Adji Hari S. 116100016
Bambang Dwi A. 116100018
Moh. Fahrur Rizqon 116100019
M. Abi Febianto 116100023
“MODEL PERTAMA” yang sering digunakan oleh
 perusahaan yang memproduksi barang secara massal 
 prototipe sebagai suatu produk
Prototipe dalam perspektif pengembangan Sistem
 Informasi  prototipe sebagai suatu proses
  Sistem informasi (aplikasi) yang mengambarkan hal-hal penting
   dari sistem informasi yang akan datang. (MODEL KERJA)
  Prototipe sistem informasi bukan sesuatu yang lengkap, tetapi
   sesuatu yang harus dimodifikasi kembali, dikembangkan, dan
   ditambahkan atau dapat digabungkan dengan sistem informasi
   yang lain.
Ada empat langkah yang menjadi karakteristik
  metode prototyping yaitu :
• Pemilahan fungsi
   Mengacu pada pemilahan fungsi yang harus
   ditampilkan oleh prototyping. Pemilahan harus selalu
   dilakukan berdasarkan pada tugas-tugas yang relevan
   yang sesuai dengan contoh kasus yang akan
   diperagakan
• Penyusunan Sistem Informasi
  Bertujuan untuk memenuhi permintaan akan tersedianya
   prototype
• Evaluasi
• Penggunaan Selanjutnya
1.Mengidentifikasi kebutuhan : analisa terhadap
 kebutuhan calon user
2.Quick design : pembuatan desain global untuk
 membentuk s/w contoh
3.Build prototype : pembuatan s/w prototype termasuk
 pengujian dan penyempurnaan.
4.Evaluasi pengguna : mengevaluasi prototipe dan
 memperhalus analis kebutuhan calon pemakai
5.Pembuatan & implementasi pembuatan sebenarnya
 termasuk design, coding, dan testing
• Feasibility prototyping – digunakan untuk menguji
  kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk
  system informasi yang akan disusun.
• R equirement prototyping – digunakan untuk mengetahui
  kebutuhan aktivitas bisnis user.
• Desain Prototyping -       digunakan untuk mendorong
  perancangan system informasi yang akan digunakan.
• Implementation prototyping – merupakan lanjytan dari
  rancangan protipe, prototype ini langsung disusun
  sebagai suatu system informasi yang akan digunakan.
• Terdapat tiga pendekatan utama prototyping, yaitu:
1.      THROW-AWAY
Prototype dibuat dan dites. Pengalaman yang diperoleh dari
   pembuatan prototype digunakan untuk membuat produk akhir
   (final), kemudian prototype tersebut dibuang (tak dipakai).
2.      INCREMENTAL
Produk finalnya dibuat sebagai komponen-komponen yang
   terpisah. Desain produk finalnya secara keseluruhan haya ada
   satu tetapi dibagi dalam komonen-komponen lebih kecil yang
   terpisah (independent).
3.      EVOLUTIONARY
Pada metode ini, prototipenya tidak dibuang tetapi digunakan
   untuk iterasi desain berikutnya. Dalam hal ini, sistem atau
   produk yang sebenarnya dipandang sebagai evolusi dari versi
   awal yang sangat terbatas menuju produk final atau produk
   akhir.
Prototyping bekerja dengan baik pada penerapan-
penerapan yang berciri sebagai berikut:
1.      Resiko tinggi yaitu untuk masalah - masalah yang
tidak terstruktur dengan baik, ada perubahan yang besar
dari waktu ke waktu, dan adanya persyaratan data yang
tidak menentu.
2.      Interaksi pemakai penting. Sehingga sistem harus
menyediakan dialog on-line antara pelanggan dan
komputer.
3.      Waktu penyelesaian yang cepat.
4.      Perilaku pemakai yang sulit ditebak.
5.      Sistem yang inovatif yaitu system yang membutuhkan
cara penyelesaian masalah dan penggunaan perangkat
keras yang mutakhir.
• Kelebihan:
• Keterlibatan user dalam pengembangan sistem mempengaruhi
  kualitas akhir dari sistem informasi
• Fleksibel terhadap perubahan yang terjadi dan memungkinkan
  terjadinya modifikasi.


• Kekurangan:
• Pelanggan yang melihat wo rking v e rs io n dari model yang
  diminta/diperlihatkan tidak menyadari bahwa mungkin saja prototype
  dibuat terburu-buru dan rancangan tidak tersusun dengan baik.
• Pengembang kadang-kadang membuat implementasi sembarang,
  karena ingin working version selesai dengan cepat.
• Karena sudah melihat prototype-nya, pelanggan menjadi tidak sabar
  untuk menunggu versi jadinya. Karena pelanggan merasa program
  jadinya tidak akan lama lagi selesai.
• McLeod Jr., Raymond. 2001. Sistem Informasi
  Manajemen, Edisi Ketujuh. Jakarta: PT Prenhallindo
• http://fenni.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11018/
  Prototyping.pdf
• http://idam2010.wordpress.com/2010/03/30/pengertian-
  prototype/
• http://achmad-rasul.blogspot.com/2009/05/pengertian-
  prototype_7273.html
• http://ami26chan.wordpress.com/2010/03/24/prototyping
  /

Kelompok 6 prototipe

  • 1.
    Adji Hari S.116100016 Bambang Dwi A. 116100018 Moh. Fahrur Rizqon 116100019 M. Abi Febianto 116100023
  • 2.
    “MODEL PERTAMA” yangsering digunakan oleh perusahaan yang memproduksi barang secara massal  prototipe sebagai suatu produk Prototipe dalam perspektif pengembangan Sistem Informasi  prototipe sebagai suatu proses  Sistem informasi (aplikasi) yang mengambarkan hal-hal penting dari sistem informasi yang akan datang. (MODEL KERJA)  Prototipe sistem informasi bukan sesuatu yang lengkap, tetapi sesuatu yang harus dimodifikasi kembali, dikembangkan, dan ditambahkan atau dapat digabungkan dengan sistem informasi yang lain.
  • 3.
    Ada empat langkahyang menjadi karakteristik metode prototyping yaitu : • Pemilahan fungsi Mengacu pada pemilahan fungsi yang harus ditampilkan oleh prototyping. Pemilahan harus selalu dilakukan berdasarkan pada tugas-tugas yang relevan yang sesuai dengan contoh kasus yang akan diperagakan • Penyusunan Sistem Informasi Bertujuan untuk memenuhi permintaan akan tersedianya prototype • Evaluasi • Penggunaan Selanjutnya
  • 5.
    1.Mengidentifikasi kebutuhan :analisa terhadap kebutuhan calon user 2.Quick design : pembuatan desain global untuk membentuk s/w contoh 3.Build prototype : pembuatan s/w prototype termasuk pengujian dan penyempurnaan. 4.Evaluasi pengguna : mengevaluasi prototipe dan memperhalus analis kebutuhan calon pemakai 5.Pembuatan & implementasi pembuatan sebenarnya termasuk design, coding, dan testing
  • 6.
    • Feasibility prototyping– digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk system informasi yang akan disusun. • R equirement prototyping – digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user. • Desain Prototyping - digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan digunakan. • Implementation prototyping – merupakan lanjytan dari rancangan protipe, prototype ini langsung disusun sebagai suatu system informasi yang akan digunakan.
  • 7.
    • Terdapat tigapendekatan utama prototyping, yaitu: 1.      THROW-AWAY Prototype dibuat dan dites. Pengalaman yang diperoleh dari pembuatan prototype digunakan untuk membuat produk akhir (final), kemudian prototype tersebut dibuang (tak dipakai). 2.      INCREMENTAL Produk finalnya dibuat sebagai komponen-komponen yang terpisah. Desain produk finalnya secara keseluruhan haya ada satu tetapi dibagi dalam komonen-komponen lebih kecil yang terpisah (independent). 3.      EVOLUTIONARY Pada metode ini, prototipenya tidak dibuang tetapi digunakan untuk iterasi desain berikutnya. Dalam hal ini, sistem atau produk yang sebenarnya dipandang sebagai evolusi dari versi awal yang sangat terbatas menuju produk final atau produk akhir.
  • 8.
    Prototyping bekerja denganbaik pada penerapan- penerapan yang berciri sebagai berikut: 1.      Resiko tinggi yaitu untuk masalah - masalah yang tidak terstruktur dengan baik, ada perubahan yang besar dari waktu ke waktu, dan adanya persyaratan data yang tidak menentu. 2.      Interaksi pemakai penting. Sehingga sistem harus menyediakan dialog on-line antara pelanggan dan komputer. 3.      Waktu penyelesaian yang cepat. 4.      Perilaku pemakai yang sulit ditebak. 5.      Sistem yang inovatif yaitu system yang membutuhkan cara penyelesaian masalah dan penggunaan perangkat keras yang mutakhir.
  • 9.
    • Kelebihan: • Keterlibatanuser dalam pengembangan sistem mempengaruhi kualitas akhir dari sistem informasi • Fleksibel terhadap perubahan yang terjadi dan memungkinkan terjadinya modifikasi. • Kekurangan: • Pelanggan yang melihat wo rking v e rs io n dari model yang diminta/diperlihatkan tidak menyadari bahwa mungkin saja prototype dibuat terburu-buru dan rancangan tidak tersusun dengan baik. • Pengembang kadang-kadang membuat implementasi sembarang, karena ingin working version selesai dengan cepat. • Karena sudah melihat prototype-nya, pelanggan menjadi tidak sabar untuk menunggu versi jadinya. Karena pelanggan merasa program jadinya tidak akan lama lagi selesai.
  • 10.
    • McLeod Jr.,Raymond. 2001. Sistem Informasi Manajemen, Edisi Ketujuh. Jakarta: PT Prenhallindo • http://fenni.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11018/ Prototyping.pdf • http://idam2010.wordpress.com/2010/03/30/pengertian- prototype/ • http://achmad-rasul.blogspot.com/2009/05/pengertian- prototype_7273.html • http://ami26chan.wordpress.com/2010/03/24/prototyping /