Material Requirement Planning
(MRP)
Manajemen Operasional II
Rika Permata Sari (C1B015094)
Brigita Haryani (C1B015100)
Sharon Dialusi GS (C1B015101)
Pengertian MRP
• Perencanaan kebutuhan
material (MRP) adalah
suatu teknik yang sistematis
untuk penentuan kuantitas
serta waktu dalam proses
perencanaan dan
pengendalian item barang
(komponen) yang
tergantung pada item–item
tingkat (level) yang lebih
tinggi (dependent demand).
4 kemampuan MRP
• Mampu menentukan
kebutuhan pada saat yang
tepat.
• Membentuk kebutuhan
minimal untuk setiap item.
• Menentukan pelaksanaan
rencana pemesanan.
• Menentukan penjadwalan
ulang atau pembatalan atas
suatu jadwal yang sudah
direncanakan
Tujuan MRP
• Meminimalkan Persediaan:menentukan berapa banyak
dan kapan suatu komponen diperlukan disesuaikan dengan
Jadwal Induk Produksi (JIP).
• Mengurangi resiko karena keterlambatan produksi atau
pengriman:mengidentifikasikan banyaknya bahan, jumlah
dan waktu dalam pengadaan atau pembelian komponen.
• Komitmen yang realistis: jadwal produksi dapat dipenuhi
sesuai rencana, sehingga pengiriman barang lebih ralistis.
• Meningkatkan efisiensi: peningkatan efisiensi karena
jumlah persediaan, waktu produksi, dan waktu pengiriman
barang sesuai dengan Jadwal Induk Produksi (JIP).
Elemen-elemen MRP
1. Penjadwalan Induk: menentukan output fungsi
operasi.
2. Bahan: bahan dan jumlah kompisisi suatu produk.
3. Catatan Sediaan: catatan akumulasi transaksi
sediaan yang terjadi di perusahaan atau pabrik.
4. Perencanaan Kapasitas: cara membuat
perencanaan kapasitas.
5. Pembelian (Purchasing): tidak hanya sekedar
membeli, tetapi termasuk membangun kepercayaan
pemasok.
6. Pengendalian Pengelola Bengkel: mengendalikan
aliran bahan dengan memperhatikan lead timeyang
ada.
Kelebihan MRP
• Persediaan
• Produksi
• Penjualan
• Perencaan
• Pembeliaan
• Keuangan
• Memberi catatan kemajuan
sehingga manager dapat
merencanakan order
sebelum pesanan aktual
dirilis
– Memberitahu kapan
memperlambat akan sebaik
mempercepat
– Menunda atau membatalkan
pesanan
– Mengubah kuantitas pesanan
– Memajukan atau menunda
batas waktu pesanan
– Membantu perencanaan
kapasitas
Kelemahan MRP
• Struktur Produk: Semakin rumit struktur produk, akan
membuat perhitungan MRP semakin rumit pula.
• Ukuran Lot:
– pendekatan period
– level by level
• Tenggang Waktu: Perbedaan dalam tenggang waktu
akan menambah kerumitan dalam proses MRP.
• Perubahan Kebutuhan: MRP dirancang untuk menjadi
suatu system yang peka terhadap perubahan
permintaan maupun kapasitas.
• Komponen Yang Bersifat Umum (Communality):
Adanya komponen yang bersifat umum akan
menimbulkan kesulitan apabila komponen umum
tersebut berada pada level yang berbeda
Input MRP
1. Jadwal Induk Produksi (Master Production Schedule),
merupakan ringkasan skedul produksi produk jadi
untuk periode mendatang yang dirancang
berdasarkan pesanan pelanggan atau peramalan
permintaan.
2. Status Persediaan (Inventory Master File atau
Inventory Status Record), merupakan catatan keadaan
persediaan yang menggambarkan status semua item
yang ada dalam persediaan.
3. Struktur Produk (Bill Of Material), merupakan kaitan
antara produk dengan komponen penyusunnya yang
memberikan informasi mengenai daftar komponen,
campuran bahan dan bahan baku yang diperlukan
untuk membuat produk.
Proses MRP
1. Netting, yaitu proses perhitungan jumlah
kebutuhan
2. Lotting, yaitu penentuan besarnya ukuran
jumlah pesanan (lot size)
3. Offsetting, yaitu proses menentukan
pelaksanaan rencana pemesanan dalam
pemenuhan kebutuhan
4. Exploding, merupakan proses perhitungan
dari ketiga langkah sebelumnya
Output MRP
1. Planned Order Schedule, jumlah kebutuhan
material serta waktu pemesanannya untuk masa
yang akan datang.
2. Order Release Report, negoisasi dengan
pemasok dan mengontrol proses produksi.
3. Changes to Planning Orders,merefleksikan
pembatalan pesanan, pengurangan pesanan dan
pengubahan jumlah pesanan.
4. Performance Report,menunjukkan sejauh mana
sistem bekerja, kaitannya dengan kekosongan
stok dan ukuran yang lain.
SISTEM MRP
• Tipe I: Sistem Pengendalian Inventori:
merupakan sistem pengendalian inventori
yang mengeluarkan pesanan manufaktur dan pe
mbelian dalam kuantitas yang tepat.
• Tipe II : Sistem Pengendalian Inventori dan
Produksi Sistem: merencanakan dan
mengendalikan kapasitasinventori dalam
perusahaan manufaktur.
• Tipe III : Sistem Perencanaan: merencanakan dan
mengendalikan semua sumber daya
manufaktur;inventori, kapasitas, kas, personel,
fasilitas, dan peralatan modal.
Struktur Sistem (MRP)
Closed Loop dari Sistem MRP
Lot Sizing dalam Sistem MRP

Material requirement planning

  • 1.
    Material Requirement Planning (MRP) ManajemenOperasional II Rika Permata Sari (C1B015094) Brigita Haryani (C1B015100) Sharon Dialusi GS (C1B015101)
  • 2.
    Pengertian MRP • Perencanaankebutuhan material (MRP) adalah suatu teknik yang sistematis untuk penentuan kuantitas serta waktu dalam proses perencanaan dan pengendalian item barang (komponen) yang tergantung pada item–item tingkat (level) yang lebih tinggi (dependent demand). 4 kemampuan MRP • Mampu menentukan kebutuhan pada saat yang tepat. • Membentuk kebutuhan minimal untuk setiap item. • Menentukan pelaksanaan rencana pemesanan. • Menentukan penjadwalan ulang atau pembatalan atas suatu jadwal yang sudah direncanakan
  • 3.
    Tujuan MRP • MeminimalkanPersediaan:menentukan berapa banyak dan kapan suatu komponen diperlukan disesuaikan dengan Jadwal Induk Produksi (JIP). • Mengurangi resiko karena keterlambatan produksi atau pengriman:mengidentifikasikan banyaknya bahan, jumlah dan waktu dalam pengadaan atau pembelian komponen. • Komitmen yang realistis: jadwal produksi dapat dipenuhi sesuai rencana, sehingga pengiriman barang lebih ralistis. • Meningkatkan efisiensi: peningkatan efisiensi karena jumlah persediaan, waktu produksi, dan waktu pengiriman barang sesuai dengan Jadwal Induk Produksi (JIP).
  • 4.
    Elemen-elemen MRP 1. PenjadwalanInduk: menentukan output fungsi operasi. 2. Bahan: bahan dan jumlah kompisisi suatu produk. 3. Catatan Sediaan: catatan akumulasi transaksi sediaan yang terjadi di perusahaan atau pabrik. 4. Perencanaan Kapasitas: cara membuat perencanaan kapasitas. 5. Pembelian (Purchasing): tidak hanya sekedar membeli, tetapi termasuk membangun kepercayaan pemasok. 6. Pengendalian Pengelola Bengkel: mengendalikan aliran bahan dengan memperhatikan lead timeyang ada.
  • 5.
    Kelebihan MRP • Persediaan •Produksi • Penjualan • Perencaan • Pembeliaan • Keuangan • Memberi catatan kemajuan sehingga manager dapat merencanakan order sebelum pesanan aktual dirilis – Memberitahu kapan memperlambat akan sebaik mempercepat – Menunda atau membatalkan pesanan – Mengubah kuantitas pesanan – Memajukan atau menunda batas waktu pesanan – Membantu perencanaan kapasitas
  • 6.
    Kelemahan MRP • StrukturProduk: Semakin rumit struktur produk, akan membuat perhitungan MRP semakin rumit pula. • Ukuran Lot: – pendekatan period – level by level • Tenggang Waktu: Perbedaan dalam tenggang waktu akan menambah kerumitan dalam proses MRP. • Perubahan Kebutuhan: MRP dirancang untuk menjadi suatu system yang peka terhadap perubahan permintaan maupun kapasitas. • Komponen Yang Bersifat Umum (Communality): Adanya komponen yang bersifat umum akan menimbulkan kesulitan apabila komponen umum tersebut berada pada level yang berbeda
  • 7.
    Input MRP 1. JadwalInduk Produksi (Master Production Schedule), merupakan ringkasan skedul produksi produk jadi untuk periode mendatang yang dirancang berdasarkan pesanan pelanggan atau peramalan permintaan. 2. Status Persediaan (Inventory Master File atau Inventory Status Record), merupakan catatan keadaan persediaan yang menggambarkan status semua item yang ada dalam persediaan. 3. Struktur Produk (Bill Of Material), merupakan kaitan antara produk dengan komponen penyusunnya yang memberikan informasi mengenai daftar komponen, campuran bahan dan bahan baku yang diperlukan untuk membuat produk.
  • 8.
    Proses MRP 1. Netting,yaitu proses perhitungan jumlah kebutuhan 2. Lotting, yaitu penentuan besarnya ukuran jumlah pesanan (lot size) 3. Offsetting, yaitu proses menentukan pelaksanaan rencana pemesanan dalam pemenuhan kebutuhan 4. Exploding, merupakan proses perhitungan dari ketiga langkah sebelumnya
  • 9.
    Output MRP 1. PlannedOrder Schedule, jumlah kebutuhan material serta waktu pemesanannya untuk masa yang akan datang. 2. Order Release Report, negoisasi dengan pemasok dan mengontrol proses produksi. 3. Changes to Planning Orders,merefleksikan pembatalan pesanan, pengurangan pesanan dan pengubahan jumlah pesanan. 4. Performance Report,menunjukkan sejauh mana sistem bekerja, kaitannya dengan kekosongan stok dan ukuran yang lain.
  • 11.
    SISTEM MRP • TipeI: Sistem Pengendalian Inventori: merupakan sistem pengendalian inventori yang mengeluarkan pesanan manufaktur dan pe mbelian dalam kuantitas yang tepat. • Tipe II : Sistem Pengendalian Inventori dan Produksi Sistem: merencanakan dan mengendalikan kapasitasinventori dalam perusahaan manufaktur. • Tipe III : Sistem Perencanaan: merencanakan dan mengendalikan semua sumber daya manufaktur;inventori, kapasitas, kas, personel, fasilitas, dan peralatan modal.
  • 12.
  • 13.
    Closed Loop dariSistem MRP
  • 14.
    Lot Sizing dalamSistem MRP