Pengertian Dasar
Tanah adalah merupakan susunan butiran padat dan
pori-pori yang saling berhubungan satu sama lain
sehingga air dapat mengalir dari satu titik yang
mempunyai energi lebih tinggi ke titik yang mempunyai
energi lebih rendah. Studi mengenai aliran air melalui
pori-pori tanah diperlikan dalam mekanika tanah
karena hal ini sangat berguna dalam :
– memperkirakan jumlah rembesan air dalam tanah
– menyelidiki masalah-masalah yang menyangkut
pemompaan air untuk konstruksi di bawah tanah
– menganalisis kestabilan suatu bendungan tanah dan
konstruksi dinding penahan tanah yang terkena gaya
rembesan.
Menurut persamaan Bernoulli, tinggi energi total pada suatu titik di dalam air yang mengalir
dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dari tinggi tekanan, tinggi kecepatan, dan tinggi
elevasi; atau
Apabila persamaan Bernoulli di atas dipakai
untuk air yang mengalir melalui pori-pori
tanah, bagian dari persamaan yang
mengandung tinggi kecepatan dapat
diabaikan. Hal ini disebabkan karena
kecepatan rembesan air di dalam tanah
adalah sangat kecil. Maka dari itu, tinggi
energi total pada suatu titik dapat
dinyatakan sebagai berikut :
Gambar 1. Tekanan, elevasi, dan tinnggi enegi total energy
untuk aliran di dalam tanah
Kehilangan energi antara dua titik A dan B: Gradien Hidrolik :












 B
B
A Z
w
p
Z
w
pA
hBhAh
 L
h
i


3. HUKUM DARCY
Pada tahun 1856, Darcy memperkenalkan
suatu persamaan sederhana yang digunakan
untuk menghitung kecepatan aliran air yang
mengalir dalam tanah jenuh, dinyatakan
sbagai berikut :
dimana :
v = kecepatan aliran,
k = koefisien rembesan
kiv 
Hubungan antara kecepatan aliran dan kecepatan
rembesan dapat diturunkan dengan
menggunakan Gambar 4.3 yang menunjukkan
panjang tanah L dengan penampang melintang
total A. Apabila jumlah air yang mengalir melalui
tanah dalam satu satuan waktu adalah q maka:
Di mana:
Vs = kecepatan rembesan yang melalui pori –
pori tanah
As = luas pori-pori penampang melintang contoh
tanah.
Tetapi,
A = Av + As
di mana As = luas butiran dari penampang
melintang contoh tanah.
q = V(Av + As) = AvVs
di mana:
Vv = volume pori contoh tanah
Vs = volume butiran padat contoh tanah .
4. KOEFISIEN REMBESAN
Koefisien rembesan (coefficient of permeability) tergantung pada
beberapa factor , yaitu:
- kekentalan cairan,
- distribusi ukuran butir pori,
- distribusi ukuran butir,
- angka pori,
- kekasaran permukaan butiran tanah,
- dan derajat kejenuhan tanah.
Pada tanah berlempung struktur tanah memegang peranan penting
dalam dalam menentukan koefisien rembesan. Faktor-faktor lain
yang mempengaruhi sifat rembesan tanah lempung adalah
konsentrsi ion dan ketebalan lapisan air yang menempel pada
butiran lempung.
Tabel 1 harga-harga koefisien rembesan pada
umumnya.
Koefisien rembesan tanah yang tidak jenuh air
adalah rendah; harga tersebut akan bertambah
secara cepat dengan bertambahnya derajat
kejenuhan tanah yang bersangkutan. Koefisien
rembesan juga dapat dihubungkan dengan sifat
sifat dari cairan yang mengalir melalui tanah
yang bersangkutan dengan persamaan sebagai
berikut:
Penentuan Koefisisen Rembesan di
Laboratorium
Ada 2 metode, yaitu :
– Uji tinggi konstan
– Uji tinggi jatuh
Uji Rembesan dengan Tinggi Konstan
Dimana
• Q = Volume Air Yang
Dikumpulkan
• A = Luas Penampang Melintang
Tanah
• t = waktu yang digunakan untuk
mengumpulkan air
CONTOH HASIL PENGUJIAN
• Dari hasil suatu uji tinggi konstan di lab untuk
tanah pasir halus dengan diameter 150 mm
dan Panjang 300 mm adalah :
– Perbedaan tinggi konstan = 500 mm
– Waktu untuk mengumpulkan air = 5 menit
– Volume air yang dikumpulkan = 350 cc
– Temperatur air = 24 oC
Tentukan koefisien rembesan pada 20 oC
PENYELESAIAN
• Untuk uji rembesan konstan
Diket Q=350 cc (350 x 103 mm3), L=300 mm, A
=phi .75.75 =17671,46 mm2, h = 500 mm t = 5
x 60 = 300 dt
Maka k = (350 x 103 ) x 300
17671,46 x 500 x 300
= 3,96 x 10-2mm/dt
Ƞ24 /ƞ2o = 0,910 Jadi k20 = (3,96 x 10-2)x0,910
=3,604 x 10-2 mm/dt
Tingggi Jatuh
• q = jumlah air yang mengalir melalui
tanah persatuan waktu
• a = luas penampang pipa inlet
• A = luas peanampang contoh tanah

Mektan bab 4 rembesan tanah

  • 1.
    Pengertian Dasar Tanah adalahmerupakan susunan butiran padat dan pori-pori yang saling berhubungan satu sama lain sehingga air dapat mengalir dari satu titik yang mempunyai energi lebih tinggi ke titik yang mempunyai energi lebih rendah. Studi mengenai aliran air melalui pori-pori tanah diperlikan dalam mekanika tanah karena hal ini sangat berguna dalam : – memperkirakan jumlah rembesan air dalam tanah – menyelidiki masalah-masalah yang menyangkut pemompaan air untuk konstruksi di bawah tanah – menganalisis kestabilan suatu bendungan tanah dan konstruksi dinding penahan tanah yang terkena gaya rembesan.
  • 2.
    Menurut persamaan Bernoulli,tinggi energi total pada suatu titik di dalam air yang mengalir dapat dinyatakan sebagai penjumlahan dari tinggi tekanan, tinggi kecepatan, dan tinggi elevasi; atau
  • 3.
    Apabila persamaan Bernoullidi atas dipakai untuk air yang mengalir melalui pori-pori tanah, bagian dari persamaan yang mengandung tinggi kecepatan dapat diabaikan. Hal ini disebabkan karena kecepatan rembesan air di dalam tanah adalah sangat kecil. Maka dari itu, tinggi energi total pada suatu titik dapat dinyatakan sebagai berikut :
  • 4.
    Gambar 1. Tekanan,elevasi, dan tinnggi enegi total energy untuk aliran di dalam tanah Kehilangan energi antara dua titik A dan B: Gradien Hidrolik :              B B A Z w p Z w pA hBhAh  L h i  
  • 5.
    3. HUKUM DARCY Padatahun 1856, Darcy memperkenalkan suatu persamaan sederhana yang digunakan untuk menghitung kecepatan aliran air yang mengalir dalam tanah jenuh, dinyatakan sbagai berikut : dimana : v = kecepatan aliran, k = koefisien rembesan kiv 
  • 7.
    Hubungan antara kecepatanaliran dan kecepatan rembesan dapat diturunkan dengan menggunakan Gambar 4.3 yang menunjukkan panjang tanah L dengan penampang melintang total A. Apabila jumlah air yang mengalir melalui tanah dalam satu satuan waktu adalah q maka: Di mana: Vs = kecepatan rembesan yang melalui pori – pori tanah As = luas pori-pori penampang melintang contoh tanah.
  • 8.
    Tetapi, A = Av+ As di mana As = luas butiran dari penampang melintang contoh tanah. q = V(Av + As) = AvVs
  • 9.
    di mana: Vv =volume pori contoh tanah Vs = volume butiran padat contoh tanah .
  • 11.
    4. KOEFISIEN REMBESAN Koefisienrembesan (coefficient of permeability) tergantung pada beberapa factor , yaitu: - kekentalan cairan, - distribusi ukuran butir pori, - distribusi ukuran butir, - angka pori, - kekasaran permukaan butiran tanah, - dan derajat kejenuhan tanah. Pada tanah berlempung struktur tanah memegang peranan penting dalam dalam menentukan koefisien rembesan. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi sifat rembesan tanah lempung adalah konsentrsi ion dan ketebalan lapisan air yang menempel pada butiran lempung.
  • 12.
    Tabel 1 harga-hargakoefisien rembesan pada umumnya.
  • 13.
    Koefisien rembesan tanahyang tidak jenuh air adalah rendah; harga tersebut akan bertambah secara cepat dengan bertambahnya derajat kejenuhan tanah yang bersangkutan. Koefisien rembesan juga dapat dihubungkan dengan sifat sifat dari cairan yang mengalir melalui tanah yang bersangkutan dengan persamaan sebagai berikut:
  • 14.
    Penentuan Koefisisen Rembesandi Laboratorium Ada 2 metode, yaitu : – Uji tinggi konstan – Uji tinggi jatuh
  • 15.
    Uji Rembesan denganTinggi Konstan Dimana • Q = Volume Air Yang Dikumpulkan • A = Luas Penampang Melintang Tanah • t = waktu yang digunakan untuk mengumpulkan air
  • 16.
    CONTOH HASIL PENGUJIAN •Dari hasil suatu uji tinggi konstan di lab untuk tanah pasir halus dengan diameter 150 mm dan Panjang 300 mm adalah : – Perbedaan tinggi konstan = 500 mm – Waktu untuk mengumpulkan air = 5 menit – Volume air yang dikumpulkan = 350 cc – Temperatur air = 24 oC Tentukan koefisien rembesan pada 20 oC
  • 17.
    PENYELESAIAN • Untuk ujirembesan konstan Diket Q=350 cc (350 x 103 mm3), L=300 mm, A =phi .75.75 =17671,46 mm2, h = 500 mm t = 5 x 60 = 300 dt Maka k = (350 x 103 ) x 300 17671,46 x 500 x 300 = 3,96 x 10-2mm/dt Ƞ24 /ƞ2o = 0,910 Jadi k20 = (3,96 x 10-2)x0,910 =3,604 x 10-2 mm/dt
  • 18.
    Tingggi Jatuh • q= jumlah air yang mengalir melalui tanah persatuan waktu • a = luas penampang pipa inlet • A = luas peanampang contoh tanah