SlideShare a Scribd company logo
TUGAS ILMU PENDIDIKAN 
MENJADI SOSOK GURU YANG IDEAL DAN INOVATIF 
MAKALAH 
OLEH: 
M. HARIS WIJAYA 
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MEKATRONIKA 
FAKULTAS TEKNIK 
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 
2014 
1
BAB I 
PENDAHULUAN 
2 
A. LATAR BELAKANG 
Pendidikan pada hakikatnya merupakan hal yang sangat penting untuk 
menjamin perkembangan kelangsungan kehidupan bangsa. Tanpa pendidikan 
yang memadai suatu bangsa akan mengalami ketertinggalan dari bangsa lain di 
segala bidang. Oleh karena itu tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan 
kehidupan dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia 
yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, 
memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, 
berkepribadian mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan 
kebangsaan. Keberhasilan proses pendidikan dalam rangka menghasilkan sumber 
daya manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional 
ditentukan oleh komponen-komponen pendidikan, yaitu tujuan pendidikan, 
pendidik, peserta didik, isi/ materi pendidikan, alat pendidikan dan lingkungan 
pendidikan. Komponen-komponen tersebut salig berkaitan dan saling menunjang 
satu sama lainnya. Salah satu komponen penting adalah guru atau pendidik. 
Peran guru sangat vital bagi pembentukan kepribadian, cita-cita, dan visi 
misi yang menjadi impian hidup anak didiknya di masa depan. Di balik 
kesuksesan murid, selalu ada guru yang memberikan inspirasi dan motivasi besar 
pada dirinya sebagai sumber stamina dan energi untuk selalu belajar dan bergerak 
mengejar ketertinggalan, menggapai kemajuan, menorehkan prestasi spektakuler 
dan prestisius dalam panggung sejarah kehidupan manusia. 
Di sinilah urgensi melahirkan guru-guru berkualitas, guru-guru yang ideal 
dan inovatif yang mampu membangkitkan semangat besar dalam diri anak didik 
untuk menjadi aktor perubahan peradaban dunia di era global ini.
Kalau guru-guru yang berinteraksi langsung dengan murid kurang 
profesional, kreatif, dan produktif, maka anak didik akan lahir sebagai kader 
penerus bangsa yang malas, suka mengeluh, dan pesimis dalam menghadapi masa 
depan. Tidak ada etos dan spirit perjuangan yang membara dalam dadanya. Ia 
lebih suka menikmati hidup yang hedonis dan konsumtif dari pada capek-capek 
belajar dan mengejar cita-cita mulia yang melelahkan dan membutuhkan 
perjalanan panjang yang berliku. 
Karena kita menyadari bahwa guru yang profesional dapat melahirkan 
generasi-generasi yang berkualitas sebagaimana yang menjadi tujuan pendidikan 
nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945. 
Untuk itu sikap profesional sangat dibutuhkan bila ingin membangun sikap 
mental diri dan bangsa ini menjadi lebih maju dan lebih berkualitas terhadap 
pekerjaan yang dilakukan. 
3 
B. RUMUSAN MASALAH 
1. Apa saja kompetensi menjadi guru yang ideal dan inovatif? 
2. Apa saja peranan sebagai seorang guru? 
C. TUJUAN 
1. Untuk mengetahui apa saja yang harus dimiliki untuk menjadi 
seorang guru yang ideal dan inovatif. 
2. Untuk mengetahui peranan-peranan menjadi seorang guru yang 
ideal dan inovatif.
BAB II 
PEMBAHASAN 
A. Kompetensi Guru yang Ideal dan Inovatif 
Profesi menuarut Orstein dan Levine (1985) adalah jabatan yang melayani 
masyarakat, merupakan karir yang akan dilakukan sepanjang hayat (tidak 
berganti-ganti pekerjaan) memerlukan bidang ikmu dan keterampilan diluar 
jangkauan khalayak ramai (tidak setiap orang dapat melakukannya). Jadi, profesi 
menunjuk pada satu pekerjaan/jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab 
dan kesetiaan pekerjaan tersebut. Professional menunjuk pada dua hal yaitu orang 
dan kinerja (unjuk kerja) dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. 
Professional menunjuk pada profesi dan professional yaitu tingkat kinerja dan 
bangga terhadap pekejaannya itu. Sedangkan professional yaituusaha untuk 
pemenuhan menjadi professional. Dibidang pendidikan telah dijelaskan dalam PP 
No. 39 Tahun 1992, tentang tenaga kependidikan yang dibentuk melalui 
pendidikan. Proses pertumbuhan proses di mulai sejak guru mulai mengajar dan 
berlanngsung seumur hidup dan sepangjang kinerja hidup. Proses pertumbuhan, 
perawatan dan pemeliharaan untuk mencapai tingkat profesi yang optimal ini 
yang disebut profesionalisasi jabatan guru. 
Proses ini melalui proses dari guru itu sendiri atau doronngan untuk 
memperbaiki diri (self improvement) dan dari pihak luar misalnya atasan 
langsung. 
Usaha untuk dapat mewujudkan dan mengembangkan sikap 
profesionalisme seorang guru adalah dengan mengetahui kompetensi yang ideal 
bagi seorang guru yang terdiri atas: 
4 
a. Pengetahuan 
Seorang guru harus memiliki pengetahuan yang banyak dan mendalam 
terhadap pekerjaan serta bidanng pengetahuan yang diajarkannya. Untuk
menghindarinya dalam kekeliruan dalam mentransfer informasi pengetahuan 
kepada peserta didik. Dalam rangka untuk memperoleh pengetahuan yang banyak, 
seorang guru dapat berusaha belajar sendiri dalam bertumbuh dalam jabatan. 
Profesionalisme itu melalui belajar terus menerus amat penting untuk mengasah 
diri dan meningkatkan pengetahuan yang dimilikinya. 
5 
b. Etika dan sikap guru 
Etika berasal dari bahasa yunani yaitu kata “ethos” yang berarti suatu 
kehendak atau kebiasaan baik yang tetap. Yang pertama kali menggunakan kata-kata 
itu adalah seorang filosof Yunani yang bernama Aris Toteles ( 384 - 322 SM 
). 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Etika / moral adalah ajaran tentang 
baik dan buruk mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan sebagainya. 
Menurut K. Bertenes, Etika adalah nilai-nilai atau norma-norma yang 
menjadi pegangan bagi seseorang dalam mengatur tingkah lakunya. 
Dari pengertian di atas, disimpulkan bahwa Etika merupakan ajaran baik 
dan buruk tentang perbuatan dan tingkah laku ( akhlak ). Jadi, Etika 
membicarakan tingkah laku manusia yang dilakukan dengan sadar di pandang dari 
sudut baik dan buruk sebagai suatu hasil penilaian. 
Adapun yang dibicarakan dalam makalah ini, yaitu etika profesi, yang 
menyangkut hubungan manusia dengan sesamanya dalam satu lingkup profesi 
serta bagaimana mereka harus menjalankannya profesinya secara profesional agar 
diterima oleh masyarakat yang menggunakan jasa profesi tersebut. Dengan etika 
profesi diharapkan kaum profesional dapat bekerja sebaik mungkin, serta dapat 
mempertanggung jawabkan tugas yang dilakukannya dari segi tuntutan 
pekerjaannya. 
Kode etik guru Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai 
dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik, sistematik 
dalam suatu system yang utuh dan bulat. 
Kita menyadari bahwa setiap profesi, harus mempunyai kode etik profesi, 
termasuk diantaranya adalah pada profesi guru. Guru merupakan bidang pekerjaan
profesi yang juga mempunyai kode etik. Dalam pidato pembukaan kongres PGRI 
ke XIII, Basuni sebagai Ketua Umum menyatakan bahwa kode etik guru 
Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI 
dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru. 
Adapun teks kode etik guru Indonesia yang telah disempurnakan tersebut 
6 
terdiri atas: 
a) Guru berbakti membimbing peserta didik, untuk membentuk manusia 
Indonesia yang seutuhnya yang berjiwa pancasila. 
b) Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional. 
c) Guru memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan 
melakukan bimbingan dan pembinaan. 
d) Guru menciptakan suasana sekolah yang sebaik-baiknya yang menunjang 
berhasilnya prosesbelajar mengajar. 
e) Guru memelihara hubunngan baik dengan orang tua murid dan 
masyarakat sekitarnya untuk membina pesan serta rasa tanggung jawab 
bersama terhadap pendidikan. 
f) Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan 
meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Guru memelihara hubungan 
se-profesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan social. 
g) Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu 
organi8sasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. 
h) Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang 
pendidikan. 
Pengertian sikap adalah perbuatan guru itu sehari-hari dalam 
melaksanakan tugasnya baik disekolah maupun diluar sekolah yang merupakan 
penilaian masyarakat. 
Sikap guru yang dimaksud adalah perilaku guru yang berhubungan dengan 
profesinya. Bagaimana pola tingkah laku dalam memahami, menghayati serta 
mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya.
Beberapa pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu sesuai 
dengan sasarannya, yakni sikap antara lain : 
a) Sikap terhadap peraturan perundang-undangan 
Setiap guru Indonesia wajib tunduk dan taat kepada pemerintah 
Indonesia, dalam menjalankan tugas pengabdiaannya, sehingga guru tidak 
mendapat pengaruh yang bersifat negative dari pihak luar, yang ingin 
memaksakan idenya melalui dunia pendidikan. 
b) Sikap terhadap organisasi profesi 
Usaha peningkatan mutu profesi dapat dilakukan secara 
perorangan oleh para anggotanya, ataupun juga dapat dilakukan secara 
bersama, atau berkelompok. 
c) Sikap terhadap pekerjaan 
Profesi guru berhubungan dengan anak didik, secara alami 
mempunyai persamaan dan perbedaan pada setiap anak didik baik jasmani 
lebih-lebih aspek rohani. Berbeda dalam keinginan, kemauan dan 
sebagainya. Tugas melayani orang beragam sangat memerlukan kesabaran 
dan ketelatenan yang tinggi, terutama bila berhubungan bila berhubungan 
dengan anak didik yang masih kecil. Barang kali tidak semua orang 
dikarunai sifat seperti itu, namun bila seorang telah memilih untuk 
memasuki profesi guru, ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu. 
d) Sikap terhadap anak didik 
Tujuan pendidikan nasainal dengan jelas dapat dibaca dalam UU 
No. 2 Tahun 1989 tentang system pendidikan nasional, yakni membentuk 
manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Prinsip yang lain 
adalah membimbing peserta didik, bukan hanya mengejar atau mendidik 
saja. Pengertian membimbing yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara 
dalam “system amongnya”. Tiga kalimat padat yang terkenal dari system 
itu adalah “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tutwuri 
handayani” . ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus 
dapat memberi contoh, harus dapat memberi pengaruh dan harus 
mengendalikan peserta didik. Dalam tutwuri terkandung maksud 
7
membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru 
memperhatikannya. Dalam handayani berarti guru mempunyai anak didik 
dalam arti membimbing atau mengajarnya. Dengan demikian 
membimbing mengandung arti bersikap mwnwntukan kearah 
pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila, dan 
bukanlah mendikte peserta didik. Motto “tutwuri handayani” sekarang 
telah menjadi mmotto dari departemen pendidikan nasional. 
Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peran sebagai sutradara 
sekaligus actor, artinya pada gurulah letak keberhasilan prosesw belajar mengajar. 
Untuk itu guru merupakan factor yang sangat dominant dalam menentukan 
keberhasilan proses belajar mengajar disamping factor-factor lainnya. 
Kemampuan pribadi guru dalam proses belajar mengajar secara rinci dapat 
8 
diuraikan sebagai berikut: 
a) Kemantapan dan integritas pribadi 
Seorang guru dituntut untuk dapat bekerja teratur dan konsisten, 
tetapi kreatif dalam menghadapi pekerjaannya. 
b) Peka terhadap perubahan dan pembaharuan 
Guru harus peka baik terhadap apa yang sedang berlangsung 
disekitarnya, ataupun sekolah. Agar apa yang terjadi disekolah tetap 
konsisten dengan kebutuhan dan tidak ketinggalan zaman. 
c) Berpikir alternative 
Guru harus mampu memberikan berbagai alternative jawaban dan 
memilih salah satu alternative untuk kelancaran proses belajar mengajar 
dan peningkatan mutu pendidikan, atau guru jarus memilih jalan tertentu 
untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya demi ketenanan dan 
aktivitas belajar-mengajar yang berkadar tinggi sehingga proses belajar-mengajar 
tersebut berhasil dengan baik.
9 
d) Adil, juju, dan objektif 
Adalah sifat yang harus dimiliki dalam memperlakukan dan juga 
menilai siswa dalam proses belajar-mengajar, sifat ini harus ditunjang 
dengan penghayatan dan pengalaman nilai-nilai dan moral, sosial budaya 
yang diperoleh dari kehidupan masyarakat dan bernegara serta 
pengalaman belajar yang diperolehnya. 
e) Berdisiplin dalam melaksanakan tugas 
Guru memerlukan pemahaman tentang landasan ilmu kependidikan 
dan keguruan, serta sopan santun dan emosi disiplin dalam melaksanakan 
proses pendidikan. 
f) Ulet dan tekun bekerja 
Guru harus ulet dan tekun dalam bekerja sehingga program 
pendidikan yang telah digariskan dalam kurikulum (silabus) dapat berjalan 
sebagaimana mestinya. 
g) Simpatik dan menarik, luwes, biijaksana dalam bertindak 
Sifat ini memerlukan kematangan pribadi, kedewasaan sosial dan 
emosional. Sifat demikian ini tumbuh dan merupakan pengalaman hidup 
bermasyarakat dan pengalaman belajar yang memadai. Dan harus 
simpatik, dengan sifat itu ia akan disenangi oleh para siswa. 
h) Berifat terbuka 
Kesiapan mendiskusikan apapun dengan lingkungan tempat ia 
bekerja, baik dengan siswa, orang tua, teman kerja ataupun dengan 
masyarakat sekitar sekolah, merupakan salah satu tuntunan terhadap guru. 
i) Kreatif 
Ketika terjadi ketidak harmonisan antara guru dan siswa, maka 
guru perlu kekreativitasan. Maka dari itu, guru harus mampu melihat 
berbagai kemungkinan yang menurut perkiraan dapat mengharmoniskan 
sesuai hubungan antara guru dan siswa. 
j) Berwibawa
Dengan kewibawaan proses belajar mengajar akan terlaksana 
10 
dengan baik, disiplin dan tertib. 
B. Peranan sebagai Seorang Guru 
Selain sebagai aktor utama kesuksesan pendidikan yang dicanangkan, ada 
beberapa fungsi atau peranan lain seorang guru, antara lain: 
a. Educator (pendidik) 
Tugas utama guru adalah mendidik murid-murid sesuai degan materi 
pelajaran yang diberikan kepadanya. Membaca, menulis, berdiskusi, mengikuti 
informasi, dan responsif terhadap masalah kekinian sangat menunjang 
peningkatan kualitas ilmu guru. 
b. Leader (pemimpin) 
Seorang guru harus bisa menguasai, mengendalikan, dan mengarahkan 
kelasnya menuju tercapainya tujuan pembelajaran yang berkualitas. Sebagai 
seorang pemimpin, guru harus terbuka, demokratis, egaliter, dan menghindari 
cara-cara kekerasan. 
c. Fasilitator 
Guru bertugas memfasilitasi murid untuk menemukan dan 
mengembangkan bakatnya secara pesat. 
Terdapat sembilan resep yang harus diperhatikan dan diamalkan seorang 
guru, agar pembelajaran berhasil membedakan kapasitas intelektual anak didik: 
a) Kurangi metode ceramah. 
b) Berikan tugas yang berbeda bagi setiap peserta didik. 
c) Kelompokkan peserta didik berdasarkan kemampuannya. 
d) Perkaya bahan dari berbagai sumber aktual dan menarik. 
e) Hubungi spesialis bila ada peserta didik yang mempunyai kelainan. 
f) Gunakan prosedur yang bervariasi dalam penilain. 
g) Pahami perkembangan peserta didik. 
h) Kembangkan situasi belajar yang memungkinkan setiap peserta didik 
bekerja dengan kemampuan masing-masing pada tiap pembelajaran. 
i) Libatkan peserta didik dalam berbagai kegiatan seoptimal mungkin.
11 
d. Motivator 
Seorang guru harus mampu membangkitkan semangat dan mengubur 
kelemahan anak didik bagaimanapun latar belakang hidup keluarganya, 
bagaimana kelam masa lalunya, dan bagaimanapun berat tantangannya. 
e. Administrator 
Sebagai seorang guru, tugas administrasi sudah melekat dalam dirinya. 
Urusan yang ada di lingkup pendidikan formal biasanya memakai prosedur 
administrasi yang rapi dan tertib. 
f. Evaluator 
Sebaik apapun kualitas pembelajaran, pasti ada kelemahan yang perlu 
dibenahi dan disempurnakan. Disinilah pentingnya evaluasi seorang guru. Guru 
bisa memakai banyaj cara, dengan merenungkan proses pembelajaran yang 
diterapkan, meneliti kelemahan dan kelebihan, atau dengan cara meminta 
pendapat orang lain. 
g. Tanggung Jawab Guru 
Dalam melakukan fungsi dan tugas mulianya yang diatas, seorang guru 
harus melandasinya dengan tanggung jawab yang besar dalam dirinya, tanggung 
jawab yang tidak didasari oleh kebutuhan finansial belaka, tapi tanggung jawab 
yang besar bagi kemajuan negeri tercinta, Indonesia.
BAB III 
PENUTUP 
12 
1. Kesimpulan 
Kemampuan pribadi guru dalam proses belajar mengajar secara rinci dapat 
diuraikan sebagai berikut: 
a) Kemantapan dan integritas pribadi 
Seorang guru dituntut untuk dapat bekerja teratur dan konsisten, 
tetapi kreatif dalam menghadapi pekerjaannya. 
b) Peka terhadap perubahan dan pembaharuan 
Guru harus peka baik terhadap apa yang sedang berlangsung 
disekitarnya, ataupun sekolah. Agar apa yang terjadi disekolah tetap 
konsisten dengan kebutuhan dan tidak ketinggalan zaman. 
c) Berpikir alternative 
Guru harus mampu memberikan berbagai alternative jawaban dan 
memilih salah satu alternative untuk kelancaran proses belajar mengajar 
dan peningkatan mutu pendidikan, atau guru jarus memilih jalan tertentu 
untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya demi ketenanan dan 
aktivitas belajar-mengajar yang berkadar tinggi sehingga proses belajar-mengajar 
tersebut berhasil dengan baik. 
d) Adil, juju, dan objektif 
Adalah sifat yang harus dimiliki dalam memperlakukan dan juga 
menilai siswa dalam proses belajar-mengajar, sifat ini harus ditunjang 
dengan penghayatan dan pengalaman nilai-nilai dan moral, sosial budaya 
yang diperoleh dari kehidupan masyarakat dan bernegara serta 
pengalaman belajar yang diperolehnya.
e) Berdisiplin dalam melaksanakan tugas 
Guru memerlukan pemahaman tentang landasan ilmu kependidikan 
dan keguruan, serta sopan santun dan emosi disiplin dalam melaksanakan 
proses pendidikan. 
f) Ulet dan tekun bekerja 
Guru harus ulet dan tekun dalam bekerja sehingga program 
pendidikan yang telah digariskan dalam kurikulum (silabus) dapat berjalan 
sebagaimana mestinya. 
g) Simpatik dan menarik, luwes, biijaksana dalam bertindak 
Sifat ini memerlukan kematangan pribadi, kedewasaan sosial dan 
emosional. Sifat demikian ini tumbuh dan merupakan pengalaman hidup 
bermasyarakat dan pengalaman belajar yang memadai. Dan harus 
simpatik, dengan sifat itu ia akan disenangi oleh para siswa. 
h) Berifat terbuka 
Kesiapan mendiskusikan apapun dengan lingkungan tempat ia 
bekerja, baik dengan siswa, orang tua, teman kerja ataupun dengan 
masyarakat sekitar sekolah, merupakan salah satu tuntunan terhadap guru. 
i) Kreatif 
Ketika terjadi ketidak harmonisan antara guru dan siswa, maka 
guru perlu kekreativitasan. Maka dari itu, guru harus mampu melihat 
berbagai kemungkinan yang menurut perkiraan dapat mengharmoniskan 
sesuai hubungan antara guru dan siswa. 
j) Berwibawa 
Dengan kewibawaan proses belajar mengajar akan terlaksana 
13 
dengan baik, disiplin dan tertib. 
2. Daftar Pustaka 
Asmani, Ma’mur, Jamal. (2011). Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, 
dan Inovatif. Jogjakarta: Diva Press. 
Mulyasa, E. (2010). Menjadi Guru Profesional (Menciptakan 
Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan). Bandung: PT Remaja 
Rosdakarya.
http://sugito78wordpress.com/2011/11/21/guru_ideal. 
http://blogtp.at.id/tag/kompetensi_guru_ideal_melatih_etika_dan_sikap. 
http://www.scribd.com/doc/44442568/hak_dan_kewajiban_guru_dalam_u 
14 
u-html

More Related Content

What's hot

9. lembar penilaian keterampilan
9. lembar penilaian keterampilan9. lembar penilaian keterampilan
9. lembar penilaian keterampilan
Jiehan Liya
 
Kata kerja operasional ranah kognitif
Kata kerja operasional ranah kognitifKata kerja operasional ranah kognitif
Kata kerja operasional ranah kognitif
Grosir Micho
 
Laporan observasi Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Negeri 04 Jaten kec.Jaten ...
Laporan observasi Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Negeri 04 Jaten kec.Jaten ...Laporan observasi Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Negeri 04 Jaten kec.Jaten ...
Laporan observasi Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Negeri 04 Jaten kec.Jaten ...
Arif Winahyu
 
Kegiatan Pendahuluan dan Penutup
Kegiatan Pendahuluan dan Penutup Kegiatan Pendahuluan dan Penutup
Kegiatan Pendahuluan dan Penutup
Agnas Setiawan
 
memahami Understanding by Design
memahami Understanding by Designmemahami Understanding by Design
memahami Understanding by DesignSMK Negeri 6 Malang
 
Ppt pengelolaan tenaga didik dan tenaga kependidikan
Ppt pengelolaan tenaga didik dan tenaga kependidikanPpt pengelolaan tenaga didik dan tenaga kependidikan
Ppt pengelolaan tenaga didik dan tenaga kependidikan
linda_rosalina
 
Ruang Kolaborasi & Demostrasi Kontekstual_PSE_Topik 2.pptx
Ruang Kolaborasi & Demostrasi Kontekstual_PSE_Topik 2.pptxRuang Kolaborasi & Demostrasi Kontekstual_PSE_Topik 2.pptx
Ruang Kolaborasi & Demostrasi Kontekstual_PSE_Topik 2.pptx
RestuPranantyo1
 
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES teknik dan Instrumen Penilaian NON TES
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES
Andina Aulia Rachma
 
Permasalahan pendidikan dan solusinya
Permasalahan pendidikan dan solusinyaPermasalahan pendidikan dan solusinya
Permasalahan pendidikan dan solusinya
Siti Sya'anah
 
Kurikulum Hilda Taba, Olivia Beauchamp dan Rogers, .pdf
Kurikulum Hilda Taba, Olivia Beauchamp dan Rogers, .pdfKurikulum Hilda Taba, Olivia Beauchamp dan Rogers, .pdf
Kurikulum Hilda Taba, Olivia Beauchamp dan Rogers, .pdf
APRILIANYUNTIARI
 
Koneksi Antar Materi-PB-T4.pdf
Koneksi Antar Materi-PB-T4.pdfKoneksi Antar Materi-PB-T4.pdf
Koneksi Antar Materi-PB-T4.pdf
HanyLuvya
 
Laporan PPL PPG Pasca SM-3T MUHAMAD YOGI SMAN 7 BANDUNG
Laporan PPL PPG Pasca SM-3T MUHAMAD YOGI SMAN 7 BANDUNGLaporan PPL PPG Pasca SM-3T MUHAMAD YOGI SMAN 7 BANDUNG
Laporan PPL PPG Pasca SM-3T MUHAMAD YOGI SMAN 7 BANDUNG
Muhamad Yogi
 
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 1
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 1 KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 1
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 1
LilyCarmelia
 
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docx
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docxKONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docx
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docx
MedysaRahmah
 
UbD Klp 3.pptx
UbD Klp 3.pptxUbD Klp 3.pptx
UbD Klp 3.pptx
ssusera64c07
 
Aksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptx
Aksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptxAksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptx
Aksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptx
Qorry Debby Ismayati
 
4. fungsi fungsi bk
4. fungsi fungsi bk4. fungsi fungsi bk
4. fungsi fungsi bk
komisariatimmbpp
 
Jenis dan bentuk penilaian
Jenis dan bentuk penilaianJenis dan bentuk penilaian
Jenis dan bentuk penilaian
Nur Agustin Mufarokhah
 
Rumus prosentase ketuntasan belajar
Rumus prosentase ketuntasan belajarRumus prosentase ketuntasan belajar
Rumus prosentase ketuntasan belajar
Adelaide Australia
 

What's hot (20)

9. lembar penilaian keterampilan
9. lembar penilaian keterampilan9. lembar penilaian keterampilan
9. lembar penilaian keterampilan
 
Kata kerja operasional ranah kognitif
Kata kerja operasional ranah kognitifKata kerja operasional ranah kognitif
Kata kerja operasional ranah kognitif
 
Laporan observasi Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Negeri 04 Jaten kec.Jaten ...
Laporan observasi Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Negeri 04 Jaten kec.Jaten ...Laporan observasi Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Negeri 04 Jaten kec.Jaten ...
Laporan observasi Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Negeri 04 Jaten kec.Jaten ...
 
Kegiatan Pendahuluan dan Penutup
Kegiatan Pendahuluan dan Penutup Kegiatan Pendahuluan dan Penutup
Kegiatan Pendahuluan dan Penutup
 
memahami Understanding by Design
memahami Understanding by Designmemahami Understanding by Design
memahami Understanding by Design
 
Ppt pengelolaan tenaga didik dan tenaga kependidikan
Ppt pengelolaan tenaga didik dan tenaga kependidikanPpt pengelolaan tenaga didik dan tenaga kependidikan
Ppt pengelolaan tenaga didik dan tenaga kependidikan
 
Ruang Kolaborasi & Demostrasi Kontekstual_PSE_Topik 2.pptx
Ruang Kolaborasi & Demostrasi Kontekstual_PSE_Topik 2.pptxRuang Kolaborasi & Demostrasi Kontekstual_PSE_Topik 2.pptx
Ruang Kolaborasi & Demostrasi Kontekstual_PSE_Topik 2.pptx
 
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES teknik dan Instrumen Penilaian NON TES
teknik dan Instrumen Penilaian NON TES
 
Permasalahan pendidikan dan solusinya
Permasalahan pendidikan dan solusinyaPermasalahan pendidikan dan solusinya
Permasalahan pendidikan dan solusinya
 
Kurikulum Hilda Taba, Olivia Beauchamp dan Rogers, .pdf
Kurikulum Hilda Taba, Olivia Beauchamp dan Rogers, .pdfKurikulum Hilda Taba, Olivia Beauchamp dan Rogers, .pdf
Kurikulum Hilda Taba, Olivia Beauchamp dan Rogers, .pdf
 
Koneksi Antar Materi-PB-T4.pdf
Koneksi Antar Materi-PB-T4.pdfKoneksi Antar Materi-PB-T4.pdf
Koneksi Antar Materi-PB-T4.pdf
 
Laporan PPL PPG Pasca SM-3T MUHAMAD YOGI SMAN 7 BANDUNG
Laporan PPL PPG Pasca SM-3T MUHAMAD YOGI SMAN 7 BANDUNGLaporan PPL PPG Pasca SM-3T MUHAMAD YOGI SMAN 7 BANDUNG
Laporan PPL PPG Pasca SM-3T MUHAMAD YOGI SMAN 7 BANDUNG
 
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 1
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 1 KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 1
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 1
 
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docx
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docxKONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docx
KONEKSI ANTAR MATERI TOPIK 3 (1).docx
 
UbD Klp 3.pptx
UbD Klp 3.pptxUbD Klp 3.pptx
UbD Klp 3.pptx
 
Aksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptx
Aksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptxAksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptx
Aksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptx
 
4. fungsi fungsi bk
4. fungsi fungsi bk4. fungsi fungsi bk
4. fungsi fungsi bk
 
Jenis dan bentuk penilaian
Jenis dan bentuk penilaianJenis dan bentuk penilaian
Jenis dan bentuk penilaian
 
Profesi dan etika keguruan power point qu
Profesi dan etika keguruan power point quProfesi dan etika keguruan power point qu
Profesi dan etika keguruan power point qu
 
Rumus prosentase ketuntasan belajar
Rumus prosentase ketuntasan belajarRumus prosentase ketuntasan belajar
Rumus prosentase ketuntasan belajar
 

Viewers also liked

Guru yang Ideal Dalam Prespektif Islam
Guru yang Ideal Dalam Prespektif IslamGuru yang Ideal Dalam Prespektif Islam
Guru yang Ideal Dalam Prespektif Islam
Thony Hermansyah
 
Makalah tugas guru
Makalah tugas guruMakalah tugas guru
Makalah tugas guru
iskawia
 
Makalah guru profesional
Makalah guru profesionalMakalah guru profesional
Makalah guru profesional
lavanter simamora
 
Peran Guru dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
Peran Guru dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)Peran Guru dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
Peran Guru dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
Mayawi Karim
 
Presentasi Landasan Yuridis
Presentasi Landasan Yuridis Presentasi Landasan Yuridis
Presentasi Landasan Yuridis
Deaamanda13
 
Demokrasi dalam perspektif islam
Demokrasi dalam perspektif islamDemokrasi dalam perspektif islam
Demokrasi dalam perspektif islam
Tita Sobandi
 
Standar Dan Bahan Ajar Paud Formal
Standar Dan Bahan Ajar Paud  FormalStandar Dan Bahan Ajar Paud  Formal
Standar Dan Bahan Ajar Paud FormalNASuprawoto Sunardjo
 
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEALArtikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Afifah Asra
 
Investasi
InvestasiInvestasi
Presentasi Lomba Inovasi STEM-2013 IPB Bogor
Presentasi Lomba Inovasi STEM-2013 IPB BogorPresentasi Lomba Inovasi STEM-2013 IPB Bogor
Presentasi Lomba Inovasi STEM-2013 IPB Bogor
Zainal Abidin Mustofa
 
Menjadi Guru Profesional
Menjadi Guru ProfesionalMenjadi Guru Profesional
Menjadi Guru Profesional
iqbalmayzun
 
Strategi peningkatan mutu layanan pendidikan
Strategi peningkatan mutu layanan pendidikanStrategi peningkatan mutu layanan pendidikan
Strategi peningkatan mutu layanan pendidikan
SMKN 36 JAKARTA UTARA
 
Power point pribadi guru
Power point pribadi guruPower point pribadi guru
Power point pribadi guru
Nur Wajdii
 
Makalah penyesuaian ijazah....cobacoba tolng perbaiki
Makalah penyesuaian ijazah....cobacoba  tolng perbaikiMakalah penyesuaian ijazah....cobacoba  tolng perbaiki
Makalah penyesuaian ijazah....cobacoba tolng perbaiki
ACHMAD AVANDI,SE,MM Alfaqzamta
 
Makalah pengaruh motivasi pegawai terhadap disiplin kerja pada kantor kecamat...
Makalah pengaruh motivasi pegawai terhadap disiplin kerja pada kantor kecamat...Makalah pengaruh motivasi pegawai terhadap disiplin kerja pada kantor kecamat...
Makalah pengaruh motivasi pegawai terhadap disiplin kerja pada kantor kecamat...dulkamad
 
PENGARUH MOTIVASI DAN PENILAIAN PRESTASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN
PENGARUH MOTIVASI DAN PENILAIAN PRESTASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWANPENGARUH MOTIVASI DAN PENILAIAN PRESTASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN
PENGARUH MOTIVASI DAN PENILAIAN PRESTASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN
Zulla Jolie
 

Viewers also liked (16)

Guru yang Ideal Dalam Prespektif Islam
Guru yang Ideal Dalam Prespektif IslamGuru yang Ideal Dalam Prespektif Islam
Guru yang Ideal Dalam Prespektif Islam
 
Makalah tugas guru
Makalah tugas guruMakalah tugas guru
Makalah tugas guru
 
Makalah guru profesional
Makalah guru profesionalMakalah guru profesional
Makalah guru profesional
 
Peran Guru dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
Peran Guru dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)Peran Guru dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
Peran Guru dalam Belajar dan Pembelajaran (Makalah BDP)
 
Presentasi Landasan Yuridis
Presentasi Landasan Yuridis Presentasi Landasan Yuridis
Presentasi Landasan Yuridis
 
Demokrasi dalam perspektif islam
Demokrasi dalam perspektif islamDemokrasi dalam perspektif islam
Demokrasi dalam perspektif islam
 
Standar Dan Bahan Ajar Paud Formal
Standar Dan Bahan Ajar Paud  FormalStandar Dan Bahan Ajar Paud  Formal
Standar Dan Bahan Ajar Paud Formal
 
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEALArtikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
Artikel GURU, PROFESI DENGAN TUNTUTAN PROFESIONAL DAN IDEAL
 
Investasi
InvestasiInvestasi
Investasi
 
Presentasi Lomba Inovasi STEM-2013 IPB Bogor
Presentasi Lomba Inovasi STEM-2013 IPB BogorPresentasi Lomba Inovasi STEM-2013 IPB Bogor
Presentasi Lomba Inovasi STEM-2013 IPB Bogor
 
Menjadi Guru Profesional
Menjadi Guru ProfesionalMenjadi Guru Profesional
Menjadi Guru Profesional
 
Strategi peningkatan mutu layanan pendidikan
Strategi peningkatan mutu layanan pendidikanStrategi peningkatan mutu layanan pendidikan
Strategi peningkatan mutu layanan pendidikan
 
Power point pribadi guru
Power point pribadi guruPower point pribadi guru
Power point pribadi guru
 
Makalah penyesuaian ijazah....cobacoba tolng perbaiki
Makalah penyesuaian ijazah....cobacoba  tolng perbaikiMakalah penyesuaian ijazah....cobacoba  tolng perbaiki
Makalah penyesuaian ijazah....cobacoba tolng perbaiki
 
Makalah pengaruh motivasi pegawai terhadap disiplin kerja pada kantor kecamat...
Makalah pengaruh motivasi pegawai terhadap disiplin kerja pada kantor kecamat...Makalah pengaruh motivasi pegawai terhadap disiplin kerja pada kantor kecamat...
Makalah pengaruh motivasi pegawai terhadap disiplin kerja pada kantor kecamat...
 
PENGARUH MOTIVASI DAN PENILAIAN PRESTASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN
PENGARUH MOTIVASI DAN PENILAIAN PRESTASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWANPENGARUH MOTIVASI DAN PENILAIAN PRESTASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN
PENGARUH MOTIVASI DAN PENILAIAN PRESTASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN
 

Similar to Makalah menjadi seorang guru yang ideal dan inovatif

Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3
Operator Warnet Vast Raha
 
KODE ETIK - PPT.pptx
KODE ETIK - PPT.pptxKODE ETIK - PPT.pptx
KODE ETIK - PPT.pptx
DanielEllo4
 
Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3
Operator Warnet Vast Raha
 
Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3
Septian Muna Barakati
 
Zoni erdiansyah.1102435
Zoni erdiansyah.1102435Zoni erdiansyah.1102435
Zoni erdiansyah.1102435
Zonierdiansyah
 
artikel jurnal profesi kependidikan .pdf
artikel jurnal profesi kependidikan .pdfartikel jurnal profesi kependidikan .pdf
artikel jurnal profesi kependidikan .pdf
FransiskusWidarto2
 
Profesi Keguruan
Profesi KeguruanProfesi Keguruan
Karakteristik guru
Karakteristik guruKarakteristik guru
Karakteristik guru
SMKN 36 JAKARTA UTARA
 
Pengertian profesi pendidikan
Pengertian profesi pendidikanPengertian profesi pendidikan
Pengertian profesi pendidikan
ronald valther
 
Makalah umi syahda
Makalah umi syahdaMakalah umi syahda
Makalah umi syahda
ArVy Diansyah
 
Kode etik guru
Kode etik guruKode etik guru
Kode etik guru
Agnez Hsu
 
BAB 1.pptx
BAB 1.pptxBAB 1.pptx
BAB 1.pptx
jarjitsingh5
 
profesi pendidikan
profesi pendidikan profesi pendidikan
profesi pendidikan
AisAisyah
 
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesia
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesiaAnalisis pelaksanaan kode etik guru indonesia
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesiacandrajelek
 
Makalah profesi dan profesional guru SMA 1 RAHA KABUPATEN MUNA
Makalah profesi dan profesional guru SMA 1 RAHA KABUPATEN MUNA Makalah profesi dan profesional guru SMA 1 RAHA KABUPATEN MUNA
Makalah profesi dan profesional guru SMA 1 RAHA KABUPATEN MUNA Operator Warnet Vast Raha
 
Tugasan KPF Esei Ilmiah
Tugasan KPF Esei IlmiahTugasan KPF Esei Ilmiah
Tugasan KPF Esei Ilmiah
Jamaliah Ab Kadir
 
Guru sebagai profesi.ppt
Guru sebagai profesi.pptGuru sebagai profesi.ppt
Guru sebagai profesi.ppt
Novelist Saru
 
Guru sebagai profesi.ppt
Guru sebagai profesi.pptGuru sebagai profesi.ppt
Guru sebagai profesi.ppt
Novelist Saru
 
Kompetensi Guru
Kompetensi GuruKompetensi Guru
Kompetensi Guru
Fajar Daulay
 

Similar to Makalah menjadi seorang guru yang ideal dan inovatif (20)

Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3
 
KODE ETIK - PPT.pptx
KODE ETIK - PPT.pptxKODE ETIK - PPT.pptx
KODE ETIK - PPT.pptx
 
Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3
 
Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3Makalah profesi keguruan 3
Makalah profesi keguruan 3
 
Zoni erdiansyah.1102435
Zoni erdiansyah.1102435Zoni erdiansyah.1102435
Zoni erdiansyah.1102435
 
artikel jurnal profesi kependidikan .pdf
artikel jurnal profesi kependidikan .pdfartikel jurnal profesi kependidikan .pdf
artikel jurnal profesi kependidikan .pdf
 
Profesi Keguruan
Profesi KeguruanProfesi Keguruan
Profesi Keguruan
 
Karakteristik guru
Karakteristik guruKarakteristik guru
Karakteristik guru
 
Pengertian profesi pendidikan
Pengertian profesi pendidikanPengertian profesi pendidikan
Pengertian profesi pendidikan
 
Makalah umi syahda
Makalah umi syahdaMakalah umi syahda
Makalah umi syahda
 
Kode etik guru
Kode etik guruKode etik guru
Kode etik guru
 
BAB 1.pptx
BAB 1.pptxBAB 1.pptx
BAB 1.pptx
 
profesi pendidikan
profesi pendidikan profesi pendidikan
profesi pendidikan
 
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesia
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesiaAnalisis pelaksanaan kode etik guru indonesia
Analisis pelaksanaan kode etik guru indonesia
 
Kompetensi guru
Kompetensi guruKompetensi guru
Kompetensi guru
 
Makalah profesi dan profesional guru SMA 1 RAHA KABUPATEN MUNA
Makalah profesi dan profesional guru SMA 1 RAHA KABUPATEN MUNA Makalah profesi dan profesional guru SMA 1 RAHA KABUPATEN MUNA
Makalah profesi dan profesional guru SMA 1 RAHA KABUPATEN MUNA
 
Tugasan KPF Esei Ilmiah
Tugasan KPF Esei IlmiahTugasan KPF Esei Ilmiah
Tugasan KPF Esei Ilmiah
 
Guru sebagai profesi.ppt
Guru sebagai profesi.pptGuru sebagai profesi.ppt
Guru sebagai profesi.ppt
 
Guru sebagai profesi.ppt
Guru sebagai profesi.pptGuru sebagai profesi.ppt
Guru sebagai profesi.ppt
 
Kompetensi Guru
Kompetensi GuruKompetensi Guru
Kompetensi Guru
 

Recently uploaded

ppt landasan pendidikan pai 9 revisi.pdf
ppt landasan pendidikan pai 9 revisi.pdfppt landasan pendidikan pai 9 revisi.pdf
ppt landasan pendidikan pai 9 revisi.pdf
setiatinambunan
 
POKJA 1 Kelompok Kerja 1 TPP PKK 11.pptx
POKJA 1 Kelompok Kerja 1 TPP PKK 11.pptxPOKJA 1 Kelompok Kerja 1 TPP PKK 11.pptx
POKJA 1 Kelompok Kerja 1 TPP PKK 11.pptx
KotogadangKependuduk
 
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptxMateri 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
ahyani72
 
Seminar Pendidikan PPG Filosofi Pendidikan.pdf
Seminar Pendidikan PPG Filosofi Pendidikan.pdfSeminar Pendidikan PPG Filosofi Pendidikan.pdf
Seminar Pendidikan PPG Filosofi Pendidikan.pdf
inganahsholihahpangs
 
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pptx
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pptxRANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pptx
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pptx
SurosoSuroso19
 
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdfMODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
sitispd78
 
ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
setiatinambunan
 
705368319-Ppt-Aksi-Nyata-Membuat-Rancangan-Pembelajaran-Dengan-Metode-Fonik.pptx
705368319-Ppt-Aksi-Nyata-Membuat-Rancangan-Pembelajaran-Dengan-Metode-Fonik.pptx705368319-Ppt-Aksi-Nyata-Membuat-Rancangan-Pembelajaran-Dengan-Metode-Fonik.pptx
705368319-Ppt-Aksi-Nyata-Membuat-Rancangan-Pembelajaran-Dengan-Metode-Fonik.pptx
nimah111
 
MATERI SOSIALISASI PPDB JABAR utkMAS052024 (2).pdf
MATERI SOSIALISASI PPDB JABAR utkMAS052024 (2).pdfMATERI SOSIALISASI PPDB JABAR utkMAS052024 (2).pdf
MATERI SOSIALISASI PPDB JABAR utkMAS052024 (2).pdf
solihin kadar
 
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
nasrudienaulia
 
KKTP Kurikulum Merdeka sebagai Panduan dalam kurikulum merdeka
KKTP Kurikulum Merdeka sebagai Panduan dalam kurikulum merdekaKKTP Kurikulum Merdeka sebagai Panduan dalam kurikulum merdeka
KKTP Kurikulum Merdeka sebagai Panduan dalam kurikulum merdeka
irvansupriadi44
 
refleksi tindak lanjut d pmm agar lebih mudah
refleksi tindak lanjut d pmm agar lebih mudahrefleksi tindak lanjut d pmm agar lebih mudah
refleksi tindak lanjut d pmm agar lebih mudah
muhamadsufii48
 
Observasi-Kelas-oleh-Kepala-Sekolah.pptx
Observasi-Kelas-oleh-Kepala-Sekolah.pptxObservasi-Kelas-oleh-Kepala-Sekolah.pptx
Observasi-Kelas-oleh-Kepala-Sekolah.pptx
akram124738
 
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptxGERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
fildiausmayusuf1
 
SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIANSINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
NanieIbrahim
 
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOKPENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
GusniartiGusniarti5
 
Chapter 19 Intermediate Accounting Kieso
Chapter 19 Intermediate Accounting KiesoChapter 19 Intermediate Accounting Kieso
Chapter 19 Intermediate Accounting Kieso
AryaMahardhika3
 
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptxPenjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
GuneriHollyIrda
 
Koneksi Antar Materi modul 1.4 Budaya Positif
Koneksi Antar Materi modul 1.4 Budaya PositifKoneksi Antar Materi modul 1.4 Budaya Positif
Koneksi Antar Materi modul 1.4 Budaya Positif
Rima98947
 
SOAL ASAS SENI MUSIK kelas 2 semester 2 kurikulum merdeka
SOAL ASAS SENI MUSIK kelas 2 semester 2 kurikulum merdekaSOAL ASAS SENI MUSIK kelas 2 semester 2 kurikulum merdeka
SOAL ASAS SENI MUSIK kelas 2 semester 2 kurikulum merdeka
NiaTazmia2
 

Recently uploaded (20)

ppt landasan pendidikan pai 9 revisi.pdf
ppt landasan pendidikan pai 9 revisi.pdfppt landasan pendidikan pai 9 revisi.pdf
ppt landasan pendidikan pai 9 revisi.pdf
 
POKJA 1 Kelompok Kerja 1 TPP PKK 11.pptx
POKJA 1 Kelompok Kerja 1 TPP PKK 11.pptxPOKJA 1 Kelompok Kerja 1 TPP PKK 11.pptx
POKJA 1 Kelompok Kerja 1 TPP PKK 11.pptx
 
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptxMateri 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
Materi 2_Benahi Perencanaan dan Benahi Implementasi.pptx
 
Seminar Pendidikan PPG Filosofi Pendidikan.pdf
Seminar Pendidikan PPG Filosofi Pendidikan.pdfSeminar Pendidikan PPG Filosofi Pendidikan.pdf
Seminar Pendidikan PPG Filosofi Pendidikan.pdf
 
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pptx
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pptxRANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pptx
RANCANGAN TINDAKAN AKSI NYATA MODUL 1.4.pptx
 
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdfMODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
MODUL AJAR MAT LANJUT KELAS XI FASE F.pdf
 
ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
ppt landasan pendidikan Alat alat pendidikan PAI 9_
 
705368319-Ppt-Aksi-Nyata-Membuat-Rancangan-Pembelajaran-Dengan-Metode-Fonik.pptx
705368319-Ppt-Aksi-Nyata-Membuat-Rancangan-Pembelajaran-Dengan-Metode-Fonik.pptx705368319-Ppt-Aksi-Nyata-Membuat-Rancangan-Pembelajaran-Dengan-Metode-Fonik.pptx
705368319-Ppt-Aksi-Nyata-Membuat-Rancangan-Pembelajaran-Dengan-Metode-Fonik.pptx
 
MATERI SOSIALISASI PPDB JABAR utkMAS052024 (2).pdf
MATERI SOSIALISASI PPDB JABAR utkMAS052024 (2).pdfMATERI SOSIALISASI PPDB JABAR utkMAS052024 (2).pdf
MATERI SOSIALISASI PPDB JABAR utkMAS052024 (2).pdf
 
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
Teori Fungsionalisme Kulturalisasi Talcott Parsons (Dosen Pengampu : Khoirin ...
 
KKTP Kurikulum Merdeka sebagai Panduan dalam kurikulum merdeka
KKTP Kurikulum Merdeka sebagai Panduan dalam kurikulum merdekaKKTP Kurikulum Merdeka sebagai Panduan dalam kurikulum merdeka
KKTP Kurikulum Merdeka sebagai Panduan dalam kurikulum merdeka
 
refleksi tindak lanjut d pmm agar lebih mudah
refleksi tindak lanjut d pmm agar lebih mudahrefleksi tindak lanjut d pmm agar lebih mudah
refleksi tindak lanjut d pmm agar lebih mudah
 
Observasi-Kelas-oleh-Kepala-Sekolah.pptx
Observasi-Kelas-oleh-Kepala-Sekolah.pptxObservasi-Kelas-oleh-Kepala-Sekolah.pptx
Observasi-Kelas-oleh-Kepala-Sekolah.pptx
 
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptxGERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
GERAKAN KERJASAMA DAN BEBERAPA INSTRUMEN NASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI.pptx
 
SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIANSINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
SINOPSIS, TEMA DAN PERSOALAN NOVEL MENITI IMPIAN
 
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOKPENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
PENDAMPINGAN INDIVIDU 2 CGP ANGKATAN 10 KOTA DEPOK
 
Chapter 19 Intermediate Accounting Kieso
Chapter 19 Intermediate Accounting KiesoChapter 19 Intermediate Accounting Kieso
Chapter 19 Intermediate Accounting Kieso
 
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptxPenjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
Penjelasan tentang Tahapan Sinkro PMM.pptx
 
Koneksi Antar Materi modul 1.4 Budaya Positif
Koneksi Antar Materi modul 1.4 Budaya PositifKoneksi Antar Materi modul 1.4 Budaya Positif
Koneksi Antar Materi modul 1.4 Budaya Positif
 
SOAL ASAS SENI MUSIK kelas 2 semester 2 kurikulum merdeka
SOAL ASAS SENI MUSIK kelas 2 semester 2 kurikulum merdekaSOAL ASAS SENI MUSIK kelas 2 semester 2 kurikulum merdeka
SOAL ASAS SENI MUSIK kelas 2 semester 2 kurikulum merdeka
 

Makalah menjadi seorang guru yang ideal dan inovatif

  • 1. TUGAS ILMU PENDIDIKAN MENJADI SOSOK GURU YANG IDEAL DAN INOVATIF MAKALAH OLEH: M. HARIS WIJAYA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MEKATRONIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2014 1
  • 2. BAB I PENDAHULUAN 2 A. LATAR BELAKANG Pendidikan pada hakikatnya merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin perkembangan kelangsungan kehidupan bangsa. Tanpa pendidikan yang memadai suatu bangsa akan mengalami ketertinggalan dari bangsa lain di segala bidang. Oleh karena itu tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, berkepribadian mantap dan mandiri serta tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Keberhasilan proses pendidikan dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional ditentukan oleh komponen-komponen pendidikan, yaitu tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik, isi/ materi pendidikan, alat pendidikan dan lingkungan pendidikan. Komponen-komponen tersebut salig berkaitan dan saling menunjang satu sama lainnya. Salah satu komponen penting adalah guru atau pendidik. Peran guru sangat vital bagi pembentukan kepribadian, cita-cita, dan visi misi yang menjadi impian hidup anak didiknya di masa depan. Di balik kesuksesan murid, selalu ada guru yang memberikan inspirasi dan motivasi besar pada dirinya sebagai sumber stamina dan energi untuk selalu belajar dan bergerak mengejar ketertinggalan, menggapai kemajuan, menorehkan prestasi spektakuler dan prestisius dalam panggung sejarah kehidupan manusia. Di sinilah urgensi melahirkan guru-guru berkualitas, guru-guru yang ideal dan inovatif yang mampu membangkitkan semangat besar dalam diri anak didik untuk menjadi aktor perubahan peradaban dunia di era global ini.
  • 3. Kalau guru-guru yang berinteraksi langsung dengan murid kurang profesional, kreatif, dan produktif, maka anak didik akan lahir sebagai kader penerus bangsa yang malas, suka mengeluh, dan pesimis dalam menghadapi masa depan. Tidak ada etos dan spirit perjuangan yang membara dalam dadanya. Ia lebih suka menikmati hidup yang hedonis dan konsumtif dari pada capek-capek belajar dan mengejar cita-cita mulia yang melelahkan dan membutuhkan perjalanan panjang yang berliku. Karena kita menyadari bahwa guru yang profesional dapat melahirkan generasi-generasi yang berkualitas sebagaimana yang menjadi tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang diamanatkan dalam UUD 1945. Untuk itu sikap profesional sangat dibutuhkan bila ingin membangun sikap mental diri dan bangsa ini menjadi lebih maju dan lebih berkualitas terhadap pekerjaan yang dilakukan. 3 B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa saja kompetensi menjadi guru yang ideal dan inovatif? 2. Apa saja peranan sebagai seorang guru? C. TUJUAN 1. Untuk mengetahui apa saja yang harus dimiliki untuk menjadi seorang guru yang ideal dan inovatif. 2. Untuk mengetahui peranan-peranan menjadi seorang guru yang ideal dan inovatif.
  • 4. BAB II PEMBAHASAN A. Kompetensi Guru yang Ideal dan Inovatif Profesi menuarut Orstein dan Levine (1985) adalah jabatan yang melayani masyarakat, merupakan karir yang akan dilakukan sepanjang hayat (tidak berganti-ganti pekerjaan) memerlukan bidang ikmu dan keterampilan diluar jangkauan khalayak ramai (tidak setiap orang dapat melakukannya). Jadi, profesi menunjuk pada satu pekerjaan/jabatan yang menuntut keahlian, tanggung jawab dan kesetiaan pekerjaan tersebut. Professional menunjuk pada dua hal yaitu orang dan kinerja (unjuk kerja) dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Professional menunjuk pada profesi dan professional yaitu tingkat kinerja dan bangga terhadap pekejaannya itu. Sedangkan professional yaituusaha untuk pemenuhan menjadi professional. Dibidang pendidikan telah dijelaskan dalam PP No. 39 Tahun 1992, tentang tenaga kependidikan yang dibentuk melalui pendidikan. Proses pertumbuhan proses di mulai sejak guru mulai mengajar dan berlanngsung seumur hidup dan sepangjang kinerja hidup. Proses pertumbuhan, perawatan dan pemeliharaan untuk mencapai tingkat profesi yang optimal ini yang disebut profesionalisasi jabatan guru. Proses ini melalui proses dari guru itu sendiri atau doronngan untuk memperbaiki diri (self improvement) dan dari pihak luar misalnya atasan langsung. Usaha untuk dapat mewujudkan dan mengembangkan sikap profesionalisme seorang guru adalah dengan mengetahui kompetensi yang ideal bagi seorang guru yang terdiri atas: 4 a. Pengetahuan Seorang guru harus memiliki pengetahuan yang banyak dan mendalam terhadap pekerjaan serta bidanng pengetahuan yang diajarkannya. Untuk
  • 5. menghindarinya dalam kekeliruan dalam mentransfer informasi pengetahuan kepada peserta didik. Dalam rangka untuk memperoleh pengetahuan yang banyak, seorang guru dapat berusaha belajar sendiri dalam bertumbuh dalam jabatan. Profesionalisme itu melalui belajar terus menerus amat penting untuk mengasah diri dan meningkatkan pengetahuan yang dimilikinya. 5 b. Etika dan sikap guru Etika berasal dari bahasa yunani yaitu kata “ethos” yang berarti suatu kehendak atau kebiasaan baik yang tetap. Yang pertama kali menggunakan kata-kata itu adalah seorang filosof Yunani yang bernama Aris Toteles ( 384 - 322 SM ). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Etika / moral adalah ajaran tentang baik dan buruk mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan sebagainya. Menurut K. Bertenes, Etika adalah nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang dalam mengatur tingkah lakunya. Dari pengertian di atas, disimpulkan bahwa Etika merupakan ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan tingkah laku ( akhlak ). Jadi, Etika membicarakan tingkah laku manusia yang dilakukan dengan sadar di pandang dari sudut baik dan buruk sebagai suatu hasil penilaian. Adapun yang dibicarakan dalam makalah ini, yaitu etika profesi, yang menyangkut hubungan manusia dengan sesamanya dalam satu lingkup profesi serta bagaimana mereka harus menjalankannya profesinya secara profesional agar diterima oleh masyarakat yang menggunakan jasa profesi tersebut. Dengan etika profesi diharapkan kaum profesional dapat bekerja sebaik mungkin, serta dapat mempertanggung jawabkan tugas yang dilakukannya dari segi tuntutan pekerjaannya. Kode etik guru Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik, sistematik dalam suatu system yang utuh dan bulat. Kita menyadari bahwa setiap profesi, harus mempunyai kode etik profesi, termasuk diantaranya adalah pada profesi guru. Guru merupakan bidang pekerjaan
  • 6. profesi yang juga mempunyai kode etik. Dalam pidato pembukaan kongres PGRI ke XIII, Basuni sebagai Ketua Umum menyatakan bahwa kode etik guru Indonesia merupakan landasan moral dan pedoman tingkah laku guru warga PGRI dalam melaksanakan panggilan pengabdiannya bekerja sebagai guru. Adapun teks kode etik guru Indonesia yang telah disempurnakan tersebut 6 terdiri atas: a) Guru berbakti membimbing peserta didik, untuk membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya yang berjiwa pancasila. b) Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional. c) Guru memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. d) Guru menciptakan suasana sekolah yang sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya prosesbelajar mengajar. e) Guru memelihara hubunngan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina pesan serta rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. f) Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. Guru memelihara hubungan se-profesi, semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan social. g) Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organi8sasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. h) Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan. Pengertian sikap adalah perbuatan guru itu sehari-hari dalam melaksanakan tugasnya baik disekolah maupun diluar sekolah yang merupakan penilaian masyarakat. Sikap guru yang dimaksud adalah perilaku guru yang berhubungan dengan profesinya. Bagaimana pola tingkah laku dalam memahami, menghayati serta mengamalkan sikap kemampuan dan sikap profesionalnya.
  • 7. Beberapa pola tingkah laku guru yang berhubungan dengan itu sesuai dengan sasarannya, yakni sikap antara lain : a) Sikap terhadap peraturan perundang-undangan Setiap guru Indonesia wajib tunduk dan taat kepada pemerintah Indonesia, dalam menjalankan tugas pengabdiaannya, sehingga guru tidak mendapat pengaruh yang bersifat negative dari pihak luar, yang ingin memaksakan idenya melalui dunia pendidikan. b) Sikap terhadap organisasi profesi Usaha peningkatan mutu profesi dapat dilakukan secara perorangan oleh para anggotanya, ataupun juga dapat dilakukan secara bersama, atau berkelompok. c) Sikap terhadap pekerjaan Profesi guru berhubungan dengan anak didik, secara alami mempunyai persamaan dan perbedaan pada setiap anak didik baik jasmani lebih-lebih aspek rohani. Berbeda dalam keinginan, kemauan dan sebagainya. Tugas melayani orang beragam sangat memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang tinggi, terutama bila berhubungan bila berhubungan dengan anak didik yang masih kecil. Barang kali tidak semua orang dikarunai sifat seperti itu, namun bila seorang telah memilih untuk memasuki profesi guru, ia dituntut untuk belajar dan berlaku seperti itu. d) Sikap terhadap anak didik Tujuan pendidikan nasainal dengan jelas dapat dibaca dalam UU No. 2 Tahun 1989 tentang system pendidikan nasional, yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Prinsip yang lain adalah membimbing peserta didik, bukan hanya mengejar atau mendidik saja. Pengertian membimbing yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam “system amongnya”. Tiga kalimat padat yang terkenal dari system itu adalah “ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, dan tutwuri handayani” . ketiga kalimat itu mempunyai arti bahwa pendidikan harus dapat memberi contoh, harus dapat memberi pengaruh dan harus mengendalikan peserta didik. Dalam tutwuri terkandung maksud 7
  • 8. membiarkan peserta didik menuruti bakat dan kodratnya sementara guru memperhatikannya. Dalam handayani berarti guru mempunyai anak didik dalam arti membimbing atau mengajarnya. Dengan demikian membimbing mengandung arti bersikap mwnwntukan kearah pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila, dan bukanlah mendikte peserta didik. Motto “tutwuri handayani” sekarang telah menjadi mmotto dari departemen pendidikan nasional. Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peran sebagai sutradara sekaligus actor, artinya pada gurulah letak keberhasilan prosesw belajar mengajar. Untuk itu guru merupakan factor yang sangat dominant dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar disamping factor-factor lainnya. Kemampuan pribadi guru dalam proses belajar mengajar secara rinci dapat 8 diuraikan sebagai berikut: a) Kemantapan dan integritas pribadi Seorang guru dituntut untuk dapat bekerja teratur dan konsisten, tetapi kreatif dalam menghadapi pekerjaannya. b) Peka terhadap perubahan dan pembaharuan Guru harus peka baik terhadap apa yang sedang berlangsung disekitarnya, ataupun sekolah. Agar apa yang terjadi disekolah tetap konsisten dengan kebutuhan dan tidak ketinggalan zaman. c) Berpikir alternative Guru harus mampu memberikan berbagai alternative jawaban dan memilih salah satu alternative untuk kelancaran proses belajar mengajar dan peningkatan mutu pendidikan, atau guru jarus memilih jalan tertentu untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya demi ketenanan dan aktivitas belajar-mengajar yang berkadar tinggi sehingga proses belajar-mengajar tersebut berhasil dengan baik.
  • 9. 9 d) Adil, juju, dan objektif Adalah sifat yang harus dimiliki dalam memperlakukan dan juga menilai siswa dalam proses belajar-mengajar, sifat ini harus ditunjang dengan penghayatan dan pengalaman nilai-nilai dan moral, sosial budaya yang diperoleh dari kehidupan masyarakat dan bernegara serta pengalaman belajar yang diperolehnya. e) Berdisiplin dalam melaksanakan tugas Guru memerlukan pemahaman tentang landasan ilmu kependidikan dan keguruan, serta sopan santun dan emosi disiplin dalam melaksanakan proses pendidikan. f) Ulet dan tekun bekerja Guru harus ulet dan tekun dalam bekerja sehingga program pendidikan yang telah digariskan dalam kurikulum (silabus) dapat berjalan sebagaimana mestinya. g) Simpatik dan menarik, luwes, biijaksana dalam bertindak Sifat ini memerlukan kematangan pribadi, kedewasaan sosial dan emosional. Sifat demikian ini tumbuh dan merupakan pengalaman hidup bermasyarakat dan pengalaman belajar yang memadai. Dan harus simpatik, dengan sifat itu ia akan disenangi oleh para siswa. h) Berifat terbuka Kesiapan mendiskusikan apapun dengan lingkungan tempat ia bekerja, baik dengan siswa, orang tua, teman kerja ataupun dengan masyarakat sekitar sekolah, merupakan salah satu tuntunan terhadap guru. i) Kreatif Ketika terjadi ketidak harmonisan antara guru dan siswa, maka guru perlu kekreativitasan. Maka dari itu, guru harus mampu melihat berbagai kemungkinan yang menurut perkiraan dapat mengharmoniskan sesuai hubungan antara guru dan siswa. j) Berwibawa
  • 10. Dengan kewibawaan proses belajar mengajar akan terlaksana 10 dengan baik, disiplin dan tertib. B. Peranan sebagai Seorang Guru Selain sebagai aktor utama kesuksesan pendidikan yang dicanangkan, ada beberapa fungsi atau peranan lain seorang guru, antara lain: a. Educator (pendidik) Tugas utama guru adalah mendidik murid-murid sesuai degan materi pelajaran yang diberikan kepadanya. Membaca, menulis, berdiskusi, mengikuti informasi, dan responsif terhadap masalah kekinian sangat menunjang peningkatan kualitas ilmu guru. b. Leader (pemimpin) Seorang guru harus bisa menguasai, mengendalikan, dan mengarahkan kelasnya menuju tercapainya tujuan pembelajaran yang berkualitas. Sebagai seorang pemimpin, guru harus terbuka, demokratis, egaliter, dan menghindari cara-cara kekerasan. c. Fasilitator Guru bertugas memfasilitasi murid untuk menemukan dan mengembangkan bakatnya secara pesat. Terdapat sembilan resep yang harus diperhatikan dan diamalkan seorang guru, agar pembelajaran berhasil membedakan kapasitas intelektual anak didik: a) Kurangi metode ceramah. b) Berikan tugas yang berbeda bagi setiap peserta didik. c) Kelompokkan peserta didik berdasarkan kemampuannya. d) Perkaya bahan dari berbagai sumber aktual dan menarik. e) Hubungi spesialis bila ada peserta didik yang mempunyai kelainan. f) Gunakan prosedur yang bervariasi dalam penilain. g) Pahami perkembangan peserta didik. h) Kembangkan situasi belajar yang memungkinkan setiap peserta didik bekerja dengan kemampuan masing-masing pada tiap pembelajaran. i) Libatkan peserta didik dalam berbagai kegiatan seoptimal mungkin.
  • 11. 11 d. Motivator Seorang guru harus mampu membangkitkan semangat dan mengubur kelemahan anak didik bagaimanapun latar belakang hidup keluarganya, bagaimana kelam masa lalunya, dan bagaimanapun berat tantangannya. e. Administrator Sebagai seorang guru, tugas administrasi sudah melekat dalam dirinya. Urusan yang ada di lingkup pendidikan formal biasanya memakai prosedur administrasi yang rapi dan tertib. f. Evaluator Sebaik apapun kualitas pembelajaran, pasti ada kelemahan yang perlu dibenahi dan disempurnakan. Disinilah pentingnya evaluasi seorang guru. Guru bisa memakai banyaj cara, dengan merenungkan proses pembelajaran yang diterapkan, meneliti kelemahan dan kelebihan, atau dengan cara meminta pendapat orang lain. g. Tanggung Jawab Guru Dalam melakukan fungsi dan tugas mulianya yang diatas, seorang guru harus melandasinya dengan tanggung jawab yang besar dalam dirinya, tanggung jawab yang tidak didasari oleh kebutuhan finansial belaka, tapi tanggung jawab yang besar bagi kemajuan negeri tercinta, Indonesia.
  • 12. BAB III PENUTUP 12 1. Kesimpulan Kemampuan pribadi guru dalam proses belajar mengajar secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut: a) Kemantapan dan integritas pribadi Seorang guru dituntut untuk dapat bekerja teratur dan konsisten, tetapi kreatif dalam menghadapi pekerjaannya. b) Peka terhadap perubahan dan pembaharuan Guru harus peka baik terhadap apa yang sedang berlangsung disekitarnya, ataupun sekolah. Agar apa yang terjadi disekolah tetap konsisten dengan kebutuhan dan tidak ketinggalan zaman. c) Berpikir alternative Guru harus mampu memberikan berbagai alternative jawaban dan memilih salah satu alternative untuk kelancaran proses belajar mengajar dan peningkatan mutu pendidikan, atau guru jarus memilih jalan tertentu untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya demi ketenanan dan aktivitas belajar-mengajar yang berkadar tinggi sehingga proses belajar-mengajar tersebut berhasil dengan baik. d) Adil, juju, dan objektif Adalah sifat yang harus dimiliki dalam memperlakukan dan juga menilai siswa dalam proses belajar-mengajar, sifat ini harus ditunjang dengan penghayatan dan pengalaman nilai-nilai dan moral, sosial budaya yang diperoleh dari kehidupan masyarakat dan bernegara serta pengalaman belajar yang diperolehnya.
  • 13. e) Berdisiplin dalam melaksanakan tugas Guru memerlukan pemahaman tentang landasan ilmu kependidikan dan keguruan, serta sopan santun dan emosi disiplin dalam melaksanakan proses pendidikan. f) Ulet dan tekun bekerja Guru harus ulet dan tekun dalam bekerja sehingga program pendidikan yang telah digariskan dalam kurikulum (silabus) dapat berjalan sebagaimana mestinya. g) Simpatik dan menarik, luwes, biijaksana dalam bertindak Sifat ini memerlukan kematangan pribadi, kedewasaan sosial dan emosional. Sifat demikian ini tumbuh dan merupakan pengalaman hidup bermasyarakat dan pengalaman belajar yang memadai. Dan harus simpatik, dengan sifat itu ia akan disenangi oleh para siswa. h) Berifat terbuka Kesiapan mendiskusikan apapun dengan lingkungan tempat ia bekerja, baik dengan siswa, orang tua, teman kerja ataupun dengan masyarakat sekitar sekolah, merupakan salah satu tuntunan terhadap guru. i) Kreatif Ketika terjadi ketidak harmonisan antara guru dan siswa, maka guru perlu kekreativitasan. Maka dari itu, guru harus mampu melihat berbagai kemungkinan yang menurut perkiraan dapat mengharmoniskan sesuai hubungan antara guru dan siswa. j) Berwibawa Dengan kewibawaan proses belajar mengajar akan terlaksana 13 dengan baik, disiplin dan tertib. 2. Daftar Pustaka Asmani, Ma’mur, Jamal. (2011). Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif. Jogjakarta: Diva Press. Mulyasa, E. (2010). Menjadi Guru Profesional (Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.