Ilmu Pengetahuan, 
Teknologi dan Seni dalam 
Islam 
Amelia 
Nurul Fadillah 
2011
Definisi IPTEK 
• Pandangan Timur Tengah 
cahaya dalam hati (Al-ilmu Nurun fil Qulbi) 
• Pandangan dunia Barat 
ilmu dilahirkan melalui riset yang dilakukan manusia, 
melewati serangkaian proses dan tahapan dalam 
penelitian yang akhirnya melahirkan konsep-konsep, teori-teori, 
dan penjelasan yang disebut ilmu (Science).
Sumber Ilmu Pengetahuan 
• bersifat abadi (pereninal 
knowledge) dan tingkat 
kebenarannya bersifat mutlak 
(absolut) 
• bersifat perolehan (acquired 
knowledge) dan tingkat 
kebenarannya bersifat nisbi (relatif),
Syarat-syarat Ilmu 
• Ontologi 
• Aksiologi 
• Epistimologi
Ontologi 
• Suatu bidang studi ng memiliki objek studi 
yang jelas. Objek studi tersebut harus 
diidentifikasikan, diberi atasan, diuraikan, 
dan sifat-sifatnya esensial
Aksiologis 
• suatu bidang studi yang memiliki nilai guna atau 
kemanfaatan. Ia dapat menunjukkan nilai-nilai 
teoritis, hukum-hukum, generalisasi, kecendrungan 
umum, konsep-konsep, dan kesimpulan-kesimpulan 
logis, sistematis, dan koheren. Dalam 
teori dan konsep tersebut tidak terdapat 
kerancuan dan kesemerawutan pikiran atau 
kontradiksi antara satu dengan yang lain.
epistimologi 
• Epistimologi, yaitu suatu bidang studi yang 
memiliki metode kerja yang jelas.
• Dalam pemikiran sekuler, sains mempunyai tiga 
karakteristik yaitu, objektif, netral dan bebas nilai. 
Sedangkan dalam pemikiran islam, sains tidak boleh 
bebas dari nili-nilai, baik nilai lokal maupun nilai 
universal. Ia harus dikembangkan dan 
dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kebahagiaan 
umat manusia dan kelestariaan ekologis untuk 
tujuan rahmatan lil’alamin (Q.S. al-Anbiya 
107).
iman 
I 
L 
M 
U 
amal
Keutamaan Orang Berilmu 
• Qs 39:9 
“katakanlah adakah sama antara orang 
yang mengetahui dengan orang yang 
tidak mengetahui? Sesungguhnya orang 
yang berakallah orang dapat menerima 
pelajaran.”
Lanjut . . . 
• Sabda Rasulullah SAW 
“mereka adalah pewaris para nabi, pada hari kiamat 
darah mereka ditimbang dengan darah syuhada, 
dan darah orang yang berilmu dilebihkan dari 
darah syuhada”
Tanggung Jawab Ilmuwan 
terhadap Alam dan Lingkungan 
• Pada prinsipnya pengembangan 
IPTEKS dalam Islam adalah untuk 
kesejahteraan, keseimbangan, dan 
pemerataan kesejahteraan hidup 
manusia.
Integrasi IMTAQ dan IPTEKS 
1. iptek akan memberikan berkah dan manfaat 
yang sangat besar bagi kesejahteraan hidup 
umat manusia bila iptek disertai oleh asas 
iman dan takwa kepada Allah swt. Sebaliknya, 
tanpa asas imtak, iptek bisa disalahgunakan 
pada tujuan-tujuan yang bersifat destruktif. 
Iptek dapat mengancam nilai-nilai 
kemanusiaan
2. Kedua, pada kenyataannya, iptek yang 
menjadi dasar modernisme, telah 
menimbulkan pola dan gaya hidup baru yang 
bersifat sekularistik, materialistik, dan 
hedonistik, yang sangat berlawanan 
dengan nilai-nilai budaya dan agama 
yang dianut oleh bangsa kita.
3. Manusia tidak hanya 
membutuhkan kebutuha jasmani, 
rohanipun harus juga dipenuhi
4. imtak menjadi landasan dan dasar paling 
kuat yang akan mengantar manusia 
menggapai kebahagiaan hidup. Tanpa dasar 
imtak, segala atribut duniawi, seperti harta, 
pangkat, iptek, dan keturunan, tidak akan 
mampu alias gagal mengantar manusia 
meraih kebahagiaan.
Upaya pengintegrasian IMTAQ dan IPTEK 
dalam sistem Pendidikan 
• Pendekatan Holistik 
pendidikan agama Islam diajarkan secara 
menyeluruh
• pendekatan integralistik, pendidikan agama 
tidak boleh terpisah dan dipisahkan dari 
pendidikan sains dan teknologi. 
• Pendekatan fungsional, pendidikan agama 
harus bermanfaat demi kemaslahatan 
masyarakat
Any question?
Kesimpulan 
• Sudah seharusnya kita sebagai umat Islam senantiasa 
men-taddaburi ayat-ayatNya. Karena di sana terdapat 
lautan ilmu-Nya, serta dorongan atau motivasi untuk 
mengkaji maupun mengimplementasikannya. Dengan 
memahami bahwa semua ilmu itu adalah dari Allah SWT 
maka dalam mendalami berbagai disiplin ilmu 
pengetahuan harus mengacu pada firman Allah SWT 
sebagai referensi sehingga akan semakin 
meneguhkan keimanan. Selain itu penerapan 
ilmu pengetahuan dan teknologi akan terkendali serta 
mengenal adab.

IPTEK dalam Pandangan Islam

  • 1.
    Ilmu Pengetahuan, Teknologidan Seni dalam Islam Amelia Nurul Fadillah 2011
  • 2.
    Definisi IPTEK •Pandangan Timur Tengah cahaya dalam hati (Al-ilmu Nurun fil Qulbi) • Pandangan dunia Barat ilmu dilahirkan melalui riset yang dilakukan manusia, melewati serangkaian proses dan tahapan dalam penelitian yang akhirnya melahirkan konsep-konsep, teori-teori, dan penjelasan yang disebut ilmu (Science).
  • 3.
    Sumber Ilmu Pengetahuan • bersifat abadi (pereninal knowledge) dan tingkat kebenarannya bersifat mutlak (absolut) • bersifat perolehan (acquired knowledge) dan tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relatif),
  • 4.
    Syarat-syarat Ilmu •Ontologi • Aksiologi • Epistimologi
  • 5.
    Ontologi • Suatubidang studi ng memiliki objek studi yang jelas. Objek studi tersebut harus diidentifikasikan, diberi atasan, diuraikan, dan sifat-sifatnya esensial
  • 6.
    Aksiologis • suatubidang studi yang memiliki nilai guna atau kemanfaatan. Ia dapat menunjukkan nilai-nilai teoritis, hukum-hukum, generalisasi, kecendrungan umum, konsep-konsep, dan kesimpulan-kesimpulan logis, sistematis, dan koheren. Dalam teori dan konsep tersebut tidak terdapat kerancuan dan kesemerawutan pikiran atau kontradiksi antara satu dengan yang lain.
  • 7.
    epistimologi • Epistimologi,yaitu suatu bidang studi yang memiliki metode kerja yang jelas.
  • 8.
    • Dalam pemikiransekuler, sains mempunyai tiga karakteristik yaitu, objektif, netral dan bebas nilai. Sedangkan dalam pemikiran islam, sains tidak boleh bebas dari nili-nilai, baik nilai lokal maupun nilai universal. Ia harus dikembangkan dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kebahagiaan umat manusia dan kelestariaan ekologis untuk tujuan rahmatan lil’alamin (Q.S. al-Anbiya 107).
  • 9.
    iman I L M U amal
  • 10.
    Keutamaan Orang Berilmu • Qs 39:9 “katakanlah adakah sama antara orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah orang dapat menerima pelajaran.”
  • 11.
    Lanjut . .. • Sabda Rasulullah SAW “mereka adalah pewaris para nabi, pada hari kiamat darah mereka ditimbang dengan darah syuhada, dan darah orang yang berilmu dilebihkan dari darah syuhada”
  • 12.
    Tanggung Jawab Ilmuwan terhadap Alam dan Lingkungan • Pada prinsipnya pengembangan IPTEKS dalam Islam adalah untuk kesejahteraan, keseimbangan, dan pemerataan kesejahteraan hidup manusia.
  • 13.
    Integrasi IMTAQ danIPTEKS 1. iptek akan memberikan berkah dan manfaat yang sangat besar bagi kesejahteraan hidup umat manusia bila iptek disertai oleh asas iman dan takwa kepada Allah swt. Sebaliknya, tanpa asas imtak, iptek bisa disalahgunakan pada tujuan-tujuan yang bersifat destruktif. Iptek dapat mengancam nilai-nilai kemanusiaan
  • 14.
    2. Kedua, padakenyataannya, iptek yang menjadi dasar modernisme, telah menimbulkan pola dan gaya hidup baru yang bersifat sekularistik, materialistik, dan hedonistik, yang sangat berlawanan dengan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut oleh bangsa kita.
  • 15.
    3. Manusia tidakhanya membutuhkan kebutuha jasmani, rohanipun harus juga dipenuhi
  • 16.
    4. imtak menjadilandasan dan dasar paling kuat yang akan mengantar manusia menggapai kebahagiaan hidup. Tanpa dasar imtak, segala atribut duniawi, seperti harta, pangkat, iptek, dan keturunan, tidak akan mampu alias gagal mengantar manusia meraih kebahagiaan.
  • 17.
    Upaya pengintegrasian IMTAQdan IPTEK dalam sistem Pendidikan • Pendekatan Holistik pendidikan agama Islam diajarkan secara menyeluruh
  • 18.
    • pendekatan integralistik,pendidikan agama tidak boleh terpisah dan dipisahkan dari pendidikan sains dan teknologi. • Pendekatan fungsional, pendidikan agama harus bermanfaat demi kemaslahatan masyarakat
  • 19.
  • 20.
    Kesimpulan • Sudahseharusnya kita sebagai umat Islam senantiasa men-taddaburi ayat-ayatNya. Karena di sana terdapat lautan ilmu-Nya, serta dorongan atau motivasi untuk mengkaji maupun mengimplementasikannya. Dengan memahami bahwa semua ilmu itu adalah dari Allah SWT maka dalam mendalami berbagai disiplin ilmu pengetahuan harus mengacu pada firman Allah SWT sebagai referensi sehingga akan semakin meneguhkan keimanan. Selain itu penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi akan terkendali serta mengenal adab.