Dokumen tersebut membahas tentang gas mulia, termasuk helium, neon, argon, kripton, xenon, dan radon. Dijelaskan sifat fisika dan kimia masing-masing gas, cara pembuatannya, reaksinya membentuk senyawa, serta kegunaannya.
Sifat
kimia
dan
fisika
Helium
● Helium adalahsalah satu gas mulia kelompok O dalam tabel periodik. Gas
ini merupakan unsur paling ringan kedua setelah hidrogen.
● Sumber helium utama dunia adalah serangkaian ladang gas alam di
Amerika Serikat.
● Helium adalah gas tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak
beracun. Gas ini kurang larut dalam air dibandingkan gas lainnya.
● Helium merupakan unsur kurang reaktif dan hampir tidak membentuk
senyawa kimia dengan unsur lain.
● Kepadatan dan viskositas uap helium sangat rendah, sedangkan
konduktivitas termik dan kandungan kalorinya sangat tinggi.
● Helium bisa dicairkan namun harus dilakukan dalam suhu amat rendah dan
tekanan tinggi.
● Helium adalah unsur paling melimpah kedua di alam semesta, setelah
hidrogen.
● Helium terbentuk di bumi oleh peluruhan radioaktif alami unsur yang lebih
berat.
6.
Sifat
kimia
dan
fisika
Neon
● Neon adalahgas mulia teringan kedua setelah helium.
● Gas ini berwarna oranye kemerahan saat dimasukkan dalam
tabung vakum dan dalam lampu neon.
● Kapasitas pendingin neon 40 kali lebih besar dari helium cair dan
3 kali hidrogen cair (per unit volume).
● Neon merupakan refrigeran lebih murah daripada helium di
sebagian besar aplikasi.
● gas ini dapat membentuk senyawa eksotis dengan fluor di
laboratorium.
● Belum diketahui secara pasti apakah terdapat senyawa neon di
alam akibat sifatnya yang tidak reaktif.
● Meskipun neon adalah unsur paling melimpah keempat di alam
semesta, atmosfer bumi hanya mengandung 0,0018% neon.
7.
Sifat
kimia
dan
fisika
Argon
● Argon adalahgas mulia ketiga dan berkontribusi pada sekitar 1%
atmosfer bumi.
● Argon memiliki kelarutan mirip oksigen dan sekitar 2,5 kali lebih
mudah larut dalam air dari nitrogen.
● Unsur kimia inert ini tidak berwarna dan tidak berbau
● Argon-37 dihasilkan dari peluruhan kalsium-40, hasil dari ledakan
nuklir bawah tanah.
● Argon juga hadir dalam sebagian mineral kalium karena peluruhan
radioaktif isotop kalium-40.
8.
Sifat
kimia
dan
fisika
Kripton
● Kripton terdapatdi udara dengan konsentrasi sekitar 1 ppm
● kripton merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau, dan
berharga cukup mahal.
● Kripton padat berwujud zat kristal putih dengan struktur kubus,
seperti pada umumnya “gas mulia” lainnya.
● Senyawa kripton umumnya tidak stabil, kecuali diisolasi dalam
matriks pada suhu yang sangat rendah.
9.
Sifat
kimia
dan
fisika
Xenon
● Tidak berwarna
●Tidak berbau
● Tidak berasa
● Pada keadaan standar gas mulia tidak dapat terbakar.
● Simbol : Xe
● Radius atom : 1.24 Ǻ
● Volume atom : 42,9 cm3/mol
● Massa atom : 131,29
● Titik didih : 165.1 K
● Radius kovalensi : 1.31Ǻ
● Struktur Kristal : fcc
● Massa jenis : 5,9 g/cm3
● Elektronegativitas : 2.6
● Konfigurasi electron : [Kr]4d10 5s2p6
10.
Sifat
kimia
dan
fisika
Radon
● satu bagianradon terdapat dalam 1 x 1021 bagian udara
● Pada suhu biasa, radon tidak berwarna
● ketika didinginkan hingga mencapai titik bekunya, radon
memancarkan fosforesens yang teerang, yang kemudian
menjadi kuning seiring menurunnya suhu
● Radon berwarna merah sindur pada suhu udara cair
● Telah dilaporkan bahwa fluor bereaksi dengan radon,
membentuk senyawa fluorida
Helium
1. Pengganti gashidrogen untuk mengisi balon udara
karena gas helium selain ringan juga tidak dapat
terbakar
2. Sebagai pengisi tabung penyelaman bersama
oksigen, menggantikan nitrogen yang terdapat di
udara. Nitrogen dapat mengakibatkan ‘bends’ yaitu
keluarnya gelembung-gelembung gas nitrogen yang
tadinya larut dalam darah seiring meningkatnya
tekanan hidrostatik yang dialami si penyelam
disertai rasa sakit yang luar biasa.
3. Dipakai untuk membuat lingkungan yang inert
untuk mencegah oksidasi pada proses penyepuhan
logam
4. Helium cair dapat digunakan sebagai refrigeran
(cairan pendingin) terutama pada reaktor nuklir.
19.
Neon 1. Pengisilampu reklame, memancarkan
warna mera
2. Neon cair juga bisa digunakan sebagai
refrigeran
20.
Argon 1. Pengisibola lampu pijar agar kawat
filamen tidak mudah rusak
2. Dipakai untuk membuat lingkungan
atmosfer yang inert
3. Pengisi lampu reklame, memancarkan
warna merah muda pada tekanan rendah
dan biru pada tekanan tinggi
21.
Kripton 1. Standarukuran internasional, 1 meter =
1.650.763,73 kali panjang gelombang gas
kripton
2. Pengisi lampu reklame, memancarkan
warna putih
22.
Xenon 1. Sebagaiobat bius
2. Oksida xenon merupakan oksidator kuat
karena mudah berubah menjadi
unsurnya
Argon
Reaksinya :
Ar(s) +HF → HArF
Nama senyawa yang terbentuk adalah Argonhidroflourida. Senyawa ini dihasilkan oleh fotolisis
dan matriks Ar padat dan stabil pada suhu rendah
26.
Kripton
Reaksinya :
Kr(s) +F2 (s) → KrF2 (s)
Nama senyawa yang terbentuk adalah Kripton flourida. Reaksi ini dihasilkan dengan cara
mendinginkan Kr dan F2pada suhu -196 0C lalu diberi loncatan muatan listrik atau sinar X
27.
Xenon
Xe(g) + F2(g)→ XeF2(s)
Xe(g) + 2F2(g) → XeF4(s)
Xe(g) + 3F2(g)→ XeF6(s)
Reaksi ini menghasilkan Senyawa xenon flourida. XeF2 dan XeF4 dapat diperoleh dari pemanasan Xe dan F2pada
tekanan6 atm, jika umlah peraksi F2 lebih besar maka akan diperoleh XeF6
XeF6(s) + 3H2O(l) → XeO3(s) + 6HF(aq)
6XeF4(s) + 12H2O(l) → 2XeO3(s) + 4Xe(g) + 3O(2)(g) + 24HF(aq)
Menghasilkan senyawa Xenon Oksida. XeO4 dibuat dari reaksi disproporsionasi(reaksi dimana unsur pereaksi yang
sama sebagian teroksidasi dan sebagian lagi tereduksi) yang kompleks dari larutan XeO3 yang bersifat alkain.