Gerakan pembaharuan Islam bertujuan untuk mengembalikan ajaran Islam kepada tuntunan Al-Quran dan Hadist seperti semula, menyesuaikan Islam dengan perkembangan zaman tanpa mengubah teks suci, dan memurnikan Islam dari penyimpangan.
Dalam bahasaArab, gerakan pembaharuan Islam disebut
tajdîd, dan pelakunya disebut mujaddid. Kata tajdid sendiri
secara bahasa berarti “mengembalikan sesuatu kepada
kondisi yang seharusnya”. Dalam bahasa Arab, sesuatu
dapat dikatakan “jadid” (baru), apabila bagian-bagiannya
masih erat menyatu dan masih jelas. Pengertian ini
menunjukkan bahwa sesuatu yang akan mengalami proses
tajdid adalah sesuatu yang memang telah memiliki wujud
dan dasar yang riil dan jelas. Itulah sebabnya, hanya Syariat
Islam satu-satunya syariat samawiyah yang mungkin
mengalami tajdid karena dasar pijakannya masih terjaga
dengan sangat jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
5.
Dalam pengertiantadi, sejak awal sejarahnya, Islam sebenarnya telah
memiliki tradisi pembaharuan karena ketika menemukan masalah
baru, kaum muslim segera memberikan jawaban yang didasarkan atas
doktrin-doktrin dasar kitab dan sunnah. Rasulullah pernah
mengisyaratkan bahwa “sesungguhnya Allah akan mengutus kepada
umat ini (Islam) pada permulaan setiap abad orang-orang yang akan
memperbaiki –memperbaharui- agamanya” (HR. Abu Daud).
Tajdid yang dimaksud oleh Rosulullah SAW tentu bukanlah mengganti
atau mengubah agama, melainkan bertujuan untuk
mengembalikannya seperti sediakala dan memurnikannya dari
berbagai kebatilan yang disebabkan oleh hawa nafsu manusia
sepanjang zaman. Dari definisi di atas nampak, bahwa tajdid tersebut
mendorong umat Islam agar kembali kepada Al-quran dan sunnah
serta mengembangkan itjihad.
6.
Dari katatajdid ini selanjutnya muncul istilah-istilah lain,
diantaranya adalah reformasi, purifikasi, modernisasi dan
sebagainya. Istilah modernisasi lahir dari dunia barat.
Dalam masyarakat barat kata modernisasi mengandung
pengertian pemikiran, gerakan, dan usaha untuk
mengubah paham-paham lama. Sedangkan
pembaharuan Islam adalah upaya untuk menyesuiakan
paham keagamaan Islam dengan perkembangan yang
ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan serta
terknologi modern. Dengan demikian pembaharuan
dalam Islam bukan berarti mengubah, mengurangi atau
menambahi teks Al-Quran maupun Hadits, melainkan
hanya menyesuaikan paham atas keduanya dan
memurnikan agamanya.
7.
Hal-hal yangmendasari munculnya gerakan pembaharuan
Islam diantaranya adalah :
1. Kekeliruan akidah.
2. Budaya barat yang mulai tercampur di negara-negara
Islam.
3. Budaya yang menyimpang dari Al Quran dan Hadist.
4. Ketidak sejalannya pemikiran antar organisasi islam.
5. Dunua Islam mengalami kemunduran dibandingkan
dengan Barat sehingga mereka berusaha bangkit
dengan mencontoh Barat dalam masalah masalah politik
dan peradaban untuk menciptakan balance of power.
8.
Kepercayaan yangkuat bahwa masyarakat harsu
ditata atas dasar Al-Qur’an dan As-Sunnah / hadist
nabi.
Kebuadayaan barat harus ditolak. Meskipun ada
yang mau menerima kemajuan-kemajuan barat
dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (Muzaffar,
Chandra;1988).
9.
1. Menjadikan Islamkembali ketuntunan Al-Quran
dan Hadist yang memang sudah seharusnya.
2. Menjadikan Islam lebih maju dibidang apapun
sesuai dengan perkembangan zaman dan
perkembangan ilmu tekhnologi modern, tetapi
tetap dengan tuntunan Al-Quran dan Hadist.
3. Mengembalikan kemurnian ajaran agama Islam
yang sebelumnya sudah tercampur dan
menyimpang dari ajaran Islam sehingga
menimbulkan kekufuran.
10.
Dari penjelasandi atas pemakalah dapat menyimpulkan
bahwa:
Pembaharuan Islam adalah upaya untuk menyesuiakan
paham keagamaan Islam dengan perkembangan dan
yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan
terknologi modern. Dengan demikian pembaharuan
dalam Islam ukan berarti mengubah, mengurangi atau
menambahi teks Al-Quran maupun Hadits, melainkan
hanya menyesuaikan paham atas keduanya.