KALKULUS I
3 SKS
Pertemuan VIII
Turunan Aljabar
Materi:
Pengertian Turunan Fungsi Aljabar
Rumus Turunan Fungsi Aljabar
Turunan Berantai Fungsi Aljabar
Turunan Tingkat Tinggi Fungsi Aljabar
Turunan Implisit
Turunan multivariabel
Turunan Aljabar
Tujuan Perkuliahan:
Setelah mengikuti pertemuan ini,
mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan
konsep turunan, rumus-rumus, dan
menghitung turunan fungsi aljabar.
Pengertian Turunan
Suatu fungsi dikatakan dapat didiferensiasi di
bila fungsi itu mempunyai turunan di titik tersebut.
Suatu fungsi dikatakan dapat didiferensiasi pada
suatu selang bila fungsi itu dapat didiferensiasi di
setiap titik pada selang tersebut.
Aplikasi: mencari kecepatan sesaat (fisika), laju
pertumbuhan organisme (biologi), keuntungan
marjinal (ekonomi), dll
0xx =
Konsep Limit
mengingat konsep limit karena konsep turunan
dijelaskan lewat limit suatu fungsi
Turunan sebuah fungsi f adalah fungsi lain f’
(dibaca “f aksen”) yang nilainya pada sembarang
bilangan c adalah:
Asalkan limit ini ada dan bukan ∞ atau -∞
Jika limit ini ada, dikatakan bahwa f
terdiferensiasikan di c.
Pencarian turunan disebut diferensiasi
h
cfhcf
cf
h
)()(
lim)('
0
−+
=
→
Secara Grafis
pengertian turunan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Misal P(a,f(a)) adalah sembarang titik pada sebuah
grafik suatu fungsi f. Titik lain pada gambar
dinotasikan dengan Q(a+h,f(a+h)),dimana h
adalah beda antara absis Q dan P. Kemiringan tali
busur yang melalui titik P dan Q adalah
mPQ
h
afhaf )()( −+
=
Secara Grafis
Secara Grafis
Jika sebuah fungsi f didefinisikan pada sebuah
interval terbuka yang memuat a, maka kemiringan
garis singgung m dari grafik fungsi f pada titik
P(a,f(a)) adalah:
Dengan catatan limitnya ada.
h
afhaf
m
h
)()(
lim
0
−+
=
→
Contoh
Diketahui fungsi f(x) = x2
dapatkan kemiringan
garis singgung ke grafik f(x) pada titik P(a,a2
)
Penyelesaian:
Dengan menggunakan penjelasan di atas maka
Jadi turunan suatu
fungsi adalah kemiringan
garis singgung fungsi
tersebut pada titik tertentu.
Contoh
1. Jika f(x) = 13x – 6, Carilah f’(4)
Penyelesaian:
[ ]
1313lim
13
lim
]6)4(13[6)4(13
lim
)4()4(
lim)4('
00
00
===
−−−+
=
−+
=
→→
→→
hh
hh
h
h
h
h
h
fhf
f
Contoh
2. Jika f(x)= x3
+ 7x, Carilah f’(c)
Penyelesaian
[ ]
73)733(lim
733
lim
]7[)(7)(
lim
)()(
lim)('
222
0
322
0
33
0
0
+=+++=
+++
=
+−+++
=
−+
=
→
→
→
→
chchc
h
hhchhc
h
cchchc
h
cfhcf
cf
h
h
h
h
Rumus Turunan Fungsi Aljabar (i)
Teorema I (Aturan Fungsi Konstanta)
Jika f(x) = k dengan k adalah suatu konstanta
untuk sembarang x, f’(x)= 0.
Bukti:
Contoh: f(x) = 2 maka f’(x) = 0
00limlim
)()(
lim)(
000
'
==
−
=
−+
=
→→→ hhh h
kk
h
xfhxf
xf
Rumus Turunan Fungsi Aljabar (i)
Teorema II (Aturan Fungsi Identitas)
Jika f(x) = x, maka f’(x) = 1
Bukti:
1limlim
)()(
lim)(
000
'
==
−+
=
−+
=
→→→ h
h
h
xhx
h
xfhxf
xf
hhh
Rumus Turunan Fungsi Aljabar (ii)
Teorema III (Aturan Pangkat)
Jika f(x) = xn
, dengan n bilangan-bilangan bulat
positif, maka f’(x) = nxn-1
Bukti:
h
hnxhhx
nn
nxh
h
xhnxhhx
nn
hnxx
h
xhx
h
xfhxf
xf
nnnn
h
nnnnnn
h
nn
hh




+++
−
+
=
−+++
−
++
=
−+
=
−+
=
−−−−
→
−−−
→
→→
1221
0
1221
0
00
'
...
2
)1(
lim
...
2
)1(
lim
)(
lim
)()(
lim)(
Rumus Turunan Fungsi Aljabar (ii)
Semua suku di dalam tanda kurung siku kecuali
suku pertama mempunyai h sebagai faktor,
sehingga masing-masing suku ini mempunyai
limit nol bila h mendekati nol. Jadi
Contoh:
f(x)=x2
maka f’(x) = 2x
1
)(' −
= n
nxxf
Rumus Turunan Fungsi Aljabar (iii)
 Teorema IV (Aturan Kelipatan Konstanta)
Jika k suatu konstanta dan f suatu fungsi yang
terdiferensialkan, maka (kf)’ (x). Bukti: Misalkan
F(x) = k. f(x). Maka
Contoh:
F(x) =5x2
maka f’(x) =5(2x) =10x
)('.
)()(
lim.
)()(
lim
)(.)(.
lim
)()(
lim)(
00
00
xfk
h
xfhxf
k
h
xfhxf
k
h
xfkhxfk
h
xfhxf
xF
hh
hh
=
−+
=
−+
=
−+
=
−+
=
→→
→→
Rumus Turunan Fungsi Aljabar (iii)
 Teorema V (Aturan Jumlah)
Jika f dan g adalah fungsi-fungsi yang
terdiferensialkan, maka (f+g)’(x) =
f’ (x) + g’ (x). Bukti:
Contoh:
F(x)=x2
+3x maka f’(x)=2x+3
[ ] [ ]
)(')('
)()(
lim
)()(
lim
)()()()(
lim
)()()()(
lim)(
),()()(
00
0
0
xgxf
h
xghxg
h
xfhxf
h
xghxg
h
xfhxf
h
xgxfhxghxf
xF
makaxgxfxFAndaikan
hh
h
h
+=
−+
+
−+
=



 −+
+
−+
=
+−+−+
=
+=
→→
→
→
Rumus Turunan Fungsi Aljabar (iv)
Teorema VI (Aturan Selisih)
Jika f dan g adalah fungsi-fungsi yang
terdiferensialkan, maka (f-g)’(x) = f’ (x) - g’ (x).
Bukti: (f-g)’(x) = (f+(-1)g)’ (x) = f’(x) – g’(x)
Contoh:
F(x) =3x2
-x maka f’(x) = 6x – 1
Rumus Turunan Fungsi Aljabar (v)
Teorema VII (Aturan Hasil Kali)
Jika f dan g adalah fungsi-fungsi yang
terdiferensialkan, maka (f.g)’(x) = f(x).g’(x)
+f’(x).g(x). Bukti:
)(')()(')(
)()(
lim).(lim
)()(
lim).(lim
)()(
)(
)()(
)(lim
h
)()()()()()()()(
lim
h
)()()()(
lim
h
)()(
lim)(
),().()(
0000
0
0
00
xfxgxgxf
h
xfhxf
xg
h
xghxg
hxf
h
xfhxf
xg
h
xghxg
hxf
xgxfxghxfxghxfhxghxf
xgxfhxghxfxFhxF
xF
makaxgxfxFAndaikan
hhhh
h
h
hh
+=
−+
+
−+
+=



 −+
+
−+
+=
−+++−++
=
−++
=
−+
=
=
→→→→
→
→
→→
Rumus Turunan Fungsi Aljabar (v)
Contoh :
F(x) = (x+2)(x-5)2
Rumus Turunan Fungsi Aljabar (vi)
 Teorema VIII (Aturan Hasil Bagi)
Jika f dan g adalah fungsi-fungsi yang
terdiferensialkan, dengan g(x) = 0.
Maka
)(
)(')()(')(
)( 2
'
xg
xgxfxfxg
x
g
f −
=





Rumus Turunan Fungsi Aljabar (vi)
[ ]
)()(
1
)(')()(')(
)()(
1)()(
)(
)()(
)(lim
)()(
1)()()()()()()()(
lim
)()(
1)()()()(
lim
)(
)(
)(
)(
lim
)()(
lim)(
,
)(
)()(
0
0
0
00
xgxg
xgxfxfxg
hxgxgh
xghxg
xf
h
xfhxf
xg
hxgxgh
hxgxfxgxfxfxghxfxg
hxgxgh
hxgxfhxfxg
h
xg
xf
hxg
hxf
h
xFhxF
xF
maka
xg
xfxMisalkanF
h
h
h
hh
−=






+


 −+
−
−+
=






+
•
+−+−+
=
+
•
+−+
=
−
+
+
=
−+
=
=
→
→
→
→→
Rumus Turunan Fungsi Aljabar (vi)
)(
)(')()(')(
)( 2
'
xg
xgxfxfxg
x
g
f −
=





Bedakan antara Turunan dan Diferensial !
Pada waktu anda menuliskan Dxy atau dy/dx = anda
menuliskan lambang turunan
Jika dy = anda menyatakan lambang diferensial
Contoh:
Cari dy jika y = x3
- 3x+1
Jika kita mengetahui bagaimana menghitung
turunan, maka kita tahu bagaimana menghitung
diferensial. Yaitu cukup menghitung turunan lalu
mengalikannya dengan dx
Dy = (3x2
-3) dx
Hal ini karena dy = f’ (x) dx
Turunan Berantai Fungsi Aljabar
dw
dx
dx
du
Jika
dx
du
yJika
..
du
dy
y'
makah(w),xg(x),uf(u),y
.
du
dy
y'
makag(x)udan(u)
=
===
=
==
Contoh:
y = (3x+1)10
Turunan Berantai Fungsi Aljabar
Contoh:
1). y = (x2
+3x+5)9
x
x
y
−
+
=
1
12
).2
22
3
2
).3 




 +
=
x
xx
y
Turunan Tingkat Tinggi Aljabar
Turunan tingkat tinggi adalah turunan fungsi yang tidak hanya
sampai turunan pertama, bisa turunan kedua, ketiga, bahkan
sampai turunan ke n. Jika f’ adalah turunan suatu fungsi f,
maka f’ juga merupakan suatu fungsi, f’ adalah turunan
pertama dari f. Jika turunan dari f’ ada, turunan ini dinamakan
turunan kedua dan ditulis f’’. Dengan cara yang sama turunan
ketiga dari f didefinisikan sebagai turunan pertama dari f’’, jika
turunan ini ada. Turunan ketiga, ditulis f’’’. Turunan ke-n dari
fungsi f, di mana n bilangan positif yang lebih besar dari 1,
adalah turunan pertama dari turunan ke (n-1) dari f. Turunan
ke n dinyatakan dengan f(n)
. Berikut ini adalah tabel cara
penulisan turunan sampai dengan turunan ke-n:
Turunan Tingkat Tinggi Aljabar
Contoh:
Carilah turunan ke-3 dari fungsi berikut ini: 283)( 23
+−+= xxxxf
Turunan Trigonometri
Turunan dari:
Sin x = cos x
Cos x = -sin x
Tan x = sec2
x
Sec x = sec x tan x
Cot x = -csc2
x
Csc x = -csc x cot x
Turunan Trigonometri
Contoh:
[ ]32
)1sin()1 += xy
( )[ ]2
cossin)2 xy =
)1(cos)3 23
+= xy
Turunan Fungsi Implisit
Andaikan kita menjumpai sebuah persamaan
sebagai berikut :
y 3
+ 7y = x3
dan kita menginginkan untuk mencari turunannya,
maka hal seperti ini tentulah tidak dapat secara
gamblang (eksplisit) terselesaikan , akan tetapi kita
harus menggunakan cara tertentu, misalnya aturan
Rantai untuk dapat menyelesaikannya.
Turunan Fungsi Implisit lanjutan
Hal seperti di atas yang kita sebut sebagai Turunan
fungsi Implisit.
Cara untuk mendapatkan turunan fungsi
Implisit, yaitu :
Jika tidak terlalu sulit, atau jika mungkin, y
dinyatakan sebagai bentuk eksplisit dari x, lalu
didiferensialkan terhadap x (sebagai perubah
bebasnya)
Turunan Fungsi Implisit lanjutan
Contoh 1:
Tentukan turunan pertama dari
4x 2
y - 3y = x3
- 1
Fungsi Implisit tersebut diubah terlebih dahulu ke
dalam fungsi eksplisit menjadi :
4x 2
y - 3y = x3
- 1
atau y( 4x 2
- 3 ) = x3
-1
Turunan Fungsi Implisit lanjutan
Atau:
Setelah berubah menjadi fungsi eksplisit, maka
tinggal diturunkan sehingga menjadi
34
1
2
3
−
−
=
x
x
y
( ) ( )
( )
924x-16x
89x-4x
924x-16x
8x)-(8x-)9x-(12x
34
8.134.3
'
24
24
24
424
23
322
+
+
=
+
=
−
−−−
=
x
x
xxxx
y
Soal-soal latihan (i)
Carilah turunan pertama fungsi-fungsi di bawah
ini:
52
25
)()1
2
+
+
=
x
x
xf
3
)2)(1()()2 ++= xxxf
( )53
4)()3 += xxxf
Soal-soal latihan (ii)
 Carilah turunan berantai fungsi-fungsi di bawah
ini:
xxuuy 2,3)1 45
+=+=
2
),24(,)2 xvvvuuy =−==
2t
dt
dy
berapakah
,93tx2)3 22
=
+=−=
ketika
danxxyJika
Soal-soal latihan (iii)
Carilah turunan kedua fungsi-fungsi di bawah
ini:
243)()1 24
−+−= xxxxf
25)()2 += zzg
2/3
)2()()3 += ttf
xx
xf
4
2
1
)()4 2
+=
KALKULUS I
3 SKS
Pertemuan XI
Integral Tak Tentu
Jika diketahui F(x) = x2
, maka turunannya adalah F’(x) = 2x
= f(x). Bila operasi dibalik yakni diketahui f(x) = 2x
dapatkah ditemukan F(x) sebagai anti turunan dari f(x)
sedemikian sehingga F’(x) = 2x = f(x)? Jawabannya adalah
DAPAT. Caranya adalah sebagai berikut:
F(x) = x2
sebab F’(x) = 2x = f(x) atau
F(x) = x2
+ 1 sebab F’(x) = 2x = f(x) atau
F(x) = x2
+ 7 sebab F’(x) = 2x = f(x) atau
F(x) = x2
- 10 sebab F’(x) = 2x = f(x) atau
………… dan seterusnya sehingga dapat ditulis
F(x) = x2
+ C untuk sembarang konstanta C.
Ini benar sebab F’(x) = 2x = f(x)
Ternyata anti turunan F dari f jawabnya tidak hanya satu.
Dapat dikatakan bahwa himpunan anti turunan F dari
f(x)=2x adalah F(x) = x2
+ C berlaku untuk sembarang
konstanta C.
Dapat dimengerti bahwa himpunan anti turunan F dari f
yang dirumuskan oleh f(x) = xn
adalah
Sebab turunannya F’(x) = x2
= f(x)
Himpunan anti turunan F dari f ditulis dalam bentuk
integral (Leibniz)
1,
1
1
)( 1
−≠+
+
= +
nCx
n
xF n
∫= dxxfxF )()(
Kemunculan C ini disebut konstanta integrasi
Dari definisi , maka f(x) disebut integran
Sedang F(x) adalah hasil integrasi.
Karena hasil penghitungan bertambah dengan konstanta
sembarang C maka disebut integral tak
tentu
adalah rumus dasar
integral tak tentu
∫ += CxFxFd )()]([
∫= dxxfxF )()(
∫ += CxFxf )()(
1,
1
1 1
−≠+
+
= +
∫ nCx
n
dxx nn
Teori I (Aturan Pangkat)
Jika r adalah sembarang bilangan rasional kecuali -1, maka:
Contoh:
Berapa anti turunan dari f(x) = x4/3
1,C
1r
x
dxx
1r
r
−≠+
+
=
+
∫ n
Teori II (Aturan Trigonometri)
Cxcossec-xcotseccos
Cxsecxtansec
Cxcot-seccos
Cxtansec
Cxsincos
Cxcos-sin
2
2
+=
+=
+=
+=
+=
+=
∫
∫
∫
∫
∫
∫
dxx
dxx
dxx
dxx
dxx
dxx
Teori II (Aturan Trigonometri)
Cxcxcossecln-xcossec
Cxtanxseclnxsec
Cxcossecln-Cxsinlnxcot
CxseclnCxcosln-xtan
++=
++=
+=+=
+=+=
∫
∫
∫
∫
otdx
dx
dx
dx
Teori III (Integral Tak Tentu - Linier)
Jika f dan g memiliki anti turunan (integral tak tentu) dan
andaikan k suatu konstanta, maka:
Cdxxgxf
Cdxxgxf
Cdxxkf
+−=−
++=+
+=
∫∫ ∫
∫∫ ∫
∫ ∫
g(x)dxf(x)dx)]()([
g(x)dxf(x)dx)]()([
f(x)dxk)(
Contoh:
Tentukan besarnya nilai integral berikut!
( )dx4x3x.1 2
∫ +
( )duuu 123.2 2/3
∫ +−
dtt
t∫ 





+2
1
.3
Teori IV (Aturan Pangkat yang digeneralisir)
Andaikan g suatu fungsi terdiferensiasikan dan r suatu
bilangan rasional yang bukan -1, maka:
[ ] [ ] C
r
xgxg
r
r
+
+
=
+
∫ 1
g(x)
dx)(')(
1
Contoh:
Selesaikan integral berikut!
( ) ( )dx34x3xx.1 3
30
4
++∫
dxxxcossin.2 10
∫
( ) ( )dx216x6xx.3 253
∫ ++
dxx
x 2
22
3
2
.4 ∫ 





+
( ) dxxx 24.5
10
2
∫ +
Selesaikan integral berikut!
( )dxxx.1 2
∫ +
( ) dxx 1.2
2
∫ +
( ) dz
z
z 1
.3
22
∫
+
( ) θθθ dcossin.4 ∫ −
dy
52y
3y
.5
2∫ +
Latihan
Selesaikan integral berikut!
dxxxsin2.1 ∫
( ) dxxx cos1.2 2
∫ +
( ) dt
t
t 4
.3
3
∫
+
dx4-2x.4 3
∫
dx
82x
18x
.5
3
2
∫ +
Latihan
Integral Tentu
Anggaplah f suatu fungsi yang didefinisikan pada selang
tertutup [a, b]. Jika:
Ada, maka f adalah terintegrasikan pada [a, b]
Lebih lanjut disebut integral tentu
(atau integral Riemann) f dari a ke b, diberikan oleh
i
n
i
P
xixf ∆∑=
−
→
)(lim
1
0
∫
b
a
dxxf )(
=∫
b
a
dxxf )( i
n
i
P
xixf ∆∑=
−
→
)(lim
1
0
Selesaikan integral berikut!
Berdasarkan definisi
0)( =∫
a
a
dxxf ∫∫ 〉−=
a
b
b
a
badxxfdxxf ,)()(
0
2
2
3
=∫ dxx ∫∫ −=
6
2
3
2
6
3
dxxdxx
Anggaplah f kontinu pada selang tertutup [a, b] dan
anggaplah x sebagai sebuah titik (peubah) pada
(a, b). Maka:
Teorema 1
)()( xfdttf
dx
d
x
a
=∫
Jika f dan g terintegrasikan pada [a, b] dan jika
f(x)≤g (x) untuk semua x dalam [a, b], maka:
Teorema 2 (Sifat Perbandingan)
∫∫ ≤
b
b
b
a
dxxgdxxf )()(
Jika f terintegrasikan pada selang [a, b] dan
m≤ f(x) ≤ M untuk semua x dalam [a, b], maka:
Teorema 3 (Sifat Keterbatasan)
∫ −≤≤−
b
a
abMdxxfabm )()()(
Andaikan bahwa f dan g terintegrasikan pada [a, b]
dan bahwa k konstanta. Maka kf dan f+g
terintegrasikan dan
Teorema 4 (Kelinieran Integral Tentu)
[ ]
[ ] ∫∫∫
∫ ∫∫
∫∫
−=−
+=+
=
b
a
b
a
b
a
b
a
b
a
b
a
b
a
b
a
dxxgdxxfdxxgxf
dxxgdxxfdxxgxf
dxxfkdxxkf
)()()()(
)()()()(
)()(
Contoh soal
∫ +
2
0
)1( dxx
∫ +
2
0
2
)1( dxx
∫−
+
1
2
2
)23( dxx
∫ ++
5
0
2
)1( dxxx
( )∫−
+−
2
1
24
13 dxxx
[ ]∫−
+−
2
2
2
)1)(1( dxxx ∫
x
tdt
0
sin3
∫−
+
π
π
dxxx )cos(sin
∫
2/
0
223
)cos()(sin
π
dxxxx
Selesaikan integral berikut!
dx
x 4
x
.1
5
5-
2
5
∫ +
dx
x
xcos
.2
/4
/9
2
2
∫
π
π
dxsinxxcos.3
/2
0
2
∫
π
( )
dt
2t
1
.4
3
1-
2∫ +
( )dxxx.5
8
1
4/31/3
∫ +
Latihan

Kalkulus turunan dan integral

  • 1.
  • 2.
    Turunan Aljabar Materi: Pengertian TurunanFungsi Aljabar Rumus Turunan Fungsi Aljabar Turunan Berantai Fungsi Aljabar Turunan Tingkat Tinggi Fungsi Aljabar Turunan Implisit Turunan multivariabel
  • 3.
    Turunan Aljabar Tujuan Perkuliahan: Setelahmengikuti pertemuan ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan konsep turunan, rumus-rumus, dan menghitung turunan fungsi aljabar.
  • 4.
    Pengertian Turunan Suatu fungsidikatakan dapat didiferensiasi di bila fungsi itu mempunyai turunan di titik tersebut. Suatu fungsi dikatakan dapat didiferensiasi pada suatu selang bila fungsi itu dapat didiferensiasi di setiap titik pada selang tersebut. Aplikasi: mencari kecepatan sesaat (fisika), laju pertumbuhan organisme (biologi), keuntungan marjinal (ekonomi), dll 0xx =
  • 5.
    Konsep Limit mengingat konseplimit karena konsep turunan dijelaskan lewat limit suatu fungsi Turunan sebuah fungsi f adalah fungsi lain f’ (dibaca “f aksen”) yang nilainya pada sembarang bilangan c adalah: Asalkan limit ini ada dan bukan ∞ atau -∞ Jika limit ini ada, dikatakan bahwa f terdiferensiasikan di c. Pencarian turunan disebut diferensiasi h cfhcf cf h )()( lim)(' 0 −+ = →
  • 6.
    Secara Grafis pengertian turunandapat dijelaskan sebagai berikut: Misal P(a,f(a)) adalah sembarang titik pada sebuah grafik suatu fungsi f. Titik lain pada gambar dinotasikan dengan Q(a+h,f(a+h)),dimana h adalah beda antara absis Q dan P. Kemiringan tali busur yang melalui titik P dan Q adalah mPQ h afhaf )()( −+ =
  • 7.
  • 8.
    Secara Grafis Jika sebuahfungsi f didefinisikan pada sebuah interval terbuka yang memuat a, maka kemiringan garis singgung m dari grafik fungsi f pada titik P(a,f(a)) adalah: Dengan catatan limitnya ada. h afhaf m h )()( lim 0 −+ = →
  • 9.
    Contoh Diketahui fungsi f(x)= x2 dapatkan kemiringan garis singgung ke grafik f(x) pada titik P(a,a2 ) Penyelesaian: Dengan menggunakan penjelasan di atas maka Jadi turunan suatu fungsi adalah kemiringan garis singgung fungsi tersebut pada titik tertentu.
  • 10.
    Contoh 1. Jika f(x)= 13x – 6, Carilah f’(4) Penyelesaian: [ ] 1313lim 13 lim ]6)4(13[6)4(13 lim )4()4( lim)4(' 00 00 === −−−+ = −+ = →→ →→ hh hh h h h h h fhf f
  • 11.
    Contoh 2. Jika f(x)=x3 + 7x, Carilah f’(c) Penyelesaian [ ] 73)733(lim 733 lim ]7[)(7)( lim )()( lim)(' 222 0 322 0 33 0 0 +=+++= +++ = +−+++ = −+ = → → → → chchc h hhchhc h cchchc h cfhcf cf h h h h
  • 12.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (i) Teorema I (Aturan Fungsi Konstanta) Jika f(x) = k dengan k adalah suatu konstanta untuk sembarang x, f’(x)= 0. Bukti: Contoh: f(x) = 2 maka f’(x) = 0 00limlim )()( lim)( 000 ' == − = −+ = →→→ hhh h kk h xfhxf xf
  • 13.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (i) Teorema II (Aturan Fungsi Identitas) Jika f(x) = x, maka f’(x) = 1 Bukti: 1limlim )()( lim)( 000 ' == −+ = −+ = →→→ h h h xhx h xfhxf xf hhh
  • 14.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (ii) Teorema III (Aturan Pangkat) Jika f(x) = xn , dengan n bilangan-bilangan bulat positif, maka f’(x) = nxn-1 Bukti: h hnxhhx nn nxh h xhnxhhx nn hnxx h xhx h xfhxf xf nnnn h nnnnnn h nn hh     +++ − + = −+++ − ++ = −+ = −+ = −−−− → −−− → →→ 1221 0 1221 0 00 ' ... 2 )1( lim ... 2 )1( lim )( lim )()( lim)(
  • 15.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (ii) Semua suku di dalam tanda kurung siku kecuali suku pertama mempunyai h sebagai faktor, sehingga masing-masing suku ini mempunyai limit nol bila h mendekati nol. Jadi Contoh: f(x)=x2 maka f’(x) = 2x 1 )(' − = n nxxf
  • 16.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (iii)  Teorema IV (Aturan Kelipatan Konstanta) Jika k suatu konstanta dan f suatu fungsi yang terdiferensialkan, maka (kf)’ (x). Bukti: Misalkan F(x) = k. f(x). Maka Contoh: F(x) =5x2 maka f’(x) =5(2x) =10x )('. )()( lim. )()( lim )(.)(. lim )()( lim)( 00 00 xfk h xfhxf k h xfhxf k h xfkhxfk h xfhxf xF hh hh = −+ = −+ = −+ = −+ = →→ →→
  • 17.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (iii)  Teorema V (Aturan Jumlah) Jika f dan g adalah fungsi-fungsi yang terdiferensialkan, maka (f+g)’(x) = f’ (x) + g’ (x). Bukti: Contoh: F(x)=x2 +3x maka f’(x)=2x+3 [ ] [ ] )(')(' )()( lim )()( lim )()()()( lim )()()()( lim)( ),()()( 00 0 0 xgxf h xghxg h xfhxf h xghxg h xfhxf h xgxfhxghxf xF makaxgxfxFAndaikan hh h h += −+ + −+ =     −+ + −+ = +−+−+ = += →→ → →
  • 18.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (iv) Teorema VI (Aturan Selisih) Jika f dan g adalah fungsi-fungsi yang terdiferensialkan, maka (f-g)’(x) = f’ (x) - g’ (x). Bukti: (f-g)’(x) = (f+(-1)g)’ (x) = f’(x) – g’(x) Contoh: F(x) =3x2 -x maka f’(x) = 6x – 1
  • 19.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (v) Teorema VII (Aturan Hasil Kali) Jika f dan g adalah fungsi-fungsi yang terdiferensialkan, maka (f.g)’(x) = f(x).g’(x) +f’(x).g(x). Bukti: )(')()(')( )()( lim).(lim )()( lim).(lim )()( )( )()( )(lim h )()()()()()()()( lim h )()()()( lim h )()( lim)( ),().()( 0000 0 0 00 xfxgxgxf h xfhxf xg h xghxg hxf h xfhxf xg h xghxg hxf xgxfxghxfxghxfhxghxf xgxfhxghxfxFhxF xF makaxgxfxFAndaikan hhhh h h hh += −+ + −+ +=     −+ + −+ += −+++−++ = −++ = −+ = = →→→→ → → →→
  • 20.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (v) Contoh : F(x) = (x+2)(x-5)2
  • 21.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (vi)  Teorema VIII (Aturan Hasil Bagi) Jika f dan g adalah fungsi-fungsi yang terdiferensialkan, dengan g(x) = 0. Maka )( )(')()(')( )( 2 ' xg xgxfxfxg x g f − =     
  • 22.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (vi) [ ] )()( 1 )(')()(')( )()( 1)()( )( )()( )(lim )()( 1)()()()()()()()( lim )()( 1)()()()( lim )( )( )( )( lim )()( lim)( , )( )()( 0 0 0 00 xgxg xgxfxfxg hxgxgh xghxg xf h xfhxf xg hxgxgh hxgxfxgxfxfxghxfxg hxgxgh hxgxfhxfxg h xg xf hxg hxf h xFhxF xF maka xg xfxMisalkanF h h h hh −=       +    −+ − −+ =       + • +−+−+ = + • +−+ = − + + = −+ = = → → → →→
  • 23.
    Rumus Turunan FungsiAljabar (vi) )( )(')()(')( )( 2 ' xg xgxfxfxg x g f − =     
  • 24.
    Bedakan antara Turunandan Diferensial ! Pada waktu anda menuliskan Dxy atau dy/dx = anda menuliskan lambang turunan Jika dy = anda menyatakan lambang diferensial Contoh: Cari dy jika y = x3 - 3x+1 Jika kita mengetahui bagaimana menghitung turunan, maka kita tahu bagaimana menghitung diferensial. Yaitu cukup menghitung turunan lalu mengalikannya dengan dx Dy = (3x2 -3) dx Hal ini karena dy = f’ (x) dx
  • 25.
    Turunan Berantai FungsiAljabar dw dx dx du Jika dx du yJika .. du dy y' makah(w),xg(x),uf(u),y . du dy y' makag(x)udan(u) = === = == Contoh: y = (3x+1)10
  • 26.
    Turunan Berantai FungsiAljabar Contoh: 1). y = (x2 +3x+5)9 x x y − + = 1 12 ).2 22 3 2 ).3       + = x xx y
  • 27.
    Turunan Tingkat TinggiAljabar Turunan tingkat tinggi adalah turunan fungsi yang tidak hanya sampai turunan pertama, bisa turunan kedua, ketiga, bahkan sampai turunan ke n. Jika f’ adalah turunan suatu fungsi f, maka f’ juga merupakan suatu fungsi, f’ adalah turunan pertama dari f. Jika turunan dari f’ ada, turunan ini dinamakan turunan kedua dan ditulis f’’. Dengan cara yang sama turunan ketiga dari f didefinisikan sebagai turunan pertama dari f’’, jika turunan ini ada. Turunan ketiga, ditulis f’’’. Turunan ke-n dari fungsi f, di mana n bilangan positif yang lebih besar dari 1, adalah turunan pertama dari turunan ke (n-1) dari f. Turunan ke n dinyatakan dengan f(n) . Berikut ini adalah tabel cara penulisan turunan sampai dengan turunan ke-n:
  • 28.
    Turunan Tingkat TinggiAljabar Contoh: Carilah turunan ke-3 dari fungsi berikut ini: 283)( 23 +−+= xxxxf
  • 29.
    Turunan Trigonometri Turunan dari: Sinx = cos x Cos x = -sin x Tan x = sec2 x Sec x = sec x tan x Cot x = -csc2 x Csc x = -csc x cot x
  • 30.
    Turunan Trigonometri Contoh: [ ]32 )1sin()1+= xy ( )[ ]2 cossin)2 xy = )1(cos)3 23 += xy
  • 31.
    Turunan Fungsi Implisit Andaikankita menjumpai sebuah persamaan sebagai berikut : y 3 + 7y = x3 dan kita menginginkan untuk mencari turunannya, maka hal seperti ini tentulah tidak dapat secara gamblang (eksplisit) terselesaikan , akan tetapi kita harus menggunakan cara tertentu, misalnya aturan Rantai untuk dapat menyelesaikannya.
  • 32.
    Turunan Fungsi Implisitlanjutan Hal seperti di atas yang kita sebut sebagai Turunan fungsi Implisit. Cara untuk mendapatkan turunan fungsi Implisit, yaitu : Jika tidak terlalu sulit, atau jika mungkin, y dinyatakan sebagai bentuk eksplisit dari x, lalu didiferensialkan terhadap x (sebagai perubah bebasnya)
  • 33.
    Turunan Fungsi Implisitlanjutan Contoh 1: Tentukan turunan pertama dari 4x 2 y - 3y = x3 - 1 Fungsi Implisit tersebut diubah terlebih dahulu ke dalam fungsi eksplisit menjadi : 4x 2 y - 3y = x3 - 1 atau y( 4x 2 - 3 ) = x3 -1
  • 34.
    Turunan Fungsi Implisitlanjutan Atau: Setelah berubah menjadi fungsi eksplisit, maka tinggal diturunkan sehingga menjadi 34 1 2 3 − − = x x y ( ) ( ) ( ) 924x-16x 89x-4x 924x-16x 8x)-(8x-)9x-(12x 34 8.134.3 ' 24 24 24 424 23 322 + + = + = − −−− = x x xxxx y
  • 35.
    Soal-soal latihan (i) Carilahturunan pertama fungsi-fungsi di bawah ini: 52 25 )()1 2 + + = x x xf 3 )2)(1()()2 ++= xxxf ( )53 4)()3 += xxxf
  • 36.
    Soal-soal latihan (ii) Carilah turunan berantai fungsi-fungsi di bawah ini: xxuuy 2,3)1 45 +=+= 2 ),24(,)2 xvvvuuy =−== 2t dt dy berapakah ,93tx2)3 22 = +=−= ketika danxxyJika
  • 37.
    Soal-soal latihan (iii) Carilahturunan kedua fungsi-fungsi di bawah ini: 243)()1 24 −+−= xxxxf 25)()2 += zzg 2/3 )2()()3 += ttf xx xf 4 2 1 )()4 2 +=
  • 38.
  • 39.
    Integral Tak Tentu Jikadiketahui F(x) = x2 , maka turunannya adalah F’(x) = 2x = f(x). Bila operasi dibalik yakni diketahui f(x) = 2x dapatkah ditemukan F(x) sebagai anti turunan dari f(x) sedemikian sehingga F’(x) = 2x = f(x)? Jawabannya adalah DAPAT. Caranya adalah sebagai berikut: F(x) = x2 sebab F’(x) = 2x = f(x) atau F(x) = x2 + 1 sebab F’(x) = 2x = f(x) atau F(x) = x2 + 7 sebab F’(x) = 2x = f(x) atau F(x) = x2 - 10 sebab F’(x) = 2x = f(x) atau ………… dan seterusnya sehingga dapat ditulis F(x) = x2 + C untuk sembarang konstanta C. Ini benar sebab F’(x) = 2x = f(x)
  • 40.
    Ternyata anti turunanF dari f jawabnya tidak hanya satu. Dapat dikatakan bahwa himpunan anti turunan F dari f(x)=2x adalah F(x) = x2 + C berlaku untuk sembarang konstanta C. Dapat dimengerti bahwa himpunan anti turunan F dari f yang dirumuskan oleh f(x) = xn adalah Sebab turunannya F’(x) = x2 = f(x) Himpunan anti turunan F dari f ditulis dalam bentuk integral (Leibniz) 1, 1 1 )( 1 −≠+ + = + nCx n xF n ∫= dxxfxF )()(
  • 41.
    Kemunculan C inidisebut konstanta integrasi Dari definisi , maka f(x) disebut integran Sedang F(x) adalah hasil integrasi. Karena hasil penghitungan bertambah dengan konstanta sembarang C maka disebut integral tak tentu adalah rumus dasar integral tak tentu ∫ += CxFxFd )()]([ ∫= dxxfxF )()( ∫ += CxFxf )()( 1, 1 1 1 −≠+ + = + ∫ nCx n dxx nn
  • 42.
    Teori I (AturanPangkat) Jika r adalah sembarang bilangan rasional kecuali -1, maka: Contoh: Berapa anti turunan dari f(x) = x4/3 1,C 1r x dxx 1r r −≠+ + = + ∫ n
  • 43.
    Teori II (AturanTrigonometri) Cxcossec-xcotseccos Cxsecxtansec Cxcot-seccos Cxtansec Cxsincos Cxcos-sin 2 2 += += += += += += ∫ ∫ ∫ ∫ ∫ ∫ dxx dxx dxx dxx dxx dxx
  • 44.
    Teori II (AturanTrigonometri) Cxcxcossecln-xcossec Cxtanxseclnxsec Cxcossecln-Cxsinlnxcot CxseclnCxcosln-xtan ++= ++= +=+= +=+= ∫ ∫ ∫ ∫ otdx dx dx dx
  • 45.
    Teori III (IntegralTak Tentu - Linier) Jika f dan g memiliki anti turunan (integral tak tentu) dan andaikan k suatu konstanta, maka: Cdxxgxf Cdxxgxf Cdxxkf +−=− ++=+ += ∫∫ ∫ ∫∫ ∫ ∫ ∫ g(x)dxf(x)dx)]()([ g(x)dxf(x)dx)]()([ f(x)dxk)(
  • 46.
    Contoh: Tentukan besarnya nilaiintegral berikut! ( )dx4x3x.1 2 ∫ + ( )duuu 123.2 2/3 ∫ +− dtt t∫       +2 1 .3
  • 47.
    Teori IV (AturanPangkat yang digeneralisir) Andaikan g suatu fungsi terdiferensiasikan dan r suatu bilangan rasional yang bukan -1, maka: [ ] [ ] C r xgxg r r + + = + ∫ 1 g(x) dx)(')( 1
  • 48.
    Contoh: Selesaikan integral berikut! () ( )dx34x3xx.1 3 30 4 ++∫ dxxxcossin.2 10 ∫ ( ) ( )dx216x6xx.3 253 ∫ ++ dxx x 2 22 3 2 .4 ∫       + ( ) dxxx 24.5 10 2 ∫ +
  • 49.
    Selesaikan integral berikut! ()dxxx.1 2 ∫ + ( ) dxx 1.2 2 ∫ + ( ) dz z z 1 .3 22 ∫ + ( ) θθθ dcossin.4 ∫ − dy 52y 3y .5 2∫ + Latihan
  • 50.
    Selesaikan integral berikut! dxxxsin2.1∫ ( ) dxxx cos1.2 2 ∫ + ( ) dt t t 4 .3 3 ∫ + dx4-2x.4 3 ∫ dx 82x 18x .5 3 2 ∫ + Latihan
  • 51.
    Integral Tentu Anggaplah fsuatu fungsi yang didefinisikan pada selang tertutup [a, b]. Jika: Ada, maka f adalah terintegrasikan pada [a, b] Lebih lanjut disebut integral tentu (atau integral Riemann) f dari a ke b, diberikan oleh i n i P xixf ∆∑= − → )(lim 1 0 ∫ b a dxxf )( =∫ b a dxxf )( i n i P xixf ∆∑= − → )(lim 1 0
  • 52.
    Selesaikan integral berikut! Berdasarkandefinisi 0)( =∫ a a dxxf ∫∫ 〉−= a b b a badxxfdxxf ,)()( 0 2 2 3 =∫ dxx ∫∫ −= 6 2 3 2 6 3 dxxdxx
  • 53.
    Anggaplah f kontinupada selang tertutup [a, b] dan anggaplah x sebagai sebuah titik (peubah) pada (a, b). Maka: Teorema 1 )()( xfdttf dx d x a =∫
  • 54.
    Jika f dang terintegrasikan pada [a, b] dan jika f(x)≤g (x) untuk semua x dalam [a, b], maka: Teorema 2 (Sifat Perbandingan) ∫∫ ≤ b b b a dxxgdxxf )()(
  • 55.
    Jika f terintegrasikanpada selang [a, b] dan m≤ f(x) ≤ M untuk semua x dalam [a, b], maka: Teorema 3 (Sifat Keterbatasan) ∫ −≤≤− b a abMdxxfabm )()()(
  • 56.
    Andaikan bahwa fdan g terintegrasikan pada [a, b] dan bahwa k konstanta. Maka kf dan f+g terintegrasikan dan Teorema 4 (Kelinieran Integral Tentu) [ ] [ ] ∫∫∫ ∫ ∫∫ ∫∫ −=− +=+ = b a b a b a b a b a b a b a b a dxxgdxxfdxxgxf dxxgdxxfdxxgxf dxxfkdxxkf )()()()( )()()()( )()(
  • 57.
    Contoh soal ∫ + 2 0 )1(dxx ∫ + 2 0 2 )1( dxx ∫− + 1 2 2 )23( dxx ∫ ++ 5 0 2 )1( dxxx ( )∫− +− 2 1 24 13 dxxx [ ]∫− +− 2 2 2 )1)(1( dxxx ∫ x tdt 0 sin3 ∫− + π π dxxx )cos(sin ∫ 2/ 0 223 )cos()(sin π dxxxx
  • 58.
    Selesaikan integral berikut! dx x4 x .1 5 5- 2 5 ∫ + dx x xcos .2 /4 /9 2 2 ∫ π π dxsinxxcos.3 /2 0 2 ∫ π ( ) dt 2t 1 .4 3 1- 2∫ + ( )dxxx.5 8 1 4/31/3 ∫ + Latihan