Menyusun
Pertanyaaan
Jenis-jenis
pertanyaan dalam
wawancara
Pertanyaan Terbuka
(Open Questions)
Memberikan pilihan bagi nara sumber untuk
merespons secara terbuka dan bebas
Contoh : Mengapa anda tidak mengembangkan pesantren untuk Narkoba?
Pertanyaan Tertutup
(Close Questions)
Jenis pertanyaan ini membatasi orang yang ditanya
karena hanya memungkinkan untuk memilih salah satu
dari dua pilihan, seperti ya atau tidak, benar atau
salah, setuju atau tidak setuju.
Contoh : Benar nih Ongkos Naik Haji bakal naik 30 persen minggu depan?
Pertanyaan Leading
(Leading questions)
Leading question biasanya digunakan untuk
narasumber yang kerap menghindari memberikan
jawaban langsung.
Contoh: “Pengurus PSSI yang sekarang ini memang tidak kompeten dan
mewakili kepentingan tertentu kan Pak?”
Pertanyaan Hipotetikal
(Hypothetical questions)
Pertanyaan yang hipotetikal, akan memberikan anda
gambaran cara berpikir seseorang, rencana yang
tersembunyi, prediksi atau persiapan antisipatif dari
narasumber.
Contoh: “Kalau reshuffle jilid dua ini tetap tak perform,apa konsekuensinya
buat Jokowi ke depan?"
Pertanyaan Probing
(Probing questions)
Pertanyaan jenis ini akan membantu kita menggali
lebih dalam informasi dan menyelami pemikiran. Jenis
pertanyaan seperti ini akan sangat cocok dalam pola
interview yang bersifat cornering dan investigative.
Contoh: “Apa yang andamaksud dengan membantu masyarakat kecil, jika an da
menjadikan anak– anak mereka sebagaipekerja dibawah umur dan dengan gajiyang
sangatminim?"
Prompting question
Bertentangan dengan Probing Question, pertanyaan
jenis ini bersifat simpatik , yang akan membantu
interviewer memformulasi jawaban dengan presisis
tinggi terkait dengan pertanyaan yang diajukan.
Contoh : “Dapatkah anda ceritakan, bagaimana awal mula kejadiannya, sampai
akhirnya anda berhasil menjadi pengusaha yang sukses?

Jenis-Jenis Pertanyaan