KAS
www.fitrah.blog.com
Adalah segala sesuatu (baik yang berbentuk uang atau
bukan) yang dapat etersedia dengan segera dan
diterima sebagai alat pelunasan kewajiban pada nilai
nominalnya, seperti :
 Rekening Giro di Bank;
 Uang Kas (Tunai) kertas, Logam;
 Check, Pos Wesel;
 Hal – hal lain yang dapat disamakan dengan Uang
PENGERTIAN KAS
 Perencanaan arus Kas (Chas Flow Planning)
 Pengendalian penerimaan Kas;
 Pengendalian pengeluaran Kas;
 Sistem voucher
 Melakukan rekonsiliasi Bank;
 Penerapan sistem dana paffy chas;
 Fund system
 Fluktuasi system
PENGENDALIAN KAS
 Dokumen intern = Voucher
 Journal = Buku Voucher
 Buku check keluar = Check Register
Contoh :
Gambar I
Gambar II
Gambar III
Gambar IV
SISTEM VOUCHER
1. Biaya Pengiriman XX Buku Voucher
Hutang Voucher XX
2. Hutang Voucher XX Buku Check Keluar
Bank XX
Jika dibayar
3. Hutang Voucher XX
Potongan pembelian XX Journal Umum
Bank XX
JOURNAL
Saldo yang nampak dalam laporan Bank kadang- kadang tidak sama dengan
saldo yang nampak dalam pembukuan journal, hal ini disebabkan karena :
 Adanya transaksi-transaksi yang belum dicata oleh salah satu pihak;
 Adanya kesalahan pembukuan baik dari pihak bank maupun pihak
perusahaan.
Rekonsiliasi berarti menentukan hal-hal yang menimbulkan adanya perbedaan
antara saldo yang nampak dalam laporan bank dengan saldo yang nampak
dalam catatan pemegang giro. Dengan mengetahui faktor-faktor yang
menimbulkan perbedaan tersebut, maka dapatlah ditentukan saldo yang benar
untuk dicantumkan dalam neraca
REKONSILIASI BANK
1. Mencocokkan setiap setoran yang terdapat dalam
buku penerimaan bank dengan setiap ayat journal
kredit dalam laporan rekening koran;
2. Mencocokkan setiap pengeluaran uang yang
terdapat dalam buku check keluar dengan setiap
ayat journal debet dalam laporan rekening koran.
PROSEDUR REKONSILIASI
Perbedaan yang muncul dari pekerjaan diatas adalah :
Ad. 1
a. Setoran sebesar Rp.2.406.000,- dibuku penerimaan tidak ada pada bank
b. Jumlah sebesar Rp.400.000,- belum ada pada perusahaan
c. Jumlah sebesar Rp.12.500,- tidak ada di perusahaan
Ad. 2
d. Salah catat perusahaan check No.2912 Rp. 15.000,- di Rekening Koran Rp.150.000,-
e. Check yang belum ada di Rekening Koran total Rp.1.119.965,- dengan No. Check (2914,
2915, 2916), (check-check belum diuangkan)
f. Salah catat bank sebesar Rp.227.745,- (check orang lain)
g. Nilai sebesar Rp.9.000,- belum terlihat dalam buku journal
Dengan adanya perbedaan-perbedaan ini, maka perusahaan dapat mencari saldo yang benar
terhadap kas melalui Rekening Bank.
PROSEDUR REKONSILIASI
PT AGUNG BAKTI
REKONSILIASI DANA INDONESIA
31 Desember 2007
CONTOH
Saldo Buku 7.341.000
b. + Penerimaan piutang 400.000
c. + Jasa Giro 12.500
412.500
g. – Biaya Adm (9.000)
h. – Salah Catat (135.000)
(144.000)
Saldo ........ 7.609,500
Saldo menurut Rekening Koran 6,095,720
A. +. Setoran dalam perjalanan 2,406,000
F. +. Salah catat Bank 227,745
2,633,745
E. +. Out Standing cek (1.119.965)
7,609,500
Bank 268,500
Biaya Bank 9,000
Pembelian 135,000
Pendapatan Jasa Giro 12,500
Piutang Dagang 400,000
JOURNAL PENYESUAIAN
Perubahan rekening kas kecil dapat terjadi jika :
 Ada penambahan kas kecil
 Ada pengurangan kas kecil
+ Menjadi 150.000 Kas Kecil 50,000
Kas
- Menjadi 75.000 Kas 25,000
Kas Kecil
NOTE
Dengan adanya Pengawasan intern terhadap kas, maka timbul
beberapa masalah, yaitu :
1. Setiap periode perlu diadakan rekonsiliasi antara saldo kas
dengan saldo menurut laporan Bank;
2. Pembentukan kas kecil (patty cash)
Patty cash adalah uang kas yang disediakan untuk membayar
pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak
ekonomis/effisien bila dibayar dengan check.
Ada 2 metode dalam pencatatan patty cash :
 Sistim Imprest (sistim dana tetap)
 Metode fluktuasi (metode berubah-rubah)
NOTE
NOTE
Contoh Sistim Imprest Sistem Fluktuasi
1. Pembentukan
2. Pengeluaran
3. Diisi kembali
Kas kecil 100.000
kas
No Entry
B. Surat kabar 2,000
B. Angkut 4,800
B. Listrik 17,000
B. Telepon 23,000
Kas kecil 90,000
1. Kas kecil 100.000
kas
2. B. Surat kabar 12.000
kas kecil
B. Angkut 4,800
kas kecil
dstnya.
3. Kas kecil 75,000
kas
Perubahan rekening kas kecil dapat terjadi :
Ada penambahan kas kecil
Ada pengurangan kas kecil
Contoh :
+ Menjadi Rp. 150.000,- kas kecil Rp. 50.000,-
kas Rp. 50.000,-
- Menjadi Rp. 75.000,- kas Rp. 25.000,-
kas kecil Rp. 25.000,-
NOTE
GAMBAR 12 - 3
GAMBAR 12 - 4
GAMBAR 12 - 5
GAMBAR 12 - 7
GAMBAR 12 - 8
GAMBAR 12-1 SISTEM VOUCHER
Check
Buku
Voucher
Semua
transaksi
pembelian
barang dan
jasa
dibuatkan
voucher
Voucher
dicatat
dalam buku
voucher
Setelah
dicatat
dalam buku
voucher,
voucher
disimpan
dalam arsip
voucher
belum
dibayar
Pada saat
harus
dibayar,
voucher
diambil dari
arsip
voucher
belum
dibayar dan
dibuatkan
check
Pengeluaran
check
dicatat
dalam buku
voucher dan
buku check
keluar
Voucher
yang telah
dibayar
dicap
LUNAS dan
disimpan
dalam
voucher
telah
dibayar
Voucher
Buku
Voucher
Arsip
Voucher
belum
dibayar
Voucher
Voucher Voucher
( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 ) ( 6 )
Kas

Kas

  • 1.
  • 2.
    Adalah segala sesuatu(baik yang berbentuk uang atau bukan) yang dapat etersedia dengan segera dan diterima sebagai alat pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya, seperti :  Rekening Giro di Bank;  Uang Kas (Tunai) kertas, Logam;  Check, Pos Wesel;  Hal – hal lain yang dapat disamakan dengan Uang PENGERTIAN KAS
  • 3.
     Perencanaan arusKas (Chas Flow Planning)  Pengendalian penerimaan Kas;  Pengendalian pengeluaran Kas;  Sistem voucher  Melakukan rekonsiliasi Bank;  Penerapan sistem dana paffy chas;  Fund system  Fluktuasi system PENGENDALIAN KAS
  • 4.
     Dokumen intern= Voucher  Journal = Buku Voucher  Buku check keluar = Check Register Contoh : Gambar I Gambar II Gambar III Gambar IV SISTEM VOUCHER
  • 5.
    1. Biaya PengirimanXX Buku Voucher Hutang Voucher XX 2. Hutang Voucher XX Buku Check Keluar Bank XX Jika dibayar 3. Hutang Voucher XX Potongan pembelian XX Journal Umum Bank XX JOURNAL
  • 6.
    Saldo yang nampakdalam laporan Bank kadang- kadang tidak sama dengan saldo yang nampak dalam pembukuan journal, hal ini disebabkan karena :  Adanya transaksi-transaksi yang belum dicata oleh salah satu pihak;  Adanya kesalahan pembukuan baik dari pihak bank maupun pihak perusahaan. Rekonsiliasi berarti menentukan hal-hal yang menimbulkan adanya perbedaan antara saldo yang nampak dalam laporan bank dengan saldo yang nampak dalam catatan pemegang giro. Dengan mengetahui faktor-faktor yang menimbulkan perbedaan tersebut, maka dapatlah ditentukan saldo yang benar untuk dicantumkan dalam neraca REKONSILIASI BANK
  • 7.
    1. Mencocokkan setiapsetoran yang terdapat dalam buku penerimaan bank dengan setiap ayat journal kredit dalam laporan rekening koran; 2. Mencocokkan setiap pengeluaran uang yang terdapat dalam buku check keluar dengan setiap ayat journal debet dalam laporan rekening koran. PROSEDUR REKONSILIASI
  • 8.
    Perbedaan yang munculdari pekerjaan diatas adalah : Ad. 1 a. Setoran sebesar Rp.2.406.000,- dibuku penerimaan tidak ada pada bank b. Jumlah sebesar Rp.400.000,- belum ada pada perusahaan c. Jumlah sebesar Rp.12.500,- tidak ada di perusahaan Ad. 2 d. Salah catat perusahaan check No.2912 Rp. 15.000,- di Rekening Koran Rp.150.000,- e. Check yang belum ada di Rekening Koran total Rp.1.119.965,- dengan No. Check (2914, 2915, 2916), (check-check belum diuangkan) f. Salah catat bank sebesar Rp.227.745,- (check orang lain) g. Nilai sebesar Rp.9.000,- belum terlihat dalam buku journal Dengan adanya perbedaan-perbedaan ini, maka perusahaan dapat mencari saldo yang benar terhadap kas melalui Rekening Bank. PROSEDUR REKONSILIASI
  • 9.
    PT AGUNG BAKTI REKONSILIASIDANA INDONESIA 31 Desember 2007 CONTOH Saldo Buku 7.341.000 b. + Penerimaan piutang 400.000 c. + Jasa Giro 12.500 412.500 g. – Biaya Adm (9.000) h. – Salah Catat (135.000) (144.000) Saldo ........ 7.609,500 Saldo menurut Rekening Koran 6,095,720 A. +. Setoran dalam perjalanan 2,406,000 F. +. Salah catat Bank 227,745 2,633,745 E. +. Out Standing cek (1.119.965) 7,609,500
  • 10.
    Bank 268,500 Biaya Bank9,000 Pembelian 135,000 Pendapatan Jasa Giro 12,500 Piutang Dagang 400,000 JOURNAL PENYESUAIAN
  • 11.
    Perubahan rekening kaskecil dapat terjadi jika :  Ada penambahan kas kecil  Ada pengurangan kas kecil + Menjadi 150.000 Kas Kecil 50,000 Kas - Menjadi 75.000 Kas 25,000 Kas Kecil NOTE
  • 12.
    Dengan adanya Pengawasanintern terhadap kas, maka timbul beberapa masalah, yaitu : 1. Setiap periode perlu diadakan rekonsiliasi antara saldo kas dengan saldo menurut laporan Bank; 2. Pembentukan kas kecil (patty cash) Patty cash adalah uang kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis/effisien bila dibayar dengan check. Ada 2 metode dalam pencatatan patty cash :  Sistim Imprest (sistim dana tetap)  Metode fluktuasi (metode berubah-rubah) NOTE
  • 13.
    NOTE Contoh Sistim ImprestSistem Fluktuasi 1. Pembentukan 2. Pengeluaran 3. Diisi kembali Kas kecil 100.000 kas No Entry B. Surat kabar 2,000 B. Angkut 4,800 B. Listrik 17,000 B. Telepon 23,000 Kas kecil 90,000 1. Kas kecil 100.000 kas 2. B. Surat kabar 12.000 kas kecil B. Angkut 4,800 kas kecil dstnya. 3. Kas kecil 75,000 kas
  • 14.
    Perubahan rekening kaskecil dapat terjadi : Ada penambahan kas kecil Ada pengurangan kas kecil Contoh : + Menjadi Rp. 150.000,- kas kecil Rp. 50.000,- kas Rp. 50.000,- - Menjadi Rp. 75.000,- kas Rp. 25.000,- kas kecil Rp. 25.000,- NOTE
  • 15.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
    GAMBAR 12-1 SISTEMVOUCHER Check Buku Voucher Semua transaksi pembelian barang dan jasa dibuatkan voucher Voucher dicatat dalam buku voucher Setelah dicatat dalam buku voucher, voucher disimpan dalam arsip voucher belum dibayar Pada saat harus dibayar, voucher diambil dari arsip voucher belum dibayar dan dibuatkan check Pengeluaran check dicatat dalam buku voucher dan buku check keluar Voucher yang telah dibayar dicap LUNAS dan disimpan dalam voucher telah dibayar Voucher Buku Voucher Arsip Voucher belum dibayar Voucher Voucher Voucher ( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 ) ( 6 )