STRATEGI TATA LETAK
(LAYOUT)
Kelompok 5
Siti Karomah (16.05.51.0160)
Paquita (16.05.51.0161)
Muhammad Khiyarunnas (16.05.51.0205)
Muhammad N. Azizi (16.05.51.0216)
Agustinus Nugroho (16.05.51.0260)
Definisi Tata Letak (Layout)
Tata letak (layout) adalah susunan letak fasilitas
operasional perusahaan, baik yang ada didalam bangunan
maupun yang ada diluar.
Layout yang tepat menunjukkan ciri ciri adanya
penyesuaian tata letak fasilitas operasional terhadap jenis
produk dan proses konversi.
Lanjutan…
Pengaruh layout yang tepat bagi perusahaan adalah peningkatan
produktifitas perusahaan. Perihal tersebut disebabkan arus barang
yang akan diproses, dan selanjutnya masuk kedalam pemrosesan
sampai menjadi produk akhir dapat berjalan dengan lancar.
Aspek lain, karyawan yang langsung terlibat didalam pemrosesan
dapat bergerak leluasa tanpa takut akan kemungkinan akan terjadi
kecelakaan, sehingga mereka bekerja dengan tenang dan aman.
Tujuan Perencanaan Tata Letak
Tujuan perencanaan layout/tata letak yang baik yaitu :
1. Memaksimumkan pemanfaatan peralatan pabrik
2. Meminimumkan kebutuhan tenaga kerja
3. Mengusahakan agar aliran bahan dan produk lancar
4. Meminimumkan hambatan pada kesehatan
5. Meminimumkan usaha membawa bahan
Keputusan Strategi Layout
Untuk memutuskan strategi layout perlu diperhatikan desain
layout, yang diikuti usaha:
1. Pemanfaatan secara maksimal ruangan atau tempat, mesin
mesin dan peralatan, serta pekerja.
2. Pengembangan arus informasi, bahan baku, dan sumber
tenaga kerja.
3. Menjaga perubahan moral pekerja, menjaga kondisi kerja
yang kondusif.
4. Mengantisipasi perubahan interaksi dari pelanggan.
5. Fleksibel (bagaimana layout yang ada sekarang harus siap
untuk berubah).
Konsep Dasar Tata Letak
Di dalam usaha untuk mengetahui sejauh mana
pengaruh perencanaan layout terhadap biaya
dan efektivitas operasional, kajian layout perlu
diadakan, dan secara khusus menyangkut kajian
rancangan layout untuk situasi yang berbeda
Tipe Layout
Tipe dasar layout adalah tempat atau bentuk dari mekanisme suatu
perusahaan; apakah bengkel, apakah pabrik, maupun usaha perbankan.
1. Layout yang berorientasi proses (Process Oriented Layout)
Dalam layout ini mesin-mesin dan peralatan-peralatan yang memiliki
kesamaan fungsi dikelompokkan dan ditempatkan dalam satu tempat atau
ruang tertentu. layout semacam ini biasanya dipergunakan untuk perusahaan-
perusahaan yang berproduksi dalam rangka memenuhi pesanan dimana
terdapat banyak pesanan yang berbeda baik dalam bentuk, kualitas, maupun
jumlahnya.
Lanjutan…
Kelebihan
1. Memungkinkan utilisasi mesin yang
tinggi.
2. Memungkinan penggunaan mesin-mesin
yang multi guna sehingga dapat dengan
cepat mengikuti perubahan jenis
produksi.
3. Memperkecil terhentinya produksi yang
diakibatkan oleh kerusakan mesin.
4. Sangat fleksibel dalam mengalokasikan
personil dan peralatan.
5. Investasi yang rendah karena dapat
mengurangi duplikasi Peralatan.
6. Memungkinkan spesialisasi supervisi
Kekurangan
1. Meningkatnya kebutuhan material
handling karena aliran proses yang beragam
serta tidak dapat digunakannya ban berjalan.
2. Pegawasan produksi yang lebih sulit.
3. Meningkatnya persediaan barang dalam
proses.
4. Total waktu produksi per unit yang lebih
lama.
5. Memerlukan skill yang lebih tinggi.
6. Pekerjaan routing, penjadwalan
dan acounting biaya yang lebih sulit, karena
setiap ada order baru harus dilakukan
perencanaan / perhitungan kembali.
Tipe Layout (2)
2. Layout berorientasi produk (product oriented layout)
Tata letak berdasarkan produk, sering dikenal dengan product
layout atau production line layout, adalah metode pengaturan dan
penempatan stasiun kerja berdasarkan urutan operasi dari sebuah
produk. Sistem ini dirancang untuk memproduksi produk-produk
dengan variasi yang rendah dan volume yang tinggi (mass
production). Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat
memberikan produktifitas tinggi dengan ongkos yang rendah.
Lanjutan…
Kelebihan
 Aliran pemindahan material
berlangsung lancar, sederhana, logis,
dan OMH-nya rendah.
 Work-in-process jarang terjadi karena
lintasan produksi sudah diseimbangkan.
 Total waktu yang digunakan untuk
produksi relatif singkat.
 Kemudahan dalam perencanaan dan
pengendalian proses produksi.
 Memudahkan pekerjaan, sehingga
memungkinkan operator yang belum
ahli untuk mempelajari dan memahami
pekerjaan dengan cepat.
Kekurangan
 Stasiun kerja yang paling lambat akan
menjadi hambatan (bottleneck) bagi aliran
produksi.
 Adanya investasi dalam jumlah besar untuk
pengadaan mesin, baik dari segi jumlah
maupun akibat spesialisasi fungsi yang harus
dimilikinya.
 Kelelahan operator: operator mudah menjadi
bosan disebabkan pengulangan tanpa henti
dari pekerjaan yang sama.
 Ketergantungan dari seluruh proses terhadap
setiap part: kerusakan pada suatu mesin atau
kekurangan operator untuk mengendalikan
stasiun kerja bias menghentikan keseluruhan
hasil produksi pada satu line produk.
Tipe Layout (3)
3. Layout Tetap (Fixed position layout)
Tata letak posisi tetap, sering dikenal dengan fixed material
location atau fixed position layout, adalah metode pengaturan
dan penempatan satsiun kerja dimana material atau komponen
utama akan tetap pada posisi/lokasinya, sedangkan fasilitas
produksi seperti tools, mesin, manusia, serta komponen lainnya
bergerak menuju lokasi komponen utama tersebut.
Lanjutan…
Kelebihan
1. Karena banyak bergerak adalah fasilitas
produksi maka perpindahan material bisa
dikurangi.
2. Bila pendekatan kelompok kerja digunakan
dalam kegiatan produksi, maka kontinyuitas
operasi dan tanggung jawab kerja bisa
tercapai dengan sebaik-baiknya.
3. Kesempatan untuk melakukan pengkayaan
kerja (job enrichment) dengan mudah bisa
diberikan, selain itu juga dapat
meningkatkan kebanggaan dan kualitas
kerja karena dimungkinkan untuk
menyelesaikan pekerjaan secara penuh (“do
the whole job”).
4. Fleksibilitas kerja tinggi.
Kekurangan
1. Besarnya frekuensi perpindahan
fasilitas produksi, operator, dan
komponen pendukung pada saat
operasi kerja berlangsung.
2. Memerlukan operator dengan skill
yang tinggi disamping aktivitas
supervisi yang lebih umum dan
intensif.
3. Adanya duplikasi peralatan kerja
yang menyebabkan dibutuhkannya
lokasi untuk work-in process.
4. Memerlukan pengawasan dan
koordinasi kerja yang ketat
khususnya dalam penjadwalan
produksi.
Tipe Layout (4)
4. Layout Ritel
Pengalokasian tata letak mengikuti selera pelanggan, atau diusahakan
agar dapat memberi kesegaran dan daya tarik bagi pelanggan. Dimana
setiap waktu (mingguan atau bulanan) dilakukan pergeseran tata letak,
dengan tujuan tempat semula suatu barang dipindahkan ketempat lain,
dengan tujuan mempengaruhi pandangan pelanggan sehingga dapat
menciptakan persepsi bagi pelanggan, minimal ada anggapan suatu
barang tertentu sudah habis terjual (hanya berpindah tempat saja).
Tipe Layout (5)
5. Layout Gudang (warehouse Layout)
Layout gudang sangat penting diperhatikan dengan tujuan untuk
penanganan dan pengendalian barang dapat dilakukan secara baik,
sehingga tidak ada barang yang rusak atau tertunda pengeluarannya.
Layout gudang disesuaikan dengan system persediaan yang
dipergunakan, seperti system persediaan barang dengan FIFO (first in
first out), artinya barang yang pertama diterima harus siap untuk
dikeluarkan pertama sekali, sehingga layout harus diatur sedemikian
rupa, agar barang mudah untuk dimasukkan dan dikeluarkan.
Tipe Layout (6)
6. Layout Kantor (office Layout)
Layout kantor bertujuan untuk menentukan posisi
karyawan dan peralatan agar selalu fleksibel. Ruangan
kantor setiap karyawan diatur luasnya secara efisien untuk
dapat bekerja secara produktif atau efektif, baik dalam
melakukan tugas maupun didalam pengelolaan informasi
dan perubahan yang berhubungan dengan penyelesaian
tuasnya.
Prinsip Dasar Tata Letak atau Layout
Prinsip dasar yang digunakan dalam penyusunan layout adalah:
1. Integrasi secara total terhadap faktor-faktor produksi. Sehingga
dalam tata letak fasilitas pabrik diperlukan secara terintegrasi dari
semua faktor yang mempengaruhi proses produksi rnenjadi satu
organisasi yang besar.
2. Jarak pemindahan bahan paling minimum. Waktu pemindahan
bahan dari satu proses ke proses yang lain dalam industri dapat
dihemat dengan cara mengurangi jarak perpindahan.
Lanjutan…
3. Memperlancar aliran kerja, diupayakan untuk menghindari gerakan
balik (back tracking),gerakan memotong (cross movement), dan gerak
macet (congestion), dengan kata lain material diusahakan bergerak
terus tanpa adanya interupsi oleh gangguan jadwal kerja.
4. Kepuasan dan keselamatan kerja, sehingga memberikan
suasana kerja yang menyenangkan.
5. Fleksibilitas, yaitu dapat mengantisipasi perubahan teknologi,
komunikasi, dan kebutuhan konsumen.
Manfaat Layout Pabrik
Manfaat layout pabrik diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan jumlah produksi, sehingga proses produksi berjalan lancar, yang berimpas
pada output yang besar, biaya dan jam tenaga kerja serta mesin minimum.
2. Mengurangi waktu tunggu, artinya terjadi keseimbangan beban dan waktu antara mesin
yang satu dengan mesin lainnya, selain itu juga dapat mengurangi penumpukan bahan
dalam proses, dan waktu tunggu.
3. Mengurangi proses pemindahan bahan dan meminimalkan jarak antara proses yang satu
dengan yang berikutnya.
4. Hemat ruang, karena tidak terjadi penumpukan material dalam proses, dan jarak antara
masing-masing mesin berlebihan sehingga akan menambah luas bangunan yang tidak
dibutuhkan.
Lanjutan…
5. Mempersingkat waktu proses, jarak antar mesin pendek atau antara operasi yang satu
dengan yang lain.
6. Efisiensi penggunaan fasilitas, pendayagunaan elemen produksi, yaitu tenaga kerja,
mesin, dan peralatan.
7. Meningkatkan kepuasan dan keselamatan kerja, sehingga menciptakan suasana
lingkungan kerja yang aman, nyaman, tertib, dan rapi, sehingga dapat mempermudah
supervisi, mempermudah perbaikan dan penggantian fasilitas produksi, meningkatkan
kinerja menjadi lebih baik, dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas.
8. Mengurangi kesimpangsiuran yang disebabkan oleh material menunggu, adanya gerak
yang tidak perlu, dan banyaknya perpotongan aliran dalam proses produksi
(intersection).
Kesimpulan
Tata letak (layout) adalah susunan letak fasilitas
operasional perusahaan, baik yang ada didalam bangunan
maupun yang ada diluar. Tata letak mencakup desain dari
bagian-bagian, pusat kerja dan peralatan yang membentuk
proses perubahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi.
Perencanaan tata letak merupakan satu tahap dalam
perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan
suatu sistem produksi yang efisiesn dan efektif sehingga
dapat tercapainya suatu proses produksi dengan biaya yang
paling ekonomis.
TERIMAKASIH

Strategi tata letak (layout)

  • 1.
    STRATEGI TATA LETAK (LAYOUT) Kelompok5 Siti Karomah (16.05.51.0160) Paquita (16.05.51.0161) Muhammad Khiyarunnas (16.05.51.0205) Muhammad N. Azizi (16.05.51.0216) Agustinus Nugroho (16.05.51.0260)
  • 2.
    Definisi Tata Letak(Layout) Tata letak (layout) adalah susunan letak fasilitas operasional perusahaan, baik yang ada didalam bangunan maupun yang ada diluar. Layout yang tepat menunjukkan ciri ciri adanya penyesuaian tata letak fasilitas operasional terhadap jenis produk dan proses konversi.
  • 3.
    Lanjutan… Pengaruh layout yangtepat bagi perusahaan adalah peningkatan produktifitas perusahaan. Perihal tersebut disebabkan arus barang yang akan diproses, dan selanjutnya masuk kedalam pemrosesan sampai menjadi produk akhir dapat berjalan dengan lancar. Aspek lain, karyawan yang langsung terlibat didalam pemrosesan dapat bergerak leluasa tanpa takut akan kemungkinan akan terjadi kecelakaan, sehingga mereka bekerja dengan tenang dan aman.
  • 4.
    Tujuan Perencanaan TataLetak Tujuan perencanaan layout/tata letak yang baik yaitu : 1. Memaksimumkan pemanfaatan peralatan pabrik 2. Meminimumkan kebutuhan tenaga kerja 3. Mengusahakan agar aliran bahan dan produk lancar 4. Meminimumkan hambatan pada kesehatan 5. Meminimumkan usaha membawa bahan
  • 5.
    Keputusan Strategi Layout Untukmemutuskan strategi layout perlu diperhatikan desain layout, yang diikuti usaha: 1. Pemanfaatan secara maksimal ruangan atau tempat, mesin mesin dan peralatan, serta pekerja. 2. Pengembangan arus informasi, bahan baku, dan sumber tenaga kerja. 3. Menjaga perubahan moral pekerja, menjaga kondisi kerja yang kondusif. 4. Mengantisipasi perubahan interaksi dari pelanggan. 5. Fleksibel (bagaimana layout yang ada sekarang harus siap untuk berubah).
  • 6.
    Konsep Dasar TataLetak Di dalam usaha untuk mengetahui sejauh mana pengaruh perencanaan layout terhadap biaya dan efektivitas operasional, kajian layout perlu diadakan, dan secara khusus menyangkut kajian rancangan layout untuk situasi yang berbeda
  • 7.
    Tipe Layout Tipe dasarlayout adalah tempat atau bentuk dari mekanisme suatu perusahaan; apakah bengkel, apakah pabrik, maupun usaha perbankan. 1. Layout yang berorientasi proses (Process Oriented Layout) Dalam layout ini mesin-mesin dan peralatan-peralatan yang memiliki kesamaan fungsi dikelompokkan dan ditempatkan dalam satu tempat atau ruang tertentu. layout semacam ini biasanya dipergunakan untuk perusahaan- perusahaan yang berproduksi dalam rangka memenuhi pesanan dimana terdapat banyak pesanan yang berbeda baik dalam bentuk, kualitas, maupun jumlahnya.
  • 8.
    Lanjutan… Kelebihan 1. Memungkinkan utilisasimesin yang tinggi. 2. Memungkinan penggunaan mesin-mesin yang multi guna sehingga dapat dengan cepat mengikuti perubahan jenis produksi. 3. Memperkecil terhentinya produksi yang diakibatkan oleh kerusakan mesin. 4. Sangat fleksibel dalam mengalokasikan personil dan peralatan. 5. Investasi yang rendah karena dapat mengurangi duplikasi Peralatan. 6. Memungkinkan spesialisasi supervisi Kekurangan 1. Meningkatnya kebutuhan material handling karena aliran proses yang beragam serta tidak dapat digunakannya ban berjalan. 2. Pegawasan produksi yang lebih sulit. 3. Meningkatnya persediaan barang dalam proses. 4. Total waktu produksi per unit yang lebih lama. 5. Memerlukan skill yang lebih tinggi. 6. Pekerjaan routing, penjadwalan dan acounting biaya yang lebih sulit, karena setiap ada order baru harus dilakukan perencanaan / perhitungan kembali.
  • 9.
    Tipe Layout (2) 2.Layout berorientasi produk (product oriented layout) Tata letak berdasarkan produk, sering dikenal dengan product layout atau production line layout, adalah metode pengaturan dan penempatan stasiun kerja berdasarkan urutan operasi dari sebuah produk. Sistem ini dirancang untuk memproduksi produk-produk dengan variasi yang rendah dan volume yang tinggi (mass production). Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat memberikan produktifitas tinggi dengan ongkos yang rendah.
  • 10.
    Lanjutan… Kelebihan  Aliran pemindahanmaterial berlangsung lancar, sederhana, logis, dan OMH-nya rendah.  Work-in-process jarang terjadi karena lintasan produksi sudah diseimbangkan.  Total waktu yang digunakan untuk produksi relatif singkat.  Kemudahan dalam perencanaan dan pengendalian proses produksi.  Memudahkan pekerjaan, sehingga memungkinkan operator yang belum ahli untuk mempelajari dan memahami pekerjaan dengan cepat. Kekurangan  Stasiun kerja yang paling lambat akan menjadi hambatan (bottleneck) bagi aliran produksi.  Adanya investasi dalam jumlah besar untuk pengadaan mesin, baik dari segi jumlah maupun akibat spesialisasi fungsi yang harus dimilikinya.  Kelelahan operator: operator mudah menjadi bosan disebabkan pengulangan tanpa henti dari pekerjaan yang sama.  Ketergantungan dari seluruh proses terhadap setiap part: kerusakan pada suatu mesin atau kekurangan operator untuk mengendalikan stasiun kerja bias menghentikan keseluruhan hasil produksi pada satu line produk.
  • 11.
    Tipe Layout (3) 3.Layout Tetap (Fixed position layout) Tata letak posisi tetap, sering dikenal dengan fixed material location atau fixed position layout, adalah metode pengaturan dan penempatan satsiun kerja dimana material atau komponen utama akan tetap pada posisi/lokasinya, sedangkan fasilitas produksi seperti tools, mesin, manusia, serta komponen lainnya bergerak menuju lokasi komponen utama tersebut.
  • 12.
    Lanjutan… Kelebihan 1. Karena banyakbergerak adalah fasilitas produksi maka perpindahan material bisa dikurangi. 2. Bila pendekatan kelompok kerja digunakan dalam kegiatan produksi, maka kontinyuitas operasi dan tanggung jawab kerja bisa tercapai dengan sebaik-baiknya. 3. Kesempatan untuk melakukan pengkayaan kerja (job enrichment) dengan mudah bisa diberikan, selain itu juga dapat meningkatkan kebanggaan dan kualitas kerja karena dimungkinkan untuk menyelesaikan pekerjaan secara penuh (“do the whole job”). 4. Fleksibilitas kerja tinggi. Kekurangan 1. Besarnya frekuensi perpindahan fasilitas produksi, operator, dan komponen pendukung pada saat operasi kerja berlangsung. 2. Memerlukan operator dengan skill yang tinggi disamping aktivitas supervisi yang lebih umum dan intensif. 3. Adanya duplikasi peralatan kerja yang menyebabkan dibutuhkannya lokasi untuk work-in process. 4. Memerlukan pengawasan dan koordinasi kerja yang ketat khususnya dalam penjadwalan produksi.
  • 13.
    Tipe Layout (4) 4.Layout Ritel Pengalokasian tata letak mengikuti selera pelanggan, atau diusahakan agar dapat memberi kesegaran dan daya tarik bagi pelanggan. Dimana setiap waktu (mingguan atau bulanan) dilakukan pergeseran tata letak, dengan tujuan tempat semula suatu barang dipindahkan ketempat lain, dengan tujuan mempengaruhi pandangan pelanggan sehingga dapat menciptakan persepsi bagi pelanggan, minimal ada anggapan suatu barang tertentu sudah habis terjual (hanya berpindah tempat saja).
  • 14.
    Tipe Layout (5) 5.Layout Gudang (warehouse Layout) Layout gudang sangat penting diperhatikan dengan tujuan untuk penanganan dan pengendalian barang dapat dilakukan secara baik, sehingga tidak ada barang yang rusak atau tertunda pengeluarannya. Layout gudang disesuaikan dengan system persediaan yang dipergunakan, seperti system persediaan barang dengan FIFO (first in first out), artinya barang yang pertama diterima harus siap untuk dikeluarkan pertama sekali, sehingga layout harus diatur sedemikian rupa, agar barang mudah untuk dimasukkan dan dikeluarkan.
  • 15.
    Tipe Layout (6) 6.Layout Kantor (office Layout) Layout kantor bertujuan untuk menentukan posisi karyawan dan peralatan agar selalu fleksibel. Ruangan kantor setiap karyawan diatur luasnya secara efisien untuk dapat bekerja secara produktif atau efektif, baik dalam melakukan tugas maupun didalam pengelolaan informasi dan perubahan yang berhubungan dengan penyelesaian tuasnya.
  • 16.
    Prinsip Dasar TataLetak atau Layout Prinsip dasar yang digunakan dalam penyusunan layout adalah: 1. Integrasi secara total terhadap faktor-faktor produksi. Sehingga dalam tata letak fasilitas pabrik diperlukan secara terintegrasi dari semua faktor yang mempengaruhi proses produksi rnenjadi satu organisasi yang besar. 2. Jarak pemindahan bahan paling minimum. Waktu pemindahan bahan dari satu proses ke proses yang lain dalam industri dapat dihemat dengan cara mengurangi jarak perpindahan.
  • 17.
    Lanjutan… 3. Memperlancar alirankerja, diupayakan untuk menghindari gerakan balik (back tracking),gerakan memotong (cross movement), dan gerak macet (congestion), dengan kata lain material diusahakan bergerak terus tanpa adanya interupsi oleh gangguan jadwal kerja. 4. Kepuasan dan keselamatan kerja, sehingga memberikan suasana kerja yang menyenangkan. 5. Fleksibilitas, yaitu dapat mengantisipasi perubahan teknologi, komunikasi, dan kebutuhan konsumen.
  • 18.
    Manfaat Layout Pabrik Manfaatlayout pabrik diantaranya adalah sebagai berikut: 1. Meningkatkan jumlah produksi, sehingga proses produksi berjalan lancar, yang berimpas pada output yang besar, biaya dan jam tenaga kerja serta mesin minimum. 2. Mengurangi waktu tunggu, artinya terjadi keseimbangan beban dan waktu antara mesin yang satu dengan mesin lainnya, selain itu juga dapat mengurangi penumpukan bahan dalam proses, dan waktu tunggu. 3. Mengurangi proses pemindahan bahan dan meminimalkan jarak antara proses yang satu dengan yang berikutnya. 4. Hemat ruang, karena tidak terjadi penumpukan material dalam proses, dan jarak antara masing-masing mesin berlebihan sehingga akan menambah luas bangunan yang tidak dibutuhkan.
  • 19.
    Lanjutan… 5. Mempersingkat waktuproses, jarak antar mesin pendek atau antara operasi yang satu dengan yang lain. 6. Efisiensi penggunaan fasilitas, pendayagunaan elemen produksi, yaitu tenaga kerja, mesin, dan peralatan. 7. Meningkatkan kepuasan dan keselamatan kerja, sehingga menciptakan suasana lingkungan kerja yang aman, nyaman, tertib, dan rapi, sehingga dapat mempermudah supervisi, mempermudah perbaikan dan penggantian fasilitas produksi, meningkatkan kinerja menjadi lebih baik, dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas. 8. Mengurangi kesimpangsiuran yang disebabkan oleh material menunggu, adanya gerak yang tidak perlu, dan banyaknya perpotongan aliran dalam proses produksi (intersection).
  • 20.
    Kesimpulan Tata letak (layout)adalah susunan letak fasilitas operasional perusahaan, baik yang ada didalam bangunan maupun yang ada diluar. Tata letak mencakup desain dari bagian-bagian, pusat kerja dan peralatan yang membentuk proses perubahan dari bahan mentah menjadi bahan jadi. Perencanaan tata letak merupakan satu tahap dalam perencanaan fasilitas yang bertujuan untuk mengembangkan suatu sistem produksi yang efisiesn dan efektif sehingga dapat tercapainya suatu proses produksi dengan biaya yang paling ekonomis.
  • 21.