LOGIKA
Oleh:
ADE APINDO
MALIDAH HOLA APRILYANI
MARLITA
DEPI ADELIA SARI
Proposisi
DEFINISI
Proposisi adalah kalimat deklaratif yang bernilai benar (true)
atau salah (false), tetapi tidakdapat sekaligus keduanya. Kebenaran
atau kesalahan dari sebuah kalimat disebut nilai kebenarannya(truth
value).
Contoh:
1. 13 adalah bilangan ganjil
2. Soekarno adalah alumnusUGM.
3. 1 + 1 = 2
4. Hari ini adalah hari Rabu
5. Isilah gelas tersebut dengan air!
6. X + 3 = 8
7. x > 3
Mengkombinasikan Proposisi
Misalkan p dan q adalah proposisi.
1.Konjungsi (conjunction) : p dan q
Notasi p ∧ q,
1.Disjungsi (disjunction) : p atau q
Notasi: p ∨ q,
1.Ingkaran (negation) dari p: tidak p
Notasi : ∼p
P dan q disebut proposisi atomik
• Kombinasi p dengan q menghasilkan proposisi majemuk
(compound proposition)
Contoh:
Diketahui proposisi
-proposisi berikut:
p : Hari ini hujan
Q : Murid-murid diliburkan dari sekolah
maka
p ∧ q : Hari ini hujan dan murid-murid diliburkan dari sekolah
p ∨ q : Hari ini hujan atau murid-murid diliburkan dari sekolah
∼p : Tidak benar hari ini hujan
(atau dalam kalimat lain yang lebih lazim: Hari ini
tidak
hujan)
Tabel kebenaran
Definisi misalkan p dan q adalah proposisi.
Disjungsi Eksklusif
Dari tabel tersebut dapat dibaca proposisi P ⊕ q hanya benar jika salah
satu, tapi tidak keduanya, dari proposisi atomiknya benar
Tabel kebenaran exclusive or
Hukum-hukum Logika Proposisi
Proposisi Bersyarat (Implikasi)
Pernyataan berbentuk “jika p, maka q” semacam itu disebut Proposisi
Bersyarat atau Kondisional atau implikasi.
Tabel kebenaran implikasi
Contoh:
jika saya lulus ujian, maka saya mendapat hadiah dari ayah
b. Jika suhu mencapai 80°
C, maka alarm akan berbunyi
c. Jika anda tidak mendaftar ulang, maka anda dianggap mengundurkan
diri
Cara-cara mengekspresikan implikasi p → q :
• Jika p, makaq
• Jika p, q
•p mengakibatkan q (p implies q)
•q jika p
•p hanya jika q
•p syarat cukup untuk q (hipotesis menyatakansyarat cukup(sufficient
condition) )
•q syarat perlu untuk p (konklusi menyatakan syarat perlu (necessary
condition) )
•q bilamana p (q whenever p)
Varian Proposisi Bersyarat
Terdapat bentuk implikasi lain yang berkaitan dengan p → q, yaitu proposisi
sederhana yang merupakan varian dari implikasi. Ketiga variasi proposisi
bersyarat tersebut adalah konvers, invers, dan kontraposisi dari proposisi asal
p→q.
Konvers (kebalikan) : q→p
Invers : ~ p→~ q
Kontraposisi : ~ q→~ p
Contoh:
Tentukan konvers, invers, dan kontraposisi dari pernyataan berikut
“Jika Amir mempunyai mobil, maka ia orang kaya”
Penyelesaian.
Konvers: Jika Amir orang kaya, maka ia mempunyai mobil
Invers: Jika
Amir tidak mempunyai mobil, maka ia bukan orang kaya
Kontraposisi: Jika Amir bukan orang kaya, maka ia ia tidak mempunyai mobil
Bikondisional (Bi-implikasi)
Proposisi bersyarat penting lainnya adalah berbentuk “p jika dan hanya
jika q” yang dinamakan bikondisional atau bi-implikasi. Definisi
bikondisional dikemukakan sebagai berikut.
Pernyataan p↔q adalah benar bila p dan q mempunyai nilai kebenaran
yang sama, yakni p↔q benar jika p dan q keduanya benar atau p dan q
keduanya salah.
Tabel kebenaran bikondisional
Inferensi
Misalkan kepada kita diberikan beberapa proposisi. Kita dapat menarik kesimpulan
baru dari deret proposisi tersebut. Proses penarikan kesimpulan dari beberapa
proposisi disebut inferensi(inference).
Kaidah infrensi:
1. Modus Ponen
2. Modus Tollen
3. Silogisme Hipotetis
4. Silogisme Disjungtif 7.konjungsi
5. Simplifikasi
6. Penjumlahan
Argumen
Argumen adalah suatu deret proposisi yang dituliskan sebagai

Logika

  • 1.
    LOGIKA Oleh: ADE APINDO MALIDAH HOLAAPRILYANI MARLITA DEPI ADELIA SARI
  • 2.
    Proposisi DEFINISI Proposisi adalah kalimatdeklaratif yang bernilai benar (true) atau salah (false), tetapi tidakdapat sekaligus keduanya. Kebenaran atau kesalahan dari sebuah kalimat disebut nilai kebenarannya(truth value). Contoh: 1. 13 adalah bilangan ganjil 2. Soekarno adalah alumnusUGM. 3. 1 + 1 = 2 4. Hari ini adalah hari Rabu 5. Isilah gelas tersebut dengan air! 6. X + 3 = 8 7. x > 3
  • 3.
    Mengkombinasikan Proposisi Misalkan pdan q adalah proposisi. 1.Konjungsi (conjunction) : p dan q Notasi p ∧ q, 1.Disjungsi (disjunction) : p atau q Notasi: p ∨ q, 1.Ingkaran (negation) dari p: tidak p Notasi : ∼p P dan q disebut proposisi atomik • Kombinasi p dengan q menghasilkan proposisi majemuk (compound proposition)
  • 4.
    Contoh: Diketahui proposisi -proposisi berikut: p: Hari ini hujan Q : Murid-murid diliburkan dari sekolah maka p ∧ q : Hari ini hujan dan murid-murid diliburkan dari sekolah p ∨ q : Hari ini hujan atau murid-murid diliburkan dari sekolah ∼p : Tidak benar hari ini hujan (atau dalam kalimat lain yang lebih lazim: Hari ini tidak hujan)
  • 5.
    Tabel kebenaran Definisi misalkanp dan q adalah proposisi.
  • 6.
    Disjungsi Eksklusif Dari tabeltersebut dapat dibaca proposisi P ⊕ q hanya benar jika salah satu, tapi tidak keduanya, dari proposisi atomiknya benar Tabel kebenaran exclusive or
  • 7.
  • 8.
    Proposisi Bersyarat (Implikasi) Pernyataanberbentuk “jika p, maka q” semacam itu disebut Proposisi Bersyarat atau Kondisional atau implikasi. Tabel kebenaran implikasi
  • 9.
    Contoh: jika saya lulusujian, maka saya mendapat hadiah dari ayah b. Jika suhu mencapai 80° C, maka alarm akan berbunyi c. Jika anda tidak mendaftar ulang, maka anda dianggap mengundurkan diri
  • 10.
    Cara-cara mengekspresikan implikasip → q : • Jika p, makaq • Jika p, q •p mengakibatkan q (p implies q) •q jika p •p hanya jika q •p syarat cukup untuk q (hipotesis menyatakansyarat cukup(sufficient condition) ) •q syarat perlu untuk p (konklusi menyatakan syarat perlu (necessary condition) ) •q bilamana p (q whenever p)
  • 11.
    Varian Proposisi Bersyarat Terdapatbentuk implikasi lain yang berkaitan dengan p → q, yaitu proposisi sederhana yang merupakan varian dari implikasi. Ketiga variasi proposisi bersyarat tersebut adalah konvers, invers, dan kontraposisi dari proposisi asal p→q. Konvers (kebalikan) : q→p Invers : ~ p→~ q Kontraposisi : ~ q→~ p Contoh: Tentukan konvers, invers, dan kontraposisi dari pernyataan berikut “Jika Amir mempunyai mobil, maka ia orang kaya” Penyelesaian. Konvers: Jika Amir orang kaya, maka ia mempunyai mobil Invers: Jika Amir tidak mempunyai mobil, maka ia bukan orang kaya Kontraposisi: Jika Amir bukan orang kaya, maka ia ia tidak mempunyai mobil
  • 12.
    Bikondisional (Bi-implikasi) Proposisi bersyaratpenting lainnya adalah berbentuk “p jika dan hanya jika q” yang dinamakan bikondisional atau bi-implikasi. Definisi bikondisional dikemukakan sebagai berikut. Pernyataan p↔q adalah benar bila p dan q mempunyai nilai kebenaran yang sama, yakni p↔q benar jika p dan q keduanya benar atau p dan q keduanya salah. Tabel kebenaran bikondisional
  • 13.
    Inferensi Misalkan kepada kitadiberikan beberapa proposisi. Kita dapat menarik kesimpulan baru dari deret proposisi tersebut. Proses penarikan kesimpulan dari beberapa proposisi disebut inferensi(inference). Kaidah infrensi: 1. Modus Ponen 2. Modus Tollen 3. Silogisme Hipotetis 4. Silogisme Disjungtif 7.konjungsi 5. Simplifikasi 6. Penjumlahan
  • 14.
    Argumen Argumen adalah suatuderet proposisi yang dituliskan sebagai