwa kita sudah tua renta, sudah bau tanah, dan menyesal sambil mengatakan “kenapa dulu sewaktu aku masih muda aku tidak memiliki mimpi?”. “mungkin, jika dulu aku memiliki mimpi, ak tidak akan menjadi orang tua yang seperti sekarang yang hanya memperlihatkan kesedihan dan selalu mengutarakan penyesalannya karena dahulu kala sewaktu muda tidak memiliki mimpi”. Mari kita sebagai remaja muslim, bermimpilah yang besar agar memiliki cerita yang indah dalam hidup kita yang dapat kita ceritakan kepada anak cucu kita kelak. Semoga bermanfaat aamiin. ^_^ Apa mimpi terbesar kalian sekarang? - Romie Sangaji
  • 55.
    Selangkah Lebih Dekatdengan Hidayah Remaja. Apa itu remaja? Kalo denger kata orang tua dan dari lagu sih “katanya” remaja itu masa-masa paling indah. Why? Karena di saat remaja itulah kita benar-benar merasakan indahnya hidup, masa-masa paling enak buat sosialisasi, masa-masa dimana kita mulai menyuarakan pendapat kita, membangun karakter diri, masa yang gak bisa dilupain deh! Yah, tapi sayangnya kalo remaja zaman sekarang sih kayaknya kelewatan menikmati masa remajanya. Bahkan bisa dibilang mereka hampir seluruhnya rusak. Untung aja masih ada yang bener dan sempet berpikir ya. Nah, untuk itu, kita sebagai agen-agen perubahan perlu mengubah mereka juga. Perlu usaha keras sih. Susah banget emang mengubah pola pikir yang udah tertanam dalam diri manusia. Tapi gak ada salahnya kan dicoba? Remaja itu sosok yang labil, suka berimajinasi, suka terhadap sesuatu yang baru, penuh emosi, dll. Saat-saat keemasan manusia adalah saat remaja, dimana sesuatu yang datang akan diserap informasinya. Tapi bisa berbahaya jika informasi yang diserap itu salah dan merusak pikiran. Misalnya saja, dari banyaknya tayangan sinetron berpacaran, kini banyak anak muda yang menganggap berpacaran itu sebuah keharusan dan hidup tak sempurna tanpa pacaran. Atau akses internet yang semakin cepat tak terkendali membuat mereka semakin mudah mengakses blue film yang seharusnya belum mereka ketahui. Sangat disayangkan memang generasi muda kini telah dirusak oleh berbagai macam faktor. Faktor budaya memang sangat kuat merasuki remaja yang mudah menerima segala sesuatu tanpa sempat memilah manakah yang dapat diambil. Hawa nafsu selalu memburu, bagaikan wewangian tubuh yang kemana ia pergi akan selalu mengikuti. Mereka terlalu terbenam dalam euforia kesenangan yang mereka anggap tiada batas. Semakin banyak mereka lihat apa yang telah dilakukan orang dewasa dalam berita, semakin banyak mereka mengikuti jejak para tetuanya. Apalagi pergaulan yang dianggap “kekinian” semakin tak terkendali dan menggoyahkan keimanan di antara para remaja. Untuk itu, perlu adanya batasan dalam memerangi “kekinian” yang terasa semakin lampau. Semakin manusia menganggap segala sesuatunya telah maju dengan bahan pakaian yang serba kurang dan kedekatan diri dengan sang lawan adalah lumrah, maka sesungguhnya manusia itu semakin mundur ke era purbakala. Sudah saatnya ada orang yang membuka cakrawala wawasan kehidupan. Membukakan mata mereka lebar-lebar atas apa yang telah menimpa dunia. Membina mereka kembali ke koridor Islam adalah salah satunya. Tak ada manusia yang boleh bersikap seakan mereka buta, tuli, dan bisu atas apa yang teah terjadi kepada peradaban masa kini. Tak ada kereta yang boleh keluar dari lintasan rel kereta api. Karena tanpa rel kereta, maka kereta tersebut takkan berjalan semestinya. Seperti itulah kehidupan. Jika tak dibimbing tetap pada koridor yang telah ditetapkan Allah SWT, maka kacaulah jalan di hidupnya. Habislah kemahsyuran di dunia.
  • 56.
    Tak ada manusiayang berhak merasa lebih baik, tak ada hati yang berhak merasa lebih tinggi, karena kaki tak berjalan sendirian, ia berjalan berpasangan menjadi tonggak bagi satu sama lain. Maka berpeganglah satu sama lain, eratkan pegangan, jangan lepaskan karena bila satu terlepas, maka putuslah rantai kemenangan. - Naila Nursholiha W