Lisa Ramadhanty
44215010123
TEORI PENSTRUKTURAN ADAPTIF
DAFTAR ISI
PENEMU
Anthony Giddens

Marshall Scott Poole
David Seibold
Robert McPhee
SEJARAH
 Anthony Giddens, seorang sosiolog pertama kali
mempresentasikan tentang Teori Penstrukturan
Adaptif (Adaptive Structuration Theory) pada tahun
1970-an (1979).
 Giddens mendeskripsikan bagaimana institusi sosial
dan organisasi, misalnya diproduksi, direproduksi, dan
ditransformasi melalui penggunaan aturan-aturan
sosial.
• Marshall Scott Poole (1990) dan kolegannya (Poole, Seibold &
Mc Phee, 1985, 1996) memperbaiki dan memperluas teori
Giddens, dengan membentuk suatu program penelitian yang
menetapkan teori ini pada proses-proses yang terlibat di dalam
pengambilan keputusan kelompok.
• Penstrukturan dalam kelompok dideskripsikan sebagi “proses
dimana sistem diproduksi dan direproduksi melalui pemakaian
aturan dan sumber daya oleh anggota-anggota” .
• kunci untuk memahami kelompok adalah melalui analisis dari
struktur yang mendasari mereka. Aturan dan sumber daya untuk
komunikasi dan pengambilan keputusan biasanya dipelajari
melalui organisasi itu sendiri dan juga dari pengalaman masa lalu
dan aturan pribadi anggota-anggotanya.
ALASAN MUNCUL
 Sangat penting untuk mengingat bahwa setiap kali kita
berkomunikasi dengan seseorang kita sedang menciptakan sebuah
permulaan baru dengan menciptakan aturan baru untuk harapan,
dengan mengubah aturan yang sudah ada atau dengan menekan
kembali aturan yang telah digunakan sejak dahulu.
 Semua tindakan komunikasi kita berada di dalam hubungan
dengan masa lalu. Giddens menyatakan bahwa struktur ini (aturan
dan sumber daya) tidak dapat dipandang sebagai penghalang bagi
interaksi melainkan sebagai bagian yang penting dari penciptaan
itu sendiri.
 Teori ini mengambil nama „Strukturasi Adaptif‟, karena anggota
kelompok secara sengaja meyesuaikan aturan dan sumberdaya
untuk mencapai tujuan. Selain itu, strukturasi adalah sesuatu yang
lebih kompleks daripada model urutan tunggal.
 Teori Penstrukturan Adaptif mengambil pemikiran bahwa aturan
secara berkesinambungan menyediakan tata cara dan batasan bagi
perilaku kelompok dengan menjalankan peraturan dengan
berdasarkan harapan sebelumnya.
KONSEP TEORITIS
• Penstrukturan memberikan fondasi yang berguna untuk
mempelajari dampak yang dimiliki oleh aturan dan sumber daya
terhadap keputusan kelompok dan komunikasi organisasi.
• Penstrukturan membantu menjelaskan bagaimana aturan-aturan
ini diubah atau dikonfirmasi melalui interaksi.
• Pensturkturan bersifat komunikatif: Berbicara dan tindakan. Jika
struktur benar-benar diproduksi melalui interaksi, maka
komunikasi lebih dari sekadar pengantar tindakan; komunikasi
adalah tindakan” (Modaff & DeWine, 2002, hal.107).
 Poole menekankan pentingnya memahami bahwa individu
menciptakan dan membentuk kelompok sebagaimana
mereka berperilaku di dalamnya. Perilaku anggota
kelompok, seperti dikatakan Giddens, dipengaruhi oleh tiga
elemen tindakan yaitu
1. Interpretasi -> dilakukan melalui bahasa,
2. moralitas -> didirikan melalui norma kelompok, dan
3. kekuasaan -> diraih melalui struktur kekuasaan
interpersonal yang timbul dalam kelompok.
 Poole mengasumsikan bahwa anggota kelompok adalah aktor
yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang secara
refleksif mengontrol aktivitas mereka.
 Sebelum Poole mencetuskan teorinya, para peneliti berpikir bahwa
mereka telah mengidentifikasi pola universal untuk pengambilan
keputusan di kelompok kecil. Pola ini dikenal juga dengan nama model
urutan tunggal (a single sequence model) yang terdiri dari :
1. Orientasi (orientation); usaha-usaha tidak terfokus karena tujuan
belum jelas
2. Konflik (conflict); orang-orang tidak setuju pada pendekatan terhadap
masalah
3. Penggabungan (coalescence); ketegangan dikurangi melalui negosiasi
damai
4. Pembangunan (Development); kelompok berkonsentrasi pada cara
untuk mengimplementasikan solusi tunggal
5. Integrasi (integration), kelompok berfokus pada ketegangan –
solidaritas bebas daripada tugas.
PREMIS
West dan Turner (2007:299) menggarisbawahi tiga asumsi
pokok teori strukturasi adaptif, yaitu:
1. Kelompok dan organisasi diproduksi dan direproduksi
melalui penggunaan aturan dan sumber daya.
2. Aturan komunikasi berfungsi baik sebagai sebagai
medium maupun hasil akhir dari interaksi.
3. Strukturasi kekuasaan ada di dalam organisasi dan
menuntut proses pengambilan keputusan dengan
menyediakan informasi mengenai bagaimana cara untuk
mencapai tujuan kita dengan cara yang terbaik.
Dalam penelitian yang Poole lakukan bersama rekan-rekannya, ia
menemukan secara umum ada tiga jenis rangkaian keputusan, yaitu :
 A Standard unitary Sequence (rangkaian standar tunggal); ini
serupa dengan model urutan tunggal.
 Complex Cyclic Sequence (rangkaian putaran kompleks);
kelompok akan melihat kedepan maupun ke belakang dalam
rangka mencari kejelasan masalah dan mengasilkan solusi
yang tepat.
 Solution Oriented Sequence (rangkaian orientasi solusi);
pada rangkaian ini tidak dilakukan analisis masalah secara
mendalam, fokus diletakkan pada solusi ke depan.
KRITIK ATAS TEORI
 Para ilmuwan yang telah mempelajari penstrukturan
dalam kelompok dan organisasi menekankan pentingnya
pemahaman dari hubungan antara masukan kedalam
kelompok (sumber daya dan aturan-aturan) dan keluaran
(umpan balik).
 Akan tetapi, sangat penting untuk tidak hanya memahami
keberadaan sumber daya tetapi juga mempelajari
bagaimana sumber daya ini berevolusi dan berubah
sebagai hasil aktivitas komunikasi yang terjadi dalam
suatu kelompok.
PEMANFAATAN DALAM KESEHARIAN
Kelompok dan organisasi dikoordinasi di seputar berbagai
interaksi sosial – misalnya, menyoliasisasikan anggota baru
melalui penerimaan karyawan baru, pengambilan keputusan
dalam suatu conference call, mengadakan rapat secara langsung
atau melalui sebuah konferensi video, atau mengajarkan
keahlian baru dalam sesi pelatihan karyawan.
Terima Kasih
THE END

Teori Penstrukturan Adaptif

  • 1.
  • 2.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    SEJARAH  Anthony Giddens,seorang sosiolog pertama kali mempresentasikan tentang Teori Penstrukturan Adaptif (Adaptive Structuration Theory) pada tahun 1970-an (1979).  Giddens mendeskripsikan bagaimana institusi sosial dan organisasi, misalnya diproduksi, direproduksi, dan ditransformasi melalui penggunaan aturan-aturan sosial.
  • 6.
    • Marshall ScottPoole (1990) dan kolegannya (Poole, Seibold & Mc Phee, 1985, 1996) memperbaiki dan memperluas teori Giddens, dengan membentuk suatu program penelitian yang menetapkan teori ini pada proses-proses yang terlibat di dalam pengambilan keputusan kelompok. • Penstrukturan dalam kelompok dideskripsikan sebagi “proses dimana sistem diproduksi dan direproduksi melalui pemakaian aturan dan sumber daya oleh anggota-anggota” . • kunci untuk memahami kelompok adalah melalui analisis dari struktur yang mendasari mereka. Aturan dan sumber daya untuk komunikasi dan pengambilan keputusan biasanya dipelajari melalui organisasi itu sendiri dan juga dari pengalaman masa lalu dan aturan pribadi anggota-anggotanya.
  • 7.
    ALASAN MUNCUL  Sangatpenting untuk mengingat bahwa setiap kali kita berkomunikasi dengan seseorang kita sedang menciptakan sebuah permulaan baru dengan menciptakan aturan baru untuk harapan, dengan mengubah aturan yang sudah ada atau dengan menekan kembali aturan yang telah digunakan sejak dahulu.  Semua tindakan komunikasi kita berada di dalam hubungan dengan masa lalu. Giddens menyatakan bahwa struktur ini (aturan dan sumber daya) tidak dapat dipandang sebagai penghalang bagi interaksi melainkan sebagai bagian yang penting dari penciptaan itu sendiri.
  • 8.
     Teori inimengambil nama „Strukturasi Adaptif‟, karena anggota kelompok secara sengaja meyesuaikan aturan dan sumberdaya untuk mencapai tujuan. Selain itu, strukturasi adalah sesuatu yang lebih kompleks daripada model urutan tunggal.  Teori Penstrukturan Adaptif mengambil pemikiran bahwa aturan secara berkesinambungan menyediakan tata cara dan batasan bagi perilaku kelompok dengan menjalankan peraturan dengan berdasarkan harapan sebelumnya.
  • 9.
    KONSEP TEORITIS • Penstrukturanmemberikan fondasi yang berguna untuk mempelajari dampak yang dimiliki oleh aturan dan sumber daya terhadap keputusan kelompok dan komunikasi organisasi. • Penstrukturan membantu menjelaskan bagaimana aturan-aturan ini diubah atau dikonfirmasi melalui interaksi. • Pensturkturan bersifat komunikatif: Berbicara dan tindakan. Jika struktur benar-benar diproduksi melalui interaksi, maka komunikasi lebih dari sekadar pengantar tindakan; komunikasi adalah tindakan” (Modaff & DeWine, 2002, hal.107).
  • 10.
     Poole menekankanpentingnya memahami bahwa individu menciptakan dan membentuk kelompok sebagaimana mereka berperilaku di dalamnya. Perilaku anggota kelompok, seperti dikatakan Giddens, dipengaruhi oleh tiga elemen tindakan yaitu 1. Interpretasi -> dilakukan melalui bahasa, 2. moralitas -> didirikan melalui norma kelompok, dan 3. kekuasaan -> diraih melalui struktur kekuasaan interpersonal yang timbul dalam kelompok.  Poole mengasumsikan bahwa anggota kelompok adalah aktor yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang secara refleksif mengontrol aktivitas mereka.
  • 11.
     Sebelum Poolemencetuskan teorinya, para peneliti berpikir bahwa mereka telah mengidentifikasi pola universal untuk pengambilan keputusan di kelompok kecil. Pola ini dikenal juga dengan nama model urutan tunggal (a single sequence model) yang terdiri dari : 1. Orientasi (orientation); usaha-usaha tidak terfokus karena tujuan belum jelas 2. Konflik (conflict); orang-orang tidak setuju pada pendekatan terhadap masalah 3. Penggabungan (coalescence); ketegangan dikurangi melalui negosiasi damai 4. Pembangunan (Development); kelompok berkonsentrasi pada cara untuk mengimplementasikan solusi tunggal 5. Integrasi (integration), kelompok berfokus pada ketegangan – solidaritas bebas daripada tugas.
  • 12.
    PREMIS West dan Turner(2007:299) menggarisbawahi tiga asumsi pokok teori strukturasi adaptif, yaitu: 1. Kelompok dan organisasi diproduksi dan direproduksi melalui penggunaan aturan dan sumber daya. 2. Aturan komunikasi berfungsi baik sebagai sebagai medium maupun hasil akhir dari interaksi. 3. Strukturasi kekuasaan ada di dalam organisasi dan menuntut proses pengambilan keputusan dengan menyediakan informasi mengenai bagaimana cara untuk mencapai tujuan kita dengan cara yang terbaik.
  • 13.
    Dalam penelitian yangPoole lakukan bersama rekan-rekannya, ia menemukan secara umum ada tiga jenis rangkaian keputusan, yaitu :  A Standard unitary Sequence (rangkaian standar tunggal); ini serupa dengan model urutan tunggal.  Complex Cyclic Sequence (rangkaian putaran kompleks); kelompok akan melihat kedepan maupun ke belakang dalam rangka mencari kejelasan masalah dan mengasilkan solusi yang tepat.  Solution Oriented Sequence (rangkaian orientasi solusi); pada rangkaian ini tidak dilakukan analisis masalah secara mendalam, fokus diletakkan pada solusi ke depan.
  • 14.
    KRITIK ATAS TEORI Para ilmuwan yang telah mempelajari penstrukturan dalam kelompok dan organisasi menekankan pentingnya pemahaman dari hubungan antara masukan kedalam kelompok (sumber daya dan aturan-aturan) dan keluaran (umpan balik).  Akan tetapi, sangat penting untuk tidak hanya memahami keberadaan sumber daya tetapi juga mempelajari bagaimana sumber daya ini berevolusi dan berubah sebagai hasil aktivitas komunikasi yang terjadi dalam suatu kelompok.
  • 15.
    PEMANFAATAN DALAM KESEHARIAN Kelompokdan organisasi dikoordinasi di seputar berbagai interaksi sosial – misalnya, menyoliasisasikan anggota baru melalui penerimaan karyawan baru, pengambilan keputusan dalam suatu conference call, mengadakan rapat secara langsung atau melalui sebuah konferensi video, atau mengajarkan keahlian baru dalam sesi pelatihan karyawan.
  • 16.