KELOMPOK IIA
Lisa Ramadhanty (44215010123)
Angga M. Irvan (44315010015)
Repli Siregar (44215010138)
Eri Agustian (44114010259)
Harry Suseno .P (44114010105)
Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan
pesan atau informasi antara dua individu atau lebih dengan
efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah.
Komunikasi merupakan cara individu untuk menyampaikan
pesan dan informasi kepada orang lain, agar dapat
berinteraksi dan memahami perasaan serta memahami
keinginan orang lain
APA ITU
KOMUNIKASI
VERBAL?
Komunikasi Verbal adalah bentuk komunikasi yang
disampaikan komunikator kepada komunikan
dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral).
APA FUNGSI
KOMUNIKASI
VERBAL?
Menurut Larry L. Barker, bahasa memiliki 3 fungsi:
• Penamaan atau penjulukan
Merujuk pada usaha mengindetifikasi objek, tindakan, atau orang
dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam
komunikasi.
• Interaksi
Menekankan berbagai gagasan dan emosi, yang dapat
mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan
kebingungan. Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan
kepada orang lain.
• Transmisi informasi
disebut juga sebagai fungsi bahasa. Keiistimewaan bahasa sebagai
sarana transmisi informasi yang lintas waktu, dengan
menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan
memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita.
MACAM-MACAM
KOMUNIKASI
VERBAL
• Dimensi pertama atau fungsi pertama bahasa adalah
penamaan.
• Nama diri sendiri adalah simbol pertama dan utama bagi
seseorang.
• Nama dapat melambangkan status, cita rasa budaya untuk
memperoleh citra tertentu.
• Nama pribadi adalah unsur penting identitas seseorang dalam
masyarakat, karena interaksi dimulai dengan nama baru
kemudian dengan atribut atribut lainnya.
• nama yang kita terima sejak lahir tidak hanya memperngaruhi
kehidupan kita, tetapi juga mempengaruhi orang lain untuk
memperlakukan kita, dan terpenting mempegaruhi kita dalam
mempersepsi diri sendiri.
• wanita cenderung menata pembicaraan
secara kooperatif, sedangkan pria cenderung
menatanya secara kompetitif.
• Wanita sering menggunakan kalimat-kalimat
yang mengandung ekor pertanyaan. Pria
cenderung menyatakan pendapatnya
langsung.
Wanita sering menggunakan kalimat-kalimat yang mengandung
ekor pertanyaan, seperti: “Sarah ada disini, benar kah?”, bukan
“Apa sarah ada di sini?” , kalimat-kalimat yang digunakan wanita
terkadang banyak menggunakan kata “iya kan?” atau “bukan?”
Laki-laki biasanya cenderung mengatakan sesuatu yang bersifat
singkat, padat dan jelas atau langsung kepada intinya saja.
Seperti: “sarah dimana?”
• Bahasa gaul atau bahasa ABG adalah ragam
bahasa Indonesia non-standar yang lazim
digunakan di Jakarta pada tahun 1980-an hingga
saat ini menggantikan bahasa prokem yang lebih
lazim dipakai pada tahun-tahun sebelumnya.
• Orang orang yang mempunyai latar belakang
sosial budaya berbeda lazimnya berbicara dengan
berbeda , perbedaan ini boleh jadi menyangkut
dialek, intonasi, kecepatan, volume (keras atau
lemahnya), dan yang pasti kosakata nya.
1. Cara bicara dan pilihan kata ilmuwan berbeda
dengan cara bicara bicara dan pilihan kata
pedagang.
2. Ada perbedaan antara bahasa pejabat dengan
bahasa rakyat kebanyakan.
3. Perbedaan aksen antara cara bicara orang Jawa
dengan cara bicara orang Batak.
Bahasa kaum waria
Salah satu cabang bahasa gaul adalah bahasa Waria. Waria sendiri
memiliki bahasanya sendiri yang asalanya dari bahasa Indonesia, namun
dipleset-plesetkan sedikit.
Contoh:
Saya = Akikah
Bahasa Inggris yang lebih universal
ternyata tidak konsisten dalam ejaannya,
pengucapannya, pilihan kata juga
maknanya. Bahasa Inggris berkembang
menjadi beberapa ragam, antara lain;
Inggris-Inggris (British English), Inggris-
Amerika, Inggris-Australia, Inggris-Filipina,
dan Inggris-Singapura.
American British
Center Centre
Theater Theatre
Color Colour
Apartment Flat
Cookie Biscuit
Elevator Lift
Fall Autumn
Gasoline Petrol
soccer Football
Budaya konteks rendah ditandai
dengan komunikasi konteks-
rendah: pesan verbal dan eksplisit,
gaya bicara langsung, lugas, terus
terang.
Contoh: komunikasi (program)
komputer.
Budaya Konteks tinggi ditandai dengan
komunikasi konteks-rendah: pesan bersifat
implisit, tidak langsung, tidak terus terang.
Pesan yang sebenarnya mungkin
tersembunyi dalam perilaku nonverbal
pembicara. Pernyataan verbal bisa berbeda
dengan pernyataan non verbalnya.
Contoh: suku sunda-jawa yang berbicara
berputar-putar tidak langsung pada inti
masalah.
KESULITAN
DALAM
KOMUNIKASI
VERBAL
1. Keterbatasan jumlah kata yang tersedia
untuk mewakili objek
Kata-kata adalah kategori untuk merujuk pada
objek tertentu: orang, benda, peristiwa, sifat,
perasan, dan sebagainya.Tidak semua kata
tersedia untuk merujuk pada objek. Adakalanya
kita sulit menamai suatu objek. Kata-kata yang
terkonstruksi dasarnya bersifat parsial, tidak
melukiskan sesuatu secara eksak.
2. Kata yang bersifat ambigu
Karena kata-kata mempresentasikan
presepsi dan interpretasi orang-orang
yang berbeda. Sedang mereka
mempunyai latar belakang budaya,
social dan kemampuan bahasa yang
berbeda-beda. Maka terkadang kata
yang terucap berlainan orang dalam
mempresepsikan atau memaknai suatu
kata tersebut.
3. Kata-kata yang mengandung bias
budaya
Bahasa yang kita gunakan sehari-hari tidak
lepas dari pengaruh budaya yang kita
dapat dari masing-masing daerah. Apalagi
Indonesia mempunyai budaya yang
beragam. Ini sangat mungkin membuat
keterbatasan bahasa itu muncul dan salah
persepsi sering terjadi. Maka dari itu yang
paling efektif adalah ketika berkomunikasi
dengan latar belakang budaya yang sama.
4. Pencampur adukan fakta,
penafsiran, dan penilaian
Ketika kita berkomunikasi kita sering
mencampuradukan fakta dan
penafsiran kita yang nantinya akan
berujung pada penilaian kita terhadap
satu hal. Keadaan ini lah yang
terkadang membuat orang salah
persepsi tentang atas apa yang
menjadi penilaian dia.
• Kata tidak melekat pada objek, dan kita yang
memaknai kata.
• Makna terbagi dua :
1. Denotatif : Faktual, makna dalam kamus
dan bersifat publik.
2. Konotatif : Makna di luar rujukan
objektifnya (subjektif) dan bersifat pribadi.
• Ketika kita berbicara dengan orang lain, kita
hanya menyampaikan kata-kata bukan makna.
• karena keragaman bahasa dalam masing-
masing budaya, maka keragaman makna dan
bahasa terhadap suatu objek pasti terjadi.
• Banyak teoritisi bahasa mengatakan bahwa
kata mempunyai makna majemuk.
• Kata-kata boleh jadi terus berevolusi,
berkembang dan berubah sesuai dengan
perkembangan dan tuntutan zaman.
Orang jawa menggunakan kata Ayu yang
berarti cantik, namun di daerah
Bangkinang, Riau, ucapan “ayu” berati
“air”. Sementara itu kata “bujur” yang
berarti “pantat” dalam bahasa sunda,
ternyata berarti “terima kasih” bagi orang
Batak Karo, dan “benar” bagi orang
Kalimantan Selatan (Banjarmasin).
Komunikasi Verbal & Non-Verbal

Komunikasi Verbal & Non-Verbal

  • 1.
    KELOMPOK IIA Lisa Ramadhanty(44215010123) Angga M. Irvan (44315010015) Repli Siregar (44215010138) Eri Agustian (44114010259) Harry Suseno .P (44114010105)
  • 2.
    Komunikasi adalah prosespengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara dua individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah. Komunikasi merupakan cara individu untuk menyampaikan pesan dan informasi kepada orang lain, agar dapat berinteraksi dan memahami perasaan serta memahami keinginan orang lain
  • 5.
  • 6.
    Komunikasi Verbal adalahbentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral).
  • 7.
  • 8.
    Menurut Larry L.Barker, bahasa memiliki 3 fungsi: • Penamaan atau penjulukan Merujuk pada usaha mengindetifikasi objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi. • Interaksi Menekankan berbagai gagasan dan emosi, yang dapat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan. Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain. • Transmisi informasi disebut juga sebagai fungsi bahasa. Keiistimewaan bahasa sebagai sarana transmisi informasi yang lintas waktu, dengan menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita.
  • 9.
  • 11.
    • Dimensi pertamaatau fungsi pertama bahasa adalah penamaan. • Nama diri sendiri adalah simbol pertama dan utama bagi seseorang. • Nama dapat melambangkan status, cita rasa budaya untuk memperoleh citra tertentu. • Nama pribadi adalah unsur penting identitas seseorang dalam masyarakat, karena interaksi dimulai dengan nama baru kemudian dengan atribut atribut lainnya. • nama yang kita terima sejak lahir tidak hanya memperngaruhi kehidupan kita, tetapi juga mempengaruhi orang lain untuk memperlakukan kita, dan terpenting mempegaruhi kita dalam mempersepsi diri sendiri.
  • 13.
    • wanita cenderungmenata pembicaraan secara kooperatif, sedangkan pria cenderung menatanya secara kompetitif. • Wanita sering menggunakan kalimat-kalimat yang mengandung ekor pertanyaan. Pria cenderung menyatakan pendapatnya langsung.
  • 14.
    Wanita sering menggunakankalimat-kalimat yang mengandung ekor pertanyaan, seperti: “Sarah ada disini, benar kah?”, bukan “Apa sarah ada di sini?” , kalimat-kalimat yang digunakan wanita terkadang banyak menggunakan kata “iya kan?” atau “bukan?” Laki-laki biasanya cenderung mengatakan sesuatu yang bersifat singkat, padat dan jelas atau langsung kepada intinya saja. Seperti: “sarah dimana?”
  • 15.
    • Bahasa gaulatau bahasa ABG adalah ragam bahasa Indonesia non-standar yang lazim digunakan di Jakarta pada tahun 1980-an hingga saat ini menggantikan bahasa prokem yang lebih lazim dipakai pada tahun-tahun sebelumnya. • Orang orang yang mempunyai latar belakang sosial budaya berbeda lazimnya berbicara dengan berbeda , perbedaan ini boleh jadi menyangkut dialek, intonasi, kecepatan, volume (keras atau lemahnya), dan yang pasti kosakata nya.
  • 16.
    1. Cara bicaradan pilihan kata ilmuwan berbeda dengan cara bicara bicara dan pilihan kata pedagang. 2. Ada perbedaan antara bahasa pejabat dengan bahasa rakyat kebanyakan. 3. Perbedaan aksen antara cara bicara orang Jawa dengan cara bicara orang Batak.
  • 17.
    Bahasa kaum waria Salahsatu cabang bahasa gaul adalah bahasa Waria. Waria sendiri memiliki bahasanya sendiri yang asalanya dari bahasa Indonesia, namun dipleset-plesetkan sedikit. Contoh: Saya = Akikah
  • 18.
    Bahasa Inggris yanglebih universal ternyata tidak konsisten dalam ejaannya, pengucapannya, pilihan kata juga maknanya. Bahasa Inggris berkembang menjadi beberapa ragam, antara lain; Inggris-Inggris (British English), Inggris- Amerika, Inggris-Australia, Inggris-Filipina, dan Inggris-Singapura.
  • 19.
    American British Center Centre TheaterTheatre Color Colour Apartment Flat Cookie Biscuit Elevator Lift Fall Autumn Gasoline Petrol soccer Football
  • 21.
    Budaya konteks rendahditandai dengan komunikasi konteks- rendah: pesan verbal dan eksplisit, gaya bicara langsung, lugas, terus terang. Contoh: komunikasi (program) komputer.
  • 22.
    Budaya Konteks tinggiditandai dengan komunikasi konteks-rendah: pesan bersifat implisit, tidak langsung, tidak terus terang. Pesan yang sebenarnya mungkin tersembunyi dalam perilaku nonverbal pembicara. Pernyataan verbal bisa berbeda dengan pernyataan non verbalnya. Contoh: suku sunda-jawa yang berbicara berputar-putar tidak langsung pada inti masalah.
  • 23.
  • 25.
    1. Keterbatasan jumlahkata yang tersedia untuk mewakili objek Kata-kata adalah kategori untuk merujuk pada objek tertentu: orang, benda, peristiwa, sifat, perasan, dan sebagainya.Tidak semua kata tersedia untuk merujuk pada objek. Adakalanya kita sulit menamai suatu objek. Kata-kata yang terkonstruksi dasarnya bersifat parsial, tidak melukiskan sesuatu secara eksak.
  • 26.
    2. Kata yangbersifat ambigu Karena kata-kata mempresentasikan presepsi dan interpretasi orang-orang yang berbeda. Sedang mereka mempunyai latar belakang budaya, social dan kemampuan bahasa yang berbeda-beda. Maka terkadang kata yang terucap berlainan orang dalam mempresepsikan atau memaknai suatu kata tersebut.
  • 27.
    3. Kata-kata yangmengandung bias budaya Bahasa yang kita gunakan sehari-hari tidak lepas dari pengaruh budaya yang kita dapat dari masing-masing daerah. Apalagi Indonesia mempunyai budaya yang beragam. Ini sangat mungkin membuat keterbatasan bahasa itu muncul dan salah persepsi sering terjadi. Maka dari itu yang paling efektif adalah ketika berkomunikasi dengan latar belakang budaya yang sama.
  • 28.
    4. Pencampur adukanfakta, penafsiran, dan penilaian Ketika kita berkomunikasi kita sering mencampuradukan fakta dan penafsiran kita yang nantinya akan berujung pada penilaian kita terhadap satu hal. Keadaan ini lah yang terkadang membuat orang salah persepsi tentang atas apa yang menjadi penilaian dia.
  • 29.
    • Kata tidakmelekat pada objek, dan kita yang memaknai kata. • Makna terbagi dua : 1. Denotatif : Faktual, makna dalam kamus dan bersifat publik. 2. Konotatif : Makna di luar rujukan objektifnya (subjektif) dan bersifat pribadi. • Ketika kita berbicara dengan orang lain, kita hanya menyampaikan kata-kata bukan makna.
  • 30.
    • karena keragamanbahasa dalam masing- masing budaya, maka keragaman makna dan bahasa terhadap suatu objek pasti terjadi. • Banyak teoritisi bahasa mengatakan bahwa kata mempunyai makna majemuk. • Kata-kata boleh jadi terus berevolusi, berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
  • 32.
    Orang jawa menggunakankata Ayu yang berarti cantik, namun di daerah Bangkinang, Riau, ucapan “ayu” berati “air”. Sementara itu kata “bujur” yang berarti “pantat” dalam bahasa sunda, ternyata berarti “terima kasih” bagi orang Batak Karo, dan “benar” bagi orang Kalimantan Selatan (Banjarmasin).